Your browser does not support JavaScript!
 17 Feb 2019    16:00 WIB
Apa yang Terjadi Pada Payudara Saat Hamil dan Paska Melahirkan ?
Tahukah Anda bahwa payudara Anda mengalami banyak perubahan selama Anda hamil? Perubahan ini bahkan akan terus berlangsung hingga Anda melahirkan dan menyusui. Perubahan terbesar yang akan terjadi pada payudara Anda adalah ukurannya. Payudara Anda akan menjadi lebih besar saat Anda hamil dan perubahan ini masih akan tetap berlangsung hingga Anda melahirkan, bahkan dapat lebih besar saat Anda baru mulai menyusui. Akan tetapi, pembesaran ini tidak akan berlangsung lama. Payudara akan kembali mengecil bahkan hingga menjadi lebih kecil atau tetap lebih besar daripada sebelum Anda hamil kira-kira 1 tahun setelah Anda berhenti menyusui. Mengapa demikian? Menurut seorang ahli, perubahan payudara ini merupakan hal yang normal terjadi pada para ibu sebagai cara tubuh untuk mempersiapkan diri untuk proses menyusui, di mana perubahan ini mungkin hanya berlangsung sementara dan atau justru permanen. Berbagai perubahan yang terjadi pada payudara ini berhubungan dengan hormon. Berbagai jenis hormon seperti hormon progesteron, estrogen, dan oksitosin akan menstimulasi kelenjar susu payudara untuk bertumbuh sebagai persiapan untuk menyusui bayi Anda yang akan lahir nanti. Setelah para wanita berhenti menyusui, maka ukuran payudaranya pun akan mengalami perubahan, beberapa orang memiliki payudara yang lebih kecil, beberapa orang lainnya memiliki payudara yang lebih besar daripada sebelum hamil, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan bagi beberapa orang wanita, menyusui dapat membuat jaringan payudara menjadi lebih padat sehingga lemak dan jaringan ikat di dalam payudara Anda dapat berpindah tempat, yang berakibat pada perubahan bentuk payudara. Perubahan tidak hanya terjadi pada jaringan payudara saja, tetapi juga pada puting susu. Berbagai hormon kehamilan akan membuat puting susu menjadi lebih menonjol dan akan membuatnya tampak turun atau menciut setelah Anda berhenti menyusui. Penciutan ini biasanya hanya berlangsung sementara dan puting susu Anda akan kembali ke bentuk dan ukurannya semula.   Sumber: womenshealthmag
 02 Feb 2019    16:00 WIB
Beberapa Penyebab Pendarahan Selama Kehamilan
Perdarahan selama kehamilan seringkali terjadi, terutama pada trimester pertama kehamilan (1-12 minggu pertama) dan biasanya bukan merupakan tanda bahaya apapun. Akan tetapi, karena perdarahan kadang juga merupakan tanda adanya gangguan berat lainnya, maka segera hubungi dokter atau bidan anda untuk memastikan kesehatan bayi anda.   Perdarahan Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Sekitar seperempat wanita hamil mengalami perdarahan pada 12 minggu pertama kehamilan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada trimester pertama kehamilan adalah: Saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim anda (perdarahan saat implantasi) Keguguran Kehamilan ektopik Kehamilan anggur (molar) Perubahan pada serviks (leher rahim) Infeksi Perdarahan Saat Implantasi Anda mungkin menemukan sedikit bercak darah pada pakaian dalam anda pada 6-12 hari setelah kehamilan, yaitu saat sel telur yang telah dibuahi oleh sperma menempel pada dinding rahim. Beberapa wanita tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil dan mengira bercak darah ini sebagai menstruasi yang sangat sedikit. Perdarahan ini biasanya sangat sedikit dan hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari. Keguguran Perdarahan pada trimester pertama kehamilan juga dapat merupakan tanda ancaman keguguran. Segera hubungi dokter anda untuk memastikan kesehatan bayi anda dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya keguguran. Kehamilan Ektopik Pada kehamilan ektopik, embrio yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada tuba falopii (suatu saluran tempat pembuahan terjadi, terletak antara indung telur dengan rahim). Jika embrio ini terus berkembang, maka tuba falopii akan robek dan dapat membahayakan nyawa anda. Beberapa gejala lain dari kehamilan ektopik adalah kram perut hebat atau nyeri perut bagian bawah, biasanya hanya pada satu sisi perut, nyeri saat  buang air kecil atau saat buang air besar, dan kepala terasa ringan atau melayang. Kehamilan Anggur (Molar) Kehamilan anggur atau mola hidatidosa merupakan suatu keadaan yang sangat jarang terjadi, di mana terdapat pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam rahim (bukan bayi). Pada keadaan yang jarang, jaringan ini dapat merupakan sel kanker dan dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya. Gejala lain dari kehamilan anggur ini adalah mual dan muntah hebat serta pembesaran rahim yang berlangsung cepat Perubahan Leher Rahim (Serviks) Selama kehamilan, terjadi peningkatan aliran darah pada serviks. Hubungan seksual atau pemeriksaan pada serviks ataupun hal lainnya yang menyebabkan gesekan atau tersentuhnya serviks dapat memicu terjadinya perdarahan. Infeksi Infeksi apapun yang mengenai serviks, vagina, atau penyakit menular seksual seperti klamidia, gonorea, atau herpes dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada trimester pertama kehamilan.   Perdarahan Pada Trimester II dan III Kehamilan (13-40 Minggu) Perdarahan abnormal yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kesehatan ibu atau bayi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami perdarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan anda. Berbaring dan beristirahatlah sambil menunggu dokter atau bidan anda datang dan jangan mengkonsumsi obat-obatan apapun. Plasenta Previa Plasenta previa merupakan suatu keadaan di mana plasenta terletak pada bagian bawah rahim, baik sebagian atau seluruhnya sehingga menutupi jalan lahir. Perdarahan akibat plasenta previa dapat terjadi tanpa disertai nyeri perut. Solusio Plasenta Solusio plasenta merupakan suatu keadaan di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum atau saat melahirkan yang mengakibatkan adanya genangan darah (terkumpulnya darah) di antara plasenta dan rahim. Keadaan ini dapat sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya. Gejala lain dari solusio plasenta adalah nyeri perut, keluarnya bekuan darah dari dalam vagina, rahim terasa lunak, dan nyeri pinggang atau punggung. Ruptur Uterus Ruptur uterus atau robeknya rahim merupakan suatu keadaan yang jarang terjadi yang dapat disebabkan oleh terbukanya jaringan parut bekas operasi caesar sebelumnya selama kehamilan. Robeknya rahim ini dapat membahayakan jiwa anda dan membutuhkan tindakan caesar segera. Gejala ruptur uterus lainnya adalah nyeri perut dan perut terasa lunak. Vasa Previa Vasa previa merupakan suatu keadaan yang sangat jarang terjadi, di mana pembuluh darah bayi pada tali pusat atau plasenta berada pada jalan lahir. Vasa previa dapat sangat berbahaya bagi bayi anda karena pembuluh darah ini dapat robek dan menyebabkan bayi anda mengalami perdarahan hebat dan kekurangan oksigen. Gejala lain dari vasa previa adalah denyut jantung bayi abnormal dan perdarahan hebat. Kelahiran Prematur Perdarahan dari vagina saat hamil tua dapat merupakan tanda bahwa tubuh anda sedang bersiap untuk melahirkan. Beberapa hari atau minggu sebelum melahirkan, suatu lapisan lendir yang menutupi serviks dapat keluar melalui vagina dan mungkin juga mengandung sedikit darah (lendir darah). Jika perdarahan dan tanda-tanda kehamilan dimulai sebelum kehamilan berusia 37 minggu, segera hubungi dokter atau bidan anda karena anda mungkin akan mengalami kelahiran prematur. Gejala lain dari kelahiran premature adalah adanya kontraksi rahim, keluarnya cairan atau lendir dari vagina, adanya tekanan pada perut, dan nyeri pada punggung bawah atau pinggang. Penyebab Lainnya Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan perdarahan saat hamil tua adalah cedera pada serviks atau vagina, adanya polip, atau kanker.   Apa yang Harus Dilakukan? Beberapa hal yang dapat anda lakukan bila mengalami perdarahan saat hamil adalah: Segera hubungi dokter atau bidan anda, karena perdarahan dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kehamilan anda Gunakanlah pembalut untuk mengetahui seberapa banyak darah yang telah keluar dan catatlah warna darah yang keluar (merah muda, coklat, atau merah; apakah disertai dengan bekuan darah atau tidak) Bawalah setiap jaringan yang keluar dari vagina anda pada dokter anda untuk diperiksa Jangan menggunakan tampon atau berhubungan seksual selama anda masih mengalami perdarahan Segera hubungi dokter atau bidan anda atau pergi ke rumah sakit terdekat bila anda mengalami tanda-tanda keguguran seperti nyeri perut hebat atau kram perut hebat pada perut bagian bawah, perdarahan hebat yang disertai oleh nyeri ataupun tidak, keluarnya jaringan dari vagina, pusing, pingsan, demam lebih dari 38°C, dan atau menggigil  Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 24 Jan 2019    14:00 WIB
Kehamilan dan Epilepsi
Tentunya anda sering bertanya apakah wanita penderita epilepsi dapat hamil atau apakah mereka dapat tetap mengkonsumsi berbagai obat anti kejang selama kehamilannya atau apakah yang harus dilakukan bila serangan kejang terjadi saat kehamilan. Memang tidak mudah bagi wanita penderita epilepsi untuk hamil. Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yaitu: Peningkatan resiko kemandulan. Hal ini disebabkan oleh lebih tingginya wanita penderita epilepsi untuk menderita sindrom ovarium polikistik (adanya beberapa kista di dalam indung telur) Menstruasi tidak teratur Periode anovulasi, di mana tidak adanya produksi sel telur setiap bulannya, sehingga menyulitkan proses pembuahan karena tidak ada sel telur yang dapat dibuahi oleh sperma Efek samping obat anti kejang seringkali mempengaruhi produksi hormon oleh indung telur yang menyebabkan penurunan kesuburan Gangguan keseimbangan hormon yang mendukung kehamilan Berbagai hal di atas menyebabkan wanita penderita epilepsi untuk hamil. Bila akhirnya kehamilan terjadi, maka serangan kejang harus dikendalikan dengan baik. Kejang dapat mengganggu perkembangan bayi anda. Saat anda kejang, bayi anda mungkin mengalami kekurangan oksigen, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya keguguran atau kelahiran mati. Wanita penderita epilepsi dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 400 mcg asam folat sebelum dan selama hamil.   Obat Anti Kejang yang Dapat Digunakan Selama Kehamilan Sebagian besar obat anti kejang menyebabkan terjadinya kelainan bawaan pada bayi. Walaupun terdapat beberapa obat yang memiliki resiko yang lebih rendah. Asam valproat dan fenobarbital beresiko tinggi menyebabkan terjadinya spina bifida (kelainan saraf) pada bayi. Sementara, karbamazepin dan lamotrigine mempunyai resiko yang lebih rendah. Selama kehamilan, terjadi peningkatan metabolisme obat. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya serangan kejang akibat dosis obat yang rendah di dalam darah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan dosis obat yang lebih besar, akan tetapi hal ini dapat meningkatkan resiko pada bayi anda. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan ketat oleh dokter anda selama kehamilan. Penggunaan kombinasi obat anti kejang selama kehamilan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan pada bayi anda. Oleh karena itu, dokter biasanya hanya menyarankan penggunaan satu macam obat anti kejang. Bila anda mengkonsumsi dua atau lebih obat anti kejang saat ini dan ingin hamil, maka sebaiknya berkonsultasilah dahulu dengan dokter anda mengenai apa yang harus dilakukan. Penurunan atau penggantian obat anti kejang biasanya mulai dilakukan 1 tahun sebelum kehamilan. Penurunan dosis obat dilakukan secara bertahap. Penggantian obat anti kejang pun dilakukan secara bertahap. Jangan coba untuk menghentikan obat-obatan anda atau mengganti obat anda tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda karena hal ini dapat membahayakan diri anda dan bayi anda.   Pilihan Persalinan Wanita penderita epilepsi yang akan melahirkan memerlukan pengawasan lebih ketat karena kemungkinan terjadinya kejang selama proses persalinan, akan tetapi hal ini bukan berarti wanita penderita epilepsi tidak dapat melahirkan secara normal. Jika anda mengalami serangan kejang saat proses persalinan, dokter dapat memberikan obat anti kejang melalui infus. Akan tetapi, obat anti kejang dapat menyebabkan otot-otot rahim berelaksasi. Relaksasi otot rahim dapat menyebabkan terhambatnya proses persalinan. Bila hal ini terjadi maka dokter akan melakukan tindakan bedah Caesar. Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 19 Jan 2019    16:00 WIB
Bolehkan Minum Teh Hijau Saat Hamil ?
