Your browser does not support JavaScript!
 10 Jan 2019    16:00 WIB
Stop Bertengkar Di Depan Anak! Kesalahan Yang Anda Buat Ini Bisa Membuat Buah Hati Menjadi...
Dalam kehidupan pernikahan, tidak hanya ada kebahagiaan. Masalah juga bisa datang menghadang. Dari yang awalnya masalah kecil sampai menjadi masalah besar, dalam kondisi ini pertengkaran bisa saja terjadi. Namun ada hal yang perlu Anda waspadai yaitu jangan sampai bertengkar di depan anak. Karena anak adalah buah hati Anda yang harusnya tumbuh dalam kasih sayang dan keinginannya yang ingin selalu melihat hubungan kedua orangtuanya baik-baik saja. Apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di hadapan anak, mungkin buah hati Anda akan mengalami hal dibawah ini: Merasa kesepian Anak-anak tidak hanya membutuhkan ibu, tidak hanya membutuhkan ayah. Namun dia membutuhkan keduanya. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan adalah hal yang penting dan akan memberinya kehangatan. Namun pertengkaran yang Anda dan pasangan lakukan bisa membuat anak Anda merasa kesepian dimana tidak ada lagi tempat yang nyaman baginya. Menjadi agresif Anak-anak yang sering melihat orang tua bertengkar, dimana mereka mungkin akan mengatakan kata-kata kasar, terlebih bila ada aksi kekerasan. Hal ini bisa membuat anak menjadi lebih agresif. Setiap ada orang yang mendekat secara tidak sadar ada keinginan dari anak untuk melawan dan melakukan seperti apa yang orang tuanya lakukan saat bertengkar. Merasa ketakutan Saat Anda dan pasangan bertengkar maka akan ada suara keras atau mungkin ada barang-barang yang terlempar. Kondisi seperti ini bisa memberikan rasa ketakutan kepada anak. Anak akan tumbuh dalam kondisi mentalnya yang tertekan dan selalu merasa terintimidasi Merasa tidak bahagia Kehidupan anak yang harusnya penuh kebahagian akan rusak apabila Anda dan pasangan sering bertengkar di depan matanya. Maka akan hilang semua kebahagiaan anak Anda, dia akan merasa rumah bukan lagi tempat dia untuk pulang. Karena sudah tidak ada kebahagiaan. Anak adalah anugrah terindah yang dapat Anda miliki. Berikanlah masa kanak-kanak yang penuh kebahagiaan untuk mereka. Keharmonisan yang Anda dan pasangan tunjukkan akan menjadi modal terbaik baginya untuk menjadi pribadi yang hebat. Apabila Anda dan pasangan memang memiliki masalah sebaiknya cari tempat yang jauh dari anak Anda, selesaikan dengan baik tanpa anak-anak Anda harus menjadi saksinya. Baca juga: Makanan Untuk Perkembangan Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 21 Jun 2017    18:00 WIB
Waspadai Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Masyarakat umumnya lebih banyak mengetahui dan mengenal kekerasan dalam rumah tangga pada wanita, akan tetapi kekerasan rumah tangga juga dapat terjadi pada pria. Seperti halnya pada wanita, kekerasan pada pria dapat mencakup kekerasan fisik, emosional, seksual, dan ancaman. Kekerasan pada pria dan wanita dapat terjadi baik pada pasangan heteroseksual, homoseksual, lesbian, maupun biseksual. Mengetahui kekerasan yang terjadi dalam suatu hubungan tidaklah mudah, baik pada wanita maupun pria. Pasangan anda mungkin memulainya dengan bersikap posesif yang lama-kelamaan membuat anda terisolasi dan mengontrol kehidupan anda. Mengenal tanda kekerasan dalam rumah tangga anda dan bagaimana cara terlepas dari situasi tersebut merupakan hal yang penting anda ketahui.   Apa Itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga ? Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan anda, yang biasanya terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan emosional, seksual, fisik, dan mengancam. Walaupun pria juga dapat mengalami tindakan kekerasan dalam rumah tangga, akan tetapi hal ini lebih sering terjadi pada wanita. Kekerasan ini dapat terjadi pada pasangan heteroseksual maupun pasangan homoseksual dan lesbian. Pada awalnya, anda mungkin tidak menyadari kekerasan dalam hubungan anda dan pasangan. Kekerasan biasanya tidak kentara pada awalnya dan semakin memburuk seiring dengan berlalunya waktu. Bila pasangan anda melakukan beberapa hal di bawah ini, maka anda mungkin mengalami kekerasan dalam rumah tangga anda, yaitu: Menghina atau meremehkan anda Melarang anda bekerja atau pergi ke sekolah Melarang anda menemui anggota keluarga lainnya atau teman-teman anda Berusaha untuk mengatur seluruh aspek kehidupan anda, seperti bagaimana anda memakai uang anda, ke mana anda pergi, obat-obatan yang anda gunakan, dan bahkan mengatur pakaian yang anda kenakan Cemburu berlebihan atau perilaku posesif atau terus menuduh anda berselingkuh Mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang dan mudah marah karenanya Mengancam anda dengan kekerasan atau menggunakan senjata tertentu Memukul, menendang, mendorong, menampar, mencekik, atau berbagai tindakan lainnya yang menyakiti anda, anak anda, atau bahkan hewan peliharaan anda Memaksa anda untuk berhubungan seksual di luar kemauan anda Menyalahkan anda atas semua tindakan kekerasan yang terjadi pada anda Mengatakan bahwa anda pantas mendapat perlakuan kasar atau kekerasan tersebut Mengatakan bahwa tindakan kekerasan yang terjadi merupakan keinginan anda dan menguntungkan bagi anda Bila anda merupakan penyuka sesama jenis (lesbian, homoseksual, biseksual, atau transgender), maka anda mungkin mengalami kekerasan bila pasangan anda: Mengancam akan memberitahu keluarga, teman-teman, atau anggota masyarakat lainnya bahwa anda merupakan penyuka sesama jenis Mengatakan pada anda bahwa anda tidak akan mendapatkan pertolongan karena anda merupakan penyuka sesama jenis Mengatakan pada anda bahwa anda mengakui bahwa perilaku anda (menyukai sesama jenis) menyimpang bila anda meninggalkannya Membenarkan tindakan kekerasannya terhadap anda karena pasangan anda merasa bahwa anda tidak benar-benar lesbian, homoseksual, biseksual, atau transgender Kadang-kadang, kekerasan dalam rumah tangga dimulai atau meningkat saat dan selama anda hamil. Anak yang pernah atau telah menyaksikan tindakan kekerasan pada orang tuanya cenderung tumbuh menjadi anak dengan gangguan perilaku dan juga menyiksa orang lain saat dewasa. Beberapa anak bahkan berpikir bahwa kekerasan dalam suatu hubungan merupakan suatu hal yang normal. Jika anda berada dalam situasi di atas, biasanya anda akan mengalami hal ini, yaitu pasangan anda akan mengancam anda, kemudian menyiksa anda, lalu minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, bahkan memberikan anda hadiah. Hal ini akan terus berulang dan kekerasan bahkan menjadi lebih berat dan sering seiring dengan berlalunya waktu. Semakin lama anda berada dalam hubungan ini, maka hal ini akan semakin mempengaruhi rasa percaya diri anda, anda akan menjadi depresi dan cemas. Anda bahkan dapat mulai meragukan kemampuan anda untuk mengurus diri anda sendiri dan mulai berpikir bahwa tindakan kekerasan yang anda alami merupakan akibat dari kesalahan anda.   Bagaimana Cara Keluar dari Hubungan Penuh Kekerasan ? Langkah awal yang dapat anda lakukan adalah beritukanlah pada orang lain yang anda percayai bahwa anda mengalami kekerasan dalam hubungan atau rumah tangga anda. Pada awalnya, anda mungkin merasa sulit untuk membicarakan atau memberitahu orang lain mengenai tindakan kekerasan yang anda alami. Melepaskan diri dari pasangan yang suka menyiksa anda mungkin akan sangat sulit dan berbahaya. Di bawah ini terdapat beberapa persiapan yang sebaiknya anda lakukan: Bila memungkinkan, hubungi lembaga-lembaga atau rumah penampungan bagi wanita maupun pria yang mengalami kekerasan Persiapkan sebuah tas yang berisi berbagai perlengkapan yang anda perlukan saat pergi meninggalkan rumah dan pasangan anda, seperti uang, pakaian, dan berbagai kebutuhan lainnya. Simpan di tempat tersembunyi Pastikan bahwa anda tahu ke mana anda akan pergi dan bagaimana cara anda mencapai tempat tersebut Pasangan anda bahkan mungkin menggunakan kemajuan teknologi untuk mengawasi setiap telepon atau lokasi anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: Hati-hati saat menggunakan telepon karena pasangan anda mungkin melakukan berbagai pengecekan terhadap telepon anda Jangan gunakan komputer di rumah anda untuk mencari berbagai informasi yang anda perlukan Gantilah kata kunci email atau hal lainnya sesering mungkin. Pilihlah kata kunci yang tidak mungkin diketahui oleh pasangan anda Hubungi polisi atau seseorang yang anda percayai untuk mencari bantuan   Sumber: mayoclinic  
 01 Jun 2016    12:00 WIB
Lindungi Anak Dari Kekerasan! Terapkan 5 Cara Jitu Ini
Anak adalah objek yang paling sering mengalami kekerasan. Anda sebagai orang tua atau memiliki saudara yang masih kecil tentu ingin anak Anda aman dan terhindar dari kekerasan dalam bentuk apapun dan oleh siapapun. Untuk membantu melindunginya, maka Anda sebagai orang tua harus mengajarkan bagaimana cara melindungi dirinya agar terhindar dari kekerasan. Berikut adalah 5 solusi jitu yang dapat Anda ikuti untuk mencegah terjadinya kekerasan pada buah hati Anda: 1.      Ajari anak dalam melindungi diri Ajarkan pada anak Anda bahwa tidak boleh ada seorang pun yang menyentuhnya dengan tidak wajar. Berikan pemahaman dan ajarkan anak untuk menolak segala perbuatan yang tidak senonoh terutama pada bagian intimnya. Ajarkan anak Anda untuk berani mengatakan masalah tersebut pada Anda apabila ada orang yang berusaha berbuat yang tidak pantas dan selalu menceritakan jika terjadi sesuatu pada dirinya. Ajarkan anak untuk tidak mudah mempercayai orang asing terutama orang yang baru dikenal. 2.      Sekolah ikut berperan aktif Waktu yang dihabiskan anak di sekolah cukup panjang. Sehingga sekolah juga harus berperan aktif dalam menjaga keselamatan para siswanya. Agar terjalin kerjasama yang baik bisa diadakan pertemuan-pertemuan antara orang tua para siswa dengan pihak sekolah. Dalam pertemuan ini maka akan memberikan kesempatan orang tua para siswa dan pihak sekolah untuk merancang lingkungan sekolah yang mendukung, memantau melindungi memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri. 3.      Mendekatkan diri dengan anak Dewasa ini terjadi perubahan budaya antara jaman dulu dengan jaman sekarang. Hal ini bisa dikarenakan tontonan TV yang mulai tidak mendidik, mudahnya membuka situs internet yang tidak sesuai dengan usianya. Hal ini bisa mempengaruhi cara berpikir dan bersikap anak-anak Anda. Oleh karena itu usahakan untuk selalu mendekatkan diri dengan anak Anda, sesibuk apapun sisipkan waktu Anda untuk bertanya bagaimana kabarnya hari ini, bagaimana keadaan sekolah dan Anda bisa membantunya membuat pekerjaan rumah. Hal ini akan membuatnya merasa dirinya selalu nyaman dan terlindungi karena Anda selalu berada disampingnya.   4.      Pembekalan Ilmu Bela Diri Cara yang satu ini dapat menjadi salah satu solusi agar anak tidak menjadi korban kekerasan. Ilmu bela diri akan mengajarkan disiplin dan membentuk mental juga jasmani yang kuat, bela diri dapat digunakan untuk membela diri sendiri dari ancaman-ancaman yang ada. Namun Anda harus memberikan pengarahan bahwa ilmu bela diri dipelajari bukan untuk melakukan kekerasan dan merugikan orang lain. 5.      Laporkan kepada Pihak Berwajib Apabila memang terjadi kekerasan fisik, psikis, ataupun seksual maka yang harus dilakukan adalah segera melaporkan kepada pihak berwajib. Hal ini bertujuan agar segera diambil tindakan lebih lanjut terhadap tersangka dan mengurangi angka kejahatan yang sama terjadi. Korban kekerasan harus segera mendapatkan bantuan ahli medis serta dukungan penuh dari keluarga. Kekerasan yang terjadi pada anak dapat menyebabkan perkembangan fisik dan psikis anak terguncang. Sehingga untuk Anda para orang tua harus selalu setia mendampingi dan memberikan dukungan untuk mencegah hal ini terjadi. Kepedulian dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan demi membantu anak untuk mendapatkan kehidupan yang baik di masa depan. Baca juga: Pengaruh Tindakan Kekerasan Pada Perkembangan Otak Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: washingtonpost
 02 Oct 2015    18:00 WIB
7 Tanda Anda Sedang Mengalami Kekerasan Emosional
Mengetahui apakah Anda sedang mengalami suatu kekerasan emosional sangatlah penting, terutama bila Anda adalah seorang wanita. Hal ini dapat membantu Anda mengetahui apakah hubungan Anda dan pasangan merupakan suatu hubungan yang sehat atau tidak. Selain itu, Anda pun dapat mendeteksi dan membantu teman atau anggota keluarga Anda yang sedang mengalami kekerasan emosional. Kekerasan emosional seringkali tidak disadari, karena pasangan ini biasanya tampak bahagia dari luar, namun ada masalah dari dalam. Di bawah ini terdapat beberapa tanda bahwa seseorang sedang mengalami suatu kekerasan emosional.   Merasa Tidak Berdaya Sebagian besar penyiksa membuat korbannya merasa tidak berdaya. Para penyiksa ini seringkali menipu para korbannya untuk berpikir bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun sendirian atau bahwa mereka tidak memiliki orang lain yang perduli pada mereka untuk menolong. Jika pasangan Anda membuat Anda merasa tidak berdaya, maka Anda mungkin sedang mengalami kekerasan emosional. Ingatlah bahwa orang yang mencintai Anda seharusnya mendukung Anda dan menyemangati Anda.   Takut Akan Pertengkaran Apakah pasangan Anda membuat Anda merasa takut untuk mendebatnya tentang berbagai permasalahan? Merasa takut berdebat atau bertengkar dapat merupakan tanda dari kekerasan emosional.   Merasa Tidak Berharga Penyiksa juga seringkali membuat korbannya merasa tidak berharga. Seorang penyiksa akan memberitahu korbannya bahwa tidak ada orang lain di dunia ini yang menyayangi dan mencintai mereka sepertinya. Jika seorang penyiksa telah berhasil membuat Anda merasa tidak berdaya tanpanya, maka ia telah berhasil mengendalikan Anda.    Tidak Berhubungan Lagi Dengan Teman Salah satu cara kerja seorang penyiksa adalah dengan cara memutuskan semua ikatan atau hubungan korbannya dengan teman-temannya. Jika Anda menyadari bahwa Anda telah mulai kehilangan atau jarang berhubungan dengan teman-teman Anda, maka Anda mungkin telah mengalami kekerasan emosional.  Ia mungkin akan memberitahu Anda bahwa teman Anda adalah pengganggu yang berusaha untuk merusak hubungan Anda dengannya. Ia bahkan mungkin akan membuat Anda merasa bersalah saat Anda berpergian dengan teman-teman Anda.   Kata-kata Kasar Salah satu tanda pasti Anda sedang mengalami kekerasan emosional adalah kekerasan verbal. Seorang penyiksa mungkin akan menggunakan kata-kata kasar untuk menyakiti perasaan Anda dan mencaci maki Anda. Penyiksa jenis ini sebenarnya memiliki rasa percaya diri yang sangat rendah sehingga ia pun mencoba membuat orang lain merasa lebih buruk sehingga ia dapat merasa lebih baik.    Bertanya Apakah Diri Anda Sudah Gila Jika Anda telah mulai bertanya-tanya apakah Anda telah menjadi gila, maka hal ini merupakan pertanda tidak baik. Jika Anda telah mulai meragukan kewarasan Anda dalam suatu hubungan, maka ini merupakan pertanda untuk Anda agar segera melarikan diri. Orang yang sungguh-sungguh mencintai Anda seharusnya tidak membuat Anda merasa bahwa Anda gila.   Isolasi Menjauhkan Anda dari teman-teman Anda hanyalah langkah pertama dalam mengisolasi diri Anda. Penyiksa emosional akan terus mengisolasi korbannya dengan cara tidak memperbolehkan mereka untuk menggunakan telepon genggam, komputer, melarang korbannya untuk bekerja atau pergi ke sekolah, dan bahkan tidak membiarkan korbannya menggunakan angkutan umum. Jika pasangan Anda merupakan satu-satunya penghubung Anda dengan dunia luar, maka Anda mungkin telah mengalami kekerasan emosional yang sangat parah dalam hubungan Anda. Tanda-tanda diatas merupakan tanda seseorang mengalami kekerasan emosional. Apabila keadaan ini adalah keadaan yang Anda alami segera Anda meminta bantuan dan dukungan dari orang terdekat untuk membantu Anda mengatasi masalah ini.  Baca juga:  Tips Mencegah Terjadinya Kekerasan Dalam Suatu Hubungan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk