Your browser does not support JavaScript!
 11 May 2021    13:00 WIB
Kondom Bocor ! Harus Gimana?
 Kalo misalnya kalian lagi berhubungan seks, terus tiba-tiba kondomnya bocor gitu ya atau misalnya kondomnya robek gitu ya. Yang pertama harus dilakukan adalah jangan panik, jangan panik saudara-saudara karena kalau misalnya panik, yang ada malah semakin riweuh gitu ya. Jadi sebisa mungkin jangan panik. Langsung kalian buka kondomnya ganti dengan yang baru. Dan setelah itu, ini kan risikonya ada dua ya kamu bisa jadi ada kehamilan yang tidak di rencanakan (KTD), jadi misalnya spermanya itu ternyata udah keluar, nggak sadar, ternyata bocor. Gimana tuh? Yang kedua adalah bisa jadi ada transmisi infeksi penularan seksual gitu (IMS).  Jadi kalau misalnya setelah kalian berhubungan seks nih langsung besokannya kalian bisa minum emergency pila tau pil plan B atau Postinor. Dan yang kedua adalah langsung test, jadi test yang gue maksud adalah tes untuk skrining infeksi menular seksual kalian bisa datang ke klinik klinik terdekat yang melayani layanan skrining IMS atau ke lab terdekat gitu ya, bisa ke klinik, RS, lab semacam Prodia dll.  Pertanyaannya sekarang adalah, kok bisa ya kondom itu bocor gitu. Kok bisa robek? Penempatan kondom harus tepat. Jangan di tempat panas, atau didompet. Lama-lama bisa terdegradasi kualitasnya jadi gampang robek. Kalo kalian yang suka naroh di dompet hati-hati itu bisa breaking, jadi apa Namanya, terdegtradasi gitu jadi kualitasnya tidak sebagis pas di awal. Terus jangan ketika kalian buka jangan pakai gunting jangan digigit karena bisa jadi robek gitu. Terus apa lagi, jangan pakai oil, jangan pakai minyak ya. Latex ketemu minyak, ini yang ada rusak kondomnya. Trus yang terakhir adalah, cek expiry datenya, jangan sampai yang udah kadaluarsa. As always, Good luck.
 13 Apr 2021    18:00 WIB
Wow! Ada Kondom Dengan Rasa Ini?!
Tahukah Anda bahwa kondom ternyata bukan sekadar alat pengaman saat bercinta? Ternyata, kondom juga dapat menjadi bagian dari foreplay yang Anda lakukan sehingga suasana bercinta pun menjadi berbeda. Sekarang ini, telah tersedia berbagai jenis dan bahkan berbagai aroma kondom. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis kondom yang telah beredar di pasaran.   KONDOM EKSTRA TIPIS Kondom ini berbahan karet dan sangat tipis. Kondom jenis ini dapat membuat Anda dan suami dapat bercinta tanpa merasakan adanya kondom.   KONDOM EKSTRA PENGAMAN Kondom jenis ini mengandung semacam spermisida (pembunuh sperma) yang selain dapat membantu melumasi vagina juga dapat membantu mencegah terjadinya kehamilan dengan lebih efektif.   Baca Juga: Tips Memilih Kondom yang Tepat   KONDOM GETAR Kondom jenis ini dilengkapi dengan cincin getar di bagian ujungnya. Kondom ini memerlukan penggunaan baterai khusus untuk menggerakkan cincin getarnya. Kondom ini bisa bertahan hingga 30 menit.   KONDOM BAGGY Kondom tipe ini bentuknya agak membesar di bagian ujung serta memiliki ulir di bagian badannya, untuk memaksimalkan gerakan saat bercinta.   KONDOM BERULIR Kondom yang satu ini memiliki keunikan pada bentuknya yang berulir untuk menambahkan kenikmatan pada Anda dan pasangan saat bercinta.   KONDOM RASA Sekarang ini telah tersedia kondom dalam berbagai rasa seperti pisang, durian, coklat, dan mint. Anda dapat memilih salah satu rasa kesukaan Anda dan pasangan untuk membuat hubungan intim terasa lebih nikmat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: hancurlebur
