Your browser does not support JavaScript!
 12 Dec 2016    18:00 WIB
Apakah Mengkonsumsi Kopi Membuat Anda Mudah Marah?
Mengkonsumsi kafein, baik yang berasal kopi ataupun minuman bersoda dapat menyebabkan perubahan mood. Selain itu, menghentikan konsumsi suatu stimulan juga dapat berdampak negatif pada mood Anda. Walaupun kafein dapat menyebabkan beberapa efek samping, akan tetapi mengkonsumsi kafein tidak akan membuat Anda menjadi seorang pemarah. Mengkonsumsi kafein dalam bentuk apapun dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan perubahaan mood, termasuk rasa cemas, depresi, dan gelisah. Selain itu, mengkonsumsi kafein juga dapat membuat Anda mengalami kesulitan tidur, terutama bila Anda mengkonsumsi stimulan ini dalam waktu kurang dari 6 jam sebelum tidur. Kurang tidur inilah yang dapat membuat Anda menjadi lebih mudah marah. Bila Anda telah terbiasa mengkonsumsi kafein setiap harinya, menghentikannya secara mendadak dapat membuat Anda menjadi mudah marah. Hal lain yang mungkin Anda rasakan adalah mengantuk, nyeri kepala, mual, dan muntah. Pengaruh kafein berbeda-beda terhadap setiap orang.  Oleh karena itu, jangan menghentikan konsumsi kafein Anda secara mendadak. Turunkan jumlah kafein yang Anda konsumsi setiap harinya secara perlahan untuk mengurangi efek samping tidak menyenangkan seperti di atas. Tidak hanya kopi yang mengandung kafein. Selain kopi, minuman bersoda, teh, coklat, permen, dan minuman energi juga dapat mengandung kafein. Segelas kopi mengandung sekitar 100 mg kafein. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthyeating.sfgate
 23 Nov 2016    15:00 WIB
Apakah Ada Hubungan Antara Kafein dan Gejala Menopause???
Setiap wanita pasti akan mengalami hal yang satu ini, menopause. Menopause merupakan suatu masa peralihan yang akan dialami oleh setiap wanita. Seorang wanita dikatakan telah memasuki masa menopause bila ia tidak lagi mendapat menstruasi selama minimal 12 bulan. Menopause rata-rata terjadi saat seorang wanita berusia 50 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada wanita yang berusia 40 tahun. Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah yang keluar saat menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya. Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi dapat berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya menstruasi benar-benar berhenti.   Baca juga: Penanganan Gejala Menopause   Tidak hanya membuat siklus menstruasi seorang wanita berhenti, menopause juga akan memicu terjadinya berbagai gejala. Hot flashes merupakan gejala menopause yang paling sering ditemukan. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. Sekitar 75 % wanita mengalaminya selama 1 tahun, dan 25-50% mengalaminya selama lebih dari 5 tahun. Hot flashes dapat berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit. Beberapa penelitian telah menemukan tampaknya ada suatu hubungan antara konsumsi kafein dengan gejala menopause yang satu ini. Para ahli menemukan bahwa wanita yang telah memasuki masa menopause dan mengkonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda lebih sering mengalami hot flashes dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi kafein. Jadi, bila Anda sering mengkonsumsi minuman berkafein dan merasa terganggu dengan munculnya hot flashes, maka mungkin ada baiknya bila Anda mulai mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsi minuman berkafein dan lihat apakah berdampak positif pada gejala hot flashes yang Anda alami.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: mayoclinic
 10 Oct 2016    15:00 WIB
Kopi Ternyata Bermanfaat Bagi Mata Anda
Anda tentunya telah sering mendengar berbagai manfaat baik dan buruk dari kopi bagi kesehatan anda. Kopi mengandung sangat sedikit kalori dan merupakan sumber utama dari kafein (sekitar 95% kopi terdiri dari kafein). Berbagai vitamin dan mineral yang terdapat di dalam kopi adalah natrium, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, asam folat, fosfor, magnesium, mangan, dan kalium. Selain itu, kopi juga mengandung berbagai antioksidan.Para peneliti baru-baru ini telah menemukan satu lagi manfaat kopi bagi kesehatan anda. Para peneliti menduga bahwa kopi mungkin dapat membantu menjaga kesehatan mata anda. Hal ini dikarenakan kopi mengandung suatu antioksidan, yaitu asam klorogenik (CLA). Antioksidan ini dapat mencegah terjadinya degenerasi retina pada tikus percobaan. Pada manusia, degenerasi retina ini dapat menyebabkan terjadinya glaukoma, diabetes, dan penuaan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa tikus yang diobati dengan pemberian CLA tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kerusakan pada retina, bahkan setelah dipaparkan terhadap nitrit oksida, yang dapat mempercepat proses degenerasi pada retina. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kopi dapat menghantarkan CLA ini langsung ke dalam retina, yang dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan mata anda.Sumber: foxnews Baca juga: Tips Untuk Mendapatkan Mata Yang Bersinar Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 10 Oct 2016    15:00 WIB
Kopi Ternyata Bermanfaat Bagi Mata Anda
Anda tentunya telah sering mendengar berbagai manfaat baik dan buruk dari kopi bagi kesehatan anda. Kopi mengandung sangat sedikit kalori dan merupakan sumber utama dari kafein (sekitar 95% kopi terdiri dari kafein). Berbagai vitamin dan mineral yang terdapat di dalam kopi adalah natrium, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, asam folat, fosfor, magnesium, mangan, dan kalium. Selain itu, kopi juga mengandung berbagai antioksidan.Para peneliti baru-baru ini telah menemukan satu lagi manfaat kopi bagi kesehatan anda. Para peneliti menduga bahwa kopi mungkin dapat membantu menjaga kesehatan mata anda. Hal ini dikarenakan kopi mengandung suatu antioksidan, yaitu asam klorogenik (CLA). Antioksidan ini dapat mencegah terjadinya degenerasi retina pada tikus percobaan. Pada manusia, degenerasi retina ini dapat menyebabkan terjadinya glaukoma, diabetes, dan penuaan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa tikus yang diobati dengan pemberian CLA tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kerusakan pada retina, bahkan setelah dipaparkan terhadap nitrit oksida, yang dapat mempercepat proses degenerasi pada retina. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kopi dapat menghantarkan CLA ini langsung ke dalam retina, yang dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan mata anda.Sumber: foxnews Baca juga: Tips Untuk Mendapatkan Mata Yang Bersinar Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 09 Jan 2016    12:00 WIB
Dapatkah Kopi Menurunkan Angka Kematian Karena Penyakit Hati?
Sebuah penelitian terbaru menyatakan minum kopi dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh berbagai tipe sirosis. Penelitian ini melibatkan 63.000 sukarelawan dari etnis Cina, berusia 45-74 tahun yang tinggal di Singapura. Penelitian ini dimulai dari tahun 1993, para sukarelawan memberikan informasi mengenai diet, gaya hidup, kebiasaan dan riwayat kesehatan mereka, kemudian para peneliri mengikuti mereka selama hampir 15 tahun. Diantara perjalanan waktu penelitian itu, 114 sukarelawan meninggal karena sirosis hati.Meminum dua atau lebih kopi dalam satu hari ternyata dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh sirosis hati non-viral sebanyak 66%. Hal ini merupakan kesimpulan dari penelitian yang diterbitkan secara online di the Journal od Hepatology. Virus memang bertanggung jawab dalam banyak kasus hati, tetapi penyakit hati juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol, penggunaan obat terlarang atau disebabkan oleh sistem imunitas yang menyerang sel hati yang sehat. sementara hasil studi terbaru mengatakan bahwa konsumsi kopi tidak menurunkan resiko kematian sirosis hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Minum teh, jus buah atau soda tidak memiliki pengaruh apapun terhadap resiko kematian dari sirosis hati, sementara minum alkohol justru akan semakin meningkatkan kematian karena sirosis.Walaupun penelitain ini menemukan hubungan antara konsumsi kafein dengan penurunan resiko kematian karena sirosis hati pada pasien tertentu, tetapi tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat diantara keduanya. Sirosis hati tercatat sebagai penyebab kematian ke 11 di Amerika Serikat menurut WHO. Pada tahun 2004 WHO melaporkan bahwa sirosis menyebabkan angka kematian sebesar 1,3% dari seluruh dunia setiap tahunnya. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang sirosis hati? Silahkan baca di siniBaca juga: 7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar IUD (Spiral)Sumber: cbsnews
 15 Sep 2015    09:00 WIB
OMG! Kopi Ternyata Berbahaya Lho Bagi Wanita
Kopi memang terasa nikmat dan memiliki bau harum yang sangat menggoda bagi para pecinta kopi, akan tetapi tahukah Anda bahwa bagi seorang wanita, terlalu banyak mengkonsumsi kopi ternyata dapat berdampak negatif bagi kesehatannya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh kopi pada tubuh seorang wanita.   Baca juga: 6 Tanda Bahwa Anda Terobsesi Oleh Kopi   KECANDUAN Percaya atau tidak, kopi memang dapat menyebabkan kecanduan! Kecanduan pada kopi bukan berarti Anda harus mengkonsumsi setidaknya 20 gelas kopi setiap hari. Kecanduan kopi berarti Anda harus mengkonsumsi setidaknya 1 gelas kopi setiap harinya. Penderita kecanduan kopi berat biasanya tampak gelisah, berkeringat dingin, mudah marah, dan mengalami gemetar pada tangannya hingga mereka mengkonsumsi kopi.   INSOMNIA Anda tentunya telah mengetahui bahwa mengkonsumsi terlalu banyak kopi dapat mengganggu tidur malam Anda, terutama bila Anda meminum kopi di sore atau malam hari. Anda tidak merasakan efek tersebut? Hal ini bukan dikarenakan tubuh Anda berbeda, tetapi justru karena tubuh Anda sudah kebal terhadap kopi karena Anda telah mengkonsumsi terlalu banyak kopi.   TEKANAN DARAH TINGGI Kafein dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Efek ini biasanya hanya bersifat sementara, akan tetapi bila Anda terus mengkonsumsi kopi dalam jumlah besar, maka efek ini pun akan menjadi permanen. Gejala awalnya dapat berupa telinga berdengung dan nyeri kepala. Segera ganti kopi Anda menjadi kopi dekaf bila Anda mulai merasakan kedua gejala tersebut.   DISLIPIDEMIA Sering mengkonsumsi kopi yang tidak disaring dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan juga trigliserida Anda. Bila keadaan ini terus berlangsung, maka kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi ini akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung.   Jadi, secara umum, kopi dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung. Oleh karena itu, bagi Anda yang memang telah memiliki gangguan jantung dianjurkan untuk menghindari atau setidaknya membatasi jumlah kopi yang Anda konsumsi.   DEHIDRASI Tahukah Anda bahwa untuk setiap 1 gelas kopi yang Anda minum, Anda pun membutuhkan 2 gelas air putih untuk mengkompensasi cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh Anda karena efek kafein di dalam kopi tersebut? Bila kebutuhan cairan tersebut tidak tercukupi, maka tubuh Anda pun akan mengalami dehidrasi, yang dapat memicu terjadinya nyeri kepala dan mual.   