Your browser does not support JavaScript!
 04 Sep 2015    12:00 WIB
5 Bocah Jenius Paling Pintar di Dunia!
Apakah Anda pernah mendengar kisah mengenai seorang anak lelaki berusia 7 tahun di India yang bernama Kautilya Pandit? Ia dikenal sebagai google berjalan karena ia sanggup menghafal informasi dari 213 negara, yang terdiri dari jumlah penduduk, agama, mata uang, dan berbagai hal lainnya yang terkait dengan Negara tersebut. Akan tetapi, Pandit ternyata bukanlah satu-satunya anak jenius di dunia. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa anak jenius lainnya di dunia.   Gregory Smith Gregory Smith merupakan seorang anak yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 1990. Pada saat masih berusia 14 bulan, ia sudah lancar membaca. Saat duduk di bangku SMP pun ia telah berhasil mendapatkan nobel perdamaian. Selain itu, ia pun dapat mengingat semua isi buku yang pernah dibacanya. Bahkan, saat ia masih berusia 10 tahun, ia berhasil lulus ujian masuk perguruan tinggi.   Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Penurunan Kecerdasan   Priyansi Somani Priyansi Somani merupakan seorang remaja perempuan berusia 12 tahun yang lahir di India. Di India, Somani dikenal sebagai kalkulator dunia. Hal ini dikarenakan pada usianya yang begitu muda, Somani telah berhasil menjadi juara dunia lomba hitung berkali-kali. Bahkan rekor yang ada di dalam Guinness Book of Record pun dikalahkan olehnya.   Kim Ung Yong Sejak kecil, Kim Ung Yong telah menghebohkan para ilmuwan di dunia. Hal ini dikarenakan ia memiliki IQ 210 dan dapat mengingat semua buku yang pernah dibacanya saat ia masih berusia 3 tahun. Selain itu, ia pun menguasai beberapa bahasa dan dapat berbicara dengan lancar dalam berbagai bahasa tersebut sebelum ia masuk ke taman kanak-kanak. Beberapa bahasa yang berhasil dikuasainya adalah bahasa Korea, Jepang, Jerman, dan Inggris.   Selain itu, saat ia masih berada di sekolah dasar pun ia sudah mampu menjawab soal kalkulus rumit tingkat mahasiswa. Yong pun terpaksa langsung masuk ke universitas karena kecerdasannya yang berkembang dengan sangat pesat saat ia baru berusia 6 tahun. Ia pun berhasil meraih gelar doktor saat ia masih berusia 14 tahun.   Shewwyn Sarabi Saat baru saja genap berusia 1 tahun, Sarabi telah dapat mengucapkan berbagai kalimat sederhana dengan lancar. Tidak lama setelah itu, ia pun mampu menggunakan berbagai jenis gadget seperti iphone dan ipad.   Bocah lelaki yang berasal dari New York, Amerika Serikat ini bahkan dapat mengingat nama-nama 195 negara anggota PBB dan dapat menunjukkan lokasi berbagai Negara tersebut di dalam peta. Selain itu, ia juga dapat menjelaskan berbagai fungsi dari semua organ tubuh manusia dan bahkan dapat menjelaskan rasi bintang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: unikfact
 12 Sep 2014    11:00 WIB
Ketergantungan Pada Ganja Sebabkan Penurunan Kecerdasan
Mengalami ketergantungan pada ganja sebelum berusia 18 tahun dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dan permanen pada kecerdasan, konsentrasi, dan daya ingat pengguna. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 1.000 orang di New Zealand yang telah mulai menggunakan ganja pada usia remaja dan terus menggunakannya hingga bertahun-tahun kemudian. Para peneliti menemukan bahwa para pengguna ganja ini mengalami penurunan IQ hingga 8 poin saat berusia 38 tahun bila dibandingkan dengan nilai IQ mereka saat berusia 13 tahun. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa berhenti menggunakan ganja tidak dapat mengembalikan kecerdasan, konsentrasi, dan daya ingat pada keadaan yang normal. Kunci utama penyebab timbulnya gangguan kecerdasan pada pengguna ganja adalah sejak kapan mereka mulai menggunakan ganja dan bagaimana proses perkembangan otak mereka. Para peneliti menemukan bahwa peserta penelitian yang tidak menggunakan ganja saat remaja dan baru mulai menggunakannya saat mereka telah dewasa dan otaknya telah berkembang sempurna tidak mengalami gangguan kecerdasan, konsentrasi, maupun daya ingat seperti yang dialami oleh para pengguna ganja yang mulai menggunakan ganja saat mereka masih remaja, di saat otak belum berkembang dengan sempurna sehingga membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh ganja dan obat-obatan lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 1.037 orang anak-anak yang lahir pada tahun 1972-1973, mulai dari mereka lahir hingga mereka berusia 38 tahun. Pada saat para peserta penelitian berusia 38 tahun, para peneliti meminta mereka untuk menjawab berbagai pertanyaan psikologis yang menilai daya ingat, kemampuan menganalisis, dan kemampuan analisis visual. Para peneliti menemukan bahwa orang yang menggunakan ganja sejak remaja memiliki nilai yang sangat buruk pada hampir semua tes psikologis yang dilakukan. Selain itu, anggota keluarga dan teman-teman pengguna ganja mengatakan bahwa para pengguna memiliki daya konsentrasi dan daya ingat yang buruk.     Sumber: healthmeup