Your browser does not support JavaScript!
 21 Feb 2019    16:00 WIB
Berbagai Hal Mengenai Katarak Yang Perlu Diketahui
Katarak merupakan pengeruhan lensa mata yang progresif dan tidak nyeri. Katarak akan menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata terhalang, sehingga mata tidak dapat melihat dengan jelas. Bila terus tidak diobati, maka katarak dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Terjadinya katarak biasanya berhubungan dengan proses penuaan, akan tetapi kadangkala katarak juga dapat terjadi pada orang-orang yang berusia muda.   Mengapa Katarak Dapat Mengganggu Penglihatan? Pada mata normal, cahaya akan masuk ke dalam mata dan menembus lensa mata. Lensa mata kemudian akan memfokuskan cahaya yang masuk pada retina, yang kemudian akan mengirimkan sinyal melalui saraf optikus ke dalam otak dan akhirnya terbentuklah suatu gambaran. Bila lensa mata menjadi keruh karena katarak, maka gambaran yang Anda lihat pun akan menjadi buram atau tidak jelas. Beberapa gangguan mata lain seperti miopia (rabun jauh) juga dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur, akan tetapi katarak memiliki tanda dan gejala yang berbeda.   Apa Penyebab Katarak? Penyebab pasti katarak hingga saat ini belum diketahui. Walaupun resiko katarak akan semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, akan tetapi ada beberapa hal lain yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya katarak seperti: Menderita diabetes Merokok Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan Menderita cedera mata Penggunaan obat golongan kortikosteroid dalam waktu yang lama Paparan sinar matahari atau radiasi yang lama   Apa Saja Gejala Katarak? Penglihatan Kabur Penglihatan yang kabur saat melihat benda pada jarak berapa pun merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada katarak. Pandangan Anda mungkin akan terlihat seperti berkabut atau berawan atau seperti diselubungi oleh tirai. Seiring dengan berlalunya waktu, katarak akan semakin memburuk, dan semakin sedikit cahaya yang dapat masuk ke dalam retina. Penderita katarak biasanya akan merasa sangat sulit melihat atau mengendarai kendaraan bermotor di malam hari.   Melihat Kilatan Cahaya Gejala awal lainnya dari katarak adalah melihat kilatan cahaya atau sensitif terhadap cahaya. Anda mungkin akan mengalami kesulitan melihat saat matahari sangat terik. Selain itu, cahaya lampu yang sebelumnya tidak mengganggu Anda, sekarang terasa terlalu terang atau terlihat seperti memiliki halo (lingkaran bula di sekitar cahaya). Berkendara di malam hari juga dapat menjadi masalah karena kilatan cahaya dari lampu jalan dan mobil lain.   Penglihatan Ganda Kadangkala, katarak dapat menyebabkan penglihatan ganda saat Anda hanya melihat dengan salah satu mata. Hal ini berbeda dengan penglihatan ganda yang terjadi karena mata juling. Pada katarak, benda akan terlihat lebih banyak (ganda), bahkan bila hanya ada satu mata yang terbuka.   Perubahan Warna Katarak juga dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan Anda terhadap warna, yaitu membuat sejumlah warna terlihat memudar. Secara perlahan-lahan, pada penglihatan Anda mungkin akan terlihat semburat kecokelatan atau kekuningan. Pada awalnya, Anda mungkin tidak akan menyadari perubahan warna ini. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu Anda akan merasa semakin sulit membedakan warna biru dan ungu.   Rabun Dekat Terasa Membaik Kadangkala, katarak dapat memperbaiki gangguan rabun dekat yang Anda alami. Hal ini dikarenakan katarak dapat berfungsi sebagai lensa mata yang lebih kuat. Fenomena ini disebut dengan second sight, hal ini dikarenakan penderita katarak tidak lagi membutuhkan kacamata untuk melihat dekat. Akan tetapi, seiring dengan semakin memburuknya katarak, kemampuan "baru" Anda untuk melihat dekat akan menghilang dan penglihatan akan kembali memburuk.   Sering Mengganti Ukuran Kacamata Sering mengganti ukuran kacamata atau lensa kontak Anda juga dapat merupakan gejala dari katarak. Hal ini dikarenakan katarak biasanya bersifat progresif, artinya akan terus memburuk seiring dengan berlalunya waktu.   Siapa yang Dapat Terkena Katarak? Sebagian besar kasus katarak terjadi akibat proses penuaan. Akan tetapi, bayi kadangkala dapat dilahirkan dengan menderita katarak, yang disebut dengan katarak kongenital. Anak-anak juga dapat mengalami katarak akibat cedera atau penyakit.   Bagaimana Katarak Didiagnosa? Sebagian besar kasus katarak didiagnosa melalui pemeriksaan mata. Dokter Anda akan memeriksa penglihatan dan mata Anda untuk melihat apakah ada gangguan pada lensa mata atau bagian lain dari mata Anda.   Baca juga: Penyebab Utama Terjadinya Katarak   Pengobatan Katarak Jika Anda mengalami gangguan penglihatan yang disebabkan oleh katarak, maka gangguan penglihatan tersebut tidak dapat diatasi dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak. Untuk mengatasi katarak, Anda memerlukan tindakan pembedahan. Pada pembedahan katarak, lensa yang keruh akan diangkat dan digantikan dengan lensa buatan. Jika katarak mengenai kedua mata, maka tindakan pembedahan biasanya akan dilakukan satu per satu. Beberapa hari setelah tindakan operasi dilakukan mata Anda mungkin akan terasa gatal dan lebih sensitif terhadap cahaya. Dokter mungkin akan memberikan obat tetes mata untuk membantu penyembuhan dan akan meminta Anda untuk menggunakan pelindung mata atau kacamata untuk melindungi mata. Dibutuhkan waktu sekitar 8 minggu untuk proses penyembuhan, walaupun penglihatan Anda biasanya sudah akan mengalami perbaikan segera setelah tindakan pembedahan dilakukan. Anda mungkin akan membutuhkan kacamata, setidaknya sesekali untuk membaca atau melihat benda jauh hingga sembuh total. Komplikasi akibat operasi katarak sangat jarang terjadi. Salah satu resiko operasi katarak yang paling sering terjadi adalah perdarahan, infeksi, dan perubahan tekanan di dalam mata; yang dapat segera diatasi bila diketahui sejak dini. Tindakan operasi juga akan sedikit meningkatkan resiko terjadinya ablasio retina atau lepasnya retina dari dinding dalam mata, yang membutuhkan tindakan bedah emergensi.   Apakah Anda Perlu Melakukan Operasi Katarak? Sebenarnya pilihan untuk melakukan operasi atau tidak berada di tangan Anda. Sangat jarang, katarak membutuhkan tindakan pembedahan segera. Katarak biasanya akan mempengaruhi penglihatan secara perlahan seiring dengan berlalunya waktu, jadi banyak orang biasanya menunggu hingga kacamata atau lensa kontak tidak lagi dapat memperbaiki penglihatan. Jika Anda merasa bahwa katarak tidak mengganggu aktivitas hidup Anda sehari-hari, maka Anda dapat menunggu untuk sementara waktu sebelum melakukan operasi.   Tips Untuk Mencegah Katarak Berbagai hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya katarak adalah: Jangan merokok Selalu gunakan topi atau kacamata hitam di siang hari Kendalikan kadar gula darah Anda Batasi konsumsi minuman beralkohol   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 29 Aug 2018    16:00 WIB
Jangan Sampai Katarak Merenggut Penglihatan! Kenali Gejala Awal Sejak Dini
Apa itu Katarak? Katarak adalah kekeruhan dari lensa mata yang tidak menyakitkan. Karena mereka menghalangi cahaya dari melewati lensa, katarak menyebabkan sulit untuk melihat dengan jelas dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan bila tidak segera di tangani. Katarak bersifat progresif yang berarti akan semakin memburuk dari waktu ke waktu, kebanyakan kasus terjadi pada orang yang lebih tua, tetapi dapat juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda. Bagaimana Anda bisa mengalami katarak? Cahaya memasuki mata dan melewati lensa. Lensa mata yang memfokuskan cahaya ke retina, yang mengirimkan sinyal penglihatan melalui saraf optik ke otak. Lensa yang kabur karena katarak akan mengaburkan gambar yang Anda lihat. Masalah lain pada mata juga dapat menyebabkan penglihatan kabur, namun katarak memberikan beberapa gejala yang khas. Berikut gejala katarak: Pandangan kabur Gejala yang paling umum dari katarak adalah melihat gambar buram pada jarak berapapun. Orang mungkin menggambarkan bahwa penglihatan mereka seperti berkabut, berawan. Katarak akan semakin memburuk dan kurangnya cahaya mencapai retina. Maka sangat sulit untuk orang yang mengalami katarak untuk melihat dan mengemudi di malam hari. Mudah silau Silau, atau sensitivitas terhadap cahaya, adalah gejala lain dari katarak. Hal ini bisa terasa menyulitkan untuk melihat saat terang sinar matahari, lampu dalam ruangan tampak terlalu terang, atau mereka sering melihat i lingkaran cahaya. Silau dari lampu lintas dapat menyebabkan masalah saat mengemudi di malam hari. Penglihatan ganda Diplopia, atau penglihatan ganda, ketika melihat dengan satu mata dapat menjadi gejala lain dari katarak. Hal ini tidak sama dengan diplopia yang timbul dari keselarasan yang tidak tepat dari mata. Penglihatan ganda katarak terjadi bahkan ketika Anda melihat melalui hanya satu mata. Perubahan warna Katarak juga mempengaruhi penglihatan pada warna. Beberapa warna dapat muncul pudar, dan bisa terlihat kekuningan atau kecoklatan. Biasanya sering tidak diperhatikan pada awalnya, tetapi seiring bertambahnya waktu, mulai sulit membedakan antara biru dan ungu. Penglihatan seolah membaik Fenomena yang dikenal sebagai "second sight" adalah karakteristik lain dari katarak. Dalam situasi ini, katarak secara sementara meningkatkan kemampuan untuk melihat pada jarak dekat. Orang-orang yang sebelumnya membutuhkan kacamata baca tidak lagi membutuhkannya. Namun, seperti katarak memburuk dari waktu ke waktu, perbaikan sementara ini tetap akan menghilang. Sering ganti kacamata Orang dengan katarak sering mengganti kacamata, karena terjadi perubahan visus yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Siapa yang bisa mengalami Katarak? Kebanyakan katarak terjadi pada orang tua dan terkait dengan proses penuaan. Lebih dari setengah orang Amerika berusia lebih dari 65 tahun mengalami katarak. Kadang-kadang, bayi dapat lahir dengan katarak, yang dikenal sebagai katarak kongenital. Jarang, anak-anak bisa mengalami katarak akibat penyakit atau trauma pada mata. Apakah penyebab dari Katarak? Belum diketahui dengan pasti. Tetapi diduga karena proses penuaan. Faktor lain yang juga mungkin memainkan peran dalam perkembangan katarak meliputi: Merokok Konsumsi alkohol berlebihan Kencing manis Trauma pada mata Penggunaan kortikosteroid jangka panjang Radiasi yang lama atau paparan sinar matahari Bagaimana mendiagnosa Katarak? Katarak dapat didiagnosis dengan pemeriksaan mata. Tes mata dilakukan memeriksa visus dan pemeriksaan mata menggunakan lampu mikroskop. Operasi katarak Operasi untuk menghilangkan katarak mungkin diperlukan jika penglihatan sudah terganggu dimana tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Operasi katarak melibatkan mengangkat lensa alami yang berawan dan menggantinya dengan lensa buatan. Operasi ini biasanya dilakukan tanpa rawat inap, sangat aman dan efektif. Bagi mereka yang membutuhkan operasi pada kedua mata, operasi biasanya dilakukan pada satu mata dahulu baru kemudian mata yang berikut. Jenis Operasi Katarak Jenis yang paling umum dari operasi katarak dikenal sebagai fakoemulsifikasi (phaco). Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di mata dan memecah lensa menggunakan wave ultrasound. Lensa ini kemudian diambil dan diganti dengan lensa intraokular (IOL). Tipe lain dari operasi katarak disebut operasi katarak ekstrakapsular. Prosedur ini melibatkan sayatan yang lebih besar dan pengangkatan lensa berawan dalam satu potong. Dalam kebanyakan kasus, penempatan sebuah IOL akan menghilangkan kebutuhan dalam menggunakan kacamata tebal atau lensa kontak. Inovasi Dalam Operasi Katarak Perkembangan baru dalam operasi katarak memungkinkan untuk prosedur untuk memperbaiki visus sehingga menghilangkan kebutuhan penggunaan kacamata setelah operasi. "Monofocal" lensa konvensional hanya memperbaiki jarak penglihatan, sehingga orang masih perlu kacamata baca setelah operasi. Yang terbaru disebut "toric" implan yang dapat membantu memperbaiki astigmatisme. Selain itu menawarkan penglihatan warna yang lebih baik. Apa yang Diharapkan Setelah Operasi Katarak Setelah operasi, mata Anda mungkin terasa gatal dan merasa sensitif terhadap cahaya selama beberapa hari. Anda mungkin perlu memakai perisai atau kacamata untuk perlindungan, dan akan diresepkan obat tetes mata untuk mempercepat proses penyembuhan. Ini membutuhkan waktu sekitar 8 minggu untuk benar-benar sembuh meskipun perubahan penglihatan yang jelas tak lama setelah operasi. Anda mungkin masih memerlukan kacamata untuk penglihatan jarak jauh atau membaca, setelah operasi, dan ada kemungkinan bahwa Anda akan memerlukan kacamata yang baru. Risiko Operasi Katarak Operasi katarak biasanya tidak mengakibatkan komplikasi. Ketika terjadi komplikasi, biasanya terkait dengan infeksi, perdarahan, atau perubahan tekanan bola mata. Semua ini dapat disembuhkan bila diketahui sejak awal. Risiko ablasi retina sedikit meningkat, dan komplikasi ini membutuhkan perawatan darurat. Dalam beberapa kasus, jaringan lensa yang tertinggal untuk mendukung IOL, jaringan ini dapat menjadi berawan dari waktu ke waktu. Hal ini dapat secara permanen diperbaiki dengan perawatan laser. Harus Anda Melakukan Operasi Katarak? Operasi Katarak bukanlah operasi yang emergensi, sehingga Anda dapat memikirkan dahulu apakah mau dioperasi atau tidak. Tetapi karena katarak menyebabkan penurunan penglihatan secara perlahan maka Anda harus memutuskan untuk segera operasi. Tips Pencegahan katarak Ingat, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko mengalami katarak: Tidak merokok. Selalu memakai topi atau kacamata hitam di bawah sinar matahari. Menjaga kadar gula darah untuk penderita kencing manis terkontrol dengan baik. Batasi konsumsi alkohol Penglihatan adalah hal yang penting, maka dari itu Anda harus menjaganya dengan baik sejak dini. Segera temui dokter spesialis mata Anda apabila Anda menemukan keluhan pada penglihatan. Baca juga: Ragam Jenis Operasi Katarak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 14 Jan 2018    13:00 WIB
Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mata
Mata merupakan organ pada tubuh kita yang sangat berharga. Sehingga kita harus menjaga dan merawat kesehatan mata agar tidak mengalami berbagai penyakit atau masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan mata.   Berikut adalah cara mudah untuk menjaga kesehatan mata Anda: 1. Makanan yang baik untuk mata Anda  Bagaimana cara Anda melindungi mata Anda?  Mulailah dengan makanan di piring Anda.  Sebuah penelitian menunjukkan, nutrisi seperti omega-3 asam lemak, lutein, seng, dan vitamin C dan E dapat membantu mencegah masalah-masalah yang berkaitan dengan penglihatan seperti degenerasi makula (kerusakan sel-sel khusus yang berguna mendeteksi cahaya dan warna untuk memberi kita fokus penglihatan yang tajam) dan katarak (lensa mata menjadi keruh). Keduanya akan menyebabkan kebutaan. Mengkonsumsi secara teratur makanan berikut ini dapat membantu menjaga kesehatan mata Anda, seperti: Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, sawi Salmon, tuna, dan ikan lainnya  Telur, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan sumber protein non-daging lainnya  Jeruk dan buah-buahan lain yang mengandung vitamin A Dengan memakan makanan yang seimbang juga membantu Anda menjaga berat badan yang sehat dan terhindar dari obesitas (berat badan berlebih) yang terkait dengan penyakit kencing manis. Penyakit kencing manis penyebab utama kebutaan pada orang dewasa.    2. Berhenti Merokok  Merokok memungkinkan terjadinya mendapatkan katarak, kerusakan saraf optik, dan degenerasi makula. Semakin cepat Anda berhenti merokok akan semakin menurunkan risiko yang akan terjadi.   3. Gunakan Sunglasses/kacamata pelindung Dengan menggunakan kacamata hitam akan membantu melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet/ sinar matahari. Terlalu banyak paparan sinar UV meningkatkan risiko terjadinya katarak dan degenerasi makula. Pilih kacamata hitam yang menghalangi 99% sampai 100% dari UVA dan UVB.    4. Gunakan pelindung mata Jika Anda bekerja dengan bahan berbahaya atau udara di tempat kerja atau di rumah, jangan lupa gunakan kacamata pelindung. Untuk Anda yang sering berolahraga, ada beberapa olahraga yang dapat menimbulkan cedera pada mata. Sehingga Anda harus menggunakan pelindung mata (seperti helm dilengkapi dengan  masker wajah pelindung atau kacamata olahraga dengan lensa polycarbonate) untuk melindungi mata Anda.   5. Saat melihat layar komputer Gunakan kacamata dan kontak lens yang selalu diperiksa ukurannya dan memadai untuk digunakan saat melihat komputer.  Posisikan komputer Anda sehingga mata Anda sejajar dengan bagian atas monitor. Cari kursi yang ergonomis dan posisikan kaki Anda rata di lantai   Gunakan filter atau kaca pelindung pada layar monitor  Jika mata Anda kering, berkediplah lebih sering pada saat fokus melihat  terlalu lama Setiap 20 menit, istirahatkan mata Anda dengan melihat 20 meter selama 20 detik. Setidaknya setiap 2 jam, bangun dan istirahat selama 15 menit istirahat Menatap layar komputer terlalu lama bisa menyebabkan:  Kelelahan mata  Pandangan kabur  Kesulitan mengatur fokus pandangan Mata kering  Sakit kepala  Nyeri leher, punggung, dan bahu   6. Gunakan penerangan yang tidak minim atau terlalu redup ketika membaca Karena penerangan yang redup dapat menganggu kesehatan mata Anda. Oleh karena itu biasakan selalu untuk membaca dalam ruangan yang penerangannya cukup. Jika Anda menggunakan lampu baca yang langsung terfokus pada buku, tempatkan lampu di sisi kiri sehingga tidak terhalang oleh bayangan Anda. Selain itu, hindari penempatan lampu yang berhadapan langsung dengan Anda untuk menghindari silau.   7. Jangan mengucek mata anda Ketika tangan anda dalam keadaan kotor atau habis memegang sesuatu benda. Karena tangan anda yang kotor dapat menginfeksi organ mata anda yang akan berakibat sangat buruk untuk kesehatan mata anda.   8. Hindari menggunakan tetes mata yang tidak terjamin kualitasnya dan mengandung alkohol Apabila Anda menggunakan obat tetes mata, usahakan selalu berdasarkan resep dokter, beli di Apotek yang terpercaya. Hindari penggunaan obat tetes mata yang mengandung antibiotik dan steroid terlalu sering. Karena bila Anda mengalami infeksi jamur atau virus dan menggunakan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, hal ini malah akan memperburuk keadaan. Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid dapat meningkatkan tekanan bola mata yang bila dibiarkan dapat berujung pada kebutaan.    Menjaga kesehatan mata sebenarnya menjadi sebuah keharusan, karena mata adalah aset Anda yang paling berharga yang membuat Anda dapat melihat dunia yang indah ini. Jadi jaga selalu kesehatan mata Anda dengan tips diatas dan jangan lupa jaga selalu kebersihan mata dan cek kesehatan mata Anda dengan dokter spesialis mata, sedikitnya setahun sekali.   Baca juga: Rajin Mengonsumsi Telur Kurangi Min & Plus Pada Mata?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 20 Dec 2015    18:00 WIB
Penyebab Utama Terjadinya Katarak
Mata adalah jendela dunia. Kita tidak akan pernah menyadari pentingnya mata sampai kita berada dalam situasi yang membutuhkan penglihatan yang tajam. Banyak sekali masalah yang menyebabkan gangguan pada mata Anda. Satu permasalahan yang paling sering terjadi adalah katarak. Katarak terjadi saat protein terkumpul di lensa mata Anda dan membuat pandangan Anda menjadi kabur. Katarak merupakan penyebab umum terjadinya kebutaan. Secara biologis, umur menjadi penyebab umum terjadinya katarak, tetapi pada saat yang sama banyak faktor lain yang menyebabkan perubahan pada kesehatan mata Anda. Katarak dapat menyebabkan perubahan pola kehidupan normal Anda, bahkan menyebabkan pada kondisi yang paling parah dapat menyebabkan kebutaan. Berita baiknya adalah katarak dapat diobati hanya dengan tindakan pembedahan ringan. Penegakan diagnosa katarak sangat penting untuk mendapatkan pengobatan lebih awal. Bersamaan dengan itu, penting untuk kita mengetahui bagaimana mencegah katarak. Berikut merupakan penyebab umum terjadinya katarak pada orang dewasa. Usia Usia merupakan penyebab umum  dari katarak. Protein dari lensa mata akan mengalami penebalan seiring dengan perkembangan usia. Ada banyak penyakit lain yang berkaitan dengan usia, misalnya diabetes dan hipertensi, yang juga memberikan kontribusi terhadap tingkat percepatan perkembangan penyakit. Faktor lingkungan juga memainkan peranan penting dalam berkembangnya katarak. Trauma Trauma merupakan salah satu penyebab terjadinya kartarak pada orang dewasa. Trauma dapat menyebabkan pembengkakan, penebalan dan timbulnya warna putih pada lensa mata. Warna putih yang terlihat pada lensa mata inilah yang akan menegakkan diagnosa katarak. Kerusakan yang terjadi pada lensa bergantung pada beratnya trauma yang terjadi. Genetik Genetik juga memainkan peranan yang menyebabkan terjadinya katarak. Kelainan kromosom dapat menyebabkan katarak pada usia muda. Penyakit kulit Karena kulit dan mata berasal dari sumber embrio yang sama maka penyakit yang terjadi pada kulit Anda dapat juga menjadi gangguan pada mata Anda. Beberapa penyakit kulit seperti eksim, dermatitis ektopik dan pempigus dapat menyebabkan terjadinya katarak di mata. Infeksi Beberapa penyakit infeksi seperti lepra, toksoplasmosis dan sistiserkosis ternyata diasosiasikan dengan perkembangan katarak pada mata. Diabetes Salah satu penyebab katarak paling banyak terjadi pada orang dewasa adalah katarak. Jika Anda menderita diabetes, maka penting untuk Anda melakukan pemeriksaan mata secara teratur untuk mengetahui secara dini munculnya katarak. Obat-obatan Obat-obatan seperti kortikosteroid telah terbukti berperan dalam perkembangan katarak. Dengan mengetahui penyebab dari katarak akan lebih baik untuk kita agar kita dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan lebih cepat.   Sumber: boldsky      
 09 Dec 2015    21:00 WIB
Obat Kolesterol Menyebabkan Katarak?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa obat golongan statin yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dapat meningkatkan resiko terjadinya katarak (lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan terganggu). Katarak merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan yang seringkali terjadi pada orang lanjut usia. Penelitian ini tidak mengatakan bahwa obat golongan statin ini menyebabkan terjadinya katarak, tetapi menemukan adanya hubungan antara penggunaan obat golongan statin dengan peningkatan resiko terjadinya katarak hingga 27%. Katarak memang dapat menyebabkan gangguan penglihatan, akan tetapi dengan semakin majunya teknologi dan ilmu kedokteran sekarang ini, pengobatan terhadap katarak pun telah mengalami kemajuan pesat. Sekarang ini, dokter mata dapat melakukan tindakan pembedahan untuk mengatasi katarak dengan mengganti lensa mata anda dan mengembalikan penglihatan anda. Setiap obat tentunya memiliki efek samping. Satu hal yang perlu diingat adalah apakah manfaat obat tersebut lebih besar daripada efek sampingnya. Untuk kasus ini, obat golongan statin tentu memiliki manfaat yang lebih besar daripada efek sampingnya. Obat ini dapat menurunkan resiko terjadinya serangan jantung yang dapat membahayakan jiwa anda. Oleh karena itu, jangan menghentikan penggunaan obat golongan statin ini sebelum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Karena sebagian besar penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol di dalam darah anda, maka menurunkan kadar kolesterol anda pun memiliki peran yang sangat penting. Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup dengan rajin berolahraga, diet sehat, dan berhenti merokok juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Baca juga: 7 Langkah Agar Hati Tetap Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 12 Oct 2015    09:00 WIB
Lindungi Mata Anda Dari Katarak
Saat ini katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa mata menjadi keruh, sehingga cahaya dari luar tidak dapat menembus. Katarak bervariasi sesuai dengan tingakatannya dari sedikit bahkan sampai terjadi kebutaan. Berikut adalah cara untuk menunda terjadinya katarak: Waspadai efek samping obat Lindungi mata Anda dari potensi efek samping obat tertentu. Penggunaan jangka panjang steroid, obat penenang, dan obat psoriasis dapat menyebabkan katarak apabila digunakan dalam dosis yang besar dan jangka panjang. Kontrol gula darah Untuk seseorang yang mengidap penyakit kencing manis disarankan agar selalu menjaga kadar gula darah di bawah normal. Karena seseorang yang mengidap penyakit kencing manis lebih mudah terkena katarak. Lindungi mata Anda dari sinar ultraviolet matahari Sinar ini akan mempercepat perkembangan katarak. Setiap kali keluar bepergian dan berada di bawah sinar matahari, selalu memakai kacamata hitam. Konsumsi vitamin Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin antioksidan seperti vitamin C, vitamin E dan beta karoten akan memperlambat perkembangan katarak. Pastikan tubuh Anda tidak kekurangan vitamin ini. Kontrol ke dokter Apabila Anda mempunyai kadar gula darah yang tidak terkontrol segera konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Apabila ada luka pada mata, atau gejala penglihatan menurun konsultasi dengan dokter spesialis mata untuk mengevaluasi masalah yang dirasakan. Yang akan diterapi untuk membantu memulihkan penglihatan dan mencegah kebutaan. Hindari makanan tidak sehat Makanan seperti mentega, minyak (kecuali minyak zaitun) dan garam dan konsumsi lemak secara berlebihan telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi untuk terkena katarak. Jadi, hindari mengkonsumsi atau membatasi asupan makanan tersebut. Makan sayur dan buah-buahan Banyak konsumsi bayam, sayuran (seperti brokoli), tomat, paprika, buah jeruk dan melon akan membantu mencegah katarak. Hindari terpapar logam berat Bahan-bahan terutama kadmium, tembaga, timah, besi dan nikel juga dapat meningkatkan pembentukan katarak Penuaan Katarak yang terjadi akibat proses penuaan tidak dapat dicegah Sebelum katarak merenggut penglihatan Anda, maka jaga kesehatan mata Anda dari sekarang. Dengan meningkatnya usia, setiap orang akan mengalami kekeruhan lensa. Sebagian besar orang yang berusia 60 tahun ke atas mengalami pembentukan katarak hingga derajat tertentu. Semoga cara diatas dapat membantu melindungi mata Anda dari katarak.  Baca juga:  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ndtv
 10 Oct 2015    12:00 WIB
Masalah Penglihatan Yang Berkaitan Dengan Usia
Perubahan penglihatan adalah hal pertama yang tubuh Anda pelajari saat tubuh Anda bertambah tua. Biasanya gangguan ini awalnya bersifat ringan dan sering terjadi pada usia pertengahan. Anda harus memegang buku dengan jarak jauh supaya bisa membacanya Kemungkinan Anda menderita: presbiopia atau ketidakmampuan untuk fokus pada jarak dekat. Presbiopia merupakan masalah yang paling umum terkadi saat usia pertengahan. Saat Anda bertambah tua, lensa mata Anda menjadi kurang fleksibel sehingga mata Anda tidak dapat fokus dengan baik. Apa yang harus dilakukan: jika membaca menjadi aktivitas yang semakin sulit untuk dilakukan maka saatnya untuk memeriksakan mata Anda ke dokter untuk mendapatkan ukuran lensa kacamata yang sesuai dengan Anda. Jika Anda perlu perbaikan penglihatan baik untuk penglihatan jarak jauh maupun dekat maka Anda memerlukan lensa progressive atau lensa trifocals yang dapat membantu Anda untuk penglihatan jarak jauh maupun dekat. Pilihan lain Anda bisa menggunakan kontak lensa. Operasi laser juga dapat menjadi pilihan pengobatan. Mata Anda terasa kering dan mengalami iritasi sepanjang waktu Kemungkinan Anda menderita: sindrom mata kering Saat Anda bertambah tua, mata Anda secara natural akan mengalami penurunan dalam produksi air mata. Menjalani operasi laser mata atau memakai kontak lensa dapat memperburuk masalah. Apa yang harus dilakukan: mata kering dapat sangat mengganggu, bahkan lebih buruk lagi dapat menimbulkan iritasi. Mata Anda harus dalam keadaan basah  untuk menjaga kesehatannya dan fungsinya tetap baik. Mata kering juga dapat menimbulkan masalah jika berlangsung dalam waktu yang lama. Anda bisa membeli air mata buatan tanpa resep dari dokter. Dengan air mata buatan Anda bisa melembabkan kembali mata Anda. Anda mempunyai penyakit diabetes tidak terkontrol dan penglihatan Anda berubah dari hari ke hari Kemungkinan Anda menderita: gula darah yang tidak terkontrol Diabetes yang tidak terkendali dapat mempengaruhi seluruh organ di tubuh Anda, termasuk mata. Jika gula darah tidak terkontrol ini dibiarkan terlalu lama, maka akan terjadi kerusakan pembuluh darah di mata Anda. Kerusakan pembuluh darah ini dapat merusak penglihatan Anda. Apa yang harus dilakukan: temui dokter Anda dan lakukan pemeriksaan menyeluruh, bahkan jika Anda berpikir Anda tidak memiliki diabetes ( kebanyakan orang tidak tahu jika dia mengidap diabetes ) Penglihatan Anda baik-baik saja, tetapi Anda sudah berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki riwayat keluarga glaukoma Kemungkinan Anda menderita: glaukoma Glukoma adalah penyakit mata yang dapat merusakan kerusakan syaraf mata. Glaukoma sering terjadi tanpa gejala. Anda bisa tidak menyadarinya sampai Anda kehilangan penglihatan Anda. Kemungkinan Anda menderita: temui dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan mata, termasuk tes tekanan mata sebelum Anda mengalami gejala-gejala lain. Jika Anda menderita glaukoma, obat tetes mata dan operasi dapat memperbaiki gejala Anda. Pandangan berkabut Kemungkinan Anda menderita: katarak Katarak bisa disebabkan karena lensa mata yang berkabut seiring dengan bertambahnya usia, karena protein didalam lensa mata Anda mulai menumpuk bersama-sama. katarak juga bisa menyebabkan efek halo saat malam hari dan mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, terutama pada siang hari. Kemungkinan Anda menderita: sampai penglihatan mengganggu penglihatan Anda lebih berat lagi, Anda bisa mengubah resep kacamata untuk membuat Anda menglihat lebih jelas lagi. Saat penglihatan semakin memburuk, maka dokter Anda akan meminta Anda untuk melakukan operasi untuk mengganti lensa yang berkabut dengan lensa artifisial. Baca juga: Mata Bisa Bunuh Bakteri  Sumber: webmd