Your browser does not support JavaScript!
 14 May 2018    11:00 WIB
5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Menstruasi
Mengapa Sindrom Premenstrual Terjadi? Sindrom premenstrual biasanya terjadi dalam waktu 2 minggu sebelum menstruasi dimulai dan terjadi akibat perubahan kadar hormon progesteron dan estrogen. Terjadinya sindrom premenstruasi juga berhubungan dengan faktor genetika dan riwayat keluarga.  Gejala sindrom premenstrual adalah mood yang berubah-ubah, mudah marah, payudara terasa keras, dan tertahannya air di dalam tubuh. Berbagai gejala ini dapat dikurangi dengan mengkonsumsi diet sehat dan berolahraga secara teratur. Stress dan kurang tidur dapat membuat gejala menjadi lebih buruk. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai berbagai hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala sindrom premenstrual yang Anda alami.   Apakah Siklus Menstruasi Saya Normal? Siklus menstruasi yang normal tidaklah selalu harus terjadi setiap 28 hari. Siklus menstruasi dapat berlangsung antara 21-36 hari. Akan tetapi, sebagian besar wanita usia produktif memiliki siklus menstruasi sekitar 26-32 hari.  Ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi dimulai. Oleh karena itu, wanita yang memiliki siklus menstruasi selama 34 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke 20 dari siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang teratur menunjukkan bahwa proses ovulasi Anda telah berlangsung, akan tetapi bila Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau jarang mendapat menstruasi, maka hal ini menAndakan bahwa ovulasi tidak terjadi. Sebagian besar wanita memiliki lama menstruasi sekitar 2-8 hari, di mana jumlah darah yang keluar dapat bervariasi dari sedikit, sedang, dan banyak.  Terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda seperti kurang tidur, waktu kerja, stress, penambahan atau penurunan berat badan, olahraga berlebihan, dan gangguan keseimbangan hormonal. Jika Anda tidak berovulasi secara teratur, misalnya karena Anda menderita penyakit ovarium polikistik, maka menstruasi Anda pun menjadi tidak teratur. Jika menstruasi Anda terlambat dan Anda pernah berhubungan seks, maka mungkin telah terjadi kehamilan.   Apakah Saya Dapat Hamil Saat Menstruasi atau Sebaliknya? Walaupun sangat jarang sekali terjadi kehamilan saat Anda menstruasi, akan tetapi hal ini bukan tidak mungkin. Tidak ada waktu tertentu yang cukup aman untuk berhubungan seks tanpa kondom dan pasti tidak hamil. Seorang wanita dapat hamil kapanpun di sepanjang siklus menstruasinya, walaupun kehamilan lebih sering terjadi bila Anda berhubungan seksual pada masa subur Anda. Sperma dapat bertahan di dalam tubuh seorang wanita (organ reproduksi wanita) selama 1 minggu, sedangkan sel telur wanita akan tetap subur dalam waktu 24 jam setelah ovulasi. Oleh karena itu, bila Anda berhubungan seks pada hari-hari terakhir menstruasi Anda, kemudian terjadi ovulasi dan sperma masih ada di dalam organ reproduksi Anda, maka Anda pun dapat hamil. Bila Anda mengalami perdarahan dari vagina saat hamil, maka hal ini mungkin merupakan tAnda telah terjadinya keguguran atau justru menstruasi. Kedua hal ini sulit dibedakan.  Kadangkala, saat janin menempel pada dinding rahim, Anda dapat mengalami perdarahan, yang oleh banyak wanita seringkali disalahartikan sebagai menstruasi dan membuat mereka salah menghitung umur bayi di dalam kandungannya. Akan tetapi, dengan kemajuan teknologi kedokteran dan bantuan USG abdomen (perut), maka dokter tetap dapat mengetahui berapa usia kehamilan Anda dengan tepat. Seorang ahli menyatakan bahwa sekitar 20% wanita hamil dapat mengalami perdarahan di atas pada 3 bulan pertama kehamilannya. Sebagian besar wanita tidak mendapat menstruasi saat mereka hamil.  Bila lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat atau lebih sedikit daripada biasanya, maka ada kemungkinan bahwa telah terjadi kehamilan. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kehamilan.   Apakah Saya Dapat Mengalami Sindrom Syok Toksik Bila Tidak Mengganti Pembalut Dalam Waktu yang Cukup Lama? Sindrom syok toksik merupakan suatu keadaan yang dapat membahayakan jiwa seseorang, yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada tahun 1980 hal ini seringkali terjadi pada wanita muda yang menggunakan pembalut dengan merek tertentu.  Keadaan ini disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus atau staphylococcus yang masuk ke dalam aliran darah dan melepaskan suatu zat toksik. Racun yang dilepaskan oleh bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya demam tinggi, penurunan tekanan darah, dan bahkan koma.  Beberapa orang ahli mengatakan bahwa pembalut yang dapat menyerap cairan dengan sangat cepat dan tidak diganti dalam waktu lama dapat menjadi tempat bakteri bertumbuh dan menyebabkan terjadinya sindrom syok toksik ini. Pabrik pembuat pembalut menyarankan agar Anda mengganti pembalut Anda setidaknya setiap 4-8 jam.   Pada Usia Berapa Menopause Terjadi dan Apa Gejalanya? Menopause merupakan suatu keadaan di mana menstruasi berhenti dan seorang wanita tidak dapat hamil kembali karena ia tidak lagi memproduksi sel-sel telur. Kadang-kadang, menstruasi dapat berhenti secara mendadak, akan tetapi menstruasi biasanya menjadi jarang terlebih dahulu sebelum akhirnya berhenti sepenuhnya. Menopause biasanya terjadi pada usia 52 tahun, akan tetapi juga dapat terjadi pada usia antara 45-55 tahun. Menopause yang terjadi lebih cepat dari usia 45 tahun (menopause dini) biasanya  disebabkan oleh kegagalan ovarium prematur. Keadaan ini bersifat diturunkan dalam keluarga. TAnda-tAnda atau gejala menopause biasanya dimulai antara 2.5 tahun sebelum menstruasi berhenti atau sebelum menopause terjadi. Beberapa gejala menopause yang sering ditemukan adalah hot flushes, berkeringat di malam hari, mood berubah-ubah, mudah marah, mudah lelah, gangguan tidur, dan vagina terasa kering.     Sumber: webmd
 04 May 2018    16:00 WIB
15 Tips Cara Agar Cepat Hamil dan Punya Anak
Tips Cara Agar Cepat Hamil berikut,bisa dicoba bagi yang ingin supaya segera punya Anak, (Posisi, Waktu berhubungan, dll.), disertai dengan Doa juga ya… 1. Meningkatkan Kesuburan Suami IstriBeberapa makanan berikut mengandung nutrisi dan vitamin yang bagus untuk membantu suami istri agar cepat hamil. Untuk menjaga kesuburan rahim istri, misal: kecambah, alpukat, ayam, dan susu. Sementara untuk meningkatkan kualitas sperma suami, misal ikan, telur, daging, dsb. 2. Frekuensi BerhubunganSebaiknya berhubungan suami istri dilakukan dengan frekuensi sewajarnya, jika terlalu sering maka suami terlalu sering ejakulasi, sehingga mempengaruhi kualitas dan jumlah sperma yang dikeluarkan . 3. Posisi BerhubunganPosisi yang berpeluang besar agar istri cepat hamil, adalah posisi yang memungkinkan agar sperma dapat berenang cepat melintasi rongga rahim menuju sel telur yaitu posisi suami di atas, hindari posisi istri diatas karena gravitasi akan menghambat sperma bertemu sel telur 4. Berbaring Setelah BerhubunganIstri dianjurkan tetap berbaring beberapa saat setelah berhubungan, untuk memperbesar peluang cepat hamil. Sebaiknya istri kencing sebelum berhubungan agar setelahnya tidak tergesa-gesa bangkit n pergi ke kamar mandi. 5. Nikmati Hubungan Suami IstriMulailah menikmati hubungan seks tidak sebagai usaha untuk cepat hamil saja tapi juga karena Anda berdua menikmati dan nyaman melakukannya. Coba beberapa variasi posisi dan lokasi untuk meningkatkan mood Anda berdua. 6. Hindari pelicinAlat bantu pelicin mengandung komponen-komponen yang bisa merusak sperma sehingga tidak dianjurkan untuk pasangan yang ingin segera hamil. 7. Ketahui Masa Subur IstriMasa subur adalah waktu dimana sel telur siap dibuahi oleh sperma. Jika suami istri berhubungan saat istri sedang masa subur, akan memperbesar peluang cepat hamil. Bagi istri yang siklus haidnya teratur akan lebih mudah menghitung masa suburnya, karena bisa dihitung dengan rumus menurut haid pertama. 8. Ukur Suhu BadanCara lain untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur, ukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer yang diletakkan di vagina selama lima menit. Suhu tubuh yang normal berkisar antara 35,5 – 36 derajat celcius. Di masa subur, suhu tubuh akan sedikit naik menjadi 37 – 38 derajat celcius. 9. Lendir KesuburanCara lain mengetahui masa subur adalah mengecek lendir kesuburan vagina (cervical mucus). Cara melihatnya bisa dengan menggunakan tisu atau jari bersih. Jika terdapat lendir kesuburan di vagina Anda, itu pertanda Istriberada dalam puncak masa subur 10. Tes KesuburanCara praktis mengetahui kesuburan bisa dengan alat penghitung masa subur yang dijual di pasaran. Alat ini akan mengukur kadar hormon pada air kencing. Hasil tes bisa dilihat dengan tanda tertentu, yang menyatakan Anda sedang berada pada masa subur atau tidak. 11. Jaga Berat BadanBerat badan terlalu kurus juga akan mempengaruhi hormon kesuburan. Demikian juga jika terlalu gemuk. Hubungi bidan/dokter, untuk mengetahui berat badan tubuh yang ideal . 12. OlahragaTerlalu banyak olahraga juga kurang baik buat kesuburan, jadi sebaiknya dilakukan secukupnya saja. olahraga ringan tiga kali seminggu selama 30 menit biasanya sudah cukup. Jalan pagi merupakan salah satu contoh olahraga ringan yang dianjurkan. 13. Gaya hidup sehatCek kembali gaya hidup (pola makan, asap rokok, penggunaan obat sembarangan) Misalnya, jika perokok atau dekat dengan perokok, sebaiknya hindari. Gaya hidup lain yang juga sebaiknya kita hindari adalah pemakaian obat-obatan sembarangan serta minuman alkohol secara berlebihan. 14. Rileks dan JalaniKeinginan yang sangat kuat untuk segera hamil bisa membuat Anda stres. Padahal stress bisa membuat seseorang kehilangan selera untuk berhubungan seks dan membuat daya tahan tubuh juga menurun. Maka cobalah untuk mengurangi stres dengan mencoba berdoa, pasrah dan ikhlas. Percaya Anda dan pasangan sudah melakukan yang terbaik, selebihnya adalah di luar kekuasaan Anda. 15. Kapan perlu konsultasi ke dokterBila pasangan suami istri sudah menikah 1 tahun dengan frekuensi hubungan yang cukup, belum juga hamil, saatnya konsultasi ke dokter, agar bisa diketahui bagaimana jalan yang terbaik. Semoga Bermanfaat…   Baca juga: Prinsip Dalam Mendidik Anak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang    
 04 May 2018    13:00 WIB
Hamil Saat Berusia 36 Tahun, Kenapa Tidak?
Khawatir bayi anda tidak sehat bila hamil di usia lebih dari 35 tahun? Tidak perlu khawatir. Sekarang ini banyak wanita sehat yang hamil di usia lebih dari 35 tahun melahirkan bayi-bayi yang sehat. Akan tetapi, bukan berarti anda tidak memerlukan perhatian lebih saat hamil. Pemeriksaan rutin selama kehamilan anda, dapat membantu anda dan bayi anda tetap sehat. CARA MENINGKATKAN KESEHATAN BAYI ANDA Pemeriksaan Kehamilan Secara Teratur Kontrol  kehamilan dini dan teratur dapat membantu anda dan bayi anda tetap sehat. 8 minggu  pertama kehamilan merupakan saat penting perkembangan bayi anda. Wanita yang berusia di atas 35 tahun dan hamil membutuhkan pengawasan lebih dikarenakan meningkatnya resiko berbagai komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan preeklampsia. Pemeriksaan yang biasa dilakukan saat kontrol kehamilan adalah pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan urin, dan kadar gula darah. Dengan pemeriksaan dini dan teratur, dokter anda dapat mengetahui munculnya komplikasi, sehingga dapat segera ditangani.Konsumsi Asam Folat Sebaiknya, semua wanita usia produktif mengkonsumsi setidaknya 400 mcg (maksimal 1.000 mcg) asam folat setiap harinya. Konsumsi asam folat setiap harinya sebelum dan selama 3 bulan pertama kehamilan dapat mencegah kelainan bawaan pada otak dan saraf bayi. Hal ini terutama penting diketahui oleh wanita yang hamil di usia lebih dari 35 tahun, karena meningkatnya resiko mempunyai bayi dengan kelainan bawaan. CARA MENURUNKAN RESIKO KOMPLIKASI KEHAMILAN Jaga Kondisi Kesehatan Anda Memperhatikan kesehatan ibu selama hamil juga merupakan salah satu hal yang penting. Dengan ibu yang sehat, maka bayi anda pun akan lebih sehat lagi. Selain itu, jangan lupa untuk mengontrol kesehatan gigi anda ke dokter gigi untuk mengurangi resiko kelahiran prematur atau berat badan lahir bayi anda rendah.Menu Makanan Sehat Selama hamil, makanlah berbagai jenis makanan, mulai dari sayuran dan buah-buahan, gandum, kacang-kacangan, daging, dan berbagai produk susu rendah lemak. Anda sebaiknya mengkonsumsi 4 gelas susu kaya kalsium setiap harinya selama hamil untuk menjaga kesehatan gigi dan tulang anda selama hamil. Selain itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan tinggi asam folat seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, hati, dan buah-buahan.Perhatikan Berat Badan Anda Anda harus berkonsultasi dengan dokter anda mengenai seberapa banyak kenaikan berat badan yang diperbolehkan untuk anda. Bila anda mempunyai berat badan ideal, kenaikan berat badan yang disarankan adalah sekitar 12-17 kg selama kehamilan. Bila berat badan anda sedikit berlebih, maka kenaikan berat badan yang diperbolehkan adalah sekitar 8-12 kg selama kehamilan. Namun bila anda menderita obesitas, maka kenaikan berat badan yang diperbolehkan adalah sekitar 6-10 kg selama kehamilan. Dengan memperhatikan kenaikan berat badan anda, anda dapat mencegah kelahiran prematur dan berbagai komplikasi kehamilan lainnya seperti tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan preeklampsia dan peningkatan kadar gula darah yang dapat menyebabkan diabetes selama kehamilan, yang nantinya dapat meningkatkan resiko anda menderita diabetes.Olahraga Siapa bilang wanita hamil tidak boleh berolahraga? Dengan sedikit mengurangi atau memodifikasi pola olahraga anda, maka anda tetap diperbolehkan berolahraga selama hamil, tentunya dengan terlebih dahulu menkonsultasikan menu olahraga anda dengan dokter anda. Olahraga dapat membuat anda tetap sehat, bersemangat, menghilangkan stress, dan menjaga berat badan anda selama kehamilan.Berhenti Merokok dan Minum Alkohol Semua wanita hamil diharuskan untuk berhenti merokok dan minum alkohol. Mengkonsumsi alkohol selama kehamilan dapat meningkatkan resiko bayi anda menderita kelainan fisik maupun mental. Merokok dapat meningkatkan resiko berat badan lahir rendah, terutama pada wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun. Berhenti merokok juga dapat mencegah terjadinya preeclampsia. Bila selama hamil dan menyusui anda diharuskan meminum obat-obatan tertentu, jangan lupa untuk terlebih dahulu menanyakan kepada dokter anda obat apa yang boleh dan tidak boleh anda konsumsi selama hamil dan menyusui.    
 28 Mar 2018    12:30 WIB
Susu Apa yang Baik Dikonsumsi Saat Hamil?
Saat hamil, Anda pasti memiliki banyak sekali pertanyaan, mulai dari bagaimana keadaan bayi Anda hingga olahraga dan makanan apa saja yang boleh Anda lakukan. Susu merupakan salah satu sumber kalsium yang sangat penting saat Anda hamil. Menurut berbagai penelitian, wanita hamil membutuhkan sekitar 1.000-1.300 mg kalsium setiap harinya. Namun, untuk memastikan apakah susu yang Anda konsumsi sehat dan cocok bagi Anda, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda mengenai jenis dan susu apa yang paling baik dikonsumsi selama hamil.   Keuntungan Mengkonsumsi Susu Saat Hamil Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mengkonsumsi susu saat hamil memiliki banyak manfaat bagi bayi di dalam kandungan Anda. Dianjurkan agar wanita hamil mengkonsumsi 3 gelas susu atau produk susu setiap harinya. Fakta menarik lainnya adalah wanita yang yang mengkonsumsi setidaknya 150 ml susu setiap harinya saat hamil biasanya memiliki anak yang lebih tinggi. Anak biasanya juga memiliki berat badan yang lebih besar dan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan anak yang dilahirkan oleh ibu yang tidak mengkonsumsi susu saat hamil. Selain itu, anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengkonsumsi susu selama hamil juga memiliki resiko diabetes yang lebih rendah karena memiliki kadar insulin yang lebih tinggi di dalam aliran darahnya. Mengkonsumsi susu selama hamil juga dapat menurunkan resiko osteoporosis pada anak di masa yang akan datang. Resiko terjadinya rickettsia neonatal juga akan menurun karena susu mengandung banyak vitamin D. Selain itu, bila Anda ingin memiliki anak yang berIQ tinggii, maka iodium yang terdapat di dalam susu akan meningkatkan perkembangan otak bayi Anda. Susu juga merupakan obat anti lambung (antasida) yang baik, yang dapat membantu meredakan nyeri ulu hati dan gangguan lambung lain selama hamil. Susu juga dapat membantu tubuh Anda tetap terhidrasi dan dapat menggantikan cairan yang hilang. Mengkonsumsi susu selama hamil juga dapat menurunkan resiko terjadinya sklerosis multipel pada anak saat ia dewasa Anda.   Jenis Susu dan Mana yang Lebih Baik Bagi Ibu Hamil Sekarang ini sudah tersedia berbagai jenis susu, bahkan susu sapi pun ada beberapa jenis. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja perbedaan di antara berbagai jenis susu sapi yang ada dan mana yang paling sehat bagi ibu hamil. Susu Skim Jika Anda sedang berusaha untuk menjaga berat badan Anda tidak naik terlalu banyak, maka susu skim merupakan pilihan yang baik. Susu ini tidak mengandung lemak jenuh, tetapi karena tidak mengandung lemak, maka kandungan vitamin A, D, E, dan K juga lebih sedikit. Satu gelas susu rendah lemak mengandung sekitar 305 mg kalsium. Satu gelas susu skim mengandung sekitar 83 kalori. Mengkonsumsi 2-3 gelas susu setiap hari dapat membantu mencukupi kebutuhan harian kalsium Anda selama hamil. Susu Full Cream Susu full cream mengandung lemak 3.5% lebih banyak dan biasanya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil karena mengandung lebih banyak lemak. Satu gelas susu mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh dan 149 kalori. Susu Sapi yang Sudah Dipasteurisasi Entah susu full cream atau susu skim yang Anda pilih, pastikan susu yang Anda konsumsi telah dipasteurisasi. Proses pasteurisasi akan memperlambat pertumbuhan bakteri dengan cara memanaskan susu hingga mencapi suhu tertentu dan kemudian didinginkan. Mengkonsumsi susu sapi segar dapat berbahaya bagi wanita hamil karena mungkin mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi berat pada Anda dan bayi Anda. Dianjurkan juga untuk menghindari semua jenis makanan yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. Susu Sapi Segar Mengkonsumsi susu segar atau susu yang tidak dipasteurisasi tidak aman bagi ibu hamil karena dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit. Listeriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh mikroba yang dapat terjadi bila ibu hamil mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.   Baca juga: Susu Mana yang Sebenarnya Lebih Sehat???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: momjunction
 26 Mar 2018    08:00 WIB
Berbagai Jenis Makanan yang HARUS Dihindari Saat Hamil
Saat hamil, bukan hanya tubuh Anda yang akan mengalami perubahan, cara Anda berpikir dan melihat diri Anda pun akan berubah, begitu juga dengan prioritas, sikap, dan gaya hidup Anda. Intinya semua aspek dalam kehidupan Anda akan mengalami perubahan. Untuk menjaga agar bayi di dalam kandungan Anda dan diri Anda sendiri tetap sehat, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, termasuk apa yang Anda makan dan minum. Walaupun Anda boleh mengkonsumsi berbagai jenis makanan, terutama bila sedang ngidam, namun ada beberapa jenis makanan yang mau tidak mau harus Anda hindari selama hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat makanan apa saja yang harus Anda hindari saat hamil.   Seafood dan Ikan Tertentu Selama hamil Anda bukannya tidak boleh mengkonsumsi ikan sama sekali. Anda hanya perlu menghindari beberapa jenis ikan tertentu, terutama ikan yang mengandung merkuri. Mengkonsumsi merkuri selama hamil dapat menyebabkan terjadinya kerusakan otak dan gangguan perkembangan pada bayi Anda. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis ikan yang mengandung banyak merkuri selama hamil. Beberapa jenis ikan yang dimaksud adalah mackerel, ikan todak, hiu, dan tilefish. Ikan tuna yang mengandung sedikit merkuri, boleh dikonsumsi dalam jumlah sedang. Selain itu, ibu hamil juga harus menghindari seafood asap atau mentah karena keduanya dapat mengandung bakteri listeria. Ibu hamil juga harus menghindari konsumsi ikan yang telah tercemar oleh polutan seperti ikan salmon, striped bass, bluefish, walleye, dan trout. Bila Anda sangat ingin mengkonsumsi ikan, konsumsilah ikan air tawar yang tidak mengandung merkuri atau polutan.   Telur Mentah Atau Setengah Matang Saat hamil, sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi telur mentah atau setengah matang karena telur ini mungki mengandung bakteri salmonella yang dapat menyebabkan muntah dan diare. Cara terbaik untuk mengkonsumsi telur adalah telur matang.   Daging Merah dan Daging Unggas Setengah Matang Bila Anda sangat menyukai daging saat sedang hamil, tidak dianjurkan mengkonsumsi daging setengah matang karena daging mungkin mengandung bakteri listeria. Semua daging harus dimasak hingga mencapai 73 derajat celcius. Begitu pula halnya dengan daging unggas. Selain listeria, parasit toxoplasma gondii juga dapat ditemukan pada daging merah dan daging unggas mentah, yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan, keguguran, dan kelainan bawaan. Jadi, pastikan Anda selalu mencuci bersih daging yang akan dimasak dan pastikan Anda memasaknya hingga matang.   Susu dan Produknya yang Tidak Dipasteurisasi Anda mungkin akan dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak susu saat hamil karena susu mengandung kalsium, protein, dan mineral yang Anda butuhkan selama hamil. Akan tetapi, pastikan Anda selalu mengkonsumsi susu yang telah dipasteurisasi. Susu yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung bakteri listeria yang dapat menyebabkan keracunan makanan.   Keju Lunak yang Tidak Dipasteurisasi Keju lunak yang tidak dipasteurisasi seperti brie, feta, camembert, queso fresco, dan sebagainya tidak boleh dikonsumsi saat hamil karena mungkin mengandung bakteri listeria yang dapat menyebabkan terjadinya listeriosis, keguguran, kelahiran premature, dan kelainan bawaan. Bila Anda tetap ingin mengkonsumsi keju, pilihlah keju keras seperti cheddar dan swiss yang dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi.   Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci Bersih Selain mengandung pestisida yang berbahaya, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih dapat mengandung parasit toxoplasma gondii dan bakteri listeria, yang dapat sangat berbahaya bagi janin. Hindari konsumsi kecambah mentah, selada, dan kol yang tidak dicuci. Untuk tetap sehat, pastikan Anda sudah mencuci bersih sayuran yang akan Anda konsumsi dan usahakanlah untuk tidak mengkonsumsi buah dan sayuran yang sudah lama disimpan di kulkas. Pastikan Anda selalu memasak sayuran yang akan Anda makan, terutama sayuran berdaun hijau.   Kecambah Mentah Anda mungkin sudah mendengar bahwa kecambah merupakan sumber protein dan mineral yang baik. Akan tetapi, ada baiknya bila Anda menghindari konsumsi kecambah mentah saat hamil karena mungkin mengandung bakteri dan virus berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Jika Anda tetap ingin mengkonsumsi kecambah, pastikan Anda sudah memasaknya hingga matang.   Kacang (Bila Alergi) Kacang memang merupakan makanan yang baik dikonsumsi selama hamil. Namun, bila Anda memiliki alergi kacang, dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis kacang tertentu selama hamil. Beberapa jenis kacang yang dimaksud adalah kacang tanah, kacang mede, chesnut, hazelnut, macademia, pecan, pistachio, dan walnut.   Salad Apakah Anda merupakan penggemar salad?  Bila ya, maka sebaiknya Anda membuat salad Anda sendiri di rumah daripada membelinya. Hal ini dikarenakan salad yang Anda beli mungkin terbuat dari buah, sayuran, daging, dan telur yang kurang baik, yang mungkin mengandung bakteri listeria.   Jus Buah yang Tidak Dipasteurisasi Ternyata saat Anda hamil, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi jus buah segar karena mungkin mengandung bakteri E.coli dan salmonella yang berbahaya. Dianjurkan untuk mengkonsumsi jus buah yang telah dipasteurisasi.   Baca juga: Apakah Aman Berdiet Saat Hamil???   Konsumsi Kafein Berlebihan Mengkonsumsi terlalu banyak kafein selama hamil dapat menyebabkan terjadinya berat badan lahir rendah, lahir mati, kematian janin, aborsi spontan, dan membuat Anda terus saja BAK. Selain kopi, teh, dan cokelat; kafein juga dapat ditemukan dalam minuman energi dan beberapa jenis obat flu dan batuk.   Teh Herbal dan Suplemen Walaupun Anda mungkin dianjurkan untuk mengkonsumsi berbagai jenis teh dan suplemen herbal, akan tetapi sebenarnya mengkonsumsi keduanya saat hamil mungkin justru lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya bagi kesehatan Anda.   Makanan Kaleng Makanan kaleng yang dapat disimpan dalam waktu lama sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil. Hal ini dikarenakan makanan kaleng seringkali mengandung Bisphenol A (BPA) yang dapat mempengaruhi aktivitas endokrin janin dan makanan kaleng mungkin juga mengandung bakteri berbahaya karena telah disimpan cukup lama.   Makanan Tinggi Nitrat Bacon, sosis, soda diet, dan pemanis buatan (saccharin) merupakan beberapa jenis makanan yang diketahui mengandung banyak nitrat. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak nitrat dapat menyebabkan terjadinya kelainan dan gangguan perkembangan pada bayi.   Makanan Tinggi Gula Walaupun saat hamil banyak wanita akan mengalami ngidam dan memiliki porsi makan yang cukup banyak, namun tetap dianjurkan untuk membatasi konsumsi es krim dan cokelat. Mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.   Jajanan Pinggir Jalan Bila memungkinkan, dianjurkan untuk menghindari berbagai jenis jajanan pinggir jalan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan, keracunan makanan, dan gangguan kesehatan lain karena kurang terjaminnya kebersihan.   Makanan Penuh Lemak Mengkonsumsi terlalu banyak makanan berlemak saat hamil dapat menyebabkan kadar kolesterol Anda meningkat tajam. Selain itu, berat badan Anda mungkin tidak turun sebanyak yang Anda duga paska melahirkan, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan obesitas. Kuncinya adalah mengkonsumsi segala sesuatu dalam jumlah sedang, jangan berlebihan.   Pemanis Buatan Pemanis buatan seperti saccharin tidak dapat difiltrasi oleh plasenta yang berarti pemanis buatan ini dapat langsung masuk ke dalam tubuh bayi Anda. Akan lebih baik bila Anda mengkonsumsi pemanis alami daripada pemanis buatan selama hamil.   Konsumsi Vitamin Berlebihan Berlebihan selalu tidak baik, termasuk mengkonsumsi vitamin berlebihan saat hamil. Tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat membahayakan kesehatan Anda dan bayi Anda. Mengkonsumsi vitamin secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan perkembangan dan bahkan memicu terjadinya kelahiran prematur.   Karbohidrat Sederhana Karbohidrat sederhana seperti roti dan muffin memang tidak berbahaya bagi bayi Anda, tetapi dapat membuat sembelit Anda semakin parah. Semua jenis makanan yang terbuat dari tepung dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Jadi, perbanyaklah konsumsi serat dan kurangi konsumsi karbohidrat sederhana.   Adonan Kue Atau Biskuit Bila Anda suka memanggang biskuit dan kue, pastikan Anda tidak mencoba adonan kue dan biskuit yang masih mentah karena mungkin mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan.   Licorice Licorice atau mulethi merupakan rempah yang biasa ditemukan pada berbagai jenis makanan, namun mengkonsumsi rempah yang satu ini saat hamil dapat memicu terjadinya kontraksi rahim, yang dapat memicu terjadinya keguguran atau kelahiran prematur. Jadi, sebaiknya menghindari konsumsi licorice selama hamil.   Makanan Sisa Saat Anda hamil, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan sisa, bahkan bila makanan sudah disimpan dengan baik di dalam kulkas karena mungkin mengandung bakteri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 23 Mar 2018    12:30 WIB
13 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Anda Paska Hamil dan Melahirkan
Saat hamil dan memiliki anak, Anda mungkin mengira bahwa satu-satunya hal yang akan berubah saat hamil dan paska melahirkan adalah berat badan Anda yang bertambah cukup banyak. Akan tetapi, ternyata ada banyak hal lain yang akan berubah pada tubuh Anda paska hamil dan melahirkan. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja perubahan yang akan terjadi dan pada bagian tubuh mana saja perubahan tersebut akan terjadi.   Rambut Apakah Anda menyadari betapa banyak rambut Anda yang rontok paska melahirkan? Selain kerontokan rambut, banyak wanita yang merasa bahwa rambut mereka berubah secara permanen, misalnya menjadi lebih bergelombang, lebih kasar, dan lebih tipis. Walaupun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan apa yang menjadi penyebab berubahnya struktur atau ketebalan rambut seorang wanita paska melahirkan, akan tetapi para ahli menduga hal ini berhubungan dengan faktor hormonal.   Kulit Selulit Anda mungkin akan mulai memudar, tetapi tidak akan menghilang. Selulit atau stretch mark terjadi karena kulit Anda meregang melebihi kapasitasnya dan terlalu cepat. Saat hamil, beberapa bagian tubuh Anda mungkin akan tampak lebih gelap. Dapat terlihat linea negra, yaitu suatu garis vertikal pada bagian tengah perut Anda. Beberapa orang wanita juga dapat mengalami penggelapan kulit pada pipi atau bibir atas atau yang biasa dikenal dengan nama kloasma. Linea negra dan kloasma ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya paska melahirkan. Namun, pada beberapa orang wanita, penggelapan warna kulit ini mungkin dapat tetap ada walaupun lebih pudar. Anda mungkin akan memiliki tahi lalat yang lebih gelap atau lebih besar daripada saat hamil.   Payudara Menyusui dan membesarnya payudara karena bertambahnya kelenjar susu akan membuat kulit payudara meregang, yang akan membuat payudara tidak lagi sekencang dulu atau bahkan menjadi lebih kendur. Hal ini dikarenakan setelah Anda tidak lagi menyusui, maka kelenjar susu akan langsung mengecil, yang akan membuat payudara menjadi lebih kendur dan lebih lembek. Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita.   Perut Wanita yang pernah melahirkan biasanya akan memiliki pinggul yang lebih besar daripada wanita yang tidak memiliki anak. Hal ini ternyata dikarenakan lemak yang biasa digunakan oleh tubuh untuk membentuk ASI disimpan di daerah perut. Saat Anda berhenti menyusui, maka lemak yang tersisa akan tetap berada di daerah perut. Bahkan bila Anda rajin berolahraga, otot perut Anda mungkin tidak dapat kembali seperti dulu. Hal ini dikarenakan otot perut Anda sudah meregang melebihi kemampuannya sehingga ia tidak dapat kembali lagi ke bentuk sebelumnya.   Pinggul Pinggul Anda akan menjadi lebih besar karena pinggul merupakan tempat pertama penimbunan lemak yang akan digunakan untuk membentuk ASI. Jika berat badan Anda tidak kembali seperti sebelum Anda hamil, maka lemak di daerah pinggul ini cenderung menetap.   Kaki Pembuluh darah vena Anda yang mengalami varises saat hamil hanya akan kembali mengecil paska kehamilan pertama dan cenderung menetap setelah Anda hamil beberapa kali.   Telapak Kaki Pembesaran kaki yang terjadi selama hamil ternyata juga dapat menetap secara permanen. Anda mungkin akan membutuhkan sepatu yang lebih besar karena berbagai hormon yang dihasilkan saat hamil akan membuat ligamen (jaringan ikat) di kaki Anda menjadi lebih rileks agar dapat menahan beban kehamilan selama 9 bulan.   Baca juga: Mendengarkan Musik Bikin Anak Dalam Kandungan Lebih Pintar?   Siklus Menstruasi Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sebelum hamil dan melahirkan mungkin akan memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur. Banyak wanita juga lebih jarang mengalami kram atau nyeri perut saat menstruasi karena rahim mereka memang sudah membesar. Selain itu, kehamilan juga akan membuat endometriosis yang Anda alami menghilang selama sejangka waktu. Kehamilan juga akan menurunkan resiko terjadinya kanker rahim dan kanker ovarium, terutama bila Anda juga menyusui.   Kandung Kemih Otot-otot dasar panggul dan sfingter uretra (lubang kencing) akan mengalami trauma akibat proses melahirkan, yang akan membuat otot-otot ini melemah. Walaupun sebagian besar wanita tidak mengalami gangguan kendali BAK, akan tetapi ada sejumlah wanita yang akan mengompol bila tekanan di dalam perutnya meningkat, misalnya saat mereka tertawa, bersin, atau berlari. Senam Kegel dapat membantu menguatkan kembali otot-otot dasar panggul.   Tulang Kehamilan dan persalinan juga akan mempengaruhi tulang Anda. Tidak peduli seberapa besar usaha Anda untuk mengembalikan cadangan nutrisi yang hilang saat hamil, Anda tetap akan mengalami penurunan kepadatan tulang paska melahirkan.   Kelenjar Tiroid Sekitar 5-10% wanita akan mengalami penurunan atau peningkatan fungsi kelenjar tiroid selama beberapa bulan paska melahirkan. Walaupun gangguan ini biasanya akan membaik dengan sendirinya, akan tetapi beberapa gejala hipotiroidisme seperti badan lesu, depresi, dan sulit berkonsentrasi dapat tetap ada.   Darah Diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi saat hamil (preeklampsia atau eklampsia) biasanya akan menghilang paska melahirkan. Akan tetapi, hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi pada ibu di kemudian hari.   Otak Setelah Anda menjadi seorang ibu, Anda pun secara tidak langsung akan belajar untuk melakukan banyak hal sekaligus (multitask). Setelah melahirkan, otak Anda akan "deprogram" untuk dapat melakukan banyak hal sekaligus.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 20 Mar 2018    12:30 WIB
Amankah Mengkonsumsi Madu Saat Hamil???
Saat hamil, memang banyak sekali pantangan makanan yang harus dilakukan oleh para wanita. Namun, madu ternyata bukan salah satunya. Walaupun madu tidak boleh dikonsumsi oleh bayi, akan tetapi madu aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Madu tidak aman dikonsumsi bayi dan anak-anak yang berusia kurang dari 1 tahun karena madu sebenarnya mengandung bakteri, yang dapat berkembang biak di dalam usus bayi dan menyebabkan terjadinya botulisme, suatu penyakit yang dapat berakibat fatal. Hal ini dikarenakan usus bayi belum cukup matang untuk membunuh bakteri di dalam madu.   Baca juga: Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil   Namun berbeda halnya dengan orang dewasa sehat. Orang dewasa sehat tidak akan mengalami botulisme saat mereka mengkonsumsi madu, bahkan saat mereka hamil. Pastikan saja Anda membeli madu yang telah melalui proses pasteurisasi. Berbeda dengan proses pasteurisasi susu sapi yang berfungsi untuk membunuh kuman, madu melalui proses pasteurisasi selama 15-30 detik untuk membunuh sel jamur sehingga madu tidak terfermentasi dan menghambat proses pengkristalan madu sehingga madu tetap berbentuk cairan kental. Bila Anda lebih menyukai rasa madu mentah, sayangnya hingga saat ini belum ada penelitian mengenai apakah aman bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi madu mentah. Namun, berbeda dengan keju dan daging yang tidak dipasteurisasi, madu mentah tidak akan menyebabkan Anda mengalami listeriosis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: babycenter
 19 Mar 2018    12:30 WIB
Tips Mengatasi Nyeri Payudara Saat Hamil
Saat hamil, Anda tidak dapat terhindar dari nyeri pada payudara. Hal ini dikarenakan jaringan payudara Anda sedang mengalami perubahan sebagai persiapan untuk pembentukan ASI. Untuk membantu mengurangi "penderitaan" Anda, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat membantu mengurangi nyeri pada payudara saat hamil.   Pilih Bra yang Tepat Selama hamil, pastikan Anda memilih bra yang tepat sehingga payudara Anda memiliki penyanggah yang baik. Perhatikan juga ukuran bra yang Anda gunakan, karena biasanya akan terjadi perubahan ukuran bra yang cukup signifikan selama hamil. Intinya adalah segera beli bra baru setiap kali Anda merasa membutuhkannya. Jika payudara Anda terlalu berat atau besar, gunakanlah sports bra (bra olahraga) atau bra yang memiliki busa. Bra jenis ini biasanya lebih sesuai dan terasa lebih nyaman.   Kurangi Konsumsi Garam Entah Anda percaya atau tidak, mengurangi konsumsi garam dapat sangat membantu mengurangi nyeri pada payudara. Hal ini dikarenakan garam bersifat menahan air, yang membuat payudara Anda semakin berat dan nyeri.   Minum Banyak Air Putih Minum air putih juga dapat membantu mengurangi nyeri. Tidak hanya dapat membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari dalam tubuh, minum banyak air putih juga dapat membuat Anda merasa lebih ringan dan segar.   Baca juga: Mengapa Kaki Wanita Hamil Sering Membengkak???   Tetap Aktif Saat hamil, sebagian besar wanita biasanya akan mengurangi aktivitas fisiknya. Akan tetapi, untuk membantu mengurangi nyeri payudara, bergerak justru membantu. Berjalan santai selama 30 menit atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan dapat membantu. Dengan tetap aktif, maka aliran darah di dalam tubuh Anda pun akan menjadi lebih baik.   Kompres Panas Atau Dingin Mengkompres payudara Anda dengan kompres dingin atau panas juga dapat membantu mengurangi nyeri. Pilihlah jenis kompres mana yang lebih Anda sukai.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 16 Mar 2018    11:00 WIB
4 Alasan Mengapa Payudara Terasa Nyeri Saat Hamil
Sebelum Anda dapat menikmati masa-masa menyenangkan sebagai seorang ibu, Anda harus mengalami beberapa jenis nyeri selama hamil. Salah satu jenis nyeri yang dirasa cukup menyiksa dan akan dialami oleh semua ibu hamil adalah nyeri pada payudara. Mengapa payudara terasa nyeri saat hamil? Nyeri pada payudara sebenarnya merupakan tanda paling awal dari kehamilan dan merupakan hal yang normal terjadi. Beberapa orang wanita juga dapat mengalami hal ini saat mereka akan menstruasi atau selama menstruasi. Nyeri pada payudara terutama dirasakan pada 3 bulan pertama kehamilan Anda. Pada masa ini, payudara biasanya teraba keras, membengkak, nyeri, dan sensitif. Nyeri pada payudara biasanya mulai dirasakan saat usia kehamilan Anda sudah mencapai 5-6 minggu. Rasa nyeri ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan semakin membesarnya usia kehamilan Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja hal yang paling sering menyebabkan terjadinya nyeri pada payudara saat hamil.   Terjadinya Perubahan Jaringan Payudara Perubahan jaringan payudara ini merupakan penyebab paling sering dari nyeri pada payudara saat hamil. Pada saat hamil, akan terbentuk kista-kista kecil pada jaringan fibrosa payudara, yang kemudian akan terisi oleh cairan dan membengkak. Hal inilah yang membuat payudara terasa nyeri.   Ketidakseimbangan Kadar Hormon di Dalam Tubuh Saat hamil, tubuh akan mengalami berbagai perubahan untuk mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan Anda. Hal ini akan menyebabkan perubahan mendadak pada kadar berbagai hormon di dalam tubuh Anda, terutama kadar estrogen, yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri pada payudara.   Baca juga: Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Hamil 3 Bulan   Keluarnya ASI Salah satu keluhan yang paling dijumpai pada ibu hamil adalah keluarnya ASI sebelum melahirkan. Hal ini biasanya terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua atau ketiga. Kebocoran ASI ini sebenarnya terjadi karena payudara sudah mulai memproduksi kolostrum. Cairan ini biasanya keluar saat Anda memijat payudara atau saat Anda merasa bergairah dan merupakan penyebab tersering dari terjadinya nyeri payudara, terutama pada tahap akhir kehamilan.   Perubahan Ukuran Payudara Saat hamil, sel pembentuk ASI dan kelenjar susu akan mulai terbentuk. Hal ini akan membuat ukuran payudara Anda membesar. Pembesaran payudara ini akan tetap berlangsung hingga 3 bulan pertama paska melahirkan. Akibatnya, ukuran bra Anda mungkin akan bertambah sekitar 1 cup. Pembesaran payudara inilah yang membuat payudara terasa sakit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction