Your browser does not support JavaScript!
 08 Mar 2020    16:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium III
Pada kanker payudara stadium III, sel kanker masih belum menyebar jauh dan masih berada di sekitar jaringan payudara dan kelenjar getah bening terdekat. Pada stadium III, sel kanker biasanya telah mengenai banyak kelenjar getah bening atau ukuran tumor sudah sangat besar hingga mencapai dinding dada atau mengenai kulit payudara. Walaupun telah memasuki tahap lanjut, angka ketahanan hidup selama 5 tahun mendatang masih berkisar antara 41-67%. Pada tahap ini, dokter mungkin akan melakukan kombinasi beberapa jenis terapi untuk memperoleh hasil terbaik.   1.      Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi yang umum dilakukan untuk mengobati kanker payudara stadium III. Pengobatan ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa setelah tindakan pembedahan. Akan tetapi, kemoterapi kadangkala dilakukan sebelum tindakan pembedahan dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor sehingga lebih mudah diangkat saat tindakan pembedahan. Setelah tindakan pembedahan dilakukan, kemoterapi tetap perlu dilakukan. Jika tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka kemoterapi mungkin merupakan terapi utama untuk mengatasi kanker.   2.      Tindakan Pembedahan Jika masih memungkinkan, dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel kanker. Ada 2 tindakan pembedahan yang dapat dilakukan yaitu lumpektomi dan mastektomi. Lumpektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor dan jaringan di sekitarnya. Mastektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat seluruh jaringan payudara. Dokter biasanya juga akan mengangkat kelenjar getah bening di sekitar payudara.   3.      Terapi Radiasi Terapi radiasi biasanya direkomendasikan untuk wanita yang menderita kanker payudara stadium III yang telah melakukan tindakan pembedahan. Terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tertinggal setelah tindakan pembedahan dilakukan.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon biasanya dapat membantu penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon. Terapi ini dapat membantu mencegah sel kanker mendapatkan hormon yang dibutuhkannya untuk bertumbuh. Terapi hormon dapat menjadi terapi utama bila tindakan pembedahan tidak memungkinkan. Jika penderita belum memasuki masa menopause, maka dokter mungkin akan menganjurkan untuk mengangkat indung telur sehingga produksi hormon juga akan berhenti.   5.      Terapi Biologikal Pada beberapa orang wanita penderita kanker payudara, kelebihan suatu jenis protein, HER2 dapat membuat sel kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan sejenis obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengobati kanker payudara metastatik dan positif HER2. Obat ini dapat menghentikan protein yang membuat sel kanker bertumbuh dan membuat kemoterapi menjadi lebih efektif. Terapi ini paling sering digunakan sebagai terapi kombinasi bersamaan dengan kemoterapi.   Sumber: webmd
 05 Feb 2020    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Pembesaran Payudara (Ginekomastia) dan Kanker Payudara?
Banyak orang seringkali merasa bingung untuk membedakan berbagai gangguan pada payudara, terutama para pria.    Ginekomastia Ginekomastia merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak berbahaya pada seorang pria. Hal ini umum terjadi pada seorang pria di masa pubertas dan pada bayi baru lahir (pada kedua jenis kelamin).  Ginekomastia biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari pada bayi baru lahir dan dalam waktu 2 tahun pada sebagian besar pria dewasa.  Penyebab Penyebab ginekomastia lainnya adalah sindrom Klinefelter, yaitu suatu kelainan genetika yang menyebabkan pertumbuhan payudara; gangguan karakteristik seksual; dan gangguan metabolik seperti kekurangan hormon pituitari, gagal hati atau sirosis hati, dan hipertiroidisme. Pada dasarnya, sindrom Klinefelter terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen di dalam tubuh.  Sekitar 25% kasus ginekomastia terjadi akibat penggunaan obat-obatan seperti spironolakton, nifedipin, verapamil, omeprazole, finasteride, dutasteride, dan risperidon. Gejala Beberapa gejala ginekomastia adalah pembengkakan payudara baik hanya pada satu sisi maupun keduanya, yang kadang disertai dengan payudara terasa keras. Ginekomastia biasanya tidak disertai dengan nyeri payudara maupun keluarnya cairan abnormal dari payudara kecuali bila disebabkan oleh penyakit berat lainnya.   Kanker Payudara Kanker payudara merupakan suatu penyakit berat yang terjadi akibat perubahan jaringan payudara menjadi suatu keganasan, yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Kanker payudara dapat terjadi pada seorang pria walaupun amat sangat jarang. Kasus kanker payudara banyak ditemukan pada orang yang memiliki anggota keluarga lain yang juga menderita kanker payudara dan resiko ini lebih tinggi pada orang yang merupakan anggota keluarga dekat penderita tersebut. Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada para pria. Beberapa faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah berjenis kelamin wanita, hanya memiliki sedikit anak, tidak atau hanya sedikit menyusui, menderita obesitas, memiliki kebiasaan merokok, sering mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan sering mengkonsumsi diet tinggi lemak. Terdapat beberapa gejala kanker payudara yang berbeda-beda. Beberapa gejala tersebut adalah nyeri payudara baik pada satu atau kedua sisi, keluarnya cairan selain ASI dari payudara, retraksi puting susu (puting susu tertarik ke dalam), kulit payudara atau puting susu mengerut, adanya benjolan pada jaringan payudara, atau adanya perubahan pada warna kulit payudara atau puting susu.    Sumber: differencebetween
 18 Jan 2020    11:00 WIB
Bahaya Kacang Kedelai Bagi Kesehatan Anda!
Berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kacang kedelai membuat kacang kedelai dipercaya sebagai salah satu makanan sehat yang baik dikonsumsi oleh siapa saja. Hal ini dikarenakan kacang kedelai mengandung banyak protein nabati, yang dapat digunakan sebagai pengganti protein hewani oleh banyak orang, terutama para vegan dan vegetarian. Akan tetapi, kacang kedelai ternyata juga memiliki sisi buruk seperti halnya makanan lain. Sejenis isoflavon (fitoestrogen) yang terdapat di dalam kacang kedelai ternyata dapat menghambat kerja sistem endokrin dan menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kemandulan dan kanker payudara. Selain fitoestrogen, kacang kedelai ternyata juga mengandung berbagai zat berbahaya lain seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Baca Juga: Apa Hubungan Antara Kedelai dan Kanker Payudara?   Goitrogen Pada beberapa penelitian, kedelai terbukti dapat mengganggu kerja kelenjar tiroid. Hal ini dikarenakan kedelai mengandung goitrogen, yang dapat menghambat proses pembentukan hormon tiroid dan metabolisme iodium di dalam tubuh.   Asam Fitat Kedelai mengandung banyak asam fitat. Asam fitat merupakan asam yang dapat mengganggu proses penyerapan berbagai mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti seng, kalsium, magnesium, dan zat besi.   Hemaglutinin Kedelai juga mengandung hemaglutinin, suatu zat yang dapat membuat sel darah merah menggumpal.   Tripsin Selain hemaglutinin, kedelai juga mengandung tripsin, suatu zat yang dapat menghambat proses pencernaan protein, yang pada akhirnya dapat "melukai" pankreas dan meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas. Terlalu banyak tripsin di dalam tubuh juga dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan lain seperti diare, perdarahan, dan kram otot.          Sumber: boldsky
 09 Jan 2020    16:00 WIB
Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. "Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara", kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara.   Sumber: webmd
 27 Dec 2019    11:00 WIB
Makanan yang Perlu Dikonsumsi Untuk Mencegah Kambuhnya Kanker
Fitokimia merupakan berbagai jenis nutrisi yang dapat ditemukan di dalam berbagai jenis tanaman. Beberapa jenis fitokimia telah diketahui dapat membantu melawan kanker dan mencegah kekambuhan kanker. Di bawah ini terdapat beberapa contoh fitokimia tersebut.   Kedelai Kedelai mengandung fitoestrogen, yang hampir sama dengan hormon estrogen di dalam tubuh. Jadi semua produk kedelai seperti tahu, tempek, susu kacang, dan sup miso juga mengandung fitoestrogen. Beberapa peneliti menduga bahwa fitoestrogen ini dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara yang berespon positif terhadap hormon estrogen (membutuhkan hormon estrogen untuk bertumbuh). Akan tetapi, karena konsumsi kedelai dapat mengganggu beberapa jenis pengobatan atau terapi hormon, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi kedelai secara teratur setiap harinya.   Berbagai Antioksidan Berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan merupakan beberapa jenis makanan yang mengandung banyak antioksidan. Beberapa makanan yang mengandung banyak antioksidan adalah brokoli, hati, dan manga. Antioksidan merupakan zat yang diperlukan oleh tubuh untuk melindungi berbagai sel dari kerusakan.   Beta Karoten Beberapa jenis makanan yang mengandung beta karoten adalah wortel, aprikot, ubi rambat, serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang berwarna oranye. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi beta karoten dapat membantu menurunkan resiko kematian akibat kanker payudara.   Likopen Likopen merupakan zat yang membuat tomat memiliki warna merah dan buah naga memiliki warna pink keunguannya. Likopen juga dapat membantu mencegah kambuhnya kanker payudara.   Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu Anda konsumsi dan Anda hindari untuk membantu melindungi diri Anda dari kanker seperti: Konsumsilah berbagai jenis protein rendah lemak seperti ayam panggang dan ikan panggang. Hindarilah berbagai jenis makanan yang mengandung banyak lemak seperti steak, bebek, sosis, atau daging tinggi lemak Konsumsilah 5 porsi sayuran dan buah setiap harinya Hindari konsumsi berbagai jenis daging olahan yang telah banyak dihubungkan dengan terjadinya kanker seperti bacon, bologna, sosis, ham, dan daging asap Konsumsilah makanan yang mengandung gandum seperti roti gandum dan beras coklat Kurangi konsumsi minuman beralkohol. Batasi konsumsi minuman beralkohol Anda agar tidak lebih dari 1-2 gelas setiap harinya   Sumber: webmd
 22 Dec 2019    16:00 WIB
Apa Hubungan Antara Kedelai dan Kanker Payudara?
Apakah kedelai dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara atau justru melindungi Anda dari kanker payudara? Hingga saat ini, para peneliti masih saling berdebat mengenai hal ini. Hal ini dikarenakan berbagai penelitian memiliki hasil yang berbeda-beda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kedelai dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel tumor. Sementara itu, berbagai penelitian lainnya menemukan bahwa kedelai justru dapat melindungi seseorang dari kanker.  Akan tetapi, semua penelitian di atas hanya dilakukan berdasarkan suatu data populasi umum yang tidak dapat menemukan hubungan sebab akibat yang jelas antara kedelai dan kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti membandingkan secara langsung wanita yang mengkonsumsi suplemen kedelai dengan wanita yang mengkonsumsi plasebo untuk menentukan apa efek kedelai pada gen yang berhubungan dengan kanker payudara. Para peneliti melakukan pengamatan pada sekitar 140 orang yang baru saja didiagnosa menderita kanker payudara invasif. Sekitar 2-3 minggu sebelum tindakan pembedahan dilakukan, misalnya mastektomi atau lumpektomi, para wanita ini diberikan suplemen kedelai (setara dengan 4 gelas susu kedelai berukuran 480 ml atau 4 porsi tahu besar) atau plasebo setiap harinya. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa konsumsi makanan berbahan kedelai yang diberikan selama sejangka waktu dapat mempengaruhi keadaan kanker payudara yang telah terjadi. Beberapa minggu kemudian, para peneliti menemukan bahwa beberapa orang wanita di dalam kelompok yang mengkonsumsi suplemen kedelai memiliki kadar genistein yang tinggi. Genistein merupakan bahan sisa metabolisme kedelai. Sedangkan wanita yang mengkonsumsi plasebo tidak mengalami kenaikan kadar genistein di dalam tubuhnya. Hal menarik lainnya yang ditemukan para peneliti adalah bahwa penderita dengan kadar genistein yang tinggi juga mengalami peningkatan jumlah gen yang berhubungan dengan pertumbuhan tumor. Akan tetapi, bukan berarti pertumbuhan tumor menjadi lebih agresif daripada sebelumnya. Jadi, penelitian ini menemukan bahwa mengkonsumsi banyak kedelai dalam jangka waktu singkat dapat menyebabkan perubahan proses proliferasi gen pada beberapa wanita yang menderita kanker payudara invasif, akan tetapi hal ini bukan berarti terjadi perubahan bentuk atau pertumbuhan tumor secara nyata di dalam tubuh para penderita ini. Walaupun para peneliti menemukan adanya perubahan pada ekspresi gen ini, akan tetapi para peneliti tidak mengetahui apakah perubahan ini dapat menyebabkan perubahan besar pada penderita yang mengkonsumsi suplemen kedelai dalam waktu yang lebih lama dari 2-3 minggu. Jadi apakah Anda harus membatasi konsumsi kedelai atau bahkan menghindari konsumsi kedelai secara menyeluruh jika Anda menderita kanker payudara? Hal ini mungkin tidak perlu dilakukan. Seperti banyaknya hal lain, konsumsi kedelai dalam jumlah sedang tampaknya aman bagi para penderita kanker payudara.  Selain itu, terdapat berbagai penelitian lainnya yang menunjukkan bawha konsumsi kedelai dapat membantu mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Jadi yang penting adalah berapa jumlah kedelai yang Anda konsumsi. Mengkonsumsi kedelai dalam jumlah sedang tampaknya cukup aman, tetapi dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi suplemen kedelai bila Anda telah menderita kanker payudara.       Sumber: womenshealthmag
 08 Dec 2019    16:00 WIB
Deteksi Kanker Payudara Dengan Mammografi
Seperti yang kita ketahui penyakit kanker payudara adalah pembunuh nomor satu di Indonesia pada wanita, menggantikan posisi kanker leher rahim yang dahulunya pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Ada beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara. Salah satunya adalah mammografi. Berikut adalah penjelasan mengenai mammografi untuk membantu Anda yang ingin melakukan pemeriksaan tersebut:   Apa yang dimaksud dengan mammografi? Mammografi adalah pemeriksaan sederhana dengan menggunakan mesin X-ray. Dengan menggunakan mesin mammografi tersebut, payudara ditempatkan di antara dua plat dari mesin x-ray dan akan dilakukan penekanan. Keadaan ini mungkin menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman, namun hal ini penting untuk mendapatkan hasil gambar yang baik. Penekanan tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Seluruh prosedur mammografi biasanya memakan waktu sekitar 20-30 menit untuk satu payudara.   Mammografi merupakan pemeriksaan paling utama untuk melakukan deteksi kanker payudara pada stadium awal. Meskipun hasil dari mammografi tidak 100% akurat, namun mammografi merupakan metode terbaik untuk mendeteksi kanker payudara   Kapankah seorang wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan pada wanita mulai usia 35 tahun atau yang sudah menyusui Seberapa sering harus melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan dua tahun sekali pada usia 35-50 tahun, dilakukan satu tahun sekali untuk usia diatas 50 tahun. Siapa sajakah yang sebaiknya melakukan pemeriksaan mammografi? Disarankan untuk semua wanita mulai usia 35 tahun, dengan atau tidak memiliki faktor risiko Apa yang dilakukan setelah melakukan pemeriksaan mammografi? Hasil dari mammografi adalah film (mammogram) yang akan dibacakan oleh dokter ahli radiologi Setelahnya Anda akan dikonsultasikan kepada dokter bedah atau dokter bedah onkologi   Sumber: medindia   
 10 Aug 2019    18:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 1
Kanker payudara stadium 1 merupakan kanker payudara stadium awal di mana sel-sel kanker belum menyebar keluar dari payudara (sel kanker hanya terdapat di dalam jaringan payudara) atau sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat tetapi hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. Dengan demikian, para penderita pun memiliki cukup banyak pilihan terapi dan angka ketahanan hidup selam 5 tahun mendatang pun cukup baik, yaitu sekitar 88%. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan oleh penderita kanker payudara stadium 1.   1.      Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan merupakan terapi standar bagi kanker payudara stadium 1. Karena ukuran tumor masih kecil, maka Anda mungkin hanya perlu melakukan lumpektomi dan bukannya mastektomi (pengangkatan seluruh jaringan payudara). Pada tindakan lumpektomi ini, dokter hanya akan mengangkat tumor dan sejumlah jaringan payudara di sekitarnya. Selain itu, dokter juga akan mengangkat 1 atau lebih kelenjar getah bening yang berada di dekat payudara. Terapi lainnya yang disebutkan di bawah ini biasanya merupakan terapi tambahan untuk mencegah kekambuhan kanker payudara di masa yang akan datang.   2.      Terapi Radiasi Terapi radiasi biasanya dilakukan setelah tindakan lumpektomi. Radiasi dapat membunuh sel-sel kanker yang terlewatkan saat tindakan pembedahan dilakukan.   3.      Kemoterapi Kemoterapi merupakan suatu pengobatan kanker dengan menggunakan berbagai jenis obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi seringkali dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk menurunkan resiko kekambuhan. Wanita yang memiliki tumor yang berukuran besar biasanya perlu melakukan kemoterapi.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon kadangkala diberikan pada para penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon (pertumbuhan tumor tampaknya tergantung pada hormon estrogen) setelah tindakan pembedahan dilakukan. Pemberian terapi ini bertujuan untuk mencegah tumor memperoleh hormon yang diperlukannya untuk bertumbuh. Bila para penderita belum mencapai masa menopause, maka dianjurkan agar dilakukan pengangkatan indung telur untuk menghentikan produksi hormon yang diperlukan oleh tumor untuk bertumbuh.   5.      Terapi Biologikal Terapi biologikal merupakan suatu terapi baru bagi kanker payudara. Terapi ini muncul dikarenakan para peneliti menemukan bahwa sekitar 25% wanita yang menderita kanker payudara ternyata memiliki kadar protein HER2 yang berlebihan. Protein ini membuat kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan sebuah obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengatasi kanker payudara metastatik dengan HER2 positif. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi protein sehingga membantu menghambat pertumbuhan kanker dan membuat obat kemoterapi lebih efektif. Terapi ini seringkali dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.   Sumber: webmd