Your browser does not support JavaScript!
 05 Nov 2018    20:00 WIB
Seberapa Sering Seseorang Harus Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil?
Banyak orang yang sedang berusaha untuk memiliki momongan tentunya bertanya-tanya seberapa sering sebenarnya mereka harus berhubungan intim dengan pasangannya agar cepat hamil. Apakah berhubungan seks beberapa kali sehari benar-benar dapat meningkatkan kesempatan seseorang untuk hamil?   Baca juga: Tips Cepat Memiliki Momongan!   Jawabannya adalah tidak harus demikian. Ketentuan umum bagi pasangan yang telah diketahui tidak memiliki masalah kesuburan apapun untuk memiliki anak adalah dengan melakukan hubungan seks lebih sering, yang berarti mereka harus berhubungan seks setiap hari atau setiap 2 hari sekali. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan dengan melakukan hubungan seks hampir setiap hari, maka sperma si pria masih segar dan sehat, yang sangat ideal untuk proses pembuahan. Akan tetapi, ketentuan ini akan berubah bila sang suami memiliki gangguan kesuburan. Jika dokter menemukan adanya gangguan pada jumlah sperma atau ejakulasi sang suami, maka pasangan tersebut dianjurkan untuk hanya berhubungan seks 2-3 hari sekali, sehingga sang suami pun berkesempatan untuk membentuk sperma dengan kualitas yang baik dan jumlah yang cukup. Sementara itu, tidak berhubungan seks selama lebih dari 8 hari dapat berdampak buruk pada usaha Anda dan pasangan untuk segera memiliki momongan. Hal ini dikarenakan cairan mani sang pria akan mengandung lebih banyak sperma tua atau bahkan sperma yang telah mati, yang tentu saja tidak akan dapat melakukan pembuahan walaupun telah bertemu dengan sel telur.   Sumber: womenshealthmag
 29 Oct 2018    11:00 WIB
Berbagai Kelainan Kulit Saat Kehamilan
Gangguan keseimbangan hormonal selama kehamilan juga mempengaruhi keadaan kulit anda. Berbagai kelainan kulit ini biasanya akan menghilang setelah persalinan.   Hiperpigmentasi Hiperpigmentasi merupakan suatu keadaan di mana kulit menggelap yang disebabkan oleh peningkatan jumlah melanin, suatu zat di dalam tubuh yang berfungsi sebagai zat pemberi warna (pigmen) pada kulit. Kehamilan menyebabkan peningkatan produksi melanin.   Melasma atau Chloasma Melasma merupakan salah satu jenis hiperpigmentasi, di mana timbul suatu bercak gelap atau kecoklatan yang biasanya terjadi pada wajah. Kondisi ini sering terjadi pada wanita hamil. Walaupun hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah persalinan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat hilangnya kelainan ini. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat-obatan apapun selama kehamilan. Melasma dapat diatasi dengan pemberian krim seperti hidrokuinon. Bila anda mengalami melasma, hindarilah paparan sinar matahari, terutama pada pukul 10.00-14.00 dan gunakanlah selalu tabir surya dengan SPF 30 setiap kali anda beraktivitas di luar ruangan.   Plak dan Papul Urtikaria Pruritis Merupakan suatu keadaan di mana terdapat suatu benjolan berwarna merah pucat pada kulit. Bercak ini dapat menyebabkan rasa gatal atau terbakar atau tersengat dan berukuran mulai dari seperti penghapus pensil atau sebesar piring makan. Jika bercak ini berkumpul dan menjadi satu pada suatu area tubuh yang luas, maka disebut dengan plak. Selama kehamilan, bercak ini biasanya muncul pada perut, kaki, tangan, dan bokong. Untuk mengurangi rasa gatal, dokter biasanya akan memberikan obat antihistamin atau kortikosteroid topikal. Selain itu, mandi dengan air hangat, kompres dingin, dan menggunakan baju yang longgar juga dapat membantu mengurangi gejala. Jangan menggunakan sabun pada daerah kulit yang terkena karena akan membuat kulit kering dan menimbulkan rasa gatal.   Stretch Mark Elastisitas kulit tidak dapat mengikuti peregangan kulit bila kulit meregang terlalu cepat, seperti saat kehamilan, peningkatan berat badan, atau penurunan berat badan yang ekstrim dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang disebut dengan stretch mark. Stretch mark biasanya muncul sebagai garis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi keperakan atau putih. Tunggulan hingga persalinan sebelum memperoleh pengobatan apapun untuk stretch mark anda. Tidak ada pengobatan yang cukup efektif untuk menghilangkan stretch mark secara menyeluruh, tetapi laser atau krim tertentu mungkin dapat membantu memudarkannya.   Tonjolan Kulit Tonjolan kulit yang timbul biasanya berupa tonjolan kulit kecil yang bertangkai. Tonjolan ini bukan keganasan dan biasanya ditemukan pada leher, dada, punggung, di bagian bawah payudara, dan di kemaluan. Tonjolan ini biasa ditemukan pada wanita hamil dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri kecuali bila digaruk. Untuk mengangkat tonjolan ini dokter dapat melakukannya dengan menggunakan tindakan pembedahan kecil.   Kelainan Kulit Lainnya Jerawat, psoriasis, dermatitis atopik (eksim) merupakan berbagai kelainan kulit lainnya yang biasanya timbul atau memburuk selama kehamilan dan membaik setelah persalinan.  Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 21 Oct 2018    16:00 WIB
Mens Tidak Kunjung Datang, Hamil Enggak Ya ?
Sedang bertanya-tanya apakah Anda hamil atau tidak? Selain mual, sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang dapat menjadi indikator kehamilan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang juga merupakan tanda-tanda kehamilan selain morning sickness.  1.      Sensitivitas MeningkatSemua orang pasti memiliki semacam sensitivitas terhadap makanan dan bau tertentu. Akan tetapi, bila Anda tampaknya tidak dapat mencium bau makanan kesukaan Anda dan tiba-tiba mulai tidak menyukai bau parfum teman kantor Anda yang sebelumnya sangat Anda sukai, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa Anda sedang hamil. Jika peningkatan sensitivitas ini tidak juga menghilang dalam waktu beberapa hari, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan. 2.      Terlambat atau Mendapat HaidAmenorea merupakan gangguan yang sering terjadi pada wanita dan hal ini bukanlah gejala kehamilan. Jika Anda tidak pernah berhubungan intim sebelumnya dan menstruasi Anda tidak juga datang, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter.Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa spotting dapat merupakan salah satu tanda kehamilan. Spotting terjadi saat janin menempelkan dirinya pada dinding rahim. Spotting ini biasanya terjadi seminggu sebelum jadwal menstruasi Anda dan dapat membuat Anda mengira bahwa Anda sedang mens dan tidak hamil. Darah yang keluar biasanya berwarna kecoklatan atau merah muda dan biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari, tetapi tidak lebih dari 3 hari. 3.      Perut KembungPerut kembung memang bukan merupakan gejala pasti dari kehamilan, akan tetapi bila perut kembung yang Anda rasakan juga disertai dengan gejala kehamilan lainnya, segera periksakan diri Anda.Pada awal masa kehamilan, tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan, termasuk pergerakan usus Anda. Oleh karena itu, Anda mungkin akan mengalami perut kembung, sembelit, dan diare walaupun jarang. 4.      Payudara MembengkakAlasan mengapa sebagian besar wanita melewatkan tanda kehamilan yang satu ini karena payudara yang terasa nyeri dan lebih kencang juga sering ditemui beberapa hari sebelum menstruasi.Walaupun memang agak sulit membedakan pembesaran payudara yang disebabkan oleh kehamilan dengan yang disebabkan oleh menstruasi, akan tetapi pada kehamilan puting susu dan daerah di sekitarnya akan menjadi lebih gelap. 5.      Mood Berubah-UbahSelain saat hamil, seorang wanita biasanya juga memiliki mood yang berubah-ubah saat menstruasi. Perbedaannya adalah perubahan mood yang terjadi karena kehamilan biasanya lebih sering dan lebih intens. Seorang wanita yang sedang hamil dapat menjadi sangat mudah marah, cemas, panik, depresi, dan memiliki mood yang buruk. Baca juga: Tips Tetap Sehat Bagi Ibu Hamil yang Juga Menderita  Diabetes 6.      Kepala Terasa Ringan dan PingsanJika Anda merasa seolah-olah akan jatuh atau pingsan, maka hal ini dapat merupakan tanda kehamilan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda belum siap untuk memproduksi cukup banyak darah untuk mengimbangi kerja sistem jantung dan pembuluh darah tubuh Anda yang meningkat. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami berbagai gejala kehamilan lainnya, rasa pusing yang Anda rasakan dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius. 7.      Frekuensi Buang Air Kecil BerubahSering buang air kecil dapat merupakan tanda kehamilan, adanya gangguan pada kandung kemih, infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, dan diabetes. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan perubahan pola buang air kecil Anda. Jika Anda menjadi lebih sering buang air kecil dan juga mengalami berbagai tanda kehamilan lainnya, maka kemungkinan besar Anda sedang hamil. 8.      Merasa Amat Sangat LelahPada zaman modern yang penuh dengan kesibukan, banyak wanita mengalami rasa lelah kronik, yang sulit dibedakan dengan mudah lelah akibat kehamilan. Akan tetapi, jika Anda terus saja merasa sangat lelah walaupun sudah tidur selama 8-10 jam setiap harinya dan Anda tidak memiliki keinginan untuk melakukan apapun, segera periksa kehamilan Anda dan atau konsultasi dengan seorang dokter. 9.      Nafsu Makan BerubahHamil dapat membuat Anda merasa lebih lapar daripada sebelumnya atau justru membuat Anda sama sekali tidak nafsu makan. Selain itu, saat makan Anda mungkin akan menyadari ada rasa seperti logam di dalam mulut Anda. Jenis makanan yang Anda sukai pun dapat berubah drastis, Anda bahkan dapat mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang tidak Anda sukai sebelumnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenitely 
 21 Oct 2018    11:00 WIB
Menjadi Lebih Subur Dan Cepat Hamil, Ini Makanan Yang Harus Dikonsumsi
Kesuburan adalah fenomena yang kompleks, dan banyak faktor yang berkontribusi terhadap hal ini. Secara global, ada jutaan kasus di mana pasangan gagal untuk hamil. Kesuburan juga soal yang sensitif, terutama di negara kita. Meskipun, dengan ilmu kedokteran berkembang setiap harinya dimana ada banyak solusi untuk mengobati masalah ketidaksuburan. Namun, ada alasan ilmiah untuk percaya bahwa solusi yang efektif mungkin terletak pada makanan yang Anda makan. Hal ini dikarenakan sebagian besar, fungsi tubuh kita diatur oleh pola makan kita. Di bawah ini adalah daftar makanan sehari-hari yang dapat secara signifikan meningkatkan kesuburan Anda. Makanan ini dapat membuka jalan untuk pembuahan alami. Berikut adalah makanan yang meningkatkan subur: Pisang Secara umum dapat menjadi dorongan besar untuk meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Dikarenakan pisang dikenal kaya akan vitamin B6. Vitamin tersebut merupakan komponen penting dalam produksi hormon seks tertentu yang mengatur siklus seksual yang normal. Biji bunga matahari Biji bunga matahari adalah salah satu solusi yang paling ampuh untuk masalah ketidaksuburan. Hal ini karena biji bunga matahari kaya akan asam amino dan protein. Kandungan ini dapat membantu tubuh Anda mengembangkan siklus harmonis dan mengoptimalkan sekresi hormon dalam tubuh termasuk hormon kesuburan. Salmon / Kerang / Makarel Makanan laut adalah makanan yang kaya asam lemak omega 3 yang membantu masalah kesuburan. Makanan ini membantu mengatur sekresi hormon penting yang berkaitan dengan kesuburan seperti estrogen. Delima Buah delima yang diperkaya dengan asam folat dan vitamin B adalah kombinasi ideal jika Anda ingin meningkatkan peluang untuk hamil. Delima dapat berkontribusi dalam fungsi tubuh melalui produksi sel darah merah dan meningkatkan sirkulasi darah. Telur Telur mengandung tinggi vitamin D. Telah banyak yang menyarankan untuk konsumsi vitamin ini karena memiliki peran penting dalam kehamilan. Almond Almond adalah pembawa vitamin E. Almonda akan mempromosikan siklus ovarium yang lebih stabil dan dengan demikian menyebabkan peluang untuk hamil lebih besar, Asparagus Asparagus kaya akan asam folat. Seperti delima, ini memiliki efek luar biasa pada tubuh wanita. Tiram Tiram mengandung sejumlah besar vitamin B12. Hal ini penting untuk produksi estrogen pada wanita dan dapat membantu menghilangkan kemungkinan keguguran. Asupan makanan di atas harus dilengkapi dengan gaya hidup sehat, waktu berhubungan intim yang tepat. Pantang dari merokok dan alkohol, Anda dan suami melakukan olahraga teratur. Selain itu, bahan makanan tertentu yang harus Anda hindari seperti daging merah dan makanan yang diproses secara kimia sehingga hal ini akan meningkatkan kemungkinan untuk hamil. Baca juga: Kehamilan & Vitamin Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 18 Oct 2018    16:00 WIB
Apakah Vaksin Hepatitis Boleh Diberikan Pada Wanita Hamil?
Secara umum, belum ada bukti pasti bahwa pemberian vaksinasi pada ibu hamil dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Akan tetapi, secara teoritis, pemberian vaksin berisi bakteri atau virus hidup yang dilemahkan mungkin dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, pemberian vaksin berisi bakteri atau virus hidup ini tidak dianjurkan (kontraindikasi) pada ibu hamil. Pemberian vaksin pada ibu hamil seringkali dipertimbangkan berdasarkan apakah manfaat pemberian vaksin lebih besar daripada resikonya. Bila manfaat pemberian vaksin lebih besar daripada resikonya, maka pemberian vaksin pun dapat dipertimbangkan. Vaksin hepatitis A merupakan vaksin inaktif seperti halnya vaksin hepatitis B. Pemberian vaksin hepatitis A biasanya dianjurkan bila terdapat resiko lainnya yang lebih tinggi daripada resiko pemberian vaksin. Seperti halnya vaksin hepatitis A, vaksin hepatitis B pun dapat diberikan pada ibu hamil. Berdasarkan beberapa data penelitian, vaksin hepatitis B tidak menimbulkan efek samping apapun pada janin di dalam kandungan dan tidak akan menyebabkan terjadinya infeksi hepatitis B pada janin. Wanita hamil yang diduga beresiko tinggi terkena infeksi hepatitis B selama kehamilan sebaiknya memperoleh vaksinasi hepatitis B. Beberapa hal yang menyebabkan peningkatan resiko terjadinya infeksi hepatitis B pada wanita hamil adalah: Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual dalam waktu 6 bulan terakhir Pernah atau sedang menjalani pengobatan untuk mengatasi penyakit  menular seksual Pernah atau sedang menggunakan obat-obatan yang disuntikkan Memiliki pasangan seksual yang menderita HBsAg positif (menderita infeksi hepatitis B)   Sumber: cdc
 14 Oct 2018    08:00 WIB
Tips Untuk Menjaga Berat Badan Saat Hamil
Hamil biasanya menjadi alasan sempurna untuk sang ibu untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan favorit mereka tanpa perlu merasa bersalah. Lagipula Anda kan makan untuk 2 orang bukan? Akan tetapi, bagaimana jadinya bila Anda menjadi gemuk? Apakah berat badan Anda bisa kembali seperti sebelum hamil dulu? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membantu menjaga agar berat badan Anda tidak naik secara berlebihan selama hamil.   Anda Memang Makan Untuk 2 Orang, Tapi… Memang benar bahwa hamil berarti bahwa Anda harus makan untuk Anda dan bayi Anda. Akan tetapi, Anda sebenarnya hanya perlu 20 gram protein tambahan dan 300 kalori tambahan. Selain kalori dan protein, tubuh Anda juga memerlukan berbagai nutrisi penting lainnya seperti asam folat, vitamin B12, dan kalsium. Beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi untuk mendapatkan protein dan kalori tambahan adalah kacang, susu, sereal, telur, dan yogurt. Anda juga dianjurkan untuk mengkonsumsi bayam karena mengandung banyak asam folat dan daging merah karena mengandung zat besi. Makan berlebihan saat hamil dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan berbagai komplikasi kehamilan lainnya seperti tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional pada trimester ketiga, serta membuat persalinan harus dilakukan melalui operasi Caesar. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami peningkatan berat badan yang cukup, Anda dapat mengalami persalinan prematur.   Hindari Junk Food, Alkohol, dan Makanan Berlemak Junk food seperti keripik kentang, es krim, biskuit, kue, dan gorengan biasanya mengandung sangat banyak garam dan gula. Hindari juga krim, keju, mayonnaise, dan makanan yang digoreng. Berbagai makanan ini dapat membuat Anda mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan selama hamil. Hindari juga minuman beralkohol karena dapat menyebabkan kelainan bawaan dan gangguan belajar pada anak. Jus buah dan minuman bersoda juga mengandung banyak sekali gula dan hanya memberikan kalori kosong. Anda sebenarnya boleh saja mengkonsumsi berbagai makanan di atas, tetapi hanya sesekali dan batasi porsinya.   Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran Buah segar dan sayuran mengandung sangat sedikit kalori, tetapi banyak nutrisi penting. Oleh karena itu, perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran Anda.   Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan   Buat Sendiri Makan Siang Anda Seringkali wanita hamil merasa terlalu lelah untuk memasak makanannya sendiri. Jadi, bila pagi hari Anda sulit bangun pagi, buatlah makan siang Anda malam sebelumnya dan panaskanlah di pagi hari. Makanan yang Anda masak sendiri di rumah akan lebih sehat daripada makan di luar.   Tetap Berolahraga Berolahraga selama hamil sebenarnya boleh-boleh saja, akan tetapi jangan berlebihan. Beberapa pilihan olahraga yang baik adalah berjalan kaki dan berenang. Olahraga dapat membantu mengatasi nyeri pinggang dan sembelit, serta dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak. Berkonsutasilah dengan dokter spesialis kandungan Anda mengenai olahraga apa saja yang boleh Anda lakukan.   Pilih Makanan Anda Dengan Bijaksana Saat Anda ingin makan sesuatu, pilihlah dengan bijak. Sebisa mungkin pilihlah makanan yang sehat, yang bermanfaat bagi kesehatan Anda dan bayi Anda.   Terima Perubahan yang Terjadi Mengalami peningkatan berat badan merupakan hal yang normal selama hamil dan bahkan penting bagi kesehatan bayi Anda. Anda dapat berusaha untuk menurunkan berat badan tersebut setelah bayi Anda lahir. Akan tetapi, jangan membuat diri Anda sendiri stress mengenai bagaimana cara menurunkan semua berat badan yang naik segera setelah melahirkan. Prioritaskanlah anak dan keluarga Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 12 Oct 2018    11:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 08 Oct 2018    11:00 WIB
Bagaimana Payudara Paska Menyusui ?
Menyusui merupakan salah satu cara terbaik untuk menciptakan suatu ikatan dengan bayi anda. Selain itu, kandungan nutrisi, mineral, dan vitamin di dalam ASI merupakan yang terbaik dibandingkan susu formula manapun. Akan tetapi, walaupun berbagai kebaikan menyusui telah anda ketahui, anda pun tidak dapat terhindar dari perasaan khawatir mengenai bentuk dan ukuran payudara anda setelah menyusui.   Perubahan Bentuk dan Ukuran Payudara Bentuk dan ukuran payudara anda dapat terus berubah seumur hidup anda, terutama saat kehamilan dan menyusui. Ukuran payudara ditentukan oleh seberapa banyak jaringan lemak yang terdapat di payudara. Selama menyusui, jaringan di payudara anda akan memadat. Setelah masa menyusui selesai dan payudara anda tidak lagi memproduksi ASI, maka akan terjadi perubahan pada jaringan lemak dan jaringan ikat pada payudara anda. Payudara anda tidak atau dapat kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum menyusui. Beberapa payudara wanita tetap besar setelah masa menyusui selesai, sementara payudara wanita lainnya kembali mengecil. Selain menyusui, faktor lainnya yang berperan dalam perubahan bentuk dan ukuran payudara anda adalah genetika, penambahan berat badan selama kehamilan, dan usia.   Apakah Payudara Saya Akan Mengendur atau Mendatar? Saat menyusui, susu di dalam payudara anda dapat membuat jaringan dan kulit payudara anda meregang. Hal ini dapat menyebabkan payudara terlihat kosong atau kendor saat tidak lagi menyusui dan payudara anda kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum anda hamil. Walaupun keadaan ini mengganggu anda secara kosmetika, namun keadaan ini tidak membahayakan kesehatan anda. Banyak wanita takut payudaranya akan mengendur setelah tidak lagi menyusui, akan tetapi terdapat berbagai hal lainnya yang dapat mempengaruhi perubahan bentuk payudara anda selain menyusui. Berbagai hal lain tersebut adalah: BMI atau indeks massa tubuh, yang mengukur persentase lemak di dalam tubuh anda Jumlah kehamilan yang anda miliki Ukuran payudara yang besar sebelum hamil Usia Riwayat merokok Apakah Menyusui Dapat Membuat Payudara Saya Berbentuk Aneh atau Cacat? Setiap payudara tidak berhubungan dengan payudara lainnya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi pada salah satu payudara saat menyusui tidak akan mengenai payudara lainnya. Salah satu penyebab payudara anda berbentuk agak aneh setelah tidak lagi menyusui adalah pembengkakan payudara atau payudara yang nyeri karena terlalu banyak susu. Setiap lekukan atau keriput pada payudara anda dapat merupakan tanda adanya benjolan di bawah kulit payudara anda. Sebaiknya segera hubungi dokter anda bila anda mendapati adanya benjolan pada payudara anda.   Apakah Menyusui Dapat Menyebabkan Bentuk Payudara Tidak Simetris? Jaringan payudara memanjang ke arah ketiak anda. Pembesaran dan kemudian mengecilnya payudara selama menyusui dan setelah tidak lagi menyusui dapat menyebabkan perubahan bentuk payudara anda. Banyak wanita yang memang telah memiliki payudara tidak simetris sejak sebelum hamil dan menyusui. Hal lain yang mungkin terjadi adalah salah satu payudara kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum kehamilan dan menyusui setelah tidak lagi menyusui, sementara payudara lainnya tetap besar atau malah terkulai atau lebih datar dari sebelumnya. Setelah kehamilan dan menyusui, beberapa wanita akhirnya memiliki payudara yang tidak simetris.   Perlukah Melakukan Pemeriksaan Payudara? Sebagian besar perubahan pada payudara anda setelah tidak lagi menyusui merupakan masalah kosmetik dan tidak membahayakan kesehatan anda. Akan tetapi, melakukan pemeriksaan payudara secara teratur juga tidak akan merugikan kesehatan anda. Pemeriksaan payudara yang anda sendiri lakukan merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengetahui dengan segera adanya benjolan atau perubahan bentuk payudara. Periksalah payudara anda sebulan sekali, bahkan selama anda menyusui. Pemeriksaan payudara sangat penting dilakukan pada beberapa bulan setelah anda tidak lagi menyusui, karena pada saat inilah payudara anda akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Segera hubungi dokter anda bila anda menemukan adanya benjolan pada payudara anda atau keluarnya cairan yang abnormal dari puting susu anda. Periksakanlah keadaan payudara anda setahun sekali atau kapanpun bila anda menemukan adanya perubahan pada payudara anda setelah tidak lagi menyusui. Salah satu pemeriksaan yang aman untuk dilakukan saat anda masih menyusui adalah mammogram. Mammogram dapat mendeteksi benjolan yang kecil yang tidak terdeteksi melalui pemeriksaan fisik.   Pengobatan Bila anda merasa sangat terganggu dengan perubahan bentuk dan ukuran payudara anda paska menyusui, anda dapat melakukan tindakan pembedahan untuk memperbaikinya. Suatu tindakan untuk mengangkat payudara (mastopeksi) juga dapat dilakukan untuk mengatasi payudara yang mengendur dan mengembalikan posisi puting susu anda ke tempatnya semula. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan tindakan pembedahan ini.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anda bila anda menemukan adanya beberapa hal di bawah ini pada payudara anda, yaitu: Benjolan di payudara Benjolan kemerahan, nyeri, terasa panas yang mungkin disebabkan oleh tersumbatnya saluran kelenjar susu payudara Adanya lekukan atau kerutan pada kulit payudara anda Demam atau gejala flu lainnya, yang mungkin disebabkan oleh infeksi payudara (mastitis) Retraksi puting susu, yaitu suatu keadaan di mana puting susu anda tertarik ke dalam payudara anda Adanya bercak kemerahan pada payudara anda Keluarnya cairan yang abnormal dari puting susu anda Keluarnya darah dari puting susu anda Walaupun menyusui dapat menyebabkan perubahan bentuk dan ukuran payudara, menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Sumber: webmd
 29 Sep 2018    11:00 WIB
Ternyata Berjalan Kaki Saat Hamil Banyak Manfaatnya Lho
Berjalan kaki tidak hanya dapat membuat Anda menjadi sehat dan bugar, tetapi juga sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang hamil. Berjalan kaki juga cukup aman dilakukan di sepanjang kehamilan selama Anda tidak melakukannya secara berlebihan dan dokter Anda mengijinkan. Akan tetapi, apakah perlu berjalan kaki selama hamil? Sebenarnya tidak, tetapi berjalan kaki merupakan olahraga yang aman dilakukan oleh para ibu hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari berjalan kaki saat hamil.   Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Memperkuat Otot Berjalan kaki saat hamil dapat membuat Anda tetap aktif secara fisik dan merasa lebih segar. Olahraga ini juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menguatkan otot tubuh Anda.   Menjaga Berat Badan Anda dan Bayi Tetap Ideal Berjalan kaki juga dapat membantu menjaga berat badan Anda dan bayi Anda tetap ideal. Dengan demikian, bayi Anda pun dapat lahir dengan lebih mudah.   Menurunkan Resiko Terjadinya Diabetes Gestasional Kadar gula darah yang tinggi selama hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes setelah Anda melahirkan dan meningkatkan resiko terjadinya kelahiran prematur serta memiliki bayi obesitas. Berolahraga dapat membantu menjaga berat badan Anda selama hamil dan menurunkan resiko terjadinya diabetes gestasional.   Menurunkan Resiko Terjadinya Preeklampsia Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam air kemih. Berjalan kaki dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal dan menurunkan kadar kolesterol, sehingga dapat membantu menjaga tekanan darah Anda selama hamil. Dengan demikian, resiko Anda untuk mengalami persalinan prematur akibat preeklampsia juga akan berkurang.   Baca juga: Kaki Bengkak Saat Hamil? Atasi Dengan Kiat Berikut Ini!   Membantu Mengatasi Stress Stress merupakan gejala yang sering dialami oleh para wanita hamil. Hal ini memang disebabkan oleh perubahan kadar hormonal di dalam tubuh. Berjalan kaki dapat membantu melepaskan endorfin, suatu zat kimia yang dapat membuat Anda merasa lebih baik, yang menjadikan olahraga ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi stress dan memperbaiki mood Anda.   Meningkatkan Peluang Melahirkan Secara Normal Berjalan kaki selama hamil akan meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot-otot dasar panggul, yang akan membuat proses persalinan Anda menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih tidak nyeri. Berjalan di pagi hari dapat membantu Anda dapat melahirkan secara normal.   Membantu Mengatasi Nyeri dan Rasa Tidak Nyaman Lainnya Saat hamil, Anda mungkin akan sering mengalami berbagai keluhan nyeri dan tidak nyaman, yang terjadi karena Anda tidak lagi seaktif dulu secara fisik. Berjalan kaki dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman ini.   Manfaat Lainnya Berjalan kaki juga dapat menurunkan resiko terjadinya morning sickness, fatigue, kram otot, sembelit, varises vena, dan sulit tidur di malam hari. Berolahraga secara teratur dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak di malam hari dan membantu membakar lebih banyak kalori di sepanjang hari.   Berapa Lama Anda Boleh Berjalan Kaki Saat Hamil? Jika Anda sudah sering berjalan kaki sebelum hamil, maka lanjutkanlah olahraga ini. Jika Anda baru mulai berjalan kaki, mulailah dengan berjalan kaki selama 15-30 menit, 3 hari seminggu, kemudian perpanjang hingga 60 menit di hampir setiap hari. Para ahli menganjurkan agar ibu hamil berjalan kaki selama 150 menit setiap minggunya. Anda masih tetap dapat berjalan kaki saat kehamilan Anda sudah memasuki trimester ketiga dan bahkan setelah Anda melahirkan selama Anda merasa nyaman. Selain itu, berjalan kaki juga dapat membantu menguatkan otot-otot dasar panggul.   Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai Berjalan Kaki? Sebelum Anda mulai berjalan kaki, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, yaitu: Gunakan sepatu yang dapat menyanggah lengkung dan pergelangan kaki. Tidak dianjurkan menggunakan sandal atau sandal jepit saat berjalan kaki karena dapat menyebabkan Anda terpeleset Bawalah sebotol air putih untuk membantu mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi dapat membahayakan kesehatan Anda dan bayi Anda Gunakan tabir surya dan topi Saat berjalan, letakkanlah tumit kaki Anda terlebih dahulu baru kemudian diikuti oleh jari-jari kaki Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction