Your browser does not support JavaScript!
 09 Nov 2019    08:00 WIB
Apakah Kloset Umum Dapat Menyebarkan Kanker Serviks?
Beberapa kalangan beranggapan kanker serviks bisa ditularkan melalui Human Papilloma Virus yang menempel di kloset. Kekhawatiran ini sebenarnya tidak beralasan kuat. Hal ini dikarenakan virus atau bakteri penyakit seksual menular tidak bisa hidup lama di luar tubuh apalagi di tempat yang dingin seperti toilet. Permukaan keras toilet juga menyebabkan virus dan bakteri tersebut tidak bisa hidup lama. Selain itu, bakteri dan virus penyakit seksual tersebut tidak ada di dalam urin sehingga mustahil urin bisa menyalurkan virus penyakit tersebut. Penularan penyakit seksual menular melalui penggunaan dudukan toilet sangat kecil dan hampir tidak ada. Penularan virus human papilloma (HPV) yang menyebabkan kanker serviks dari kloset umum mungkin saja terjadi jika yang duduk sebelumnya punya kutil kelamin sehingga ada kecil kemungkinan untuk menularkan. Tapi virus tersebut bisa mati dengan cairan pembersih antibakterial. HPV tidak bisa menyebabkan kanker serviks jika tidak ada kontak langsung. HPV ditularkan oleh pasangan kepada seorang perempuan. Pria dengan HPV bisa saja tetap sehat, namun istrinya yang merasakan penyakit akibat infeksi virus tersebut. Sebab HVP penyebab kanker serviks ini menyukai mukosa pada vagina yang luas. Sementara penis bukan mukosa, melainkan kulit. Lalu, bagaimana kita mengantisipasi penularan kanker yang membunuh satu perempuan setiap jam ini? Memang, gejala kanker serviks sering tidak terdeteksi karena pada stadium awal muncul tanpa gejala spesifik. Karena itu, kanker serviks disebut juga sebagai The Silent Killer. Kanker serviks atau leher rahim ini terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Kanker serviks bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh. Jika kekebalan tubuh berkurang, infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengonsumsi vitamin C, vitamin E, dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV. Cara paling mudah untuk mengetahuinya seseorang terkena kanker serviks atau tidak, yaitu dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim atau pap smear. Pap smear metode tes yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisis di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks. Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan). Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi, yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh. Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka, terapkanlah pola hidup sehat dan bersih, tidak bergonta-ganti pasangan, melakukan pap smear secara rutin, pemberian vaksin HPV, dan menjaga kebersihan vagina
 02 Feb 2019    16:00 WIB
Beberapa Penyebab Pendarahan Selama Kehamilan
Perdarahan selama kehamilan seringkali terjadi, terutama pada trimester pertama kehamilan (1-12 minggu pertama) dan biasanya bukan merupakan tanda bahaya apapun. Akan tetapi, karena perdarahan kadang juga merupakan tanda adanya gangguan berat lainnya, maka segera hubungi dokter atau bidan anda untuk memastikan kesehatan bayi anda.   Perdarahan Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Sekitar seperempat wanita hamil mengalami perdarahan pada 12 minggu pertama kehamilan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada trimester pertama kehamilan adalah: Saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim anda (perdarahan saat implantasi) Keguguran Kehamilan ektopik Kehamilan anggur (molar) Perubahan pada serviks (leher rahim) Infeksi Perdarahan Saat Implantasi Anda mungkin menemukan sedikit bercak darah pada pakaian dalam anda pada 6-12 hari setelah kehamilan, yaitu saat sel telur yang telah dibuahi oleh sperma menempel pada dinding rahim. Beberapa wanita tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil dan mengira bercak darah ini sebagai menstruasi yang sangat sedikit. Perdarahan ini biasanya sangat sedikit dan hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari. Keguguran Perdarahan pada trimester pertama kehamilan juga dapat merupakan tanda ancaman keguguran. Segera hubungi dokter anda untuk memastikan kesehatan bayi anda dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya keguguran. Kehamilan Ektopik Pada kehamilan ektopik, embrio yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada tuba falopii (suatu saluran tempat pembuahan terjadi, terletak antara indung telur dengan rahim). Jika embrio ini terus berkembang, maka tuba falopii akan robek dan dapat membahayakan nyawa anda. Beberapa gejala lain dari kehamilan ektopik adalah kram perut hebat atau nyeri perut bagian bawah, biasanya hanya pada satu sisi perut, nyeri saat  buang air kecil atau saat buang air besar, dan kepala terasa ringan atau melayang. Kehamilan Anggur (Molar) Kehamilan anggur atau mola hidatidosa merupakan suatu keadaan yang sangat jarang terjadi, di mana terdapat pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam rahim (bukan bayi). Pada keadaan yang jarang, jaringan ini dapat merupakan sel kanker dan dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya. Gejala lain dari kehamilan anggur ini adalah mual dan muntah hebat serta pembesaran rahim yang berlangsung cepat Perubahan Leher Rahim (Serviks) Selama kehamilan, terjadi peningkatan aliran darah pada serviks. Hubungan seksual atau pemeriksaan pada serviks ataupun hal lainnya yang menyebabkan gesekan atau tersentuhnya serviks dapat memicu terjadinya perdarahan. Infeksi Infeksi apapun yang mengenai serviks, vagina, atau penyakit menular seksual seperti klamidia, gonorea, atau herpes dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada trimester pertama kehamilan.   Perdarahan Pada Trimester II dan III Kehamilan (13-40 Minggu) Perdarahan abnormal yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kesehatan ibu atau bayi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami perdarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan anda. Berbaring dan beristirahatlah sambil menunggu dokter atau bidan anda datang dan jangan mengkonsumsi obat-obatan apapun. Plasenta Previa Plasenta previa merupakan suatu keadaan di mana plasenta terletak pada bagian bawah rahim, baik sebagian atau seluruhnya sehingga menutupi jalan lahir. Perdarahan akibat plasenta previa dapat terjadi tanpa disertai nyeri perut. Solusio Plasenta Solusio plasenta merupakan suatu keadaan di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum atau saat melahirkan yang mengakibatkan adanya genangan darah (terkumpulnya darah) di antara plasenta dan rahim. Keadaan ini dapat sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya. Gejala lain dari solusio plasenta adalah nyeri perut, keluarnya bekuan darah dari dalam vagina, rahim terasa lunak, dan nyeri pinggang atau punggung. Ruptur Uterus Ruptur uterus atau robeknya rahim merupakan suatu keadaan yang jarang terjadi yang dapat disebabkan oleh terbukanya jaringan parut bekas operasi caesar sebelumnya selama kehamilan. Robeknya rahim ini dapat membahayakan jiwa anda dan membutuhkan tindakan caesar segera. Gejala ruptur uterus lainnya adalah nyeri perut dan perut terasa lunak. Vasa Previa Vasa previa merupakan suatu keadaan yang sangat jarang terjadi, di mana pembuluh darah bayi pada tali pusat atau plasenta berada pada jalan lahir. Vasa previa dapat sangat berbahaya bagi bayi anda karena pembuluh darah ini dapat robek dan menyebabkan bayi anda mengalami perdarahan hebat dan kekurangan oksigen. Gejala lain dari vasa previa adalah denyut jantung bayi abnormal dan perdarahan hebat. Kelahiran Prematur Perdarahan dari vagina saat hamil tua dapat merupakan tanda bahwa tubuh anda sedang bersiap untuk melahirkan. Beberapa hari atau minggu sebelum melahirkan, suatu lapisan lendir yang menutupi serviks dapat keluar melalui vagina dan mungkin juga mengandung sedikit darah (lendir darah). Jika perdarahan dan tanda-tanda kehamilan dimulai sebelum kehamilan berusia 37 minggu, segera hubungi dokter atau bidan anda karena anda mungkin akan mengalami kelahiran prematur. Gejala lain dari kelahiran premature adalah adanya kontraksi rahim, keluarnya cairan atau lendir dari vagina, adanya tekanan pada perut, dan nyeri pada punggung bawah atau pinggang. Penyebab Lainnya Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan perdarahan saat hamil tua adalah cedera pada serviks atau vagina, adanya polip, atau kanker.   Apa yang Harus Dilakukan? Beberapa hal yang dapat anda lakukan bila mengalami perdarahan saat hamil adalah: Segera hubungi dokter atau bidan anda, karena perdarahan dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kehamilan anda Gunakanlah pembalut untuk mengetahui seberapa banyak darah yang telah keluar dan catatlah warna darah yang keluar (merah muda, coklat, atau merah; apakah disertai dengan bekuan darah atau tidak) Bawalah setiap jaringan yang keluar dari vagina anda pada dokter anda untuk diperiksa Jangan menggunakan tampon atau berhubungan seksual selama anda masih mengalami perdarahan Segera hubungi dokter atau bidan anda atau pergi ke rumah sakit terdekat bila anda mengalami tanda-tanda keguguran seperti nyeri perut hebat atau kram perut hebat pada perut bagian bawah, perdarahan hebat yang disertai oleh nyeri ataupun tidak, keluarnya jaringan dari vagina, pusing, pingsan, demam lebih dari 38°C, dan atau menggigil  Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 12 Jan 2019    18:00 WIB
Waspada Gejala-Gejala Kanker Serviks
Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya dan hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. Tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker serviks terjadi karena kurangnya kesadaran yang  pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Pada tahap awal ini, pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain: Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi. Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya. Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause. Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual. Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching). Nyeri di daerah panggul. Nyeri saat melakukan hubungan seksual. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.  
 18 Aug 2018    18:00 WIB
Pro dan Kontra Seputar Sunat
Pro dan kontra seputar sunat atau sirkumsisi adalah perlu atau tidaknya sunat dilakukan. Apakah manfaat dan resiko tindakan sunat. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menyebabkan timbulnya pro dan kontra seputar sunat, yaitu: Ketidakmampuan menarik kulit khatan agar menutupi seluruh glans penis saat baru lahir bukan merupakan indikasi tindakan sunat Sunat dapat mencegah terjadinya fimosis (ketidakmampuan menarik kulit khatan agar menutupi seluruh glans penis saat mencapai usia tertentu), parafimosis (ketidakmampuan untuk mengembalikan kulit khatan ke posisinya semula dan menyebabkan nyeri), dan balanopostitis (peradangan kepala penis dan kulit khatan) Sunat meningkatkan resiko terjadinya meatitis (peradangan pada lubang penis) Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih Sunat dapat menurunkan resiko terjangkit penyakit menular seksual dan menurunkan resiko penularan HIV Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya kanker serviks pada pasangan seksual anda Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya kanker penis Tidak ada indikasi khusus yang mengharuskan anda untuk melakukan sunat pada bayi anda yang baru lahir   Sunat dari Sudut Pandang Medis Penis merupakan sebuah organ berbentuk seperti tabung atau batang dengan ujung membulat, yang disebut dengan glans penis. Kulit yang menutupi glans penis disebut dengan kulit khatan. Kulit inilah yang akan diangkat pada saat proses sunat dilakukan. Sunat pada bayi baru lahir yaitu sebelum bayi berusia 2 bulan saat ini telah banyak dilakukan oleh para orang tua dengan mempertimbangkan berbagai manfaat dan resiko sunat. Kulit khatan biasanya tidak dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis pada bayi baru lahir (sekitar 96%). Pada saat anak mencapai usia 1 tahun, kulit khatan telah dapat menutupi sebagian glans penis, dan saat anak mencapai usia 3 tahun barulah kulit khatan dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis. Hal ini berarti bahwa, kulit khatan belum berkembang secara maksimal pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, kulit khatan yang tidak dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis pada bayi baru lahir bukanlah indikasi dilakukannya sunat. Berdasarkan penelitian, terjadi penurunan angka penularan HIV pada pria yang telah disunat hingga 60% dibandingkan dengan pria yang tidak disunat. Baca juga: Menguak Misteri Sebenarnya dari Sunat  Sumber: medicinenet
 06 Jul 2018    16:00 WIB
Kanker Serviks Bisa Mematikan, Tahukan Anda Bahwa Ada Makanan Yang Dapat Melawannya?
Pelajari bagaimana cara mencegah terkena kanker serviks termasuk memperhatikan pola diet Anda. Makan banyak variasi sayur dan buah akan membantu Anda untuk melindungi Anda dari kemungkinan terkena kanker serviks. Mengapa? Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi oleh Human Papilloma Virus (HPV) Para ahli percaya bahwa pola makanan yang tinggi antioksidan seperti karotenoid, flavonoid dan asam folat yang ada dalam buah dan sayur membantu tubuh melawan infeksi HPV dan mencegah infeksi HPV yang merubah sel dalam leher rahim berubah menjadi lesi kanker. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal Cancer Research mengatakan bahwa wanita yang diperiksa melalui tes darah memiliki kadar mineral yang ada dalam sayur dan buah, risiko mengalami infeksi HPV lebih rendah yang berarti risiko mengalami kanker juga lebih rendah. Lawan kanker serviks dengan diet Anda Ada banyak penelitian yang mengatakan manfaat diet untuk kanker. Terutama pola diet banyak makan sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, gandum utuh adalah yang terbaik menurut seorang pembicara dari American Dietetic Association spokeswoman. Berikut pola makanan yang disarankan seperti: Sarapan: jus jeruk, yogurt Makan siang: roti isi sayur dengan paprka merah, wortel dan jamur Makan malam: salad buah yang berisi anggur, bayam, kacang hitam, ayam dan irisan tomat Flavonoid untuk menurunkan risiko kanker serviks Kandungan flavonoid dalam sayur dan buah dapat membantu melawan kanker. Berikut adalah makanan yang kaya akan flavonoid: Apel Asparagus Kacang hitam Brokoli Kubis Cranberi Bawang Selada Kacang serendeng Kacang kedelai Bayam    Asam folat menurunkan risiko kanker serviks Kandungan asam folat yang tinggi akan membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang banyak mengandung asam folat: Alpukat Buncis Sereal Lentil Jus jeruk stroberi Karotenoid menurunkan risiko kanker serviks Karotenoid juga membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang mengandung karotenoid: Wortel Labu Ubi jalar Selain memperhatikan makanan yang Anda makan, namun ada beberapa hal penting lain untuk membantu Anda menurunkan risiko kanker serviks yaitu: Melakukan pap smear yang rutin minimal 6 bulan sekali Melakukan vaksinasi HPV Tidak merokok Berhubungan intim hanya dengan pasangan yang sah (berganti pasangan meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Baca juga: Cegah Kanker Serviks Dengan Melakukan Lima Hal Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: everydayhealth
 11 Jun 2018    11:00 WIB
10 Tanda Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai Para Wanita
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia. Kanker ini terjadi pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang berhubungan dengan vagina. Hampir semua kasus kanker serviks terjadi akibat infeksi HPV (human papillomavirus). Semua wanita pada usia berapa pun memiliki resiko untuk menderita kanker serviks bila mereka telah aktif secara seksual. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seorang wanita untuk menderita kanker serviks adalah berhubungan seks tanpa pengaman (seks bebas), memiliki banyak pasangan seksual, memiliki berat badan berlebih, menggunakan pil KB, faktor genetika, merokok, memiliki daya tahan tubuh yang rendah, sering hamil, dan kehamilan pertama terjadi saat berusia muda. Salah satu hal paling menakutkan dari kanker ini adalah penderita tidak akan mengalami gejala apapun pada stadium awal. Gejala biasanya mulai muncul saat sel kanker telah menyebar ke kandung kemih, hati, usus, atau paru-paru. Karena keberhasilan pengobatan kanker serviks akan lebih tinggi bila sel kanker ditemukan pada stadium dini, maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Perdarahan Abnormal dari Dalam Vagina Sebagian besar wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks mengalami perdarahan tidak teratur dari vagina. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi dapat merupakan indikator kanker serviks. Selain karena kanker serviks, perdarahan abnormal dari vagina juga dapat terjadi akibat gangguan keseimbangan kadar hormonal, menderita penyakit radang panggul, atau infeksi pada organ reproduksi. Saat sel kanker menyebar ke jaringan di sekitarnya, maka sel kanker akan membentuk sebuah pembuluh darah baru yang abnormal dan mudah pecah, yang akan menyebabkan terjadinya perdarahan. Perdarahan ini dapat terjadi di antara siklus menstruasi, setelah berhubungan intim, setelah menopause, atau bahkan setelah pemeriksaan panggul. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami perdarahan di antara masa menstruasi atau setelah berhubungan intim.   Keluarnya Cairan Abnormal dari Vagina (Keputihan) Keluarnya cairan jernih tak berbau dalam jumlah sedikit dari vagina merupakan hal yang normal. Akan tetapi, bila cairan yang keluar dari dalam vagina bertambah banyak dan berbau tidak sedap, hal ini dapat merupaakn gejala dari infeksi atau kanker rahim atau kanker serviks. Kanker serviks biasanya akan menyebabkan keputihan yang banyak, cair, berwarna pucat atau cokelat atau bercampur dengan darah. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami hal ini.   Nyeri Saat Berhubungan Intim Nyeri saat berhubungan intim merupakan gejala penting lainnya dari kanker serviks. Gejala ini menunjukkan bahwa kanker serviks telah memasuki stadium lanjut, di mana sel kanker telah menyebar ke berbagai jaringan dan organ reproduksi. Selain nyeri, Anda juga akan mengalami gejala lain seperti keluarnya cairan kental berbau tidak sedap dari vagina. Gangguan lain yang dapat menyebabkan gejala yang sama adalah infeksi atau menderita penyakit menular seksual. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami hal ini.   Nyeri Pinggul Nyeri pinggul merupakan keluhan yang sering dialami oleh wanita. Kram dan nyeri perut merupakan hal yang sering dialami saat seorang wanita menstruasi dan biasanya bukanlah gejala kanker atau gangguan berat lainnya. Akan tetapi, bila rasa nyeri ini berlangsung lama dan lebih sering terjadi, maka rasa nyeri pinggul yang Anda rasakan dapat merupakan gejala dari kanker serviks. Pada penderita kanker serviks, rasa nyeri ini biasanya terjadi pada waktu yang tidak biasa dan dapat terjadi secara mendadak. Selain itu, nyeri ini biasanya tidak akan timbul kecuali bila kanker telah memasuki stadium lanjut. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala ini.   Baca juga: Penyebab, Resiko, dan Pengobatan Kanker Serviks   Merasa Tidak Nyaman Saat Buang Air Kecil Kanker serviks juga dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat buang air kecil. Gejala ini merupakan salah satu gejala khas dari kanker serviks. Rasa tidak nyaman saat buang air kecil dapat berupa rasa seperti terbakar atau tersengat atau kencang saat buang air kecil. Gejala ini biasanya terjadi saat sel kanker telah menyebar ke jaringan sekitarnya, yang membutuhkan pengobatan segera untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut. Selain kanker serviks, rasa tidak nyaman saat buang air kecil juga dapat disebabkan oleh beberapa gangguan lain seperti infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, infeksi jamur, atau penyakit menular seksual. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikan apa penyebab rasa tidak nyaman saat Anda buang air kecl.   Menstruasi Menjadi Semakin Lama dan Volumenya Semakin Banyak Menstruasi yang menjadi semakin lama dan semakin banyak merupakan salah satu gejala kanker serviks yang sering ditemukan. Hal ini disebabkan oleh iritasi serviks akibat penyebaran sel kanker. Darah menstruasi dianggap banyak bila Anda harus mengganti pembalut atau tampon lebih dari 1 kali setiap 2 jam. Selain kanker, volume darah menstruasi yang banyak juga dapat disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal, mioma uteri, polip, penyakit radang panggul, endometriosis, gangguan tiroid, gangguan hati, gangguan ginjal, atau karena obat-obatan tertentu. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami perubahan pola menstruasi.   Ketidakmampuan Mengendalikan Keinginan Untuk Buang Air Kecil Menjadi lebih sering buang air kecil merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil dan pada mereka yang banyak minum. Akan tetapi, jika Anda mengalami hal ini tanpa penyebab yang jelas, Anda mungkin harus segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Ketidakmampuan mengendalikan keinginan untuk buang air kecil biasanya merupakan pertanda bahwa sel kanker telah menyebar jauh hingga ke kandung kemih atau bagian saluran kemih lainnya. Penderita kanker serviks biasanya mengalami kesulitan mengendalikan keinginannya untuk buang air kecil dan ditemukan adanya darah di dalam air kemihnya. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami gejala ini.   Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab yang Jelas Seperti halnya pada kanker jenis lain, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dapat merupakan gejala dari kanker serviks. Hal ini dikarenakan saat seseorang menderita kanker, maka sistem kekebalan tubuh harus bekerja ekstra kersa untuk melawan sel kanker. Untuk itu, tubuh akan memproduksi suatu protein kecil bernama sitokin, yang akan membakar lemak lebih banyak daripada biasanya, yang akan membuat penderita mengalami penurunan berat badan walaupun tidak mengubah pola makannya. Jika Anda tiba-tiba mengalami penurunan berat badan dan juga mengalami beberapa gejala lain di atas, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena dapat merupakan gejala dari kanker serviks.   Selalu Merasa Lelah Sibuk bekerja tentu saja dapat membuat siapa saja merasa lelah, tetapi rasa lelah ini biasanya akan menghilang setelah Anda beristirahat. Akan tetapi, jika Anda tetap merasa lelah dan tidak bertenaga di sebagian besar waktu, walaupun telah cukup beristirahat, maka hal ini dapat merupakan gejala dari suatu penyakit. Saat menderita kanker, sel darah merah sehat akan digantikan oleh sel darah putih untuk melawan kanker. Hal ini akan menyebabkan terjadinya anemia, yang akan membuat penderita merasa sangat lelah, lemas, dan tidak nafsu makan. Selain itu, juga akan terjadi penurunan suplai oksigen di dalam tubuh. Ditemukannya gejala anemia pada seorang penderita kanker merupakan tanda bahaya yang menunjukkan bahwa kanker berkembang pesat, yang membutuhkan pengobatan segera.   Kaki Terasa Nyeri Para wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks seringkali mengalami pembengkakan dan nyeri pada kakinya. Saat sel kanker telah menyebar, maka ia akan menghambat aliran darah, yang akan menyebabkan pembengakakan pada kaki. Pembengkakan pada kaki seringkali membuat penderita merasa nyeri di daerah kaki hingga sulit melakukan aktivitasnya sehari-hari. Bila rasa nyeri pada kaki memang disebabkan oleh kanker serviks, maka rasa nyeri akan bersifat konstan dan semakin meningkat seiring dengan berlalunya waktu. Kadangkala, penderita juga dapat mengalami nyeri pinggang. Menderita nyeri pada daerah kaki bukan berarti merupakan tanda bahwa Anda pasti menderita kanker. Akan tetapi, bila Anda mengalami nyeri di daerah kaki yang disertai dengan beberapa gejala lain yang disebutkan di atas, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Untuk mencegah dan mendeteksi adanya kanker serviks sedini mungkin, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti: Wanita yang berusia antara 20-30 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (pap smear) setiap 3 tahun sekali, sedangkan wanita yang berusia antara 30-65 tahun harus melakukan pemeriksaan kesehatan setiap 3-5 tahun sekali Menerima vaksin HPV sebelum berusia 20 tahun Berhenti merokok dan jangan menjadi perokok pasif Hindari berbagai perilaku yang dapat meningkatkan resiko tertular berbagai jenis penyakit menular seksual   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 20 Jul 2017    08:00 WIB
Bercinta Saat Menstruasi Picu Terjadinya Berbagai Penyakit Berbahaya, Masa Sih?
Berhubungan seksual saat seorang wanita sedang menstruasi memang telah lama menuai pro dan kontra. Menurut kepercayaan tertentu di masyarakat, berhubungan seksual saat seorang wanita sedang menstruasi sangat dilarang. Namun ada kalangan tertentu yang melakukannya dan menemukan kenikmatan di dalamnya. Lantas, bagaimana penjelasan dari segi medis tentang seks yang dilakukan saat wanita sedang datang bulan? Tahukah Anda bahwa berhubungan seks saat menstruasi ternyata memiliki beberapa manfaat bagi sang wanita? Berhubungan seks saat sedang menstruasi ternyata dapat membantu meringankan rasa nyeri akibat menstruasi. Selain itu, berhubungan seks saat menstruasi ternyata juga dapat memberikan kepuasan lebih pada kedua belah pihak. Hal ini dikarenakan sang wanita sedang mengalami perubahan kadar hormonal saat menstruasi, sehingga ia pun merasa lebih bergairah.   Baca juga: 6 Cedera Tersering Saat Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Akan tetapi, bercinta saat sang wanita mengalami menstruasi juga memiliki dampak negatif pada kesehatan Anda, yaitu meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Hal ini dikarenakan saat menstruasi, leher rahim (serviks) seorang wanita akan terbuka, maka saat penetrasi penis, darah yang terdorong akan kembali masuk ke dalam rahim. Dengan demikian memudahkan masuknya bakteri dan jamur ke dalam rongga panggul dan menyebabkan terjadinya infeksi.   Sumber: infosehat
 11 Jun 2017    11:00 WIB
Tes Medis Penting Untuk Sehat Sempurna
Pemeriksaan pencegahan atau pemeriksaan rutin merupakan cara paling efektif untuk menemukan dan mengobati penyakit dan memastikan tubuh dalam kondisi yang baik. Ada beberapa pemeriksaan darah rutin atau prosedur skrining yang dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai masalah medis pada tahap awal sebelum tersebar ke seluruh tubuh. Beberapa tes direkomendasikan untuk dilakukan secara reguler, misalnya:•  Complete blood count (CBC) atau hitung darah lengkapTes ini merupakan lini pertama dari tes skrining , yang bisa mengindikasikan apakah seseorang terkena infeksi atau anemia.•  Level kolesterolSaat ini semua orang sudah mengetahui apakah itu kolesterol jahat atau kolesterol baik. Tes ini akan mengindikasikan level dari masing kolesterol. Semakin tinggi level kolesterol jahat, semakin tinggi juga resiko terserang penyakit jantung seperti penyakit jamtung koroner.•  Tes skrining untuk wanita, serviks dan payudaraPemeriksaan skrining dapat menemukan sel kanker pada stadium dini, sehingga akan lebih mudah diobati. Kematian yang disebabkan oleh kanker serviks dan payudara bisa dihindari dengan pemeriksaan skrining yang teratur•  Tes skrining untuk pria, prostatKanker prostat merupakan jenis kanker yang paling banyak pada pria. Tetapi kanker prostat juga salah satu jenis kanker yang paling mudah diobati jika ditemukan pada stadium awal. Oleh karena itu skrining prostat sangat penting untuk dilakukan.Sumber: healthmeup
 04 Feb 2016    08:00 WIB
Apakah Kanker Menular?
Pada dasarnya kanker bukan penyakit menular Seseorang yang sehat tidak akan ditularkan kanker oleh orang lain. Tidak ada bukti saat seseorang melakukan kontak seperti berhubungan seksual, ciuman, sentuhan, saling berbagi makanan atau percikan melalui udara. Pada orang yang sehat mempunyai sistem pertahanan tubuh yang akan mengenali sel asing dan menghancurkannya, termasuk sel kanker.   Namun berikut ada beberapa kejadian yang dapat menyebabkan terjadinya penularan kanker:   Penularan kanker setelah melakukan tranplantasi organ Ada beberapa kasus dimana transplantasi organ dari seseorang yang mengidap kanker dapat menyebabkan kanker pada orang yang menerima organ tersebut. Namun ada faktor utama yang dapat menyebabkan hal ini yaitu seseorang yang menerima transplantasi organ biasanya akan meminum obat yang melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka. Obat ini melemahkan respon kekebalan tubuh dan membuat sistem kekebalan tubuh kurang mampu mengenali dan menyerang sel-sel pra-kanker dan virus yang dapat menyebabkan kanker.   Penularan kanker selama proses kehamilan  Seorang wanita yang memiliki kanker selama kehamilan, biasanya jarang mempengaruhi janin secara langsung.  Namun dalam beberapa kasus yang sangat langka, melanoma (sejenis kanker kulit) telah ditemukan dapat menyebar ke plasenta dan janin.    Kuman sering menularkan Kita tahu bahwa kuman (terutama bakteri dan virus) dapat ditularkan dari orang ke orang melalui hubungan seks, mencium, menyentuh, dan berbagi atau menyiapkan makanan. Beberapa bahkan dapat menyebar dengan menghirup udara yang sama. Tapi kuman jauh lebih mungkin untuk menjadi ancaman bagi orang yang mengidap kanker daripada orang yang sehat. Hal ini karena orang  pengidap kanker seringkali sistem kekebalan tubuhnya melemah (terutama ketika mereka mendapatkan pengobatan), dan mereka mungkin tidak dapat melawan infeksi dengan baik. Kuman dapat mempengaruhi risiko kanker.  Ada beberapa kuman yang dapat memainkan peran dalam pengembangan beberapa jenis kanker.  Kita tahu bahwa beberapa bentuk kanker ditemukan lebih sering pada orang yang terinfeksi dengan virus tertentu. Sebagai contoh:  Kanker serviks  Hepatitis B dan C yang dapat menyebakan kanker hati   Kanker berkembang karena perubahan DNA Kebanyakan kanker tidak dipengaruhi oleh infeksi, namun terjadi karena perubahan DNA dalam tubuh seseorang yang menyebabkan terjadinya perubahan menjadi sel kanker.   Sumber: americancancersociety