Your browser does not support JavaScript!
 13 Apr 2019    16:00 WIB
Apa Itu Keloid dan Bagaimana Perawatannya ?
Guys! Pernahkah kalian perhatikan, ketika kita terluka kena sayatan, bekas operasi, jatuh, atau mengalami trauma luka, berselang waktu ketika sudah sembuh, kulit kita meninggalkan bekas luka yang buruk rupanya. Dan inilah yang dinamakan Keloid. Keloid adalah perkembangbiakan abnormal jaringan parut yang terbentuk di lokasi cedera kulit. Dengan ciri-ciri: Secara penampilan: Keloid umumnya tidak berambut, mengkilap, dan bergelombang, lebih tinggi dari kulit di sekitarnya. Berwarna ungu atau merah di awal sebelum berubah pucat atau coklat. Setelah keloid berhenti tumbuh, biasanya warnanya lebih gelap dari warna kulit normal orang tersebut. Tepi bekas luka cenderung lebih gelap dari pusat. Secara bentuk dan ukuran: kita dapat mengamati beberapa variasi dalam bentuk dan ukuran keloid. Misalnya, keloid bulat atau oval lebih umum pada daun telinga. Pada dada atau bahu, mungkin cenderung memiliki penampilan cairan yang telah tumpah dan mengeras. Ukurannya bisa berkisar dari sesuatu yang lebih kecil dari satu inci hingga yang lebih besar dari bola tenis. Keloid yang lebih besar biasanya terlihat di punggung dan bahu. Secara tekstur: semua keloid terasa berbeda dari kulit di sekitarnya. Beberapa pucat dan lunak sementara yang lain mungkin kenyal dan keras. Keloid bisa jauh lebih besar dari luka aslinya, dan dapat mempengaruhi bagian tubuh manapun. Siapapun bisa terkena serangan keloid, terutama pada: Keturunan Afrika, Asia, atau Hispanik. Keloid adalah kondisi kulit yang paling umum di antara etnis Cina di Asia. Di Amerika Serikat, keloid lebih umum terjadi di Amerika Afrika dan Amerika Hispanik daripada kulit putih. Riwayat keluarga keloid (keturunan). Sekitar 1/3 orang yang mendapatkan keloid memiliki kerabat darah tingkat pertama (ibu, ayah, saudara perempuan, saudara laki-laki, atau anak) yang mendapat keloid. Sifat keluarga ini paling umum pada orang keturunan Afrika atau Asia. Berusia antara 10 dan 30 tahun. Ini adalah waktu puncak untuk mengembangkan keloid. Kebanyakan orang mulai memiliki keloid di usia 20-an. Meskipun keloid dapat berkembang lebih awal atau lebih lambat, anak-anak dan orang tua jarang mendapatkan keloid ketika mereka mendapatkan bekas luka. Dan komunitas medis tidak memahami alasan pasti mengapa keloid terbentuk pada beberapa orang atau dalam beberapa situasi, sementara tidak pada orang lain. Ada potensi bahwa perubahan dalam sinyal pertumbuhan seluler yang mengontrol pertumbuhan dan proliferasi mungkin terkait dengan proses pembentukan keloid. Namun perubahan-perubahan ini belum ditandai dengan metode ilmiah. Keloid dapat terbentuk di kulit yang tidak terluka. Keloid ini disebut "keloid spontan." Keloid biasanya muncul di dada dan berkembang pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan keloid yang berkembang. Ketika keloid berkembang secara spontan, kemungkinan beberapa keloid akan muncul. Orang-orang yang mempunyai bakat keloid harus menghindari berbagai macam luka, ataupun operasi. Berikut adalah beberapa tindakan untuk perawatan, pengurangan atau penghapusan keloid jika kita mengalaminya, yaitu dengan: Radiasi. Perawatan laser. Operasi pengangkatan. Pembedahan: dengan menyuntikkan steroid atau memberikan pembalut bertekanan ke tempat luka setelah memotong keloid. Terpal silikon atau gel. Krim atau lotion kulit yang tebal. Krim tretinoin (Retin-A). Krim imiquimod. Pembekuan (cryotherapy). Pembekuan keloid dengan nitrogen cair mungkin meratakannya, tetapi berkali-kali menggelapkan tempat perawatan. Suntikan kortikosteroid. Interferon: Interferon adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan virus, bakteri, dan tantangan lainnya. Dalam studi, suntikan interferon telah menunjukkan harapan dalam mengurangi ukuran keloid, meskipun belum pasti apakah efeknya akan bertahan lama. Penelitian saat ini sedang berlangsung menggunakan variasi metode ini, menerapkan imiquimod topikal, yang merangsang tubuh untuk menghasilkan interferon. Fluorouracil: Suntikan agen kemoterapi ini, baik sendiri atau bersama-sama dengan steroid, telah digunakan untuk pengobatan keloid. Demikianlah penjelasan artikel hari ini tentang keloid, bagi kalian yang masih kesulitan untuk hal medis ini, silahkan berkonsultasi dengan dokter kulit yah. Salam sehat!!!
 28 Jan 2017    12:00 WIB
Berbagai Gangguan Kulit Pada Kulit Hitam
Kulit memiliki warna yang beragam, mulai dari putih gading sampai pada coklat gelap. Berbagai gangguan pada kulit dapat terjadi pada setiap warna kulit, tanpa kecuali. Akan tetapi, terdapat beberapa gangguan kulit yang tampaknya lebih sering terjadi dan lebih berat pada kulit gelap.   Apa yang Dimaksud Dengan Kulit Gelap ? Warna pada kulit ditentukan oleh sebuah sel, melanosit, yaitu suatu sel yang memproduksi melanosom, yang mengandung melanin. Berdasarkan penelitian, semua orang memiliki jumlah melanosit yang sama pada jaringan kulitnya, tidak tergantung pada warna kulit orang tersebut. Yang berbeda adalah ukuran dan distribusi melanosom. Semakin banyak jumlah dan semakin besar ukuran melanosom, maka kulit akan semakin gelap. Melanin yang terdapat pada jaringan kulit berfungsi untuk menyerap dan menghancurkan energy yang berasal dari sinar ultraviolet. Dengan demikian, kulit gelap memiliki resiko kerusakan kulit akibat sinar matahari yang lebih rendah, termasuk resiko kanker kulit dan penuaan. Akan tetapi, kulit gelap cenderung lebih mudah mengalami gangguan pigmentasi kulit, bahkan luka yang sangat kecil seperti gigitan serangga dapat menyebabkan perubahan pada pigmen kulit dan menyebabkan terbentuknya bintik hitam atau hiperpigmentasi pada kulit. Selain itu, bila berbagai pengobatan kecantikan seperti laser, dermabrasi, atau penyuntikan obat anti penuaan tidak dilakukan dengan benar, maka hal ini justru dapat menyebabkan ganguan pigmentasi pada kulit.   Perubahan Pigmentasi Pada Kulit Gelap Hiperpigmentasi dapat disebabkan oleh kulit terlalu banyak memproduksi pigmen atau pigmen tersimpan di lapisan kulit yang sangat dalam dan menyebabkan timbulnya noda hitam. Hipopigmentasi merupakan suatu bercak yang berwarna lebih putih daripada jaringan sekitarnya pada kulit. Semua orang dengan kulit gelap beresiko untuk mengalami baik hiperpigmentasi maupun hipopigmentasi. Salah satu gangguan pigmentasi yang paling sering ditemukan pada kulit gelap adalah hiperpigmentasi paska inflamasi. Hal ini biasa terjadi akibat cedera kulit seperti luka lecet maupun luka bakar. Selain itu, hiperpigmentasi ini juga dapat terjadi akibat eksim atau jerawat. Noda hitam pada kulit membutuhkan waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun untuk memudar. Pengobatan dapat membantu mempersingkat masa penyembuhan ini. Akan tetapi, pengobatan yang bekerja dengan cara mengelupas lapisan kulit atau memutihkan kulit tidak akan berguna bila pigmen terletak pada lapisan kulit yang sangat dalam. Penggunaan tabir surya setiap hari juga dapat mencegah noda hitam yang telah terbentuk menjadi semakin hitam. Orang dengan kulit sensitif memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan pigmentasi kulit (noda hitam). Bahkan, setiap produk kecantikan dan perawatan kulit yang menyebabkan iritasi atau membuat kulit kering juga meningkatkan resiko pembentukan noda hitam. Produk-produk tersebut adalah produk yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, zat anti penuaan (retinoid dan asam glikolik). Pada beberapa orang, hidrokuinon juga dapat mengiritasi kulit. Pada orang dengan kulit putih, iritasi yang disebabkan berbagai produk kecantikan dan perawatan kulit ini dapat mereda begitu penggunaannya dihentikan. Akan tetapi, pada orang dengan kulit gelap, iritasi seringkali berlanjut menjadi hiperpigmentasi paska inflamasi. Hiperpigmentasi ini dapat terjadi dalam waktu 1-2 minggu setelah penggunaan dihentikan dan dapat bertahan selama beberapa bulan atau bahkan lebih lama lagi. Penggunaan berbagai produk pemutih dan penghilang noda hitam dapat membantu mengatasi noda hitam pada kulit anda bila digunakan dengan cara yang tepat.   Eksim Eksim atau dermatitis merupakan suatu keadaan di mana terbentuk bercak kemerahan yang gatal pada kulit, yang terjadi hilang timbul dan berlangsung lebih lama. Eksim dapat dipicu oleh stress, perubahan suhu yang ekstrim, kulit kering, alergen yang berasal dari tanaman, atau iritasi akibat produk kecantikan. Eksim diduga 2 kali lebih sering terjadi pada anak dengan kulit gelap.   Jerawat Jerawat dapat terjadi pada semua jenis kulit. Jerawat terjadi ketika kulit memproduksi minyak secara berlebihan. Minyak ini kemudian bercampur dengan bakteri yang terdapat di dalam pori-pori dan menyumbat pori-pori kulit tersebut. Hal ini menyebabkan peradangan di bawah kulit, yang kemudian membentuk jerawat. Orang dengan kulit gelap memiliki kecenderungan hiperpigmentasi yang menyebabkan terbentuknya noda hitam akibat luka pada kulit, jerawat merupakan salah satunya. Selain itu, antibiotika (minoksiklin) yang digunakan untuk mengobati jerawat juga dapat menyebabkan pembentukan noda hitam.   Keloid Setiap kali kulit gelap terluka, maka resiko pembentukan keloid pun meningkat. Penyebab keloid yang paling sering adalah luka lecet atau luka bakar. Tempat keloid sering ditemukan adalah pada cuping telinga, dada, punggung, dan tangan. Keloid biasanya segera tumbuh setelah suatu cedera, akan tetapi keloid juga dapat tumbuh dalam beberapa bulan atau tahun dan terus membesar seiring dengan berlalunya waktu. Pada beberapa orang, keloid dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal, nyeri, dan rasa seperti terbakar. Penyebab pasti kolagen masih tidak diketahui, diduga akibat kecacatan dalam pembentukan kolagen.   Vitiligo Vitiligo merupakan suatu keadaan di mana kulit kehilangan pigmennya, yang menyebabkan timbulnya bercak berwarna putih pada kulit. Vitiligo diduga terjadi akibat kerusakan sel pembentuk melanin, di mana penyebab kerusakan sel ini tidak diketahui. Bila vitiligo mengenai kulit kepala, maka rambut akan berubah menjadi putih. Vitiligo lebih mudah terlihat pada orang dengan kulit gelap.   Melanoma Kulit gelap memang memiliki perlindungan yang lebih tinggi terhadap kanker daripada kulit putih, akan tetapi bukan berarti kanker kulit tidak dapat terjadi. Kanker kulit biasanya terjadi pada kulit yang berwarna lebih putih, seperti pada telapak tangan, telapak kaki, dan di sekitar bantalan kuku. Baca juga: Penyebab Kulit Selangkangan Menjadi Hitam Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd