Your browser does not support JavaScript!
 11 Sep 2018    08:00 WIB
Efektifkah Kopi Menghilangkan Rasa Kantuk ?
Apakah kopi benar-benar efektif untuk menghilangkan rasa kantuk? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda perlu mengetahui bagaimana cara kerja kafein di dalam kopi, berapa banyak jumlah kafein yang harus dikonsumsi, kapan harus mengkonsumsinya, dan apa resiko bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak kafein. Kafein yang terdapat di dalam kopilah yang membuat rasa kantuk Anda menghilang. Kafein bekerja dengan cara menstimulasi sistem metabolisme dan sistem saraf pusat tubuh Anda sehingga Anda pun merasa lebih bertenaga, tidak mengantuk, dan meningkatkan konsentrasi. Kafein yang terkandung dalam segelas kopi dapat berbeda-beda tergantung pada proses pembuatan atau penyeduhan kopi tersebut. Terdapat sekitar 95 mg kafein di dalam segelas kopi seduh, 62 mg kafein di dalam kopi instan, 2 mg kafein di dalam kopi dekaf, dan 64 mg kafein di dalam segelas espresso.  Manfaat kafein ini dapat Anda rasakan bila Anda mengkonsumsi kafein dalam jumlah sedang, yaitu antara 200-300 mg kafein setiap harinya, yaitu setara dengan 3 gelas kopi. Kafein akan diserap dan bersikulasi di dalam tubuh Anda dalam waktu 30-60 menit setelah konsumsi, di mana efek ini akan bertahan hingga 6 jam. Waktu paruh dan lama kerja kafein dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada metabolisme kafein di dalam tubuh seseorang dan berapa banyak kafein yang Anda konsumsi. Mengkonsumsi terlalu banyak kafein, yaitu sekitar 600 mg kafein atau lebih dapat membuat Anda merasa lelah dan tidak fokus. Beberapa gejala lain dari berlebihannya dosis kafein yang Anda konsumsi adalah mual, nyeri kepala, pusing, merasa gelisah, gemetar, dan sulit berkonsentrasi. Efek samping lainnya yang dapat timbul saat Anda mengkonsumsi kafein adalah sering buang air kecil, merasa depresi atau cemas, sulit tidur, dan dehidrasi yang dapat membuat Anda merasa semakin lelah.   Sumber: healthyeating.sfgate
 07 Jun 2018    16:00 WIB
Merasa Berdebar-debar Setelah Minum Kopi? Mengapa Demikian?
Kopi merupakan suatu stimulan karena mengandung kafein yang dapat membuat Anda lebih bersemangat, tidak mengantuk, dan meningkatkan fungsi otak serta tubuh Anda di pagi hari. Seperti halnya semua stimulan, kafein dapat mempengaruhi jantung, otak, dan otot-otot tubuh Anda.  Mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau mengkonsumsi kopi pada waktu yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jantung terasa berdebar-debar akibat peningkatan denyut jantung. Kafein di dalam kopi dapat memicu sistem saraf simpatik yang merupakan pengendali respon "fight" atau "flight" tubuh, yang dapat bereaksi dengan cara melepaskan sejumlah energi pada otot, meningkatkan kewaspadaan mental, dan meningkatkan aliran darah yang menuju pada anggota gerak tubuh dengan cara meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.  Pada sebagian besar kasus, efek ini hanya menyebabkan suatu perubahan kecil, akan tetapi kadangkala dapat terjadi gangguan irama jantung yang membuat Anda merasa berdebar-debar karena adanya peningkatan denyut jantung. Pada keadaan normal, Anda mungkin tidak akan menyadari denyut jantung Anda, kecuali saat Anda sedang berolahraga. Merasa jantung Anda berdebar lebih cepat atau bahkan tidak teratur dapat membuat Anda merasa cemas dan khawatir. Walaupun sebagian besar kasus tidak berbahaya, akan tetapi bila hal ini terjadi berulang kali, maka Anda mungkin harus memeriksakan keadaan jantung Anda pada dokter. Peningkatan denyut jantung dapat disebabkan oleh berbagai stimulan. Mengkonsumsi kafein berlebihan merupakan salah satu hal yang sering menyebabkan jantung terasa berdebar-debar. Bahkan, beberapa orang merasakan peningkatan denyut jantung walau hanya mengkonsumsi sedikit kafein. Satu gelas kopi mengandung sekitar 100-200 mg kafein. Mengkonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap harinya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala, badan terasa gemetar, dan peningkatan denyut jantung. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada teh hitam, teh hijau, teh putih, minuman bersoda, minuman energi, coklat, dan beberapa jenis obat-obatan; terutama obat yang digunakan untuk mencegah rasa kantuk. Berbagai penyebab lain dari peningkatan denyut jantung adalah anemia, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, stress, dan demam.   Kapan Hubungi Dokter? Peningkatan denyut jantung yang tidak berbahaya biasanya hanya terjadi satu kali dan tidak berulang. Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau lebih dari biasanya dan merasa bahwa denyut jantung Anda meningkat, maka denyut jantung Anda biasanya akan kembali normal dalam waktu beberapa menit. Segera hubungi dokter Anda bila peningkatan denyut jantung berlangsung dalam waktu lama atau terjadi berulang kali. Hal ini dapat merupakan gejala adanya gangguan jantung. Selain itu, segera cari pertolongan medis bila Anda merasa nyeri atau mati rasa pada lengan, dada terasa seperti tertekan, nyeri ulu hati yang terjadi bersamaan dengan peningkatan denyut jantung.  Baca juga: Apakah Kopi Dapat Menyebabkan Sembelit? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthyeating.sfgate
 11 Apr 2018    08:00 WIB
Secangkir Kopi Hitam di Pagi Hari Memang Nikmat! Ternyata Memiliki Manfaat Yaitu…
Secangkir kopi hitam yang nikmat di pagi hari bisa membuat Anda menjadi memiliki energi lebih untuk memulai hari Anda, tidak heran rasanya bila Anda meluangkan waktu untuk menikmati pagi Anda dengan secangkir kopi hitam. Tapi apabila Anda meminumnya apakah memberi manfaat atau tidak. Kopi hitam itu rendah lemak, rendah kalori dan ternyata memasok banyak antioksidan yang membantu melindungi kesehatan Anda.   Berikut Manfaat Yang Anda Dapat Dari Minum Kopi Hitam: Lemak, Kalori dan Nutrisi Secangkir kopi hitam seberat 8 ons mengandung 2 kalori dan 0 gram lemak. Secangkir kopi yang sama mengandung kalsium dalam dosis kecil untuk tulang dan kalium agar detak jantung tetap teratur. Kanker Senyawa dalam kopi hitam bisa membantu mencegah kanker. Para periset di Harvard Medical School menemukan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko kanker hati Anda hingga 50 % dibandingkan orang yang tidak minum kopi. Senyawa dalam kopi juga dapat mengurangi risiko kanker usus besar, payudara dan kanker rektal. Manfaat Antioksidan Antioksidan yang terkandung dalam secangkir kopi hitam mengandung banyak manfaat perlindungan bagi Anda. Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam "American Journal of Clinical Nutrition" melaporkan bahwa minum kopi hitam mengurangi tingkat peradangan di tubuh Anda, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung Anda. Sebuah artikel tahun 2004 yang diterbitkan dalam "Journal of Nutrition" mencatat bahwa antioksidan dalam kopi dapat membantu mengurangi risiko penyakit degeneratif tertentu. Artikel tersebut juga melaporkan bahwa tingkat antioksidan pada kopi lebih tinggi dari pada kadar anggur, teh, buah dan sayuran, selain itu dikatakan kopi juga bisa melindungi Anda dari penyakit Parkinson dan diabetes tipe 2.   Kopi hitam memang memiliki manfaat kesehatan namun perlu Anda perhatikan kopi hitam juga mengandung kafein, yang bisa berbahaya bagi kesehatan Anda bila dikonsumsi dalam dosis besar. Anda dapat mengkonsumsi antara 200-300 mg kafein per hari dengan aman,. Ini berarti antara 2-4 cangkir kopi.   Apabila Anda mengonsumsi lebih dari 500 mg per hari secara teratur dapat menyebabkan Anda mengalami masalah tidur, dapat menyebabkan iritabilitas, kegelisahan, sakit perut dan detak jantung yang cepat.   Selain itu yang perlu Anda perhatikan apabila Anda menambahkan krim dan gula ke secangkir kopi, Anda akan meningkatkan kandungan lemak dan kalori dari minuman Anda yang bisa saja membuat kolesterol Anda meningkat. Jadi memang ada risiko tertentu dikaitkan dengan minum kopi hitam dalam jumlah besar, namun yakinlah bahwa Anda dapat dengan aman minum secangkir kopi setiap pagi.   Baca juga: Minum Kopi Saat Masih Menyusui, Amankah???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: healthyeating.sfgate
 23 Mar 2018    08:00 WIB
Benarkah Kopi Pengaruhi Pola BAB Anda???
Pada zaman modern sekarang ini, kopi tampaknya bukan lagi sekedar minuman biasa. Banyak orang tidak dapat melewati harinya dan melakukan berbagai aktivitas hariannya bila tidak mengkonsumsi segelas kopi di pagi hari. Walaupun terkenal sebagai minuman yang dapat membantu mengusir kantuk, akan tetapi banyak juga orang yang justru merasa lebih lancar BAB paska minum kopi. Lalu mengapa ada orang yang tidak mengalami hal yang serupa?   Apakah Kopi Memang Membuat BAB Lebih Lancar? Saat ini belum ada penelitian baru mengenai apakah kopi memang dapat mempengaruhi gerakan usus. Akan tetapi, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa kopi yang tidak mengandung kafein memiliki efek yang cukup signifikan pada gerakan usus pada orang yang mengalami ileus paska operasi dibandingkan dengan kopi berkafein dan air. Ileus paska operasi merupakan salah satu gangguan pencernaan yang biasanya terjadi paska tindakan pembedahan perut. Pada penelitian di atas, peserta telah menjalani pembedahan usus besar. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun 1990 juga menemukan mungkin ada hubungan antara kopi dan saluran pencernaan. Para ahli menemukan bahwa mengkonsumsi kopi baik yang berkafein atau tidak dapat meningkatkan gerakan rektosigmoid, yang memicu keinginan untuk BAB. Walaupun berdasarkan berbagai penelitian di atas, kopi tampaknya memiliki efek laksatif pada beberapa orang, namun hingga saat ini para ahli masih belum dapat memastikan apakah peningkatan gerakan usus paska mengkonsumsi kopi disebabkan oleh kopi itu sendiri atau kandungan kafein di dalamnya.   Baca juga: 6 Tanda Bahwa Anda Terobsesi Oleh Kopi   Para ahli juga belum menemukan alasan mengapa sebagian orang mengalami efek laksatif kopi sedangkan sejumlah orang lainnya tidak. Para ahli menduga hal ini berhubungan dengan jumlah kopi yang dikonsumsi, adanya gangguan pencernaan sebelumnya, atau kandungan lain yang terdapat di dalam kopi yang dikonsumsi. Jika Anda merupakan orang yang sering mengalami diare setelah mengkonsumsi kopi, cobalah untuk membatasi jumlah kopi yang Anda konsumsi atau pilihlah kopi yang mengandung lebih sedikit kafein untuk mengurangi gejala. Bila diperlukan, dianjurkan agar Anda berhenti mengkonsumsi kopi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 21 Feb 2018    11:00 WIB
Berapa Banyak Kopi yang Boleh Anda Konsumsi Setiap Harinya?
Berdasarkan penelitian, kopi merupakan salah satu minuman yang dapat membantu mencegah terjadinya stroke dan bahkan dapat membuat anda lebih panjang umur. Akan tetapi, walaupun memiliki manfaat bagi kesehatan, kopi pun dapat membahayakan kesehatan anda bila dikonsumsi secara berlebihan. Batasi konsumsi anda setiap harinya, yaitu tidak lebih dari 3 gelas setiap harinya.   Sebuah penelitian lainnya melakukan pengamatan pada 45.000 orang yang berusia antara 20-87 tahun, mulai dari tahun 1979-1989, dan kematian yang terjadi (akibat apapun) hingga tahun 2003. Para peneliti mengamati bagaimana gaya hidup mereka mempengaruhi kesehatan mereka. Selama pengamatan tersebut, para peneliti menemukan bahwa orang yang berusia 55 tahun atau kurang yang mengkonsumsi lebih dari 28 gelas kopi setiap minggunya memiliki resiko kematian yang lebih tinggi (sekitar 2 kali lipat) daripada orang yang tidak mengkonsumsi kopi. Akan tetapi, hal ini bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi kopi sama sekali. Anda hanya perlu membatasi jumlah kopi yang anda konsumsi setiap harinya.   Menurut seorang ahli, batasi konsumsi kopi anda setiap harinya, yaitu tidak lebih dari 4 gelas setiap harinya atau tidak lebih dari 28 gelas setiap minggunya, sehingga tidak terjadi peningkatan resiko kematian. Walaupun mengkonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan anda, akan tetapi para peneliti juga menemukan bahwa mengkonsumsi kopi secara teratur dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2, berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan bahkan beberapa jenis kanker.   Sumber: mensjournal
 11 Feb 2018    13:00 WIB
Apa Bahaya Konsumsi Kopi Berlebihan Pada Kesehatan?
Peningkatan penggunaan kopi karena efek stimulasinya dapat berakhir pada penyalahgunaan dan meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan. Reaksi setiap orang terhadap kafein dapat berbeda-beda, segelas kopi yang membuat jantung Anda terasa berdebar-debar dan membuat telinga Anda berdenging, mungkin justru dapat memperbaiki mood dan mengembalikan tenaga orang lain. Perbedaan ini tergantung pada seberapa cepat tubuh Anda dapat memetabolisme kafein di dalam kopi.   Seperti halnya perbedaan efek kafein di atas, apa yang menyebabkan seseorang mengalami kecanduan kopi juga berbeda-beda, tergantung pada seberapa baik atau buruknya tubuh Anda memetabolisme kopi. Mengkonsumsi kopi secara teratur dapat membuat tubuh Anda mengalami reaksi toleransi, yaitu suatu reaksi di mana tubuh Anda tidak lagi bereaksi dengan cara yang sama saat mengkonsumsi suatu zat dalam jumlah yang sama dan membutuhkan zat dalam jumlah yang lebih banyak daripada biasanya untuk memperoleh efek yang sama.   Kafein akan melalui proses detoksifikasi di dalam hati melalui cara yang sama dengan obat-obatan lainnya seperti asetaminofen dan ibuprofen. Selain itu, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi proses metabolisme kafein di dalam tubuh Anda seperti usia, jenis kelamin, ukuran tubuh Anda, dan obat-obatan apa saja yang Anda konsumsi.  Biasanya dibutuhkan kurang lebih 5 jam untuk memetabolisme setengah jumlah kafein yang terdapat dalam 1 gelas kopi. Mengkonsumsi lebih dari 1 gelas kopi atau minuman berkafein lainnya dapat membuat kafein bertumpuk di dalam hati. Lama kelamaan hal ini dapat menyebabkan stress pada hati dan menyebabkan peningkatan zat racun di dalam tubuh Anda yang dapat mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk mengatasi berbagai stress lain seperti infeksi atau kurang tidur. Karena kafein merupakan stimulant sistem saraf pusat, maka konsumsi kafein dapat membuat Anda mengalami gangguan irama jantung, yaitu kontraksi preventrikular, yang merupakan suatu kondisi yang dapat membahayakan jiwa Anda, yang dapat terjadi pada siapa saja walaupun tidak memiliki gangguan jantung lainnya. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya kontraksi preventrikular ini. Selain itu, konsumsi kafein juga berhubungan dengan terjadinya fibrokistik payudara, suatu keadaan di mana payudara terasa sangat nyeri yang membuat payudara terasa keras, akan tetapi bukan merupakan suatu keganasan.   Selain orang dewasa, kafein juga dapat mempengaruhi janin yang sedang berkembang. Karena janin masih belum memiliki enzim yang diperlukan untuk memetabolisme kafein sehingga kafein dapat terus berada dalam aliran darah janin hingga 100 jam setelah konsumsi. Tingginya kadar kafein di dalam darah janin diduga berhubungan dengan terjadinya kelainan bawaan, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur. Sebuah penelitian di tahun 2011 menemukan bahwa kombinasi obat stimulan dan kafein lebih beracun bagi tubuh daripada hanya mengkonsumsi salah satunya saja. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan pelepasan banyak neurotransmiter dopamin, yang membuat Anda merasa senang. Selain itu, kombinasi keduanya juga dapat meningkatkan kadar stress oksidatif di dalam otak. Para peneliti menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan efek stimulasi dan efek toksik dari metamfetamin.   Sumber: healthyeating.sfgate
 17 Dec 2017    18:00 WIB
Manfaat Kopi Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam KopiKopi mengandung sangat sedikit kalori dan merupakan sumber utama dari kafein (sekitar 95% kopi terdiri dari kafein). Berbagai vitamin dan mineral yang terdapat di dalam kopi adalah natrium, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, asam folat, fosfor, magnesium, mangan, dan kalium. Selain itu, kopi juga mengandung berbagai antioksidan.1.  Membantu Menurunkan Kadar Gula DarahAsam klorogenik dan alkaloid trigonelin di dalam kopi dapat membantu mengurangi kadar glukosa dan insulin, yang sangat membantu penderita diabetes tipe 2. 2.  Mencegah KankerAdanya asam klorogenik, asam kaffein, dan fitoestrogen di dalam kopi, membuatnya dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker payudara. Orang yang mengkonsumsi kopi setiap harinya memiliki resiko kanker mulut, kanker esofagus (tenggorokan), dan kanker faring (kerongkongan) yang lebih rendah. Kopi juga dapat menurunkan resiko terjadinya kanker hati dan kanker prostat. 3.  Menurunkan Resiko Gangguan Daya IngatKopi dapat meningkatkan daya ingat anda. Mengkonsumsi kopi diduga dapat mencegah terjadinya dementia (pikun) dan penyakit Alzheimer pada orang lanjut usia. Kopi dapat membantu menghambat efek neurotransmiter adenosin, yang meningkatkan kerja sel-sel saraf di dalam otak dan membantu pelepasan neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin. Kedua neurotransmiter ini dapat membantu meningkatkan mood dan meredakan stress. Mengkonsumsi kopi diduga juga dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit Parkinson.4.  Melindungi HatiKopi dapat membantu meningkatkan kerja hati dan menurunkan resiko terjadinya kolangitis sklerosing primer yang dapat menyebabkan terjadinya sirosis hati dan gagal hati. Selain itu, kopi juga dapat menurunkan resiko terjadinya karsinoma hepatoseluler (suatu jenis kanker hati).5.  Manfaat LainnyaManfaat lain dari kopi bagi kesehatan anda adalah:•  Meningkatkan kekebalan tubuh (kaya antioksidan)•  Membantu mengatasi nyeri kepala dan migraine (kafein)•  Membantu memperbaiki mood, meredakan stress, dan meningkatkan fungsi kognitif, termasuk meningkatkan kewaspadaan, daya ingat verbal, dan kemampuan analisis visuospasial•  Menurunkan resiko terbentuknya batu di dalam kandung kemih (kafein)•  Mencegah terjadinya sembelit dan melancarkan pencernaan dengan cara meningkatkan gerakan otot-otot halus usus•  Membantu mencegah terbentuknya plak pada gigi dan meningkatkan kesehatan gigi (tannin)   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: foodtofitness
 16 Sep 2017    08:00 WIB
Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Jika Anda menderita Sindrom Perut Sensitif
Pola makan yang sehat secara umum mencakup berbagai jenis nutrisi dan makanan rendah lemak. Tetapi jika Anda mengenali gejala asam lambung yang naik saat Anda memakan makanan tertentu, bahkan saat Anda memakan makanan yang sehat, maka kemungkinan Anda menderita sindrom perut sensitif atau irritable bowel syndrome. Tetapi dengan menghindari makanan yang bisa memicu perut sensitif maka Anda akan menyadari jika perut Anda akan semakin membaik begitu juga gejala kram dan perut kembung akan semakin berkurang.Serat tidak larut Makanan yang mengandung serat seperti gandum, biji-bijian, sayur-sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk kesehatan Anda. tetapi terlalu banyak serat dapat memicu munculnya diare. Makan terlalu banyak serat yang tidak larut air dapat semakin meningkatkan aktivitas buang air besar. Lebih baik Anda memfokuskan diri pada makanan yang mengandung serat yang larut air seperti yang ada di sayuran dan buah-buahan. Tetapi ingat juga serat tidak larut air dapat meredakan konstipasi, dan juga bisa membuat Anda merasa kembung. Padi-padianJika gandum mengandung serat tidak larut air yang bisa menyebabkan munculnya sindrom perut sensitif, maka beberapa jenis padi-padian dapat menyebabkan masalah lain. Beberapa jenis padi-padian seperti barley mengandung gluten yang merupakan jenis protein yang dapat merusak saluran cerna dan memperburuk gejala dari perut sensitif. Sementara ada beberapa orang yang juga menderita alergi gluten, dikenal dengan nama penyakit celiac, dan paling tidak setengah dari penderita perut sensitif juga mengalami intoleransi gluten. Untungnya saat ini sudah tersedia produk bebas gluten di pasaran. Jika Anda gemar memakan pizza, pasta, cake atau kue, Anda bisa gunakan bahan-bahan bebas gluten supaya terhindar dari gejala perut sensitif. SusuSusu bisa menimbulkan masalah, kerena:1.  Susu mengandung lemak yang dapat menyebabkan diare. Anda bisa menggantinya dengan susu rendah lemak atau susu bebas lemak untuk meminimalisir gejala 2.  Banyak penderita perut sensitif juga mengalami intoleransi laktosa, yang artinya mereka tidak bisa mencerna laktosa didalam susu. Jika Anda ingin menikmati yoghurt, Anda bisa menggantinya dengan susu kedelai dan keju.Pastikan juga Anda membicarakan dengan dokter Anda dengan suplemen kalsium jika Anda memutuskan untuk menghindari produk susu secara keseluruhan. Makanan yang digorengKentang goreng dan makanan lain yang digoreng sudah menjadi kebiasaan orang-orang saat ini. Makanan yang digoreng tidak hanya lebih cepat untuk dimasak, tetapi juga memiliki rasa yang lezat. Tetapi Anda harus ingat jika makanan yang digoreng mengandung lemak yang sangat tinggi yang bisa memicu gejala perut sensitif. Kacang-kacanganKacang: semakin banyak Anda makan, semakin banyak Anda menginginkannya lagi. Kacang secara umum meerupakan sumber protein dan serat yang baik, tetapi kacang juga bisa menyebabkan munculnya gejala perut sensitif. Selain itu makanan yang mengandung kacang-kacangan juga akan meningkatkan gas didalam perut, perut kembung dan kram. Jadi jika Anda adalah salah seorang penderita perut sensitif maka sebaiknya Anda hindari makanan yang mengandung kacang-kacangan. KopiKebanyakan orang memulai harinya dengan meminum segelas kopi di pagi hari. Tetapi kopi juga dapat memberikan efek stimulasi pada organ pencernaan yang dapat meningkatkan terjadinya diare. Jadi jika Anda adalah salah satu penderita perut sensitif maka kopi dan minuman lain yang mengandung kafein seperti soda dan teh adalah jenis minuman yang harus Anda hindari.Sumber: healthline
 22 Feb 2017    18:00 WIB
Tingkatkan Konsumsi Kopi Harian Dapat Turunkan Resiko Diabetes
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan oleh jurnal Diabetologia mengungkapkan bahwa dengan meningkatkan konsumsi kopi harian Anda dapat melindungi Anda dari diabetes. Menurut para peneliti, mereka yang meningkatkan konsumsi harian kopi menjadi lebih dari satu cangkir perhari selama empat tahun ternyata memiliki resiko 11% lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Hasil dari penelitian ini memperkuat penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan mengenai kaitan konsumsi kopi dengan penurunan resiko diabetes. Para peneliti mengatakan perubahan konsumsi kopi, apakah itu meningkat atau menurun, mempunyai dampak terhadap resiko diabetes. Dengan membandingkan mereka yang tidak melakukan perubahan pola konsumsi kopi selama empat tahun, dengan mereka yang meningkatkan konsumsi kopi lebih dari satu cangkir perhari ternyata mereka yang meningkatkan konsumsi kopi perhari memiliki resiko 11% lebih rendah. Mereka yang menurunkan konsumsi kopi lebih dari segelas ternyata mengalami peningkatan resiko diabetes sebanyak 17%. Sebagai tambahan, para peneliti memeriksa resiko dan keuntungan yang berhubungan dengan minum kopi tanpa kafein dan tipe teh tertentu, dengan tujuan untuk menentukan apakah kafein memainkan peranan penting. Ternyata secara keseluruhan, para peneliti tidak melihat hubungan antara resiko diabetes dengan tipe minuman. Sedangkan untuk alasan mengapa kopi dengan kafein mampu melindungi kesehatan, para peneliti mengatakan jika kopi dengan kafein dapat mengikat nutrisi tertentu yang sangat menguntungkan tubuh sehingga baik untukmetabolisme dan kesehatan jantung pembulih darah. Tetapi kopi bukanlah minuman tanpa kekurangan. Walaupun penelitian terbaru menunjukkam banyaknya manfaat dari minum kopi, penelitian lain justru menemukan sisi negatif dari minuman ini, bahkan salah satu penelitian mengatakan bahwa kopi dapat meningkatkan kematian di usia muda. Semakin banyak Anda minum kopi, semakin tinggi pula resiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Kopi bukanlah obat untuk mencegah penyakit. Oleh karena itu untuk mendapat efek perlindungan dari kopi disarankan untuk minum tidak lebih dari 3 gelas kopi perhari. Dan tentu saja langkah terbaik untuk menghindari diabetes adalah dengan rajin berolahraga dan nutrisi yang baik.Sumber: foxnews