 03 Feb 2021    14:30 WIB
Berbagai Metode Mencegah Kehamilan
Jaman dulu orang berpendapat "banyak anak, banyak rejeki." Namun, di jaman ini seringkali orang berpikir untuk membatasi jumlah anak mereka karena mungkin sisi ekonomi atau alasan lainnya. Pemerintah sendiri ada suatu program yang disebut dengan Keluarga Berencana dengan slogan "Dua anak cukup." Apapun itu yang menjadi pertimbangan untuk mencegah kehamilan, berikut adalah beberapa metode yang ada 1. Cara alami Ini adalah cara tradisional yang tidak membutuhkan obat atau alat tertentu untuk mencegah kehamilan. Pertama adalah pantang melakukan atau menghindari hubungan seksual. Kedua adalah dengan senggama putus atau disebut juga coitus interruptus yaitu suatu metode dengan cara menarik penis dari vagina sebelum mengalami ejakulasi. Teori atau tujuannya adalah agar sperma tidak masuk atau tersimpan ke dalam vagina yang bisa mengakibatkan kehamilan. Cara senggama putus ini memerlukan pengendalian diri sehingga ketika menarik penis dari vagina pada waktu yang tepat. Namun juga perlu dipahami bahwa cara ini tidak sepenuhnya efektif karena tergantung pengendalian dan waktu yang tepat tadi. Menurut the United States Health and Human Services (HHS) Office for Population Affairs, dari 100 wanita yang menggunakan metode ini, 20 diantaranya hamil. Sedangkan penelitian lainnya dari 100 perempuan, 28 diantaranya hamil. Jadi tingkat keberhasilannya sekitar 80%. Namun, ada pasangan yang berpendapat bahwa metode ini mengganggu kesenangan seksual karena harus ejakulasi di luar yang menuntut untuk mengendalikan diri. 2. Menggunakan alat bantu Kondom Alat bantu yang umum dipakai adalah kondom yang terbuat dari latek. Kondom bukan saja mencegah sperma masuk ke dalam vagina, namun juga mencegah penularan penyakit yang disebabkan dari hubungan seksual. Saat ini ada kondom untuk pria dan juga kondom untuk wanita. Untuk kondom pria tingkat efektifitas mencegah kehamilan 82% sedangkan kondom wanita 79%. Diafragma Alat lainnya disebut dengan diafragma yaitu karet yang berbentuk kubah yang dimasukan ke dalam vagina dan bersifat elastis. Tingkat keefektifan dalam mencegah kehamilan sekitar 88% jika digunakan dengan spermisida dan sekitar 77% - 83% jika digunakan tanpa spermisida. Cervical Cap Cervical cap atau tutup serviks ini memiliki bentuk seperti tudung saji yang terbuat dari karet latek. Alat ini diletakan di atas serviks atau dinding Rahim dengan tujuan untuk menghalabi sperma masuk. Tingkat keefetifannya 77%-83% dan jika digunakan dengan spermisida sekitar 88%. 3. Suntikan Suntikan ini perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tujuan dari suntikan ini adalah menghentikan wanita untuk melepaskan sel telurnya agar tidak terjadi kehamilan. Tingkat keefektifannya sekitar 94% 4. Pil kontrasepsi Pil ini harus dikonsumsi setiap hari. Pil ini merupakan kombinasi dari dua hormone yaitu estrogen dan progestin yang berfungsi untuk menghentikan ovulasi dan juga membuat dinding rahim lebih tipis. Tingkat keefektifannya antara 91%-95%. Ini adalah sebagian dari metode mencegah kehamilan. Masih ada cara-cara lainnya seperti implant maupun vasektomi. Selain itu juga masih ada alat bantu lainnya baik yang sifatnya hormonal maupun non-hormonal. Sebab itu jika sobat sehat ingin mengenal lebih jauh dan mana yang lebih sesuai, ada baiknya sobat sehat bisa konsultasi ke dokter yang bersangkutan.
 27 Jan 2021    15:00 WIB
Mitos-mitos Tentang Kondom
Penyakit menular seksual menyebabkan komplikasi seperti gangguan kesuburan bahkan kematian. Ada beberapa cara mencegahnya maka bisa menggunakan kondom. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang mudah digunakan dan juga cukup efektif dalam mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Ada beberapa mitos kondom yang beredar dan perlu diluruskan seperti ini. Berikut Mitos Tersebut Yang Sering Beredar: Kondom Biasanya Memiliki Lubang atau Cacat Manufaktur Lainnya FAKTA: Kondom dianggap sebagai Alat Kesehatan Kelas II. Ini berarti pembuatan kondom diatur secara ketat, sehingga kondom harus memenuhi standar industri BPOM dan yang diakui. Produsen kondom menguji setiap kondom untuk menghindari adanya lubang dan cacat lainnya. Mereka juga melakukan pengujian tambahan pada kondom secara acak. Biasanya melibatkan tes kebocoran air untuk mendeteksi lubang dan tes peledakan udara untuk memeriksa kekuatan kondom. Pemeriksaan fasilitas manufaktur kondom secara berkala untuk memastikan kualitas kondom. 2 Kondom Lebih Baik Daripada 1 Kondom FAKTA: Meski kelihatannya masuk akal, kondom "double" tidak memberikan perlindungan lebih. Bahkan bisa membuat kondom menjadi kurang efektif. Bila dua kondom digunakan bersamaan, gesekan lebih bisa terjadi di antara keduanya; Hal ini membuat lebih mudah robek. Kondom Lateks Adalah Kondom Yang Benar-benar Efektif FAKTA: Mitos ini agak rumit karena tergantung bagaimana Anda mendefinisikan efektif. Ada empat jenis kondom pria: lateks, polyurethane, polyisoprene, dan natural / lambskin. Kondom lateks, poliuretan, dan poliisoprene efektif dalam mencegah kehamilan serta melindungi terhadap PMS. Dalam tes laboratorium, kondom poliuretan telah terbukti sama efektifnya dengan penghalang sperma dan PMS seperti kondom lateks. Tapi, ada beberapa kekhawatiran bahwa saat digunakan, kondom poliuretan mungkin tidak menawarkan keefektifan yang sama seperti kondom lateks. Ini karena kondom poliuretan tidak elastis dan lebih longgar daripada kondom lateks, jadi kondom ini mungkin cenderung pecah atau terlepas saat melakukan hubungan intim. Penelitian menunjukkan bahwa bila dibandingkan dengan kondom lateks, kondom poliuretan 3-5 kali lebih mungkin pecah saat berhubungan seks. Kondom kulit domba mengandung pori-pori kecil. Pori-pori terlalu kecil untuk dilewati sperma, jadi kondom ini efektif dalam mencegah kehamilan; Namun, bakteri / virus yang menyebabkan PMS bisa melewati pori-pori ini. Jadi, kondom kulit domba tidak menawarkan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Ukuran Kondom Bukan Masalah FAKTA: Bila menggunakan kondom, ukuran memang membuat perbedaan. Karena ukuran penis bisa bervariasi, dengan menggunakan kondom yang memiliki ukuran yang benar itu adalah hal yang penting. Agar lebih efektif, kondom harus pas. Kegagalan penggunaan kondom bisa terjadi jika Anda menggunakan kondom dengan ukuran yang salah seperti terlalu kecil atau terlalu kencang kemungkinan akan pecah sedangkan kondom yang terlalu besar atau longgar mungkin lebih cenderung mudah lepas. Kondom Tidak Mudah Digunakan Dan Tidak Nyaman FAKTA: Banyak kondom sebenarnya memiliki fitur tambahan yang sebenarnya bisa membuat seks lebih menyenangkan bagi pria dan wanita. Jika kondom tidak nyaman karena terlalu ketat, ada berbagai ukuran dan jenis kondom yang bisa menawarkan kenyamanan yang lebih baik dan lebih nyaman. Namun segala sesuatu hal yang baru, maka Anda perlu latihan saat memakai kondom agar lebih nyaman dan tentunya efektif. Mitos tentang kondom sering membuat bingung beberapa orang, namun dengan menggunakan kondom akan membantu untuk mencegah kehamilan dan mencegah PMS. Sumber: verywell
 29 Dec 2020    20:00 WIB
Kondom Tersangkut di Vagina, Jangan Panik!
