Your browser does not support JavaScript!
 13 Jul 2020    08:00 WIB
Pentingnya Kembang Kol untuk Pencegahan Kanker
Kembang kol termasuk dalam sayuran dari jenis cruciferous. Dari berbagai hasil penelitian terbukti sayuran kembang kol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama sebagai bahan makanan pencegah berbagai penyakit atau protective food. Selain kaya dengan berbagai vitamin, mineral, antioksidan dan serat, kembang kol juga mengandung senyawa fitokimia yang mampu mencegah beberapa jenis penyakit seperti kanker dan serangan jantung. Berikut adalah manfaat dari kembang kol: Kanker ususKembang kol merupakan sumber serat yang sangat baik dan mampu memperbaiki proses pencernaan karena mengandung glucoraphin. Glucoraphin akan melindungi usus dan mengurangi resiko terkena kanker usus dan penyakit lain yang bermanifestasi di usus. Kanker prostatKembang kol mampu mengurangi terjadinya inflamasi dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh terutama area prostat. Kembang kol juga kaya akan antioksidan yang mempu memerangi radikal bebas dan menjadi penyebab utama terjadinya kanker. Kanker payudaraKembang kol mengandung senyawa fitokimia seperti sulforaphane, sterol yang penting dalam pencegahan pertumbuhan kanker. Kanker mulut rahimKembang kol mampu mencegah timbulnya kanker mulut rahim karena mengandung kombinasi senyawa fitokimia, plant sterol, antioksidan dan vitamin C. Kembang kol terbukti merupakan sayuran yang mampu menjaga kesehatan wanita terutama dalam pencegahan kanker. Kanker indung telurKanker indung telur memang tidak segera memunculkan gejala-gejala, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan mengkonsumsi kembang kol. Resiko kanker indung telur lebih tinggi terjadi pada wanita yang tidak memiliki anak, wanita yang menggunakan terapi hormon replacement, mengidap kanker payudara atau kanker usus dan secara teratur mengkonsumsi obat-obatan fertilitas.Sumber: healthmeup
 12 Jun 2020    08:00 WIB
9 Makanan Pencegah Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi dan paling sering menyebabkan kematian di antara semua kanker lainnya. Kanker payudara merupakan suatu penyakit kompleks yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetika, gaya hidup, dan pola makan seseorang.Kanker payudara dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, seperti: •  Membatasi konsumsi minuman beralkohol•  Berhenti merokok•  Menjaga berat badan sehat•  Menyusui•  Hindari paparan terhadap radiasi dan polusi lingkungan lainnya•  Batasi waktu terapi hormonal•  Berolahraga secara teratur atau tetap aktif•  Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teraturTerdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu melawan sel kanker dan mencegah terjadinya kanker payudara seperti yang akan dibahas di bawah ini.1.  BrokoliBrokoli mengandung zat anti kanker, indol 3-karbinol. Zat ini dapat mengubah jenis estrogen yang menyebabkan kanker menjadi jenis estrogen yang justru melindungi tubuh dari kanker dan membantu mengurangi resiko terjadinya beberapa kanker, termasuk kanker payudara, kanker kandung kemih, kanker kelenjar getah bening, kanker prostat, dan kanker paru. Konsumsilah 5 porsi brokoli setiap harinya untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Brokoli yang telah dimasak memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan anda daripada brokoli mentah. Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara, konsumsilah brokoli bersama dengan kol atau kembang kol.2.  SalmonSalmon mengandung asam lemak omega 3 yang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Selain itu, salmon juga mengandung protein, vitamin B12 dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur pertumbuhan sel tubuh dan mencegah kanker.Konsumsilah 3 porsi salmon setiap minggunya. Selain salmon, berbagai jenis ikan lain yang juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara adalah ikan mackerel, ikan sarden, ikan trout, ikan sea bass, dan ikan tuna.3.  KunyitKunyit mengandung curcumin yang dapat mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker saluran pencernaan, kanker paru, dan kanker kulit. Berdasarkan berbagai penelitian, kunyit diduga dapat membantu penyebaran sel kanker payudara ke dalam paru-paru bila diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi. Kunyit mengandung beberapa agen anti kanker dan dapat memperbaiki DNA yang rusak akibat radiasi. 4.  BlueberiBlueberi mengandung berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Berbagai zat fitokimia di dalam blueberi dapat mencegah pertumbuhan dan penyebaran berbagai jenis kanker payudara. Asam ellagic di dalam blueberi juga dapat menghancurkan berbagai zat penyebab kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor. Berbagai jenis buah beri lainnya yang juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara adalah strawberi, raspberi, blackberi, dan cranberi. Untuk memperoleh manfaat maksimal, konsumsilah blueberi segar.5.  TomatLikopene di dalam tomat merupakan antioksidan kuat yang dapat mencegah perkembangan kanker payudara dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker. Selain itu, likopene juga dapat menghentikan pertumbuhan tumor dengan cara mengganggu pertumbuhan sel yang abnormal.Selain kanker payudara, likopene juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker paru dan kanker endometrium (rahim). Untuk memperoleh manfaat maksimal dari tomat anda sebaiknya mengkonsumsi setengah gelas jus tomat segar setiap harinya.6.  Bawang PutihBerbagai penelitian menunjukkan bahwa bawang putih juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Sulfur di dalam bawang putih dapat mempercepat proses perbaikan DNA dan membunuh sel-sel kanker yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, kanker mulut, kanker lambung, dan kanker usus besar. Untuk memperoleh manfaat maksimal dari bawang putih, maka kupas kulitnya dan cincanglah kemudian diamkan selama sekitar 15 menit sebelum mulai memasaknya.7.  Buah DelimaBerdasarkan penelitian, buah delima diduga juga dapat membunuh sel-sel kanker payudara tanpa mempengaruhi sel-sel sehat lainnya. Polifenol di dalamnya juga dapat membantu mencegah terbentuknya sel-sel kanker payudara baru. Anda dapat mengkonsumsinya dalam bentuk buah segar atau jus buah.8.  BayamLutein pada bayam memiliki peranan penting dalam mencegah terjadinya kanker payudara, kanker mulut, kanker esofagus (tenggorokan), dan kanker lambung. Zeaxanthin dan karotenoid di dalamnya juga dapat membuang berbagai radikal bebas dari dalam tubuh anda sebelum mereka merusak sel-sel sehat di dalam tubuh anda. Dianjurkan agar wanita mengkonsumsi bayam setidaknya 2 kali seminggu untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara. 9.  Kacang WalnutKacang walnut mengandung berbagai nutrisi dan asam lemak omega 3, yang dapat membantu tubuh melawan berbagai inflamasi (radang) sehingga dapat memperlambat pertumbuhan kanker payudara. Berdasarkan penelitian, kacang walnut juga dapat melindungi tubuh anda dari berbagai paparan lingkungan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Konsumsilah 200 gram kacang walnut setiap harinya untuk memperlambat perkembangan dan pertumbuhan kanker payudara. Baca juga: Mencegah Kanker MulutSumber: top10homeremedies
 30 May 2020    11:00 WIB
Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Pria
Penyakit kanker payudara pada pria merupakan kasus yang jarang hanya sekitar 1 %. Namun tetap saja kejadian kanker payudara harus diwaspadai, karena untuk yang mengalami kanker payudara mempunyai stadium dan keparahan yang hampir sama dengan kanker payudara yang sama terjadi pada wanita. Sebagian besar kanker payudara pada pria terdeteksi pada usia 60-70 tahun.Terjadinya kanker payudara pada pria dan wanita hampir sama belum diketahui secara pasti. Namun keduanya dipengaruhi lingkungan dan genetik (diwariskan)Berikut adalah beberapa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kanker payudara:Terpapar RadiasiPaparan radiasi juga dikaitkan terjadinya kanker payudara pada pria. Seorang pria yang pernah menjalani terapi radiasi untuk mengobati kanker di daerah dada sebelumnya mempunyai risiko untuk terkena kanker payudara nantinyaHiperestrogen (peningkatan kadar estrogen dalam tubuh)Pada pria sebenarnya tidak memiliki kadar estrogen setinggi wanita. Namun pada beberapa kasus terjadi peningkatan estrogen, sehingga terjadi pembesaran payudara. Sebagian besar kanker payudara pada pria karena reseptor estrogen yang positif (yang berarti mereka memiliki reseptor pada permukaan sel yang dapat menerima dan mengangkat estrogen ke dalam sel). Kemudian beberapa kasus yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar estrogen dalam tubuh pada pria seperti sindrom klinefelter dan sirosis hati. Kegemukan dan beberapa macam obat seperti obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat-obatan untuk mengurangi asam lambung, valium, finasteride, obat-obatan untuk mengobati kanker prostat, dan lain-lain. Periksa efek samping dari obat-obatan yang Anda gunakan. Sindrom KlinefelterMerupakan kondisi genetik atau diturunkan yang mempengaruhi satu dari 1000 laki-laki. Seorang pria normal memiliki dua kromosom seks (X dan Y). Dia mewarisi kromosom X perempuan dari ibunya dan laki-laki kromosom Y dari ayahnya. Pria dengan sindrom Klinefelter ini telah mewarisi kromosom X perempuan ekstra, sehingga kromosom seks XXY bukan XY laki-laki normal. Pasien Klinefelter menghasilkan tingkat estrogen yang tinggi. Akan terjadi pembesaran payudara, rambut wajah dan tubuh yang sedikit, testis mengecil, dan ketidakmampuan untuk memproduksi sperma. Beberapa penelitian telah menunjukkan terjadi peningkatan risiko kanker payudara pada pria dengan kondisi ini. Risiko terjadinya kanker payudara meningkat tajam, hingga 50 kali lipat dari laki-laki normal.Sirosis Hati (terjadinya jaringan parut pada hati)Pada seseorang yang memiliki sirosis hati terjadi gangguan pada proses pengangkutan dan pengiriman hormon estrogen dalam aliran darah.  Sehingga pria yang mengalami sirosis hati memiliki kadar estrogen yang tinggi.Riwayat KeluargaPenelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa pria yang memiliki beberapa saudara perempuan dengan kanker payudara juga memiliki risiko terkena kanker payudara. Secara khusus, pria yang mewarisi mutasi gen BRCA-2 memiliki peningkatan risiko untuk terkena kanker payudara. BRCA-2 yang biasanya berfungsi dalam menekan pertumbuhan sel. Terjadinya mutasi pada gen ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
 08 Mar 2020    16:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium III
Pada kanker payudara stadium III, sel kanker masih belum menyebar jauh dan masih berada di sekitar jaringan payudara dan kelenjar getah bening terdekat. Pada stadium III, sel kanker biasanya telah mengenai banyak kelenjar getah bening atau ukuran tumor sudah sangat besar hingga mencapai dinding dada atau mengenai kulit payudara. Walaupun telah memasuki tahap lanjut, angka ketahanan hidup selama 5 tahun mendatang masih berkisar antara 41-67%. Pada tahap ini, dokter mungkin akan melakukan kombinasi beberapa jenis terapi untuk memperoleh hasil terbaik.   1.      Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi yang umum dilakukan untuk mengobati kanker payudara stadium III. Pengobatan ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa setelah tindakan pembedahan. Akan tetapi, kemoterapi kadangkala dilakukan sebelum tindakan pembedahan dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor sehingga lebih mudah diangkat saat tindakan pembedahan. Setelah tindakan pembedahan dilakukan, kemoterapi tetap perlu dilakukan. Jika tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka kemoterapi mungkin merupakan terapi utama untuk mengatasi kanker.   2.      Tindakan Pembedahan Jika masih memungkinkan, dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel kanker. Ada 2 tindakan pembedahan yang dapat dilakukan yaitu lumpektomi dan mastektomi. Lumpektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor dan jaringan di sekitarnya. Mastektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat seluruh jaringan payudara. Dokter biasanya juga akan mengangkat kelenjar getah bening di sekitar payudara.   3.      Terapi Radiasi Terapi radiasi biasanya direkomendasikan untuk wanita yang menderita kanker payudara stadium III yang telah melakukan tindakan pembedahan. Terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tertinggal setelah tindakan pembedahan dilakukan.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon biasanya dapat membantu penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon. Terapi ini dapat membantu mencegah sel kanker mendapatkan hormon yang dibutuhkannya untuk bertumbuh. Terapi hormon dapat menjadi terapi utama bila tindakan pembedahan tidak memungkinkan. Jika penderita belum memasuki masa menopause, maka dokter mungkin akan menganjurkan untuk mengangkat indung telur sehingga produksi hormon juga akan berhenti.   5.      Terapi Biologikal Pada beberapa orang wanita penderita kanker payudara, kelebihan suatu jenis protein, HER2 dapat membuat sel kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan sejenis obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengobati kanker payudara metastatik dan positif HER2. Obat ini dapat menghentikan protein yang membuat sel kanker bertumbuh dan membuat kemoterapi menjadi lebih efektif. Terapi ini paling sering digunakan sebagai terapi kombinasi bersamaan dengan kemoterapi.   Sumber: webmd
 05 Feb 2020    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Pembesaran Payudara (Ginekomastia) dan Kanker Payudara?
Banyak orang seringkali merasa bingung untuk membedakan berbagai gangguan pada payudara, terutama para pria.    Ginekomastia Ginekomastia merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak berbahaya pada seorang pria. Hal ini umum terjadi pada seorang pria di masa pubertas dan pada bayi baru lahir (pada kedua jenis kelamin).  Ginekomastia biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari pada bayi baru lahir dan dalam waktu 2 tahun pada sebagian besar pria dewasa.  Penyebab Penyebab ginekomastia lainnya adalah sindrom Klinefelter, yaitu suatu kelainan genetika yang menyebabkan pertumbuhan payudara; gangguan karakteristik seksual; dan gangguan metabolik seperti kekurangan hormon pituitari, gagal hati atau sirosis hati, dan hipertiroidisme. Pada dasarnya, sindrom Klinefelter terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen di dalam tubuh.  Sekitar 25% kasus ginekomastia terjadi akibat penggunaan obat-obatan seperti spironolakton, nifedipin, verapamil, omeprazole, finasteride, dutasteride, dan risperidon. Gejala Beberapa gejala ginekomastia adalah pembengkakan payudara baik hanya pada satu sisi maupun keduanya, yang kadang disertai dengan payudara terasa keras. Ginekomastia biasanya tidak disertai dengan nyeri payudara maupun keluarnya cairan abnormal dari payudara kecuali bila disebabkan oleh penyakit berat lainnya.   Kanker Payudara Kanker payudara merupakan suatu penyakit berat yang terjadi akibat perubahan jaringan payudara menjadi suatu keganasan, yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Kanker payudara dapat terjadi pada seorang pria walaupun amat sangat jarang. Kasus kanker payudara banyak ditemukan pada orang yang memiliki anggota keluarga lain yang juga menderita kanker payudara dan resiko ini lebih tinggi pada orang yang merupakan anggota keluarga dekat penderita tersebut. Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada para pria. Beberapa faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah berjenis kelamin wanita, hanya memiliki sedikit anak, tidak atau hanya sedikit menyusui, menderita obesitas, memiliki kebiasaan merokok, sering mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan sering mengkonsumsi diet tinggi lemak. Terdapat beberapa gejala kanker payudara yang berbeda-beda. Beberapa gejala tersebut adalah nyeri payudara baik pada satu atau kedua sisi, keluarnya cairan selain ASI dari payudara, retraksi puting susu (puting susu tertarik ke dalam), kulit payudara atau puting susu mengerut, adanya benjolan pada jaringan payudara, atau adanya perubahan pada warna kulit payudara atau puting susu.    Sumber: differencebetween
 18 Jan 2020    11:00 WIB
Bahaya Kacang Kedelai Bagi Kesehatan Anda!
Berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kacang kedelai membuat kacang kedelai dipercaya sebagai salah satu makanan sehat yang baik dikonsumsi oleh siapa saja. Hal ini dikarenakan kacang kedelai mengandung banyak protein nabati, yang dapat digunakan sebagai pengganti protein hewani oleh banyak orang, terutama para vegan dan vegetarian. Akan tetapi, kacang kedelai ternyata juga memiliki sisi buruk seperti halnya makanan lain. Sejenis isoflavon (fitoestrogen) yang terdapat di dalam kacang kedelai ternyata dapat menghambat kerja sistem endokrin dan menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kemandulan dan kanker payudara. Selain fitoestrogen, kacang kedelai ternyata juga mengandung berbagai zat berbahaya lain seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Baca Juga: Apa Hubungan Antara Kedelai dan Kanker Payudara?   Goitrogen Pada beberapa penelitian, kedelai terbukti dapat mengganggu kerja kelenjar tiroid. Hal ini dikarenakan kedelai mengandung goitrogen, yang dapat menghambat proses pembentukan hormon tiroid dan metabolisme iodium di dalam tubuh.   Asam Fitat Kedelai mengandung banyak asam fitat. Asam fitat merupakan asam yang dapat mengganggu proses penyerapan berbagai mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti seng, kalsium, magnesium, dan zat besi.   Hemaglutinin Kedelai juga mengandung hemaglutinin, suatu zat yang dapat membuat sel darah merah menggumpal.   Tripsin Selain hemaglutinin, kedelai juga mengandung tripsin, suatu zat yang dapat menghambat proses pencernaan protein, yang pada akhirnya dapat "melukai" pankreas dan meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas. Terlalu banyak tripsin di dalam tubuh juga dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan lain seperti diare, perdarahan, dan kram otot.          Sumber: boldsky
 09 Jan 2020    16:00 WIB
Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. "Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara", kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara.   Sumber: webmd
 27 Dec 2019    11:00 WIB
Makanan yang Perlu Dikonsumsi Untuk Mencegah Kambuhnya Kanker
Fitokimia merupakan berbagai jenis nutrisi yang dapat ditemukan di dalam berbagai jenis tanaman. Beberapa jenis fitokimia telah diketahui dapat membantu melawan kanker dan mencegah kekambuhan kanker. Di bawah ini terdapat beberapa contoh fitokimia tersebut.   Kedelai Kedelai mengandung fitoestrogen, yang hampir sama dengan hormon estrogen di dalam tubuh. Jadi semua produk kedelai seperti tahu, tempek, susu kacang, dan sup miso juga mengandung fitoestrogen. Beberapa peneliti menduga bahwa fitoestrogen ini dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara yang berespon positif terhadap hormon estrogen (membutuhkan hormon estrogen untuk bertumbuh). Akan tetapi, karena konsumsi kedelai dapat mengganggu beberapa jenis pengobatan atau terapi hormon, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi kedelai secara teratur setiap harinya.   Berbagai Antioksidan Berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan merupakan beberapa jenis makanan yang mengandung banyak antioksidan. Beberapa makanan yang mengandung banyak antioksidan adalah brokoli, hati, dan manga. Antioksidan merupakan zat yang diperlukan oleh tubuh untuk melindungi berbagai sel dari kerusakan.   Beta Karoten Beberapa jenis makanan yang mengandung beta karoten adalah wortel, aprikot, ubi rambat, serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang berwarna oranye. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi beta karoten dapat membantu menurunkan resiko kematian akibat kanker payudara.   Likopen Likopen merupakan zat yang membuat tomat memiliki warna merah dan buah naga memiliki warna pink keunguannya. Likopen juga dapat membantu mencegah kambuhnya kanker payudara.   Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu Anda konsumsi dan Anda hindari untuk membantu melindungi diri Anda dari kanker seperti: Konsumsilah berbagai jenis protein rendah lemak seperti ayam panggang dan ikan panggang. Hindarilah berbagai jenis makanan yang mengandung banyak lemak seperti steak, bebek, sosis, atau daging tinggi lemak Konsumsilah 5 porsi sayuran dan buah setiap harinya Hindari konsumsi berbagai jenis daging olahan yang telah banyak dihubungkan dengan terjadinya kanker seperti bacon, bologna, sosis, ham, dan daging asap Konsumsilah makanan yang mengandung gandum seperti roti gandum dan beras coklat Kurangi konsumsi minuman beralkohol. Batasi konsumsi minuman beralkohol Anda agar tidak lebih dari 1-2 gelas setiap harinya   Sumber: webmd