Your browser does not support JavaScript!
 20 Feb 2019    18:00 WIB
Kenali Gejala Luka Pada Usus Besar Sejak Dini
Luka pada usus besar atau dalam istilah kedokteran disebut dengan kolitis ulserativa dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak remaja. Kolitis ulserativa merupakan suatu keadaan di mana terjadi peradangan saluran cerna, yaitu pada usus besar dan rektum (bagian usus yang berhubungan dengan anus).GejalaGejala kolitis ulserativa yang dapat ditemukan adalah:•  Diare atau adanya keinginan mendesak untuk buang air besar. Beberapa penderita mungkin dapat mengalami diare hingga 10-20 kali setiap harinya. Keinginan mendesak untuk buang air besar seringkali membuat anda terbangun di malam hari•  Keluarnya darah dari anus. Kolitis ulserativa biasanya menyebabkan terjadinya diare yang disertai dengan darah dan lendir. •  Nyeri perut atau kram perut. Perut anda dapat terasa nyeri saat disentuh•  Sembelit (lebih jarang). Terjadinya gejala ini tergantung pada bagian usus besar mana yang terkena•  Hilangnya nafsu makan•  Demam (pada keadaan berat)•  Anemia karena penurunan kadar zat besi akibat seringnya darah keluar melalui anus bersamaan dengan tinja karena terjadinya peradangan pada usus Berbagai gangguan kesehatan lain yang memiliki gejala yang mirip dengan kolitis ulserativa adalah penyakit Crohn, divertikulitis, irritable bowel syndrome, dan kanker usus besar.PengobatanPengobatan yang diberikan pada penderita kolitis ulserativa bertujuan untuk mengurangi gejala, mempercepat proses penyembuhan jaringan, mencegah terjadinya kekambuhan, dan mencegah perlu dilakukannya tindakan pembedahan. Obat-obatan yang digunakan tergantung pada seberapa berat keadaan penderita, bagian usus besar yang terkena, dan komplikasi apa yang telah terjadi. Untuk mengatasi kolitis ulserativa ringan hingga sedang, dokter biasanya akan memberikan obat aminosalisilat, yang dapat meredakan peradangan pada usus dan membantu proses penyembuhan serta mencegah kekambuhan. Bila gejala terus berlangsung, maka dokter mungkin akan memberikan obat golongan steroid untuk membantu meredakan peradangan pada usus. Untuk kolitis ulserativa berat, maka dibutuhkan pengobatan yang lebih intensif (dapat berupa pengobatan tunggal maupun kombinasi). Beberapa obat yang sering digunakan adalah:•  Obat-obatan yang berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh•  Siklosporin•  Kortikosteroid intravena (disuntikkan) Jika anda sedang hamil atau berencana untuk hamil atau sedang menyusui, maka jangan lupa untuk memberitahukan pada dokter anda sehingga dokter dapat menyesuaikan pengobatan anda. Kadangkala, kolitis ulserativa berat dapat membahayakan bayi anda, bahkan lebih berbahaya daripada obat-obatan yang anda konsumsi untuk meredakan gejala kolitis ulserativa. Sumber: webmd
 10 Apr 2014    13:00 WIB
Luka Pada Usus Besar dan Hubungannya Dengan Stress
Timbulnya luka pada usus besar atau dalam istilah kedokteran disebut dengan kolitis ulserativa dapat dimulai sejak masa remaja. Kolitis ulserativa merupakan salah satu penyakit peradangan saluran cerna yang menyebabkan terjadinya peradangan dalam waktu lama, yang biasanya hanya mengenai dinding dalam usus besar dan rektum (bagian usus yang menghubungkan usus besar dengan anus).PenyebabWalaupun penyebabnya tidak diketahui, beberapa ahli menduga bahwa keadaan ini disebabkan oleh proses autoimun. Proses autoimun merupakan suatu keadaan di mana sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu sensitif dan menyerang organ dan jaringan tubuh yang sehat sehingga menimbulkan suatu penyakit. Faktor ResikoBeberapa hal lainnya yang juga mungkin berperan dalam terjadinya kolitis ulserativa adalah:•  Faktor genetika•  Faktor lingkungan•  Kebiasaan merokok•  Stress psikologisStress dan Kolitis UlserativaSaat seseorang merasa tertekan atau stress, maka tubuh akan mempersiapkan diri untuk melakukan tindakan "lari" atau "lawan" dengan menghasilkan berbagai hormon, seperti adrenalin dan sitokin. Adrenalin dan sitokin akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan memicu terjadinya peradangan (inflamasi). Pada penderita kolitis ulserativa yang sedang mengalami masa remisi (masa bebas gejala), maka keadaan ini akan memicu terjadinya kekambuhan. Banyak hal yang dapat menimbulkan stress, mulai dari kehilangan pekerjaan, perceraian, hingga menderita kolitis ulserativa. Penderita kolitis ulserativa seringkali merasa stress bila harus berpergian ke suatu tempat karena takut mengalami kekambuhan gejala.Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa stress dapat meningkatkan resiko terjadinya kekambuhan kolitis ulserativa pada orang yang memang telah mengalami kolitis ulserativa, tetapi rasa stress ini tidak dapat menyebabkan terjadinya kolitis ulserativa. Selain stress, terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat memicu terjadinya kekambuhan gejala kolitis ulserativa, yaitu:•  Penggunaan antibiotika, pil KB, dan obat golongan NSAID (aspirin, ibuprofen, dan naproksen)•  Beberapa jenis makananGejalaGejala kolitis ulserativa yang dapat ditemukan adalah:•  Nyeri atau kram perut•  Demam ringan•  Keluar darah dari anus•  Diare•  Merasa sangat lelah•  Kehilangan nafsu makan•  Penurunan berat badan•  Anemia•  Nyeri sendi yang disertai dengan pembengkakan sendi dan kulit tampak kemerahan•  Gangguan hatiPengobatanPengobatan untuk mengatasi kolitis ulserativa ringan hingga sedang biasanya dimulai dengan pemberian obat-obatan untuk meredakan peradangan (inflamasi) dan mencegah kekambuhan. Jika penderita mengalami stress dan menimbulkan kekambuhan, maka penderita mungkin harus mengkonsumsi obat-obatan yang lebih kuat untuk membantu mengatasi gejala dan mengurangi rasa cemas. Untuk mengurangi rasa stress, terdapat beberapa terapi yang dapat membantu, mulai dari terapi konseling (terapi kognitif) yang bertujuan untuk mengubah perasaan seseorang dengan cara mengubah cara berpikirya, hingga olahraga (yoga atau meditasi).Sumber: webmd