Your browser does not support JavaScript!
 03 Sep 2019    18:00 WIB
Siapakah Yang Beresiko Terkena Kanker Prostat dan Bagaimana Mencegahnya?
Kanker prostat terjadi pada prostat, dan kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada pria.  Jika terdeteksi dini, kemungkinan lebih besar untuk berhasil dalam pengobatan.Siapa yang berisiko terkena kanker prostat?-    Pria yang lebih tua dari 65 tahun-    Riwayat keluarga mempunyai kanker prostat atau kanker payudara-    Pria yang obesitas/kegemukanBerikut adalah kemungkinan gejala kanker prostat : meskipun banyak juga dapat disebabkan oleh masalah lain yang mempengaruhi prostat Anda:-    Gangguan ereksi-    Darah dalam urin atau air mani-    Kesulitan buang air kecil-    Sering nyeri di punggung bawah, pinggul atau paha-    Rasa tidak nyaman di daerah panggulGejala-gejala diatas juga dapat dipengaruhi oleh penyebab lain selain kanker prostat. Anda harus segera memeriksakan diri Anda jika mengalami gejala-gejala diatas untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat.Pencegahan adalah kunci dalam menangani kanker, dan berikut ini adalah tips untuk mencegah kanker prostat:-    Studi menunjukkan pria yang minum lebih banyak kopi memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami kanker prostat.-    Lebih banyak berhubungan intim membuat kelenjar prostat bekerja lebih aktif sehingga dapat  mengurangi resiko terkena kanker prostat-    Tomat telah dikaitkan dengan penurunan resiko kanker prostat-    Berolahraga secara teratur, makan sehat dan menjaga berat badan yang sehat-    Makan brokoli secara reguler dapat mengurangi risiko kanker prostatWalaupun orang Asia mempunyai resiko lebih rendah terkena kanker prostat dibanding orang non-Asia, tetaplah untuk  melakukan pengecekan prostat secara rutin terutama bagi mereka yang memiliki resiko tinggi.
 23 Jul 2019    08:00 WIB
8 Makanan Pencegah Kanker Prostat
Berdasarkan berbagai penelitian, terdapat beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker prostat. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang telah terbukti dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker prostat pada seorang pria.   Sayuran Mengkonsumsi 3 porsi atau lebih beberapa jenis sayuran tertentu setiap minggunya dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat hingga setengahnya. Beberapa jenis sayuran tersebut adalah kembang kol, brokoli, dan kale.   Buah Delima Berdasarkan penelitian, sari buah delima dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker pada tikus percobaan.   Kunyit Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat mencegah terjadinya kanker prostat dan memperlambat proses pertumbuhan sel kanker terutama bila dikombinasikan dengan kembang kol.   Teh Hijau Pada berbagai penelitian, teh hijau telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat secara signifikan.   Kacang Brazil Kacang brazil merupakan salah satu sumber alami dari selenium, suatu mineral yang dapat sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker prostat. Para ahli mengatakan bahwa mengkonsumsi 200 mcg selenium (setengah genggam kacang brazil) setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat hingga 50%.    Bawang Putih Pada berbagai penelitian, bawang putih telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat hingga 53%. Selain itu, bawang putih juga mengandung cukup banyak selenium.   Daun Bawang  Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa mengkonsumsi 10 gram daun bawang setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat pada seorang pria hingga 70%.   Tomat Tomat merupakan salah satu makanan sumber likopen, suatu antioksidan kuat yang pada berbagai penelitian telah terbukti dapat mencegah terjadinya kanker prostat.     Sumber: healthdiaries
 05 May 2019    18:00 WIB
Efek Samping Mengonsumsi Vitamin E
Vitamin E cukup aman untuk dikonsumsi (melalui mulut atau dioleskan pada kulit) oleh sebagian besar orang yang sehat. Sebagian besar orang tidak mengalami efek samping apapun saat mengkonsumsi vitamin E sesuai dengan dosis harian yang direkomendasikan yaitu 15 mg setiap harinya. Mengkonsumsi vitamin E sesuai dengan dosis harian yang direkomendasikan mungkin aman bagi ibu hamil dan menyusui. Sebaiknya jangan mengkonsumsi vitamin E pada 4 bulan pertama kehamilan karena mungkin dapat membahayakan janin dalam kandungan anda, walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelumnya. Vitamin E mungkin berbahaya bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Jika anda memiliki penyakit jantung atau diabetes, maka jangan mengkonsumsi vitamin E sebanyak 400 IU atau lebih setiap harinya.Beberapa penelitian menduga bahwa dosis tinggi mungkin dapat meningkatkan resiko kematian dan terjadinya efek samping berat. Semakin tinggi dosis vitamin E yang anda konsumsi, maka semakin besar resiko terjadinya efek samping berat.1.  Meningkatkan Resiko Stroke HemoragikVitamin E mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik, yaitu stroke yang terjadi akibat perdarahan di dalam otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi 300-800 IU vitamin E setiap harinya dapat meningkatkan resiko stroke hemoragik hingga 22%.Akan tetapi, vitamin E justru mungkin dapat menurunkan resiko terjadinya stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah.2.  Meningkatkan Resiko Kanker ProstatVitamin E mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat, walaupun hal ini masih kontroversial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi berbagai vitamin dalam dosis tinggi bersama dengan vitamin E dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat pada pria.3.  Efek Samping LainnyaMengkonsumsi vitamin E dosis tinggi juga dapat menyebabkan terjadinya mual, diare, kram perut, merasa sangat lelah, badan terasa lemas, nyeri kepala, penglihatan kabur, bercak kemerahan pada kulit, memar, dan perdarahan.Sumber: webmd
 27 Apr 2019    08:00 WIB
Kapan Sebaiknya Tidak Mengkonsumsi Vitamin E?
Bila anda menderita beberapa gangguan kesehatan tertentu, maka anda mungkin perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi vitamin E karena mungkin dapat mengganggu kesehatan anda.1.  Sebelum dan Setelah Tindakan AngioplastiAngioplasti merupakan suatu tindakan untuk membuka atau melebarkan kembali pembuluh darah arteri yang telah menyempit akibat aterosklerosis (penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah). Tindakan ini biasanya dilakukan untuk melebarkan kembali arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung untuk mencegah terjadinya serangan jantung.Hindari konsumsi berbagai suplemen yang mengandung vitamin E atau antioksidan lainnya seperti beta karoten dan vitamin C segera sebelum dan sesudah tindakan angioplasti tanpa pengawasan dokter. Berbagai vitamin ini diduga dapat mengganggu proses penyembuhan.2.  Menderita Defisiensi Vitamin KDefisiensi atau kekurangan vitamin K dapat menyebabkan terjadinya gangguan pembekuan darah. Vitamin E dapat memperburuk gangguan pembekuan darah pada orang dengan kadar vitamin K yang terlalu rendah.3.  Menderita Retinitis PigmentosaRetinitis pigmentosa merupakan suatu penyakit yang dapat diturunkan (herediter), di mana terjadi degenerasi retina yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Mengkonsumsi 400 mg alfa tokoferol (jenis vitamin E) diduga dapat meningkatkan kecepatan hilangnya penglihatan (kebutaan) pada penderita retinitis pigmentosa. Hindari konsumsi vitamin E bila anda menderita retinitis pigmentosa.4.  Menderita Gangguan Pembekuan DarahVitamin E diduga dapat memperburuk gangguan pembekuan darah. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi vitamin E, termasuk suplemen vitamin E.5.  Menderita Kanker Kepala dan LeherBila anda pernah menderita kanker kepala dan leher, maka jangan mengkonsumsi 400 IU  atau lebih vitamin E setiap harinya karena diduga dapat meningkatkan resiko kekambuhan kanker.6.  Menderita Kanker ProstatVitamin E diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat, walaupun belum diketahui dengan jelas bagaimana hal ini terjadi. Konsumsi vitamin E diduga dapat memperburuk kanker prostat pada pria yang telah mengalaminya.7.  Sebelum dan Setelah Tindakan PembedahanVitamin E diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan selama dan setelah tindakan pembedahan. Oleh karena itu, hentikan konsumsi vitamin E anda setidaknya 2 minggu sebelum tindakan pembedahan dilakukan.Sumber: webmd
 23 Apr 2019    18:00 WIB
Pentingnya Kembang Kol untuk Pencegahan Kanker
Kembang kol termasuk dalam sayuran dari jenis cruciferous. Dari berbagai hasil penelitian terbukti sayuran kembang kol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama sebagai bahan makanan pencegah berbagai penyakit atau protective food. Selain kaya dengan berbagai vitamin, mineral, antioksidan dan serat, kembang kol juga mengandung senyawa fitokimia yang mampu mencegah beberapa jenis penyakit seperti kanker dan serangan jantung. Berikut adalah manfaat dari kembang kol: Kanker ususKembang kol merupakan sumber serat yang sangat baik dan mampu memperbaiki proses pencernaan karena mengandung glucoraphin. Glucoraphin akan melindungi usus dan mengurangi resiko terkena kanker usus dan penyakit lain yang bermanifestasi di usus. Kanker prostatKembang kol mampu mengurangi terjadinya inflamasi dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh terutama area prostat. Kembang kol juga kaya akan antioksidan yang mempu memerangi radikal bebas dan menjadi penyebab utama terjadinya kanker. Kanker payudaraKembang kol mengandung senyawa fitokimia seperti sulforaphane, sterol yang penting dalam pencegahan pertumbuhan kanker. Kanker mulut rahimKembang kol mampu mencegah timbulnya kanker mulut rahim karena mengandung kombinasi senyawa fitokimia, plant sterol, antioksidan dan vitamin C. Kembang kol terbukti merupakan sayuran yang mampu menjaga kesehatan wanita terutama dalam pencegahan kanker. Kanker indung telurKanker indung telur memang tidak segera memunculkan gejala-gejala, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan mengkonsumsi kembang kol. Resiko kanker indung telur lebih tinggi terjadi pada wanita yang tidak memiliki anak, wanita yang menggunakan terapi hormon replacement, mengidap kanker payudara atau kanker usus dan secara teratur mengkonsumsi obat-obatan fertilitas.Sumber: healthmeup
 07 Jan 2018    16:00 WIB
Apakah Penyakit Menular Seksual Sebabkan Kanker Prostat?
Sebuah penelitian menemukan bahwa suatu penyakit menular seksual, trikomoniasis berhubungan dengan kanker prostat. Trikomoniasis disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 70% penderita trikomoniasis tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit ini karena tidak adanya gejala.   Para peneliti di Amerika dan Italia menemukan bahwa parasit ini menghasilkan suatu protein yang dapat memicu terjadinya proses peradangan (inflamasi) di dalam prostat dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Sebuah penelitian lain di tahun 2009 menemukan bahwa pria yang memiliki antibodi terhadap Trichomonas vaginalis memiliki resiko kanker prostat agresif (kanker yang menyebar di luar prostat) 2 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki antibodi terhadap parasit ini.   Kedua penelitian ini menemukan bahwa infeksi parasit ini mungkin menyebabkan terjadinya inflamasi dan proliferasi sel, yang memicu terjadinya kanker prostat. Infeksi trikomoniasis ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotika. Akan tetapi, karena tidak adanya gejala, maka penderita pun seringkali tidak menyadari dirinya telah terinfeksi. Beberapa pria yang mengalami infeksi trikomoniasis merasa gatal atau mengalami iritasi di bagian dalam penis, adanya rasa seperti terbakar setelah buang air kecil atau ejakulasi, dan keluarnya cairan dari dalam penis. Wanita yang mengalami infeksi trikomoniasis mengalami rasa gatal pada kemaluan, rasa terbakar atau tidak nyaman setelah buang air kecil, kemaluan tampak kemerahan, adanya luka pada kemaluan, atau keluarnya cairan dari vagina.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: newsmaxhealth
 11 Jun 2017    11:00 WIB
Tes Medis Penting Untuk Sehat Sempurna
Pemeriksaan pencegahan atau pemeriksaan rutin merupakan cara paling efektif untuk menemukan dan mengobati penyakit dan memastikan tubuh dalam kondisi yang baik. Ada beberapa pemeriksaan darah rutin atau prosedur skrining yang dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai masalah medis pada tahap awal sebelum tersebar ke seluruh tubuh. Beberapa tes direkomendasikan untuk dilakukan secara reguler, misalnya:•  Complete blood count (CBC) atau hitung darah lengkapTes ini merupakan lini pertama dari tes skrining , yang bisa mengindikasikan apakah seseorang terkena infeksi atau anemia.•  Level kolesterolSaat ini semua orang sudah mengetahui apakah itu kolesterol jahat atau kolesterol baik. Tes ini akan mengindikasikan level dari masing kolesterol. Semakin tinggi level kolesterol jahat, semakin tinggi juga resiko terserang penyakit jantung seperti penyakit jamtung koroner.•  Tes skrining untuk wanita, serviks dan payudaraPemeriksaan skrining dapat menemukan sel kanker pada stadium dini, sehingga akan lebih mudah diobati. Kematian yang disebabkan oleh kanker serviks dan payudara bisa dihindari dengan pemeriksaan skrining yang teratur•  Tes skrining untuk pria, prostatKanker prostat merupakan jenis kanker yang paling banyak pada pria. Tetapi kanker prostat juga salah satu jenis kanker yang paling mudah diobati jika ditemukan pada stadium awal. Oleh karena itu skrining prostat sangat penting untuk dilakukan.Sumber: healthmeup
 15 Jul 2016    15:00 WIB
Mengenal Kanker Prostat
Apakah kanker prostat itu ? Kanker prostat adalah pertimbuhan sel yang abnormal pada kelenjar prostat pada pria. Kelenjar prostat terletak dibawah kandung kemih. Prostat berfungsi dalam pembentukan semen. Pada pria muda prostat berukuran sebesar biji walnut dan semakin membesar seiring pertambahan usia. Prostat biasanya terjadi pada pria berusia lebih dari 65 tahun. Biasanya pertumbuhan kanker bersifat perlahan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai menimbulkan gejala. Seperti pada kanker lainnya, pengobatan yang terbaik adalah jika diberikan pada stadium awal. Pria tua dengan kanker prostat biasanya meninggal karena penyebab lain. Sampai saat ini para ahli belm mengetahui penyebab dari kanker prostat, tapi mereka yakin jika kanker prostat berhubungan dengan faktor usia, genetic, dan faktor ras. Faktor makanan seperti makanan tinggi juga diyakini berperan menyebabkan kanker prostat. Apakah gejala kanker prostat ? Kanker prostat dini biasanya tanpa gejala pada stadium awal. Kebanyakan pria tidak menyadarinya sampai tidak sengaja ditemukan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Gejala kanker prostat biasanya baru muncul pada tahap akhir dari penyakit seperti tumor tumbuh dan menyempitnya uretra (bagian dari urin) dan pada itu telah menyebar ke organ lain. Gejala-gejala berikut ini bersifat non-spesifik dan juga dapat disebabkan oleh kondisi tidak berbahaya (non-kanker) seperti benign prostatic hyperplasia (BPH) (pembesaran kelenjar prostat yang tidak berbahaya] dan prostatitis (infeksi yang menyakitkan dari kelenjar prostat). Gejala tersebut meliputi: Aliran urin yang lemah atau terganggu Seringnya buang air kecil (terutama pada malam hari) Kesulitan buang air kecil Rasa nyeri atau terbakar pada saat buang air kecil Darah dalam urin atau air mani Sakit yang berkepanjangan di daerah punggung, pinggul, atau panggul Ejakulasi yang nyeri Sulit untuk ereksi Nyeri yang dalam dan sering di perut bagian bawah, aau di pelvis Bagaimana mendiagnosa kanker prostat ? Secara umum dan mudah, cara pemeriksaan kanker prostat adalah dengan colok dubur atau Digital Rectal Exam (DRE). Pada pemeriksaan ini dokter mengenakan sarung tangan yang diberikan cairan gel pelumas dan memasukan jari tersebut ke dalam rectum  untuk mencari dan merasakan kelenjar prostat. Cara lain dengan pemeriksaan darah, Prostate Spesific Antigen (PSA). Peningkatan PSA menunjukkan adanya kanker prostat, tetapi peningkatan PSA juga menunjukkan pembesaran atau infeksi prostat. Jika dokter anda menemukan kelainan pada pemeriksaan rectum atau jika hasil PSA tinggi, maka dokter anda akan melakukan biopsu prostat untuk mencari penyebabnya. Biopsi berarti dokter mengambil contoh jaringan prostat dan mengirimka ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan CT scan atau MRI. Ini adalah scan rinci atas [anggung untuk mengetahui tingkat keganasan kanker setelah mendapat konfirmasi dari biopsy kanker. Apakah setiap orang perlu melakukan pemeriksaan prostat secara teratur? Memeriksakan kesehatan secara rutin memang penting, termasuk pemeriksaan rectum. Tetapi para ahli setuju jika pemeriksaan PSA tidak ditujukan untuk semua pria. Hasil pemeriksaan dapat membawa anda mendapatkan pengobatan kanker yang seharusnya tidak anda perlukan. Pengobatan kanker dapar menyebabkan persoalan kesehatan lain, seperti kehilangan control berkemih dan tidak dapat ereksi. Jadi bicarakan dengan dokter anda tentang kemungkinan kanker prostat dan pro-kontra pemeriksaan PSA. Bagaimana mengobati kanker prostat? Pengobatan kanker prostat sangant bergantung pada jenis kanker yang diderita, sejauh mana kanker sudah menyebar, usia dan kondisi medis umum. Pemilihan pengobatan prostat mungkin tidak cocok untuk setiap kanker prostat. Rencana pengobatan harus secara individual untuk setiap pasien. Pilihan Medis untuk mengobati kanker prostat adalah Radiasi Terapi hormon Operasi Transurethral  resection  of  the  prostate (TURP) ?  digunakan pada penyakit tahap awal untuk membuang  jaringan yang memblokir buang air kecil. Kemoterapi Apa saja komplikasi dari pengobatan kanker prostat ? Komplikasi dari kanker prostat dapat terjadi dan biasanya disebabkan oleh kanker itu sendiri atau karena  pengobatan. Inkontinensia urin dan disfungsi ereksi adalah yang paling ditakuti  orang yang memiliki kanker prostat. Namun ada terapi untuk membantu meringankan atau mengobati kondisi ini. Komplikasi dari kanker prostat: Kanker menyebar (metastasis), kanker prostat dapat bermetastasis ke organ di dekatnya, tulang, paru-paru atau kelenjar getah bening. Pengobatan untuk kanker prostat yang telah menyebar dapat dilakukan dengan terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi. Nyeri sekali. kanker telah mencapai tulang, Pengobatan ditujukan untuk terapikanker sering dapat menghilangkan  rasa nyeri yang signifikan. Kencing ngompol (inkontinensia), baik kanker prostat dan perawatannya dapat menyebabkan inkontinensia. Pengobatan tergantung pada jenis inkontinensia, Perawatan termasuk modifikasi perilaku, latihan untuk memperkuat otot panggul, obat-obatan dan kateter. Disfungsi ereksi atau impotensi, disfungsi ereksi dapat diakibatkan kanker prostat atau terapinya , termasuk perawatan bedah, radiasi atau hormon. Beberapa obat dengan alat vakum yang akan membantu mengatasi disfungsi ereksi ini. Depresi,banyak orang mungkin merasa tertekan setelah didiagnosa menderita kanker prostat atau setelah mencoba untuk mengatasi efek samping pengobatan. Perawatan seperti konseling atau antidepresan dapat membuat perbedaan yang signifikan. Apakah kanker prostat dapat dicegah? Tentu saja tidak, tetapi beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko atau menghambat perkembangan penyakit ini. Gizi yang baik, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan meningkatkan jumlah buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat. Bawang putih, arugula, bok choy, brokoli, kubis Brussel, kol dan kembang kol juga dapat membantu melawan kanker .Diet makanan yang mengandung zat yang disebut antioksidan (vitamin C dan E dan beta karoten) mungkin protektif (tomat, jeruk, semangka). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memakan vitamin E atau  antioksidan dapat mengurangi resiko kanker prostat juga tumor organ padat lainnya. Olahraga dapat mengurangi resiko kanker prostat dengan meningkatkan sistem kekebalan, meningkatkan sirkulasi dan mempercepat proses pencernaan - yang mungkin memainkan peran dalam pencegahan kanker. Olahraga teratur juga memainkan peran penting dalam mencegah pembesaran prostat jinak.  
 24 Sep 2015    16:00 WIB
Pengobatan Pembesaran Prostat dan Efek Sampingnya
Prostat merupakan suatu organ pria yang terletak di perut bagian bawah, tepat di bawah kandung kemih. Prostat berfungsi untuk menghasilkan cairan mani yang biasanya dikeluarkan bersamaan dengan pengeluaran sperma (ejakulasi). Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, prostat pun semakin membesar. Hal ini dapat menimbulkan gangguan buang air kecil bila pembesaran prostat telah menekan uretra. Uretra merupakan suatu saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang penis yang berfungsi untuk mengalirkan air kemih dari kandung kemih ke lubang penis untuk dikeluarkan saat buang air kecil. Penekanan prostat pada uretra menyebabkan uretra menyempit sehingga menyulitkan pengeluaran air kemih yang seringkali menimbulkan gejala air kemih menetes atau aliran air kemih tidak lancar. Sebagian besar pria biasanya mulai mengalami pembesaran prostat ini saat berusia 50-70 tahun. Pembesaran prostat diduga merupakan salah satu bagian dari proses penuaan pada pria, walaupun tidak semua pria mengalaminya. Berdasarkan penelitian, pembesaran prostat terjadi akibat perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan bantuan enzim 5-alfa reduktase yang dapat menyebabkan pembengkakan prostat. Perubahan hormon testosteron ini terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Obat bagi pembesaran prostat yang banyak digunakan saat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim 5-alfa reduktase ini. Akan tetapi, dengan terhambatnya proses ini, tubuh pun menggunakan enzim aromatase untuk mengubah testosteron menjadi estrogen. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar estrogen pada pria yang dapat menimbulkan berbagai masalah, yaitu: Berperan dalam pembesaran prostat Menurunkan gairah seksual Menyebabkan pembesaran payudara pada pria (ginekomastia) Menyebabkan peningkatkan berat badan dan rambut rontok Selain berbagai masalah di atas, obat ini pun dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat bila digunakan dalam jangka waktu lama. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai pilihan pengobatan pembesaran prostat lain yang dapat anda lakukan.   Sumber: newsmax
 11 Sep 2015    20:00 WIB
Hati-hati, pembungkus makanan dapat menyebabkan kanker!
Angka kejadian kanker prostat terus meningkat pada beberapa tahun belakangan ini. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa hal ini mungkin berhubungan dengan sebuah bahan kimia yang banyak digunakan di dalam pembungkus makanan dan makanan kaleng.   Baca juga: Tanda BPA Free Bukan Berarti Minuman Anda Aman   Bisphenol A merupakan suatu bahan kimia yang banyak digunakan oleh pabrik pembuat berbagai jenis botol plastik, tempat makan plastik, pembungkus makanan, dan makanan kaleng.   Para ahli sebenarnya telah lama menduga bahwa bisphenol A dapat mengganggu hormon seks manusia, yang mungkin turut berperan dalam peningkatan kasus kanker prostat belakangan ini.   Seorang ahli biologi di the University of Missouri mengatakan bahwa permasalahan ini telah dimulai sejak bayi masih berada di dalam kandungan ibunya dan dampaknya baru akan terlihat bertahun-tahun setelah bayi lahir. Masuknya dosis kecil tetapi sering dari bisphenol A pada makanan wanita hamil diduga dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan mikroskopis pada sel-sel tubuh.   Para ahli mengatakan bahwa berbagai perubahan ini biasanya tidak terdeteksi saat bayi baru lahir. Gejala biasanya baru mulai terlihat bertahun-tahun kemudian dalam bentuk berbagai perubahan di uretra (suatu saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dengan lubang kencing), pembesaran kelenjar prostat, dan kanker prostat.   Berbagai perubahan di atas terjadi karena bisphenol A menyebabkan terjadinya perubahan genetik (mutasi genetik) pada gen yang berfungsi untuk mengatur pembelahan sel. Akibatnya, pembelahan sel pun akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria. Pembelahan sel yang melebihi batas normal inilah yang merupakan dasar dari terjadinya kanker.   Selain turut berperan dalam terjadinya kanker prostat, para ahli juga menemukan bahwa paparan bisphenol A dalam dosis kecil ternyata berhubungan dengan terjadinya obesitas dan sindrom ovarium polikistik pada wanita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: menshealth