Your browser does not support JavaScript!
 03 Aug 2019    18:00 WIB
Wow Ternyata Ratus Vagina Berbahaya Bagi Kesehatan
Sebagai seorang wanita, Anda mungkin pernah mencoba berbagai cara untuk menjaga kesehatan organ intim Anda. Salah satunya adalah dengan melakukan ratus vagina. Di Indonesia, ratus vagina merupakan salah satu perawatan tradisional, di mana organ intim diuapi dengan campuran air dan tanaman herbal. Ratus dipercaya dapat membersihkan rahim dan menjaga keseimbangan kadar hormonal para wanita. Tertarik untuk mencoba? Benarkah teknik perawatan tradisional tersebut dapat memberikan hasil seperti yang dijanjikannya? Menurut seorang dokter spesialis kandungan di Amerika, ratus ternyata sama sekali tidak memberikan efek seperti yang dijanjikan, malah justru membahayakan bagi kesehatan organ intim Anda tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja dampak berbahaya ratus bagi vagina Anda.   Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda   Membuat Kulit Terbakar Karena uap yang dihasilkan cukup panas, maka ada kemungkinan kemaluan dan kulit di sekitarnya menjadi terbakar. Hal ini terutama berbahaya bagi vagina, karena vagina terletak di dekat kandung kemih dan rektum (bagian usus besar). Luka bakar yang cukup parah dapat merusak lapisan yang memisahkan keduanya dan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Mengganggu Keseimbangan Bakteri di Vagina Sama seperti douching, membersihkan vagina Anda dengan uap air dapat membuat kulit vagina menjadi kering dan mengganggu keseimbangan bakteri vagina. Selain itu, karena vagina sebenarnya dapat membersihkan dirinya sendiri, maka Anda pun tidak perlu melakukan hal ini utuk membersihkan vagina. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu membersihkan vagina Anda adalah dengan mengkonsumsi yogurt, yang mengandung bakteri baik yang akan membuat vagina Anda tetap bersih dan terbebas dari infeksi jamur. Selain itu, karena rahim terletak cukup jauh di dalam, maka sangat kecil kemungkinannya bahwa uap ratus dapat mencapai rahim dan "membersihkannya". Bahkan bila uap ratus dapat mencapai rahim, sangat sedikit bakteri yang terdapat di dalam dinding rahim dan bakteri tersebut tentu saja tidak perlu dibersihkan.   Tidak Akan Menyeimbangkan Kadar Hormonal Karena hormon tidak diproduksi oleh rahim atau vagina, maka tidak mungkin ratus dapat mempengaruhi keseimbangan kadar hormonal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 14 Jul 2019    11:00 WIB
Apa Saja Sih Macam-macam Perawatan Untuk Miss V ?
Miss V adalah daerah paling penting untuk seorang wanita. Sehingga sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dari Miss V tersebut. Perawatan untuk merawat miss V ada perawatan harian dan perawatan yang berkala. Perawatan harian bisa dilakukan dengan cara: memerhatikan pemilihan bahan celana dalam yang tepat seperti berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Menggunakan air putih yang bersih untuk membersihkan vagina dengan baik Mengganti celana dalam 2 kali dalam sehari dan tidak lupa mengganti pembalut sesering mungkin saat menstruasi. Selain perawatan harian yang baik sebenarnya ada beberapa perawatan vagina yang dapat dilakukan secara berkala seperti: 1.      Ratus Akhir-akhir ini ratus menjadi salah satu perawatan yang sering dilakukan oleh para wanita. Ratus adalah perawatan area V dengan memanfaatkan uap dari bahan-bahan alami, seperti rempah-rempa yang direbus. Biasanya wanita yang melakukan ratus akan duduk dengan kaki yang sedikit terbuka disebuah kursi berlubang, kemudian rempah-rempah yang mendidih dan ditaruh diwadah khusus ditaruh di bawah (antara kedua kaki). Rempah-rempah yang mendidih tersebut akan menguapi vagina sehingga memberikan efek hangat pada vagina. 2.      V Spa (Vitalitas Spa) Tahapan perawatan V-spa ini terdiri dari  vagina yang dibersihkan, discrub, dimassage, berendam kemudian di-steam atau diasap. Perawatan V spa menggunakan asap. Cara yang dilakukan dan bahan yang digunakan hampir sama dengan ratus. Asap yang keluar dari pembakaran rempah-rempahnya tidak hanya akan memberikan bau harum, tetapi juga membunuh mikroorganisme yang merugikan 3.      Gurah V Gurah V hampir sama dengan V-spa, namun perawatannya biasanya lebih lengkap, mulai dari pemijatan area genital hingga pengasapan atau penguapan. Gurah V biasanya banyak diminati oleh mereka yang pernah melahirkan. Untuk membersihkan sisa-sisa darah setelah nifas. 4.      Totok V Totok V adalah pemijatan pada titik-titik tertentu di vagina Tujuannya untuk merilekskan otot-otot daerah bokong dan area vagina. Pemijatan pada titik-titik tersebut akan memberi rasa rileks hingga ke otak, sehingga mampu meningkatkan gairah seks. Totok vagina sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita yang belum pernah berhubungan intim, karena fungsi organ kewanitaannya masih bagus. Selain itu, penderita kanker mulut rahim juga tidak boleh menjalani totok vagina, karena dikhawatirkan terapi itu justru akan membuat sel-sel kanker bertambah aktif, sehingga malah menyebar. 5.      V-Ozone Vagina juga bisa dirawat menggunakan terapi V-ozone. Sesuai namanya, perawatan tersebut dilakukan menggunakan ozone atau uap O3. Caranya, pasien dilakukan pemijatan Kemudian, vagina dibersihkan menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan sisa-sisa darah haid maupun sperma yang bisa menyebabkan bau kurang Setelahnya, ozone yang disemprotkan pada vagina. Cara ini memiliki kelebihan, yaitu tidak akan membunuh flora normal yang dibutuhkan vagina.. Perawatan-perawatan diatas memang boleh dilakukan sesuai dengan kebutuhan namun jangan dilakukan terlalu sering, jangan kurang dari satu bulan. Perawatan lain selain v-ozone dapat dikombinasi. Selain itu yang penting adalah sebelum melakukan perawatan diatas ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dan melakukan perawatan tersebut di klinik kecantikan yang terpercaya. Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealth
 20 Mar 2019    16:00 WIB
5 Penyebab Bau Tidak Sedap Pada Kemaluan Wanita
Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami gangguan yang satu ini, yaitu bau tidak sedap pada daerah kemaluan. Bau tidak sedap pada daerah kemaluan ini dapat membuat seorang wanita merasa malu, frustasi, dan bahkan jijik pada dirinya sendiri. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal yang paling sering menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita.   1.      Vaginosis Bakterial Walaupun terdengar menakutkan, akan tetapi vaginosis bacterial sebenarnya merupakan hal yang sangat sering terjadi. Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. Setiap vagina sebenarnya dipenuhi oleh flora alami (bakteri yang memang umum ditemukan pada vagina) dan vaginosis bakterial sebenarnya terjadi akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri. Menurut seorang dokter spesialis kandungan, sebagian besar wanita yang masih berada pada usia produktif biasanya pasti akan mengalami vaginosis bakterial ini setidaknya satu kali. Sampai saat ini, para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti dari vaginosis bakterial, akan tetapi seks yang tidak aman dan seringnya membersihkan daerah kewanitaan dengan berbagai pembersih vagina yang dijual secara bebas dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Selain bau tidak sedap, vaginosis bakterial biasanya juga menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan adanya cairan yang keluar dari dalam vagina. Beberapa kasus vaginosis bakterial dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk berobat ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotika.   2.      Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan penyebab paling sering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Gejalanya biasanya hampir sama dengan vaginosis bakterial, akan tetapi pada infeksi jamur gejala biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dan kental dari dalam vagina. Untuk mengatasi infeksi jamur, tidak diperlukan pemberian antibiotik. Infeksi jamur biasanya diatasi dengan pemberian obat anti jamur.   3.      Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan adalah klamidia dan gonorea. Keduanya dapat diobati dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius bila tidak diobati. Akan tetapi, keduanya seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kuning seperti nanah dari kemaluan, serta bau tidak sedap.   4.      Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul terjadi saat bakteri, biasanya yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual, masuk ke dalam vagina dan sampai ke rahim. Penyakit radang panggul seringkali merupakan tahap akhir dari penyakit menular seksual yang tidak terdiagnosa seperti klamidia. Penyakit radang panggul biasanya tidak terdiagnosa hingga Anda mengalami nyeri kronik atau sulit hamil karena seringkali tidak bergejala. Jika bergejala, penyakit radang panggul biasanya menyebabkan timbulnya nyeri panggul, bau tidak sedap pada daerah kemaluan, keluarnya cairan dari dalam vagina dalam jumlah banyak, demam, merasa sangat lelah, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri saat buang air kecil. Penyakit radang panggul dapat diatasi dengan pemberian antibiotika, akan tetapi dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut yang akan menimbulkan efek permanen seperti nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik.   5.      Kurangnya Kebersihan Pada Daerah Kemaluan Kurangnya kebersihan pada daerah kemaluan juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap harinya. Karena pada daerah kemaluan terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat, maka merupakan hal yang normal bila daerah tersebut berbau tidak sedap bila jarang dibersihkan. Bersihkanlah daerah kemaluan Anda dengan sabun ringan yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi pada daerah sensitif Anda tersebut dan menimbulkan terjadinya berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Pastikan Anda selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi seharian. Hindarilah penggunaan berbagai jenis pembersih daerah kewanitaan, spray, pakaian, dan krim yang berfungsi untuk membuat daerah kewanitaan menjadi super bersih karena mereka justru dapat menimbulkan berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Hal ini dikarenakan berbagai pembersih tersebut berfungsi untuk menyingkirkan berbagai bakteri, yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Berbagai pewangi yang terdapat di dalamnya juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kemaluan. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun untuk membuat daerah kewanitaan tetap kering sepanjang hari karena katun dapat menyerap keringat.   Sumber: sheknows
 28 Oct 2018    11:00 WIB
Mengapa Miss V Berbau Amis Seperti Ikan?
Bau vagina dapat berbeda-beda pada setiap wanita. Hal ini tergantung pada banyak hal, seperti seberapa banyak keringat yang Anda dihasilkan, apa yang Anda makan, seberapa sering Anda mandi, berapa banyak sekret yang dihasilkan oleh kelenjar Anda, jenis pakaian dalam yang Anda gunakan, dan susunan bakteri yang ada pada vagina Anda. Mencoba membuat vagina Anda lebih wangi, misalnya dengan sabun atau pembersih kewanitaan atau pewangi lainnya justru dapat mengganggu keseimbangan pH vagina, yang akan mempermudah terjadinya infeksi bakteri dan gangguan lainnya. Lagipula, vagina setiap wanita memang memiliki bau khasnya masing-masing dan ini merupakan hal yang normal. Selain berbagai hal di atas, ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan perubahan bau vagina, seperti: Setelah Anda berolahraga yang menyebabkan Anda berkeringat banyak. Vagina Anda akan berbau seperti keringat Saat menstruasi. Bau vagina akan menjadi lebih kuat karena adanya darah dan zat besi Setelah mandi. Bau vagina akan berkurang, tetapi tidak lama Setelah berhubungan intim. Vagina Anda akan berbau seperti pemutih, terutama bila cairan vagina bercampur dengan cairan mani pria Menderita trikomoniasis atau infeksi jamur. Vagina akan berbau seperti bir atau ragi   Kapan Vagina Berbau Amis Seperti Ikan? Salah satu hal yang dapat menyebabkan vagina Anda berbau amis seperti ikan adalah bila vagina Anda mengalami infeksi bakteri (vaginosis bakterial). Infeksi ini terjadi saat bakteri anaerob atau bakteri patogenik berjumlah lebih banyak daripada bakteri lainnya pada vagina, yang akan menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri. Keadaan ini dapat mengenai wanita pada semua usia, tetapi lebih sering ditemukan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan yang memiliki banyak pasangan seksual. Selain berbau amis, vaginosis bakterial juga dapat menimbulkan gejala lain seperti keluarnya cairan putih dari vagina, vagina terasa gatal, kemerahan, teriritasi, dan nyeri saat berhubungan intim. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami hal ini.   Baca juga: Miss V Kerap Kering Ketika Bercinta? Atasi Dengan Kiat Berikut!   Apa yang Harus Dilakukan? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu penyebab dan pengobatan apa yang paling tepat bagi keadaan Anda. Hal lain yang perlu Anda lakukan adalah: Jangan melakukan douching atau menggunakan pewangi atau sabun untuk membersihkan vagina. Hal ini tidak akan mempercepat penyembuhan, justru dapat semakin memperburuk gejala Jaga kebersihan daerah kemaluan Hindari berbagai jenis makanan yang berbau menyengat karena juga dapat mempengaruhi bau vagina Anda Jangan menunggu infeksi untuk sembuh dengan sendirinya, terutama bila Anda sedang hamil karena dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran atau kelahiran prematur Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah konsumsi obat atau antibiotik yang diberikan sesuai dengan petunjuk dokter agar tidak terjadi resistensi atau kekambuhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 01 Oct 2018    11:00 WIB
Bagaimana Cara Mencuci Vagina Yang Baik?
Banyak wanita yang merasa paranoid mengenai masalah bau tak sedap pada vagina. Apakah Anda pernah merasakan hal seperti ini? Tenang, karena Anda tidak sendirian. Pada dasarnya vagina memiliki bau khas. Namun apabila bau yang dirasakan sampai mengganggu bisa saja hal disebabkan karena cara mencuci daerah vagina yang tidak tepat. Berikut adalah cara mencuci vagina dengan baik: Lap yang bersih Pastikan Anda menggunakan lap yang sudah dicuci bersih dan diseterika. Lap ini dapat Anda gunakan untuk membasuh daerah vagina. Hindari sabun mengandung parfum Saat mencuci vagina cara yang paling baik adalah menggunakan air yang bersih. Jangan menggunakan sabun yang mengandung parfum karena dapat mengiritasi kulit sekitar vagina yang sensitif. Cuci daerah lipatan vagina Bersihkan daerah lipatan di sekitar klitoris (organ kelamin wanita yang kecil terletak diantara vagina) Anda. Gunakan jari Anda untuk menarik bibir vagina Anda, jauhkan dari klitoris Anda. Kemudian dengan lembut gosok kulit di kedua sisi klitoris Anda dengan menggunakan lap yang bersih. Cuci daerah vagina Anda. Cuci daerah tersebut dengan kain lap yang bersih. Gosok juga sekitar garis bikini Bersihkan daerah perineum Anda Perineum adalah bagian vagina dan anus Anda. Bersihkan daerah anus Anda terakhir. Lap yang sudah Anda gunakan untuk membersihkan daerah anus jangan sampai menyentuh daerah vagina. Karena hal ini akan membuat kuman di daerah anus akan hinggap didaerah vagina. Dan hal ini akan menimbulkan infeksi saluran kemih Cuci vagina setiap hari Cuci vagina setidaknya sekali  sehari. Jika Anda berhubungan seks, ada baiknya Anda mencuci dua kali untuk merasa segar dan bersih. Mencuci vagina setelah berhubungan seks tidak akan mencegah kehamilan. Cuci vagina saat menstruasi Saat menstruasi adalah saat yang tidak nyaman bagi wanita, apabila tidak dibersihkan dengan benar akan mudah menimbulkan infeksi. Pada saat menstruasi Anda boleh mencuci daerah vagina dua sampai tiga kali. Dengan vagina yang bersih akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri. Selamat Mencoba! Baca juga: Berapakah Ukuran Vagina yang Normal???  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: wikihow  
 17 Jun 2018    13:00 WIB
Tips Untuk Mencegah Bau Tidak Sedap di Vagina
Kebersihan yang kurang, memakai tampon atau pembalut dalam waktu yang sama atau infeksi vagina merupakan penyebab umum timbulnya bau tidak sedap di vagina. Tetapi dengan mengubah kebiasaan dengan tips dibawah ini akan membantu Anda mencegah munculnya bau tidak sedap di vagina dan mempertahankan kesehatan vagina. DietHindarilah konsumsi gula dan ragi dan perbanyaklah konsumsi yoghurt. Gula dan ragi akan semakin meningkatkan resiko terjadinya infeksi jamur di vagina. Sementara yoghurt akan meningkatkan munculnya bakteri baik yaitu laktobasilus yang akan menjaga keseimbangan pH di daerah intim Anda. Obat-obatanBau vagina yang tidak enak bisa disebabkan berbagai penyakit misanya penyakit menular seksual, infeksi bakteri atau kanker serviks. Setelah mengetahui jenis infeksi yang terjadi, dokter Anda akan menyarankan obat-obatan yang diperlukan untuk mengobati infeksi. Mandi Air HangatMandi air hangat akan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di vagina. Anda bisa juga berganti-ganti dengan mandi air dingin untuk menyeimbangkan jumlah bakteri di vagina. Pembalut Memakai pembalut dalam waktu yang lama akan membuat bakteri tumbuh dengan subur. Wangi yang timbul dari produk pembalut juga dapat merusak keseimbangan bakteri di vagina. Pakaian DalamPakailah pakaian dalam dari bahan katu yang baik untuk kulit dan membuat sirkulasi berjalan dengan baik. Sangat penting untuk memilih pakaian dalam yang baik agar kesehatan vagina tetap terjaga. SabunHindari penggunaan sabun yang keras pada daerah intim Ada. Sabun dan body washdapat meningkatkan kadar pH di vagina dan mematikan bakteri baik. Untuk mempertahankan kesehatan vagina gunakanlah sabun khusus untuk vagina atau Anda bisa hanya menggunakan air biasa. Baca juga: Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: healthmeup
 27 Mar 2018    18:00 WIB
5 Gangguan Kesehatan Vagina yang Sangat Mengganggu
Vagina sebenarnya merupakan salah satu organ tubuh yang paling efisien karena ia dapat membersihkan dirinya sendiri. Namun, pada beberapa orang wanita, organ kewanitaan yang seharusnya sangat efisien ini menjadi masalah besar. Hal ini dikarenakan vagina mereka mengalami suatu gangguan yang membuat hubungan intim dan bahkan aktivitas sehari-hari seperti duduk menjadi sangat menyiksa. Yang lebih parahnya lagi adalah para ahli masih belum mengetahui apa penyebab gangguan ini sehingga pengobatannya pun sangat sulit atau bahkan tidak ada. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gangguan kesehatan vagina yang membuat penderitanya sangat menderita.   Otot Vagina Sangat Kencang Otot vagina yang sangat kencang ini dikenal dengan nama vaginismus, suatu kelainan misterius yang membuat otot dasar panggul yang mengendalikan vagina mengencang tanpa disadari. Otot yang mengencang ini dapat terasa tidak nyaman atau nyeri, bahkan memicu terjadinya kram otot. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui penyebab pastinya, tetapi mereka menduga hal ini mungkin berhubungan dengan faktor psikologis, misalnya merasa cemas atau pernah mengalami kekerasan seksual sebelumnya. Kabar baiknya adalah vaginismus dapat diobati. Salah satunya adalah dengan melakukan senam Kegel, yang melatih Anda untuk mengendalikan otot-otot dasar panggul. Pengobatan lainnya adalah dengan memasang dilator plastic ke dalam lubang vagina secara teratur untuk merelaksasi otot-otot dasar panggul.   Lubang Vagina Panas Seperti Terbakar Wanita yang menderita vulvodinia akan mengalami nyeri kronik pada lubang vaginanya. Rasa nyeri yang biasa dirasakan adalah nyeri hebat seperti terbakar. Bagian terburuknya adalah para ahli masih tidak mengetahui apa penyebabnya. Kelenjar yang terletak pada lubang vagina mengalami peradangan tanpa penyebab yang jelas, yang membuat vagina terasa sangat nyeri saat berhubungan intim. Bahkan berjalan atau duduk dapat terasa sangat menyiksa. Karena penyebabnya tidak diketahui, maka pengobatan yang dapat diberikan pun hanya bersifat simptomatik, misalnya dengan pemberian obat anti depresan atau tindakan pembedahan untuk mengangkat bagian yang meradang.   Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda   Plak Putih yang Terasa Sangat Gatal Pada Vagina Lichen sklerosus merupakan salah satu "efek samping" dari proses perimenopause. Perimenopause biasanya terjadi saat seorang wanita berusia pertengahan hingga akhir 40 tahun, di mana hormon estrogen mulai mengalami penurunan. Penurunan kadar hormon estrogen ini akan menyebabkan terbentuknya plak putih tebal pada kulit vagina dan sekitarnya. Plak putih ini terasa sangat gatal. Selain itu, jaringan vagina yang mengalami lichen sklerosus juga akan menipis, yang akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan mengalami iritasi. Pada kasus yang berat, hubungan intim sudah tidak mungkin lagi dilakukan. Kabar baiknya adalah lichen sklerosus dapat diobati dengan pemberian estrogen atau steroid topikal.   Selaput Dara Menutup Rapat Hingga Darah Haid Tidak Bisa Keluar Selaput dara sebenarnya merupakan suatu kumpulan jaringan yang terdapat pada lubang (pintu masuk) vagina. Pada keadaan normal, biasanya terdapat lubang kecil pada selaput darah yang membuat darah menstruasi dapat keluar dari dalam vagina. Akan tetapi, pada beberapa orang perempuan, selaput dara menutup rapat sehingga darah menstruasi pun tidak dapat keluar dari dalam vagina. Penumpukkan darah ini akan membuat penderitanya sangat kesakitan. Setelah didiagnosa, maka tindakan pembedahan kecil dapat dilakukan untuk membuat lubang pada selaput dara. Tindakan ini tidak akan mempengaruhi kemampuan seorang perempuan untuk berhubungan intim atau hamil nantinya.   Benjolan Keras yang Menyebabkan Demam Merasa ada sebuah benjolan cukup besar pada bibir (labia) vagina Anda? Benjolan ini mungkin merupakan sebuah kista yang terdapat di dalam kelenjar bartholin di dalam vagina Anda (kista bartholin). Pada keadaan normal, setiap bibir luar vagina memiliki kelenjar bartholin, suatu kelenjar kecil yang berfungsi untuk melumasi bagian luar vagina. Penyebab terbentuknya benjolan ini adalah tersumbatnya saluran kelenjar bartholin ini. Ukuran benjolan yang terbentuk dapat bervariasi, mulai dari sebesar kacang polong hingga sebesar kelereng. Masalah sebenarnya baru akan muncul bila kelenjar yang tersumbat ini terinfeksi dan menimbulkan terbentuknya abses. Saat terbentuk abses, maka benjolan akan teraba lunak dan nyeri, di mana penderitanya mungkin akan mengalami demam dan menggigil. Bila saluran yang tersumbat membentuk kista, maka biasanya tidak akan menimbulkan rasa nyeri walaupun terasa tidak nyaman. Jika Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan. Dokter dapat segera membersihkan nanah yang terbentuk sebelum semakin memburuk. Pemberian antibiotik biasanya diperlukan untuk mencegah infeksi ulang. Perlu diketahui bahwa gangguan yang satu ini dapat kambuh kembali, selama Anda masih memiliki kelenjar bartholin pada bibir luar vagina Anda. Bila Anda terus mengalami kekambuhan, maka tindakan pembedahan untuk mengangkat kelenjar bartholin biasanya diperlukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 19 Mar 2018    11:00 WIB
5 Hal yang Mungkin Terjadi Pada Vagina Saat Seorang Wanita Menua
Anda mungkin sudah mengetahui dan mencegah berbagai proses penuaan yang terjadi seperti pembentukan keriput dan berkurangnya daya ingat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa organ intim Anda juga akan terkena dampak dari proses penuaan ini? Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja hal yang mungkin terjadi pada organ kewanitaan Anda seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda.   Rahim Keluar dari Vagina Salah satu masalah penuaan yang dapat terjadi pada vagina adalah prolapsus (keluarnya rahim, kandung kemih, atau rektum ke dalam vagina). Bagi wanita yang mengalami prolapsus ringan, senam Kegel dapat membantu. Selain itu, dapat pula dipasangkan suatu alat penyanggah pada vagina untuk mencegah keluarnya rahim atau kandung kemih atau rektum ke dalam liang vagina. Namun, pada keadaan yang lebih berat, mungkin perlu dilakukantindakan pembedahan untuk memperbaiki prolapsus yang terjadi.   Vagina Terlihat Lebih "Tua" Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka kulit Anda pun akan kehilangan elastisitasnya dan kerutan mulai lebih terlihat. Hal yang sama juga akan terjadi pada vagina Anda. Hormon estrogen berfungsi untuk menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Akibatnya, saat kadar hormon ini menurun, maka elastisitas pada kulit, termasuk kulit vagina juga akan berkurang. Keadaan ini disebut dengan atrofi vulvo-vaginal. Dinding vagina akan menipis, menjadi kering, dan meradang. Senam Kegel tidak dapat membantu, tetapi stimulasi seksual bisa. Untuk mengatasi vagina yang kering ini, dapat digunakan pelembab khusus vagina atau estrogen topikal atau oral.   Baca juga: Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina   Rahim dan Lubang Vagina Mengecil Akibat dari penurunan kadar estrogen, maka rahim Anda juga dapat mengalami perubahan ukuran. Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka ukuran rahim cenderung semakin mengecil. Hal yang sama juga akan terjadi pada lubang vagina Anda. Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka lubang vagina akan semakin menyempit. Hal ini dikarenakan jaringan di sekitarnya cenderung berkonstriksi, terutama bila lubang vagina jarang digunakan (jarang berhubungan intim). Penyempitan ini dapat menyebabkan vagina menjadi teriritasi, mengering, dan kadangkala meradang. Keadaan ini disebut dengan atrofik vaginitis. Bila dibiarkan tanpa pengobatan, atrofik vaginitis dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dan nyeri saat berhubungan intim dan pemeriksaan panggul. Untuk mencegah atau memperlambat penyempitan lubang vagina ini, maka penting untuk menjaga aktivitas seksual Anda, walaupun tidak ada standar tertentu mengenai berapa kali Anda harus berhubungan intim. Pengobatan estrogen juga dapat membantu mengatasi hal ini.   Sulit Menahan Keinginan BAK Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka otot dan ligamen (jaringan ikat) yang menyanggah dasar panggul akan mulai mengendur. Pada beberapa kasus, pengenduran ini juga mengenai kandung kemih, yang membuat seorang wanita sering mengompol atau menjadi lebih sering BAK. Untuk mengatasi inkontinensia stress, misalnya keluarnya air kemih saat batuk atau bersin, tindakan pembedahan mungkin perlu dilakukan. Untuk jenis lainnya, senam Kegel dapat membantu.   Lebih Sering Mengalami Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih  juga akan lebih sering terjadi saat seorang wanita bertambah tua karena rentannya jaringan di daerah organ intim. Untuk membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, jus cranberi atau probiotik vaginal serta pemberian estrogen pada vagina dapat membantu. Kadangkala, wanita juga dapat mengalami berbagai gejala infeksi saluran kemih (seperti iritasi, peningkatan frekuensi BAK, dan rasa panas saat BAK) karena penurunan kadar hormon dan elastisitas vagina, tanpa benar-benar mengalami infeksi. Pada kasus ini, pemberian terapi estrogen dapat membantu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 26 Dec 2017    18:00 WIB
Pernah Merasa Miss V Terasa Seperti Terbakar Saat Berhubungan Intim? Bisa Jadi Ini Yang Anda Alami..
Apakah Anda kehilangan minat untuk berhubungan seks karena miss V Anda terasa seperti terbakar? Maka Anda tidak sendirian, hal ini bisa terjadi pada beberapa wanita. Kondisi ini dikenal dengan sebagai vulvodynia atau vestibulodynia, mempengaruhi sekitar 16 % wanita Dengan vulvodynia, Anda bisa mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit di daerah vulva (pintu masuk miss V), keadaan ini tidak memiliki penyebab yang jelas seperti kanker, infeksi, herpes, kompresi saraf tulang belakang atau gangguan neurologis lainnya. Namun bisa menyebabkan Anda merasa sangat tidak nyaman karena duduk lama atau berhubungan seks tidak terpikirkan. Vulvodynia mempengaruhi wanita dari segala umur. Namun, gejala paling sering terjadi pada wanita usia 18-25 tahun dan wanita pascamenopause.   Gejala Utama Vulvodynia Meliputi: Rasa sakit, rasa terbakar, terasa perih dan pedas. Berdenyut Gatal Terasa menusuk   Nyeri bisa dirasakan sesekali atau konstan dan bisa juga dipicu beberapa kondisi seperti hubungan intim. Hal ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Anda mungkin akan merasa sakit di seluruh area vulva atau pintu masuk miss V saja. Biasanya, vulva Anda terlihat normal, meski jaringan vulva terlihat sedikit bengkak atau meradang.   Penyebab Tidak diketahui penyebab pasti vulvodynia, namun ada beberapa hal yang dapat memicu kondisi ini, seperti: Infeksi vagina masa lalu Perubahan hormonal (pil KB, menjelang menopause) Sejarah pelecehan seksual kulit sensitif Alergi Iritasi atau luka pada saraf di sekitar area vulva Kelemahan otot yang menopang organ panggul Faktor genetik Operasi sebelumnya atau perawatan laser daerah vagina   Perawatan dan pengobatan Pengobatan yang tepat memerlukan diagnosis yang benar. Oleh karena itu Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan bila Anda mengalami kondisi ini. Tidak ada obat yang dikenal untuk vulvodynia, tapi ada perawatannya. Apabila tidak diatasi maka Anda mungkin mengalami kecemasan, depresi, gangguan tidur, rendahnya harga diri, masalah hubungan, kepercayaan diri menurun dan penurunan kualitas hidup. Nantinya dokter akan memberikan obat-obatan seperti anti konvulsan, steroid atau antidepresan trisiklik yang dapat mengurangi rasa sakit kronis. Mengatasi perubahan hormone juga bisa bermanfaat. Antihistamin dapat mengurangi rasa gatal. Salep lidokain juga bisa memberi kelegaan gejala sementara. Anda mungkin juga mendapat manfaat dari injeksi blok saraf lokal jika Anda mengalami rasa sakit dan tidak berespon terhadap perawatan lain. Bergantung pada jenis vulvodynia yang Anda miliki, bisa jadi memerlukan operasi untuk mengangkat jaringan dan kulit yang terkena.   Baca juga: Tips Untuk Vagina yang Sehat dan Kencang   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthywomen