Your browser does not support JavaScript!
 14 Jul 2021    20:00 WIB
Seks Saat Hamil Apakah Aman ?
Selain mengalami perubahan fisik yang cukup signifikan, wanita hamil juga mengalami peningkatan dorongan seks yang tinggi dan orgasme yang kuat selama beberapa tahap kehamilan. Bagi sebagian wanita, hubungan seks selama kehamilan boleh saja dilakukan. Seorang ahli obstetry gynecology dari Columbia University Medical Center menyatakan jika kehamilan berkembang normal, hubungan seks pada masa kehamilan sama sekali tidak berbahaya bagi bayi. Bayi terlindungi dengan baik di dalam rahim. Cairan ketuban dan segel tebal berlendir yang mengunci serviks dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi. Meski pun pada beberapa wanita orgasme dapat menyebabkan kontraksi rahim, namun hal ini tidak akan mempengaruhi proses persalinan. Biasanya wanita hamil akan mengalami peningkatan gairah seks pada trimester kedua. Ketika tingkat energi mulai meningkat seiring mual yang semakin berkurang. Seks bisa menjadi hal nomor satu yang dipikirkan wanita hamil pada masa ini, karena adanya peningkatan aliran darah ke vagina, sehingga vagina semakin membesar dan mengalami peningkatan lubrikasi (cairan pelumas). Selain itu, perubahan fisik berupa peningkatan berat badan dan perut yang semakin membesar akan membuat Anda sedikit mengalami gangguan saat melakukan hubungan seks. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan agar Anda mencari berbagai variasi gaya yang aman dan nyaman saat berhubungan seks. Menikmati Seks pada Masa Kehamilan Ketika gairah seks semakin meningkat pada kehamilan, Anda mungkin perlu membuat beberapa penyesuaian untuk kenyamanan Anda berhubungan seks, seperti Bereksperimen dengan Gaya Baru Seiring perut Anda membuncit mungkin yang perlu Anda lakukan adalah mencoba posisi seks miring atau posisi wanita berada di atas agar bisa mengontrol kedalaman penis. Bisa juga dengan meminta pasangan pria Anda duduk bersandar dan Anda duduk di pangkuannya. Wanita hamil tidak dianjurkan melakukan posisi seks berbaring terlentang, terutama pada masa akhir kehamilan. Karena berat bayi dan pasangan dapat memberikan tekanan pada vena cava inferior, pembuluh darah besar yang membawa darah kembali menuju jantung. Hal ini dapat mengakibatkan pusing dan peningkatan detak jantung. Tetap lakukan seks yang aman Jika Anda memiliki riwayat penyakit menular atau bahkan kemungkinan terpapar HIV maka sebaiknya Anda menggunakan kondom saat berhubungan seks. HIV dapat ditularkan pada bayi. Oral seks juga diperbolehkan tapi pastikan Anda melakukannya dalam keadaan yang sama-sama bersih. Meniup udara ke dalam vagina saat melakukan oral seks juga tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan air embolism (keadaan di mana pembuluh darah tersumbat oleh gelembung udara) yang bisa mengancam jiwa. Dokter juga tidak menganjurkan anal seks saat kehamilan karena bisa menyebabkan paparan bakteri dari anus menuju vagina pemicu infeksi. Bahkan, kebiasaan ini juga memicu wasir selama kehamilan. Berkomunikasi secara Terbuka Komunikasi memegang peran yang penting dalam mencapai kepuasan hubungan seksual. Terutama pada masa kehamilan. Anda dan pasangan mungkin memiliki ide berbeda tentang seberapa sering berhubungan seks dan gaya apa yang disukai masing-masing. Jika hubungan seks saat hamil menjadi sangat sulit dilakukan, terutama di masa akhir kehamilan, mungkin memberikan pijatan dan pelukan penuh kasih sayang bisa menjadi gantinya. Oleh karena itu, komunikasikan secara terbuka kendala yang Anda rasakan bersama pasangan, dan temukan solusinya bersama. Kapan Hubungan Seks saat Hamil Menjadi tidak Aman? Para ahli kandungan akan menyarankan untuk tidak berhubungan seks selama kehamilan jika terjadi beberapa hal di bawah ini: Kondisi medis tertentu yang menempatkan Anda pada risiko keguguran Berisiko mengalami persalinan prematur, sebelum usia kandungan 37 minggu Anda mengalami plasenta previa. Kondisi di mana plasenta menutupi pembukaan serviks Anda mengalami perdarahan vagina. Biasanya terjadi pada kehamilan kembar Mengalami infeksi tertentu Oleh karena itu, sebelum Anda mulai berhubungan seks di masa kehamilan sebaiknya kunjungi dokter kandungan Anda terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kemanan berhubungan seks, baik bagi Anda, pasangan dan janin yang ada di dalam kandungan. Baca juga: Yoga dan Gairah Seksual Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 16 Jun 2021    13:00 WIB
Hati-hati! Masalah Kesehatan Mulut Dapat Membahayakan Kesehatan Janin, Ini Cara Untuk Merawat Mulut Yang Harus Dilakukan Ibu Hamil
Hampir lima puluh persen ibu hamil mengalami gusi merah, bengkak, sering berdarah saat disikat. Perawatan mulut adalah hal yang penting selama masa kehamilan karena perubahan sekresi hormonal, beberapa masalah pada gigi muncul mengganggu wanita yang hamil. Ada risiko infeksi bakteri, pembentukan plak dan gusi berdarah karena tekanan darah tinggi. Progesteron dan estrogen dalam tubuh dapat menyebabkan gusi menjadi sensitif mengalami perdarahan membuat lebih rentan mengalami penyakit gusi. Oleh karena itu, setiap wanita hamil perlu mengikuti rutinitas perawatan gigi dan mulut yang sehat Masalah pada gigi dan gusi dapat menyebabkan gangguan pada ibu hamil yaitu persalinan prematur atau mengganggu janin. Perawatan gigi dan mulut selama hamil: Rutin Melakukan Pemeriksaan Ke Dokter Gigi Pada saat hamil, bisa jadi ibu merasa kurang nyaman sehingga merasa malas untuk menggosok gigi. Padahal bila seorang ibu hamil mengalami morning sickness terus menerus, muntahan yang melalui gigi bisa merusak gigi dan mempercepat timbul plak. Jadi Anda harus rutin ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan memperbaiki bila ada masalah pada gigi Anda. Lakukan Perawatan Gigi Yang Baik di Rumah Biasakan melakukan perawatan gigi yang baik di rumah yaitu: Sikat gigi secara menyeluruh dan lembut setidaknya 2x sehari Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi kaya fluoride dokter gigi Anda akan menghilangkan plak dan tartar yang tidak dihapus oleh hanya menyikat Makan Makanan Bergizi Perbanyak buah jeruk dan buah-buahan kaya akan zat besi agar gigi dan gusi tetap sehat Konsumsi susu dan produk susu yang kaya kalsium Hindari pemanis yang tinggi karbohidrat dan gula-gula untuk melindungi enamel gigi Anda Perbanyak Minum Air Putih Sering minum air untuk menyegarkan mulut. Karena muntah berulang, membentuk asam yang merusak gigi. Air membersihkan sekitar 99 % komponen asam dari mulut Wanita hamil sebaiknya tidak merokok atau minum alkohol agar janin sehat dan tidak terkena infeksi.   Sumber: beingtheparent
 16 Jun 2021    12:00 WIB
Buah Yang Baik Dikonsumsi oleh Ibu Hamil
Ketika sedang hamil seseorang akan lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, hal ini dilakukan untuk menjaga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Mengkonsumsi buah sangat baik untuk ibu hamil, karena mengkonsumsi buah bisa melengkapi nutrsisi yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Serat pada buah bisa melancarkan sistem pencernaan yang berfungsi untuk mengurangi sembelit pada ibu hamil. Tetapi tidak semua buah boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil. Nah jadi buah apa saja sih yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil? Simak buah-buahan dibawah ini! Apel Buah apel mengandung serat, kalsium, vitamin A dan juga vitamin C yang merupakan nutrisi dalam buah apel. Nutrisi dalam buah apel sangat baik untuk kesehatan ibu hamil.   Jeruk Jeruk bisa mengurangi rasa mual dan muntah yang terjadi karena morning sickness, selain itu buah jeruk juga bisa memenuhi vitamin c yang berfungsi untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Selain itu kandungan asam folat dalam jeruk bisa mencegah masalah perkembangan otak dan juga membantu menjaga saraf tulang belakang pada bayi.   Jambu biji Jambu biji bisa menjadi sumber vitamin C selain jeruk, selain vitamin C jambu biji juga mengandung serat, vitamin A, dan kalsium. Vitamin A dan C dalam jambu biji merupakan antioksidan yang befungsi untuk menangkal radikal bebas, radikal bebas bisa menyebabkan perkembangan janin menjadi lambat.   Berry Buah berry, contohnya seperti blueberry, strawberry dan blackberry mengandung vitamin, serat dan folat yang bisa meredakan mual dan menjaga kadar gula darah dan kolestrol.   Semangka Buah semangka adalah buah yang mengandung banyak air, nah karena itu semangka bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh pada ibu hamil. Selain itu semangka juga bisa memenuhi asupan vitamin A, C, B6 dan kalsium pada ibu hamil. Buah semangka juga bisa menangkal rasa mual di pagi hari.   Baca juga: Apakah Saya Hamil?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 25 May 2021    20:00 WIB
Tetap Aman Bercinta Saat Hamil, Coba Posisi Seks Ini!
Menurut kebanyakan orang bercinta saat hamil adalah hal yang berbahaya. Ketakutan akan terjadinya keguguran atau lahir prematur sering menghantui pasangan yang sedang menantikan momongan ini. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Karena bercinta dengan pasangan juga akan membantu mempererat hubungan. Oleh karena itu agar Anda dan pasangan resmi Anda tetap bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan asal tetap memperhatikan beberapa hal yaitu mempelajari posisi seks yang aman saat hamil Agar Anda dan pasangan tetap dapat menikmati hubungan seksual, berikut adalah posisi seks yang aman dan nyaman yang dapat Anda coba: 1.      Woman on top Posisi ini telah terbukti dapat membuat wanita mudah mencapai klimaks, hal ini juga berlaku untuk wanita hamil. Dengan posisi woman on top, maka perut yang besar ini tidak akan tertindih dan memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi. Posisi pria dibawah dengan paha yang terbuka sementara wanita berbaring atau duduk di hadapannya atau menghadap ke arah lain. Posisi ini juga memungkinkan pria untuk memegang payudara atau merangsang klitoris untuk membantu mencapai orgasme.   2.      Gunakan tepi tempat tidur Berbaring telentang di tepi tempat tidur dengan lutut ditekuk, dan kaki bersandar di tepi kasur. Sang pria melakukan penetrasi dari depan. Taruh bantal dan letakkan di punggung bawah wanita agar lebih aman dan nyaman. Posisi ini juga memungkinkan wanita mengatur kedalaman penetrasi.   3.      Berbaring bersampingan dengan spoon position Posisi ini dilakukan untuk menghindari perut yang besar tertindih dan memungkinkan terjadinya banyak gerakan ketika berhubungan. Pria memposisikan diri di belakang wanita. Letakkan kaki wanita di atas beberapa bantal. Hal ini membuat penetrasi tidak terlalu dalam, terkadang penetrasi terlalu dalam bisa membuat tidak nyaman. Apabila perut Anda belum terlalu besar, maka Anda dapat berbalik dan berhadapan dengan pasangan.   4.      Doggy style Posisi ini merupakan posisi terbaik saat wanita sedang hamil. Posisi ini menghindarkan tekanan berlebihan pada perut besar. Selain itu posisi ini memudahkan pasangan Anda untuk mencapai dan merangsang klitoris. Posisi ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam. Namun bila sang wanita merasa kurang nyaman, sebaiknya pasangannya tidak mendorongnya terlalu dalam. Menaruh bantal diantara bokong dan perut bawahnya akan mencegah sang pria mendorong penetrasi terlalu dalam.   5.      Duduk di pangkuan pria Lakukan dengan cara duduk di pangkuan pasangan Anda saat ia duduk secara tegak di kursi. Anda dapat mengontrol laju dan kedalaman penetrasi dengan berdiri atau berjongkok. Posisi ini memungkinkan untuk berciuman, berpelukan dan kontak mata. Posisi ini mudah untuk dilakukan untuk wanita dan membiarkan pasangan Anda mudah bergerak. Agar kehamilan Anda atau pasangan aman selalu melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Selama dokter kandungan tidak mengatakan rawan keguguran, rentan perdarahan, berisiko pecah ketuban, atau ari-ari janin berada di bawah maka hubungan intim aman untuk dilakukan Yang perlu Anda perhatikan adalah mencari posisi yang seks yang nyaman untuk Anda dan pasangan. Jangan terlalu memaksakan. Komunikasi, keterbukaan dan eksperimen dengan pasangan adalah teknik yang tepat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kepuasan dalam hubungan seksual.   Baca Juga: 15 Tips Cara Agar Cepat Hamil dan Punya Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: babycentre
 19 May 2021    14:00 WIB
Jangan Konsumsi Makanan ini Jika Tidak Mau Keguguran!
