Your browser does not support JavaScript!
 07 Jun 2019    18:00 WIB
Kafein dan Hubungannya Dengan Diabetes Tipe 2
Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Amerika, melakukan pengamatan pada para penyuka kopi yang terdiri dari 5 orang pria dan 5 orang wanita, yang rata-rata berusia 63 tahun dan menderita diabetes tipe 2 untuk mengevaluasi apa sebenarnya efek kafein pada kadar gula darah seseorang. Kadar gula darah para peserta penelitian telah berhasil dikendalikan dengan diet, olahraga, dan obat-obatan oral (yang dikonsumsi melalui mulut). Kadar HbA1c para peserta adalah sekitar 6.4%. Tidak ada peserta penelitian yang membutuhkan terapi insulin dan tidak ada peserta penelitian yang merokok atau menggunakan obat golongan psikotropika (obat penenang). Pada penelitian ini, para peneliti memberikan para peserta 500 mg kafein setiap harinya dan plasebo untuk mengetahui apa sebenarnya efek kafein pada kadar gula darah seseorang. Pemberian kafein dan plasebo dibagi menjadi 2 dosis, yang diberikan pada waktu sarapan dan makan siang. Para peneliti juga meminta para peserta penelitian untuk menggunakan alat pemeriksa kadar gula darah pada saat penelitian berlangsung sehingga kadar gula darah para peserta penelitian dapat diukur setiap waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat para peserta penelitian mengkonsumsi kafein, kadar gula darah mereka di siang hari menjadi lebih tinggi dan hasil pemeriksaan kadar gula darah setelah makan (kadar gula darah post prandial) juga meningkat secara berlebihan. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi kafein mengalami penurunan kadar gula darah di pagi hari saat mereka baru saja bangun tidur. Para peneliti mengatakan bahwa masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek kafein terhadap kadar gula darah seseorang.     Sumber: diabetescare
 21 Mar 2019    16:00 WIB
Jaga Sistem Kekebalan Tubuh Dengan Segelas Kopi
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, mengkonsumsi kopi (kopi hitam) secara teratur setiap harinya mungkin dapat membantu mencegah terjadinya penyakit Parkinson, gangguan hati, dan diabetes tipe 2, bahkan dapat membuat sistem kekebalan tubuh Anda menjadi lebih kuat. Sebuah penelitian di tahun 2009 menemukan bahwa mengkonsumsi kopi setiap paginya mungkin dapat mencegah terjadinya berbagai reaksi alergi. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa hewan-hewan yang mengkonsumsi 91 ml kopi/kgBB setiap harinya memiliki sel imunitas yang berhubungan dengan alergi yang lebih rendah, terutama terjadi penurunan reaksi alergi pada kulit. Walaupun demikian, para peneliti juga menemukan bahwa kopi tidak dapat mencegah reaksi alergi bila penderita telah terpapar oleh alergen.  Sebuah penelitian lainnya di tahun 2010 menemukan bahwa kopi dapat menekan sistem kekebalan tubuh yang berhubungan dengan terjadinya proses peradangan dan pembentukan jaringan parut di dalam hati.  Selain itu, antioksidan yang terdapat di dalam kopi juga dapat membantu menjaga kadar enzim yang diperlukan hati untuk proses detoksifikasi tubuh dan mencegah pembentukan gen pemicu kanker. Berdasarkan sebuah penelitian lainnya di tahun 2008, mengkonsumsi kopi secara teratur juga dapat menurunkan resiko beberapa jenis kanker. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi kopi dalam jangka waktu lama dapat mencegah pertumbuhan kanker payudara. Kafein di dalam kopi juga dapat menghambat kemampuan sel-sel kanker dalam menghambat kerja sistem kekebalan tubuh. Selain menurunkan resiko kanker, kopi ternyata juga dapat membantu mengatasi batuk. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa ekstrak kopi dapat mengurangi batuk secara signifikan dalam waktu 30-60 menit setelah konsumsinya dan efek ini pun dapat berlangsung dalam waktu cukup lama. Ekstrak kopi ini juga dapat mempengaruhi aktivitas beberapa jenis sistem kekebalan tubuh dan dapat mengaktivasi sistem kekebalan tubuh.   Sumber: healthyeating.sfgate
 30 Jan 2019    16:00 WIB
Minum Kopi Saat Masih Menyusui, Amankah ?
Mengkonsumsi minuman berkafein seperti kopi saat masih menyusui bayi Anda sebenarnya boleh-boleh karena dianggap cukup aman. Walaupun kafein yang Anda konsumsi akan masuk ke dalam ASI Anda, akan tetapi sebagian besar penelitian menemukan bahwa hanya kurang dari 1% kafein yang masuk ke dalam ASI Anda. Jadi, berapa gelas kopi yang boleh Anda konsumsi setiap harinya? The American Academy of Pediatrics menganjurkan agar seorang ibu yang sedang menyusui tidak mengkonsumsi lebih dari 3 gelas sehari. Sebagian besar ahli setuju bahwa seorang ibu yang masih menyusui dianjurkan untuk membatasi konsumsi kafeinnya yaitu tidak lebih dari 300 mg setiap harinya. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui jumlah kafein pada berbagai jenis minuman yang Anda konsumsi. Jika Anda ingin mengkonsumsi lebih dari 1 gelas kopi setiap harinya, minimalkan jumlah kafein di dalam ASI Anda dengan membagi jumlah kopi yang Anda konsumsi setiap harinya, misalnya 1 gelas di pagi hari dan 1 gelas di siang hari atau sore hari. Konsumsilah kopi susu yang mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan dengan kopi hitam.   Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui   Walaupun bayi biasanya tidak akan menunjukkan tanda-tanda gangguan apapun saat mengkonsumsi kafein yang berasal dari ASI Anda, akan tetapi bila Anda merasa bahwa bayi Anda menjadi lebih rewel setelah Anda minum kopi dan kemudian menyusuinya, maka Anda dapat melakukan percobaan di bawah ini. Cobalah untuk tidak mengkonsumsi kafein sama sekali selama 1 minggu dan perhatikanlah apakah ada perubahan pada perilaku bayi Anda. Setelah itu, Anda dapat kembali mengkonsumsi kafein dan perhatikan apakah bayi Anda kembali rewel. Bila ya, maka Anda harus berhenti mengkonsumsi minuman berkafein selama masih menyusui. Intinya adalah karena bayi Anda biasanya tidak akan terpengaruh oleh kafein yang Anda konsumsi, maka Anda sebenarnya dapat mengkonsumsi kopi kesukaan Anda tanpa perlu merasa khawatir, hanya saja jangan berlebihan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 28 Jan 2019    08:00 WIB
Kopi Dan Teh Malah Bikin Efek Dehidrasi ?
Kebutuhan air putih yang diminum setiap hari ternyata tergantung pada beberapa hal seperti tingkat aktivitas, suhu lingkungan dan lain-lain. Hal lain yang mempengaruhi kebutuhan minum air putih setiap harinya adalah minuman yang dikonsumsi.  Sering orang bertanya bolehkah minum kopi atau teh sebagai pengganti minum air putih.  Ternyata kopi dan teh tidak bisa dijadikan sebagai pengganti air putih karena kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik . Kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan bersifat diuretik ringan.  Menurut seorang staf pengajar di Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa "teh atau kopi sebenarnya juga terdiri dari air yang dapat menghidrasi tubuh". Tapi kandungan kafein dalam kedua minuman tersebut dapat membuat tubuh semakin kekurangan cairan". Namun untuk mengkonsumsi kopi tergantung kepada jumlah kafein yang terkandung dalam teh atau kopi. Berdasarkan saran Food Standards Agency bahwa saran harian untuk menikmati kafein sebenarnya adalah 200 miligram. Takaran tersebut biasanya setara dengan satu sampai dua cangkir kopi (tergantung kandungan kafein setiap macam kopi) dan menurut mayoclinic bahwa konsumsi kafein tidak lebih dari 500 mg tidak memicu dehidrasi.  Teh dan kopi instan biasanya mengandung kafein jauh lebih rendah dari pada kopi yang diseduh. Sehingga untuk Anda yang ingin tetap menikmati teh dan kopi ada baiknya memperhatikan jumlah kafein yang terkandung dalam teh dan kopi tersebut dan perbanyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.    Sumber: mayoclinic
 05 Jan 2019    11:00 WIB
Amankah Bila Seorang Anak Remaja Suka Minum Kopi ?
Saat Anda sedang berjalan, mungkin Anda menemui banyak anak remaja yang sekarang ini memiliki kebiasaan baru yaitu minum kopi. Atau mungkin anak Anda sendiri sangat suka minum kopi. Bila orang yang sudah tua, mungkin minum kopi dianggap wajar namun bila untuk anak remaja apakah hal ini aman atau tidak?   Pertama Kita akan membahas mengenai manfaat dari minum kopi untuk anak remaja, silahkan simak ulasan di bawah ini: 1.      "Alat Bantu" Saat Lelah dan Mengantuk Meski sulit untuk mempertimbangkan kopi sebagai zat bermanfaat bagi remaja, kualitasnya sebagai stimulan dapat memberi dampak positif pada mereka yang lelah berolahraga, menghadapi tugas sekolah yang banyak. Minum kopi dapat meredakan rasa kantuk, yang bisa berguna bagi remaja yang mungkin lelah setelah larut malam belajar untuk ujian atau jadwal sekolah, les privat yang padat dan aktivitas lain. 2.      "Alat Bantu" Interaksi Sosial Anak remaja memang suka berkumpul dan bercengkrama dengan teman, dalam kondisi ini bukan tidak mungkin mereka akan mulai bereksperimen dengan hal-hal yang berbahaya misal seperti merokok, konsumsi alkohol atau mencoba obat-obatan terlarang. Untuk menghindari hal tersebut maka sambil menikmati interaksi sosial dengan teman-teman lebih baik anak remaja meminum segelas kopi. Karena kopi masih lebih baik dibanding alkohol dan tembakau.  Minum kopi juga memungkinkan remaja untuk menyesuaikan diri dengan sekelompok teman sebaya, dan perasaan diterima selama masa remaja yang dapat meningkatkan harga diri. 3.      "Alat Bantu" Untuk Memperbaiki Daya Ingat Banyak anak remaja sering menghabiskan banyak waktu dalam mempelajari bahan untuk ujian, presentasi. Menurut sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam "Nature Neuroscience," minum secangkir kopi dapat memperbaiki ingatan Anda. Jika seorang siswa sedang berusaha menghafal pelajarannya maka minum kopi dapat membantu agar ingatannya tetap tajam hingga 24 jam atau bahkan lebih. Meskipun kopi untuk anak remaja dapat memiliki beberapa manfaat, namun harus juga memahami efek samping dari kafein sebelum membuat keputusan untuk mulai minum kopi. Kafein dapat menyebabkan sulit tidur dan cemas, selain itu susu dan gula yang ditambahkan ke kopi bisa dengan seiring waktu, menyebabkan penambahan berat badan. Hal ini juga memungkinkan untuk mengalami ketergantungan pada kafein, yang dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala dan suasana hati yang mudah tersinggung. Selain itu, remaja yang tidak menemukan aroma kopi yang kuat tergoda untuk menambahkan gula dalam jumlah besar ke cangkir mereka.   Baca juga: Minum Kopi Saat Masih Menyusui, Amankah???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 26 Nov 2018    08:00 WIB
Benarkah Minum Kopi di Pagi Hari Membuat Anda Lebih Lelah di Malam Hari?
Rasa kantuk yang berlebihan, walaupun di malam hari dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup anda. Anda mungkin mengkonsumsi segelas atau 2 gelas kopi di pagi hari untuk menghilangkan rasa kantuk, akan tetapi hal ini justru dapat menimbulkan masalah lain di malam hari.  Mengkonsumsi segelas kopi setiap paginya tidak akan membuat anda merasa lelah di malam hari, akan tetapi bila anda mengkonsumsi beberapa gelas kopi di pagi hari, maka anda mungkin dapat merasa sangat lelah di malam hari. Kafein dapat menstimulasi anda dengan menekan suatu neurotransmiter tertentu, yaitu adenosin, yang berfungsi untuk menenangkan fungsi tubuh anda. Walaupun kafein dapat segera membuat anda merasa segar dan aktif, akan tetapi kafein sebenarnya juga memiliki efek kantuk jangka panjang.  Untuk meningkatkan kembali kadar adenosin pada batas normal, maka tubuh anda pun akan memproduksi lebih banyak adenosin, yang membuat anda menjadi lebih mengantuk di sore dan malam hari kecuali bila anda mengkonsumsi kopi lagi tentunya. Kopi dapat membuat anda lebih bersemangat di pagi hari tetapi juga dapat membuat anda merasa lebih lelah di malam hari. Orang berusia paruh baya yang mengkonsumsi kopi memiliki kualitas tidur yang lebih rendah dan tidur kurang nyenyak di malam hari dibandingkan dengan orang berusia paruh baya lainnya yang tidak mengkonsumsi kopi. Tidur yang tidak nyenyak dan kurangnya waktu tidur yang berlangsung dalam waktu lama akan membuat anda semakin lelah seiring dengan berlalunya waktu.  Jika anda mengkonsumsi kopi di pagi hari dan hanya mengkonsumsi sedikit air di sepanjang hari sisanya, maka anda dapat mengalami dehidrasi. Saat anda mengalami dehidrasi, anda pun merasa tidak bertenaga. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi setidaknya 8 gelas air putih untuk setiap 1 gelas kopi untuk mencegah timbulnya rasa lelah. Walaupun mengkonsumsi kopi di pagi hari dapat membuat anda merasa mengantuk di sore dan malam hari, akan tetapi terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat membuat anda merasa mengantuk.  Kurang tidur setiap malamnya juga dapat membuat anda merasa sangat lelah dan mengantuk di sore atau malam hari. Selain itu, siklus tidur dan bangun yang tidak teratur juga dapat mengganggu kualitas tidur anda.  Kesimpulannya adalah mengkonsumsi kopi di pagi hari dapat membantu anda mengurangi rasa kantuk di pagi hari dan dapat melakukan berbagai aktivitas anda. Akan tetapi, kurangnya tidur dan rasa kantuk ini akan kembali timbul di sore atau malam hari, terutama bila anda tidak lagi mengkonsumsi kafein di sore atau malam hari.   Sumber: healthyeating.sfgate
 11 Nov 2018    11:00 WIB
Kopi Bisa Memperpanjang Hidup ? Mitos Atau Fakta ?
Banyak bukti alamiah yang muncul bahwa kopi memiliki efek protektif terhadap kesehatan seseorang. Minuman favorit ini banyak membuat para siswa dan para pekerja (karyawan) tetap aktif, produktif, tidak mengantuk dan bersemangat, dan ternyata salah satu manfaat terbesar dari kopi adalah mengurangi risiko kematian. Selama beberapa tahun terakhir, Berita Medis Hari Ini telah secara teratur melaporkan studi ilmiah yang menunjukkan bahwa peminum kopi dapat menuai lebih banyak manfaat daripada yang tidak meminumnya. Baru-baru ini, para peneliti berkumpul di Royal Society of Medicine roundtable di London, Inggris, untuk membahas bukti yang mendukung efek menguntungkan kopi pada kesehatan. Prof Miguel Martínez-González - dari University of Navarra di Spanyol - mempresentasikan penelitian yang tidak dipublikasikan yang menunjukkan bahwa minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian. Lebih khusus lagi, Prof Martínez-González telah menemukan bahwa minum antara tiga dan enam cangkir kopi per hari dapat mengurangi semua penyebab kematian. Untuk setiap dua cangkir kopi tambahan per hari, risiko kematian berkurang sebanyak 22 persen, peneliti menyimpulkan. The Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC) - yang menghitung di antara anggotanya enam perusahaan kopi utama, termasuk illycaffè, Jacobs Douwe Egberts, Lavazza, Nestlé, Paulig, dan Tchibo - telah menyusun laporan yang menguraikan temuan yang disajikan pada sesi roundtable . Lebih dari satu studi yang dibahas di Royal Society of Medicine roundtable menemukan bahwa minum kopi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Berbagai meta-analisis menemukan bahwa peminum kopi memiliki risiko kematian hingga 17 persen lebih rendah dari semua penyebab, dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Imperial College London, di Inggris, bekerja sama dengan IARC, menyimpulkan bahwa, di antara kohor peserta yang bekerja dengan mereka, mereka yang memiliki konsumsi kopi tertinggi memiliki risiko terendah dari semua penyebab kematian. Selain itu, penelitian yang mengamati hubungan antara konsumsi kopi dan risiko kematian di kalangan penduduk non-kulit putih di Amerika Serikat menemukan bahwa peserta yang minum satu cangkir kopi setiap hari memiliki risiko kematian 12 persen lebih rendah dibandingkan dengan non-peminum. Ketika mempertimbangkan mengapa kopi mungkin terkait dengan hasil kesehatan yang lebih positif, para peneliti berkumpul di Royal Society of Medicine roundtable menyarankan bahwa kafein saja mungkin tidak memiliki efek yang cukup kuat. Namun, para ahli berpendapat, kopi juga mengandung polifenol - sejenis zat alami yang memiliki efek antioksidan, yang, menurut penelitian, mungkin memiliki sifat anti-inflamasi - dan dapat melindungi terhadap stres dan mekanisme penuaan pada tingkat sel. Begitu pula menurut Samantha Heller yang adalah ahli gizi di NYU Langone Medical Center di New York City. "Seperti begitu banyak makanan nabati," katanya, "biji kopi penuh dengan polifenol yang menurut penelitian, memberi manfaat kesehatan, seperti antioksidan, anti-inflamasi, anti-kanker, anti-diabetes dan sifat antihipertensi. Dan menurut Hu yang adalah penulis senior dari sebuah studi 2015 di jurnal American Heart Association Circulation yang menyimpulkan orang-orang yang secara teratur minum kopi dalam jumlah sedang setiap hari - kurang dari lima cangkir - mengalami risiko kematian yang lebih rendah dari penyakit jantung dan syaraf. "ini adalah gambaran keseluruhan yang cukup jelas," kata Dr Frank Hu, ketua nutrisi di Universitas Harvard T.H. Chan School of Public Health. "Tidak ada peningkatan risiko penyakit kronis jangka panjang, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular atau bahkan kanker. Nah, sahabat, setelah mendengar fakta penelitian dari para ahli, bukankah jadi ingin minum kopi mulai dari sekarang. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : news.heart.org, medicalnewstoday.com, consumer.healthday.com.
 07 Nov 2018    16:00 WIB
Apakah Benar Kopi Bisa Membakar Lemak ?