Kondom yang menyangkut di dalam vagina jelas bikin panik. Mengutip dari Health, Dokter obstetri dan ginekologi Alyssa Dweck mengatakan, hal ini bukanlah sesuatu yang tidak pernah terjadi, banyak pasangan yang kebingungan bagaimana menyelesaikannya. Jika kondom tertinggal di dalam vagina setelah penetrasi, jangan panik dan tetaplah berusaha untuk rileks. "Jika Anda panik, otot-otot dalam vagina justru dapat mengencang dan kondom akan makin sulit untuk diraih dan dikeluarkan," jelas Dweck. Ia menambahkan, cobalah untuk menenangkan tubuh sendiri, misalnya dengan mandi air hangat. Setelahnya, gunakan jari yang sudah bersih dan tidak berkuku untuk meraba secara perlahan ke dalam dinding vagina. Carilah ujung kondom yang mungkin dapat ditarik. Apa pun yang terjadi, jangan pernah menggunakan alat apa pun seperti pinset untuk mengeluarkan kondom yang tersangkut. Alat-alat lain memiliki risiko tinggi untuk melukai dinding vagina Anda. Baca juga: Cegah Kehamilan dengan Pil Kontrasepsi Darurat "Anda bisa langsung hubungi dokter kandungan dan buat janji pada hari yang sama untuk mengeluarkan kondom. Bisa juga Anda mengambilnya sendiri, kuncinya adalah relaksasi," kata Dweck. Lalu bagaimana agar kondom tidak tersangkut di dalam vagina? Memastikan ukuran kondom yang digunakan sudah sesuai adalah langkah pertama yang harus diperhatikan oleh setiap orang sebelum berhubungan seksual, menurut Dweck, karena dengan begitu kondom tidak akan terlepas apalagi tertinggal. Gunakan juga kondom yang bagus. Pilihan bahan dan merk kondom bisa jadi sangat berpengaruh dan belum tentu cocok untuk semua orang. Selanjutnya, jangan pernah terlalu terburu-buru menarik penis dari vagina maupun anus setelah berhubungan seksual. Selepas orgasme, biasanya penis tidak lagi ereksi penuh dan kemungkinan kondom dapat terlepas menjadi lebih besar. Tarik penis secara perlahan agar kondom masih tetap terpasang. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari kemungkinan kondom tersangkut atau sperma yang bocor dari kondom. Baca juga: Penyebab Kegagalan Menggunakan Kondom
 23 Oct 2020    13:00 WIB
Memilih Kondom Dengan Tepat
Sekarang ini, kondom telah tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, tekstur, dan bahkan rasa. Bila anda tidak menyukai rasa karet pada kondom, sekarang ini kondom telah tersedia dalam berbagai rasa, seperti anggur, cola, pisang, dan bahkan cherry. Selain itu, terdapat pula kondom yang juga mengandung spermisida (suatu zat yang dapat membunuh sperma) dan pelumas yang bertujuan untuk memperpanjang kepuasan seksual anda dan mencegah terjadinya ejakulasi prematur. Bagi anda yang menyukai "permainan kasar" juga tersedia kondom yang lebih kuat, yang dibuat dari bahan lateks yang sedikit lebih tebal daripada kondom pada umumnya. Manfaat Kondom Penggunaan kondom merupakan salah satu langkah pencegahan penularan berbagai penyakit menular seksual, terutama bila anda memiliki banyak pasangan seksual. Berbagai penyakit menular seksual ini adalah HIV/AIDS, hepatitis B, gonorea, sifilis, dan HPV. Selain itu, kondom juga efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Akan tetapi, dengan menggunakan kondom bukan berarti anda langsung terbebas dari kemungkinan terinfeksi penyakit menular seksual atau kehamilan. Menggunakan kondom dengan benar dan tepat juga penting. Gunakanlah kondom setiap kali anda berhubungan seksual. Tips Memilih dan Menyimpan Kondom Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memilih dan menyimpan kondom anda dengan tepat, yaitu: Simpanlah kondom di tempat yang dingin dan kering, jauh dari paparan langsung sinar matahari. Anda dapat menyimpannya di dalam dompet anda, akan tetapi jangan gunakan kondom yang telah tersimpan selama 1 tahun Periksalah tanggal kadarluarsanya. Buanglah kondom tersebut bila telah melewati tanggal kadarluarsanya Jangan menggunakan satu kondom berulang kali. Gunakanlah kondom yang baru setiap kali anda berhubungan seksual, baik melalui vagina maupun anus Gunakanlah kondom yang terbuat dari lateks, karena kondom yang terbuat dari kulit binatang memiliki pori-pori kecil yang memungkinkan transmisi HIV, virus herpes, dan virus hepatitis Bila anda juga ingin menggunakan pelumas dan menggunakan kondom, maka gunakanlah pelumas berbahan dasar air bila anda menggunakan kondom berbahan dasar lateks Jika anda alergi terhadap lateks, gunakanlah kondom sintetik. Kondom jenis ini memiliki waktu simpan yang lebih lama dan dapat digunakan bersamaan dengan pelumas berbahan dasar air ataupun minyak. Akan tetapi, kemampuan kondom sintetik mencegah penularan penyakit menular seksual masih tidak diketahui Hindari penggunaan kondom yang juga mengandung spermisida karena memiliki efek yang sama dengan kondom biasa untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kondom jenis ini memiliki waktu simpan yang lebih singkat. Selain itu, kondom ini juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit yang justru dapat mempermudah penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV. Jadikanlah penggunaan kondom sebagai salah satu bagian dari kesenangan saat "pemanasan", dengan demikian ereksi anda dapat tetap berlangsung meskipun menggunakan kondom Jika anda mengalami ejakulasi dini, gunakanlah kondom yang dapat mengurangi sensitivitas kulit anda. Kondom jenis ini biasanya mengandung benzocaine (sejenis obat bius lokal) yang menurunkan sensitivitas kulit anda dan mencegah terjadinya ejakulasi dini   Sumber: webmd  
 01 Oct 2020    15:00 WIB
Tips Memilih Kondom
Kondom yang dijual di pasaran terdiri dari berbagai macam ukuran, ketebalan dan rasa. Mayoritas kondom terbuat dari bahan lateks dan poliisoprene. Pemilihan kondom yang baik juga bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan seks Anda. Berikut adalah tips untuk memilih kondom: Ukuran - Apabila Anda membeli kondom dengan ukuran yang terlalu kecil akan membuat tidak nyaman dan menyebabkan rasa sakit karena terlalu sempit. - Apabila Anda membeli kondom dengan ukuran yang kebesaran akan menyisahkan ruang dan tidak terpasang dengan baik. Hal ini akan menimbulkan slip saat berhubungan seks dan akan membuat penis Anda terlihat kecil. Dengan ukuran yang pas akan membuat lebih nyaman. - Untuk ukuran sebaiknya Anda baca di kemasan kondom yang dibeli, hal ini akan memberikan informasi yang tepat saat Anda membeli kondom. Bentuk kondom - Kondom berulir, kondom yang satu ini memiliki keunikan di bentuknya yang berulir yang dapat menambah kenikmatan Anda dan pasangan saat berhubungan seks - Kondom ekstra tipis, kondom ini berbahan karet dengan ukuran yang sangat tipis. Sehingga saat Anda dan suami bercinta seakan-akan tidak menggunakan kondom. - Kondom bintik, kondom ini memiliki bintik-bintik di sekitarnya yang bisa menimbulkan efek mengejutkan bagi wanita. - Kondom yang menyala, untuk Anda yang ingin merasakan sensasi yang berbeda saat berhubungan seks. Warna dan rasa Kondom juga tersedia dalam berbagai warna dan rasa. Kondom yang mempunyai rasa berguna untuk seks oral. Tapi bisa juga digunakan untuk penetrasi. Pelumas Biasanya kondom memiliki pelumas. Namun Anda mungkin membutuhkan pelumas tambahan karena bahan lateks cenderung menempel pada kulit. Gunakan pelumas berbahan dasar air atau silikon untuk mencegah lateks menempel pada kulit. Sumber: healthmeup
 26 Sep 2020    17:00 WIB
Penyebab Kegagalan Menggunakan Kondom
Kegagalan dalam menggunakan kondom dapat terjadi karena berbagai penyebab, tetapi karena kegagalan ini dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan dan juga bisa menimbulkan stress. Berikut adalah beberapa penyebab dari kegagalan menggunakan kondom  Menggunakan kondom dengan benar adalah selalu memasang kondom saat penis dalam keadaan ereksi Menggunakan kondom yang melewati masa kadaluarsa Menggunakan kondom secara berulang Kegagalan kondom bisa disebabkan oleh kecacatan produksi Kondom robek saat mulai berhubungan Kerusakan pada proses pembuatan kondom Kondom seharusnya digunakan sampai akhir proses berhubungan, dan jika Anda melepasnya terlalu cepat, sama saja dengan Anda tidak menggunakan kondom sama sekali. Secara rata-rata sebanyak 2%-5% kondom robek saat digunakan, dan hal ini merupaka faktor kesalahan manusia yang paling sering terjadi. Kondom robek bisa disebabkan oleh kuku yang panjang dan tajam, cincin, alat kelamin yang ditindik atau cara pemakaian yang tidak benar. Alasan lain adalah cara menggulung kondom yang salah, inefisiensi menggulung kondom sampai ke dasar penis dan tidak konsistem menggunakan kondom saat berhubungan. Cara menghindari kegagalan menggunakan kondom: Selalu memeriksa tanggal kadaluarsa di kemasan kondom sebelum digunakan Jangan pernah gunakan kondom secara berulang Selalu memasang kondom saat penis dalam keadaan ereksi Gunakan cairan atau gel pelumas untuk menghindari gesekan yang bisa menyebabkan kondom bocor Selalu dorong kondom dari sisi sebelah kemasan kondom untuk memastikan Anda tidak merobeknya. Juga saat Anda memasang kondom akan muncul gelembung udara. Saat tidak ada gelembung udara muncul, maka kemungkinan ada robekan dan kondom ini sebaiknya tidak digunakan   Sumber: healthmeup
 12 Sep 2020    21:00 WIB
6 Tindakan Aman Saat Pertama Kali Berhubungan Seksual
Seks sering kali dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan bagi mereka yang belum pernah berhubungan seksual atau baru akan melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Seks bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau membuat panik. Tetepi Anda tetap harus memperhatikan detail dan keamanannya.   Berikut adalah 6 tindakan aman untuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual:1.  Anda perlu membersihkan tubuhJika Anda mempunyai rencana untuk berhubungan seksual dengan pasangan Anda, maka penting untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu misalnya dengan bercukur, waxing atau perawatan tubuh lainnya. Juga jangan lupa membersihkan tubuh dan organ intim Anda agar bersih dan wangi. 2.  Dapatkan informasi dari orang yang berpengalamanSangat penting untuk bertanya dan memperoleh informasi dari orang-orang yang Anda kenal dan sudah berpengalaman. Tanyakanlah kepada mereka semua pertanyaan yang membuat Anda bingung dan ragu. 3.  Tetap amanSeks yang aman harus menjadi prioritas utama Anda. Pastikan pasangan Anda atau Anda sendiri mempunyai kondom. Dengan penggunaan kondom akan melimitasi kemungkinan penyebaran penyakit menular seksual dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. 4.  Pastikan ini adalah hal yang benar-benar Anda inginkanSebelum melakukan hubungan seksual Anda harus yakin jika memang Anda siap untuk melakukannya. Hal ini harus merupakan keputusan Anda sendiri dan tanpa paksaan dari siapapun. 5.  Tetap dalam kondisi sadarSaat Anda mabuk, Anda tidak dapat berpikir secara jelas. Itu bukanlah waktu yang baik untuk berhubungan seksual. Kapanpun Anda memutuskan untuk berhubungan, pastikan Anda dalam kondisi sadar dan aman. 6.  Cari tahu tentang metode KB alternatifSebagai seorang wanita Anda harus mengetahui secara pribadi mengenai hubungan seksual yang aman. Jika Anda mempunyai jadwal menstruasi yang tetap maka Anda bisa menggunakan metode kalender dan berhubungan seksual di masa Anda tidak subur. Pilihan lain yang bisa Anda gunakan adalah pil kb dan diafragma. Sumber: megforwomen