Your browser does not support JavaScript!
 27 Nov 2014    11:00 WIB
Efek Samping Terapi Hormon Untuk Kanker Payudara
Beberapa kanker payudara terbentuk karena adanya peningkatan kadar estrogen dalam tubuh kita, sehingga diberikan terapi hormon sebagai pengobatan. Hormon-hormon ini bekerja melawan estrogen untuk menghentikan pertumbuhan tumor. Hal ini dilakukan dengan menghalangi kerja hormon estrogen ataupun memperlambat produksi hormon estrogen. Sering kali para ahli bedah akan merekomendasikan terapi hormon untuk mengurangi ukuran tumor sebelum dilakukan operasi sehingga dapat mengurangi kerusakan pada jaringan sekitarnya. Apabila kanker sudah menyebar maka seseorang yang dilakukan tindakan operasi akan tetap menjalani terapi hormon yang biasanya dilakukan selama 5 tahun paska operasi. Manfaat dilakukannya terapi hormon: Mencegah pembentukan kembali kanker Mengurangi risiko terjadinya kanker dengan jenis yang sama dibagian tubuh lainnya dari payudara. Memperlambat atau dalam beberapa kasus menghentikan penyebaran kanker Mengurangi ukuran tumor yang ada sebelum tindakan operasi Beberapa efek samping yang terjadi pada terapi hormon meliputi: Impotensi pada pria dengan kanker payudara Sakit kepala Keputihan, kekeringan atau iritasi Mual Ruam kulit Kelelahan Nyeri pada sendi dan otot Ketidakteraturan menstruasi Risiko yang lebih serius tapi kurang umum terjadi Katarak Stroke Osteoporosis Mudah mengalami patah tulang karena kehilangan massa tulang Penyakit jantung Pembekuan darah di pembuluh darah Endometrium atau kanker vagina Sumber: newhealthguide
 12 Nov 2014    09:00 WIB
8 Hal yang Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Payudara
  Berat Badan Memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara hingga 30-60%. Hal ini dikarenakan estrogen diproduksi di dalam sel-sel lemak, jadi semakin lemak sel-sel lemak yang Anda miliki, maka kadar hormon estrogen Anda pun akan semakin tinggi, yang dapat memicu pertumbuhan tumor. Selain itu, di mana penumpukkan lemak terjadi di dalam tubuh Anda ternyata juga berperanan dalam peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa berapa ukuran lingkar perut seorang wanita juga berpengaruh, karena lemak yang terutama tertumpuk di bagian perut turut berperanan dalam peningkatan resiko terjadinya kanker payudara.   Aktivitas Fisik Memiliki gaya hidup aktif alias rajin berolahraga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker payudara. Hal ini dikarenakann olahraga dapat menurunkan proses inflamasi (radang) di dalam tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Selain itu, berolahraga juga dapat menurunkan kadar glukosa (gula) dan insulin di dalam aliran darah serta dapat membantu proses metabolisme estrogen yang dapat membantu mencegah terjadinya kannker. Para peneliti juga menemukan bahwa para wanita yang memiliki resiko tinggi (mutasi BRCA) juga dapat memperoleh manfaat positif dengan rajin berolahraga. Oleh karena itu, berolahragalah selama setidaknya 1 jam setiap harinya selama 4 atau 5 hari seminggu.   Konsumsi Minuman Beralkohol Beberapa penelitian telah menemukan adanya hubungan antara peningkatan konsumsi minuman beralkohol dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol di saat remaja (sejak menstruasi pertama dimulai) hingga kehamilan pertama dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Para ahli menduga semakin banyak minuman beralkohol yang Anda konsumsi, maka semakin tinggi pula resiko Anda untuk menderita kanker payudara.   Makanan yang Dikonsumsi Penelitian lainnya menemukan bahwa mengurangi konsumsi daging merah dan meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini dikarenakan beberapa jenis sayuran seperti kembang kol dapat membantu mengurangi peradangan dan membantu menyeimbangkan estrogen di dalam tubuh. Sedangkan wortel dan tomat dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara karena mengandung banyak karotenoid. Selain itu, membatasi konsumsi gula dan makanan berlemak juga dapat membantu melindungi Anda dari kanker payudara.   Genetika Seorang wanita yang mengalami mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 memiliki resiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara bila dibandingkan dengan wanita lainnya yang tidak mengalami mutasi genetik tersebut. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa seorang wanita yang berusia kurang dari 40 tahun dan mengalami mutasi gen PALB2 juga lebih beresiko untuk mengalami kanker payudara (8-9 kali lipat) dibandingkan dengan wanita lain yang tidak mengalami mutasi gen tersebut.   Riwayat Kesehatan Keluarga Jika Anda tidak mengalami mutasi gen tertentu dan tidak ada anggota keluarga lain yang juga mengalami mutasi genetik, bukan berarti Anda telah sepenuhnya terbebas dari resiko menderita kanker payudara. Memiliki anggota keluarga tingkat pertama (ibu, saudara kandung perempuan, atau anak perempuan) yang menderita kanker payudara dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara hingga 2 kali lipat. Memiliki 2 anggota keluarga tingkat kedua (tante atau keponakan perempuan) yang menderita kanker payudara dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara hingga 3 kali lipat.   Ras Kanker payudara memang dapat mengenai setiap wanita, apapun rasnya, akan tetapi wanita kulit hitam (keturunan Afrika-Amerika) memiliki resiko yang lebih tinggi, yaitu hingga 40% untuk mengalami kanker payudara dibandingkan dengan wanita kulit putih. Para peneliti masih tidak mengetahui apa penyebab wanita kulit hitam memiliki resiko kanker payudara yang lebih tinggi daripada wanita kulit putih. Akan tetapi, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa wanita kulit hitam biasanya menderita kanker payudara yang lebih agresif.   Racun Pada Lingkungan Berbagai racun yang terdapat pada lingkungan di sekitar Anda diduga turut berperanan dalam terjadinya kanker payudara, terutama racun yang disebut dengan pengganggu endokrin, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Berbagai zat kimia ini biasanya akan menumpuk di dalam sel-sel lemak, yang akan berperanan seperti estrogen alami manusia, yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Beberapa zat kimia pengganggu endokrin adalah bisphenol A (BPA) dan phthalates (sejenis pengawet yang biasa ditemukan pada berbagai produk kosmetika).   Sumber: womenshealthmag
 31 Oct 2014    16:00 WIB
Mengenal Lebih Jauh Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang berkembang dari sel-sel payudara. Kanker payudara biasanya dimulai dari lapisan dalam saluran susu atau lobulus. Kanker payudara yang dimulai dalam lobulus dikenal sebagai karsinoma lobular, sementara yang terjadi dalam saluran susu disebut karsinoma duktal.   Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum pada wanita di seluruh dunia. Kanker jenis ini menyumbang 16% dari semua kanker yang menyerang wanita dan 22,9% dari kanker invasif pada wanita. Sebanyak 18,2% dari semua kematian akibat kanker di seluruh dunia, termasuk laki-laki dan perempuan, berasal dari kanker payudara.   Angka kejadian kanker payudara jauh lebih tinggi di negara maju dibandingkan dengan negara berkembang. Ada beberapa alasan terjadinya fenomena ini, dengan kemungkinan harapan hidup menjadi salah satu faktor kunci - kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita lansia; perempuan di negara-negara maju hidup lebih lama dibandingkan di negara-negara berkembang. Para ahli juga meyakini gaya hidup dan kebiasaan makan yang berbeda dari perempuan di negara-negara maju dan berkembang jugamenjadi faktor penyebab. Tanda-tanda atau gejala berikut harus segera memeriksakan diri:  Adanya benjolan di payudara Rasa sakit di ketiak atau payudara yang tampaknya tidak terkait dengan periode menstruasi Pitting atau kemerahan pada kulit payudara; terkadang seperti kulit jeruk Ruam di sekitar (atau diatas) salah satu puting Pembengkakan (benjolan) di salah satu ketiak Penebalan sebuah area dari jaringan di payudara Salah satu puting mengelupas, kadang-kadang mungkin mengandung darah Perubahan puting dalam penampilan, mungkin menjadi cekung atau terbalik Perubahan ukuran atau bentuk payudara Kulit puting susu atau kulit payudara mulai mengelupas, bersisik atau menyerpih.
 20 Oct 2014    10:00 WIB
Benarkah Pakai Pil KB Beresiko lebih besar Kanker Payudara
Sebuah penelitian di tahun 2010 yang mengamati lebih dari 116.000 orang wanita menemukan bahwa para wanita yang menggunakan pil KB memang memiliki resiko menderita kanker payudara yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya. Akan tetapi, penelitian ini pun hanya memusatkan perhatian pada penggunaan pil KB dalam 1 tahun terakhir. Oleh karena itu, peningkatan resiko menderita kanker payudara mungkin tidak akan dialami oleh para wanita yang telah lama tidak lagi menggunakan pil KB. Sebuah metaanalisis dari 54 penelitian di tahun 1996 menemukan bahwa peningkatan resiko terjadinya kanker payudara akibat penggunaan pil KB akan menghilang bila seorang wanita tidak lagi menggunakan pil KB selama 10 tahun. Selain itu, hanya sedikit sekali wanita, yaitu hanya sekitar 0.5% wanita di dunia yang menggunakan pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi. Pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita hingga 2.7 kali lipat. Saat ini, dengan kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi, para ilmuwan telah berhasil membuat pil KB yang hanya mengandung estrogen dosis rendah, yang memiliki lebih sedikit efek samping.  Pil KB dengan kadar estrogen tinggi biasanya hanya diberikan pada seorang wanita bila pil KB lainnya tidak berhasil mengendalikan siklus menstruasi seorang wanita atau bila wanita tersebut menggunakan obat-obatan lainnya yang dapat berinteraksi dengan pil KB seperti obat anti kejang. Hal ini dikarenakan obat anti kejang dapat menurunkan efektivitas pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah. Pada sebagian besar wanita, kekurangan terbesar dari pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah adalah perdarahan di luar masa menstruasi.  Walaupun pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah ini juga cukup efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan (bila digunakan dengan benar) seperti halnya pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi, akan tetapi bila seorang wanita tidak mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah selama 1 hari, maka kemungkinan terjadinya kehamilan lebih besar daripada bila wanita tersebut lupa mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai pil KB mana yang tepat untuk Anda. Dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk menggunakan pil KB yang mengandung estrogen dosis rendah terlebih dahulu baru kemudian dosis ditingkatkan secara bertahap hingga ditemukan jenis dan dosis pil KB yang sesuai untuk Anda. Apapun pilihan pil KB Anda, para peneliti sepakat bahwa bagi sebagian besar wanita, pil KB memiliki lebih banyak dampak positif bagi kesehatan dibandingkan dengan resikonya. Berdasarkan data dari the American Center Society, 1 dari 8 orang wanita beresiko mengalami kanker payudara, di mana sekitar 1 dari 36 orang wanita meninggal karenanya, akan tetapi wanita muda biasanya memiliki resiko yang lebih rendah. Akan tetapi, berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2010, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi pil KB selama 15 tahun dapat menurunkan resiko terjadinya kanker indung telur dan kanker endometrium hingga 50%. Selain itu, penggunaan pil KB juga dapat membantu mengatasi gejala sindrom ovarium polikistik dan endometriosis. Keduanya merupakan gangguan organ reproduksi wanita yang dapat menyebabkan kemandulan, di mana diduga mengenai sekitar 10% wanita di dunia.     Sumber: womenshealthmag
 16 Sep 2014    09:00 WIB
Berbagai Penyebab Nyeri Payudara
Payudara adalah aset wanita yang sangat berharga. Sehingga Anda harus selalu menjaga kesehatan payudara. Mungkin Anda pernah merasakan nyeri pada payudara. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada payudara: Infeksi payudara (mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, dapat terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara). Mastalgia adalah rasa nyeri di payudara. Nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok: 1. Mastalgia siklik : berhubungan dengan menstruasi 2. Mastalgia non-siklik : tidak berhubungan dengan menstruasi dan bisa berasal dari payudara maupun struktur di sekitar payudara (misalnya otot atau persendian) Penyakit Paget pada payudara paling sering terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Kebanyakan wanita dengan penyakit Paget memiliki kanker payudara pada saluran susu. Penyakit Payudara Fibrokistik adalah suatu keadaan dimana jaringan payudara terasa berbenjol dan dapat menyebabkan nyeri. Sindroma Premenstruasi (PMS/Premenstrual Syndrome) adalah sekelompok gejala fisik dan psikologis yang dimulai beberapa hari sebelum menstruasi dan biasanya berakhir beberapa jam setelah periode menstruasi dimulai. Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Sehingga bila Anda merasakan nyeri pada payudara, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan secara langsung kepada dokter dan melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG payudara.
 19 Aug 2014    14:00 WIB
Tips Untuk Mendapatkan Hasil Mammografi Yang Baik
Seperti kita ketahui kewaspadaan para masyarakat sekarang akan kanker payudara telah meningkat. Deteksi dini kanker payudara memungkinkan untuk menemukan kasus kanker payudara sejak dini. Pengobatan  kanker payudara sejak awal mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk disembuhkan. Salah satu pemeriksaan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara adalah mammografi.  Mammografi adalah suatu prosedur sederhana menggunakan sinar X Untuk Anda yang belum pernah melakukan pemeriksaan Mammografi, berikut adalah tips saat Anda akan melakukan pemeriksaan mammografi:   Carilah rumah sakit yang sudah terakreditasi Rumah sakit yang terakreditasi dan kompeten akan memiliki peralatan yang selalu dirawat sehingga memberikan hasil pemeriksaan yang baik Cari informasi mengenai pemeriksaan mammografi dirumah sakit tersebut  Mulai dari jadwal kapan bisa dilakukan, jadwal dokter bedah untuk membantu mendiagnosa lebih jelas, harga pemeriksaan, apa saja yang harus disiapkan saat akan  melakukan pemeriksaan Bawa hasil pemeriksaan terdahulu Untuk Anda yang sudah pernah melakukan pemeriksaan mammografi maupun pemeriksaan lainnya ada baiknya Anda membawa hasil pemeriksaan yang terdahulu.  Siapkan jadwal Anda dengan baik Banyak wanita melakukan pemeriksaan mammografi tanpa memperhatikan siklus haid. Ada baiknya menghindari melakukan pemeriksaan mammografi satu minggu menjelang haid. Karena saat itu hormon meningkat dan  kulit payudara mengencang, sehingga akan akan terasa sakit saat pemeriksaan. Disarankan untuk datang sekitar 1 minggu setelah haid saat itu hormon estrogen tidak lagi meningkat sehingga tidak terasa sakit saat melakukan pemeriksaan. Jangan gunakan deodoran Jangan menggunakan deodoran, parfum, bedak ataupun lotion satu hari sebelum pemeriksaan karena akan beberapa zat yang terkandung didalamnya dapat menimbulkan bintik-bintik putih dan mengganggu hasil dari mammografi. Jangan saat hamil Untuk wanita yang sedang hamil tentu saja tidak disarankan untuk melakukan pemeriksaan mammografi. Gunakan baju yang sesuai Ada baiknya Anda menggunakan baju yang mudah dibuka mempunyai kancing didepan, saat akan dilakukan pemeriksaan. Ceritakan kondisi Anda Andalah yang mengetahui kondisi tubuh Anda, ceritakan kepada dokter apabila Anda menemukan tanda-tanda perubahan pada payudara ataupun tubuh Anda.  Ceritakan kondisi keluarga Anda Selain itu Anda juga ceritakan mengenai kondisi keluarga Anda apakah ada riwayat memiliki kanker payudara