Seperti yang kita tahu, kopi mengandung kafein, yang merupakan bahan psikoaktif paling umum digunakan di dunia. Untuk suatu alasan, kafein dipublikasikan sebagai salah satu suplemen yang mampu membakar lemak. Kafein memang diketahui sebagai salah satu zat yang mempu memobilisasi lemak dari jaringan dan meningkatkan metabolisme. Kafein dapat ditemukan diberbagai jenis minuman selain kopi, seperti teh, minuman energi dan soda. Kopi mengandung zat stimulan Kopi tidak hanya sekedar minuman hangat berwarna hitam. Kandungan yang ada didalam biji kopilah yang menjadi minuman Anda saat ini. Faktanya kopi mengandung beberapa senyawa biologi yang dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh, yaitu: Kafein yang merupakan stimulan sistem syaraf pusat Teobromin dan teofilin merupakan senyawa yang berhubungan dengan kafein, juga mempunyai efek stimulan Asam chlorogenik merupakan salah satu senyawa biologis yang terikat dengan kopi, dapat memperlambat proses penyerapan karbohidrat. Senyawa yang paling penting dari ketiga zat diatas adalah kafein, yang merupakan senyawa paling kuat dan juga paling banyak dipelajari. Cara kerja kafein di otak adalah menghambat neurotransmitter yang dikenal dengan nama Adenosin. Dengan menghambat Adenosin, kafein dapat meningkatkan kerja sistem syaraf menjadi lebih aktif dan juga dapat melepaskan neurotransmitter lain seperti dopamin dan norepinefrin. Kopi dapat mempercepat mobilisasi lemak dari jaringan tubuh Kafein menstimulasi sistem syaraf yang bertugas mengirimkan pesan ke jaringan lemak untuk memecahkan lemak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dan hormon adrenalin. Kemudian hormon adrenalin ini menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah sampai ke jaringan lemak dan memecah lemak-lemak dan membuangnya kembali ke pembuluh darah. Ini merupakan cara kerja kafein dalam memobilisasi lemak dari jaringan lemak, membuatnya menjadi asam lemak bebas dalam darah. Kopi dapat meningkatkan metabolisme tubuh Seberapa banyak kalori yang bisa kita bakar saat beristirahat disebut Resting Metabolic Rate (RMR). Semakin tinggi metabolic rate kita, semakin mudah kita menurunkan berat badan. Penelitian membuktikan kafein dapat meningkatkan metabolic rate sebanyak 3-1%. Semakin banyak kafein yang masuk ke dalam tubuh, semakin tinggi juga metabolic rate yang dihasilkan. Sayangnya efek ini sulit didapatkan pada orang yang sudah mengalami obesitas. Suatu studi membuktikan dengan minum kafein dapat meningkatkan metabolic rate hingga 29%, sedangkan pada orang obesitas hanya sebesar 10%. Efek ini juga dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin muda usia semakin tidak berpengaruh kafein terhadap metaboloc ratenya.   Sumber: care2    
 11 Sep 2018    08:00 WIB
Efektifkah Kopi Menghilangkan Rasa Kantuk ?
Apakah kopi benar-benar efektif untuk menghilangkan rasa kantuk? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda perlu mengetahui bagaimana cara kerja kafein di dalam kopi, berapa banyak jumlah kafein yang harus dikonsumsi, kapan harus mengkonsumsinya, dan apa resiko bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak kafein. Kafein yang terdapat di dalam kopilah yang membuat rasa kantuk Anda menghilang. Kafein bekerja dengan cara menstimulasi sistem metabolisme dan sistem saraf pusat tubuh Anda sehingga Anda pun merasa lebih bertenaga, tidak mengantuk, dan meningkatkan konsentrasi. Kafein yang terkandung dalam segelas kopi dapat berbeda-beda tergantung pada proses pembuatan atau penyeduhan kopi tersebut. Terdapat sekitar 95 mg kafein di dalam segelas kopi seduh, 62 mg kafein di dalam kopi instan, 2 mg kafein di dalam kopi dekaf, dan 64 mg kafein di dalam segelas espresso.  Manfaat kafein ini dapat Anda rasakan bila Anda mengkonsumsi kafein dalam jumlah sedang, yaitu antara 200-300 mg kafein setiap harinya, yaitu setara dengan 3 gelas kopi. Kafein akan diserap dan bersikulasi di dalam tubuh Anda dalam waktu 30-60 menit setelah konsumsi, di mana efek ini akan bertahan hingga 6 jam. Waktu paruh dan lama kerja kafein dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada metabolisme kafein di dalam tubuh seseorang dan berapa banyak kafein yang Anda konsumsi. Mengkonsumsi terlalu banyak kafein, yaitu sekitar 600 mg kafein atau lebih dapat membuat Anda merasa lelah dan tidak fokus. Beberapa gejala lain dari berlebihannya dosis kafein yang Anda konsumsi adalah mual, nyeri kepala, pusing, merasa gelisah, gemetar, dan sulit berkonsentrasi. Efek samping lainnya yang dapat timbul saat Anda mengkonsumsi kafein adalah sering buang air kecil, merasa depresi atau cemas, sulit tidur, dan dehidrasi yang dapat membuat Anda merasa semakin lelah.   Sumber: healthyeating.sfgate
 07 Jun 2018    16:00 WIB
Merasa Berdebar-debar Setelah Minum Kopi? Mengapa Demikian?
Kopi merupakan suatu stimulan karena mengandung kafein yang dapat membuat Anda lebih bersemangat, tidak mengantuk, dan meningkatkan fungsi otak serta tubuh Anda di pagi hari. Seperti halnya semua stimulan, kafein dapat mempengaruhi jantung, otak, dan otot-otot tubuh Anda.  Mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau mengkonsumsi kopi pada waktu yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jantung terasa berdebar-debar akibat peningkatan denyut jantung. Kafein di dalam kopi dapat memicu sistem saraf simpatik yang merupakan pengendali respon "fight" atau "flight" tubuh, yang dapat bereaksi dengan cara melepaskan sejumlah energi pada otot, meningkatkan kewaspadaan mental, dan meningkatkan aliran darah yang menuju pada anggota gerak tubuh dengan cara meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.  Pada sebagian besar kasus, efek ini hanya menyebabkan suatu perubahan kecil, akan tetapi kadangkala dapat terjadi gangguan irama jantung yang membuat Anda merasa berdebar-debar karena adanya peningkatan denyut jantung. Pada keadaan normal, Anda mungkin tidak akan menyadari denyut jantung Anda, kecuali saat Anda sedang berolahraga. Merasa jantung Anda berdebar lebih cepat atau bahkan tidak teratur dapat membuat Anda merasa cemas dan khawatir. Walaupun sebagian besar kasus tidak berbahaya, akan tetapi bila hal ini terjadi berulang kali, maka Anda mungkin harus memeriksakan keadaan jantung Anda pada dokter. Peningkatan denyut jantung dapat disebabkan oleh berbagai stimulan. Mengkonsumsi kafein berlebihan merupakan salah satu hal yang sering menyebabkan jantung terasa berdebar-debar. Bahkan, beberapa orang merasakan peningkatan denyut jantung walau hanya mengkonsumsi sedikit kafein. Satu gelas kopi mengandung sekitar 100-200 mg kafein. Mengkonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap harinya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala, badan terasa gemetar, dan peningkatan denyut jantung. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada teh hitam, teh hijau, teh putih, minuman bersoda, minuman energi, coklat, dan beberapa jenis obat-obatan; terutama obat yang digunakan untuk mencegah rasa kantuk. Berbagai penyebab lain dari peningkatan denyut jantung adalah anemia, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, stress, dan demam.   Kapan Hubungi Dokter? Peningkatan denyut jantung yang tidak berbahaya biasanya hanya terjadi satu kali dan tidak berulang. Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau lebih dari biasanya dan merasa bahwa denyut jantung Anda meningkat, maka denyut jantung Anda biasanya akan kembali normal dalam waktu beberapa menit. Segera hubungi dokter Anda bila peningkatan denyut jantung berlangsung dalam waktu lama atau terjadi berulang kali. Hal ini dapat merupakan gejala adanya gangguan jantung. Selain itu, segera cari pertolongan medis bila Anda merasa nyeri atau mati rasa pada lengan, dada terasa seperti tertekan, nyeri ulu hati yang terjadi bersamaan dengan peningkatan denyut jantung.  Baca juga: Apakah Kopi Dapat Menyebabkan Sembelit? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthyeating.sfgate