Kehamilan adalah momen yang membahagiakan untuk semua pasangan. Ketika memasuki trismester pertama calon ibu harus lebih berhati-hati dan waspada pada kesehatan tubuh. Karena di trismester pertama calon ibu rentan terhadap resiko keguguran. Keguguran pada trismester kehamilan bisa disebabkan dari banyak hal, contohnya dari mengkonsumsi makanan. Tetapi hal ini bisa di hindari dengan menjaga asupan makanan dan menjaga kesehatan tubuh sehari-hari, dengan mejaga asupan makanan risiko keguguran pada janin menjadi kecil. Ada berbagai makanan dan minuman yang harus dihindari selama kehamilan agar terhindar dari keguguran, simak daftar makanan yang harus dihindari selama kehamilan! Pepaya muda Pepaya yang matang atau pepaya yang belum matang memiliki fungsi sebagai pencahar. Jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan keguguran. Biji pada papaya mengandung enzim yang bisa menyebabkan kontraksi pada Rahim, yang akhirnya menyebabkan keguguran. Lebih baik jangan mengkonsumsi pepaya terlalu banyak ketika sedang hamil. Pastikan untuk membersihkan biji papaya ketika akan mengkonsumsinya dan yang paling penting harus memperthatikan kematangan pepaya.   Buah peach Sebenarnya buah peach sangat baik untuk dikonsumsi, tetapi buah peach bersifat panas untuk janin, nah jika dikonsumsi berlebihan panas dari buah peach bisa menyebabkan panas berlebihan didalam tubuh ibu hamil sehingga bisa menyebabkan pendarahan internal yang menyebabkan keguguran.   Pare Pare merupakan sayur yang sehat untuk dikonsumsi, pare merupakan makanan yang bisa mengendalikan kadar gula darah. Tetapi mengkonsumsi pare pada awal kehamilan sangat harus dihindari, karena dengan mengkonsumsi pare bisa menyebabkan kontraksi uterus, sehingga memicu pendarahan pada janin akhirnya menyebabkan keguguran.   Daging olahan Hindari mengkonsumsi daging olahan, contohnya seperti sosis, nugget atau daging hamburger. Karena daging olahan kemungkinan mengandung bakteri Toxoplasma Gondii, Salmonella atau Listeria yang bisa menyebabkan keracunan ketika mengkonsumsinya.   Makanan mentah ibu yang sedang hamil sangat harus menghindari konsumsi makanan daging yang setengah matang atau mentah, contohnya seperti salmon mentah, karena bakteri yang ada didalam daging dapat ditularkan kepada bayi, akhirnya menyebabkan keguguran atau kematiaan bayi saat lahir. Disarankan untuk memasak daging sampai matang sebelum dikonsumsi oleh ibu hamil.   Baca Juga: Gampang Keguguran??? Mungkin Ini Penyebabnya! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 18 May 2021    18:00 WIB
Tiga Posisi Seks Terbaik untuk dapatkan Anak Perempuan
Berbagai posisi bercinta berikut ini dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan seorang anak perempuan. Selamat mencoba! Woman On Top Walaupun tidak ada posisi bercinta tertentu yang dapat memastikan jenis kelamin bayi Anda, akan tetapi posisi woman on top tampaknya dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan anak perempuan karena Anda dapat mengendalikan seberapa dalam penetrasi Mr. P. Untuk meningkatkan peluang mendapatkan anak perempuan, dianjurkan agar pasangan Anda berejakulasi sedekat mungkin dengan lubang vagina, sehingga sperma yang mengandung gen laki-laki menjadi lebih sulit untuk mencapai sel telur karena mereka memiliki lama hidup yang lebih singkat daripada sperma yang mengandung gen perempuan.   Misionaris Beberapa orang percaya bahwa posisi bercinta terbaik untuk mendapatkan anak perempuan adalah misionaris. Hal ini dikarenakan pada posisi misionaris, Mr. P tidak dapat berpenetrasi cukup dalam sehingga sperma pun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai sel telur.   Spooning Posisi bercinta lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan peluang mendapatkan anak perempuan adalah spooning. Hal ini dikarenakan posisi spooning akan membuat Mr. P tidak dapat berpenetrasi terlalu dalam, sehingga meningkatkan peluang sperma yang mengandung gen perempuan untuk mencapai sel telur. Selain berbagai posisi bercinta di atas, ada beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan, yaitu seberapa sering Anda harus berhubungan intim dengan pasangan. Untuk mendapatkan anak perempuan, dianjurkan agar Anda dan pasangan lebih sering berhubungan intim dan berhenti 2-3 hari sebelum ovulasi. Hal ini bertujuan agar sperma yang tersisa saat terjadinya ovulasi adalah sperma yang mengandung gen perempuan. Hal lain yang juga dapat mempengaruhi peluang Anda untuk mendapatkan anak perempuan adalah pH atau keasaman vagina Anda. Dan karena orgasme dapat membuat vagina Anda menjadi lebih basa, maka dianjurkan agar Anda tidak mencapai orgasme saat berhubungan intim, bila Anda ingin mendapatkan anak perempuan. Hal ini dikarenakan sperma yang mengandung gen laki-laki akan bertahan hidup lebih lama bila berada di dalam lingkungan vagina yang basa, sedangkan sperma yang mengandung gen perempuan lebih cocok berada pada lingkungan yang asam.   Baca juga: 10 Cara Agar Cepat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang 
 07 May 2021    18:00 WIB
Posisi Bercinta yang Harus Dihindari Saat Hamil
Saat hamil, ternyata bukan hanya nafsu makan dan mood saja yang mengalami perubahan, gairah seksual Anda pun akan ikut mengalami perubahan. Saat kehamilan sudah memasuki trimester kedua, gairah seksual pada wanita hamil biasanya akan meningkat. Kecuali bila dianjurkan sebaliknya oleh dokter kandungan Anda, maka berhubungan intim saat sedang hamil sebenarnya boleh dilakukan. Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh melakukan hubungan intim seperti saat sebelum Anda hamil karena ada beberapa posisi yang tidak boleh dilakukan oleh wanita hamil.   Trimester Pertama Pada trimester pertama, gairah seksual Anda mungkin justru akan menurun karena rasa mual dan tidak enak badan yang Anda rasakan. Akan tetapi, bila suatu ketika Anda dan pasangan ingin berhubungan intim, maka Anda dapat melakukannya pada semua posisi, tidak ada larangan tertentu.   Baca juga: Apakah Aman Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil?   Trimester Kedua Pada trimester kedua, gairah seksual Anda biasanya akan sangat meningkat karena rasa mual dan lelah biasanya mulai berkurang. Namun, karena perut Anda sudah mulai membesar, maka tidak semua posisi bercinta bisa Anda lakukan. Doggy style dan reverse spooning merupakan posisi yang tepat karena posisi misionaris biasanya akan sulit dilakukan. Selain itu, bila Anda berbaring terlentang (seperti pada posisi misionaris), maka rahim yang membesar akan menekan pembuluh darah aorta, yang dapat mengganggu aliran darah yang menuju ke plasenta. Akan tetapi, bila Anda tampaknya tidak dapat mencapai kenikmatan bila tidak berhubungan intim dengan posisi misionaris, maka pastikan Anda menyelipkan bantal di bawah pinggul kiri Anda saat berbaring terlentang.   Trimester Ketiga Karena pada trimester ketiga perut Anda biasanya sudah sangat besar, maka Anda mungkin tidak lagi berpikir untuk berhubungan intim. Akan tetapi, bila Anda tetap ingin berhubungan intim, pastikan saja Anda tidak berbaring terlentang, yang berarti Anda tidak boleh lagi bercinta dengan posisi misionaris. Posisi yang terbaik adalah posisi di mana perut Anda tidak tertekan dan Anda dapat mengendalikan seberapa dalam penetrasi penis boleh dilakukan. Seks anal tidak boleh dilakukan saat hamil karena dapat memicu terjadinya infeksi saluran kemih yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran dan memicu kambuhnya wasir. Untuk seks oral, sebenarnya masih boleh dilakukan berapa pun usia kehamilan Anda. Akan tetapi, pastikan saja pasangan Anda tidak menghembuskan terlalu banyak udara ke dalam vagina Anda karena dapat meningkatkan resiko terjadinya embolisme (walaupun jarang), suatu kondisi di mana ada gelembung udara yang menyumbat pembuluh darah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 27 Apr 2021    13:00 WIB
Ena- ena Trus Hamil?
Apa yang kalian expect ketika kalian berhubungan seksual dengan pasangan? Of course salah satunya adalah kehamilan. Karena ketika sperma sudah berhasil masuk  ke sel telur gitu ya dan berhasil membuahi itu artinya bisa terjadi kehamilan. That’s why gue sangat bawel sekali ketika lagi ngomongin kayak gini, gue selalu menyarankan untuk safe sex. Selalu pakai kondom karena kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang bisa melindungi lo dari kehamilan yang tidak direncanakan dan infeksi menular seksual . Kontrasepsi yang lain itu cuman melindungi lo dari kehamilan yang tidak direncanakan doang. But condoms karena ini adalah satu-satunya kontrasepsi yang paling gampang dicari, paling murah, paling gampang digunain, gak bikin hormon berantakan. Why kenapa lo nggak pakai gitu? So today practical knowledge yang bakal gue kasih tau ke kalian ketika kalian "kecelakaan" gitu ya. 3 hal  yang bisa lo lakuin kalo "kecelakaan"   1.       Pil kondar ketika berhubungan seks adalah yang pertama, pakai pil kontrasepsi darurat. Kontrasepsi darurat bukanlah pil KB. Jadi kalian hanya boleh pakai ketika memang keadaannya sangat amat darurat dan kalian yakin ada sperma yang masuk ke dalam vagina kalian ketika lagi berhubungan seks. Dalam jangka waktiu 72 jam, kondar masih bisa efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan (KTD). Kondar BUKANLAH Pil KB harian, pil ini HANYA boleh diminum ketika keadaan darurat. Ada efek samping untuk penggunaan jangka Panjang.   2.       Test pack H+7 ketika melakukan hubungan seks sebisa mungkin langsung dicek menggunakan tes kehamilan atau test pack. Test pack akan sensitive kalo hormone HGC  sudah akumulasi selama 7 hari setelah terjadinya pembuahan, semakin mahal testpack= semakin sennsitif alatnya.   3.       Cek ke dokter Ketika lo gamau cek pakai test pack mendingan langsung ke dokter aja langsung cek sama dokter lebih jelas, di USG. Jadi lo bisa tahu hasilnya lebih akurat, Most likely ke dokter akan jauh lebih akurat dan bisa konsultasi juga. Stay safe darling!
 02 Mar 2021    10:00 WIB
Tips Mencegah Terjadinya Kematian Bayi di Dalam Kandungan
Kematian bayi di dalam kandungan dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada wanita yang tidak memiliki faktor resiko apapun, tanpa gejala apapun. Wanita yang beresiko tinggi adalah wanita yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi sebelum hamil atau selama hamil. Wanita yang memiliki resiko tinggi harus memperoleh pengawasan yang lebih dan harus memperhatikan pergerakan bayinya beberapa kali sehari setiap harinya, terutama bila kehamilan telah berusia lebih dari 26 minggu. Segera hubungi dokter anda bila tendangan atau gerakan bayi anda berkurang. Bila bayi anda meninggal di dalam kandungan (lahir mati), maka anda sebaiknya menunggu selama beberapa saat sebelum berusaha untuk kembali hamil. Beberapa wanita yang kembali hamil pada 12 bulan pertama setelah mengalami keadaan ini menderita gangguan cemas dan depresi berat, yang terjadi selama kehamilan hingga 1 tahun setelah persalinan. Tergantung pada penyebabnya, kehamilan anda berikutnya mungkin merupakan kehamilan yang beresiko tinggi. Kesempatan anda untuk memperoleh bayi yang sehat akan meningkat bila anda menjaga kesehatan anda sebelum hamil dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan sedini mungkin. Dengan demikian, bidan atau dokter anda dapat memeriksa riwayat kesehatan anda dan melakukan pengobatan sedini mungkin terhadap berbagai gangguan yang anda alami. Beberapa hal yang dapat membantu anda untuk menjaga kesehatan diri dan bayi anda selama kehamilan adalah:•  Lakukanlah kegiatan olahraga yang sesuai dengan anda dan konsumsilah diet sehat. Dianjurkan agar anda mengkonsumsi 400 mcg asam folat setiap harinya sebelum hamil hingga kehamilan anda berusia 12 minggu. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai berapa dosis asam folat yang anda butuhkan•  Jangan merokok•  Jangan mengkonsumsi alkohol•  Jangan mengkonsumsi obat-obatan atau suplemen apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter anda•  Jangan berhenti mengkonsumsi obat-obatan yang telah anda konsumsi sebelum berkonsultasi dengan dokter anda•  Hindari berbagai makanan mentah atau setengah matang •  Jangan berada terlalu dekat dengan orang yang sedang sakitSumber: webmd