Your browser does not support JavaScript!
 23 Sep 2019    11:00 WIB
Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi
Saat Anda kecil mungkin Anda takut ke dokter gigi. Tetapi dengan selalu menjaga kebersihan mulut, kunjungan rutin ke dokter gigi dan tehnologi baru  yang tersedia saat ini, anak-anak Anda seharusnya tidak takut untuk mengunjungi dokter gigi. Tetapi, beberapa anak tetap merasa gugup saat harus mengunjungi dokter gigi. Kebanyakan alasannya karena tidak mengetahui apa yang akan dialami, padahal penyebab utama biasanya disebabkan oleh  Anda sendiri. Faktanya, sebuah studi yang diterbitkan oleh the International Journal of Paediatric Dentistry mengungkapkan jika salah satu anggota keluarga merasa takut untuk mendatangi dokter gigi, maka ketakutan itu akan menular ke anggota keluarga yang lain. "terkadang orang tua memproyeksikan perasaan mereka sendiri tentang pergi ke dokter gigi kepada anak-anak mereka," kata Dr Steven G. Goldberg, penemu DentalVibe Injection Comfort System. Berita baiknya adalah, jika anak Anda takut untuk pergi ke dokter gigi, cobalah beberapa tips berikut ini: Mulai melatih bersikat gigi sejak dini Bahkan saat bayi Anda belum memiliki gigi, Anda harus secara rutin membersihkan gusinya menggunakan sikat gigi khusus bayi, atau menggunakan jari yang dibungkus kain basah setiap selesai makan. Memperkenalkan kesehatan mulut sejak dini akan mempersiapkan si Anak untuk lebih berani saat harus memeriksakan diri nantinya. Hal ini dikatakan oleh Dr. Bill Dorfman, seorang dokter gigi kosmetik di Beverly Hills, Calif. Berkunjung ke dokter gigi sebelum usia 1 tahun The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan agar anak-anak saat gigi pertamanya tumbuh atau pada usia 1 tahun. Kunjungan dokter gigi pada usia dini ini akan membuat anak Anda terbiasa terhadap dokter gigi, mencegah terjadinya kerusakan gigi dan mencegah timbulnya ketakutan mengenai prosedur pemeriksaan gigi di masa depan. Bicarakan Bacalah buku tentang pergi ke dokter gigi dan jelaskan apa yang akan terjadi ke anak Anda tentang pengalaman Anda yang bersifat positif. Berlatih di rumah Anda bisa mendudukkan anak Anda di kursi atau sofa yang bisa disandarkan dan berpura-pura memeriksa dan membersihkan giginya, sehingga mereka memperoleh gambaran apa yang akan mereka alami nanti pada kunjungan ke dokter gigi. Buatlah menyenangkan Bawalah buku atau mainan kesukaan anak Anda atau apapun yang akan membuatnya lebih familiar dan tenang. Jika Anda bisa membuatnya senang dan menjadi pengalaman yang menyenangkan maka akan membawa pengaruh positif pada kunjungan berikutnya. Positif Apapun pengalaman Anda dahulu dengan dokter gigi dan bagaimana perasaan Anda terhadap dokter gigi saat ini, buatlah menjadi positif untuk anak Anda. Hindari pembicaraan mengenai rasa sakit atau ketidaknyamanan, tetapi tekankan pada bagaimana gigi mereka akan menjadis sehat nantinya. Antarkan Dr. Golberg merekomendasikan agar Anda mengantarkan anak Anda ke tempat dokter gigi tersebut berpraktek sebelum waktu perjanjian, agar mereka dapat bertemu dengan staff dan dokter gigi tersebut dan mereka dapat yakin bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Datanglah ke dokter gigi spesialis anak Dokter gigi spesialis anak lebih terlatih menghadapi anak-anak, menggunakan alat-alat yang lebih kecil dan biasanya memiliki tempat praktek yang ramah anak-anak, dicat dengan warna yang terang, memiliki video dan buku anak-anak. Carilah bantuan Jika Anda sendiri terlalu gugup untuk membawa anak Anda ke dokter gigi, mintalah pasangan Anda atau anggota keluarga lainnya untuk membawa mereka.   Sumber: foxnews
 12 Sep 2018    11:00 WIB
Kelainan Jiwa Pada Anak, Bagaimana Cara Mengenalinya ?
Bukan hanya orang dewasa yang dapat mengalami kelainan pada kepribadian maupun jiwanya, anak-anak pun dapat mengalaminya. Akan tetapi, kelainan jiwa pada anak seringkali terlambat dikenali sampai anak tumbuh dewasa. Akibatnya, pengobatan yang seharusnya dapat segera diberikan untuk memperbaiki kelainan ini tidak dapat diberikan. Tidak terdeteksinya kelainan jiwa pada masa kanak-kanak seringkali disebabkan oleh ketidaktahuan orang tua mengenai gejala kelainan jiwa yang dapat terjadi pada anak. Sulitnya membedakan perilaku anak-anak pada umumnya dengan perilaku anak dengan kelainan jiwa membuat diagnosa dini menjadi semakin sulit.   Berbagai Jenis Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Gangguan Cemas Yang termasuk gangguan cemas adalah gangguan obsesif kompulsif, sindrom stress paska trauma, fobia sosial, dan gangguan kecemasan menyeluruh. Pada kelainan ini, anak biasanya selalu merasa cemas setiap waktu, yang  bahkan dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.   2.      ADHD Merupakan suatu kelainan di mana anak tidak dapat atau kesulitan memusatkan perhatiannya, memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif.   3.      Autisme Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan berat pada anak yang biasa terjadi pada usia dini, di bawah usia 3 tahun. Kelainan ini menyebabkan anak sulit berkomunikasi dengan orang lain dan sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.   4.      Gangguan Makan Yang termasuk gangguan makan adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge. Kelainan ini paling sering terjadi saat anak mengalami pubertas dan mulai memperhatikan bentuk tubuh, terutama berat badannya. Anak bahkan dapat mengabaikan semua hal lainnya dan hanya memperhatikan berat badannya saja.   5.      Gangguan Mood Yang termasuk kelainan ini adalah depresi dan gangguan bipolar (merasa sedih dan gembira secara bergantian). Anak biasanya selalu murung atau seringkali menunjukkan perubahan mood yang ekstrem.   6.      Skizofrenia Kelainan ini merupakan kelainan jiwa berat yang menyebabkan anak kehilangan kemampuan untuk membedakan antara imajinasi dan kenyataan.   Tanda Awal Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Mood Berubah-ubah Perhatikan bila anak terlihat sedih atau murung atau menarik diri dari lingkungan selama setidaknya dua minggu. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah adanya perubahan mood yang berlebihan yang bahkan mengganggu kehidupan sosial anak di sekolah maupun di rumah.   2.      Rasa Takut yang Berlebihan Adanya rasa takut atau khawatir berlebihan tanpa alasan yang jelas, yang bahkan dapat disertai dengan peningkatan denyut jantung dan napas cepat dapat merupakan tanda awal adanya suatu masalah pada psikologis anak. Hal ini biasanya dapat mengganggu aktivitas anak sehari-hari.   3.      Perubahan Perilaku Adanya perubahan perilaku atau kepribadian yang ekstrim, termasuk perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain juga merupakan salah satu tanda kelainan jiwa pada anak.   4.      Sulit Konsentrasi Sulit berkonsentrasi atau memusatkan perhatiannya atau duduk diam selama berada di kelas atau rumah juga dapat merupakan tanda adanya suatu kelainan pada anak.   5.      Penurunan Berat Badan Tiba-tiba Penurunan nafsu makan secara tiba-tiba, sering muntah, dan penggunaan obat-obat pencahar dapat merupakan tanda awal anak menderita gangguan makan, baik anoreksia nervosa, bulimia nervosa, maupun binge.   6.      Perilaku Melukai Diri Sendiri Kelainan jiwa seringkali berujung pada pikiran atau keinginan atau perilaku melukai diri sendiri, bahkan bunuh diri.   7.      Penggunaan Zat-zat Terlarang Penggunaan obat-obat terlarang atau alkohol dapat merupakan salah satu cara anak untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Bila anda mendapati anak anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter anda. Dengan demikian, dokter dapat memberikan penanganan sedini mungkin. Pengobatan kelainan jiwa baik pada anak maupun dewasa biasanya dilakukan dengan mengkombinasikan psikoterapi dengan obat-obatan untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.   1.      Psikoterapi Psikoterapi atau terapi perilaku atau konseling merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengatasi keadaannya. Pada psikoterapi, anak diharapkan dapat mengungkapkan perasaannya dan permasalahan yang ada. Dengan demikian, anak dapat mengetahui apa sebenarnya yang ia rasakan, apa permasalahan yang sebenarnya, dan bagaimana cara menghadapinya.   2.      Obat-obatan Anak anda mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan untuk membantu mengatasi perubahan mood ataupun rasa sedih yang berlebihan.