Your browser does not support JavaScript!
 26 Jun 2019    18:00 WIB
Hubungan Antara Kencing Manis Dengan Perut Buncit
Dewasa ini banyak orang selalu merasa kuatir dengan penyakit kencing manis yang dianggap sebagai penyakit keturunan. Sehingga berpikir selama tidak ada riwayat keturunan penyakit kencing manis, maka seseorang tidak akan terkena penyakit kencing manis, akhirnya makan dengan sembarang dan melakukan pola hidup yang tidak sehat. Ternyata hampir 90% penyebab kencing manis disebabkan karena perubahan gaya hidup seperti seringnya mengkonsumsi makanan siap saji, minuman bersoda, kegemukan atau obesitas, kurang olahraga dan merokok. Dan hanya 10% saja yang disebabkan karena keturunan. Obesitas/kegemukan  adalah  keadaan terdapatnya timbunan  lemak yang berlebih didalam tubuh sehingga akan  membuat insulin tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh. Terutama lemak yang bertumpuk didaerah perut/ perut buncit.  Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah  ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.  Pada orang yang gemuk atau mempunyai perut buncit  lemak akan menutup reseptor insulin sehingga menurunkan sensitivitas insulin. Terlebih lemak di daerah perut yang dekat dengan organ-organ tubuh yang penting. Akibatnya gula sulit masuk kedalam  sel dan gula akan tetap berada didalam darah.  Bila hal ini terjadi terus menerus akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh. Kerja insulin semakin berat dan akhirnya terjadi gangguan proses kerja insulin. Lama kelamaan akan menjadi penyakit kencing manis.  Untuk itu apabila Anda seseorang yang mempunyai perut buncit, sering merokok, pola hidup yang santai, sering konsumsi makanan  junk food. Maka Anda akan berisiko menderita penyakit kencing manis. Sebelum semua terjadi ada baiknya Anda mengubah pola hidup yang sehat dan menghindari penyakit kencing manis.
 29 May 2019    11:00 WIB
Wow Ini Dia Makanan Berlemak Pengganti Donat
Saat mendengar kata lemak, banyak orang yang memiliki reaksi negatif yag spontan. Lemak jahat memang akan menimbulkan banyak penyakit, salah satunya penyakit jantung Namun lemak yang baik tetap dibutuhkan oleh tubuh yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, membuat merasa kenyang dan membantu mencegah penurunan fungsi kognitif. Semua makanan dibawah ini mengandung lemak yang lebih banyak dibanding donat (yang mengandung lemak sebanyak 14 gram). Namun bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi makanan tersebut, berikut adalah alasannya: Alpukat Setiap setengah buah alpukat mengandung 15 gram lemak, namun 10 gram yang ada merupakan lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menurunkan lemak LDL (kolesterol jahat yang dapat membentuk plak dan mengakibatkan sumbatan di pembuluh darah). Selain itu lemak yang terdapat dalam alpukat tersebut dikatakan dapat mencegah penumpukan lemak di perut berdasarkan penelitian yang diberitakan oleh Diabetes Care.  Dua sendok makan selai kacang Apabila Anda membatasi diri Anda konsumsi dua sendok makan selai kacang. Maka Anda akan mengkonsumsi lemak sekitar 16 gram. Separuhnya mengandung lemak tak jenuh tunggal. Selain itu Anda mendapatkan 4 gram lemak tak jenuh ganda, yang akan membantu mengurangi risiko diabetes/ kencing manis tipe 2 dan penyakit jantung.  3 telur berukuran besar  Anda akan mendapatkan sekitar 14 gram lemak apabila Anda mengkonsumsi tiga telur berukuran besar. Kadar lemak yang didapat cukup merata antara lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda.  12 buah zaitun Meskipun 12 buah zaitun mengandung 15 gram lemak, namun sebagian besar mengandung lemak tak jenuh tunggal. Selain itu zaitun juga mengandung nutrisi lain yang bermanfaat. Sehingga Anda tidak dapat menyamakannya dengan donut    Sumber: womenshealthmag
 27 Apr 2019    18:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Kencing Manis?
Dewasa ini banyak orang yang mengalami penyakit kencing manis. Tanpa mereka sadari mereka mengidap penyakit kencing manis. Hal ini dapat diakibatkan karena seringnya orang mengkonsumsi makanan junk food, minuman bersoda, merokok, minum alkohol, kurang olahraga.  Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat merusak sel dan pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan komplikasi dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti kebutaan, penyakit jantung, gangguan ereksi, luka yang tak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. Untuk itu kita harus mengetahui apa saja faktor risiko penyakit kencing manis sebelum terjadinya komplikasi. Faktor risiko penyakit  kencing manis: Usia > 45 tahun Berat badan berlebih, dilihat dari Indeks massa tubuh > 23 Ukur lingkar perut. Batas lingkar perut. Wanita: Tekanan darah tinggi >= 140/90 mmhg Riwayat kencing manis dalam garis keturunan Riwayat keguguran berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4000 gram Riwayat kencing manis selama kehamilan Penderita penyakit jantung koroner, tuberkulosis (TBC), hipertiroidisme Kolesterol HDL =< 35 mg/dl. Dengan menghindari faktor risiko diharapkan dapat terhindar dari penyakit kencing manis, atau untuk seseorang yang sudah mengidap penyakit kencing manis tidak sampai terjadi komplikasi. Sumber:  papdi
 08 Jan 2019    11:00 WIB
Suplemen Zinc Baik Untuk Kencing Manis
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zinc merupakan elemen yang penting untuk penderita kencing manis. Zinc biasanya terikat dengan insulin dan membantu meningkatkan kontrol gula darah pada penyakit kencing manis tipe I (tergantung insulin) dan penyakit kencing manis tipe II (tidak tergantung insulin). Zinc terlibat dalam metabolisme gula dan merangsang produksi insulin. Sehingga Zinc dapat membantu untuk penderita kencing manis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jayawardena mengenai efek Zinc untuk penderita kencing manis yang diterbitkan dalam Jurnal "Diabetology and Metabolic Syndrome". Para ahli menyatakan bahwa zinc memberikan efek penurunan yang signifikan kepada tekanan darah sistolik dan diastolik. Suplemen zinc efektif dalam mengendalikan kadar gula dalam darah dan meningkatkan kolesterol HDL.   Kebutuhan tubuh akan zinc meningkat sesuai dengan pertambahan usia. Dengan meningkatkan asupan vitamin dan zinc, Anda dapat meningkatkan produksi insulin Anda dan mempertahankan kadar normal gula darah Anda. Sumber zinc adalah ikan, ayam, kuning telur, keju, biji-bijian, dll Para peneliti menyarankan apabila Anda menderita kencing manis, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum konsumsi suplemen zinc. Karena suplemen ini tidak berfungsi untuk menggantikan obat kencing manis yang biasa diresepkan dokter namun sebagai pendamping untuk membantu dalam pengobatan kencing manis Sumber: medindia
 10 Apr 2018    08:00 WIB
Mengapa Penderita Diabetes Lebih Rawan Penyakit Jantung?
Diabetes mellitus adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan komplikasi dari waktu ke waktu. Komplikasi ini bisa meliputi penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung, penyakit cerebro-vaskular yang dapat menyebabkan stroke, retinopati (penyakit pada mata) yang dapat menyebabkan kebutaan, nefropati (penyakit ginjal) yang dapat menyebabkan gagal ginjal. dan seringnya perlu hemodialisis, dan neuropati (penyakit saraf) yang bisa menyebabkan ulserasi pada kaki yang mungkin memerlukan amputasi. Banyak dari komplikasi ini tidak memberikan gejala pada tahap awal, dan sebagian besar dapat dicegah atau diperkecil dengan kombinasi perawatan medis yang rutin dan pemantauan gula darah.   Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan komplikasi utama penderita Diabetes Mellitus. Sejumlah besar pasien mungkin bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki penyakit jantung - suatu kondisi yang disebut silent emyocardial ischmia. Diabetes Tipe 2 dianggap setara dengan penyakit arteri koroner karena efek buruknya sama buruknya dengan penyakit jantung. Salah satu penelitian terbesar untuk jantung, The Framingham Heart Study, menyatakan bahwa kehadiran diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung dua kali pada pria dan tiga kali pada wanita.   Diabetes tetap menjadi faktor risiko kardiovaskular utama bahkan bila dibandingkan dengan beberapa faktor pencetus lain seperti bertambahnya usia, hipertensi, merokok, hiperkolesterolemia, dan pembesaran jantung. Hal ini karena pasien yang menderita diabetes memiliki kejadian penyumbatan kompleks yang signifikan lebih tinggi dan membuat mereka rentan terhadap risiko jantung.   Seorang penderita diabetes rentan mengalami penyakit jantung, hal ini dikarenakan adanya kadar gula tinggi dalam pembuluh darah, gula cenderung merusak lapisan dalam pembuluh darah dan membuat darah lebih tebal, yang pada gilirannya membuat pasien lebih rentan terhadap penyakit jantung. Sehingga seseorang yang menderita diabetes perlu mengatur gula darah untuk mengendalikan risiko penyakit jantung.   Bagaimana Cara Mencegah Diabetes? Berhenti merokok: Perubahan gaya hidup paling penting. Seseorang perlu berhenti merokok. Ini adalah satu-satunya aspek terpenting dalam mencegah penyakit jantung bagi penderita diabetes. Olahraga teratur direkomendasikan: Penting untuk mengidentifikasi jenis latihan yang harus dilakukan dan dilakukan dengan teratur. Sudah terbukti dengan baik bahwa memulai olahraga dengan tiba-tiba untuk seseorang yang telah lama tidak melakukan olahraga justru memicu terjadinya serangan jantung. Tekanan Darah Tinggi harus dikontrol: Dengan modifikasi gaya hidup atau pengobatan, maka tekanan darah tinggi bisa dikendalikan. Sejumlah besar obat tekanan darah tersedia namun beberapa jenis obat tertentu memiliki efek yang lebih bermanfaat pada pasien diabetes. Kolesterol yang buruk membuat Anda lebih rentan terhadap masalah jantung: Kolesterol darah kadang kala tidak normal pada penderita diabetes. Sangat penting untuk melakukan tes darah untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dan memodifikasi makanan jika diperlukan.   Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan komplikasi utama penderita diabetes mellitus. Jadi rubah pola hidup Anda dengan baik sejak sekarang, jangan menunda.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang     Sumber: food.ndtv.com
 27 Feb 2018    16:00 WIB
Bahaya, Seseorang Yang Mengalami Kencing Manis Berisiko Lebih Tinggi Mengalami Kanker
Penyakit kencing manis atau dikenal dengan diabetes mellitus berisiko memiliki komplikasi dan mengalami beberapa penyakit seperti penyakit jantung, penyakit pada ginjal, mata dan lain-lain. Sekarang ini dikatakan bahwa mereka juga memiliki risiko mengalami kanker.   Apakah Hal Ini Benar atau Tidak? Menurut penemuan terbaru di Toronto, Kanada yang mengatakan bahwa seseorang yang memiliki diabetes tipe 2 mungkin berisiko tinggi terkena. Temuan menunjukkan bahwa risiko tertinggi muncul segera setelah diagnosis diabetes. Kejadian kanker juga meningkat secara signifikan pada penderita diabetes dalam tiga bulan pertama setelah diagnosis. Hal ini sebagian dapat dijelaskan oleh peningkatan kunjungan perawatan kesehatan dan tes skrining setelah diagnosis diabetes. Selanjutnya, individu dengan diabetes adalah 1,23 kali lebih mungkin didiagnosis menderita kanker dalam 10 tahun sebelum diagnosis diabetes dibandingkan dengan individu tanpa diabetes. Ini mendukung hipotesis yang ada sehingga faktor risiko bersama dapat berkontribusi terhadap diagnosis kanker dan diabetes. Hal diduga berdasarkan teori bahwa kadar insulin tinggi meningkatkan pertumbuhan sel kanker, yang pada gilirannya merangsang terbentuknya pembuluh darah baru. Pembuluh darah baru kemudian memberikan nutrisi pada sel kanker sehingga mempercepat pertumbuhan kanker. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 mungkin memiliki risiko tinggi untuk mengembangkan beberapa jenis kanker. Meningkatnya epidemi diabetes dapat menyebabkan meningkatnya beban kanker menurut koran yang dipublikasikan secara online di jurnal Cancer. Diabetes dapat dicegah, dan juga, perubahan metabolik yang menyebabkan diabetes juga bisa dibalik dengan perubahan gaya hidup. Demikian pula, intervensi diet dan olahraga juga telah terbukti dapat mengurangi risiko kanker dan memperbaiki hasilnya. Untuk penelitian ini, tim melihat kejadian kanker di lebih dari 1 juta orang dewasa di berbagai titik waktu dan menunjuk pada kebutuhan akan pemahaman yang lebih baik tentang kaitan antara diabetes dan kanker.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: ndtv