Your browser does not support JavaScript!
 11 Nov 2016    18:00 WIB
Merasa Kesepian Ternyata Bahaya Lho Bagi Jantung Anda!
  Tahukah Anda bahwa jarang berpergian keluar bersama sahabat dan keluarga Anda ternyata benar-benar dapat mematahkan hati Anda? Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan di the University of York, menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan stroke lho. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa orang yang jarang berhubungan dengan orang lain memiliki resiko 29% lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dan memiliki resiko 32% lebih tinggi untuk mengalami stroke dibandingkan dengan orang yang lebih sering berinteraksi dengan orang lain. Resiko gangguan jantung di atas bahkan akan menjadi semakin tinggi bila orang tersebut merasa terganggu dengan rasa kesepian yang dirasakannya dibandingkan dengan orang yang memang menyukai kesendiriannya. Misalnya seseorang yang pindah ke luar kota dan meninggalkan semua teman dekatnya akan memiliki resiko gangguan jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang memang memilih untuk bekerja dari rumah.   Baca juga: Kesepian Versus Obesitas, Hayo Mana Yang Lebih Berbahaya?   Jadi, bagaimana sebenarnya rasa kesepian bisa membuat Anda mengalami serangan jantung atau stroke? Salah satunya adalah karena rasa kesepian dapat mengganggu tidur Anda. Saat Anda dikelilingi oleh orang-orang yang Anda kenal dan percayai, maka Anda pun dapat tidur dengan leibh tenang. Akan tetapi, saat Anda merasa tidak aman dengan orang-orang di sekeliling Anda, maka Anda pun akan menjadi lebih mudah terbangun karena khawatir akan adanya bahaya. Hal ini tentu saja akan mengganggu tidur nyenyak Anda di malam hari. Kurang tidur dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan di dalamnya dan menjalankan fungisnya dengan benar, yang tentu saja akan menyebabkan jantung Anda menjadi "stress" bila hal ini terus berlangsung. Rasa kesepian juga dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi dan cemas, yang mana telah diketahui berhubungan dengan pembentukan plak lemak di dalam dinding pembuluh darah Anda. Kabar baiknya adalah bila Anda mulai berinteraksi dengan orang lain, maka hal ini dapat meminimalisir efek di atas, bahkan bila Anda hanya melakukannya melalui telepon genggam.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 02 Sep 2015    16:00 WIB
Kesepian Versus Obesitas, Hayo Mana Yang Lebih Berbahaya?
Seiring dengan kemajuan teknologi yang terjadi saat ini, maka semakin mudah bagi seseorang untuk mengisolasi dirinya dari lingkungan di sekitarnya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda?   Para peneliti dari Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat, menemukan bahwa isolasi diri dan rasa kesepian dapat membuat usia seseorang menjadi lebih pendek karena dapat mengganggu kesehatan orang tersebut, sama seperti gangguan kesehatan yang disebabkan oleh obesitas. Mereka menemukan bahwa rasa kesepian, isolasi diri, dan hidup sendirian dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian dini hingga 26%, 29%, dan 32%.   Para peneliti menduga hal ini dikarenakan kurangnya pergaulan sosial, terutama yang bukan dikarenakan pilihan orang tersebut, dapat menyebabkan terjadinya gangguan emosional dan psikologis pada seseorang, terutama bila orang tersebut berusia kurang dari 65 tahun.   Oleh karena itu, para peneliti mengingatkan setiap orang untuk mulai memperhatikan kehidupan dan pergaulan sosialnya, bukan hanya berat badan dan apa makanan yang dikonsumsinya setiap hari.   Selain itu, para ahli lainnya juga menemukan bahwa rasa kesepian ternyata dapat meningkatkan kadar hormon stress, yaitu kortisol, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.   Baca juga: 5 Cara Kembali Ceria Saat Merasa Kesepian   Sumber: huffingtonpost