Your browser does not support JavaScript!
 26 Sep 2019    18:00 WIB
Tips Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil Muda
Mengatasi Mual saat hamil, terutama saat hamil muda, hendaknya dilakukan sebaik mungkin, walaupun mual saat hamil (morning sickness) merupakan hal yang lumrah dialami oleh wanita hamil. Kondisi ini biasanya dialami di trimester pertama dalam kehamilan, dan akan hilang dengan sendirinya saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi mual-muntah pada ibu hamil, agar tidak menimbulkan masalah pada ibu dan janinnya, serta tidak mengganggu aktivitas Anda.Mual dan muntah yang berlebihan akan membuat ibu dan janin menjadi kekurangan gizi. Maka mual dan muntah ini harus dikurangi,Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi mual ini adalah: 1. Ubah kebiasaan makan.Pada kondisi hamil awal, biasanya ibu hamil akan sulit makan karena rasa mual. Agar tak kekurangan nutrisi, jangan makan sekaligus dalam porsi yang besar, tapi cobalah untuk makan sedikit-sedikit dalam porsi kecil namun sering. "Sehingga dalam sehari bisa makan 4-5 kali sehari, dalam porsi kecil. Hal ini untuk mencegah perut kosong dan mempertahankan kestabilan kadar gula darah," tukas dokter ini.2. Konsumsi gizi seimbang.Ketika hamil, makanlah banyak makanan yang tinggi karbohidrat, dan tinggi protein. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur sebagai pelengkap gizi seimbang.3. Bergerak perlahan.Biasakan untuk bergerak perlahan, dan hindari bergerak dengan gerakan refleks dan cepat. Saat bangun pagi, jangan terburu-buru untuk bangun dan berdiri. Duduklah sebentar dan bersandar pada tempat tidur. Setelah beberapa saat, baru bergerak perlahan dan berdiri.4. Siapkan camilan.Bila merasakan mual saat bangun pagi, siapkan camilan seperti biskuit yang menjadi favorit Anda di dekat tempat tidur. Hal ini akan menghindari perut Anda kosong.5. Hindari makanan tertentu.Ketika hamil, biasanya penciuman akan menjadi lebih sensitif. "Sehingga bila ada bau tertentu akan merangsang rasa mual. Tetapi hal ini berbeda-beda setiap orangnya," tambahnya. Untuk menghindari rasa mual dan muntah, hindari makanan yang berbau tajam, rokok, dan bau yang menyengat lainnya.6. Minum jahe. Selain berfungsi sebagai penghangat badan, jahe juga berfungsi untuk meredakan rasa mual yang diderita ibu hamil. Jika merasa mual, minum saja rebusan jahe sebanyak 250-300 mg sekali minum.7. Konsumsi suplemen.Sampai sekarang, banyak suplemen yang dijual untuk mengurangi rasa mual ketika hamil. Namun, untuk mengurangi mual, konsumsilah suplemen yang mengandung vitamin B6.
 15 Sep 2019    18:00 WIB
Mengapa Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi ?
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi saat telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada saluran telur (tuba falopii).PengobatanPada tahap awal terjadinya kehamilan ektopik, terutama bila gejala yang timbul hanya bersifat ringan, maka terdapat kemungkinan bahwa telur yang telah dibuahi tersebut akan mati dengan sendirinya dan diserap oleh tubuh dan tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Pemberian ObatSebuah suntikan obat methotrexate dapat diberikan untuk menghentikan pertumbuhan embrio. Akan tetapi, terapi ini tidak dapat dilakukan pada semua wanita hamil dan hanya dapat dilakukan bila saluran telur belum robek serta saat kehamilan belum berlangsung terlalu lama. Tindakan PembedahanTindakan pembedahan bertujuan untuk mengeluarkan embrio dari dalam saluran telur bila saluran telur masih utuh. Akan tetapi, bila saluran telur telah robek, maka saluran telur ini pun mungkin harus ikut diangkat.Jika saluran telur diduga telah robek, maka diperlukan tindakan pembedahan segera untuk menghentikan perdarahan yang terjadi. Pada beberapa kasus, saluran telur dan indung telur mungkin telah hancur dan harus diangkat.Setelah pengobatan kehamilan ektopik, anda biasanya harus melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan bahwa saluran telur yang berisi embrio telah diangkat seluruhnya. Pemeriksaan darah ini bertujuan untuk memeriksa kadar HCG (suatu hormon yang dihasilkan selama kehamilan berlangsung).Hamil Kembali Setelah Mengalami Kehamilan Ektopik, Sulitkah?Sebagian besar wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dan memiliki kehamilan serta persalinan yang normal. Jika salah satu saluran telur telah diangkat, anda masih dapat hamil karena saluran telur lainnya masih berfungsi dengan normal. Sekitar 65% wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dalam waktu 18 bulan setelah terjadinya kehamilan ektopik.Dapatkah Kehamilan Ektopik Dicegah?Kehamilan ektopik tidak selalu dapat dicegah, akan tetapi seorang wanita dapat mengurangi resiko kehamilan ektopik dengan melindungi dirinya dari infeksi penyakit menular seksual. Berhenti merokok juga dapat mengurangi resiko terjadinya kehamilan ektopik. Baca juga: Stretch Mark Akibat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 15 Sep 2019    16:00 WIB
Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Toksoplasma Saat Hamil
Bagaimana Menegakkan Diagnosa Toksoplasmosis Saat Hamil?Untuk menegakkan diagnosa toksoplasmosis, maka dokter biasanya akan melakukan suatu pemeriksaan darah untuk memeriksa adanya antibodi terhadap parasit toksoplasma. Akan tetapi, karena hasil pemeriksaan awal kadangkala berupa positif palsu, maka pemeriksaan darah ini biasanya akan diulang kembali dalam waktu 2-3 minggu setelah pemeriksaan pertama.Apakah Bayi Saya Telah Tertular Toksoplasma?Jika saat anda hamil, hasil pemeriksaan toksoplasma menunjukkan bahwa anda baru saja mengalami infeksi toksoplasma, maka dokter anda akan melakukan berbagai pemeriksaan lainnya untuk memeriksa apakah bayi anda juga telah terinfeksi oleh toksoplasma. Salah satu pemeriksaan untuk memastikan penularan toksoplasma pada bayi anda adalah dengan melakukan amniosintesis. Tindakan amniosintesis ini memang beresiko menyebabkan terjadinya keguguran, walaupun sangat rendah (1%). Pemeriksaan amniosintesis dapat dilakukan kapan saja setelah kehamilan berusia 15 minggu. Pada amniosintesis, dokter akan memasukkan sebuah jarum kecil ke dalam perut ibu untuk mengambil contoh cairan amnion yang berada di sekeliling janin anda di dalam kandungan. Contoh cairan amnion ini kemudian akan diperiksa apakah terdapat antibodi terhadap toksoplasma. Akan tetapi, hasil dari pemeriksaan amniosintesis ini hanya dapat memastikan apakah bayi anda telah terinfeksi oleh toksoplasma atau tidak dan tidak dapat memeriksa sejauh mana gangguan perkembangan yang telah terjadi pada bayi anda.Pengobatan Toksoplasmosis Saat HamilJika anda mengalami toksoplasmosis saat hamil, maka toksoplasmosis biasanya akan diatasi dengan pemberian antibiotika. Mulailah pengobatan sedini mungkin. Spiramisin merupakan antibiotika yang dapat mengurangi resiko penularan infeksi toksoplasma pada bayi anda dan membatasi keparahan infeksi pada bayi anda. Setelah lahir, bayi anda mungkin harus melalui berbagai pemeriksaan meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan foto rontgen atau CT scan untuk memeriksa apakah bayi anda telah tertular oleh toksoplasma. Jika bayi anda terbukti telah terinfeksi oleh toksoplasmosis, maka bayi anda harus menerima berbagai pengobatan pada tahun pertama kehidupannya atau mungkin lebih lama.Pencegahan Infeksi Toksoplasma Saat HamilBeberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah infeksi toksoplasma adalah:•  Hindari kontak dengan kotoran kucing dan kucing liar•  Masaklah makanan hingga matang dan simpanlah pada kulkas yang bersuhu 5°C atau kurang•  Bersihkanlah buah dan sayuran yang akan dikonsumsi dengan baik•  Bersihkanlah talenan, celemek, dan pisau anda dengan air panas serta sabun setelah digunakan untuk mengolah makanan mentah•  Selalu gunakan sarung tangan saat berkebun atau saat menyentuh tanah atau pasir dan cucilah tangan dengan baik setelahnyaSumber: webmd
 10 Sep 2019    16:00 WIB
Kaki Bengkak Saat Hamil? Atasi Dengan Kiat Berikut
Saat hamil, seorang wanita biasanya akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya karena perubahan kadar hormon di dalam tubuhnya. Akan tetapi, selain berbagai perubahan normal yang dialami oleh sebagian besar wanita hamil, terdapat pula berbagai perubahan abnormal seperti menurunnya kondisi kesehatan, penurunan berat badan, dan pembengkakan beberapa bagian tubuh. Saat hamil, para wanita biasanya akan mengalami pembengkakan pada kakinya. Hal ini dikarenakan saat hamil, tubuh cenderung menahan cairan lebih banyak di dalam tubuh, yaitu sekitar 30% lebih banyak daripada wanita yang tidak hamil. Penumpukkan cairan pada daerah kaki ini biasanya akan semakin bertambah parah seiring dengan semakin membesarnya rahim seorang wanita. Hal ini dikarenakan rahim yang membesar akan menghambat aliran darah balik dari kaki ke jantung, sehingga cairan pun akan tetap menumpuk di daerah kaki.   Baca Juga: Berbagai Pengobatan Alami Untuk Mengatasi Kaki Bengkak   Sebenarnya terdapat beberapa cara yang dapat membantu mengatasi pembengkakan di daerah kaki ini, yaitu: Ketika duduk, usahakan agar posisi kaki lebih tinggi daripada jantung sehingga aliran darah pun menjadi lebih lancar Ketika tidur, gunakan bantal untuk mengganjal kedua kaki agar posisi kaki lebih tinggi daripada jantung dan kepala saat tidur Tidur dengan posisi miring ke kiri (karena pembuluh darah balik tersebut terletak pada tubuh bagian kanan) sehingga dapat mengurangi tekanan pada pembuluh darah tersebut dan memperlancar aliran darah Bila usia kehamilan telah memasuki trimester ketiga atau akhir trimester kedua, pastikan Anda tidak berdiri terlalu lama Jangan menggunakan sepatu tertutup atau sepatu yang berukuran kecil karena dapat menghambat aliran darah pada kaki Anda   Sumber: bumilupdate
 26 Aug 2019    08:00 WIB
Hal-hal Yang Meningkatkan Resiko Anda Melahirkan Bayi Besar
Saat hamil, Anda mungkin akan mendengar berbagai nasehat yang berbeda-beda atau bahkan mungkin berlawanan satu sama lain. Salah satunya adalah mengenai berapa banyak Anda harus makan dan hubungannya dengan berat bayi Anda. Akan tetapi, apakah memang benar ada hubungan antara makanan yang Anda makan dengan berat badan bayi Anda saat lahir? Apakah makan lebih banyak akan membuat bayi Anda menjadi lebih gemuk atau sebalinya?   Berapa Berat Bayi yang Seharusnya? Para ahli mengatakan bahwa rata-rata berat bayi adalah antara 2.500-5.000 gram. Bayi yang memiliki berat badan lahir lebih dari 5.000 gram dianggap besar.   Hubungan Antara Berat Badan Ibu Hamil dan Berat Badan Bayinya Apa yang ibu hamil makan memang akan mempengaruhi kesehatan dan berat badan bayi Anda. Akan tetapi, bukan berapa jumlah makanan yang Anda makan yang mempengaruhi berat badan bayi Anda, tetapi kualitas makanan Anda. Selain berat badan, kualitas makanan yang Anda konsumsi juga akan mempengaruhi kesehatan dan metabolisme bayi Anda saat ia dewasa nanti.   Baca juga: Mengapa Kaki Wanita Hamil Sering Membengkak???   Berbagai Hal yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi Selain berat badan ibu saat hamil, ada beberapa hal lain yang juga dapat mempengaruhi berat badan lahir bayi Anda seperti di bawah ini.   Kadar Gula Darah Wanita yang memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi diyakini juga memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi. Hal ini dapat sangat menentukan berat badan bayinya. Kadar gula darah yang tinggi akan meningkatkan kadar insulin di dalam darah. Insulin akan berfungsi sebagai hormon pertumbuhan. Wanita yang menderita diabetes tipe 1 memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengandung bayi besar, begitu pula halnya dengan ibu yang menderita diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Akan tetapi, bukan berarti ibu dengan diabetes pasti akan melahirkan bayi besar. Bila Anda dapat mengendalikan kadar gula darah dengan baik, maka resiko ini akan menurun dengan signifikan. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi makanan sehat dan tetap aktif saat hamil.   Usia Ibu Ibu yang hamil setelah berusia lebih dari 35 tahun biasanya akan melahirkan bayi besar. Hal ini biasanya berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan yang lebih mudah terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda. Sebaliknya, remaja perempuan yang hamil biasanya justru akan memiliki bayi yang lebih kecil.   Gangguan Medis Ibu yang Sudah Ada Sebelumnya Berbagai gangguan medis yang dialami ibu sebelum hamil seperti gangguan jantung, diabetes, dan anemia juga dapat mempengaruhi berat badan bayi.   Berat Badan Ibu Sebelum Hamil Ibu yang memiliki berat badan kurang sebelum hamil memiliki resiko tinggi untuk melahirkan bayi yang kecil dan begitu pula sebaliknya, ibu yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi cenderung memiliki bayi yang lebih besar.   Genetika Selain berbagai hal di atas, gen dari ayah dan ibu juga akan mempengaruhi ukuran bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 22 Aug 2019    11:00 WIB
Penyebab dan Jenis-Jenis Wasir
Apa Itu Wasir?Wasir atau ambeien merupakan gumpalan pembuluh darah pada rektum (bagian usus yang berhubungan dengan anus). Pembuluh darah yang menyebabkan wasir terdapat pada bagian paling bawah dari rektum, tepat di atas anus. Kadangkala, pembuluh darah ini membengkak dan dindingnya melebar, menipis, dan teriritasi oleh tinja. PenyebabPara ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab terjadinya wasir. Mereka menduga wasir terjadi akibat adanya tekanan yang sangat tinggi pada rongga perut sehingga menyebabkan pembuluh darah vena membengkak akibat terhambatnya aliran darah di dalamnya.Pembuluh darah yang membengkak ini sangat mudah teriritasi. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut dapat disebabkan oleh: •  Obesitas•  Kehamilan•  Berdiri atau duduk dalam waktu lama•  Mengedan saat BAB (buang air besar) atau BAK (buang air kecil) •  Batuk•  Bersin•  Muntah•  Menahan napas saat berolahragaSiapa yang Beresiko?Wasir dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi biasanya hanya menyebabkan gangguan pada sekitar 4% penduduk dunia. Wasir dapat terjadi pada pria dan wanita, dan biasanya terjadi pada orang berusia antara 45-65 tahun.Jenis WasirWasir terdiri dari dua jenis, yaitu wasir internal dan wasir eksternal. Wasir InternalWasir internal terletak pada bagian dalam dinding rektum dan tidak dapat diraba kecuali sudah sangat membesar. Wasir ini biasanya tidak menimbulkan nyeri dan biasanya disadari oleh penderitanya akibat adanya darah pada tinja. Kadangkala, wasir internal ini dapat menonjol keluar dari anus sehingga anda dapat merasakannya sebagai suatu tonjolan kulit yang basah yang tampak lebih merah muda daripada kulit sekitarnya. Wasir yang menonjol ini dapat menyebabkan nyeri karena anus dipenuhi oleh saraf nyeri. Wasir yang menonjol ini biasanya dapat masuk kembali dengan sendirinya ke dalam anus, jika tidak, maka anda dapat mendorongnya secara perlahan kembali ke dalam anus. Wasir EksternalWasir eksternal terletak tepat di bawah kulit pada daerah sekitar anus. Wasir ini dapat diraba bila sedang terjadi pembengkakan dan dapat menimbulkan rasa gatal, nyeri, atau darah pada tinja.Jika wasir eksternal ini menonjol keluar, maka anda dapat meraba dan melihatnya. Kadangkala, terbentuk bekuan darah di dalam wasir eksternal yang menonjol, yang dapat menyebabkan rasa nyeri hebat.Jika di dalam wasir eksternal telah terbentuk bekuan darah, maka wasir dapat berwarna ungu atau biru dan dapat berdarah. Walaupun demikian, keadaan ini tidak terlalu berbahaya, tetapi dapat terasa sangat nyeri. Wasir ini akan membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Bila rasa nyeri tidak tertahankan, maka segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan secepatnya. Penanganannya adalah mengangkat bekuan darah dari dalam wasir sehingga rasa nyeri dapat dihentikan.Wasir dan MakananMakanan diduga memiliki peranan yang sangat penting sebagai penyebab dan pencegahan terjadinya wasir. Orang yang sering mengkonsumsi makanan tinggi serat biasanya lebih jarang menderita wasir. Sementara itu, orang yang lebih sering mengkonsumi berbagai makanan olahan memiliki resiko menderita wasir yang lebih tinggi. Diet rendah serat atau kurang mengkonsumsi air dapat menyebabkan terjadinya sembelit, yang dapat menyebabkan terjadinya wasir melalui 2 cara, yaitu:•  Membuat anda harus mengedan saat BAB•  Memicu terjadinya wasir karena tinja yang terbentuk cukup keras sehingga dapat mengiritasi pembuluh darah yang telah membengkakSumber: medicinenet
 15 Aug 2019    11:00 WIB
7 Nutrisi Penting yang Diperlukan Oleh Ibu Hamil
Saat seorang wanita hamil, ia memerlukan berbagai jenis vitamin dan mineral penting (lebih banyak) untuk mendukung perkembangan janin di dalam tubuhnya. Sayangnya, hanya dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang biasanya tetap tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Oleh karena itu, para ibu hamil pun biasanya memerlukan tambahan suplemen vitamin dan mineral selama kehamilan berlangsung. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis vitamin dan mineral yang diperlukan oleh para ibu hamil.   Asam Folat Asam folat dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, jeruk, dan sayuran berdaun hijau (terutama kale dan bayam). Asam folat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal dari sistem saraf pusat bayi, yaitu otak dan medulla spinalis. Karena perkembangan sistem saraf bayi terjadi pada bulan pertama kehamilan, di mana Anda biasanya belum mengetahui kehamilan Anda tersebut, maka tidak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi suplemen asam folat bila sedang berusaha untuk hamil. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan para wanita untuk mengkonsumsi suplemen asam folat setidaknya satu bulan sebelum kehamilan. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mcg setiap harinya. Dosis lebih tinggi mungkin akan diberikan pada: Wanita penderita diabetes Wanita yang pernah memiliki anak yang menderita kelainan sistem saraf pusat Wanita yang menderita sickle cell disease   Zat Besi Zat besi dapat ditemukan dalam kacang merah, tiram, biji wijen, kacang polong, dan bayam. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, kekurangan zat besi pada masa awal kehamilan berpengaruh besar pada perkembangan otak jangka panjang seorang anak. Jadi, sangat penting bagi para wanita yang sedang berencana untuk hamil untuk mencukupi kebutuhan zat besinya. Dosis harian zat besi yang dianjurkan bagi wanita yang tidak sedang hamil adalah 18 mg. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk dan tomat karena akan mempermudah proses penyerapan zat besi.   Vitamin C Vitamin C dapat ditemukan dalam strawberi, jeruk, kiwi, mangga, dan blueberi. Menurut the American Pregnancy Association (APA), vitamin C dapat membantu memicu terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur matang ke dalam saluran telur) dan meningkatkan jumlah sperma seorang pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 90 mg (bagi pria) dan 75 mg (bagi wanita yang tidak sedang hamil), dan 85 mg (bagi wanita yang sedang hamil).   Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil   Kalsium Kalsium dapat ditemukan dalam susu, keju, yogurt, brokoli, dan sayuran berdaun hijau. Mengkonsumsi kalsium sebelum hamil dapat membantu meningkatkan cadangan kalsium di dalam tubuh ibu untuk mendukung perkembangan tulang bayi nantinya. Dosis harian yang dianjurkan adalah setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya, baik sebelum maupun selama seorang wanita hamil. Jika Anda tidak dapat mengkonsumsi susu, konsumsilah brokoli dan sayuran berdaun hijau yang juga mengandung banyak kalsium.   Vitamin B6 Vitamin B6 dapat ditemukan dalam daging ayam, daging kalkun, bayam, wortel, beras cokelat, dan biji bunga matahari (kuaci). Mengkonsumsi vitamin B6 secara teratur dapat membantu mengatur keseimbangan hormonal di dalam tubuh dan dengan "menumpuknya" sebelum hamil, maka berbagai gejala morning sickness selama hamil pun akan berkurang. Selain itu, vitamin B6 juga penting bagi perkembangan otak bayi. Dosis harian yang dianjurkan adalah 1.3 mg setiap harinya (sebelum hamil).   Seng Seng dapat ditemukan dalam daging merah, daging unggas, kacang, gandum, berbagai produk susu, dan tiram. Menurut the APA, seng sangat penting bagi proses ovulasi dan kesuburan seorang wanita serta produksi sperma dan testosteron pada pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 15 mg setiap harinya untuk menjaga organ reproduksi Anda tetap sehat dan prima.   Asam Lemak Omega 3 Asam lemak omega 3 dapat ditemukan dalam kacang walnut, edamame, daging sapi yang diberi makan rumput, dan ikan (salmon, sarden, dan forel). Para ahli percaya bahwa asam lemak omega 3 dapat meningkatkan kualitas embrio pada wanita yang sedang menjalani program inseminasi buatan (IVF). Selain itu, asam lemak omega 3 juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganjurkan agar seorang wanita mengkonsumsi 2-3 porsi ikan atau kerang setiap minggunya, termasuk saat mereka hamil atau menyusui. Akan tetapi, pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang hanya mengandung sedikit merkuri. Jangan mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang mengandung banyak merkuri seperti ikan hiu, ikan pedang, dan ikan mackerel. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 08 Aug 2019    16:00 WIB
Komplikasi Kehamilan Yang Mungkin Terjadi Pada Wanita Obesitas
Jika Anda sudah mengalami obesitas sebelum hamil atau mengalami peningkatan berat badan terlalu banyak saat hamil, maka Anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah seperti di bawah ini.   Diabetes Gestasional Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang hanya terjadi saat seorang wanita hamil. Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesita sebelum hamil, maka resiko terjadinya diabetes gestasional akan meningkat drastis.   Preeklampsia Preeklampsia merupakan gangguan medis berat yang dapat menyebabkan komplikasi berat dan bahkan dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayinya. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil.   Trombosis Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami trombosis, yaitu suatu keadaan di mana terbentuk bekuan-bekuan darah di dalam pembuluh darah. Jika Anda merokok, maka resiko Anda akan semakin tinggi.   Gangguan Tidur Apnea Gangguan tidur apnea dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat pada wanita hamil. Gangguan tidur ini juga dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan tidur apnea pada wanita hamil.   Mundurnya Waktu Persalinan Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan waktu kelahiran bayi Anda mundur, yang dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.   Baca juga: Menderita Diabetes Saat Hamil? Atasi Dengan Ini….   Kesulitan Persalinan Memiliki berat badan berlebih akan membuat persalinan normal menjadi lebih sulit atau bahkan tidak dapat dilakukan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kemungkinan Anda melahirkan melalui operasi Caesar.   Keguguran Saat Anda mengalami obesitas, maka resiko terjadinya keguguran pada awal kehamilan dan kematian bayi di dalam kandungan akan meningkat.   Bayi Besar Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi yang berukuran lebih besar daripada biasanya (makrosomia).   Gangguan Kronis Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan kronik seperti gangguan jantung dan diabetes pada saat ia dewasa nanti.   Kelainan Bawaan Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kelainan bawaan seperti kelainan saraf tulang belakang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 17 Jul 2019    18:00 WIB
Makan Yogurt Saat Hamil, Boleh Enggak Sih???
Saat Anda hamil, Anda mungkin akan banyak sekali mendapatkan informasi mengenai makanan apa saja yang perlu Anda konsumsi dan makanan apa saja yang perlu Anda hindari. Lalu bagaimana dengan yogurt? Bolehkah seorang wanita hamil mengkonsumsi yogurt? Ternyata tidak hanya aman untuk dikonsumsi, yogurt juga memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan Anda dan bayi Anda lho.   Apa Sebenarnya Yogurt Itu? Yogurt merupakan hasil fermentasi dari susu yang mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus. Bakteri ini akan mencerna gula di dalam susu, yaitu laktosa, untuk memperoleh energi dan menghasilkan asam laktat, yang akan bereaksi dengan protein di dalam susu dan menghasilkan suatu cairan kental dan asam.   Kandungan Nutrisi di Dalam Yogurt Karena yogurt terbuat dari susu, maka ia pun memiliki semua nutrisi penting yang terdapat di dalam susu dan bahkan sejumlah nutrisi penting lainnya. Seperti susu, yogurt mengandung banyak kalsium, yang dibutuhkan oleh para ibu hamil untuk membantu pertumbuhan tulang bayi di dalam kandungannya. Yogurt juga mengandung protein, yang juga dibutuhkan oleh bayi Anda untuk membuat sel-sel baru. Selain itu, yogurt juga mengandung banyak vitamin.   Baca juga: Manfaat Yogurt Bagi Kesehatan   Probiotik Selain mengandung banyak nutrisi penting yang diperlukan oleh Anda dan bayi di dalam kandungan Anda, yogurt juga mengandung bakteri baik yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan, bakteri baik ini justru dapat membantu kerja saluran pencernaan dan lebih dikenal dengan nama probiotik. Saat hamil, saluran pencernaan Anda pun akan melambat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi bagi kebutuhan bayi Anda. Keadaan ini dapat membuat Anda mengalami sembelit, yang akan meningkatkan resiko terjadinya wasir. Mengkonsumsi yogurt dapat membantu Anda buang air besar secara teratur dan mencegah terjadinya sembelit.   Hal Penting yang Harus Diperhatikan Walaupun yogurt cukup aman untuk dikonsumsi, akan tetapi ada 2 jenis yogurt yang harus dihindari oleh para ibu hamil. Yang pertama adalah yogurt yang dibuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi karena daya tahan tubuh Anda pun akan menurun saat hamil. Hal ini dikarenakan yogurt ini mengandung bakteri berbahaya. Yang kedua adalah hindari yogurt yang mengandung banyak lemak dan susu penuh lemak. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung terlalu banyak lemak jenuh, yang tidak baik bagi kesehatan jantung dan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan berlebih saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 10 Jul 2019    18:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction