Your browser does not support JavaScript!
 02 Jan 2015    16:00 WIB
Suatu Zat Kimia di Dalam Tabir Surya Dapat Menurunkan Kesuburan Pria, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa berbagai zat kimia di dalam tabir surya dapat mengganggu kemampuan seorang pria untuk memiliki anak. Akan tetapi, para ahli lainnya masih mempertanyakan apakah zat kimia yang dapat ditemukan pada air kemih pria ini masuk ke dalam tubuh melalui tabir surya atau melalui rute masuk lainnya. Zat kimia yang dimaksud di sini adalah benzophenone-2 (BP-2) dan 4-hydroxybenzophenone (4-OH-BP), yang sebenarnya belum diizinkan untuk digunakan di dalam tabir surya oleh BPOM Amerika. Akan tetapi, BP-2 dapat ditemukan di dalam berbagai jenis krim cukur, cologne, deodoran, dan berbagai jenis produk perawatan lainnya. Walaupun kedua zat kimia yang tampaknya dapat mengganggu kesuburan seorang pria ini tidak ditemukan di dalam tabir surya, akan tetapi para peneliti mengatakan bahwa keduanya dapat merupakan zat sisa metabolisme berbagai zat anti radiasi sinar UV yang banyak terdapat di dalam berbagai jenis tabir surya. Pada penelitian yang dilakukan di Amerika ini, para peneliti mengamati sekitar 501 pasangan dari Michigan dan Texas yang tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun di antara tahun 2005-2009 dan ingin segera memiliki momongan. Setiap peserta diminta untuk memberikan contoh air kemih dan diminta untuk mencatat setiap hubungan seks yang dilakukan setiap harinya, kapan menstruasi dimulai, dan hasil pemeriksaan tes kehamilan. Para peneliti menemukan bahwa wanita memiliki kadar zat kimia (5 jenis zat kimia yang diuji) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria, tetapi tidak mengalami gangguan kesuburan apapun. Sementara itu, di antara para pria, pria yang memiliki kadar BP-2 yang paling tinggi di dalam air kemihnya memiliki kemungkinan yang lebih kecil (30% lebih kecil) untuk membuat pasangannya hamil dalam 1 tahun. Selain itu, pada pasangan di mana pihak pria memiliki kadar 4-OH-BP yang tinggi di dalam air kemihnya juga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk membuat pasangannya hamil dalam waktu 1 tahun. Walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa jenis zat kimia tertentu di dalam tabir surya memang dapat mempengaruhi kesuburan seorang pria. Selain dapat ditemukan pada berbagai produk perawatan sehari-hari, BP-2 juga dapat ditemukan di dalam tinta kemasan makanan, yang dapat berpindah ke dalam makanan. Sementara itu, para peneliti menemukan bahwa 4-OH-BP merupakan hasil metabolisme dari benzophenone-3 (BP-3) atau oxybenzone. Oxybenzone memang merupakan zat kimia yang banyak digunakan pada tabir surya, akan tetapi para peneliti menemukan bahwa zat ini tidak menyebabkan penurunan kesuburan yang cukup signifikan. Para ahli menyarankan agar tidak menggunakan tabir surya yang mengandung oxybenzone karena zat ini dapat berperan seperti estrogen, dapat memicu terjadinya reaksi alergi, dan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan termasuk endometriosis pada wanita lanjut usia. Seperti halnya, BP-2, oxybenzone juga dapat ditemukan pada berbagai jenis kemasan makanan dan tinta pada kemasan makanan.     Sumber: foxnews
 22 Dec 2014    11:00 WIB
Benarkah Asma Dapat Membuat Anda Lebih Sulit Memiliki Momongan?
Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang wanita yang menderit asma mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil. Sebuah penelitian di Denmark menemukan bahwa wanita yang berusia lebih dari 30 tahun dan seorang wanita yang menderita asma berat cenderung lebih sulit hamil. Hal ini mungkin dikarenakan proses inflamasi (radang) yang berhubungan dengan asma dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Para peneliti di Denmark menganalisa jawaban dari kuesioner yang diisi oleh 15.250 orang saudara kembar perempuan di Denmark yang berusia antara 12-41 tahun, yang sebelumnya telah ditanyai mengenai kesuburan dan apakah mereka menderita asma. Para peneliti menganalisa anak kembar pada penelitian ini sehingga variasi faktor genetika dan gaya hidup yang dapat mempengaruhi kehamilan dapat dihindarkan. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang wanita penderita asma untuk hamil dan membandingkannya dengan waktu yang dibutuhkan oleh para wanita lain yang tidak menderita asma. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 27% wanita yang menderita asma membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hamil dibandingkan dengan 21.6% wanita lainnya yang tidak menderita asma. Yang dimaksud dengan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil adalah telah mencoba hamil selama 1 tahun dan tidak berhasil. Para peneliti juga menemukan bahwa usia turut berperan dalam lamanya waktu yang dibutuhkan seorang wanita penderita asma untuk hamil. Mereka menemukan bahwa sekitar 32.2% wanita penderita asma yang berusia lebih dari 30 tahun lebih sulit hamil dibandingkan dengan 24.9% wanita penderita asma yang berusia kurang dari 30 tahun. Selain itu, menerima pengobatan asma juga dapat membantu mengurangi keterlambatan kehamilan, yaitu dari 30.5% menjadi 23.8%. Para peneliti menduga penundaan kehamilan ini mungkin disebabkan oleh proses inflamasi yang terjadi di dalam tubuh para wanita ini.     Sumber: webmd
 05 Nov 2014    11:00 WIB
Benarkah Makanan Dapat Mempengaruhi Kesuburan Anda dan Pasangan?
Ingin segera memiliki momongan? Anda mungkin harus memeriksa kadar kolesterol darah Anda dan pasangan Anda. Berdasarkan sebuah penelitian baru memiliki kadar kolesterol yang tinggi, baik pada pria maupun wanita dapat mempengaruhi seberapa banyak usaha yang harus Anda dan pasangan lakukan untuk memiliki momongan (hamil). Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 501 pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan dan belum memperoleh pengobatan apapun untuk mengatasi kemandulan. Para peneliti kemudian mengambil contoh darah dari para peserta penelitian ini untuk mengukur kadar kolesterol darah mereka (kolesterol total saja) dan kemudian mengamati mereka selama 1 tahun atau hingga sang wanita hamil. Para peneliti menemukan bahwa memiliki kadar kolesterol total yang tinggi di dalam darah membuat seorang wanita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjadi hamil. Akan tetapi, para peneliti juga menemukan bahwa pasangan yang keduanya memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi merupakan pasangan yang paling sulit memiliki momongan dibandingkan dengan pasangan yang memiliki kadar kolesterol yang normal.  Hasil penelitian ini tetap berlaku bahkan setelah peneliti memasukkan berbagai faktor resiko lainnya seperti usia dan indeks massa tubuh. Para peneliti menemukan bahwa tidak hanya keadaan kesehatan sang wanita saja yang dapat mempengaruhi seberapa cepat sang wanita menjadi hamil, akan tetapi juga bagaimana keadaan kesehatan pasangannya. Jika Anda dan atau pasangan Anda memiliki kadar kolesterol total yang tinggi, maka mulailah melakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk menurunkan kadar kolesterol tersebut. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan adalah mengubah pola makan Anda, mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, mengkonsumsi teh hijau, dan kurangi stress dengan melakukan olahraga atau yoga. Selain itu, Anda dan pasangan juga dapat meningkatkan kesuburan dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang tepat di pagi hari. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi setengah dari total kalori harian Anda di pagi hari dapat meningkatkan kesuburan Anda dan pasangan.     Sumber: womenshealthmag
 29 Oct 2014    14:00 WIB
Hal Aneh yang Dapat Mengganggu Kesuburan Seorang Pria
Jika Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memiliki Anak, maka Anda mungkin harus lebih memperhatikan di mana si dia meletakkan telepon genggamnya. Berdasarkan sebuah penelitian baru, pria yang sering meletakkan telepon genggamnya pada kantong celana bagian depan dapat membahayakan kesehatan spermanya. Para peneliti di Inggris yang meneliti 10 buah penelitian menemukan bahwa radiasi elektromagnetik dari telepon genggam dapat mempengaruhi kesuburan seorang pria.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 1.492 orang pria. Para peneliti ingin memeriksa secara khusus mengenai bagaimana radiasi elektromagnetik ini dapat mempengaruhi jumlah sperma di dalam cairan mani, berapa banyak sperma yang dapat bergerak, dan berapa banyak sperma yang mati. Para peneliti menanyakan pada setiap peserta penelitian mengenai berapa lama mereka meletakkan telepon genggamnya pada kantong celana bagian depan dan membandingkannya dengan hasil pemeriksaan cairan mani mereka.  Para peneliti kemudian juga meneliti apa dampak paparan radiasi elektromagnetik pada waktu tertentu (sekitar 1 jam) pada cairan mani para peserta penelitian.  Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa paparan radiasi elektromagnetik dapat menurunkan jumlah sperma yang hidup di dalam cairan mani hingga 9% dan penurunan jumlah sperma hidup yang dapat bergerak hingga 8%.  Akan tetapi, hal ini bukan berarti pasangan Anda tidak boleh meletakkan telepon genggamnya pada kantong celana bagian depannya karena bagi pria sehat dan normal, efek ini seharusnya tidak menyebabkan banyak perbedaan pada kesuburannya.  Selain itu, penelitian ini juga hanya menemukan dampak radiasi elektromagnetik pada sperma yang telah matang. Jadi, karena seorang pria akan terus memproduksi sperma baru, maka seorang pria dapat memiliki sejumlah sperma sehat hanya dalam waktu 4 hari.  Akan tetapi, bila Anda dan pasangan telah mengalami kesulitan dalam memiliki momongan, maka efek radiasi ini dapat sangat mempengaruhi usaha Anda tersebut. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai apa dampak radiasi elektromagnetik pada kesuburan seorang pria dalam jangka waktu lama.      Ingin tahu suplemen yang tepat untuk Anda, kunjungifarmasi online kami di: pilihdokter.com/id/farmasi   Sumber: womenshealthmag
 04 Sep 2014    16:00 WIB
Ingin Segera Memiliki Keturunan? Coba Kiat Berikut
Apakah Anda sedang berusaha untuk memiliki keturunan? Bila iya, mungkin kiat berikut ini dapat membantu Anda untuk segera memiliki keturunan: Berhubungan seks dengan teratur Di jaman yang sibuk seringkali suami dan istri sulit untuk bertemu karena sulit untuk mempunyai waktu untuk bersama. Untuk Anda yang sedang ingin memiliki keturunan selalu sediakan waktu untuk Anda berdua.  Mengetahui kapan masa subur anda Untuk cara yang satu ini Anda perlu memperhatikan kondisi tubuh Anda dengan baik.  Perhatikan kalender Ovulasi adalah lepasnya sel telur dari ovarium biasanya terjadi pada hari ke 14 dari hari pertama haid. Masa subur adalah rentang waktu 1-2 hari di sekitar ovulasi.  Perhatikan cairan di vagina Pada saat mendekati ovulasi, Anda dapat memeriksa cairan divagina, Anda akan mendapatkan lendir yang lebih banyak, encer, mudah diregang, mirip dengan putih telur mentah.  Cek suhu basal Anda. Suhu basal tubuh akan meningkat saat masa ovulasi. Biasanya masa subur Anda sekitar 2-3 hari sebelum suhu tubuh Anda naik. Kenaikan suhu tersebut tidak terlalu signifikan hanya sekitar 0,5 derajat celcius. Sehingga Anda harus memperhatikan dengan benar   Anda bisa mencoba menggunakan Tes kit prediksi masa ovulasi. Saat ini sudah banyak dijual test kit untuk memprediksi masa ovulasi seorang wanita. Pada saat ini akan terjadi lonjakan hormon yang terjadi sebelum ovulasi. Untuk hasil yang paling akurat, ikuti petunjuk pada label dengan hati-hati.  Berhubungan seks sebelum ovulasi Apabila Anda sudah mengetahui masa ovulasi Anda, maka sebaiknya Anda melakukan hubungan seks pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Angka kehamilan mencapai puncaknya dua hari sebelum ovulasi Nikmati hubungan seks Anda Yang paling penting adalah Anda dan pasangan harus menikmati seks yang Anda lakukan untuk membantu agar proses reproduksi berjalan dengan baik.  Beri waktu pada diri Anda Pasangan dikatakan tidak subur apabila sudah melakukan hubungan seks selama satu tahun dengan frekuensi 2-3 kali dalam seminggu dan tidak menggunakan alat kontrasepsi. Hindari stress Saat Anda stress hal ini juga akan mempengaruhi kadar hormon progesteron dalam tubuh Anda yang akan mempengaruhi ovulasi. Cek kesehatan Anda dan pasangan Untuk memiliki keturunan tentu Anda harus memiliki kesehatan Anda dan pasangan. Sebaiknya pemeriksaan yang dilakukan cukup lengkap selain pemeriksaan USG ditambah dengan pemeriksaan laboratorium seperti TORCH, analisa sperma dll. Sumber: parenting
 04 Sep 2014    12:00 WIB
Ganti Minuman Anda Untuk Meningkatkan Kesuburan
Apakah Anda sudah membaca artikel mengenai Ganti Menu Makanan Anda Untuk Meningkatkan Kesuburan, maka artikel ini akan membahas mengenai minuman yang akan mempengaruhi kesuburan Anda.  Perhatikan asupan alkohol Anda Lupakan kata-kata satu gelas anggur baik untuk Anda. Saat Anda sedang berusaha untuk hamil, seberapapun alkohol yang Anda minum akan memberikan efek negatif. Tingkat sedang sampai tingkat tinggi saat konsumsi alkohol pada wanita terkait dengan risiko peningkatan keguguran, disfungsi hypothalmic-pituitari-ovarium, disfungsi ovulasi, cacat fase luteal dan perkembangan abnormal dari lapisan endometrium. Tingkat sedang sampai tingkat tinggi konsumsi alkohol pada pria dihubungkan dengan fungsi hati yang abnormal, meningkatkan tingkat estrogen (berhubungan dengan sperma) dan penurunan yang signifikan dalam jumlah sperma. Perhatikan asupan kafein Anda Batasi konsumsi kafein Anda. Minum lebih banyak kafein akan memberikan efek negatif kepada wanita yang sedang berusaha untuk hamil. Ganti kebiasaan Anda mengkonsumsi kopi dan teh setiap pagi dengan air putih. Hal ini akan membantu Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan.  Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara tingginya tingkat konsumsi kafein sehari-hari (lebih dari 300mg per hari) dan kesuburan pada pria dan wanita yang rendah. Sehingga untuk Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan sebaiknya Anda lebih sering konsumsi air putih agar kesuburan tidak terganggu.  Sumber: huggies