SELULIT Walaupun berbagai jenis obat anti selulit mengandung kopi, akan tetapi mengkonsumsi kopi justru dapat meningkatkan resiko terjadinya selulit. Hal ini dikarenakan kafein yang terdapat di dalam kopi dapat membuat Anda mengalami dehidrasi dan membuat tubuh menahan cairan yang dimilikinya sebagai kompensasi terhadap dehidrasi yang sedang terjadi. Dan menahan cairan merupakan salah satu hal yang paling sering menyebabkan terjadinya selulit   GASRITIS Gastritis atau yang lebih dikenal dengan sebutan sakit maag adalah suatu kondisi di mana dinding dalam lambung mengalami peradangan. Penyebabnya beragam, namun kondisinya dapat diperparah dengan asupan kafein yang berasal dari kopi hitam, teh hijau, minuman bersoda, cokelat, atau makanan yang memicu produksi asam lambung secara berlebihan seperti makanan pedas dan asam.   KEMANDULAN Konsumsi kafein secara berlebihan dapat mempengaruhi kondisi alat reproduksi seorang wanita, yaitu dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada saluran telur (tuba falopi) dan memicu terjadinya endometriosis (adanya jaringan rahim di luar rahim). Kedua hal ini dapat menyebabkan seorang wanita menjadi kurang subur atau bahkan mandul, yang tentu saja membuat wanita tersebut sulit atau bahkan tidak dapat hamil. Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang berencana untuk memiliki momongan dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi kafein Anda.   OSTEOPOROSIS Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat penurunan kepadatan tulang, yang memang lebih sering terjadi pada seorang wanita, terutama pada mereka yang telah memasuki masa menopause.   Selain karena pengaruh hormon, berkurangnya kepadatan tulang ini ternyata juga dapat dipicu oleh konsumsi kopi yang berlebihan (lebih dari 3 gelas sehari). Hal ini dikarenakan kafein di dalam tubuh dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang, sehingga kepadatan tulang pun akan menurun. Beberapa bagian tubuh yang paling sering mengalami pengeroposan tulang ini adalah tulang punggung, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan pinggang.   PMS Para ahli menemukan bahwa seorang wanita yang sering mengalami PMS akan mengalami gejala yang lebih berat lagi bila ia mengkonsumsi kopi. Hal ini juga berlaku bila wanita tersebut mengkonsumsi coklat. Jadi, bagi Anda yang ingin mengurangi gejala PMS yang Anda alami sebelum menstruasi, hindarilah kedua hal tersebut.   SERANGAN PANIK Karena kafein dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, maka saat kadar kafein di dalam tubuh Anda tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda yang biasanya, Anda pun dapat mengalami serangan panik. Hal ini dikarenakan kafein dapat memicu dimulainya mekanisme “fight” atau “flight” di dalam tubuh Anda.   DEPRESI Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi kafein secara berlebihan ternyata dapat memicu terjadinya gangguan depresi dan membuat mood seorang wanita menjadi buruk. Hal ini dikarenakan kafein dapat mempengaruhi kadar dopamin di dalam tubuh. Dopamin merupakan suatu zat kimia yang diproduksi oleh otak yang berfungsi untuk memperbaiki mood seseorang.   Saat Anda mengkonsumsi kafein secara berlebihan, maka Anda pun akan mengalami suatu reaksi ketergantungan. Hal ini akan membuat Anda merasa tertekan, sedih, dan bahkan depresi bila Anda belum mengkonsumsi kopi karena rendahnya kadar dopamin di dalam tubuh.   Dosis harian kafein yang dianjurkan adalah sekitar 200-300 mg setiap harinya. Hal ini biasanya telah dapat dipenuhi dengan cara mengkonsumsi secangkir kopi atau minuman berkafein lainnya.   Kopi memang memiliki banyak manfaat yang dapat membantu Anda tetap beraktivitas di kala lelah, akan tetapi bukan berarti Anda boleh mengkonsumsinya secara berlebihan. Akan lebih baik bila Anda membatasi jumlah konsumsi kopi Anda menjadi hanya 1 gelas kopi di pagi hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: youqueen
 05 Aug 2015    09:00 WIB
Atasi Alergi Dengan Kafein
Setiap orang memiliki respon alergi yang berbeda. Ada berbagai penyebab terjadinya alergi. Rekasi alergi bisa timbul karena beberapa pencetus seperti makanan gigitan serangga, obat-obatan dan alergen udara, Salah satu obat yang dapat membantu meringankan alergi adalah antihistamin. Antihistamin bekerja dengan mencegah sel-sel mast dalam tubuh dari memproduksi histamin. American Academy of Allergy, Asthma and Immunology Penyebab terjadinya alergi Reaksi alergi terjadi ketika tubuh berespon terhadap “bahan pemicu alergi”. Sistem kekebalan tubuh dengan cepat membuat pertahanan dengan menciptakan Immunoglobulin E, atau antibodi IgE. Antibodi IgE ini merangsang sel mast untuk menghasilkan histamin. Histamin adalah hormon dalam tubuh yang membantu mencegah infeksi, tetapi dalam jumlah besar justru dapat menyebabkan peradangan pada jaringan lunak. Baca juga: Hindari Alergi Dengan Konsumsi Makanan Hebat Ini! Efek yang terjadi Gejala yang terjadi akibat produksi histamin adalah timbul gatal-gatal, gatal kulit, kram perut, diare, muntah, mual, hidung tersumbat, pilek, dan asma. Pertimbangan Kafein Menurut BBC News, kafein dapat bertindak sebagai antihistamin alami, mengurangi jumlah histamin yang dilepaskan pada jaringan lunak, menghasilkan penurunan gejala. Pengujian ini dilakukan di Korea Selatan pada tahun 2000 yang menyimpulkan bahwa jumlah minimal kafein, seperti 0,1 mg, adalah pengobatan yang efektif untuk reaksi alergi yang parah. Tes ini dilakukan pada tikus laboratorium untuk menentukan apakah kafein akan membantu mencegah reaksi alergi fatal. Tikus-tikus yang diberi kafein selamat, sedangkan yang tanpa suntikan kafein mati. Namun menurut Dr Fayed Assem di University College London departemen farmakologi menyatakan bahwa ia meragukan jika kafein dapat memiliki banyak efek pada reaksi alergi tetapi mengakui bahwa kafein tidak membantu mencegah histamin. Kafein memang memiliki efek pada reaksi alergi, namun penggunaan kafein ini sebaiknya di bawah pengawasan dokter. Untuk menghindari efek buruk kafein ataupun terjadinya alergi yang cukup berbahaya. Baca juga: Kafein dan Diabetes Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Medline plus
 26 Jul 2015    16:00 WIB
Apakah Kopi Dapat Menyebabkan Sembelit?
Sembelit merupakan suatu keadaan di mana buang air besar kurang dari 3 kali seminggu. Walaupun kopi mengandung kafein yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, akan tetapi kopi sebenarnya bermanfaat untuk mencegah terjadinya sembelit. Tidak mengkonsumsi cukup banyak sayuran atau air putih dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya sembelit adalah suatu penyakit, jarang berolahraga, obat-obatan tertentu, salah menggunakan obat laksatif, gangguan kelenjar tiroid, gangguan sistem pencernaan, dehidrasi, sering menahan keinginan buang air besar, hamil, dan penuaan. Beberapa gejala terjadinya sembelit adalah tinja keras dan kering serta sulit buang air besar. Selain itu, Anda mungkin dapat merasa buang air besar tidak lampias. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, ada darah pada tinja, atau nyeri perut hebat. Ketiga hal ini dapat merupakan gejala suatu gangguan kesehatan yang berat. Berdasarkan sebuah penelitian di Eropa, sekitar 14-24% orang yang mengalami sembelit mengatakan bahwa kopi dapat membantu melunakkan tinja mereka. Penelitian lainnya di tahun 2006 menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi lebih banyak kopi lebih jarang mengalami sembelit dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi lebih sedikit kopi. Jika Anda sedang mengalami sembelit dan ingin mengkonsumsi kopi, maka cegah efek dehidrasi kopi dengan mengkonsumsi kopi tanpa kafein atau minumlah banyak air putih setelah mengkonsumsi kopi. Selain itu, pastikan Anda mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan air putih serta lebih banyak berolahraga untuk membantu mencegah terjadinya sembelit. Hubungi dokter Anda bila sembelit Anda tidak membaik setelah melakukan beberapa hal di atas.   Sumber: healthyeating.sfgate