Your browser does not support JavaScript!
 28 Aug 2018    16:00 WIB
Waspada! Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara
Walaupun jarang sekali ada pria yang didiagnosa menderita kanker payudara, akan tetapi bukan berarti mereka tidak mungkin menderita kanker yang satu. Pria juga dapat menderita kanker payudara lho! Hal ini dikarenakan pria juga memiliki jaringan payudara. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria adalah mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan keduanya dapat meningkatkan kadar hormon wanita, yaitu estrogen, di dalam tubuh pria. Kadar hormon yang abnormal inilah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria.   Baca juga: Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 0   Gejala Kanker Payudara Pada Pria Kanker payudara stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah adanya benjolan yang tidak nyeri pada payudara atau ketiak. Saat benjolan ini semakin berkembang, maka dapat terjadi perubahan bentuk dan struktur payudara. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pria untuk segera memeriksakan dirinya bila mereka menemukan adanya benjolan pada payudaranya. Selain benjolan, beberapa gejala kanker payudara lain yang dapat ditemukan pada pria adalah: Keluarnya cairan dari puting susu Puting susu terasa gatal Puting susu tampak kemerahan dan bersisik Puting susu tertarik ke dalam Kulit payudara tampak mengkerut Perubahan ukuran dan bentuk payudara Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk   Kanker Payudara Lebih Mudah Dideteksi Pada Pria Daripada Wanita Karena ukuran payudara pria yang lebih kecil, maka adanya benjolan pada payudara pria biasanya dapat lebih mudah disadari. Akan tetapi, banyak pria yang sering tidak menghiraukan berbagai gejala kanker payudara di atas. Apalagi, para dokter yang memeriksa juga seringkali tidak menduga adanya benjolan pada payudara pria sebagai sebuah sel kanker. Selain itu, pada sebagian besar kasus, kanker payudara yang diderita oleh para pria adalah kanker payudara yang cukup ganas (sub tipe luminal B), yang dapat sangat berbahaya bila terlambat didiagnosa. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda bila Anda menemukan adanya benjolan pada payudara Anda. Memang benar bahwa resiko terjadinya kanker payudara akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Akan tetapi, langkah terpenting untuk mengatasi kanker payudara adalah mendeteksinya sedini mungkin dengan cara mengetahui bagaimana keadaan payudara Anda yang normal dan tahu kapan harus mencari pertolongan medis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 25 Aug 2018    18:00 WIB
Membaca Sikap dan Mengetahui Pasangan yang Cocok Berdasarkan Bentuk Payudara
Tahukah Anda bahwa bentuk payudara seorang wanita ternyata juga dapat menjelaskan seperti apa kepribadian yang dimilikinya? Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa bentuk payudara wanita dan bagaimana kepribadiannya.   SWOOPING BREAST Wanita dengan payudara naik ke atas cenderung memilih pria yang sesuai dengan kriterianya. Karena sekali ia jatuh cinta, maka ia akan setia pada pasangannya. Ia bahkan tidak keberatan jika sang suami memintanya menjadi seorang ibu rumah tangga penuh waktu dan merawat anak-anaknya di rumah. Pria ideal bagi wanita ini adalah pria yang punya rasa humor tinggi dan mempunyai kepribadian terbuka. Untuk memilih pasangan hidup, wanita ini tidak akan menilai dari harta, tetapi latar belakang keluarga si lelaki.   PAYUDARA BESAR (SWELLING BREAST) Wanita pemilik payudara besar memiliki pemikiran luas, rendah hati, baik hati, dan falsafah hidupnya adalah kehidupan ini pendek. Ia juga merupakan seorang wanita yang mudah memaafkan orang lain yang bersalah terhadapnya. Akan tetapi, ia juga tidak suka bila kebebasannya dikekang, sehingga ia pun selalu mendukung kebebasan dan kemandirian. Karena kepribadian dan sikapnya yang hangat, ramah, dan terbuka; maka wanita jenis ini pun mudah bergaul dengan pria. Anda akan terlibat dalam percakapan akrab meski baru mengenalnya.   Pria ideal bagi wanita ini adalah pria yang juga menjunjung tinggi kebebasan dan memiliki gaya hidup aktif. Wanita jenis ini biasanya menginginkan seorang pria yang bertanggung jawab dan dapat diajak berdiskusi saat ada masalah.   PAYUDARA KECIL Wanita dengan payudara kecil biasanya memiliki sifat yang terbuka, mampu memahami orang lain, dan sabar, sehingga membuat wanita ini dikenal sebagai orang baik hati dan penolong. Wanita dengan payudara demikian bercita-cita menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi anak-anaknya.   Pasangan yang cocok bagi wanita ini adalah pria yang punya pekerjaan tetap. Hal ini dikarenakan wanita ini tidak tahan menghadapi stress berkepanjangan. Jika mengalami stress maka ia akan mudah jatuh sakit.   Baca Juga: Posisi Tidur dan Kepribadian Anda   WIDENING BREAST Wanita dengan bentuk payudara melebar merupakan seorang wanita yang dapat merasa bosan bila diharuskan untuk selalu mendampingi pasangannya ke mana pun pasangannya tersebut pergi. Hal ini dikarenakan ia merupakan seorang wanita yang mandiri. Sayangnya, wanita dengan payudara jenis ini juga merupakan seorang wanita yang cerewet dan suka membesar-besarkan masalah, walaupun mereka tidak enggan untuk membantu orang yang membutuhkan. Wanita ini selalu jujur dan berterus terang mengenai perasaannya.   Pria yang merupakan anak sulung tidak cocok dengan wanita ini karena anak pertama cenderung memiliki keinginan untuk mengatur segala sesuatu. Bagi wanita ini, pernikahan bukanlah suatu hal yang menyenangkan, akan tetapi bila ia pada akhirnya menikah juga, dengan anehnya ia akan segera berubah.   SAGGING BREAST Wanita dengan bentuk payudara turun merupakan seorang wanita yang tidak kenal kata menyerah. Hobinya adalah membaca dan sangat tertarik pada seni. Ia cenderung selalu mengikuti kata hatinya.   Pria yang ideal bagi wanita ini adalah seseorang yang dapat mengerti dan menerima dirinya apa adanya. Hal ini dikarenakan wanita dengan bentuk payudara ini cenderung sombong, egois, dan suka melakukan sesuatu seenaknya.   PAYUDARA SNOOPY (AREOLA BESAR) Wanita dengan bentuk payudara snoopy biasanya merupakan seorang wanita tomboy. Perilaku tomboy ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia wanita tersebut, terutama setelah mereka memasuki masa remaja (mereka akan menjadi lebih feminim).   Ia tidak suka dipaksa atau dikekang oleh orang lain. Karena ia memiliki gengsi dan harga diri yang tinggi maka terkadang sulit baginya untuk bersikap rendah hati. Ia suka membandingkan teman-temannya dengan temannya yang lain. Pria ideal bagi wanita ini adalah seseorang yang dapat dipercaya dan selalu ada di sampingnya di saat sedih maupun senang.   PLUMP BREAST Wanita dengan payudara jenis ini tidak pernah memiliki hubungan asmara yang serius. Kadangkala, ia tidak perduli dengan perasaan orang lain. Akan tetapi, saat ia telah memutuskan untuk berkomitmen, maka ia akan sangat menyayangi keluarga pasangannya tersebut dan berusaha untuk memenuhi semua persyaratan yang diinginkan oleh pasangan dan keluarganya. Wanita ini mungkin terlihat seperti seorang wanita yang baik dan bertanggung jawab, akan tetapi sebenarnya ia merupakan seorang wanita pemarah. Pria ideal bagi wanita dengan bentuk payudara ini adalah seorang pria macho dan menawan.   CONSTRICTED BREAST Wanita yang memiliki bentuk payudara seperti ini sangat menghargai kebebasan dan sangat teoritis. Ia seringkali bertengkar dengan dirinya sendiri dan orang lain, akan tetapi juga dapat dengan mudah menemukan jalan keluar dari masalah yang ia miliki. Ia sangat berbakat di bidang seni sepert dekorasi interior dan kerajinan tangan, memasak, dan memelihara hewan. Walaupun cukup keras kepala, tetapi wanita dengan bentuk payudara constricted biasanya juga merupakan seseorang yang hangat, penuh kasih sayang, dan dapat dipercaya.   Pria ideal bagi wanita ini adalah seorang pria yang gesit dan pendiam. Hal ini dikarenakan mereka lebih suka seseorang yang sedikit berbicara dan banyak bekerja.   DADA RATA (PECTUS CARINATUM BREAST/DOWN BREAST) Wanita dengan bentuk payudara ini biasanya sangat sensitif. Ia akan merasa dikhianati bila ia tidak mendapatkan cukup perhatian yang ia inginkan. Wanita ini sangat polos dan biasanya tidak berpengalaman dalam hal seks, akan tetapi hal ini biasanya akan membaik setelah ia menikah. Setelah menikah, wanita ini biasanya akan menjadi seorang istri yang baik, yang akan menyambut suaminya saat pulang kerja. Pria ideal bagi wanita ini adalah seseorang yang suka mengatur, penuh semangat, dan tegas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: daily, onhealth
 31 Jan 2018    18:00 WIB
Faktor Resiko dan Pengobatan Kanker Payudara Pada Pria
Seperti halnya wanita, para pria pun dapat mengalami kanker payudara, walaupun lebih jarang. Hal ini dikarenakan para pria juga memiliki jaringan payudara walaupun jauh lebih sedikit daripada wanita. Faktor resiko terjadinya kanker payudara pada pria pun juga sama seperti pada wanita. Beberapa hal yang telah diketahui dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria adalah: Mutasi gen BRCA2 Konsumsi alkohol secara berlebihan Obesitas Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara Menderita gangguan hati Pernah terpapar oleh radiasi Oleh karena itu, para pria pun dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke seorang dokter bila menemukan adanya benjolan pada payudaranya.   Baca juga: Beberapa Hal Mengenai Kanker Payudara Pada Pria   Pengobatan kanker payudara pada pria pun sama dengan pengobatan kanker payudara pada wanita. Pengobatan terbaik bagi kanker payudara adalah mengangkat benjolan atau jaringan kanker melalui tindakan pembedahan. Akan tetapi, tindakan pembedahan hanya dapat dilakukan bila kanker diketahui sejak dini dan belum menyebar. Tergantung pada stadium dan jenis kankernya, setelah tindakan pembedahan biasanya akan dilakukan terapi tambahan lainnya seperti kemoterapi, radiasi, terapi hormonal, dan targeted therapy. Jika kanker telah memasuki stadium lanjut dan sudah menyebar ke bagian tubuh lain, maka tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan. Pada keadaan demikian, kemoterapi merupakan pilihan terapi yang paling baik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 26 Aug 2017    11:00 WIB
Apakah Kanker Payudara Anda Kembali Kambuh?
Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa suatu pemeriksaan darah sederhana dapat digunakan untuk menemukan penanda sel-sel kanker sehingga dapat membantu mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Pada pemeriksaan darah ini, para peneliti memeriksa ada tidaknya sel-sel tumor yang bersikulasi di dalam darah (CTCs) pada penderita kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa darah 2.000 orang penderita kanker payudara yang telah melalui tindakan pembedahan, tetapi sebelum dilakukan tindakan kemoterapi dan 1.500 penderita kanker payudara yang telah melakukan tindakan kemoterapi. Para peneliti membagi peserta penelitian menjadi 4 kelompok, yaitu:•  Penderita yang memiliki CTC sebelum dan setelah tindakan pengobatan•  Penderita yang tidak memiliki CTC sebelum maupun setelah tindakan pengobatan•  Penderita yang memiliki CTC sebelum pengobatan, tetapi tidak memilikinya lagi setelah tindakan pengobatan•  Penderita yang hanya memiliki CTC setelah tindakan pengobatan Pada penelitian ini, para peneliti mengamati para peserta penelitian hingga 3 tahun kemudian. Hasilnya adalah pemeriksaan sel tumor ini mungkin dapat membantu memprediksi penyebaran sel-sel kanker, baik sebelum maupun setelah tindakan kemoterapi dilakukan. Peserta penelitian yang memiliki CTCs di dalam darahnya sebelum dan setelah tindakan pengobatan memiliki angka kekambuhan kanker yang paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Secara umum, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang memiliki CTCs memiliki waktu bebas penyakit yang lebih singkat daripada orang yang tidak memiliki CTCs, artinya orang yang memiliki CTCs memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kekambuhan kanker payudara. Akan tetapi, bukan berarti semua orang yang memiliki CTCs di dalam darahnya pasti akan mengalami kekambuhan kanker payudara dan bukan berarti semua orang yang tidak memiliki CTCs di dalam darahnya tidak akan mengalami kekambuhan kanker payudara.Sumber: newsmaxhealth
 26 Aug 2017    08:00 WIB
Fakta Seputar Kanker Payudara
Di bawah ini terdapat beberapa hal yang seringkali ditanyaka oleh para wanita, baik yang tidak menderita kanker payudara maupun yang telah menderita kanker payudara. Semoga dengan mengetahui jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut dapat membantu Anda.Apakah Saya Beresiko Menderita Kanker Payudara?Setiap orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara sebelum memasuki masa menopause atau memiliki beberapa anggota keluarga yang mengalami kanker payudara memiliki resiko yang tinggi. Untuk itu, dianjurkan agar Anda mulai melakukan pemeriksaan mammogram saat Anda berusia 30 tahun atau kurang, tergantung pada keadaan Anda. Jika Anda tidak memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara, maka lakukanlah pemeriksaan mammogram saat Anda berusia 40 tahun. Apakah Mengkonsumsi Pil KB Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Payudara?Hubungan antara kanker payudara dan pil KB tampaknya hanya berupa suatu hubungan yang lemah. Paparan estrogen memang dapat meningkatkan resiko kanker payudara, akan tetapi pil KB yang sekarang ini banyak dikonsumsi telah mengandung jauh lebih sedikit hormon daripada dulu. Akan tetapi, belum dilakukan penelitian mengenai efek pil KB pada perempuan yang berusia pertengahan hingga akhir 40 tahun untuk membantu mengatasi berbagai gejala menopause. Apakah Makanan dan Olahraga Mempengaruhi Resiko Kanker Payudara?Mengkonsumsi diet sehat dan berolahraga secara teratur tidak serta merta menghilangkan semua resiko kanker payudara Anda. Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keduanya dapat membantu menurunkan resiko kanker payudara dan menurunkan resiko kekambuhan pada wanita yang telah mengalaminya. Mengkonsumsi minuman beralkohol sebanyak segelas atau lebih setiap harinya telah banyak dihubungkan dengan peningkatan resiko kanker payudara pada semua wanita, baik yang beresiko tinggi maupun tidak. Apakah Radiasi Sinar X dari Mammogram Dapat Menyebabkan Kanker?Kemungkinan radiasi sinari X dari mammogram dapat meningkatkan resiko kanker lebih kecil dibandingkan dengan manfaatnya untuk menemukan kanker. Mammogram hanya menggunakan sedikit sekali radiasi sinar X dibandingkan dengan pemeriksaan lain. Bahkan wanita hamil pun dapat melakukan pemeriksaan mammogram jika sangat diperlukan, tetapi tetap dengan menggunakan pelindung radiasi di bagian perut.Kapan Saya Harus Melakukan Pemeriksaan MRI atau USG?Dokter Anda mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan MRI atau USG saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau setelah Anda melakukan pemeriksaan mammogram, terutama bila Anda memiliki resiko tinggi kanker payudara. USG dapat membantu menentukan apakah suatu massa yang ditemukan di dalam tubuh Anda merupakan suatu massa padat, yang membutuhkan tindakan biopsi atau merupakan kista berisi cairan yang tidak berbahaya. MRI dapat menyingkirkan kemungkinan keganasan dengan menggunakan kontras yang dimasukkan melalui pembuluh darah. Karena pemeriksaan MRI dengan kontras ini dapat menemukan keganasan yang tidak terduga, maka para ahli seringkali menyarankan para wanita yang beresiko tinggi menderita kanker payudara untuk melakukan pemeriksaan MRI dan mammogram setiap tahunnya saat berusia 30 tahun.Apakah Saya Perlu Melakukan Pemeriksaan Darah Untuk Mendeteksi Gen Kanker Payudara?Anda tidak perlu melakukan pemeriksaan darah ini kecuali bila Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara. Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan untuk orang yang memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker payudara sebelum memasuki masa menopause, di mana kanker lebih cepat berkembang daripada kanker payudara yang terjadi paska menopause atau bila memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara dan kanker indung telur. Apakah Kista Jinak Dapat Berubah Menjadi Keganasan?Bila benjolan yang Anda miliki benar-benar merupakan kista, maka benjolan ini tidak akan berubah menjadi keganasan. Dokter biasanya akan melakukan tindakan USG untuk memastikan apakah benjolan tersebut benar-benar merupakan kista atau bukan. Bila benjolan yang Anda miliki merupakan kista, maka tidak perlu dilakukan pengobatan, kecuali bila kista tersebut menimbulkan rasa nyeri, yang memerlukan tindakan drainase kista (pengeluaran cairan di dalam kista).Sumber: realsimple
 06 Aug 2017    08:00 WIB
Penelitian Terbaru Mengenai Hubungan Antara Pil KB dan Kanker Payudara
Anda mungkin sudah pernah mendengar mengenai adanya hubungan antara pil KB dan kanker payudara. Walaupun banyak penelitian menunjukkan bahwa pil KB dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, akan tetapi berbagai penelitian ini juga menunjukkan bahwa resiko ini akan hilang bila Anda tidak lagi menggunakan pil KB selama 10 tahun. Sedangkan beberapa penelitian lainnya tidak menemukan adanya hubungan signifikan antara penggunaan pil KB dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa hormon estrogen yang terdapat di dalam pil KB merupakan kunci penting yang menghubungan antara penggunaan pil KB dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa para wanita yang mengkonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dosis tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa riwayat penggunaan obat dari 1.102 orang wanita yang telah didiagnosa menderita kanker payudara. Para peneliti kemudian membandingkan jenis pil KB yang mereka gunakan selama satu tahun terakhir dengan jenis pil KB yang digunakan oleh 21.952 orang wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudara. Para peneliti membagi pil KB dalam 3 kategori, yaitu pil KB yang hanya mengandung sedikit estrogen sintetik (sekitar 20 mcg etinil estradiol), pil KB yang mengandung estrogen sintetik dalam jumlah sedang (sekitar 30-35 mcg etinil estradiol atau 50 mcg mestranol), dan pil KB yang mengandung banyak estrogen sintetik (sekitar 50 mcg etinil estradiol atau 80 mcg mestranol). Para peneliti kemudian menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen yang tinggi dalam 1 tahun terakhir memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker payudara (2.7 kali lipat).  Sementara itu, wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen sedang dalam 1 tahun terakhir memiliki resiko menderita kanker payudara yang lebih rendah (1.6 kali lipat). Sedangkan wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen rendah sama sekali tidak mengalami peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan hormon seks wanita, yaitu estrogen merupakan salah satu hormon yang turut berperan dalam pertumbuhan jaringan payudara dan para peneliti menduga bahwa dosis dan jenis estrogen yang terdapat di dalam pil KB dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Selain itu, hormon progestin yang juga terdapat di dalam pil KB mungkin juga memiliki peranan. Sumber: womenshealthmag
 04 Sep 2016    12:00 WIB
Fakta-fakta Menarik Tentang Payudara Wanita!
Seperti halnya rambut yang merupakan mahkota para wanita, payudara merupakan bagian tubuh lainnya yang juga sangat penting bagi seorang wanita. Di bawah ini terdapat beberapa fakta menarik mengenai payudara yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya.   1.       Tidak Puas Tahukah Anda bahwa sebagian besar wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya? Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Sexual Health, sekitar 70% wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya.   2.       Titik Sensitif Tahukah Anda bahwa seorang wanita dapat mencapai orgasme dengan adanya stimulasi pada puting payudaranya? Orgasme yang dicapai karena adanya stimulasi pada puting payudara ini disebut dengan nipplegasme. Sekitar 80% wanita mengatakan bahwa stimulasi pada daerah payudara, baik berupa sentuhan atau pijatan pada payudara saat berhubungan intim dapat membuat mereka cepat merasa bergairah.   Baca Juga: Tanda dan Gejala Kanker Payudara Pada Pria   3.       Dapat Bergerak Hingga 20 cm Tahukah Anda bahwa saat Anda berolahraga payudara Anda ternyata dapat bergerak hingga sejauh 20 cm, baik ke arah atas, bawah, maupun samping? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menggunakan sport bra yang tepat saat berolahraga.   4.       Ukuran Payudara Kanan dan Kiri Tidak Sama Apakah Anda pernah memperhatikan ukuran payudara kanan dan kiri Anda? Apakah ukurannya tampak berbeda? Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara kanan dan kiri yang tidak sama, di mana salah satu payudara 1/5 kali lebih besar daripada payudara lainnya. Keadaan ini merupakan suatu hal yang normal.  Baca juga:  Ingin Payudara Lebih Kencang? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 13 Aug 2016    15:00 WIB
Wanita dan Berusia 40 Tahun? Perhatikan Hal Berikut Ini!
Apakah Anda seorang wanita yang baru saja mulai memasuki usia 40 tahun dan memiliki beberapa pertanyaan seputar kesehatan? Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat menjawab pertanyaan Anda seputar pemeriksaan mamografi, perlu tidaknya penggunaan pil KB, dan bagaimana tingkat kesuburan Anda. Banyak wanita yang memasuki usia 40 tahun tidak mengetahui bahwa sistem reproduksi mereka pun mulai mengalami perubahan, seperti penurunan kesuburan dan mulai timbulnya berbagai gejala menopause. Selain itu, wanita yang memasuki usia 40 tahun juga perlu mulai mewaspadai berbagai gangguan kesehatan seperti kanker payudara, penyakit jantung, dan osteoporosis. Hal ini dikarenakan meningkatnya resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan tersebut seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka.    Pemeriksaan Mamografi Mamografi merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat mendeteksi adanya benjolan pada payudara, yang dapat membantu menemukan kanker payudara sedini mungkin. Banyak wanita merasa ragu untuk melakukan pemeriksaan mamografi karena rasa tidak nyaman saat pemeriksaan dilakukan dan akibat kekhawatiran terpapar oleh radiasi. Selain itu, banyak wanita merasa bingung mengenai kapan mereka harus mulai melakukan pemeriksaan mamografi. Berkonsultasi dengan dokter Anda dapat membantu Anda mengetahui kapan pemeriksaan mamografi sebaiknya dilakukan dan apa resiko serta manfaatnya bagi Anda.   Pil KB Walaupun tingkat kesuburan seorang wanita akan menurun dengan sangat cepat saat berusia lebih dari 43 tahun, kehamilan masih tetap dapat terjadi. Oleh karena itu, berusia 40 tahun bukan berarti Anda tidak lagi memerlukan pil KB untuk mencegah terjadinya kehamilan.  Selain itu, penggunaan pil KB juga dapat membantu mengatasi beberapa gejala menopause yang mulai timbul seperti hot flashes, gangguan tidur, dan rasa mudah marah.   Tingkat Kesuburan Pada negara maju, banyak wanita baru mulai ingin berkeluarga dan memiliki anak setelah mereka berusia 40 tahun. Walaupun kehamilan tetap dapat terjadi setelah Anda berusia 40 tahun, akan tetapi kemungkinannya pun menjadi lebih rendah bila dibandingkan dengan saat Anda berusia lebih muda. Selain itu, Anda pun perlu memperhatikan kualitas sel telur yang Anda miliki.  Seorang ahli di Amerika menganjurkan agar para wanita ini melakukan suatu pemeriksaan darah untuk mengetahui bagaimana fungsi indung telur, yang dilanjutkan dengan konsultasi pada seorang dokter spesialis endokrinologi reproduksi. Dengan demikian, para wanita ini dapat mengetahui bagaimana keadaan sistem reproduksinya dan mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuannya yaitu memiliki anak.   Sumber: sfgate