Your browser does not support JavaScript!
 04 Feb 2016    11:00 WIB
Faktor Resiko dan Penyebab Kanker Rahim
Kanker rahim atau kanker endometrium merupakan tipe kanker yang tumbuh disepanjang garis rahim. Kebanyakan kanker ini dapat dideteksi sejak awal karena biasanya ditandai dengan munculnya perdarahan vagina yang abnormal. Sebanyak 25% penderita kanker rahim mengidap penyakit ini sebelum masuk masa menopause dan mengeluhkan keluarnya darah per vagina yang tidak teratur sebelum masa menopause dan sebanyak 75% penderita kanker rahim mengeluhkan perdarahan per vagina setelah masa menopause.Faktor resiko dari kanker rahim:    •    Obesitas    •    Hipertensi    •    Wanita yang tidak pernah melahirkan    •    Hipotiroid    •    Diabetes    •    Riwayat kanker payudara dan kanker usus Penyebab dari kanker rahimPenyebab utama dari kanker rahim adalah peningkatan level hormon estrogen didalam tubuh. Jika pasien tersebut pernah menjalani terapi hormon estrogen akan mengalami peningkatan resiko terkena kanker rahim. Jika seorang wanita harus melakukan terapi pengganti hormonal maka harus ditambahkan hormon progesteron juga jika kondisi rahim masih sehat.Jika seorang wanita dengan riwayat kanker payudara sebelumnya, ia harus mengkonsumsi obat yang disebut tomoxifen selama lima tahun untuk mencegah kekambuhan dari kanker. Tomoxifen sangat dibutuhkan untuk penderita kanker payudara tetapi juga mempunyai efek buruk terhadap lapisan dinding rahim dan dapat meningkatkan resiko terkena kanker rahim. Jadi jika seorang wanita harus mengkonsumsi tomoxifen maka ia harus memeriksakan diri ke dokter secara teratur untuk mengetahui secara dini apakah muncul penebalan dari dinding rahim yang diperiksa melalui ultrasonografi.Jika seorang dokter mencurigai adanya tanda-tanda keganasan, maka ia akan melakukan pemeriksaan sitologi dan USG transvaginal. Jika kedua pemeriksaan ini tidak memberikan hasil yang cukup jelas maka akan dilakukan pemeriksaan histeroskopi atau kuretase dari dinding rahim. Jika benar ditemukan tanda keganasan melalui pemeriksaan histologi maka diperlukan pemeriksaan USG/MRI/CT scan untuk membantu penegakkan diagnosa.Pengobatan yang dapat dilakukan untuk kanker rahim:    •    Terapi bedah    •    Terapi radiasi    •    Kemoterapi tambahanSumber: healthmeup