Your browser does not support JavaScript!
 13 Jun 2019    16:00 WIB
DVT Tidak Menimbulkan Gejala Namun Berbahaya
Bekuan darah, dalam hal ini kita membicarakan tentang DVT atau trombosis vena dalam merupakan suatu keadaan di mana terdapatnya bekuan darah pada vena dalam tubuh anda. Keadaan ini biasanya terjadi pada betis, paha, panggul, atau lengan. Gejala DVT yang dapat ditemukan berupa pembengkakan pada kulit yang kadang terasa nyeri dan keras, akan tetapi DVT tidak selalu menimbulkan gejala. Faktor Resiko Anda memiliki resiko DVT lebih tinggi bila anda: Memiliki gangguan pembekuan darah Menderita obesitas Mengkonsumsi pil KB Hamil Merokok Mengalami beberapa penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan inflammatory bowel disease (suatu gangguan kesehatan yang menyebabkan gangguan saluran pencernaan) Duduk di kursi roda Tidak dapat bergerak atau bangun dalam waktu lama, seperti saat anda berada dalam penerbangan untuk waktu yang lama Bahaya Adanya Bekuan Darah Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah di dalam pembuluh vena ini sampai ke dalam paru-paru dan menyebabkan terjadinya emboli paru. Emboli paru dapat merusak paru-paru anda dan berakibat fatal. Bahkan bila bekuan darah tidak masuk ke dalam paru-paru anda, bekuan darah ini tetap dapat mengganggu kesehatan anda. Bila bekuan darah terus membesar, bekuan darah ini dapat menghambat aliran darah di dalam pembuluh darah vena dan merusak katup di dalam pembuluh darah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit kaki. Penggunaan stoking dapat membantu mengatasi gejala ini. Pengobatan DVT dapat berupa penggunaan obat-obatan, filter vena cava, dan penggunaan stoking. Pencegahan DVT DVT dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Jaga berat badan anda Tetap aktif Jika anda berada dalam penerbangan dalam waktu lama, berjalan-jalanlah di koridor pesawat setiap 1-2 jam Jika anda harus duduk dalam waktu lama, gerakanlah kaki anda dan tekuklah betis anda sehingga darah dapat terpompa Bergeraklah setiap 1 atau 2 jam saat bekerja Hindari konsumsi hormon estrogen jika ada anggota keluarga anda yang menderita DVT Jika anda mengalami kecelakaan atau cedera yang membuat anda harus terus terbaring di ranjang atau kursi roda, bergeraklah sebanyak mungkin. Komplikasi Emboli Paru Tergantung pada ukuran bekuan darah dan ke mana bekuan darah ini tersangkut, DVT dapat berakibat fatal. Bahaya terbesar dari DVT adalah apabila bekuan darah terlepas dan mengikuti aliran darah dan merusak sebuah organ, biasanya paru-paru. Bekuan darah yang tersangkut di dalam paru-paru ini dapat menyebabkan terjadinya emboli paru. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke. Bekuan darah yang tersangkut pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Bekuan darah yang tersangkut pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Gejala emboli paru yang sering ditemukan adalah: Batuk Batuk berdarah Nyeri dada Sesak napas tanpa penyebab yang jelas Denyut jantung tidak teratur Gejala lainnya yang lebih jarang ditemui adalah: Cemas Denyut jantung cepat Perasaan melayang Berkeringat Pingsan Bekuan darah yang terdapat di dalam paru-paru dapat menurunkan kadar oksigen di dalam darah anda, yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ lainnya. Emboli paru pun dapat merusak paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri paru sehingga terjadi hipertensi pulmonal. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya. Sindrom Post Trombotik Bahaya lain DVT adalah sindrom post trombotik yang dapat mengenai sekitar 60% penderita DVT. Sindrom post trombotik menyebabkan gejala yang terus terjadi dalam waktu lama pada kaki atau lengan yang terkena DVT. Gejala sindrom post trombotik adalah nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit pada tempat yang terkena. Walaupun sindrom post trombotik biasanya menyebabkan gejala ringan, akan tetapi juga dapat terjadi gejala berat dan menyebabkan pembentukan luka terbuka pada kulit kaki yang terkena. Pada sindrom post trombotik, katup di dalam pembuluh vena dapat mengendur dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan terkumpulnya darah pada daerah tersebut. Tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk menguatkan katup-katup vena ini, oleh karena itu sangat penting agar penderita DVT tetap aktif bergerak. Dengan demikian, darah dari kaki dapat kembali ke jantung akibat aktivitas otot kaki anda. Berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari jantung anda juga dapat membantu mengurangi bengkak dan nyeri. Sayangnya, tidak ada langkah khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik selain tidak menderita DVT. Saat ini para dokter menyarankan agar semua penderita DVT menggunakan stoking untuk mencegah terjadinya sindrom post trombotik ini.  Baca juga: Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 30 May 2019    11:00 WIB
Nikmatnya Mengonsumsi Air Kelapa Saat Hamil
Selain dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan ibu hamil, air kelapa ternyata memiliki banyak manfaat lain bagi ibu hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai manfaat lain dari air kelapa bagi ibu hamil.   Diuretik Alami Air kelapa merupakan suatu diuretik alami yang dapat meningkatkan keinginan Anda untuk buang air kecil karena mengandung kalium, magnesium, dan mineral. Air kelapa dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan mengosongkan saluran pencernaan. Oleh karena itu, air kepala dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal dan mencegah terbentuknya batu ginjal dan infeksi. Air kelapa juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya kelahiran prematur.   Mengandung Elektrolit Alami Kebutuhan Anda akan elektrolit meningkat saat hamil karena Anda mengalami morning sickness, mual, dan diare yang akan membuat tubuh mengalami dehidrasi. Air kelapa dapat memberikan 5 elektrolit penting yaitu berbagai mineral, natrium, kalsium, kalium, dan fosfor yang dapat membantu mengurangi gejala dan memberikan energi. Hal ini dikarenakan elektrolit akan mentransmisikan listrik di dalam tubuh Anda dan membantu fungsi otot. Elektrolit juga dapat membantu menjaga kadar pH tubuh Anda dan mengendalikan tekanan darah. Air kelapa juga diketahui memiliki efek "dingin" yang dapat membantu mengatasi demam dan muntah.   Membantu Mengatasi Heartburn dan Sembelit Perubahan kadar hormonal selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai gangguan lain seperti heartburn, sembelit, dan gangguan pencernaan. Kandungan serat yang tinggi di dalam air kelapa dapat menguatkan sistem pencernaan, membantu proses pencernaan, mengatur pH tubuh, dan mencegah sembelit. Air kelapa merupakan laksatif alami yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan detoksifikasi tubuh. Air kelapa juga merupakan penetralisir asam alami, yang dapat membantu mencegah terjadinya heartburn.   Mengatasi Infeksi Air kelapa mengandung banyak vitamin, mineral esensial, dan antioksidan; yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membuat Anda mampu mengatasi infeksi. Air kelapa juga mengandung asam laurat yang merupakan antivirus kuat, yang juga dapat membunuh berbagai bakteri berbahaya dan melawan berbagai infeksi seperti flu, HIV, dan menjaga jumlah bakteri baik.   Membantu Meningkatkan Kesehatan Jantung Kadar elektrolit yang rendah dapat meningkatkan tekanan darah. Dan karena air kelapa dapat meningkatkan kadar kalium, magnesium, dan asam laurat; yang dapat membantu mengatur tekanan darah. Air kelapa juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Berbagai vitamin, protein, dan elektrolit di dalam air kelapa juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan memperbaiki sirkulasi darah. Mengkonsumsi segelas air kelapa setiap hari sangat bermanfaat bagi ibu hamil pada trimester akhir karena rasa tegang akan melahirkan dapat meningkatkan tekanan darah.   Baca juga: Cara "Unik" Cegah Kehamilan di Zaman Dulu…   Membantu Menjaga Berat Badan Ideal Air kelapa bebas lemak dan mengandung sangat sedikit kalori. Dan karena hamil akan membuat berat badan Anda bertambah, air kelapa dapat membantu mencegah penumpukkan lemak dengan mengeliminasi kolesterol jahat. Air kelapa juga pengganti yang baik bagi minuman manis yang dapat menjaga kesehatan ibu dan bayinya.   Sumber Energi Air kelapa merupakan isotonik alami yang dapat memberikan tenaga saat Anda mengalami dehidrasi dan merasa sangat lelah. Selain itu, dengan tercukupinya kebutuhan cairan Anda, maka kulit Anda akan semakin elastis, sehingga resiko terbentuknya stretch mark pun akan berkurang.   Mempercepat Pertumbuhan Janin Air kelapa mengandung berbagai nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan bayi.   Meningkatkan Jumlah Cairan Ketuban Mengkonsumsi air kelapa dapat meningkatkan kesehatan dan lingkungan hidup bayi Anda. Air kelapa, terutama bila dikonsumsi pada trimester akhir, dapat meningkatkan jumlah cairan ketuban dan dapat meningkatkan volume darah serta melancarkan sirkulasi darah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 27 May 2019    16:00 WIB
Kenali Berbagai Penyebab Rasa Gatal
Rasa gatal yang sering mengganggu dapat disebabkan oleh berbagai hal. Hal apa sajakah yang dapat menimbulkan rasa gatal: Kulit kering Saat seseorang memiliki kulit yang kering, maka akan mudah timbul rasa gatal. Kulit kering biasanya terjadi akibat faktor lingkungan seperti cuaca panas atau dingin dengan kelembaban yang rendah, penggunaan AC yang berlebihan, mandi terlalu lama dan terlalu sering Kondisi kulit dan ruam Banyak kelainan pada kulit yang menimbulkan rasa gatal, termasuk eksim (dermatitis), psoriasis, kudis, kutu, cacar air. Rasa gatal biasanya diikuti dengan berbagai keluhan lain dan, seperti timbul warna merah, kulit yang teriritasi, timbul benjolan dan lecet. Kelainan kondisi medis Termasuk kencing manis, penyakit hati, malabsorpsi gandum (penyakit celiac), gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker, termasuk leukemia dan limfoma. Gatal biasanya mempengaruhi seluruh tubuh. Gangguan saraf Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf - seperti multipel sklerosis, kencing manis, saraf terjepit dan herpes zoster (cacar ular) juga dapat menimbulkan rasa gatal-gatal. Iritasi dan reaksi alergi Wol, bahan kimia, sabun dan zat lainnya dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan rasa gatal-gatal. Kadang-kadang beberapa zat, bahan alergi dalam kosmetik, produk perawatan kecantikan dapat menyebabkan reaksi alergi. Alergi makanan juga dapat menyebabkan kulit gatal. Obat Reaksi terhadap obat, seperti antibiotik, obat antijamur atau obat narkotika, dapat menimbulkan ruam yang luas dan gatal-gatal. Kehamilan Selama kehamilan, beberapa wanita mengalami kulit gatal, terutama pada bagian perut, paha, payudara dan lengan. Selain itu kondisi kulit gatal, seperti dermatitis, dapat memperburuk rasa gatal selama kehamilan. Sumber: mayoclinic
 23 May 2019    16:00 WIB
Apakah Aman Naik Turun Tangga Ketika Hamil?
Apakah ibu Anda mengatakan bahwa berbahaya naik turun tangga saat sedang hamil? Apakah hal ini benar? Sebenarnya naik turun tangga selama hamil tidak berbahaya, selama Anda berhati-hati. Bahaya terbesar dari naik turun tangga saat sedang hamil adalah resiko tersandung dan terjatuh. Terjatuh dari tangga saat sedang hamil muda (trimester pertama) dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Sedangkan terjatuh dari tangga saat sedang hamil tua (trimester dua dan tiga) dapat memicu terjadinya persalinan prematur. Pada awal masa kehamilan resiko jatuh biasanya cukup kecil karena Anda masih dapat berjalan dengan baik, akan tetapi pada saat kehamilan berkembang dan perut Anda mulai membesar, maka resiko jatuh akan meningkat karena pusat gravitasi tubuh Anda sudah berubah.   Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan   Kapan Anda Perlu Menghindari Naik Turun Tangga Saat Hamil? Kecuali bila dilarang oleh dokter Anda, maka naik turun tangga pada trimester pertama kehamilan sebenarnya cukup aman. Di bawah ini ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa Anda sebaiknya tidak naik turun tangga saat hamil: Pernah mengalami perdarahan pada trimester pertama kehamilan Memiliki resiko tinggi keguguran, mengalami kram perut, atau memiliki kadar hormon yang rendah Kehamilan Anda dinilai beresiko tinggi oleh dokter Anda atau bila Anda menderita diabetes atau penyakit autoimun lain Anda pernah mengalami keguguran sebelumnya Anda berusia lebih dari 35 tahun Anda mengalami pusing hebat atau pernah pingsan Anda hamil anak kembar Anda memiliki tekanan darah yang lebih tinggi atau rendah daripada normal Anda pernah dianjurkan untuk bed rest total   Tips Aman Naik Turun Tangga Saat Hamil Tidak peduli berapa usia kehamilan Anda, Anda perlu lebih berhati-hati saat naik dan turun tangga. Di bawah ini ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin naik turun tangga selama hamil: Selalu berpegangan pada susuran tangga saat naik atau turun tangga. Jika Anda sedang membawa barang, pastikan salah satu tangan Anda bebas dari barang bawaan sehingga Anda bisa berpegangan dengan nyaman pada susuran tangga Pastikan tangga memiliki penerangan yang baik Jika anak tangga berkarpet, berhati-hatilah agar Anda tidak tersandung atau jatuh Selalu berjalan dengan perlahan saat naik atau turun tangga Jika Anda jatuh atau terpeleset saat naik atau turun tangga, segera periksakan diri ke seorang dokter   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 22 May 2019    11:00 WIB
Tips Sederhana Mengatasi Nyeri Pinggang Ketika Hamil
Nyeri pinggang merupakan salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh hampir setiap wanita hamil, terutama ketika kehamilan telah memasuki trimester terakhir. Nyeri pinggang saat hamil biasanya disebabkan oleh peningkatan beban pada otot-otot pinggang, perubahan kadar hormonal, dan perubahan bentuk tubuh anda. Selain itu, peregangan dan melunaknya berbagai ligamen di dalam tubuh anda sebagai persiapan melahirkan juga dapat menjadi penyebab timbulnya nyeri pinggang ini. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi nyeri pinggang selama kehamilan adalah:•    Gunakanlah alas kaki tanpa hak sehingga berat badan dapat terdistribusi dengan lebih baik•    Jangan mengangkat benda-benda berat•    Berjongkoklah terlebih dahulu sebelum mengambil barang di lantai atau mengangkat barang•    Jangan memutar pinggang anda saat berbalik ke belakang atau samping, gerakkan kaki anda juga•    Jangan berdiri terlalu lama. Jika anda harus berdiri lama, letakkan kaki anda di atas kursi atau kardus •  Duduklah pada kursi yang memiliki sandaran atau letakkanlah bantal kecil di belakang pinggang anda dan letakkanlah kaki anda di atas penyangga kaki atau kursi •    Pastikan ranjang anda cukup keras. Bila perlu, anda dapat meletakkan sebuah papan di antara matras dan per•    Tidurlah menyamping, baik kiri atau kanan dan letakkanlah bantal di antara kaki anda•    Mandilah dengan air hangat•    Pijatlah pinggang anda•    Lakukanlah senam kehamilan atau olahraga lain yang dianjurkan oleh dokter atau bidan anda untuk membuat otot pinggang anda lebih kuat dan mengurangi rasa nyeri•    Gunakanlah sabuk penyangga•    Jaga postur tubuh anda. Duduk dan berdidi tegak dapat mengurangi tekanan pada pinggang anda Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami nyeri pinggang yang menjalar ke perut anda dan tidak menghilang dalam waktu 1 jam setelah anda mengganti posisi tubuh anda atau beristirahat. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda kelahiran prematur.Sumber: webmd
 21 May 2019    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 30 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Kanker Ovarium dan Faktor Resikonya
Apa Itu Kanker Ovarium? Kanker ovarium merupakan suatu jenis kanker yang berasal dari ovarium (indung telur), yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur pada wanita dan merupakan sumber utama hormon estrogen dan progesteron pada wanita.   Faktor Resiko Terjadinya Kanker Ovarium Riwayat Keluarga Kemungkinan seorang wanita menderita kanker ovarium meningkat bila ada anggota keluarga lain yang mengalami kanker ovarium, kanker payudara, atau kanker usus besar. Para ahli menduga adanya pengaruh suatu gen, termasuk BRCA1 dan BRCA2. Usia Faktor resiko utama kanker ovarium adalah usia. Kanker ovarium paling sering mengenai wanita yang telah memasuki masa menopause. Penggunaan terapi sulih hormon dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ovarium. Kejadian kanker ovarium lebih tinggi pada wanita yang menggunakan estrogen tanpa progesteron selama setidaknya 5-10 tahun. Obesitas Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko menderita kanker ovarium lebih tinggi daripada wanita dengan berat badan ideal.   Gejala Berbagai gejala kanker ovarium yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung atau terasa adanya tekanan di dalam perut Nyeri perut Nyeri panggul Cepat merasa kenyang Lebih sering buang air kecil Berbagai gejala di atas juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya selain kanker. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas setiap hari selama lebih dari beberapa minggu.   Deteksi Dini Kanker Ovarium Terdapat dua cara untuk mendeteksi kanker ovarium sedini mungkin, yaitu sebelum kanker menimbulkan gejala apapun atau tampak pada pemeriksaan apapun. Cara ke satu adalah melalui pemeriksaan CA-125 di dalam darah dan USG abdomen (perut).   Apakah Saya Menderita Kanker Ovarium? CT scan dapat memperlihatkan adanya massa pada ovarium. Akan tetapi, pemeriksaan ini tidak dapat menentukan apakah massa tersebut merupakan suatu tumor jinak atau kanker. Pemeriksaan lainnya yang dapat memastikan diagnosa adalah pemeriksaan biopsi. Terdapat beberapa jenis kanker ovarium, yang tersering adalah karsinoma ovarium epitelial. Kanker ovarium jenis ini terbentuk dari sel permukaan ovarium. Jenis kanker ovarium lainnya adalah low malignant potensial tumor (tumor LMP). Kanker jenis ini lebih lambat berkembang dan lebih tidak berbahaya daripada jenis kanker ovarium lainnya.   Stadium Kanker Ovarium Disebut kanker ovarium stadium I, bila ditemukan adanya sel kanker pada salah satu atau kedua ovarium. Disebut kanker ovarium stadium II, bila sel kanker telah menyebar ke rahim atau organ lainnya di dekat ovarium. Disebut kanker ovarium stadium III, bila sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan cabang-cabangnya di daerah perut. Disebut kanker ovarium stadium IV, bila sel kanker telah menyebar ke organ jauh, seperti paru-paru atau hati.   Pilihan Pengobatan Kanker Ovarium Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan biasanya digunakan untuk menentukan diagnosa dan stadium kanker ovarium, sekaligus sebagai pengobatan awal kanker ovarium. Tujuan tindakan pembedahan ini adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin sel kanker. Pada kanker ovarium stadium I, dokter bedah biasanya akan mengangkat salah satu ovarium berserta jaringan di sekitarnya. Pada kanker ovarium stadium lanjut, mungkin diperlukan pengangkatan kedua ovarium beserta rahim dan jaringan di sekitarnya. Kemoterapi Pada semua stadium kanker ovarium, kemoterapi biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan. Pada kemoterapi, dokter akan menggunakan suatu obat-obatan yang berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh anda. Obat dapat diberikan melalui mulut, pembuluh darah, atau disuntikkan langsung ke dalam perut (kemoterapi intraperitoneal). Wanita yang menderita tumor LMP biasanya tidak memerlukan tindakan kemoterapi setelah pembedahan, kecuali bila tumor kembali tumbuh. Terapi Sel Target Terapi ini bertujuan untuk menyumbat pembuluh darah yang memberikan nutrisi pada sel kanker dengan menggunakan sebuah obat (avastin). Dengan tersumbatnya pembuluh darah ini, maka diharapkan agar jaringan tumor mengecil dan berhenti bertumbuh.   Efek Pengobatan Bila pengobatan kanker ovarium menyebabkan dokter harus mengangkat kedua ovarium anda, maka anda tidak lagi dapat memproduksi hormon estrogen. Hal ini dapat memicu terjadinya menopause, berapapun usia anda. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis. Pengobatan kanker seringkali membuat anda merasa lelah dan tidak bersemangat. Berolahraga teratur dapat menjadi salah satu cara untuk mengembalikan tenaga anda dan memperbaiki mood anda.   Berbagai Hal yang Dapat Menurunkan Resiko Kanker Ovarium Kehamilan Wanita yang pernah melahirkan memiliki resiko yang lebih rendah daripada wanita yang tidak pernah melahirkan. Resiko terjadinya kanker ovarium menurun dengan setiap kehamilan. Selain itu, menyusui juga dapat membantu melindungi anda dari kanker ovarium. Pil KB Kanker ovarium juga lebih jarang terjadi pada wanita yang mengkonsumsi pil KB. Wanita yang telah mengkonsumsi pil KB selama 5 tahun memiliki resiko setengah kali lebih rendah daripada wanita yang tidak pernah mengkonsumsi pil KB. Seperti halnya kehamilan, pil KB juga mencegah terjadinya ovulasi. Para ahli menduga bahwa semakin sedikit ovulasi maka semakin rendah resiko terjadinya kanker ovarium. Ligasi Tuba Ligasi tuba merupakan suatu tindakan kontrasepsi permanen, di mana saluran telur ditutup secara permanen melalui tindakan pembedahan. Ligasi tuba dan histerektomi (mengangkat rahim tanpa mengangkat kedua ovarium) diduga dapat melindungi anda dari kanker ovarium. Pengangkatan Ovarium Jika anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium, kanker payudara, atau kanker usus besar; maka anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker ovarium. Mengangkat kedua ovarium dapat menjadi langkah pencegahan atau bila anda telah berusia lebih dari 40 tahun dan akan melakukan prosedur histerektomi. Diet Rendah Lemak Walaupun tidak ada hubungan yang signifikan antara makanan dan kejadian kanker ovarium, suatu penelitian menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi diet rendah lemak selama setidaknya 4 tahun memiliki resiko terjadinya kanker ovarium yang lebih rendah. Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa, kejadian kanker ovarium lebih rendah pada wanita yang mengkonsumsi banyak sayuran.   Sumber: webmd
 26 Apr 2019    18:00 WIB
Pencegahan Terjadinya Cerebral Palsy
Cerebral palsy merupakan suatu kumpulan gejala gangguan neurologis yang terjadi pada tahap awal kehidupan. Kelainan ini menyebabkan gangguan permanen pada kemampuan pergerakan penderitanya. Cerebral palsy disebabkan oleh gangguan di dalam otak dan biasanya tidak progresif, dengan demikian keadaan penderitanya tidak memburuk seiring dengan semakin bertambahnya usia. Cerebral palsy merupakan suatu kelainan yang sebenarnya telah ada sejak lahir, akan tetapi baru diketahui beberapa tahun kemudian. Untuk mencegah terjadinya cerebral palsy, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh para calon orang tua, yaitu: •    Lakukanlah pemeriksaan kehamilan secara teratur•    Pemeriksaan darah untuk mengetahui jenis rhesus ayah dan ibu. Perbedaan rhesus antara ibu (rhesus negatif) dan bayinya (rhesus positif) biasanya tidak menyebabkan gangguan pada kehamilan pertama•    Pastikan bahwa anda (calon ibu) telah menerima vaksinasi terhadap rubella sebelum hamil. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan cacar air dan gondongan/mumps (MMR)•    Seorang wanita yang berencana untuk hamil sebaiknya menghindari infeksi toksoplasmosis dengan tidak mengkonsumsi daging babi atau domba yang tidak matang dan menghindari kotoran kucing. Gunakanlah sarung tangan saat berkebun dan cucilah tangan setelah berkebun untuk mencegah terinfeksi toksoplasmosis melalui tanah yang telah terkontaminasi oleh kotoran kucing•    Gunakanlah pelindung kepala saat bersepeda untuk menghindari terjadinya cedera kepala pada anak•    Pastikan agar anak anda menggunakan pengaman saat duduk di dalam mobil untuk mencegah terjadinya cedera kepala•    Segera hubungi dokter anak anda untuk memperoleh pertolongan medis bila bayi anda tampak kuning (jaundice)Sumber: webmd
 23 Apr 2019    11:00 WIB
Waspada Tanda Bahaya Ketika Hamil
Beberapa hal yang anda alami selama hamil dapat merupakan gejala normal selama kehamilan, akan tetapi dapat pula merupakan suatu tanda bahaya bagi kehamilan anda dan juga diri anda. Bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya anda segera menghubungi dokter anda tanpa perlu menunggu sampai jadwal pemeriksaan kehamilan anda berikutnya.   Perdarahan Perdarahan selama kehamilan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Jika anda mengalami perdarahan hebat dan nyeri perut hebat atau nyeri perut seperti saat menstruasi atau merasa ingin pingsan pada saat trimester pertama kehamilan anda, anda mungkin mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi bila janin anda tidak melekat di dalam rahim anda, tetapi di tempat lainnya. Hal ini dapat membahayakan. Perdarahan hebat dan nyeri perut pada trimester pertama atau awal trimester kedua kehamilan juga dapat merupakan tanda keguguran. Perdarahan hebat pada trimester ketiga kehamilan dapat disebabkan oleh terlepasnya plasenta dari rahim anda akibat sesuatu hal. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang sulit dihentikan. Perdarahan selalu merupakan tanda bahaya. Perdarahan pada usia kehamilan berapa pun, sedikit atau banyak selalu membutuhkan pemeriksaan dan penanganan secepatnya. Segeralah hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini.   Mual dan Muntah Berat Mual dan muntah merupakan gejala normal selama kehamilan. Akan tetapi, bila mual dan muntah yang terjadi sangat berat dan menyebabkan anda tidak dapat makan atau minum sama sekali, maka hal ini merupakan suatu hal yang serius. Mual dan muntah hebat dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan malnutrisi. Dehidrasi dan malnutrisi dapat berbahaya bagi kesehatan bayi anda. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala ini untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Penurunan Gerak Janin Gerakan bayi anda akan berkurang saat anda memasuki bulan terakhir kehamilan anda. Hal ini disebabkan oleh semakin sedikitnya ruang bergerak bagi bayi anda. Tetapi, sangat penting bagi anda untuk membedakan penurunan gerakan yang normal dengan penurunan gerakan yang abnormal. Bagaimana anda dapat membedakannya? Dianjurkan agar anda mencatat seberapa sering bayi anda bergerak untuk melihat penurunan atau peningkatannya. Dengan demikian, anda dapat menentukan seberapa sering biasanya bayi anda bergerak. Bila bayi anda bergerak atau menendang kurang dari 10 kali selama 2 jam, maka disarankan untuk segera menghubungi dokter anda untuk memeriksa keadaan bayi anda.   Kontraksi Pada Awal Trimester Ketiga Kehamilan Terdapat dua macam kontraksi selama akhir kehamilan anda. Kontraksi penanda persalinan dan kontraksi palsu atau kontraksi Braxton hicks. Kontraksi palsu biasanya timbul mendadak, tidak teratur, dan tidak semakin sering dan semakin nyeri. Kontraksi palsu ini biasanya akan mereda dalam waktu 1 jam atau dengan pemberian cairan. Kontraksi persalinan biasanya lebih teratur, berjarak sekitar 10 menit atau kurang dari setiap kontraksinya, semakin sering, menimbulkan nyeri yang menjalar dari pinggang ke perut, dan tidak mereda dengan pemberian cairan. Bila anda mengalami kontraksi persalinan, segera hubungi dokter anda. Bila belum waktunya anda melahirkan, maka dokter dapat segera melakukan berbagai hal yang diperlukan untuk menghentikan proses ini.   Tanda Preeklampsia Adanya nyeri kepala menetap, gangguan penglihatan, nyeri perut, pembengkakan badan, dan peningkatan tekanan darah selama trimester ketiga kehamilan dapat merupakan tanda-tanda preeklampsia. Tanda-tanda ini biasanya timbul setelah kehamilan berusia di atas 20 minggu, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein pada air kemih. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan, baik bagi bayi maupun ibu.   Mengalami Gejala Flu Bila anda hamil, sangat dianjurkan agar anda mendapatkan vaksin flu, karena wanita hamil biasanya lebih mudah sakit dan lebih sering mengalami komplikasi berat akibat flu. Baca juga:  Menderita Diabetes Saat Hamil Tetapi Tetap Ingin Berpuasa? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang