Your browser does not support JavaScript!
 17 Jan 2015    11:00 WIB
Prostat dan Penuaan
Prostat merupakan suatu organ kecil pada pria, berukuran seperti buah kenari, yang terletak di bawah kandung kemih anda. Organ ini berfungsi untuk menghasilkan suatu cairan (cairan mani) yang berguna untuk melindungi sperma setelah ejakulasi. Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, prostat anda juga semakin membesar secara perlahan, yang sering disebut dengan pembesaran prostat jinak dan bukan merupakan suatu keganasan.   Pembesaran Prostat dan Buang Air Kecil Penyebab pembesaran prostat ini tidak diketahui, akan tetapi pada umumnya pria mulai mengalami keluhan akibat pembesaran prostat ini saat berada pada usia pertengahan. Pria biasanya mengeluh lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari atau mengalami kesulitan dalam buang air kecil yang berupa aliran air kemih tidak lancar atau rasa tidak tuntas setelah buang air kecil. Berbagai keluhan di atas dapat terjadi akibat pembesaran prostat di sekitar uretra (suatu saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan lubang kencing pada penis). Pembesaran prostat ini menekan uretra dan menyebabkan kesulitan buang air kecil.   Pembesaran Prostat dan Seks Pria yang mengalami gangguan sistem saluran kemih akibat pembesaran prostat seringkali juga mengalami gangguan saat berhubungan seksual, meskipun hubungan antara kedua gangguan tersebut masih belum diketahui. Sebagian besar pria dengan gangguan sistem saluran kemih akibat pembesaran prostat mengalami penurunan gairah seksual, gangguan ereksi (ereksi tidak dapat bertahan cukup lama untuk berhubungan seksual atau penetrasi), dan berkurangnya rasa puas setelah berhubungan seksual. Depresi, gangguan tidur akibat sering buang air kecil di malam hari, atau berbagai gangguan fisik lainnya juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual ini. Bila gangguan sistem saluran kemih akibat pembesaran prostat ini semakin memburuk, maka kehidupan seksual anda juga akan semakin terganggu. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Kanker Prostat dan Penuaan Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami oleh pria. Mendeteksi penyakit ini secepat mungkin dan menemukannya pada stadium awal dapat meningkatkan angka ketahanan hidup penderitanya. Melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kanker prostat pada saat anda berusia 40 tahun merupakan salah satu pencegahan yang baik. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan colok dubur dan kadar PSA di dalam darah anda. Kadar PSA yang tinggi dapat mengindikasikan kanker atau pembesaran prostat.   Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak Perubahan Gaya Hidup Kurangi atau bahkan hentikan mengkonsumsi alkohol dan kafein serta kurangi konsumsi air pada malam hari. Semua hal yang telah disebutkan ini dapat membantu mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari. Obat-obatan Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi pembesaran prostat jinak ini. Obat-obat tersebut berfungsi untuk: Memperlambat pembesaran prostat Mengurangi ukuran prostat yang telah membesar Merelaksasi otot sehingga memudahkan buang air kecil Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai obat apa saja yang dapat anda konsumsi dan dosisnya. Tindakan Pembedahan Bila penggunaan obat-obatan tidak dapat mengurangi atau mengatasi berbagai gejala pembesaran prostat yang anda alami, maka dapat dilakukan tindakan pembedahan. Tindakan pembedahan yang sering dilakukan adalah TURP (Transuretral Resection of The Prostat). Pada TURP dilakukan pengangkatan bagian prostat yang menekan uretra.   Sumber: webmd
 15 Jan 2015    14:00 WIB
Kolesterol Anda Tinggi? Waspada Risiko Kanker Prostat
Kanker prostat merupakan salah penyakit yang semakin meningkat jumlahnya dewasa ini. Emma Allot, PhD, pascadoktoral dari Fakultas Kedokteran Universitas Duke, Durham dan para rekannya melakukan sebuah penelitian untuk mencari tahu hubungan antara kadar kolesterol yang tinggi dengan kejadian kanker prostatDilakukan penelitian dengan melakukan pemeriksaan kadar lemak pada 843 pria yang mengalami kanker prostat dan sudah menjalani operasi prostatektomi (prosedur pembedahan yang melakukan pengangkatan kelenjar prostat dan beberapa jaringan di sekitarnya). Dari 843 pria, sekitar 588 pria memiliki kadar lemak darah yang abnormal (325 pria memiliki kadar kolesterol abnormal dan 263 pria memiliki kadar trigliserida yang abnormal). Dari kelompok tersebut didapatkan ada sekitar 293 pria yang mempunyai hasil PSA (Prostat Spesifik Antigen) meningkat dan adanya kekambuhan kanker prostat Hasil analisis menunjukkan bahwa pria yang memiliki kadar trigliserida 150 mg / dL atau lebih tinggi (tingkat normal didefinisikan sebagai 150 mg / dL atau lebih rendah) adalah sekitar 35% lebih mungkin mengalami kekambuhan kanker prostat dibanding dengan pria yang memiliki kadar trigliserida yang normal. Di antara pria dengan kadar kolesterol total 200 mg / dL atau lebih tinggi, setiap kenaikan 10mg / dL kadar kolesterol akan meningkatkan risiko terjadinya kekambuhan kanker prostat sekitar 9%.  Selain itu untuk pria yang memiliki kadar kolesterol baik high density lipoprotein (didefinisikan sebagai di bawah 40 mg / dL), setiap peningkatan 10 mg / dL kadar HDL akan mengurangi risiko kekambuhan kanker prostat sebesar 39%. Berdasarkan hasil penelitian, Allot mengatakan “hasil penelitian menunjukkan agar menjaga kadar lemak darah untuk mengurangi risiko kekambuhan kanker prostat” Sumber: medicalnewstoday
 09 Jan 2015    09:00 WIB
Bersepeda Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?
Karena banyaknya pertanyaan mengenai apakah benar bersepeda dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat dan disfungsi ereksi, maka para peneliti pun memulai suatu penelitian dengan menganalisa data dari 5.282 pria yang senang bersepeda dan berusia di antara 16-88 tahun. Para peserta penelitian yang rata-rata berusia 48 tahun tersebut mengatakan bahwa mereka biasanya bersepeda secara teratur. Beberapa di antara peserta penelitian menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor, beberapa peserta lainnya mengikuti lomba balap sepeda, dan beberapa orang lainnya hanya bersepeda untuk tujuan rekreasi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa di antara semua penelitian, sekitar 8% nya mengalami disfungsi ereksi, 1% di antaranya mengalami kemandulan dan 1% lainnya mengalami kanker prostat. Akan tetapi, walaupun angka kejadian disfungsi ereksi lebih tinggi dibandingkan dengan kemandulan dan kanker prostat, para peneliti justru tidak menemukan adanya hubungan antara terjadinya disfungsi ereksi dengan bersepeda. Para peneliti juga tidak menemukan adanya hubungan antara bersepeda dengan kemandulan. Berbeda dengan disfungsi ereksi, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk bersepeda ternyata memiliki hubungan langsung dengan peningkatan resiko terjadinya kanker prostat. Para peneliti menemukan bahwa orang yang bersepeda lebih dari 8.5 jam setiap minggunya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker prostat, yaitu 6 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pria lain yang hanya menghabiskan waktu selama 4 jam atau kurang untuk bersepeda setiap minggunya. Walaupun demikian, bersepeda tetap merupakan suatu pilihan olahraga yang baik, karena dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan otot. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa peningkatan resiko terjadinya kanker prostat ini perlu diwaspadai oleh orang yang bersepeda lebih sering daripada biasanya.     Sumber: askmen
 02 Jan 2015    14:00 WIB
Sering Berhubungan Seks Turunkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa berhubungan seks dengan lebih dari 20 orang wanita dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat pada pria hingga 28%. Sebaliknya, pria yang berhubungan seks dengan lebih dari 20 orang pria memiliki resiko yang lebih tinggi, hingga 2 kali lipat, untuk menderita kanker prostat dibandingkan dengan pria yang tidak pernah berhubungan seks dengan pria lain. Pada penelitian yang dilakukan di Kanada, para peneliti melakukan survei pada 3.208 orang pria yang berusia antara tahun 2005-2009. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berhubungan seks dapat melindungi pria dari kanker prostat dan semakin sering berhubungan seks, maka semakin rendah resiko seorang pria untuk menderita kanker prostat. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan sering berhubungan seks berarti juga sering berejakulasi, yang terbukti cukup efektif untuk melindungi seorang pria dari kanker prostat. Hal ini dikarenakan berhubungan seks dapat menurunkan konsentrasi zat karsinogenik di dalam cairan prostat. Akan tetapi, para peneliti masih tidak menemukan penyebab yang jelas mengapa pria yang berhubungan seks dengan lebih dari 20 orang pria lain justru memiliki resiko kanker prostat yang lebih tinggi. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan mereka lebih beresiko untuk mengalami infeksi saluran kemih berulang atau mungkin juga karena seks anal menyebabkan trauma fisik pada prostat.     Sumber: askmen
 10 Nov 2014    12:00 WIB
Ini Dia Vitamin Pelindung Kesehatan Prostat
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa rendahnya kadar vitamin D di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat dan mempercepat penyebaran sel-sel kanker di dalam tubuh Anda. Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa kadar vitamin D di dalam darah 667 orang pria yang berusia antara 40-79 tahun yang memiliki kadar PSA yang abnormal atau memiliki hasil pemeriksaan dubur yang abnormal, sebelum mereka melakukan pemeriksaan biopsy pertamanya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa defisiensi (kekurangan) vitamin D berat ternyata berhubungan dengan terjadinya kanker prostat yang lebih agresif dan lebih berat (stadium lanjut). Vitamin D telah terbukti dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat pada hewan percobaan yang menderita kanker prostat. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu mengatur pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru, yang penting untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh Anda. Kadar vitamin D di dalam darah yang diperlukan oleh tubuh bagi pria adalah antara 30-80 ng/ml. Para peneliti menemukan bahwa pria keturunan Afrika-Amerika (16.7 ng/ml) cenderung memiliki kadar vitamin D di dalam darah yang lebih rendah dibandingkan dengan pria keturunan Eropa-Amerika (19.3 ng/ml). Oleh karena itu, bila kadar vitamin D di dalam darah sangat rendah, maka pria keturunan Afrika-Amerika memiliki resiko untuk menderita kanker prostat agresif 5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pria lainnya. Sementara itu, seorang pria keturunan Eropa-Amerika memiliki resiko untuk menderita kanker prostat agresif 3.5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pria lainnya bila memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darah. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan pria keturunan Afrika-Amerika memiliki lebih banyak melanin pada kulitnya, yang mencegah paparan sinar UV dan pembentukan vitamin D. Kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti di mana tempat tinggal Anda, apa warna kulit Anda, dan bagaimana iklim atau cuaca lingkungan tempat tinggal Anda. Untuk memastikan agar Anda memiliki kadar vitamin D yang memadai di dalam tubuh dan melindungi kesehatan prostat Anda, maka pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin D seperti salmon, tuna, susu, jus buah, dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D. Jika Anda ingin mengkonsumsi suplemen vitamin D, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 600 IU vitamin D setiap harinya.     Sumber: menshealth
 03 Nov 2014    14:00 WIB
Kebotakkan Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?
Sebuah penelitian baru di sebuah lembaga kanker di Amerika menemukan bahwa kebotakkan dengan pola tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat. Pada penelitian ini, para pria yang mengalami kebotakkan pada bagian depan dan puncak kepalanya saat berusia 45 tahun memiliki resiko menderita kanker prostat agresif yang lebih tinggi yaitu hingga 39% beberapa tahun kemudian dibandingkan dengan pria lain yang tidak mengalami kebotakkan. Pada penelitian ini, hanya sekitar 10% peserta penelitian yang mengalami kebotakkan dengan pola demikian. Para peneliti juga menemukan bahwa pola kebotakkan lainnya tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya hubungan antara kebotakkan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker prostat, akan tetapi para peneliti menduga hal ini berhubungan dengan hormon testosteron dan dihidrotestosteron, yang tampaknya turut berperanan dalam terjadinya kebotakkan dan kanker prostat pada pria. Para peneliti juga tidak mengetahui apa yang mempengaruhi seorang pria memiliki pola kebotakkan yang berbeda-beda. Mereka menduga hal ini mungkin berhubungan dengan jenis hormon dan perbedaan kadarnya di dalam tubuh pada berbagai usia. Akan tetapi, para peneliti juga menyebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penelitian ini sebelum mereka dapat menyimpulkan adanya hubungan pasti di antara keduanya.     Sumber: menshealth
 25 Oct 2014    08:00 WIB
Keuntungan dan Kerugian Tindakan Vasektomi
Setiap tindakan pembedahan memiliki resiko terjadinya komplikasi. Walaupun demikian, resiko terjadinya komplikasi setelah tindakan vasektomi sangat rendah. Komplikasi yang dapat terjadi adalah: Perdarahan di bawah kulit, yang dapat menyebabkan pembengkakan atau memar Infeksi pada daerah bekas operasi. Pada beberapa kasus yang jarang, dapat terjadi infeksi di dalam kantung zakar Sperma merembes keluar dari vas deferens dan masuk ke jaringan di sekitarnya sehingga terbentuk suatu benjolan kecil (granuloma sperma). Pengobatan yang dapat dilakukan adalah istirahat, pemberian obat anti nyeri, dan tindakan pembedahan untuk mengangkat granuloma Peradangan pada saluran yang membawa sperma dari testis (epididimitis) Pada kasus yang sangat jarang, vas deferens tumbuh dan menyatu kembali   Keuntungan Tindakan Vasektomi 1.  Kontrasepsi Permanen Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen. Setelah hasil pemeriksaan air mani anda menunjukkan tidak ada lagi sperma, maka tidak diperlukan penggunaan alat kontrasepsi lainnya. 2.  Resiko Komplikasi Rendah Vasektomi merupakan suatu tindakan yang lebih aman dan murah dan memiliki resiko komplikasi yang lebih rendah daripada tindakan ligasi tuba yang merupakan kontrasepsi permanen pada wanita.   Kerugian Tindakan Vasektomi Tindakan vasektomi tidak dapat melindungi anda dari penyakit menular seksual, yaitu suatu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, misalnya HIV. Kondom merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Selain itu, beberapa penelitian terdahulu menunjukkan adanya resiko kanker prostat pada pria yang melakukan tindakan vasektomi, walaupun belum ada bukti yang jelas mengenai hubungan antara tindakan vasektomi dan kanker prostat.