Your browser does not support JavaScript!
 22 Aug 2017    12:00 WIB
Epilepsi dan Penanganan Kejang
Apa yang Harus Anda Lakukan Bila Anda Menderita Epilepsi ?• Beritahu kepada keluarga, teman kerja, atau tetangga anda bahwa anda menderita epilepsi, sehingga mereka dapat mengetahui apa yang harus dilakukan bila anda mengalami kejang• Hindari tempat-tempat dengan banyak benda berbahaya, terutama bila anda bekerja di pabrik• Tetap aktif. Anda tetap dapat berolahraga, tetapi jangan berolahraga sendirian. • Jangan mengganti atau mengubah dosis obat anti kejang sebelum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Jenis obat anti kejang yang digunakan tergantung pada jenis epilepsi yang diderita, sedangkan dosis obatnya tergantung pada usia, berat badan, jenis kelamin, dan berbagai hal lainnya• Perhatikanlah efek samping obat dan interaksi antar obat yang mungkin terjadi. Bila anda mengkonsumsi obat anti kejang dan ingin mengkonsumsi obat lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda• Hindari alkohol. Alkohol dapat menurunkan efektivitas obat anti kejang dan dapat menurunkan ambang batas kejang, sehingga kejang lebih mudah terjadi Apa yang Harus Anda Lakukan Pada Orang Dewasa yang Mengalami Serangan Kejang ?• Longgarkan baju di bagian leher. Lepaskan kancing atau dasi• Jangan mencoba untuk menahan atau memegang orang tersebut. Hal ini justru dapat menyebabkan cedera• Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut orang tersebut. Hal ini juga dapat menyebabkan cedera• Berikan ruang yang cukup bagi penderita kejang. Mintalah kepada orang di sekelilingnya untuk menjauh dan memberikan ruang bagi penderita• Jauhkan benda-benda yang berbahaya dari penderita, seperti kaca, perabotan, atau benda tajam lainnya• Miringkan tubuh penderita setelah kejang berhenti untuk mencegah terjadinya aspirasi (masuknya benda asing ke paru-paru) muntahan dan menjaga saluran pernapasan tetap terbuka• Jangan tinggalkan penderita sendirian setelah kejang karena penderita biasanya merasa bingung dan disorientasi setelah kejang• Hubungi petugas kesehatan bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau kejang berulang dalam waktu singkat atau bila penderita tidak sadar setelah kejang atau bila penderita mempunyai penyakit lainnya, seperti penyakit jantung atau diabetes Apa yang Harus Anda Lakukan Bila Anak Anda Mengalami Serangan Kejang ?Tergantung pada jenis kejang yang terjadi, terdapat beberapa penanganan yang berbeda. Kejang Tonik Klonik/Grand Mal Seizure (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Jauhkan anak dari benda-benda berbahaya (benda tajam, panas, dan keras)• Letakkan benda lunak atau bantal di bawah leher anak anda• Miringkan tubuh anak anda ke satu sisi untuk menjaga saluran pernapasannya tetap terbuka• Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita• Jangan memberikan minum atau obat apapun ke dalam mulut penderita saat atau sesaat setelah kejang berhenti• Jangan mencoba untuk memegangi lidah anak• Jangan mencoba menghentikan kejang atau memegangi tubuh anak anda saat kejang• Temani dan tenangkan anak anda saat kejang berhenti• Hubungi dokter segera bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anak mengalami kejang untuk pertama kali, kejang terjadi lebih dari satu kali, bila anak anda terluka atau bila anak anda tetap tidak sadar setelah kejang berhenti Kejang Absence/Petit Mal Seizure (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Awasi anak anda saat serangan terjadi• Catatlah seberapa sering anak mengalami serangan• Tenangkan dan temani anak anda bila ia merasa takut atau bingung setelah kejang berhenti Kejang Parsial (Tanpa Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Awasi anak anda saat serangan terjadi• Tenangkan dan temani anak anda bila ia merasa takut atau bingung setelah kejang berhenti• Bila terjadi kejang menyeluruh, lakukanlah penanganan seperti penanganan kejang tonik klonik Kejang Parsial (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Temani anak anda selama serangan terjadi• Beritahu anak dan orang di sekitar tentang apa yang terjadi• Bila anak sedang beraktivitas atau berjalan, ajak anak pindah ke tempat yang aman Kejang Mioklonik (Dengan Penurunan Kesadaran Saat Kejang)• Temani anak anda selama serangan terjadi• Beritahu anak dan orang di sekitar tentang apa yang terjadi• Bila anak sedang beraktivitas atau berjalan, ajak anak pindah ke tempat yang aman• Bila kejang baru pertama kali terjadi, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya Renjatan Mioklonik (Tanpa Penurunan Kesadaran)• Perhatikan apa anak terjatuh atau tidak• Tenangkan dan temani anak anda• Bila kejang baru pertama kali terjadi, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya Atonik• Tenangkan anak anda dan perhatikan apakah terjadi cedera• Segera lakukan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya
 17 Aug 2017    12:00 WIB
Berbagai Jenis Kejang Epilepsi
Berdasarkan aktivitas di dalam otak, kejang pada epilepsi dibagi menjadi 2 yaitu menyeluruh (generalized) dan sebagian (parsial). Kejang Menyeluruh (Generalized)Kejang menyeluruh terjadi akibat adanya impuls listrik pada seluruh bagian otak. 1. Kejang Tonik Klonik/Grand MalPada kejang jenis ini, biasanya terjadi penurunan kesadaran dan pasien pingsan. Penurunan kesadaran kemudian diikuti oleh kekakuan seluruh tubuh (tonik) selama 30-60 detik, yang kemudiaan dilanjutkan dengan hentakan atau kejang di seluruh tubuh (klonik) selama 30-60 detik, pasien kemudian tertidur. Pada kejang tonik klonik dapat terjadi berbagai cedera seperti lidah yang tergigit dan mengompol juga sering terjadi.2. Kejang AbsenceKejang jenis ini menyebabkan penurunan kesadaran dalam waktu singkat (hanya beberapa detik) yang kadang disertai atau tanpa gejala. Penderita yang kebanyakan adalah anak-anak biasanya tiba-tiba berhenti berbicara atau berhenti mengerjakan sesuatu dan tampak seperti melamun selama beberapa detik sebelum kemudian melanjutkan kembali aktivitasnya. Penderita biasanya tidak menyadari apa yang terjadi dan hanya merasa waktu cepat sekali berlalu.3. Kejang MioklonikMerupakan kejang yang bersifat sporadik pada kedua bagian tubuh (anggota gerak). Penderita biasanya merasakan adanya suatu gelombang listrik singkat atau bila berat penderita dapat menjatuhkan benda apapun yang sedang dipegang atau malah melemparnya.4. Kejang KlonikAdalah sentakan berulang dan teratur pada kedua bagian tubuh pada saat yang bersamaan.5. Kejang TonikTerjadi kekakuan pada otot di seluruh tubuh.6. AtonikHilangnya tonus otot menyeluruh secara tiba-tiba, khususnya pada tangan dan kaki, yang membuat penderita terjatuh. Kejang Sebagian (Parsial)Kejang sebagian atau parsial terbagi menjadi kejang simpleks, kompleks, dan kejang fokal yang kemudian berkembang menjadi kejang menyeluruh. Pada kejang simpleks, penderita tidak mengalami penurunan kesadaran, sedangkan pada kejang kompleks, penderita mengalami penurunan kesadaran. 1. Kejang SimpleksBerdasarkan gejala yang terjadi, kejang simpleks terbagi menjadi 4, yaitu:• Motorik. Pada kejang simpleks motorik terjadi kekakuan dan gerakan menyentak• Sensorik. Pada kejang simpleks sensorik terjadi suatu sensasi abnormal yang dapat mengenai kelima indra (penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan, dan peraba). Sensasi abnormal ini seringkali disebut dengan aura• Otonom. Kejang simpleks otonom mengenai sistem saraf otonom yang mengatur berbagai fungsi organ seperti jantung, lambung, usus, sistem saluran kemih. Oleh karena itu, gejala yang biasa dialami penderita adalah rasa berdebar-debar, rasa tidak enak pada perut, diare, gangguan kontrol berkemih. Rasa tidak nyaman atau adanya sensasi aneh pada perut sering dialami oleh penderita epilepsi lobus temporal• Psikologis. Kejang simpleks psikologis biasanya berhubungan dengan ingatan (perasaan de javu), emosi (takut atau senang), atau fenomena psikologis lainnya2. Kejang KompleksPada kejang jenis ini, pasien mengalami penurunan kesadaran. Penderita dapat melakukan gerakan berulang yang tidak bertujuan, seperti bibir mencucu, mengunyah, merasa gelisah, dan tidak bisa diam (berjalan bolak-balik).3. Kejang yang BerevolusiMerupakan kejang yang pada awalnya merupakan kejang sebagian, tetapi kemudian berubah menjadi kejang menyeluruh jenis tonik klonik.Sebagian besar penderita epilepsi dengan kejang parsial dapat diobati dengan obat-obatan atau tindakan pembedahan.     Sumber: webmd
 16 Sep 2014    16:00 WIB
Tindakan Pertama Saat Anak Keracunan
Waspadai terjadinya keracunan pada anak kecil. Salah satu penyebab keracunan adalah karena kebiasaan anak yang sering memasukkan sesuatu ke dalam mulut. Berikut adalah penjelasan mengenai gejala dan apa yang harus Anda ketahui saat anak Anda keracunan. Berikut adalah gejala keracunan yang harus Anda waspadai: • Kesulitan bernapas • Nyeri tenggorokan yang parah • Luka bakar pada bibir atau mulut • Kejang • Tidak sadar • Kantuk yang ekstrim Apabila Anda melihat kejadian diatas maka sebaiknya yang harus Anda lakukan sebagai tindakan pertama: • Tanyakan kepada anak, atau minta dia untuk menunjuk apa yang telah dimakan atau diminum • Apabila ada botol atau wadah yang berlabel disekitar anak, segera baca labelnya dan ikuti cara penangangan pertama kejadian keracunan • Bawa botol yang Anda temukan di sekitar anak, kemungkinan anak Anda keracunan bahan tersebut • Bebaskan jalan nafas. Longgarkan pakaian lalu bersihkan lubang hidung dan rongga mulut dari berbagai kotoran atau sisa bahan racun dengan kain bersih • Jangan mencoba untuk membuat anak Anda muntah. Apabila anak Anda Jika anak Anda telah menelan zat asam yang kuat, seperti pembersih toilet, atau basa kuat, seperti pembersih oven. Apabila anak Anda muntah, hal ini bisa melukai tenggorokan dan mulutnya. • Hubungi pusat penanganan racun segera. Sentra Informasi Keracunan (SIKer) Nasional. No telp: 500533 • Apabila keadaan anak Anda tidak membaik, maka sebaiknya Anda segera membawa kerumah sakit terdekat Sumber: babycenter
 30 Jul 2014    13:00 WIB
Apa itu Epilepsi ?
Epilepsi adalah suatu keadaan di mana terdapat badai impuls listrik sporadik yang menyebabkan terjadinya kejang. Impuls listrik menyebabkan terjadinya berbagai jenis kejang, mulai dari melamun sampai kejang tonik klonik. Terdapat berbagai jenis epilepsi, dan tiap jenisnya mempunyai penyebab, gejala, dan pengobatan yang berbeda-beda. Epilepsi idiopatik merupakan jenis epilepsi yang tidak diketahui penyebabnya. Epilepsi kriptogenik merupakan jenis epilepsi yang disebabkan oleh sesuatu hal, namun hal ini belum diketahui secara pasti. Epilepsi simptomatik merupakan jenis epilepsi yang penyebabnya telah diketahui. Berdasarkan bagian otak yang terkena, kejang pada epilepsi dapat dibagi menjadi menyeluruh (generalized) dan sebagian (parsial). Kejang menyeluruh berarti bahwa seluruh bagian otak ikut terkena, sedangkan kejang sebagian hanya mengenai bagian otak tertentu.   Klasifikasi Epilepsi Secara garis besar, epilepsi terbagi menjadi dua, yaitu epilepsi idiopatik dan epilepsi simptomatik atau kriptogenik. Berdasarkan bagian otak yang terkena, kejang epilepsi dibagi lagi menjadi menyeluruh dan sebagian. Yang termasuk epilepsi idiopatik menyeluruh adalah: Epilepsi absence pada anak Epilepsi mioklonik juvenil Grand mal epilepsi Yang termasuk epilepsi idiopatik sebagian adalah epilepsi fokal benigna pada anak. Yang termasuk epilepsi simptomatik atau kriptogenik menyeluruh adalah: Sindrom West Sindrom Lennox-Gaustaut Yang termasuk epilepsi simptomatik atau kriptogenik sebagian adalah: Epilepsi lobus temporal Epilepsi lobus frontal   Epilepsi Idiopatik Menyeluruh Epilepsi idiopatik biasanya diturunkan dalam keluarga. Penyebabnya diduga berhubungan dengan faktor genetik. Epilepsi idiopatik biasanya mulai terjadi pada masa anak-anak atau remaja, tetapi seringkali baru terdiagnosa saat anak memasuki usia dewasa. Pada epilepsi jenis ini, tidak ditemukan adanya kelainan pada sistem saraf, baik pada otak maupun serabut saraf lainnya pada pemeriksaan saraf maupun MRI. Penderita epilepsi jenis ini mempunyai tingkat kecerdasan yang normal. Pada pemeriksaan EEG dapat ditemukan gelombang epilepsi pada seluruh bagian otak. Kejang yang dapat terjadi pada penderita epilepsi idiopatik menyeluruh adalah: Kejang mioklonik (suatu gerakan menyentak yang terjadi tiba-tiba dan sangat singkat pada anggota gerak) Kejang absence (tampak seperti melamun atau berhenti bicara tiba-tiba selama beberapa detik) Kejang tonik klonik menyeluruh (epilepsi grand mal) Epilepsi jenis ini memerlukan pengobatan dengan pemberian obat-obatan anti kejang untuk mencegah terjadinya kejang.   Epilepsi Idiopatik Parsial Epilepsi jenis ini biasanya dimulai pada masa anak-anak (usia 5-8 tahun) dan biasanya juga terdapat keluarga yang menderita epilepsi. Sering disebut juga sebagai epilepsi fokal benigna pada anak. Merupakan jenis epilepsi yang paling ringan dan biasanya menghilang saat remaja dan tidak lagi ditemukan saat dewasa. Kejang biasanya terjadi saat tidur dan seringkali hanya mengenai otot-otot wajah, kadang dapat berupa kejang menyeluruh (grand mal). Epilepsi jenis ini biasanya terdiagnosa melalui pemeriksaan EEG.   Epilepsi Simptomatik Menyeluruh Epilepsi simptomatik menyeluruh disebabkan oleh kerusakan menyeluruh jaringan otak. Penyebab tersering adalah cedera otak pada saat lahir. Selain kejang, penderita biasanya juga mengalami gangguan neurologis lainnya seperti retardasi mental atau cerebral palsy. Penyebab lainnya adalah adanya suatu penyakit otak bawaan seperti adrenoleukodistrofi (ADL) atau infeksi otak (meningitis atau ensefalitis). Bila penyebab epilepsi simptomatik tidak dapat diketahui, maka disebut epilepsi kriptogenik. Berbagai jenis kejang, mulai dari tonik klonik, atonik, tonik, absence, dan mioklonik dapat terjadi pada penderita epilepsi jenis ini. Kejang biasanya sulit dikontrol.   Epilepsi Simptomatik Parsial Epilepsi simptomatik parsial atau fokal merupakan jenis epilepsi yang sering terjadi pada orang dewasa, dan juga pada anak-anak. Epilepsi jenis ini terjadi akibat adanya kerusakan pada suatu bagian otak tertentu akibat stroke, trauma, tumor, kelainan otak kongenital, terbentuknya jaringan parut pada otak, sklerosis otak, kista, maupun infeksi. Beberapa kelainan ini dapat terlihat pada pemeriksaan MRI, tetapi banyak juga yang tidak karena ukurannya yang sangat kecil. Sebagian besar epilepsi jenis ini dapat disembuhkan dengan tindakan pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat bagian otak yang mengalami kelainan tanpa mengganggu bagian otak lainnya. Penderita epilepsi yang akan melalui prosedur pembedahan diharuskan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum pembedahan.   Sumber: webmd