Your browser does not support JavaScript!
 07 May 2021    12:00 WIB
Hindari Pelaku KDRT
Kasus KDRT atau (kekerasan dalam rumah tangga) sudah sering kali terjadi, kasus kekerasan bisa terjadi kepada pasangan, anggota keluarga bahkan anak. Korban KDRT biasanya adalah wanita dan anak, biasanya pelaku KDRT digunakan sesorang untuk mengontrol atau mengancam pasangannya. Akibat KDRT kondisi fisik dan psikologis seseorang bisa terganggu. Kasus KDRT tidak bisa di anggap masalah sepele. Jadi bagaimana kita mengetahui bahwa seseorang merupakan pelaku KDRT atau bukan? Simak ciri-ciri dibawah ini! Sering berbuat kasar Seorang pelaku KDRT akan selalu menggunakan emosi dan kekerasan fisik untuk mengontrol, contohnya ketika sedang marah bersikap kasar. Bahkan sampai berkata kasar kepada keluarganya seperti ‘bodoh’.   Selalu menyalahkan orang lain Pelaku KDRT akan selalu mencari pembenaran untuk menyengkal perbuatan kekerasan yang sudah mereka lakukan. Jika seseorang sudah melakukan ini, bukan merupakan tanda cinta, tetapi sudah memandang rendah seorang perempuan, dan menjadikan perempuan sebuah objek yang harus dikuasai.   Tidak menyesal Pelaku KDRT tidak akan merasa menyesal setelah menyakiti seseorang, dia akan menyalahkan orang lain atas tindakan kasar yang diperbuat dia.   Mengaku kehilangan kontrol Setelah melakukan kekerasan pelaku akan mengaku bahwa sedang kehilangan control saat marah kepada anggota keluarganya, tetapi anehnya seorang pelaku bisa mengontrol emosinya kepada orang lain. Seorang pelaku KDRT tidak akan melakukan kekerasan ketika sedang bersama teman-temannya atau teman kantornya.   Mudah curiga Seorang pelaku KDRT akan sangat mudah curiga kepada orang lain, biasanya mereka selalu berpikiran buruk kepada pasangan, dan selalu menyalahkan pasangannya, terutama kepada perilaku pasangannya.   Banyak mengekang dan menuntut Jika seorang pasanganbanyak mengekang atau selalu mengawasi pergerakan kamu, dia akan melakukan segala cara agar pasangannya bisa tetap taat dan menuruti  semua keinginannya dia merupakan pelaku KDRT, pelaku KDRT akan menikmati kekuasaan yang dia miliki kepada seseorang.   Baca Juga: Waspadai Kekerasan Dalam Rumah Tangga  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 03 Mar 2021    12:00 WIB
10 Tanda Adanya Kekerasan Dalam Hubungan Anda dan Pasangan
Perilaku kekerasan di antara remaja, baik laki-laki maupun perempuan telah meningkat sekarang ini. Beberapa remaja laki-laki memiliki pengertian yang salah mengenai apa itu kekerasan di dalam suatu hubungan.Kekerasan dalam suatu hubungan tidaklah selalu berarti kekerasan fisik seperti memukul atau menampar. Banyak hal lainnya yang sebenarnya termasuk dalam tindakan kekerasan.Baik remaja laki-laki maupun perempuan dapat menjadi korban maupun pelaku tindakan kekerasan ini. Apa Itu Kekerasan Dalam Suatu Hubungan?Kekerasan dalam suatu hubungan tidak selalu berupa kekerasan fisik, terutama pada remaja. Beberapa hal yang termasuk dalam tindakan kekerasan adalah:    •    Kekerasan emosional, di mana anda atau pasangan anda melakukan sesuatu yang bertujuan untuk menyakiti perasaan pasangan anda    •    Kekerasan verbal adalah saat pasangan anda membentak atau mengancam aau menghina anda    •    Mengontrol pasangan anda, misalnya menelepon pasangan anda berulang kali untuk menanyakan di mana ia berada, mengatur dengan siapa pasangan anda boleh berteman, membaca sms atau memeriksan telepon genggam pasangan anda tanpa ijin    •    Memaksa seseorang atau pasangan anda untuk berhubungan seksual di luar kemauannyaPara remaja mungkin melakukan berbagai tindakan kekerasan karena berbagai alasan. Beberapa remaja tumbuh dalam lingkungan dan budaya yang beranggapan bahwa pria harus kuat, yang seringkali disalahartikan oleh banyak laki-laki dan membuat mereka berpikir bahwa mereka harus mengendalikan segala sesuatu dan bersikap agresif bila diperlukan.Rasa cemburu seringkali menjadi awal dimulainya tindakan kekerasan, terutama kekerasan fisik.
 14 Dec 2020    16:00 WIB
Kita Butuh Konsensual
HI! sering kali gue ngebahas tentang konsen, konsensual, konsensus. Tapi, apa sih sebenarnya konsensual itu? Well, kali ini kita akan ngebedah apa itu yang namanya konsensual! Konsensual berasal dari kata konsen (consent) yang berarti persetujuan. Konsensual adalah suatu kegiatan yang menyangkut persetujuan semua pihak yang terlibat. Terlebih dalam suatu hubungan pacaran, fwb, dan pasutri, konsensual adalah hal yang sangat penting. Namun, seringkali dilupakan. Ya! konsensual itu penting dalam hubungan. Tidak hanya hubungan badan aja, hubungan emosional juga butuh yang namanya konsensual. Bayangin! Kalau kamu dideketin sama orang yang kamu gak suka apakah kamu akan memberi persetujuan saat dia minta kamu buat jadi pacarnya? pasti ga kan? Tapi, ketika kamu menerima dia dengan terpaksa tanpa adanya persetujuan dari dalam dirimu sendiri, kamu pasti ga nyaman kan? Nah. Rasa ga nyaman itu hadir karena hubungan yang kalian jalanin tidak konsensual atau simplenya hubungannya tuh gak mau sama mau. That’s why konsensual itu penting banget dalam menjalanin hubungan asmara. Terlebih lagi saat berhubungan badan. Konsensual merupakan syarat penting yang harus dipenuhi dalam relasi yang sehat. Hal ini dipahami sebagai persetujuan orang-orang yang terlibat di dalam aktivitas seksual tersebut tanpa adanya paksaan sama sekali. Dengan adanya konsensual, semua pihak yang terlibat dapat mencapai kenyamanan dan keamanan. Konsensual sendiri punya 4 tipe, apa aja itu: Implied consent, Expressed consent, Informed consent, and Unanimous consent Implied consent, sebuah jenis persetujuan yang tidak diberikan secara tegas oleh seseorang, tetapi diberikan secara implisit oleh tindakan seseorang dalam situasi atau kondisi tertentu. Seperti, saat memulai aktivitas seksual kamu diam aja dan menikmati aktivitas itu itukan secara gak langsung kamu sudah memberikan persetujuan secara implisit kepada pasangan kamu untuk tetap dilanjutin kan? Expressed consent, sebuah jenis persetujuan yang dinyatakan secara jelas. Persetujuan ini dapat diberikan melalui ucapan lisan, tertulis, atau bentuk nonverbal lainnya seperti anggukan. Contoh expressed consent ini ada di film fifty shades of grey saat Anna disuruh tanda tangan surat persetujuan yang diberikan sama Mr. Grey. Hal ini bertujuan sebagai bukti dan dapat diperdebatkan apabila suatu pihak menyangkal bahwa persetujuan itu telah diberikan. Informed consent, sebuah jenis persetujuan yang diberikan ketika seseorang telah memberikan penjelasan dan pemahaman tentang fakta, implikasi, dan konsekuensi dari suatu tindakan yang akan terjadi di masa depan. Contohnya, dalam berhubungan sex dengan seseorang yang mengidap std. Informed consent diberikan sebagai persetujuan bahwa setiap orang yang terlibat dalam aktivitas seksual mengetahui status positif apa pun (untuk infeksi dan/atau penyakit menular seksual) yang mungkin mereka paparkan. Unanimous consent, sebuah jenis persetujuan yang diambil dari suara terbanyak. Misalnya, saat kamu pengen ngejalanin hubungan fwb sama seseorang pasti membuat do’s and dont’s kan. Nah, dengan adanya unanimous consent ini kalian berdua bisa tau apa aja yang boleh dan gak boleh dilakukan dengan membuat kesepakatan antara kamu dan dia. So, menurut kalian seberapa penting consent dalam hubungan kalian? let me know -SISIL-
 02 Nov 2020    19:00 WIB
7 Tanda Anda Sedang Mengalami Kekerasan Emosional
Mengetahui apakah Anda sedang mengalami suatu kekerasan emosional sangatlah penting, terutama bila Anda adalah seorang wanita. Hal ini dapat membantu Anda mengetahui apakah hubungan Anda dan pasangan merupakan suatu hubungan yang sehat atau tidak. Selain itu, Anda pun dapat mendeteksi dan membantu teman atau anggota keluarga Anda yang sedang mengalami kekerasan emosional. Kekerasan emosional seringkali tidak disadari, karena pasangan ini biasanya tampak bahagia dari luar, namun ada masalah dari dalam. Di bawah ini terdapat beberapa tanda bahwa seseorang sedang mengalami suatu kekerasan emosional. Merasa Tidak Berdaya Sebagian besar penyiksa membuat korbannya merasa tidak berdaya. Para penyiksa ini seringkali menipu para korbannya untuk berpikir bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun sendirian atau bahwa mereka tidak memiliki orang lain yang perduli pada mereka untuk menolong. Jika pasangan Anda membuat Anda merasa tidak berdaya, maka Anda mungkin sedang mengalami kekerasan emosional. Ingatlah bahwa orang yang mencintai Anda seharusnya mendukung Anda dan menyemangati Anda. Takut Akan Pertengkaran Apakah pasangan Anda membuat Anda merasa takut untuk mendebatnya tentang berbagai permasalahan? Merasa takut berdebat atau bertengkar dapat merupakan tanda dari kekerasan emosional. Merasa Tidak Berharga Penyiksa juga seringkali membuat korbannya merasa tidak berharga. Seorang penyiksa akan memberitahu korbannya bahwa tidak ada orang lain di dunia ini yang menyayangi dan mencintai mereka sepertinya. Jika seorang penyiksa telah berhasil membuat Anda merasa tidak berdaya tanpanya, maka ia telah berhasil mengendalikan Anda. Tidak Berhubungan Lagi Dengan Teman Salah satu cara kerja seorang penyiksa adalah dengan cara memutuskan semua ikatan atau hubungan korbannya dengan teman-temannya. Jika Anda menyadari bahwa Anda telah mulai kehilangan atau jarang berhubungan dengan teman-teman Anda, maka Anda mungkin telah mengalami kekerasan emosional.  Ia mungkin akan memberitahu Anda bahwa teman Anda adalah pengganggu yang berusaha untuk merusak hubungan Anda dengannya. Ia bahkan mungkin akan membuat Anda merasa bersalah saat Anda berpergian dengan teman-teman Anda. Kata-kata Kasar Salah satu tanda pasti Anda sedang mengalami kekerasan emosional adalah kekerasan verbal. Seorang penyiksa mungkin akan menggunakan kata-kata kasar untuk menyakiti perasaan Anda dan mencaci maki Anda. Penyiksa jenis ini sebenarnya memiliki rasa percaya diri yang sangat rendah sehingga ia pun mencoba membuat orang lain merasa lebih buruk sehingga ia dapat merasa lebih baik. Bertanya Apakah Diri Anda Sudah Gila Jika Anda telah mulai bertanya-tanya apakah Anda telah menjadi gila, maka hal ini merupakan pertanda tidak baik. Jika Anda telah mulai meragukan kewarasan Anda dalam suatu hubungan, maka ini merupakan pertanda untuk Anda agar segera melarikan diri. Orang yang sungguh-sungguh mencintai Anda seharusnya tidak membuat Anda merasa bahwa Anda gila. Isolasi Menjauhkan Anda dari teman-teman Anda hanyalah langkah pertama dalam mengisolasi diri Anda. Penyiksa emosional akan terus mengisolasi korbannya dengan cara tidak memperbolehkan mereka untuk menggunakan telepon genggam, komputer, melarang korbannya untuk bekerja atau pergi ke sekolah, dan bahkan tidak membiarkan korbannya menggunakan angkutan umum. Jika pasangan Anda merupakan satu-satunya penghubung Anda dengan dunia luar, maka Anda mungkin telah mengalami kekerasan emosional yang sangat parah dalam hubungan Anda. Tanda-tanda diatas merupakan tanda seseorang mengalami kekerasan emosional. Apabila keadaan ini adalah keadaan yang Anda alami segera Anda meminta bantuan dan dukungan dari orang terdekat untuk membantu Anda mengatasi masalah ini.   Sumber: allwomenstalk