Your browser does not support JavaScript!
 15 Aug 2019    11:00 WIB
7 Nutrisi Penting yang Diperlukan Oleh Ibu Hamil
Saat seorang wanita hamil, ia memerlukan berbagai jenis vitamin dan mineral penting (lebih banyak) untuk mendukung perkembangan janin di dalam tubuhnya. Sayangnya, hanya dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang biasanya tetap tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Oleh karena itu, para ibu hamil pun biasanya memerlukan tambahan suplemen vitamin dan mineral selama kehamilan berlangsung. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis vitamin dan mineral yang diperlukan oleh para ibu hamil.   Asam Folat Asam folat dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, jeruk, dan sayuran berdaun hijau (terutama kale dan bayam). Asam folat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal dari sistem saraf pusat bayi, yaitu otak dan medulla spinalis. Karena perkembangan sistem saraf bayi terjadi pada bulan pertama kehamilan, di mana Anda biasanya belum mengetahui kehamilan Anda tersebut, maka tidak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi suplemen asam folat bila sedang berusaha untuk hamil. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan para wanita untuk mengkonsumsi suplemen asam folat setidaknya satu bulan sebelum kehamilan. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mcg setiap harinya. Dosis lebih tinggi mungkin akan diberikan pada: Wanita penderita diabetes Wanita yang pernah memiliki anak yang menderita kelainan sistem saraf pusat Wanita yang menderita sickle cell disease   Zat Besi Zat besi dapat ditemukan dalam kacang merah, tiram, biji wijen, kacang polong, dan bayam. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, kekurangan zat besi pada masa awal kehamilan berpengaruh besar pada perkembangan otak jangka panjang seorang anak. Jadi, sangat penting bagi para wanita yang sedang berencana untuk hamil untuk mencukupi kebutuhan zat besinya. Dosis harian zat besi yang dianjurkan bagi wanita yang tidak sedang hamil adalah 18 mg. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk dan tomat karena akan mempermudah proses penyerapan zat besi.   Vitamin C Vitamin C dapat ditemukan dalam strawberi, jeruk, kiwi, mangga, dan blueberi. Menurut the American Pregnancy Association (APA), vitamin C dapat membantu memicu terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur matang ke dalam saluran telur) dan meningkatkan jumlah sperma seorang pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 90 mg (bagi pria) dan 75 mg (bagi wanita yang tidak sedang hamil), dan 85 mg (bagi wanita yang sedang hamil).   Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil   Kalsium Kalsium dapat ditemukan dalam susu, keju, yogurt, brokoli, dan sayuran berdaun hijau. Mengkonsumsi kalsium sebelum hamil dapat membantu meningkatkan cadangan kalsium di dalam tubuh ibu untuk mendukung perkembangan tulang bayi nantinya. Dosis harian yang dianjurkan adalah setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya, baik sebelum maupun selama seorang wanita hamil. Jika Anda tidak dapat mengkonsumsi susu, konsumsilah brokoli dan sayuran berdaun hijau yang juga mengandung banyak kalsium.   Vitamin B6 Vitamin B6 dapat ditemukan dalam daging ayam, daging kalkun, bayam, wortel, beras cokelat, dan biji bunga matahari (kuaci). Mengkonsumsi vitamin B6 secara teratur dapat membantu mengatur keseimbangan hormonal di dalam tubuh dan dengan "menumpuknya" sebelum hamil, maka berbagai gejala morning sickness selama hamil pun akan berkurang. Selain itu, vitamin B6 juga penting bagi perkembangan otak bayi. Dosis harian yang dianjurkan adalah 1.3 mg setiap harinya (sebelum hamil).   Seng Seng dapat ditemukan dalam daging merah, daging unggas, kacang, gandum, berbagai produk susu, dan tiram. Menurut the APA, seng sangat penting bagi proses ovulasi dan kesuburan seorang wanita serta produksi sperma dan testosteron pada pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 15 mg setiap harinya untuk menjaga organ reproduksi Anda tetap sehat dan prima.   Asam Lemak Omega 3 Asam lemak omega 3 dapat ditemukan dalam kacang walnut, edamame, daging sapi yang diberi makan rumput, dan ikan (salmon, sarden, dan forel). Para ahli percaya bahwa asam lemak omega 3 dapat meningkatkan kualitas embrio pada wanita yang sedang menjalani program inseminasi buatan (IVF). Selain itu, asam lemak omega 3 juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganjurkan agar seorang wanita mengkonsumsi 2-3 porsi ikan atau kerang setiap minggunya, termasuk saat mereka hamil atau menyusui. Akan tetapi, pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang hanya mengandung sedikit merkuri. Jangan mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang mengandung banyak merkuri seperti ikan hiu, ikan pedang, dan ikan mackerel. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 08 Aug 2019    16:00 WIB
Komplikasi Kehamilan Yang Mungkin Terjadi Pada Wanita Obesitas
Jika Anda sudah mengalami obesitas sebelum hamil atau mengalami peningkatan berat badan terlalu banyak saat hamil, maka Anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah seperti di bawah ini.   Diabetes Gestasional Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang hanya terjadi saat seorang wanita hamil. Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesita sebelum hamil, maka resiko terjadinya diabetes gestasional akan meningkat drastis.   Preeklampsia Preeklampsia merupakan gangguan medis berat yang dapat menyebabkan komplikasi berat dan bahkan dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayinya. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil.   Trombosis Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami trombosis, yaitu suatu keadaan di mana terbentuk bekuan-bekuan darah di dalam pembuluh darah. Jika Anda merokok, maka resiko Anda akan semakin tinggi.   Gangguan Tidur Apnea Gangguan tidur apnea dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat pada wanita hamil. Gangguan tidur ini juga dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan tidur apnea pada wanita hamil.   Mundurnya Waktu Persalinan Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan waktu kelahiran bayi Anda mundur, yang dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.   Baca juga: Menderita Diabetes Saat Hamil? Atasi Dengan Ini….   Kesulitan Persalinan Memiliki berat badan berlebih akan membuat persalinan normal menjadi lebih sulit atau bahkan tidak dapat dilakukan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kemungkinan Anda melahirkan melalui operasi Caesar.   Keguguran Saat Anda mengalami obesitas, maka resiko terjadinya keguguran pada awal kehamilan dan kematian bayi di dalam kandungan akan meningkat.   Bayi Besar Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi yang berukuran lebih besar daripada biasanya (makrosomia).   Gangguan Kronis Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan kronik seperti gangguan jantung dan diabetes pada saat ia dewasa nanti.   Kelainan Bawaan Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kelainan bawaan seperti kelainan saraf tulang belakang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 17 Jul 2019    18:00 WIB
Makan Yogurt Saat Hamil, Boleh Enggak Sih???
Saat Anda hamil, Anda mungkin akan banyak sekali mendapatkan informasi mengenai makanan apa saja yang perlu Anda konsumsi dan makanan apa saja yang perlu Anda hindari. Lalu bagaimana dengan yogurt? Bolehkah seorang wanita hamil mengkonsumsi yogurt? Ternyata tidak hanya aman untuk dikonsumsi, yogurt juga memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan Anda dan bayi Anda lho.   Apa Sebenarnya Yogurt Itu? Yogurt merupakan hasil fermentasi dari susu yang mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus. Bakteri ini akan mencerna gula di dalam susu, yaitu laktosa, untuk memperoleh energi dan menghasilkan asam laktat, yang akan bereaksi dengan protein di dalam susu dan menghasilkan suatu cairan kental dan asam.   Kandungan Nutrisi di Dalam Yogurt Karena yogurt terbuat dari susu, maka ia pun memiliki semua nutrisi penting yang terdapat di dalam susu dan bahkan sejumlah nutrisi penting lainnya. Seperti susu, yogurt mengandung banyak kalsium, yang dibutuhkan oleh para ibu hamil untuk membantu pertumbuhan tulang bayi di dalam kandungannya. Yogurt juga mengandung protein, yang juga dibutuhkan oleh bayi Anda untuk membuat sel-sel baru. Selain itu, yogurt juga mengandung banyak vitamin.   Baca juga: Manfaat Yogurt Bagi Kesehatan   Probiotik Selain mengandung banyak nutrisi penting yang diperlukan oleh Anda dan bayi di dalam kandungan Anda, yogurt juga mengandung bakteri baik yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan, bakteri baik ini justru dapat membantu kerja saluran pencernaan dan lebih dikenal dengan nama probiotik. Saat hamil, saluran pencernaan Anda pun akan melambat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi bagi kebutuhan bayi Anda. Keadaan ini dapat membuat Anda mengalami sembelit, yang akan meningkatkan resiko terjadinya wasir. Mengkonsumsi yogurt dapat membantu Anda buang air besar secara teratur dan mencegah terjadinya sembelit.   Hal Penting yang Harus Diperhatikan Walaupun yogurt cukup aman untuk dikonsumsi, akan tetapi ada 2 jenis yogurt yang harus dihindari oleh para ibu hamil. Yang pertama adalah yogurt yang dibuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi karena daya tahan tubuh Anda pun akan menurun saat hamil. Hal ini dikarenakan yogurt ini mengandung bakteri berbahaya. Yang kedua adalah hindari yogurt yang mengandung banyak lemak dan susu penuh lemak. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung terlalu banyak lemak jenuh, yang tidak baik bagi kesehatan jantung dan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan berlebih saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 10 Jul 2019    18:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 23 Jun 2019    08:00 WIB
Apa Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Bayi di Dalam Kandungan?
Musik membawa perbedaan dalam kehidupan manusian, bahkan sejak manusia didalam rahim ibunya. Ya musik membawa perbedaan dalam perkembangan janin didalam masa kehamilan. Ada banyak sekali keuntungan dan efek yang diberikan musik selama masa kehamilan. Tetapi hal ini tergatung pada jenis musik yang Anda dengarkan. Pada artikel ini kami mencoba membahas beberapa efek yang dihasilkan jika Anda mendengarkan musik pada masa kehamilan dan mendengarkan musik melalui earphones. Saat masa kehamilan Anda seharusnya mendengarkan musik yang menenangkan. Dengan mendengarkan musik yang menenangkan akan membuat si ibu dan janin yang dikandungnya menjadi lebih rileks. Berikut adalah keuntungan mendengarkan musik saat hamil:Meningkatkan kemampuan mendengarMendengarkan musik menggunakan earphone saat masa kehamilan dikatakan dapat meningkatkan kemampuan mendengar dan konsentrasi janin. Hal ini memang belum dibuktikan, tetapi para peneliti percaya ini. Setelah dilahirkan, bayi dapat menerima gelombang suara dengan baik dan bereaksi terhadap suara tersebut. Meningkatkan reaksi janinBanyak penelitian mengatakan saat si ibu mendengarkan musik, si janin bereaksi dan bergerak. Untuk itu cobalah dengarkan musik saat Anda sedang hamil karena dapat membuat bayi Anda lebih reaktif dan meningkatkan gerakannya. Saat mendengarkan musik, janin akan bergerak berkesinambungan dan hal ini sangat baik. Anda bisa menggunakan earphone untuk mendengarkan musik agar mendapatkan efek yang lebih baik. Kepribadian Dengan mendengarkan musik saat hamil, Anda akan meningkatkan personalitas janin Anda. Walaupun belum bisa dibuktikan, tetapi kepribadian anak Anda akan terbentuk dengan baik saat Anda mendengarkan musik. Pembentukan kepribadian anak Anda mungkin tergantung pada jenis musik yang Anda dengarkan. Mendengarkan musik yang tenang akan membuat anak Anda lebih tenang. Mendengarkan musik dansa mungkin membuat anak Anda menjadi seorang pedansa hebat. Semua efek yang dihasilkan oleh musik saat hamil memang terlihat seperti mitos, tetapi Anda tidak akan pernah tahu kebenarannya jika tidak mencobanya bukan? Efek setelah kelahiranTerdapat beberapa efek dari mendengarkan musik saat hamil. Dikatakan saat bayi mendengar musik yang biasa didengar ibunya saat kehamilannya, akan membuat bayi tersebut lebih tenang. Musik tersebut bisa menjadi lagu pengantar tidurnya. Jadi pastikan Anda mendengarkan musik klasik yang bagus atau musik yang menenangkan untuk merangsang perkembangan otak janin Anda. Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: boldsky
 13 Jun 2019    16:00 WIB
DVT Tidak Menimbulkan Gejala Namun Berbahaya
Bekuan darah, dalam hal ini kita membicarakan tentang DVT atau trombosis vena dalam merupakan suatu keadaan di mana terdapatnya bekuan darah pada vena dalam tubuh anda. Keadaan ini biasanya terjadi pada betis, paha, panggul, atau lengan. Gejala DVT yang dapat ditemukan berupa pembengkakan pada kulit yang kadang terasa nyeri dan keras, akan tetapi DVT tidak selalu menimbulkan gejala. Faktor Resiko Anda memiliki resiko DVT lebih tinggi bila anda: Memiliki gangguan pembekuan darah Menderita obesitas Mengkonsumsi pil KB Hamil Merokok Mengalami beberapa penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan inflammatory bowel disease (suatu gangguan kesehatan yang menyebabkan gangguan saluran pencernaan) Duduk di kursi roda Tidak dapat bergerak atau bangun dalam waktu lama, seperti saat anda berada dalam penerbangan untuk waktu yang lama Bahaya Adanya Bekuan Darah Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah di dalam pembuluh vena ini sampai ke dalam paru-paru dan menyebabkan terjadinya emboli paru. Emboli paru dapat merusak paru-paru anda dan berakibat fatal. Bahkan bila bekuan darah tidak masuk ke dalam paru-paru anda, bekuan darah ini tetap dapat mengganggu kesehatan anda. Bila bekuan darah terus membesar, bekuan darah ini dapat menghambat aliran darah di dalam pembuluh darah vena dan merusak katup di dalam pembuluh darah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit kaki. Penggunaan stoking dapat membantu mengatasi gejala ini. Pengobatan DVT dapat berupa penggunaan obat-obatan, filter vena cava, dan penggunaan stoking. Pencegahan DVT DVT dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Jaga berat badan anda Tetap aktif Jika anda berada dalam penerbangan dalam waktu lama, berjalan-jalanlah di koridor pesawat setiap 1-2 jam Jika anda harus duduk dalam waktu lama, gerakanlah kaki anda dan tekuklah betis anda sehingga darah dapat terpompa Bergeraklah setiap 1 atau 2 jam saat bekerja Hindari konsumsi hormon estrogen jika ada anggota keluarga anda yang menderita DVT Jika anda mengalami kecelakaan atau cedera yang membuat anda harus terus terbaring di ranjang atau kursi roda, bergeraklah sebanyak mungkin. Komplikasi Emboli Paru Tergantung pada ukuran bekuan darah dan ke mana bekuan darah ini tersangkut, DVT dapat berakibat fatal. Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah terlepas dan mengikuti aliran darah dan merusak sebuah organ, biasanya paru-paru. Bekuan darah yang tersangkut di dalam paru-paru ini dapat menyebabkan terjadinya emboli paru. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Bekuan darah yang tersangkut pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Gejala emboli paru yang sering ditemukan adalah: Batuk Batuk berdarah Nyeri dada Sesak napas tanpa penyebab yang jelas Denyut jantung tidak teratur Gejala lainnya yang lebih jarang ditemui adalah: Cemas Denyut jantung cepat Perasaan melayang Berkeringat Pingsan Bekuan darah yang terdapat di dalam paru-paru dapat menurunkan kadar oksigen di dalam darah anda, yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ lainnya. Emboli paru pun dapat merusak paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri paru sehingga terjadi hipertensi pulmonal. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya. Sindrom Post Trombotik Bahaya lain DVT adalah sindrom post trombotik yang dapat mengenai sekitar 60% penderita DVT. Sindrom post trombotik menyebabkan gejala yang terus terjadi dalam waktu lama pada kaki atau lengan yang terkena DVT. Gejala sindrom post trombotik adalah nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit pada tempat yang terkena. Walaupun sindrom post trombotik biasanya menyebabkan gejala ringan, akan tetapi juga dapat terjadi gejala berat dan menyebabkan pembentukan luka terbuka pada kulit kaki yang terkena. Pada sindrom post trombotik, katup di dalam pembuluh vena dapat mengendur dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan terkumpulnya darah pada daerah tersebut. Tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk menguatkan katup-katup vena ini, oleh karena itu sangat penting agar penderita DVT tetap aktif bergerak. Dengan demikian, darah dari kaki dapat kembali ke jantung akibat aktivitas otot kaki anda. Berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari jantung anda juga dapat membantu mengurangi bengkak dan nyeri. Sayangnya, tidak ada langkah khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik selain tidak menderita DVT. Saat ini para dokter menyarankan agar semua penderita DVT menggunakan stoking untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik ini.  Baca juga: Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 30 May 2019    11:00 WIB
Nikmatnya Mengonsumsi Air Kelapa Saat Hamil
Selain dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan ibu hamil, air kelapa ternyata memiliki banyak manfaat lain bagi ibu hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai manfaat lain dari air kelapa bagi ibu hamil.   Diuretik Alami Air kelapa merupakan suatu diuretik alami yang dapat meningkatkan keinginan Anda untuk buang air kecil karena mengandung kalium, magnesium, dan mineral. Air kelapa dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan mengosongkan saluran pencernaan. Oleh karena itu, air kepala dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal dan mencegah terbentuknya batu ginjal dan infeksi. Air kelapa juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya kelahiran prematur.   Mengandung Elektrolit Alami Kebutuhan Anda akan elektrolit meningkat saat hamil karena Anda mengalami morning sickness, mual, dan diare yang akan membuat tubuh mengalami dehidrasi. Air kelapa dapat memberikan 5 elektrolit penting yaitu berbagai mineral, natrium, kalsium, kalium, dan fosfor yang dapat membantu mengurangi gejala dan memberikan energi. Hal ini dikarenakan elektrolit akan mentransmisikan listrik di dalam tubuh Anda dan membantu fungsi otot. Elektrolit juga dapat membantu menjaga kadar pH tubuh Anda dan mengendalikan tekanan darah. Air kelapa juga diketahui memiliki efek "dingin" yang dapat membantu mengatasi demam dan muntah.   Membantu Mengatasi Heartburn dan Sembelit Perubahan kadar hormonal selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai gangguan lain seperti heartburn, sembelit, dan gangguan pencernaan. Kandungan serat yang tinggi di dalam air kelapa dapat menguatkan sistem pencernaan, membantu proses pencernaan, mengatur pH tubuh, dan mencegah sembelit. Air kelapa merupakan laksatif alami yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan detoksifikasi tubuh. Air kelapa juga merupakan penetralisir asam alami, yang dapat membantu mencegah terjadinya heartburn.   Mengatasi Infeksi Air kelapa mengandung banyak vitamin, mineral esensial, dan antioksidan; yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membuat Anda mampu mengatasi infeksi. Air kelapa juga mengandung asam laurat yang merupakan antivirus kuat, yang juga dapat membunuh berbagai bakteri berbahaya dan melawan berbagai infeksi seperti flu, HIV, dan menjaga jumlah bakteri baik.   Membantu Meningkatkan Kesehatan Jantung Kadar elektrolit yang rendah dapat meningkatkan tekanan darah. Dan karena air kelapa dapat meningkatkan kadar kalium, magnesium, dan asam laurat; yang dapat membantu mengatur tekanan darah. Air kelapa juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Berbagai vitamin, protein, dan elektrolit di dalam air kelapa juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan memperbaiki sirkulasi darah. Mengkonsumsi segelas air kelapa setiap hari sangat bermanfaat bagi ibu hamil pada trimester akhir karena rasa tegang akan melahirkan dapat meningkatkan tekanan darah.   Baca juga: Cara "Unik" Cegah Kehamilan di Zaman Dulu…   Membantu Menjaga Berat Badan Ideal Air kelapa bebas lemak dan mengandung sangat sedikit kalori. Dan karena hamil akan membuat berat badan Anda bertambah, air kelapa dapat membantu mencegah penumpukkan lemak dengan mengeliminasi kolesterol jahat. Air kelapa juga pengganti yang baik bagi minuman manis yang dapat menjaga kesehatan ibu dan bayinya.   Sumber Energi Air kelapa merupakan isotonik alami yang dapat memberikan tenaga saat Anda mengalami dehidrasi dan merasa sangat lelah. Selain itu, dengan tercukupinya kebutuhan cairan Anda, maka kulit Anda akan semakin elastis, sehingga resiko terbentuknya stretch mark pun akan berkurang.   Mempercepat Pertumbuhan Janin Air kelapa mengandung berbagai nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan bayi.   Meningkatkan Jumlah Cairan Ketuban Mengkonsumsi air kelapa dapat meningkatkan kesehatan dan lingkungan hidup bayi Anda. Air kelapa, terutama bila dikonsumsi pada trimester akhir, dapat meningkatkan jumlah cairan ketuban dan dapat meningkatkan volume darah serta melancarkan sirkulasi darah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 27 May 2019    16:00 WIB
Kenali Berbagai Penyebab Rasa Gatal
Rasa gatal yang sering mengganggu dapat disebabkan oleh berbagai hal. Hal apa sajakah yang dapat menimbulkan rasa gatal: Kulit kering Saat seseorang memiliki kulit yang kering, maka akan mudah timbul rasa gatal. Kulit kering biasanya terjadi akibat faktor lingkungan seperti cuaca panas atau dingin dengan kelembaban yang rendah, penggunaan AC yang berlebihan, mandi terlalu lama dan terlalu sering Kondisi kulit dan ruam Banyak kelainan pada kulit yang menimbulkan rasa gatal, termasuk eksim (dermatitis), psoriasis, kudis, kutu, cacar air. Rasa gatal biasanya diikuti dengan berbagai keluhan lain dan, seperti timbul warna merah, kulit yang teriritasi, timbul benjolan dan lecet. Kelainan kondisi medis Termasuk kencing manis, penyakit hati, malabsorpsi gandum (penyakit celiac), gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker, termasuk leukemia dan limfoma. Gatal biasanya mempengaruhi seluruh tubuh. Gangguan saraf Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf - seperti multipel sklerosis, kencing manis, saraf terjepit dan herpes zoster (cacar ular) juga dapat menimbulkan rasa gatal-gatal. Iritasi dan reaksi alergi Wol, bahan kimia, sabun dan zat lainnya dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan rasa gatal-gatal. Kadang-kadang beberapa zat, bahan alergi dalam kosmetik, produk perawatan kecantikan dapat menyebabkan reaksi alergi. Alergi makanan juga dapat menyebabkan kulit gatal. Obat Reaksi terhadap obat, seperti antibiotik, obat antijamur atau obat narkotika, dapat menimbulkan ruam yang luas dan gatal-gatal. Kehamilan Selama kehamilan, beberapa wanita mengalami kulit gatal, terutama pada bagian perut, paha, payudara dan lengan. Selain itu kondisi kulit gatal, seperti dermatitis, dapat memperburuk rasa gatal selama kehamilan. Sumber: mayoclinic
 23 May 2019    16:00 WIB
Apakah Aman Naik Turun Tangga Ketika Hamil?
Apakah ibu Anda mengatakan bahwa berbahaya naik turun tangga saat sedang hamil? Apakah hal ini benar? Sebenarnya naik turun tangga selama hamil tidak berbahaya, selama Anda berhati-hati. Bahaya terbesar dari naik turun tangga saat sedang hamil adalah resiko tersandung dan terjatuh. Terjatuh dari tangga saat sedang hamil muda (trimester pertama) dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Sedangkan terjatuh dari tangga saat sedang hamil tua (trimester dua dan tiga) dapat memicu terjadinya persalinan prematur. Pada awal masa kehamilan resiko jatuh biasanya cukup kecil karena Anda masih dapat berjalan dengan baik, akan tetapi pada saat kehamilan berkembang dan perut Anda mulai membesar, maka resiko jatuh akan meningkat karena pusat gravitasi tubuh Anda sudah berubah.   Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan   Kapan Anda Perlu Menghindari Naik Turun Tangga Saat Hamil? Kecuali bila dilarang oleh dokter Anda, maka naik turun tangga pada trimester pertama kehamilan sebenarnya cukup aman. Di bawah ini ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa Anda sebaiknya tidak naik turun tangga saat hamil: Pernah mengalami perdarahan pada trimester pertama kehamilan Memiliki resiko tinggi keguguran, mengalami kram perut, atau memiliki kadar hormon yang rendah Kehamilan Anda dinilai beresiko tinggi oleh dokter Anda atau bila Anda menderita diabetes atau penyakit autoimun lain Anda pernah mengalami keguguran sebelumnya Anda berusia lebih dari 35 tahun Anda mengalami pusing hebat atau pernah pingsan Anda hamil anak kembar Anda memiliki tekanan darah yang lebih tinggi atau rendah daripada normal Anda pernah dianjurkan untuk bed rest total   Tips Aman Naik Turun Tangga Saat Hamil Tidak peduli berapa usia kehamilan Anda, Anda perlu lebih berhati-hati saat naik dan turun tangga. Di bawah ini ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin naik turun tangga selama hamil: Selalu berpegangan pada susuran tangga saat naik atau turun tangga. Jika Anda sedang membawa barang, pastikan salah satu tangan Anda bebas dari barang bawaan sehingga Anda bisa berpegangan dengan nyaman pada susuran tangga Pastikan tangga memiliki penerangan yang baik Jika anak tangga berkarpet, berhati-hatilah agar Anda tidak tersandung atau jatuh Selalu berjalan dengan perlahan saat naik atau turun tangga Jika Anda jatuh atau terpeleset saat naik atau turun tangga, segera periksakan diri ke seorang dokter   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction