Your browser does not support JavaScript!
 30 Sep 2015    20:00 WIB
Kekurangan Bakteri Justru Sebabkan Kelahiran Prematur?
  Menurut sebuah penelitian baru, bakteri di dalam tubuh seorang wanita ternyata dapat menjadi petunjuk mengenai seberapa besar resikonya untuk mengalami persalinan sebelum waktunya (kelahiran prematur). Para peneliti menemukan bahwa wanita hamil (peserta penelitian) yang memiliki kadar Lactobacillus (sejenis bakteri) yang lebih rendah pada vaginanya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami persalinan sebelum waktunya dibandingkan dengan wanita yang memiliki cukup banyak bakteri tersebut pada vaginanya. Hal ini dikarenakan bakteri baik tersebut akan digantikan oleh 2 jenis bakteri lainnya yaitu Gardnerella dan Ureaplasma, yang justru lebih sering menyebabkan terjadinya kelahiran prematur.   Baca juga: Bakteri Usus Ibu Dapat Membantu Menambal Kebocoran Sawar Darah Otak Bayi, Benarkah?   Pada penelitian ini, dari 49 orang peserta penelitian, 15 orang di antaranya mengalami persalinan sebelum waktunya. Dari hasil pemeriksaan, para peneliti pun menemukan bahwa komposisi bakteri vagina pada sebagian besar wanita tersebut mengalami perubahan yang cukup drastis pada waktu persalinan terjadi, yaitu jumlah bakteri Lactobacillus menurun dan tempatnya pun digantikan oleh bakteri lainnya setelah proses persalinan. Perubahan ini pun akan berlangsung hingga 1 tahun. Sayangnya, hingga saat ini, para peneliti masih belum dapat memastikan apakah berubahnya komposisi bakteri tersebut yang membuat seorang wanita mengalami persalinan sebelum waktunya atau apakah ada suatu faktor lain yang memicu terjadinya persalinan yang juga menyebabkan terjadinya perubahan komposisi bakteri pada vagina wanita hamil. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mengapa perubahan komposisi bakteri ini terjadi dan apa pengaruhnya terhadap kesehatan para wanita hamil tersebut. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: foxnews, livescience