Your browser does not support JavaScript!
 22 Dec 2019    16:00 WIB
Apa Hubungan Antara Kedelai dan Kanker Payudara?
Apakah kedelai dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara atau justru melindungi Anda dari kanker payudara? Hingga saat ini, para peneliti masih saling berdebat mengenai hal ini. Hal ini dikarenakan berbagai penelitian memiliki hasil yang berbeda-beda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kedelai dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel tumor. Sementara itu, berbagai penelitian lainnya menemukan bahwa kedelai justru dapat melindungi seseorang dari kanker.  Akan tetapi, semua penelitian di atas hanya dilakukan berdasarkan suatu data populasi umum yang tidak dapat menemukan hubungan sebab akibat yang jelas antara kedelai dan kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti membandingkan secara langsung wanita yang mengkonsumsi suplemen kedelai dengan wanita yang mengkonsumsi plasebo untuk menentukan apa efek kedelai pada gen yang berhubungan dengan kanker payudara. Para peneliti melakukan pengamatan pada sekitar 140 orang yang baru saja didiagnosa menderita kanker payudara invasif. Sekitar 2-3 minggu sebelum tindakan pembedahan dilakukan, misalnya mastektomi atau lumpektomi, para wanita ini diberikan suplemen kedelai (setara dengan 4 gelas susu kedelai berukuran 480 ml atau 4 porsi tahu besar) atau plasebo setiap harinya. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa konsumsi makanan berbahan kedelai yang diberikan selama sejangka waktu dapat mempengaruhi keadaan kanker payudara yang telah terjadi. Beberapa minggu kemudian, para peneliti menemukan bahwa beberapa orang wanita di dalam kelompok yang mengkonsumsi suplemen kedelai memiliki kadar genistein yang tinggi. Genistein merupakan bahan sisa metabolisme kedelai. Sedangkan wanita yang mengkonsumsi plasebo tidak mengalami kenaikan kadar genistein di dalam tubuhnya. Hal menarik lainnya yang ditemukan para peneliti adalah bahwa penderita dengan kadar genistein yang tinggi juga mengalami peningkatan jumlah gen yang berhubungan dengan pertumbuhan tumor. Akan tetapi, bukan berarti pertumbuhan tumor menjadi lebih agresif daripada sebelumnya. Jadi, penelitian ini menemukan bahwa mengkonsumsi banyak kedelai dalam jangka waktu singkat dapat menyebabkan perubahan proses proliferasi gen pada beberapa wanita yang menderita kanker payudara invasif, akan tetapi hal ini bukan berarti terjadi perubahan bentuk atau pertumbuhan tumor secara nyata di dalam tubuh para penderita ini. Walaupun para peneliti menemukan adanya perubahan pada ekspresi gen ini, akan tetapi para peneliti tidak mengetahui apakah perubahan ini dapat menyebabkan perubahan besar pada penderita yang mengkonsumsi suplemen kedelai dalam waktu yang lebih lama dari 2-3 minggu. Jadi apakah Anda harus membatasi konsumsi kedelai atau bahkan menghindari konsumsi kedelai secara menyeluruh jika Anda menderita kanker payudara? Hal ini mungkin tidak perlu dilakukan. Seperti banyaknya hal lain, konsumsi kedelai dalam jumlah sedang tampaknya aman bagi para penderita kanker payudara.  Selain itu, terdapat berbagai penelitian lainnya yang menunjukkan bawha konsumsi kedelai dapat membantu mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Jadi yang penting adalah berapa jumlah kedelai yang Anda konsumsi. Mengkonsumsi kedelai dalam jumlah sedang tampaknya cukup aman, tetapi dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi suplemen kedelai bila Anda telah menderita kanker payudara.       Sumber: womenshealthmag
 08 Dec 2019    16:00 WIB
Deteksi Kanker Payudara Dengan Mammografi
Seperti yang kita ketahui penyakit kanker payudara adalah pembunuh nomor satu di Indonesia pada wanita, menggantikan posisi kanker leher rahim yang dahulunya pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Ada beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara. Salah satunya adalah mammografi. Berikut adalah penjelasan mengenai mammografi untuk membantu Anda yang ingin melakukan pemeriksaan tersebut:   Apa yang dimaksud dengan mammografi? Mammografi adalah pemeriksaan sederhana dengan menggunakan mesin X-ray. Dengan menggunakan mesin mammografi tersebut, payudara ditempatkan di antara dua plat dari mesin x-ray dan akan dilakukan penekanan. Keadaan ini mungkin menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman, namun hal ini penting untuk mendapatkan hasil gambar yang baik. Penekanan tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Seluruh prosedur mammografi biasanya memakan waktu sekitar 20-30 menit untuk satu payudara.   Mammografi merupakan pemeriksaan paling utama untuk melakukan deteksi kanker payudara pada stadium awal. Meskipun hasil dari mammografi tidak 100% akurat, namun mammografi merupakan metode terbaik untuk mendeteksi kanker payudara   Kapankah seorang wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan pada wanita mulai usia 35 tahun atau yang sudah menyusui Seberapa sering harus melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan dua tahun sekali pada usia 35-50 tahun, dilakukan satu tahun sekali untuk usia diatas 50 tahun. Siapa sajakah yang sebaiknya melakukan pemeriksaan mammografi? Disarankan untuk semua wanita mulai usia 35 tahun, dengan atau tidak memiliki faktor risiko Apa yang dilakukan setelah melakukan pemeriksaan mammografi? Hasil dari mammografi adalah film (mammogram) yang akan dibacakan oleh dokter ahli radiologi Setelahnya Anda akan dikonsultasikan kepada dokter bedah atau dokter bedah onkologi   Sumber: medindia   
 10 Aug 2019    18:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 1
Kanker payudara stadium 1 merupakan kanker payudara stadium awal di mana sel-sel kanker belum menyebar keluar dari payudara (sel kanker hanya terdapat di dalam jaringan payudara) atau sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat tetapi hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. Dengan demikian, para penderita pun memiliki cukup banyak pilihan terapi dan angka ketahanan hidup selam 5 tahun mendatang pun cukup baik, yaitu sekitar 88%. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan oleh penderita kanker payudara stadium 1.   1.      Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan merupakan terapi standar bagi kanker payudara stadium 1. Karena ukuran tumor masih kecil, maka Anda mungkin hanya perlu melakukan lumpektomi dan bukannya mastektomi (pengangkatan seluruh jaringan payudara). Pada tindakan lumpektomi ini, dokter hanya akan mengangkat tumor dan sejumlah jaringan payudara di sekitarnya. Selain itu, dokter juga akan mengangkat 1 atau lebih kelenjar getah bening yang berada di dekat payudara. Terapi lainnya yang disebutkan di bawah ini biasanya merupakan terapi tambahan untuk mencegah kekambuhan kanker payudara di masa yang akan datang.   2.      Terapi Radiasi Terapi radiasi biasanya dilakukan setelah tindakan lumpektomi. Radiasi dapat membunuh sel-sel kanker yang terlewatkan saat tindakan pembedahan dilakukan.   3.      Kemoterapi Kemoterapi merupakan suatu pengobatan kanker dengan menggunakan berbagai jenis obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi seringkali dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk menurunkan resiko kekambuhan. Wanita yang memiliki tumor yang berukuran besar biasanya perlu melakukan kemoterapi.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon kadangkala diberikan pada para penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon (pertumbuhan tumor tampaknya tergantung pada hormon estrogen) setelah tindakan pembedahan dilakukan. Pemberian terapi ini bertujuan untuk mencegah tumor memperoleh hormon yang diperlukannya untuk bertumbuh. Bila para penderita belum mencapai masa menopause, maka dianjurkan agar dilakukan pengangkatan indung telur untuk menghentikan produksi hormon yang diperlukan oleh tumor untuk bertumbuh.   5.      Terapi Biologikal Terapi biologikal merupakan suatu terapi baru bagi kanker payudara. Terapi ini muncul dikarenakan para peneliti menemukan bahwa sekitar 25% wanita yang menderita kanker payudara ternyata memiliki kadar protein HER2 yang berlebihan. Protein ini membuat kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan sebuah obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengatasi kanker payudara metastatik dengan HER2 positif. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi protein sehingga membantu menghambat pertumbuhan kanker dan membuat obat kemoterapi lebih efektif. Terapi ini seringkali dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.   Sumber: webmd
 22 Jul 2019    11:00 WIB
Kemana Saja Sel Kanker Payudara Dapat Menyebar?
Jika dokter Anda memberitahu Anda bahwa kanker payudara ynag Anda derita telah menyebar ke bagian tubuh lain, hal ini berarti bahwa kanker Anda telah memasuki stadium lanjut, di mana sel-sel kanker tidak hanya ditemukan di dalam payudara Anda tetapi juga di bagian tubuh lainnya. Seberapa jauh penyebaran sel kanker tersebut merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan dokter saat menentukan stadium kanker Anda. Kanker payudara dianggap sudah mengalami metastasis bila sel kanker telah menyebar jauh dari payudara Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa bagian tubuh yang seringkali menjadi tempat "tujuan" lain dari sel-sel kanker payudara Anda.   Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening yang terdapat pada bagian ketiak, payudara, dan sekitar tulang selangka merupakan tempat pertama yang biasa "dikunjungi" oleh sel-sel kanker payudara. Jika sel kanker telah menyebar lebih jauh daripada kelenjar-kelenjar getah bening ini, maka kanker pun dianggap telah mengalami metastasis. Oleh karena itu, bila Anda didiagnosa menderita kanker payudara, maka dokter Anda biasanya akan memeriksa kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda untuk mencari tahu apakah sel-sel kanker telah menyebar ke dalamnya. Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apapun walaupun sel kanker Anda telah menyebar ke dalam kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda.   Tulang Bila sel kanker telah menyebar ke dalam tulang Anda, maka nyeri merupakan gejala awal yang biasanya ditemukan. Sel kanker dapat mengenai tulang mana pun di dalam tubuh Anda, termasuk tulang belakang, tulang lengan, dan tulang kaki. Kadangkala tulang akan menjadi rapuh sehingga mudah patah, tetapi pengobatan kanker biasanya dapat mencegah terjadinya hal ini. Jika sel kanker telah menyebar hingga ke medulla spinalis, maka Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menahan keinginan untuk buang air kecil atau besar (inkontinensia).   Baca juga: Tanda dan Gejala Kanker Payudara Pada Pria   Hati Jika sel kanker telah menyebar ke dalam hati Anda, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri perut yang menetap atau perut terasa kembung atau penuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami penurunan berat badan karena menghilangnya nafsu makan. Kulit dan bagian putih mata Anda mungkin akan menjadi kekuningan (jaundice). Hal ini terjadi karena hati Anda tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.   Paru-paru Sel kanker dapat menyebar ke dalam paru-paru atau ruangan di antara paru-paru dan tulang dada, yang akan menyebabkan air berkumpul di sekitar paru-paru Anda. Gejala yang biasa ditemukan adalah sesak napas, batuk yang tidak kunjung sembuh, dan nyeri dada. Beberapa penderita juga dapat mengalami penurunan nafsu makan dan berat badan.   Otak Walaupun terletak cukup jauh, sel kanker dari dalam payudara tetap dapat menyebar ke dalam otak. Hal ini akan membuat Anda mengalami nyeri kepala yang cukup hebat sehingga Anda pun sulit menjaga keseimbangan tubuh dan membuat Anda lebih mudah terjatuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh Anda. Anda mungkin akan mengalami perubahan perilaku atau merasa bingung atau mengalami kejang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 18 Jun 2019    18:00 WIB
Kenali Benjolan Di Tubuh yang Dapat Mematikan!
Apakah Anda menemukan adanya benjolan pada tubuh Anda? Khawatir bila benjolan tersebut merupakan tanda keganasan alias kanker? Sebenarnya, selain sebagai suatu tanda adanya keganasan, benjolan juga dapat merupakan suatu tumor jinak atau tanda adanya proses peradangan di dalam tubuh.   Seperti halnya tahi lalat, benjolan dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada payudara, leher, dan daerah kemaluan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis benjolan yang mungkin tumbuh pada tubuh manusia.   Getah Bening Benjolan yang terbentuk pada daerah ketiak dan leher; misalnya di bawah rahang, belakang telinga, dan dasar tengkorak, serta di selangkangan biasanya merupakan suatu pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus pada bagian tubuh di dekatnya.   Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu. Bila benjolan tetap ada selama lebih dari 3 minggu, maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Nodul Tiroid Benjolan kecil yang teraba keras di leher bagian depan bawah biasanya disebabkan oleh pembesaran kelenjar tiroid, yang merupakan suatu tumor jinak. Akan tetapi, untuk memastikannya dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.   Fibroadenoma Fibroadenoma atau tumor jinak di daerah payudara biasanya mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun. Benjolan biasanya berbentuk bulat, sangat mudah digerakkan, dan sebagian besar tidak berbahaya. Akan tetapi, jika benjolan terus membesar dan membuat Anda merasa khawatir, segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Kista Kista dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di daerah payudara dan daerah kemaluan. Kista dapat terasa sangat lembut dan berisi cairan. Kompres kista dengan air hangat dan oleskan krim antibiotik. Jika benjolan menetap selama lebih dari 1 bulan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Lipoma Benjolan yang terdiri dari jaringan lemak ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada kaki, tangan, dan batang tubuh. Bentuknya biasanya berupa benjolan bulat yang mudah digerakkan. Penyebabnya biasanya merupakan faktor genetika atau diturunkan dalam keluarga. Benjolan ini biasanya hanya berupa tumor jinak dan tidak berbahaya.   Baca Juga: Apakah Arti Benjolan Pada Payudara Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: penyakitkulit
 15 Feb 2019    08:00 WIB
Ketahui Kanker Payudara Melalui USG Payudara dan Mammografi
Tahukah Anda mengenai bahaya kanker payudara? Iya, kanker payudara adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Namun bahaya dari kanker payudara mempunyai kemungkinan lebih besar untuk disembuhkan apabila dilakukan pengobatan pada stadium awal Ada banyak rumah sakit yang menawarkan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, seperti USG payudara dan mammografi. Mungkin Anda bertanya pemeriksaan mana yang tepat untuk Anda. Apa itu USG Payudara? USG payudara adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan alat khusus yang menggunakan gelombang suara. USG payudara efektif untuk menermukan adanya benjolan di payudara yang masih padat sehingga alat ini efektif digunakan untuk wanita usia dibawah 35 tahun Siapa yang memerlukan USG Payudara? Wanita dari semua golongan usia yang memiliki kelainan pada payudara atau memiliki faktor risiko kanker payudara. Apa itu Mammografi? Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar rontgen untuk menermukan tumor payudara sedini mungkin. Mammografi menggambarkan dengan jelas perbedaan kepadatan tumor dan jaringan sekitarnya sehingga kanker payudara ukuran kecil sekalipun dapat dideteksi  Mammografi efektif digunakan pada wanita usia diatas 35 tahun Siapa yang memerlukan Mammografi?  Wanita usia diatas 35 tahun (tidak sedang hamil/ menyusui) Memiliki kelainan pada payudara atau memiliki faktor risiko kanker payudara Wanita diatas 35 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi setahun sekali walaupun tidak mempunyai keluhan di payudara   Untuk pemeriksaan mana yang terbaik, disesuaikan dengan kondisi dan usia Anda. Pemeriksaan deteksi yang baik untuk usia diatas 35 tahun adalah menggabungkan antara pemeriksaan mammografi dan USG payudara.   Sumber: dharmais
 19 Dec 2018    18:00 WIB
Benarkah Akupuntur Dapat Mengurangi Nyeri Akibat Kanker Payudara?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa penderita kanker payudara yang mengalami nyeri dan pembengkakan akibat pengobatan yang harus dilakukannya (kemoterapi atau radiasi) mungkin dapat membaik dengan olahraga dan akupuntur. Pada sebuah penelitian lainnya, para peneliti menemukan bahwa akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri sendi hingga 40%. Sementara itu, sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa akupuntur juga cukup efektif untuk mengatasi berbagai gejala seperti nyeri sendi, rasa lelah, dan gangguan tidur. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 41 orang wanita yang berhasil selamat dari kanker payudara dan membagi mereka menjadi 3 kelompok yaitu kelompok yang menerima pengobatan akupuntur palsu, kelompok yang menerima pengobatan akupuntur sebenarnya (elektroakupuntur), dan kelompok yang tidak menerima pengobatan apapun. Para peserta penelitian tidak mengetahui apakah mereka menerima pengobatan akupuntur palsu atau asli. Para wanita ini mengeluh bahwa mereka mengalami kekakuan sendi, yang merupakan efek samping yang biasa dialami oleh orang yang menerima terapi hormon untuk mengatasi kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa pada kelompok peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur asli, keberhasilan pengobatan tidaklah didapatkan berdasarkan pada keyakinan penderita akan pengobatan tersebut. Sedangkan, pada kelompok peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur palsu, para peneliti mennemukan bahwa keberhasilan pengobatan tampaknya dipengaruhi oleh harapan peserta akan keberhasilan pengobatan akupuntur tersebut. Para peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur asli mengalami pengurangan rasa sakit yang konsisten yaitu sekitar 40%. Sementara itu, para peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur palsu mengalami pengurangan rasa sakit sesuai dengan keyakinan mereka, di mana bila mereka hanya memiliki harapan yang kecil, maka rasa sakit pun tidak mengalami perbaikan. Sedangkan, peserta yang sangat berharap bahwa pengobatan akupuntur yang mereka terima akan berhasil, mengalami pengurangan rasa sakit hingga 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan akupuntur asli memang dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada penderita, baik sang penderita mempercayai pengobatan tersebut atau tidak.     Sumber: webmd
 27 Nov 2018    16:00 WIB
Apa Penyebab Kanker Payudara Pada Wanita dan Pria ?
Apa saja sih Faktor Risiko Kanker Payudara terkait gaya hidup? Faktor risiko adalah segala sesuatu yang mempengaruhi peluang kita terkena penyakit, seperti kanker payudara. Faktor-faktor ini bisa menjadi pemicunya. Minum alcohol.  Minum alkohol jelas terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara. Risiko meningkat dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi. Dibandingkan dengan non-peminum, wanita yang memiliki 1 minuman beralkohol dalam sehari memiliki peningkatan risiko yang sangat kecil. Mereka yang memiliki 2 hingga 3 gelas sehari memiliki risiko sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak minum alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko kanker lainnya juga.   Kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause meningkatkan risiko kanker payudara. Sebelum menopause, indung telur Anda membuat sebagian besar estrogen Anda, dan jaringan lemak hanya menghasilkan sedikit. Setelah menopause (ketika ovarium berhenti memproduksi estrogen), sebagian besar estrogen wanita berasal dari jaringan lemak. Memiliki lebih banyak jaringan lemak setelah menopause dapat meningkatkan kadar estrogen dan meningkatkan peluang Anda terkena kanker payudara. Juga, wanita yang kelebihan berat badan cenderung memiliki tingkat insulin darah yang lebih tinggi. Tingkat insulin yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara. Berat badan mungkin juga memiliki efek yang berbeda pada berbagai jenis kanker payudara. Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan sebelum menopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara triple-negatif.   Tidak aktif secara fisik. Bukti berkembang bahwa aktivitas fisik secara teratur mengurangi risiko kanker payudara, terutama pada wanita yang melewati masa menopause. Persisnya bagaimana aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker payudara tidak jelas, tetapi mungkin karena efeknya pada berat badan, peradangan, hormon, dan keseimbangan energi.   Tidak punya anak. Wanita yang belum memiliki anak atau yang memiliki anak pertama setelah usia 30 tahun memiliki risiko kanker payudara sedikit lebih tinggi secara keseluruhan. Memiliki banyak kehamilan dan menjadi hamil pada usia dini mengurangi risiko kanker payudara.   Tidak menyusui. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui mungkin sedikit menurunkan risiko kanker payudara, terutama jika dilanjutkan selama 1 ½ hingga 2 tahun. Tetapi ini sulit dipelajari, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat, di mana menyusui selama ini jarang terjadi. Penjelasan untuk efek yang mungkin ini adalah bahwa menyusui mengurangi jumlah siklus menstruasi seumur hidup wanita (sama dengan memulai periode menstruasi pada usia lanjut atau mengalami menopause dini).   KB. Beberapa metode pengendalian kelahiran menggunakan hormon, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sebagian besar penelitian menemukan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral (pil KB) memiliki risiko kanker payudara yang sedikit lebih tinggi daripada wanita yang tidak pernah menggunakannya. Setelah pil dihentikan, risiko ini tampaknya kembali normal dari waktu ke waktu. Wanita yang berhenti menggunakan pil KB lebih dari 10 tahun yang lalu tampaknya tidak memiliki peningkatan risiko kanker payudara.   Suntikan KB, Depo-Provera adalah bentuk progesteron suntik yang diberikan setiap 3 bulan sekali untuk pengendalian kelahiran. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa wanita yang saat ini menggunakan gambar kontrol kelahiran tampaknya memiliki peningkatan risiko kanker payudara, tetapi tampaknya tidak ada peningkatan risiko pada wanita 5 tahun setelah mereka berhenti mendapatkan suntikan.   Implan KB, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), bercak kulit, cincin vagina: Bentuk-bentuk pengendalian kelahiran ini juga menggunakan hormon, yang secara teori dapat memicu pertumbuhan kanker payudara.   Implan payudara. Implan payudara silikon dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk di payudara. Implan membuat jaringan payudara lebih sulit untuk dilihat pada mammogram standar. Beberapa jenis implan payudara dapat dikaitkan dengan jenis kanker langka yang disebut limfoma sel anaplastik besar (ALCL). Ini kadang-kadang disebut sebagai limfoma sel besar anaplastik terkait payudara (BIA-ALCL). Limfoma ini tampaknya lebih sering terjadi pada implan dengan permukaan bertekstur (kasar) daripada permukaan yang halus. Jika ALCL muncul setelah implan, ia dapat muncul sebagai benjolan, kumpulan cairan dekat implan, nyeri, pembengkakan atau asimetri (payudara yang tidak rata).   Sumber : www.cancer.org
 26 Nov 2018    16:00 WIB
Waspada! Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara (Part 1)
Hai guys, kalau dengar kata kanker pasti mengerikan yah, banyak orang bilang kanker payudara itu penyakit ganas yang menyerang wanita, ternyata tidak juga, karena penyakit ini juga bisa dialami seorang pria loh. Sebelum membahas lebih dalam, mari kita kenali anatomi payudara terlebih dahulu. Payudara normal terdiri dari kelenjar penghasil susu yang terhubung ke permukaan kulit di puting oleh saluran sempit. Kelenjar dan saluran ini didukung oleh jaringan ikat yang terdiri dari bahan lemak serat. Pembuluh darah, saraf, dan saluran limfatik ke kelenjar getah bening membentuk sebagian besar sisa jaringan payudara. Anatomi payudara ini berada di bawah kulit dan di atas otot dada. Seperti dalam semua bentuk kanker, jaringan abnormal yang membentuk kanker payudara adalah sel-sel pasien sendiri yang telah berkembang biak tak terkendali. Sel-sel itu juga dapat melakukan perjalanan ke lokasi di dalam tubuh di mana mereka biasanya tidak ditemukan. Ketika itu terjadi, kanker disebut metastasis (penyebaran sel kanker). Kanker payudara berkembang di jaringan payudara, terutama di saluran susu (ductal carcinoma) atau kelenjar (karsinoma lobular). Kanker payudara biasanya dimulai dengan pembentukan tumor kecil (lump), atau sebagai deposit kalsium (microcalcifications) dan kemudian menyebar melalui saluran di dalam payudara ke kelenjar getah bening atau melalui aliran darah ke organ lain. Tumor dapat tumbuh dan menyerang jaringan di sekitar payudara, seperti kulit atau dinding dada. Berbagai jenis kanker payudara tumbuh dan menyebar pada tingkat yang berbeda - beberapa tahun memakan waktu untuk menyebar ke luar payudara sementara yang lain tumbuh dan menyebar dengan cepat. Beberapa benjolan bersifat jinak (bukan kanker), namun beberapa di antaranya dapat bersifat pramaligna. Satu-satunya cara aman untuk membedakan benjolan jinak dan kanker adalah dengan memeriksa jaringan oleh dokter melalui biopsi. Pria juga bisa terkena kanker payudara, tetapi hanya sekitar satu persen dari semua kasus kanker payudara. Di antara wanita, kanker payudara adalah kanker yang paling umum dan penyebab utama kedua kematian akibat kanker setelah kanker paru-paru. Dua pertiga wanita dengan kanker payudara berusia di atas 50 tahun, dan sebagian besar sisanya antara usia 39 dan 49. Gejala kanker payudara pada pria mirip dengan wanita. Kebanyakan kanker payudara pria didiagnosis ketika seorang pria menemukan benjolan di dadanya. Tetapi tidak seperti wanita, pria cenderung menunda pergi ke dokter sampai mereka memiliki gejala yang lebih parah, seperti perdarahan dari puting. Pada saat itu, kanker mungkin sudah menyebar. Meskipun pria tidak memiliki payudara seperti wanita, mereka memiliki sedikit jaringan payudara. "Payudara" pria dewasa mirip dengan payudara seorang gadis sebelum pubertas. Pada anak perempuan, jaringan ini tumbuh dan berkembang, tetapi pada pria, tidak. Namun karena masih jaringan payudara, pria bisa terkena kanker payudara. Pria mendapatkan jenis kanker payudara yang sama dengan yang dilakukan wanita, tetapi kanker yang melibatkan bagian-bagian yang membuat dan menyimpan susu jarang terjadi. Dokter dulu berpikir bahwa kanker payudara pada pria lebih parah daripada pada wanita, tetapi sekarang tampaknya itu hampir sama. Masalah utama adalah bahwa kanker payudara pada pria sering didiagnosis lebih lambat dari kanker payudara pada wanita. Ini mungkin karena pria cenderung tidak curiga terhadap sesuatu yang aneh di area itu. Selain itu, jaringan payudara mereka yang sedikit lebih sulit dirasakan, sehingga lebih sulit untuk menangkap kanker ini sejak dini. Ini juga berarti tumor dapat menyebar lebih cepat ke jaringan sekitarnya. Lalu laki-laki mana yang lebih mungkin terkena kanker payudara? Sangat jarang seorang pria di bawah usia 35 tahun menderita kanker payudara. Kesempatan seorang pria untuk mendapatkan kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kanker payudara terjadi pada pria yang berusia antara 60 dan 70 tahun. Hal-hal lain yang meningkatkan peluang untuk kanker payudara pria meliputi: Kanker payudara pada kerabat dekat wanita Riwayat paparan radiasi pada dada Pembesaran payudara (disebut ginekomastia) dari obat atau perawatan hormon, atau bahkan beberapa infeksi dan racun Mengambil estrogen (hormon seks wanita) Kondisi genetik langka yang disebut sindrom Klinefelter Penyakit hati yang parah, yang disebut sirosis Penyakit testis seperti gondok orchitis, cedera testis, atau testis tidak turun   Sumber : www.webmd.com