Your browser does not support JavaScript!
 08 Oct 2020    19:00 WIB
Tetap Aman Bercinta Saat Hamil, Coba Posisi Seks Ini!
Menurut kebanyakan orang bercinta saat hamil adalah hal yang berbahaya. Ketakutan akan terjadinya keguguran atau lahir prematur sering menghantui pasangan yang sedang menantikan momongan ini. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Karena bercinta dengan pasangan juga akan membantu mempererat hubungan. Oleh karena itu agar Anda dan pasangan resmi Anda tetap bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan asal tetap memperhatikan beberapa hal yaitu mempelajari posisi seks yang aman saat hamil Agar Anda dan pasangan tetap dapat menikmati hubungan seksual, berikut adalah posisi seks yang aman dan nyaman yang dapat Anda coba: 1.      Woman on top Posisi ini telah terbukti dapat membuat wanita mudah mencapai klimaks, hal ini juga berlaku untuk wanita hamil. Dengan posisi woman on top, maka perut yang besar ini tidak akan tertindih dan memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi. Posisi pria dibawah dengan paha yang terbuka sementara wanita berbaring atau duduk di hadapannya atau menghadap ke arah lain. Posisi ini juga memungkinkan pria untuk memegang payudara atau merangsang klitoris untuk membantu mencapai orgasme. 2.      Gunakan tepi tempat tidur Berbaring telentang di tepi tempat tidur dengan lutut ditekuk, dan kaki bersandar di tepi kasur. Sang pria melakukan penetrasi dari depan. Taruh bantal dan letakkan di punggung bawah wanita agar lebih aman dan nyaman. Posisi ini juga memungkinkan wanita mengatur kedalaman penetrasi. 3.      Berbaring bersampingan dengan spoon position Posisi ini dilakukan untuk menghindari perut yang besar tertindih dan memungkinkan terjadinya banyak gerakan ketika berhubungan. Pria memposisikan diri di belakang wanita. Letakkan kaki wanita di atas beberapa bantal. Hal ini membuat penetrasi tidak terlalu dalam, terkadang penetrasi terlalu dalam bisa membuat tidak nyaman. Apabila perut Anda belum terlalu besar, maka Anda dapat berbalik dan berhadapan dengan pasangan. 4.      Doggy style Posisi ini merupakan posisi terbaik saat wanita sedang hamil. Posisi ini menghindarkan tekanan berlebihan pada perut besar. Selain itu posisi ini memudahkan pasangan Anda untuk mencapai dan merangsang klitoris. Posisi ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam. Namun bila sang wanita merasa kurang nyaman, sebaiknya pasangannya tidak mendorongnya terlalu dalam. Menaruh bantal diantara bokong dan perut bawahnya akan mencegah sang pria mendorong penetrasi terlalu dalam. 5.      Duduk di pangkuan pria Lakukan dengan cara duduk di pangkuan pasangan Anda saat ia duduk secara tegak di kursi. Anda dapat mengontrol laju dan kedalaman penetrasi dengan berdiri atau berjongkok. Posisi ini memungkinkan untuk berciuman, berpelukan dan kontak mata. Posisi ini mudah untuk dilakukan untuk wanita dan membiarkan pasangan Anda mudah bergerak. Agar kehamilan Anda atau pasangan aman selalu melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Selama dokter kandungan tidak mengatakan rawan keguguran, rentan perdarahan, berisiko pecah ketuban, atau ari-ari janin berada di bawah maka hubungan intim aman untuk dilakukan Yang perlu Anda perhatikan adalah mencari posisi yang seks yang nyaman untuk Anda dan pasangan. Jangan terlalu memaksakan. Komunikasi, keterbukaan dan eksperimen dengan pasangan adalah teknik yang tepat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kepuasan dalam hubungan seksual. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: babycentre
 05 Oct 2020    19:00 WIB
Seks Oral Saat Hamil, Amankah?
Apakah pasangan Anda sering melakukan seks oral bagi Anda sebelum hamil? Akan tetapi, apakah seks oral ini masih boleh dilakukan saat Anda hamil? Sebagian besar dokter biasanya masih akan mengijinkan pasangan suami istri untuk melakukan seks oral saat sang istri hamil, akan tetapi dengan persyaratan tertentu. Persyaratan yang dimaksud adalah pasangan Anda hanya boleh menjilat tetapi tidak boleh meniup daerah kemaluan Anda. Hal ini dikarenakan meniupkan udara ke dalam vagina dapat menyebabkan terjadinya emboli udara. Emboli udara merupakan suatu keadaan di mana gelembung udara masuk ke dalam aliran darah Anda. Gangguan ini sangat jarang terjadi, tetapi dapat membahayakan jiwa ibu dan anak bila terjadi. Selain itu, bila pasangan Anda sedang mengalami infeksi herpes oral (herpes yang terjadi di daerah sekitar mulut) atau sedang mengalami kekambuhan atau merasa akan kambuh, maka akan lebih baik bila pasangan tidak memberikan seks oral pada Anda selama Anda hamil. Bila kehamilan Anda telah memasuki trimester ke 3 (usia kehamilan sekitar 7-9 bulan) dan pasangan Anda pernah mengalami infeksi herpes di daerah mulut sebelumnya, maka dianjurkan agar pasangan tidak memberikan seks oral pada Anda, baik saat infeksi herpes sedang kambuh ataupun tidak. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan Anda mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau dikonsumsi saat Anda sedang hamil, berapa pun usia kehamilan Anda. Sumber: babycenter
 02 Oct 2020    17:00 WIB
10 Tips Agar Cepat Hamil
1. Meningkatkan Kesuburan Suami Istri Beberapa makanan berikut mengandung nutrisi dan vitamin yang bagus untuk membantu suami istri agar cepat hamil. Untuk menjaga kesuburan rahim istri, misal: kecambah, alpukat, ayam, dan susu. Sementara untuk meningkatkan kualitas sperma suami, misal ikan, telur, daging, dsb. 2. Frekuensi Berhubungan Sebaiknya berhubungan suami istri dilakukan dengan frekuensi sewajarnya, jika terlalu sering maka suami terlalu sering ejakulasi, sehingga mempengaruhi kualitas dan jumlah sperma yang dikeluarkan . 3. Nikmati Hubungan Suami Istri Mulailah menikmati hubungan seks tidak sebagai usaha untuk cepat hamil saja tapi juga karena Anda berdua menikmati dan nyaman melakukannya. Coba beberapa variasi posisi dan lokasi untuk meningkatkan mood Anda berdua. 4. Ketahui Masa Subur Istri Masa subur adalah waktu dimana sel telur siap dibuahi oleh sperma. Jika suami istri berhubungan saat istri sedang masa subur, akan memperbesar peluang cepat hamil. Bagi istri yang siklus haidnya teratur akan lebih mudah menghitung masa suburnya, karena bisa dihitung dengan rumus menurut haid pertama. 5. Lendir Kesuburan Cara lain mengetahui masa subur adalah mengecek lendir kesuburan vagina (cervical mucus). Cara melihatnya bisa dengan menggunakan tisu atau jari bersih. Jika terdapat lendir kesuburan di vagina Anda, itu pertanda Istriberada dalam puncak masa subur 6. Tes Kesuburan Cara praktis mengetahui kesuburan bisa dengan alat penghitung masa subur yang dijual di pasaran. Alat ini akan mengukur kadar hormon pada air kencing. Hasil tes bisa dilihat dengan tanda tertentu, yang menyatakan Anda sedang berada pada masa subur atau tidak. 7. Jaga Berat Badan Berat badan terlalu kurus juga akan mempengaruhi hormon kesuburan. Demikian juga jika terlalu gemuk. Hubungi bidan/dokter, untuk mengetahui berat badan tubuh yang ideal . 8. Olahraga Terlalu banyak olahraga juga kurang baik buat kesuburan, jadi sebaiknya dilakukan secukupnya saja. olahraga ringan tiga kali seminggu selama 30 menit biasanya sudah cukup. Jalan pagi merupakan salah satu contoh olahraga ringan yang dianjurkan. 9. Gaya hidup sehat Cek kembali gaya hidup (pola makan, asap rokok, penggunaan obat sembarangan) Misalnya, jika perokok atau dekat dengan perokok, sebaiknya hindari. Gaya hidup lain yang juga sebaiknya kita hindari adalah pemakaian obat-obatan sembarangan serta minuman alkohol secara berlebihan. 10. Rileks dan Jalani Keinginan yang sangat kuat untuk segera hamil bisa membuat Anda stres. Padahal stress bisa membuat seseorang kehilangan selera untuk berhubungan seks dan membuat daya tahan tubuh juga menurun. Maka cobalah untuk mengurangi stres dengan mencoba berdoa, pasrah dan ikhlas. Percaya Anda dan pasangan sudah melakukan yang terbaik, selebihnya adalah di luar kekuasaan Anda.
 02 Oct 2020    09:00 WIB
Darah Tinggi Saat Hamil, Apakah Bisa Melahirkan Normal?
Jika seorang wanita hamil mengalami tekanan darah tinggi setelah kehamilan minggu ke-20 tetapi urinnya tidak menunjukkan peningkatan protein dan dia juga tidak mengalami gejala utama dari preeklamsia, maka kemungkinan besar mengalami Hipertensi Gestasional adalah jenis hipertensi yang terjadi hanya selama masa kehamilan dan menghilang setelah melahirkan. Jika tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, maka wanita hamil didiagnosis dengan hipertensi gestasional. Siapa Yang Berisiko Mengalami Hipertensi Gestasional? Hipertensi gestasional umumnya turun-temurun, jadi jika seorang wanita hamil memiliki riwayat keluarga hipertensi gestasional, kemungkinan besar dia akan mengalaminya juga. Jika seorang wanita hamil untuk pertama kalinya, kemungkinan terkena hipertensi gestasional adalah sangat umum terjadi. Risiko hipertensi gestasional lebih tinggi pada wanita hamil: Yang berusia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun Yang mengalami obesitas atau berat badan berlebih Yang mengandung anak kembar Wanita yang memiliki riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya Tanda Dan Gejala Dari Hipertensi Gestasional Hipertensi gestasional dapat ditemukan pada awal selama kunjungan prenatal. Beberapa tanda dan gejala hipertensi gestasional adalah: Kehamilan usia lebih dari 20 minggu dengan tekanan darah yang 140/90 atau lebih tinggi Penglihatan kabur Masalah pernapasan Penurunan jumlah urin Kelelahan ekstrim Peningkatan berat badan yang cepat Nyeri perut atau tulang rusuk Mata seperti melihat lampu terang Pembengkakan Sakit kepala parah Pusing Mual dan muntah Bagaimana Penanganan Hipertensi Gestasional? Pilihan pengobatan tergantung pada tingkat keparahan. Apabila ringan dapat diobati di rumah dengan mengambil istirahat total dan mengikuti diet sehat. Namun, bila sedang sampai berat perlu pemantauan karenanya seorang wanita hamil harus dirawat di rumah sakit sampai tekanan darahnya terkendali. Dampak Hipertensi Gestasional Pada Proses Melahirkan Hipertensi gestasional dapat mengakibatkan: Kelahiran prematur: Beberapa komplikasi dapat timbul menjelang akhir kehamilan jika ibu hamil mengalami hipertensi gestasional. Salah satu komplikasi tersebut adalah risiko kelahiran dan bayi lahir prematur. Perdarahan postpartum: Hipertensi gestasional meningkatkan kemungkinan perdarahan paska melahirkan, hal ini bisa menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis, Jika tidak diobati dengan cepat, ini dapat menyebabkan shock dan kematian pada sang ibu. Hal ini terjadi ketika tidak ada aliran darah yang tepat dalam organ tubuh Berat lahir rendah: Hipertensi gestasional dapat merusak pembuluh darah yang membawa darah ke plasenta. Akibatnya, bayi menerima oksigen dan yang tidak memadai yang dapat mempengaruhi perkembangan bayi. Akibatnya, bayi dapat lahir dengan berat badan lahir rendah. Solusio plasenta: Solusio plasenta adalah suatu kondisi di mana plasenta terlepas dari dinding rahim selama masa kehamilan, persalinan atau dalam proses melahirkan. Hal ini merupakan situasi yang berbahaya bagi wanita hamil (dapat menyebabkan perdarahan serius dan intens) dan untuk bayi (bayi tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi jika plasenta terlepas dari dinding rahim dan dapat menyebabkan gawat janin) Preeklamsia: Kadang-kadang, jika tidak dirawat dan dikelola, hipertensi gestasional dapat berkembang menjadi preeklamsia, masalah yang lebih serius yang dapat merusak otak dan organ-organ seperti hati dan ginjal ibu hamil Hipertensi gestasional dapat menyebabkan komplikasi selama persalinan atau dapat menyebabkan masalah kritis (bahkan kejang atau stroke) untuk wanita hamil segera setelah melahirkan disarankan untuk mendapatkan penanganan dahulu di rumah sakit. Apakah Seorang Ibu Hamil Dengan Hipertensi Gestasional Bisa Melahirkan Secara Normal? Persalinan normal dilakukan bila serviks ibu hamil melebar, bayi sehat dan cukup kuat untuk menjalani persalinan normal. Jika tidak, dokter lebih memilih untuk melakukan operasi caesar. Beberapa tindakan pencegahan yang harus diambil bila ingin melakukan persalinan normal: Pemantauan ibu: Tekanan darah wanita hamil akan terus dipantau selama persalinan dan melahirkan. Jika perlu, magnesium akan diberikan melalui IV untuk mengontrol tekanan darah Pemantauan bayi: Denyut jantung bayi juga akan dipantau selama persalinan dan melahirkan. Hal ini biasanya dilakukan dengan bantuan monitor janin, yang dapat mendeteksi tanda-tanda gawat janin Menginduksi persalinan: Untuk menghindari komplikasi lebih lanjut, jika tekanan darah wanita hamil terus menjadi tinggi, dokter akan menawarkan untuk melakukan induksi sebelum tanggal perkiraan persalinan. Epidural: Epidural diberikan selama persalinan dan aat melahirkan. Hal ini karena nyeri saat persalinan akan meningkatkan tekanan darah. Menggunakan epidural akan membantu dalam menurunkan tekanan darah Apabila semua kondisi diatas masih baik, maka bisa dilakukan persalinan normal namun bila dilihat kondisi ibu dan bayi tidak memungkinkan maka dokter akan segera menyarankan untuk melakukan operasi caesar. Baca juga: Tetap Sehat Walau Diabetes Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 29 Sep 2020    21:00 WIB
Seks Saat Hamil Apakah Aman ?
Selain mengalami perubahan fisik yang cukup signifikan, wanita hamil juga mengalami peningkatan dorongan seks yang tinggi dan orgasme yang kuat selama beberapa tahap kehamilan. Bagi sebagian wanita, hubungan seks selama kehamilan boleh saja dilakukan. Seorang ahli obstetry gynecology dari Columbia University Medical Center menyatakan jika kehamilan berkembang normal, hubungan seks pada masa kehamilan sama sekali tidak berbahaya bagi bayi. Bayi terlindungi dengan baik di dalam rahim. Cairan ketuban dan segel tebal berlendir yang mengunci serviks dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi. Meski pun pada beberapa wanita orgasme dapat menyebabkan kontraksi rahim, namun hal ini tidak akan mempengaruhi proses persalinan. Biasanya wanita hamil akan mengalami peningkatan gairah seks pada trimester kedua. Ketika tingkat energi mulai meningkat seiring mual yang semakin berkurang. Seks bisa menjadi hal nomor satu yang dipikirkan wanita hamil pada masa ini, karena adanya peningkatan aliran darah ke vagina, sehingga vagina semakin membesar dan mengalami peningkatan lubrikasi (cairan pelumas). Selain itu, perubahan fisik berupa peningkatan berat badan dan perut yang semakin membesar akan membuat Anda sedikit mengalami gangguan saat melakukan hubungan seks. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan agar Anda mencari berbagai variasi gaya yang aman dan nyaman saat berhubungan seks. Menikmati Seks pada Masa Kehamilan Ketika gairah seks semakin meningkat pada kehamilan, Anda mungkin perlu membuat beberapa penyesuaian untuk kenyamanan Anda berhubungan seks, seperti Bereksperimen dengan Gaya Baru Seiring perut Anda membuncit mungkin yang perlu Anda lakukan adalah mencoba posisi seks miring atau posisi wanita berada di atas agar bisa mengontrol kedalaman penis. Bisa juga dengan meminta pasangan pria Anda duduk bersandar dan Anda duduk di pangkuannya. Wanita hamil tidak dianjurkan melakukan posisi seks berbaring terlentang, terutama pada masa akhir kehamilan. Karena berat bayi dan pasangan dapat memberikan tekanan pada vena cava inferior, pembuluh darah besar yang membawa darah kembali menuju jantung. Hal ini dapat mengakibatkan pusing dan peningkatan detak jantung. Tetap lakukan seks yang aman Jika Anda memiliki riwayat penyakit menular atau bahkan kemungkinan terpapar HIV maka sebaiknya Anda menggunakan kondom saat berhubungan seks. HIV dapat ditularkan pada bayi. Oral seks juga diperbolehkan tapi pastikan Anda melakukannya dalam keadaan yang sama-sama bersih. Meniup udara ke dalam vagina saat melakukan oral seks juga tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan air embolism (keadaan di mana pembuluh darah tersumbat oleh gelembung udara) yang bisa mengancam jiwa. Dokter juga tidak menganjurkan anal seks saat kehamilan karena bisa menyebabkan paparan bakteri dari anus menuju vagina pemicu infeksi. Bahkan, kebiasaan ini juga memicu wasir selama kehamilan. Berkomunikasi secara Terbuka Komunikasi memegang peran yang penting dalam mencapai kepuasan hubungan seksual. Terutama pada masa kehamilan. Anda dan pasangan mungkin memiliki ide berbeda tentang seberapa sering berhubungan seks dan gaya apa yang disukai masing-masing. Jika hubungan seks saat hamil menjadi sangat sulit dilakukan, terutama di masa akhir kehamilan, mungkin memberikan pijatan dan pelukan penuh kasih sayang bisa menjadi gantinya. Oleh karena itu, komunikasikan secara terbuka kendala yang Anda rasakan bersama pasangan, dan temukan solusinya bersama. Kapan Hubungan Seks saat Hamil Menjadi tidak Aman? Para ahli kandungan akan menyarankan untuk tidak berhubungan seks selama kehamilan jika terjadi beberapa hal di bawah ini: Kondisi medis tertentu yang menempatkan Anda pada risiko keguguran Berisiko mengalami persalinan prematur, sebelum usia kandungan 37 minggu Anda mengalami plasenta previa. Kondisi di mana plasenta menutupi pembukaan serviks Anda mengalami perdarahan vagina. Biasanya terjadi pada kehamilan kembar Mengalami infeksi tertentu Oleh karena itu, sebelum Anda mulai berhubungan seks di masa kehamilan sebaiknya kunjungi dokter kandungan Anda terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kemanan berhubungan seks, baik bagi Anda, pasangan dan janin yang ada di dalam kandungan. Baca juga: Yoga dan Gairah Seksual
 23 Sep 2020    13:00 WIB
Hindari Makanan Ini Saat Sedang Hamil
Asupan ibu hamil sangat penting untuk perkembangan janin. Untuk itu, perlu diketahui asupan apa saja yang harus dihindari oleh ibu hamil agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Berikut daftarnya: Telur setengah matang Pastikan telur yang Anda makan itu matang dengan benar. Telur mentah kemungkinan mengandung bakteri salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Keracunan makanan yang mengandung salmonella dapat menyebabkan perut kram, muntah, diare, demam dan pada kasus tertentu bisa terjadi keguguran. Makanan yang dikemas tidak benar Anda pernah mendengar bakteri bernama listeria? Listeria dapat menyebabkan penyakit disebut listeriosis. Untuk wanita hamil listeriosis dapat menyebabkan gejala seperti flu. Tetapi saat listeria ditularkan ke janin maka dapat menyebabkan keguguran. Makanan sisa atau makanan yang tidak dikemas dengan baik harus dihindari karena kemungkinan terkontaminasi listeria. Keju lunak Hindari keju lunak seperti brie, camembert dan keju bercorak biru atau blue-veined cheese seperti stilton. Keju-keju ini sangat mungkin mengandung listeria- dapat menyebabkan keguguran dan meninggalnya janin di dalam kandungan. Hindari juga keju yang berbahan dasar susu kambing atau domba yang tidak dipasteurisasi, seperti keju feta, karena bisa mengandung toksoplasmosis. Daging mentah atau setengah matang Saat makan di luar dan memesan steak, pastikan steak dimasak well done serta hindari daging ham, hati dan suplemen minyak ikan. Daging dapat membawa risiko toksoplasmosis, listeria dan salmonela jika belum dimasak dengan matang. Hati mengandung vitamin A dalam kadar yang cukup tinggi yang dapat membahayakan perkembangan janin Anda. Ikan jenis tertentu Ikan sering terkait dalam berbagai pola diet, termasuk diet pada wanita hamil. Tetapi ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari ibu hamil seperti ikan lele, ikan todak, ikan marlin, ikan hiu karena kemungkinan sudah terkontaminasi merkuri dengankadar yang tinggi. Merkuri dapa menyebabkan keterlambatan perkembangan janin. Sumber: magforwomen
 19 Sep 2020    17:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil
Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg, di mana tekanan sistolik dapat bervariasi dari 100-120 dan tekanan diastolik 60-80. Peningkatan tekanan darah dapat terjadi saat Anda kurang tidur, kelelahan, dan setelah beraktivitas. Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi pada saat kehamilan, yang disebut dengan hipertensi gestasional. Pada hipertensi gestasional, tekanan darah ibu mulai meningkat setelah kehamilan berusia sekitar 20 minggu, yang akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Tekanan darah sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan biasanya normal. Tanda Perburukan Hipertensi Gestasional Perburukan hipertensi gestasional terjadi bila Anda mengalami berbagai gejala preeklampsia. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami berbagai gejala preeklampsia di bawah ini, yaitu: Perut semakin membesar, dengan atau tanpa pembengkakan pada pergelangan kaki atau wajah atau pembengkakan pada tubuh bagian atas saat bangun tidur Nyeri kepala Penglihatan kabur Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya Mengalami serangan kejang Nyeri hebat di bagian bawah tulang rusuk Komplikasi Hipertensi gestasional dapat menyebabkan preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu keadaan di mana selain tekanan darah tinggi, juga terjadi gangguan pada ginjal, hati, atau berbagai organ lainnya. Pembengkakan pada wajah dan pergelangan kaki serta adanya protein pada pemeriksaan air kemih merupakan dua gejala yang sering ditemukan pada preeklampsia. Wanita dengan preeklampsia memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tindakan pembedahan Caesar serta kelahiran mati. Konsultasikan dengan dokter atau bidan Anda mengenai berbagai gejala yang Anda alami. Diperlukan pengawasan dan perhatian lebih pada hipertensi gestasional untuk mencegah terjadinya eklampsia atau berbagai komplikasi lainnya. Eklampsia merupakan suatu keadaan di mana wanita dengan preeklampsia mengalami serangan kejang sebelum atau setelah melahirkan. Eklampsia merupakan suatu komplikasi yang sangat membahayakan bagi keselamatan ibu dan bayi.
 15 Sep 2020    17:00 WIB
Delapan Tips Agar Cepat Hamil
Tak bisa dipungkiri, salah satu tujuan menikah adalah untuk mendapatkan keturunan. Bagi pasangan yang suami istri yang mendambakan momongan, berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba agar segera mendapatkan anak: Meningkatkan Kesuburan Suami Istri Beberapa makanan berikut mengandung nutrisi dan vitamin yang bagus untuk membantu suami istri agar cepat hamil. Untuk menjaga kesuburan rahim istri, misal: kecambah, alpukat, ayam, dan susu. Sementara untuk meningkatkan kualitas sperma suami, misal ikan, telur, daging, dsb. Nikmati Hubungan Suami Istri Mulailah menikmati hubungan seks tidak sebagai usaha untuk cepat hamil saja tapi juga karena Anda berdua menikmati dan nyaman melakukannya. Coba beberapa variasi posisi dan lokasi untuk meningkatkan mood Anda berdua. Ketahui Masa Subur Istri Masa subur adalah waktu dimana sel telur siap dibuahi oleh sperma. Jika suami istri berhubungan saat istri sedang masa subur, akan memperbesar peluang cepat hamil. Bagi istri yang siklus haidnya teratur akan lebih mudah menghitung masa suburnya, karena bisa dihitung dengan rumus menurut haid pertama. Lendir Kesuburan Cara lain mengetahui masa subur adalah mengecek lendir kesuburan vagina (cervical mucus). Cara melihatnya bisa dengan menggunakan tisu atau jari bersih. Jika terdapat lendir kesuburan di vagina Anda, itu pertanda Istriberada dalam puncak masa subur Jaga Berat Badan Berat badan terlalu kurus juga akan mempengaruhi hormon kesuburan. Demikian juga jika terlalu gemuk. Hubungi bidan/dokter, untuk mengetahui berat badan tubuh yang ideal . Olahraga Terlalu banyak olahraga juga kurang baik buat kesuburan, jadi sebaiknya dilakukan secukupnya saja. olahraga ringan tiga kali seminggu selama 30 menit biasanya sudah cukup. Jalan pagi merupakan salah satu contoh olahraga ringan yang dianjurkan. Gaya hidup sehat Cek kembali gaya hidup (pola makan, asap rokok, penggunaan obat sembarangan) Misalnya, jika perokok atau dekat dengan perokok, sebaiknya hindari. Gaya hidup lain yang juga sebaiknya kita hindari adalah pemakaian obat-obatan sembarangan serta minuman alkohol secara berlebihan. Rileks dan Jalani Keinginan yang sangat kuat untuk segera hamil bisa membuat Anda stres. Padahal stress bisa membuat seseorang kehilangan selera untuk berhubungan seks dan membuat daya tahan tubuh juga menurun. Maka cobalah untuk mengurangi stres dengan mencoba berdoa, pasrah dan ikhlas. Percaya Anda dan pasangan sudah melakukan yang terbaik, selebihnya adalah di luar kekuasaan Anda.
 09 Sep 2020    13:00 WIB
Keluar Flek, Darah Menstruasi Atau Darah Implantasi???
Jika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka datangnya menstruasi tentu akan membuat Anda kecewa. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menempelnya janin pada rahim juga dapat menyebabkan perdarahan (darah implantasi) yang hampir mirip dengan menstruasi? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apakah Anda memang sedang mendapat menstruasi atau justru sedang hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat apa beda daerah menstruasi dengan darah implantasi.   Apa Itu Perdarahan Implantasi? Memang agak sulit membedakan apakah perdarahan yang Anda alami merupakan darah implantasi atau darah menstruasi, terutama bila Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan atau memiliki siklus haid yang memang tidak teratur. Pada keadaan normal, seorang wanita akan mengalami menstruasi sekitar 2 minggu setelah ovulasi. Dan karena sebagian besar wanita akan hamil selama mereka berada pada masa subur (setelah ovulasi), maka implantasi janin biasanya terjadi antara hari ke 10-14 setelah ovulasi. Hal ini berarti terjadinya darah implantasi ini akan bersamaan dengan jadwal menstruasi Anda.   Apakah Setiap Wanita Hamil Mengalami Perdarahan Implantasi? Memang benar bahwa darah implantasi merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Akan tetapi, tidak semua wanita hamil mengalami hal ini. Hanya sekitar ¼ wanita hamil yang mengalami perdarahan saat implantasi. Darah implantasi biasanya menyebabkan perdarahan yang ringan atau spotting.   Berapa Lama Perdarahan Implantasi Berlangsung? Sebagian besar wanita hamil yang mengalami perdarahan implantasi mengalami perdarahan ringan atau spotting selama beberapa hari. Banyaknya darah biasanya hampir sama dengan banyaknya darah pada beberapa hari terakhir menstruasi. Akan tetapi, lamanya perdarahan implantasi berlangsung dapat berbeda-beda pada setiap wanita, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari. Beberapa orang wanita hamil ada juga yang mengalami perdarahan implantasi yang cukup banyak dan berlangsung selama 4 hari, atau hampir sama dengan lamanya menstruasi normal. Jika Anda ragu, apakah Anda hamil atau tidak, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack.   Apakah Anda Sedang Hamil? Jika Anda mengalami menstruasi yang lebih sedikit atau lebih singkat daripada biasanya, telah aktif secara seksual, dan tidak menggunakan pelindung atau kontrasepsi apapun, maka berasumsilah bahwa Anda sedang hamil. Beberapa gejala perdarahan implantasi yang dapat Anda temukan adalah: Darah yang keluar sedikit atau spotting, tidak seperti menstruasi Anda yang biasanya Perdarahan tidak berlangsung terus-menerus seperti halnya menstruasi biasa Darah tidak menetes keluar, Anda baru menyadari adanya bercak darah saat Anda membersihkan vagina dengan tisu Darah tampak berwarna kecokelatan atau merah muda Pola keluarnya darah berbeda dengan menstruasi biasanya. Pada menstruasi biasa, volume darah yang keluar biasanya sedikit pada awalnya, kemudian menjadi lebih banyak, dan kembali berkurang pada akhir masa menstruasi Perdarahan terjadi beberapa hari atau seminggu sebelum waktu menstruasi Anda. Perdarahan implantasi kadangkala dapat terjadi sebelum waktu menstruasi Anda Jika menstruasi Anda selalu teratur dan Anda sekarang mengalami spotting, segera lakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack. Anda mungkin mengalami menstruasi biasa dan bukannya perdarahan implantasi bila Anda mengalami beberapa gejala berikut ini: Perdarahan yang keluar sama seperti menstruasi Anda yang biasanya Volume darah yang keluar sedikit pada hari-hari pertama, kemudian bertambah banyak, dan kemudian sedikit kembali Darah yang keluar berwarna merah terang dan mungkin terdapat bekuan darah di dalamnya Anda mengalami kram perut, perut kembung, dan nyeri pinggang Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka mungkin akan sulit bagi Anda untuk menentukan apakah perdarahan yang sekarang sedang Anda alami merupakan perdarahan implantasi atau menstruasi biasa. Pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack dapat membantu Anda mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan   Gejala Perdarahan Implantasi Selain perdarahan, Anda mungkin juga mengalami kram perut. Kram perut ini sedikit mirip dengan kram perut akibat menstruasi. Anda juga dapat mengalami kram perut saat implantasi berlangsung, walaupun Anda tidak mengalami perdarahan implantasi. Kram perut pada perdarahan implantasi terjadi karena sel telur yang telah dibuahi sedang berusaha untuk menempelkan dirinya pada dinding rahim. Hal ini mungkin akan memicu terjadinya kontraksi otot-otot rahim. Kram perut ini dapat berlangsung selama satu hingga beberapa hari. Hingga saat ini, para ahli masih belum mengetahui mengapa hanya sejumlah wanita saja yang mengalami kram perut dan perdarahan saat terjadinya implantasi. Perdarahan implantasi dapat juga disertai oleh terjadinya berbagai gejala kehamilan lainnya seperti sakit kepala, perubahan emosi, mood berubah-ubah, merasa sangat lelah, atau perut kembung.   Warna Darah Implantasi Warna darah implantasi dapat berbeda-beda pada tiap wanita. Pada sebagian besar kasus, warna darah implantasi yang terjadi adalah agak merah muda atau dapat pula berwarna merah terang. Hal ini dapat merupakan petunjuk bahwa darah yang keluar merupakan darah segar, yang berasal dari dinding rahim yang luruh. Jika darah yang keluar berwarna kecokelatan atau cokelat muda, maka hal ini berarti darah sudah lebih lama berada di dalam rahim dan mungkin baru dikeluarkan sekarang.   Bisakah Anda Mengalami Perdarahan yang Cukup Banyak Saat Implantasi? Perdarahan akibat implantasi janin pada rahim biasanya tidak banyak dan biasanya baru disadari saat Anda membersihkan vagina dengan tisu. Jika darah yang keluar cukup banyak, maka ada kemungkinan bahwa Anda telah mengalami keguguran. Selain akibat keguguran, perdarahan menstruasi yang cukup banyak dapat merupakan gejala dari kehamilan ektopik atau kehamilan mola. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak.   Gejala Awal Kehamilan Lainnya Selain kram perut dan perdarahan implantasi, ada beberapa gejala awal kehamilan lainnya yang perlu Anda perhatikan. Beberapa gejala awal kehamilan lainnya adalah perubahan pada payudara, yaitu payudara menjadi lebih besar (membengkak), sensitif, atau geli. Anda mungkin akan merasa sangat lelah. Sebenarnya gejala awal kehamilan hampir sama dengan gejala sindrom pre menstrual, hanya saja gejala yang dirasakan lebih berat. Anda juga dapat mengalami mual dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Selain itu, Anda mungkin akan merasa ada suatu perubahan pada diri Anda. Percayailah insting Anda dan perhatikan apakah menstruasi Anda terlambat. Perlu diingat bahwa gejala kehamilan pada setiap wanita dapat berbeda-beda, bahkan setiap kehamilan pun dapat memiliki gejala yang berbeda. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack bila Anda tidak yakin apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 07 Sep 2020    17:00 WIB
Stretch Mark Akibat Kehamilan
Kehamilan dan persalinan mempengaruhi berbagai hal dalam hidup anda, mulai dari waktu tidur anda, kegiatan anda, pekerjaan anda, dan keadaan tubuh anda. Hal yang paling sering dikeluhkan oleh banyak ibu adalah timbulnya stretch mark. Stretch mark biasanya tetap ada setelah anda melahirkan.   Mengapa Stretch Mark Terjadi ? Stretch mark terjadi akibat bagian tubuh anda membesar melebihi kemampuan elastisitas kulit anda, yang menyebabkan serat elastik di bawah permukaan kulit anda robek dan menimbulkan stretch mark. Timbulnya stretch mark dipengaruhi oleh seberapa cepat berat badan anda bertambah dan seberapa banyak berat badan anda bertambah. Semakin cepat peningkatan berat badan anda terjadi, maka stretch mark semakin cepat terbentuk.   Di Mana Saja Stretch Mark Dapat Terbentuk ? Selain perut, stretch mark juga dapat terjadi pada daerah dada, paha, bokong, dan lengan atas. Stretch mark biasanya berwarna merah muda, merah, atau ungu selama kehamilan dan menjadi putih atau keabuan setelah melahirkan.   Kapan Stretch Mark Mulai Timbul ? Stretch mark biasanya mulai timbul pada bulan keenam atau ketujuh kehamilan anda. Pembentukan stretch mark juga dipengaruhi oleh faktor genetik, artinya bila ibu anda mempunyai stretch mark saat hamil, maka anda juga akan mengalaminya.   Adakah Cara Mencegah Timbulnya Stretch Mark ? Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya stretch mark saat kehamilan. Semua krim atau pengobatan anti stretch mark sama sekali tidak berpengaruh. Akan tetapi, bukan berarti tidak diperlukan pemakaian krim atau body lotion yang membuat kulit anda lembab dan elastis. Banyak minum air putih juga membantu menjaga kulit anda agar tidak kering. Menjaga kelembaban dan elastisitas kulit anda tetap penting. Kadang, penggunaan body lotion dapat mengurangi rasa gatal akibat timbulnya stretch mark pada kulit. Sebagian stretch mark dapat memudar seiring dengan berlalunya waktu, akan tetapi ada juga stretch mark yang tidak memudar. Penggunaan gel yang mengandung ekstrak bawang dan asam hialuronik dapat membantu memudarkan warna stretch mark setelah penggunaan selama 12 minggu. Menurut para ahli, saat terbaik perawatan stretch mark adalah saat stretch mark masih berwarna merah. Baca juga: Para Bumil, Ayo Cegah Stretch Mark Dari Sekarang!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang