Your browser does not support JavaScript!
 13 Jan 2019    08:00 WIB
Takut Botak ? Cegah Dengan Cara Berikut
Kerontokan rambut merupakan hal yang normal terjadi dalam siklus hidup rambut. Namun apa yang terjadi bila rambut terus-menerus rontok dan tidak tumbuh kembali? Baik pria maupun wanita tentunya tidak ingin mengalami kebotakan. Alasannya terutama karena masalah kosmetik. Sebagian pria yang berusia di awal 30 tahun mulai mengalami penipisan rambut, khususnya di bagian tengah kepala. Garis rambut semakin mundur ke belakang, yang menyebabkan kulit kepala semakin terlihat. Faktor genetik merupakan salah satu penyebabnya. Bila ayah anda mengalaminya, maka kemungkinan besar anda pun akan mengalaminya. Sekarang ini, terdapat obat yang dapat membantu anda mencegah kebotakan atau pada beberapa kasus bahkan dapat menumbuhkan kembali rambut anda. Penggunaan foam atau lotion minoksidil atau obat finasteride dapat membantu anda mencegah kerontokan rambut.   Foam dan Lotion Minoksidil sangat berguna bagi pria yang tidak mau mengkonsumsi pil dan yang ingin mencegah kerontokan rambut. Minoksidil diduga dapat memperbesar folikel rambut dan menstimulasi pertumbuhan rambut. Gunakanlah dua kali sehari. Biasanya efek minoksidil baru nampak setelah 4 bulan. Efek samping minoksidil adalah dapat mengiritasi kulit kepala. Walaupun beberapa pria juga dapat menyebabkan rasa gatal, kulit mengelupas, dan kemerahan. Beberapa pria dengan kulit sensitif mudah mengalami iritasi pada kulit kepala dan disarankan untuk menggunakan finasterid.   Pil Finasterid Finasterid dapat menghambat enzim yang mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT), yang diduga merupakan hormon penyebab kebotakan pada pria. DHT menipiskan rambut pada pria yang memiliki gen penyebab kebotakan. DHT menipiskan folikel rambut sampai folikel tersebut tidak dapat tumbuh kembali. Finasterid menghambat kerontokan rambut sebesar 90% dan rambut kembali tumbuh pada sebagian besar pria yang mengkonsumsi finasterid. Kombinasi finasterid dan minoksidil dapat memberikan hasil yang lebih baik, terutama bila digunakan secara teratur. Dengan melakukan hal ini, anda dapat mencegah kerontokan rambut anda, akan tetapi tidak menghilangkannya. Bila anda berhenti menggunakannya, maka rambut anda akan kembali rontok dan bahkan lebih cepat dari sebelumnya.
 30 Aug 2015    09:00 WIB
Cara Alami Atasi Rambut Rontok
Terdapat berbagai penyebab mengapa anda mengalami kerontokan rambut, seperti kekurangan berbagai vitamin, ganguan hormon tiroid, dan menopause. Berbagai gangguan kesehatan juga dapat menyebabkan timbulnya rambut rontok. Mengatasi gangguan kesehatan ini dapat membantu mengatasi kerontokan rambut anda. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai kemungkinan penyebab kerontokan rambut anda untuk mengetahui cara mengatasinya.   1.      Perhatikan Nutrisi Rambut Anda Bila anda menginginkan rambut dan kulit yang berkilau dan sehat, maka anda pun harus mengkonsumsi makanan sehat kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh anda. Protein merupakan salah satu unsur penting untuk menjaga kekuatan dan pertumbuhan rambut. Kebutuhan harian protein yang disarankan adalah 2-3 ons daging atau kombinasi dari 4-5 gelas susu atau produknya atau dari kacang-kacangan. Seorang ahli menyarankan untuk mengkonsumsi kacang-kacangan, telur, dan ikan setiap harinya pada penderita rambut rontok. Asam lemak omega 3 yang terkandung dalam berbagai jenis makanan di atas dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit kepala dan menjaga kesehatan kulit kepala anda. Makanlah berbagai jenis makanan setiap harinya, hindari mengkonsumsi makanan yang sama setiap harinya. Ahli menyarankan untuk mengkonsumsi 6-10 porsi sayuran setiap harinya, 2-4 porsi buah-buahan, dan berbagai jenis kacang-kacangan, serta daging. Beberapa nutrisi yang penting bagi kesehatan rambut anda adalah: Zat besi. Anemia dapat menyebabkan kerontokan rambut. Pemberian suplemen zat besi hanya dianjurkan apabila anda memang menderita anemia karena kekurangan zat besi Seng dan biotin. Kedua suplemen ini diduga dapat membantu pertumbuhan rambut. Orang dengan gangguan metabolisme kedua zat tersebut biasanya memiliki rambut dan kuku yang tipis serta rapuh   2.      Pemberian Suplemen Pastikan agar anda berkonsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun untuk menjaga keseahtan rambut anda. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya berbagai efek samping atau interaksi suplemen dengan obat-obatan yang anda gunakan saat ini.   3.      Model Rambut Anda Mengikat, mewarnai, dan mengeriting rambut anda dapat merusak rambut anda. Jika anda mulai mengalami penipisan rambut, maka berhati-hatilah dalam merawat rambut anda. Jangan menyisir atau mengeramas rambut anda terlalu sering.   4.      Atasi Stress Rambut rontok terus-menerus dapat membuat anda merasa stress. Akan tetapi, stress baik stress fisik maupun emosional kadang-kadang dapat memperparah kerontokan rambut yang anda alami. Kerontokan rambut normal terjadi saat anda memasuki masa menopause dan setelah melahirkan. Oleh karena itu, jangan terburu-buru merasa cemas dan stress bila anda mengalaminya.   Sumber: webmd  
 03 Nov 2014    14:00 WIB
Kebotakkan Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?
Sebuah penelitian baru di sebuah lembaga kanker di Amerika menemukan bahwa kebotakkan dengan pola tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat. Pada penelitian ini, para pria yang mengalami kebotakkan pada bagian depan dan puncak kepalanya saat berusia 45 tahun memiliki resiko menderita kanker prostat agresif yang lebih tinggi yaitu hingga 39% beberapa tahun kemudian dibandingkan dengan pria lain yang tidak mengalami kebotakkan. Pada penelitian ini, hanya sekitar 10% peserta penelitian yang mengalami kebotakkan dengan pola demikian. Para peneliti juga menemukan bahwa pola kebotakkan lainnya tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya hubungan antara kebotakkan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker prostat, akan tetapi para peneliti menduga hal ini berhubungan dengan hormon testosteron dan dihidrotestosteron, yang tampaknya turut berperanan dalam terjadinya kebotakkan dan kanker prostat pada pria. Para peneliti juga tidak mengetahui apa yang mempengaruhi seorang pria memiliki pola kebotakkan yang berbeda-beda. Mereka menduga hal ini mungkin berhubungan dengan jenis hormon dan perbedaan kadarnya di dalam tubuh pada berbagai usia. Akan tetapi, para peneliti juga menyebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penelitian ini sebelum mereka dapat menyimpulkan adanya hubungan pasti di antara keduanya.     Sumber: menshealth
 01 Jul 2014    12:00 WIB
Obat Radang Sendi Bisa Atasi Gejala Kebotakan Pada Pria
Studi terbaru mengungkapkan bahwa seorang pria yang mengalami kondisi langka dimana tubuhnya tidak memiliki rambut pada seluruh tubuhnya mengalami pertumbuhan rambut setelah mengkonsumsi obat radang sendi. Pria berusia 25 tahun mengalami pertumbuhan rambut pada alis mata dan bulu mata, dan juga pertumbuhan rambut di wajah, ketiak dan bagian tubuh lainnya setelah menjalani pengobatan dengan tofacitinib citrate. Pria tersebut mengalami gangguan pertumbuhan rambut karena disebabkan suatu penyakit langka yang disebut alopecia universalis. Para peneliti mengatakan kasus ini adalah kasus alopecia universalis pertama yang berhasil ditangani dengan menggunakan terapi ini, dimana penyakit ini diketahui belum punya penyembuhan untuk jangka panjang. Penelitian ini merupakan suatu langkah besar dalam proses pengobatan pasien dengan kondisi alopesia universalis. Walaupun baru berhasil pada satu kasus, tetapi para peneliti berharap kesuksesan pengobatan ini dapat memberikan pengertian baru mengenai penyakit ini dan bagaimana cara obat bekerja mengatasi penyakit tersebut. Para peneliti berencana akan melakukan percobaan ulang terhadap pasien dengan kasus yang sama dan berharap mencapai kesuksesan yang sama. Menurut the Journal of Investigative Dermatology pasien tersebut mengkonsumsi obat radang sendi sebanyak 10mg perhari. Setelah dua bulan mengkonsumi obat, pria tersebut mulai mengalami pertumbuhan rambut di kulit kepala dan wajah, yang merupakan rambut pertama yang tumbuh setelah tujuh tahun. Setelah tiga bulan mengkonsumsi obat radang sendi sebanyak 15mg perhari, pria tersebut sudah memiliki rambut yang lebat di kepala, alis mata yang jelas, bulu mata yang jelas, begitu juga pada bagian ketiak dan di bagian tubuh yang lain. Setelah delapan bulan percobaan, pria tersebut melaporkan tidak ada efek samping apapun yang dirasakan. Begitu juga saat dilakukan pemeriksaan laboratorium, tidak ada kelainan yang ditemukan. Diduga obat anti radang sendi tersebut memicu pertumbuhan rambut kembali dengan cara mematikan serangan sistem imunitas terhadap folikel rambut yang terjadi pada penderita alopecia universalis.   Sumber: webmd