Saat Anda dinyatakan hamil, Anda menjadi sangat teliti terhadap apa saja yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dapat dimaklumi karena Anda pasti menginginkan hanya yang terbaik untuk anak Anda. Salah satu yang masih menjadi perdebatan saat ini adalah apakah teh hijau aman untuk dikonsumsi wanita hamil? Wanita hamil memang akan selalu mempertanyakan keamanan dari setiap makanan yang masuk ke tubuhnya, tidak terkecuali teh hijau yang sudah terbukti manfaatnya terhadap kesehatan. Teh hijau dianggap aman untuk wanita hamil, bahkan baik untuk dikonsumsi wanita hamil karena mengandung antioksidan yang tinggi. Tetapi beberapa studi mengatakan terlalu banyak mengkonsumsi teh hijau akan berdampak buruk untuk kehamilan Anda. Untuk itu, konsumsilah teh hijau dalam jumlah yang normal. Berikut adalah alasan mengapa teh hijau dapat berdampak buruk untuk kehamilan. Mempengaruhi kadar asam folatPeningkatan konsumsi teh hijau dapat memberi efek terhadap kadar asma folat tubuh. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelainan pada pembentukan tabung syaraf janin, seperti spina bifida, dimana tabung disekeliling sel syaraf gagal terbentuk. Efek kafeinJangan lupa jika teh hijau mengandung kafein, walaupun dalam jumlah yang tidak sebanyak kopi. Kafein dapat menyebabkan peningkatan darah tinggi, sehingga penting untuk membatasi asupan kafein pada ibu hamil Mempengaruhi penyerapan zat besiTerlalu banyak teh hijau akan menyebabkan penurunan absorpsi zat besi dalam tubuh. Zat besi sangat penting pada masa kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia Menyebabkan berat badan bayi rendahTeh hijau mengandung 20-50 mg kafein per porsi. Tingginya kafein per porsi akan memengaruhi berat badan bayi. Jika bumil terlalu banyak mengonsumsi teh, bayi akan berisiko memiliki berat badan yang rendah. DehidrasiKafein bersifat diuretik pada tubuh, sehingga peningkatan konsumsi teh hijau membuat Anda sering buang air kecil, dan lama-kelamaan tubuh jadi dehidrasi. Kafein masuk ke plasentaJika asupan kafein dalam tubuh terlalu tinggi, maka kafein akan masuk ke dalam sirkulasi darah. Parahnya, kafein bisa masuk ke dalam plasenta  bayi. Metabolisme bayi Anda belum cukup matang untuk bisa "mengolah" kafein sehingga akan menjadi racun dalam tubuh bayi.Sumber: boldsky
 23 Dec 2018    11:00 WIB
Manfaat Mengkonsumsi “Daging" Kelapa Saat Hamil
Ternyata tidak hanya air kelapa saja yang bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan bayinya, "daging" kelapa pun memiliki beberapa manfaat baik bagi kesehatan ibu hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari mengkonsumsi "daging" kelapa saat hamil.   Meningkatkan Produksi ASI Mengkonsumsi daging kelapa secara teratur saat hamil dapat meningkatkan suplai ASI setelah Anda melahirkan. Selain itu, minyak kelapa juga membantu produksi ASI. Mengkonsumsi daging kelapa saat menyusui juga baik karena daging kelapa mengandung asam laurat dan capriat. Kedua asam ini memiliki efek antivirus, anti bakteri, dan anti parasit; yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit.   Melancarkan Sirkulasi Darah Volume darah akan meningkat menjadi 2 kali lipat selama kehamilan, yang akan membuat kaki ibu hamil membengkak. Sirkulasi darah yang buruklah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan ini. Mengkonsumsi kelapa dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan mencegah pembengkakan pada kaki.   Baca juga: Berbagai Jenis Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Pada Trimester I Kehamilan   Membantu Pencernaan Mengkonsumsi daging dan air kelapa juga dapat mencegah terjadinya sembelit karena daging kelapa berfungsi sebagai laksatif.   Membuat Tidur Lebih Nyenyak Mengkonsumsi kelapa dan poppy seed serta ghee dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak.   Meningkatkan Laju Metabolisme Tubuh Saat Anda mencampurkan kelapa dengan rempah-rempah, maka hal ini dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh pada wanita hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 27 Nov 2018    11:00 WIB
Cara Membedakan Gejala Flu Dan Kehamilan
Bagi seorang wanita yang belum pernah hamil dan tidak menyangka akan hamil, maka gejala kehamilan pertama yang dialaminya mungkin menyerupai dengan gejala flu. Flu merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh infeksi virus. Flu merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu atau lebih. Infeksi flu ini dapat mempengaruhi semua sistem di dalam tubuh Anda, sedangkan kehamilan biasanya hanya akan mempengaruhi sistem pencernaan dan sistem saluran kemih Anda. Infeksi flu terjadi saat Anda berkontak dengan seseorang yang sedang menderita flu. Flu merupakan penyakit yang sangat mudah menular, yang sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak, terutama pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.Morning sickness atau tingginya rasa mual dan muntah merupakan gejala utama kehamilan. Disebut morning sickness karena rasa mual biasanya paling parah dirasakan di pagi hari. Rasa mual ini biasanya akan berkurang setelah trimester pertama kehamilan berlalu atau dapat pula berlangsung di sepanjang kehamilan.Rasa mual ini diakibatkan oleh penurunan kadar gula darah dan peningkatan kadar hormon yang berada di dalam darah. Rasa mual terasa paling parah di pagi hari dikarenakan Anda tidak mengkonsumsi makanan apapun selama tidur yang membuat kadar gula darah Anda menurun.Perbedaan GejalaGejala flu terdiri dari demam ringan, batuk, menggigil, badan terasa lemah, nyeri otot, dan nyeri sendi yang terjadi secara mendadak. Selain itu, penderita juga mungkin mengalami nyeri kepala. Sedangkan wanita hamil biasanya lebih sering merasa pusing. Rasa pusing ini terutama dirasakan bila Anda bangun dari posisi tidur ke posisi duduk atau saat bekerja atau setelah bekerja dalam waktu yang cukup lama. Bila seorang wanita hamil tidak memperoleh cukup kalori, maka hal ini dapat membuatnya merasa lemas.Penderita flu juga mengalami penurunan nafsu makan akibat perubahan indra pengecap, yang kadangkala menyebabkan penurunan berat badan. Pada kehamilan, wanita mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan pada trimester pertama kehamilan akibat rasa mual yang dirasakan, akan tetapi setelah rasa mual berkurang, maka Anda akan merasakan adanya peningkatan nafsu makan serta berat badan. Hal ini dikarenakan wanita hamil memerlukan banyak energi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi Anda.Gejala flu biasanya hanya akan berlangsung dalam waktu singkat dan akan sembuh dengan sendirinya, sedangkan gejala kehamilan dapat berlangsung dalam waktu lama. Bila infeksi flu juga mengenai sistem pencernaan, maka Anda juga dapat mengalami diare, nyeri perut, kram perut, nyeri perut bagian bawah, demam, mual hebat, dan muntah. Akibatnya penderita dapat menunjukkan tAnda-tAnda dehidrasi dan merasa sangat lelah. Rasa mual akibat kehamilan dapat berlangsung selama 3-4 bulan, yaitu pada 3-4 bulan pertama kehamilan, terutama di pagi hari, berkurang pada waktu siang dan malam hari, serta biasanya tidak reda dengan pemberian obat anti mual. Para wanita hamil biasanya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap bau-bauan apapun dan hal dapat membuatnya merasa lebih mual. Selain rasa mual, wanita hamil juga dapat mengalami beberapa gejala lainnya seperti payudara menjadi lebih kencang, perut kembung, ngidam, dan dada terasa seperti terbakar yang terjadi secara berulang-ulang.Gejala flu dapat terjadi pada siapa saja, pria mupun wanita, pada umur berapa pun; sedangkan gejala kehamilan hanya dapat terjadi pada wanita, yang berusia antara 14-50 tahun. Baca juga: Tips Mencegah Flu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: differencebetween
 18 Nov 2018    11:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Kehamilan
Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg, di mana tekanan sistolik dapat bervariasi dari 100-120 dan tekanan diastolik 60-80. Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi bila tekanan darahnya lebih tinggi daripada normal, baik sistolik ataupun diastolik, yang ditemukan pada lebih dari satu kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Peningkatan tekanan darah juga dapat terjadi saat anda kurang tidur, kelelahan, dan setelah beraktivitas. Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi pada saat kehamilan, yang disebut dengan hipertensi gestasional. Pada hipertensi gestasional, tekanan darah ibu mulai meningkat setaselah kehamilan berusia sekitar 20 minggu, yang akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Tekanan darah sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan biasanya normal.   Efek Tekanan Darah Tinggi Pada Anda dan Bayi Anda Efek Pada Ibu Mengalami hipertensi gestasional bukan berarti anda tidak dapat memiliki bayi yang sehat serta kehamilan normal seperti wanita lainnya, anda hanya perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan anda dan bayi anda. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada ginjal atau berbagai organ lainnya. Selain itu, hipertensi gestasional meningkatkan resiko anda menderita tekanan darah tinggi atau penyakit jantung atau stroke setelah anda melahirkan atau beberapa tahun kemudian. Efek Pada Bayi Tekanan darah tinggi menyebabkan penurunan aliran darah dari ibu ke plasenta, yang menyebabkan penurunan aliran oksigen dan nutrisi kepada bayi anda, yang mana kedua hal tersebut sangat dibutuhkan bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi anda. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada bayi anda dan menyebabkan bayi anda memiliki berat badan lahir rendah. Walaupun demikian, bayi anda tetap dapat bertumbuh dengan normal.   Efek Hipertensi Gestasional Pada Persalinan Hipertensi gestasional dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia, suatu komplikasi kehamilan yang membahayakan bagi ibu dan bayi. Bila anda mengalami hal ini, maka anda harus melakukan persalinan di rumah sakit untuk memperoleh penanganan dan pengawasan terbaik. Selain itu, bila dokter menilai keadaan kesehatan anda tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal melalui vagina atau bila terjadi eklampsia, maka dokter akan melakukan tindakan pembedahan Caesar.   Tanda Perburukan Hipertensi Gestasional Perburukan hipertensi gestasional terjadi bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia di bawah ini, yaitu: Perut semakin membesar, dengan atau tanpa pembengkakan pada pergelangan kaki atau wajah atau pembengkakan pada tubuh bagian atas saat bangun tidur Nyeri kepala Penglihatan kabur Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya Mengalami serangan kejang Nyeri hebat di bagian bawah tulang rusuk   Komplikasi Hipertensi gestasional dapat menyebabkan preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu keadaan di mana selain tekanan darah tinggi, juga terjadi gangguan pada ginjal, hati, atau berbagai organ lainnya. Pembengkakan pada wajah dan pergelangan kaki serta adanya protein pada pemeriksaan air kemih merupakan dua gejala yang sering ditemukan pada preeklampsia. Wanita dengan preeklampsia memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tindakan pembedahan Caesar serta kelahiran mati. Konsultasikan dengan dokter atau bidan anda mengenai berbagai gejala yang anda alami. Diperlukan pengawasan dan perhatian lebih pada hipertensi gestasional untuk mencegah terjadinya eklampsia atau berbagai komplikasi lainnya. Eklampsia merupakan suatu keadaan di mana wanita dengan preeklampsia mengalami serangan kejang sebelum atau setelah melahirkan. Eklampsia merupakan suatu komplikasi yang sangat membahayakan bagi keselamatan ibu dan bayi. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: webmd  
 17 Nov 2018    08:00 WIB
Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan
Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut ibu, di mana dapat terjadi pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Selain itu, hormon yang diproduksi selama kehamilan juga dapat membuat gigi anda lebih mudah terserang plak.   Perawatan Gigi Sebelum Hamil Periksakanlah kesehatan gigi anda sebelum kehamilan. Dengan demikian, anda dapat mengetahui keadaan kesehatan gigi anda dan berbagai gangguan kesehatan yang ada sehingga anda dapat mengatasi berbagai masalah tersebut sebelum kehamilan terjadi.   Perawatan Gigi Selama Kehamilan Beberapa hal yang harus anda lakukan dalam merawat kesehatan gigi anda selama kehamilan adalah: Beritahukanlah pada dokter gigi anda bahwa anda sedang hamil dan jangan melakukan pemeriksaan gigi pada trimester pertama kehamilan dan pada saat kehamilan anda telah berusia 30 minggu karena saat-saat ini merupakan saat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan gigi rutin pada trimester kedua. Semua tindakan pencabutan atau penambalan atau tindakan lainnya yang tidak perlu dilakukan dengan segera dapat ditunda hingga anda telah melahirkan Beritahukan pada dokter gigi anda setiap obat yang anda konsumsi Hindari melakukan foto rontgen apapun selama kehamilan Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol Lakukanlah pemeriksaan gigi secara teratur selama trimester kedua kehamilan karena kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan pada gusi Perhatikan setiap perubahan pada gusi anda selama kehamilan Jagalah kebersihan mulut dan gigi anda untuk mencegah dan atau mengurangi berbagai gangguan kesehatan mulut Jika rasa mual dan muntah di pagi hari membuat anda sulit menyikat gigi anda, gantilah pasta gigi anda dengan pasta gigi yang tidak berasa selama kehamilan. Anda juga dapat mencoba membersihkan mulut anda dengan air dan tunggulah sekitar 1 jam sebelum mulai menyikat gigi Hal lainnya yang perlu anda perhatikan adalah agar anda menghindari berbagai makanan manis. Keinginan atau mengidam makanan manis sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, ingatlah bahwa semakin banyak anda memakan makanan tersebut maka semakin besar pula resiko kerusakan gigi anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi juga dapat ditularkan dari ibu pada anak. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang selama kehamilan. Gigi bayi anda akan mulai berkembang saat kehamilan anda telah memasuki usia 3 bulan. Konsumsilah berbagai makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu dan produknya, keju, dan yogurt bagi perkembangan gigi, gusi, dan tulang bayi anda.   Perawatan Gigi Setelah Melahirkan Bila anda mengalami gangguan kesehatan mulut apapun, baik pada gigi dan gusi, segera periksakan diri anda setelah melahirkan untuk memperoleh penanganan yang mungkin tidak dapat dilakukan selama kehamilan.    Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 05 Nov 2018    20:00 WIB
Seberapa Sering Seseorang Harus Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil?
Banyak orang yang sedang berusaha untuk memiliki momongan tentunya bertanya-tanya seberapa sering sebenarnya mereka harus berhubungan intim dengan pasangannya agar cepat hamil. Apakah berhubungan seks beberapa kali sehari benar-benar dapat meningkatkan kesempatan seseorang untuk hamil?   Baca juga: Tips Cepat Memiliki Momongan!   Jawabannya adalah tidak harus demikian. Ketentuan umum bagi pasangan yang telah diketahui tidak memiliki masalah kesuburan apapun untuk memiliki anak adalah dengan melakukan hubungan seks lebih sering, yang berarti mereka harus berhubungan seks setiap hari atau setiap 2 hari sekali. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan dengan melakukan hubungan seks hampir setiap hari, maka sperma si pria masih segar dan sehat, yang sangat ideal untuk proses pembuahan. Akan tetapi, ketentuan ini akan berubah bila sang suami memiliki gangguan kesuburan. Jika dokter menemukan adanya gangguan pada jumlah sperma atau ejakulasi sang suami, maka pasangan tersebut dianjurkan untuk hanya berhubungan seks 2-3 hari sekali, sehingga sang suami pun berkesempatan untuk membentuk sperma dengan kualitas yang baik dan jumlah yang cukup. Sementara itu, tidak berhubungan seks selama lebih dari 8 hari dapat berdampak buruk pada usaha Anda dan pasangan untuk segera memiliki momongan. Hal ini dikarenakan cairan mani sang pria akan mengandung lebih banyak sperma tua atau bahkan sperma yang telah mati, yang tentu saja tidak akan dapat melakukan pembuahan walaupun telah bertemu dengan sel telur.   Sumber: womenshealthmag
 29 Oct 2018    11:00 WIB
Berbagai Kelainan Kulit Saat Kehamilan
Gangguan keseimbangan hormonal selama kehamilan juga mempengaruhi keadaan kulit anda. Berbagai kelainan kulit ini biasanya akan menghilang setelah persalinan.   Hiperpigmentasi Hiperpigmentasi merupakan suatu keadaan di mana kulit menggelap yang disebabkan oleh peningkatan jumlah melanin, suatu zat di dalam tubuh yang berfungsi sebagai zat pemberi warna (pigmen) pada kulit. Kehamilan menyebabkan peningkatan produksi melanin.   Melasma atau Chloasma Melasma merupakan salah satu jenis hiperpigmentasi, di mana timbul suatu bercak gelap atau kecoklatan yang biasanya terjadi pada wajah. Kondisi ini sering terjadi pada wanita hamil. Walaupun hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah persalinan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat hilangnya kelainan ini. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat-obatan apapun selama kehamilan. Melasma dapat diatasi dengan pemberian krim seperti hidrokuinon. Bila anda mengalami melasma, hindarilah paparan sinar matahari, terutama pada pukul 10.00-14.00 dan gunakanlah selalu tabir surya dengan SPF 30 setiap kali anda beraktivitas di luar ruangan.   Plak dan Papul Urtikaria Pruritis Merupakan suatu keadaan di mana terdapat suatu benjolan berwarna merah pucat pada kulit. Bercak ini dapat menyebabkan rasa gatal atau terbakar atau tersengat dan berukuran mulai dari seperti penghapus pensil atau sebesar piring makan. Jika bercak ini berkumpul dan menjadi satu pada suatu area tubuh yang luas, maka disebut dengan plak. Selama kehamilan, bercak ini biasanya muncul pada perut, kaki, tangan, dan bokong. Untuk mengurangi rasa gatal, dokter biasanya akan memberikan obat antihistamin atau kortikosteroid topikal. Selain itu, mandi dengan air hangat, kompres dingin, dan menggunakan baju yang longgar juga dapat membantu mengurangi gejala. Jangan menggunakan sabun pada daerah kulit yang terkena karena akan membuat kulit kering dan menimbulkan rasa gatal.   Stretch Mark Elastisitas kulit tidak dapat mengikuti peregangan kulit bila kulit meregang terlalu cepat, seperti saat kehamilan, peningkatan berat badan, atau penurunan berat badan yang ekstrim dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang disebut dengan stretch mark. Stretch mark biasanya muncul sebagai garis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi keperakan atau putih. Tunggulan hingga persalinan sebelum memperoleh pengobatan apapun untuk stretch mark anda. Tidak ada pengobatan yang cukup efektif untuk menghilangkan stretch mark secara menyeluruh, tetapi laser atau krim tertentu mungkin dapat membantu memudarkannya.   Tonjolan Kulit Tonjolan kulit yang timbul biasanya berupa tonjolan kulit kecil yang bertangkai. Tonjolan ini bukan keganasan dan biasanya ditemukan pada leher, dada, punggung, di bagian bawah payudara, dan di kemaluan. Tonjolan ini biasa ditemukan pada wanita hamil dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri kecuali bila digaruk. Untuk mengangkat tonjolan ini dokter dapat melakukannya dengan menggunakan tindakan pembedahan kecil.   Kelainan Kulit Lainnya Jerawat, psoriasis, dermatitis atopik (eksim) merupakan berbagai kelainan kulit lainnya yang biasanya timbul atau memburuk selama kehamilan dan membaik setelah persalinan.  Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd