Your browser does not support JavaScript!
 18 Jan 2020    11:00 WIB
Bahaya Kacang Kedelai Bagi Kesehatan Anda!
Berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kacang kedelai membuat kacang kedelai dipercaya sebagai salah satu makanan sehat yang baik dikonsumsi oleh siapa saja. Hal ini dikarenakan kacang kedelai mengandung banyak protein nabati, yang dapat digunakan sebagai pengganti protein hewani oleh banyak orang, terutama para vegan dan vegetarian. Akan tetapi, kacang kedelai ternyata juga memiliki sisi buruk seperti halnya makanan lain. Sejenis isoflavon (fitoestrogen) yang terdapat di dalam kacang kedelai ternyata dapat menghambat kerja sistem endokrin dan menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kemandulan dan kanker payudara. Selain fitoestrogen, kacang kedelai ternyata juga mengandung berbagai zat berbahaya lain seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Baca Juga: Apa Hubungan Antara Kedelai dan Kanker Payudara?   Goitrogen Pada beberapa penelitian, kedelai terbukti dapat mengganggu kerja kelenjar tiroid. Hal ini dikarenakan kedelai mengandung goitrogen, yang dapat menghambat proses pembentukan hormon tiroid dan metabolisme iodium di dalam tubuh.   Asam Fitat Kedelai mengandung banyak asam fitat. Asam fitat merupakan asam yang dapat mengganggu proses penyerapan berbagai mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti seng, kalsium, magnesium, dan zat besi.   Hemaglutinin Kedelai juga mengandung hemaglutinin, suatu zat yang dapat membuat sel darah merah menggumpal.   Tripsin Selain hemaglutinin, kedelai juga mengandung tripsin, suatu zat yang dapat menghambat proses pencernaan protein, yang pada akhirnya dapat "melukai" pankreas dan meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas. Terlalu banyak tripsin di dalam tubuh juga dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan lain seperti diare, perdarahan, dan kram otot.          Sumber: boldsky
 09 Jan 2020    16:00 WIB
Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. "Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara", kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara.   Sumber: webmd
 27 Dec 2019    11:00 WIB
Makanan yang Perlu Dikonsumsi Untuk Mencegah Kambuhnya Kanker
Fitokimia merupakan berbagai jenis nutrisi yang dapat ditemukan di dalam berbagai jenis tanaman. Beberapa jenis fitokimia telah diketahui dapat membantu melawan kanker dan mencegah kekambuhan kanker. Di bawah ini terdapat beberapa contoh fitokimia tersebut.   Kedelai Kedelai mengandung fitoestrogen, yang hampir sama dengan hormon estrogen di dalam tubuh. Jadi semua produk kedelai seperti tahu, tempek, susu kacang, dan sup miso juga mengandung fitoestrogen. Beberapa peneliti menduga bahwa fitoestrogen ini dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara yang berespon positif terhadap hormon estrogen (membutuhkan hormon estrogen untuk bertumbuh). Akan tetapi, karena konsumsi kedelai dapat mengganggu beberapa jenis pengobatan atau terapi hormon, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi kedelai secara teratur setiap harinya.   Berbagai Antioksidan Berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan merupakan beberapa jenis makanan yang mengandung banyak antioksidan. Beberapa makanan yang mengandung banyak antioksidan adalah brokoli, hati, dan manga. Antioksidan merupakan zat yang diperlukan oleh tubuh untuk melindungi berbagai sel dari kerusakan.   Beta Karoten Beberapa jenis makanan yang mengandung beta karoten adalah wortel, aprikot, ubi rambat, serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang berwarna oranye. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi beta karoten dapat membantu menurunkan resiko kematian akibat kanker payudara.   Likopen Likopen merupakan zat yang membuat tomat memiliki warna merah dan buah naga memiliki warna pink keunguannya. Likopen juga dapat membantu mencegah kambuhnya kanker payudara.   Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu Anda konsumsi dan Anda hindari untuk membantu melindungi diri Anda dari kanker seperti: Konsumsilah berbagai jenis protein rendah lemak seperti ayam panggang dan ikan panggang. Hindarilah berbagai jenis makanan yang mengandung banyak lemak seperti steak, bebek, sosis, atau daging tinggi lemak Konsumsilah 5 porsi sayuran dan buah setiap harinya Hindari konsumsi berbagai jenis daging olahan yang telah banyak dihubungkan dengan terjadinya kanker seperti bacon, bologna, sosis, ham, dan daging asap Konsumsilah makanan yang mengandung gandum seperti roti gandum dan beras coklat Kurangi konsumsi minuman beralkohol. Batasi konsumsi minuman beralkohol Anda agar tidak lebih dari 1-2 gelas setiap harinya   Sumber: webmd
 22 Dec 2019    16:00 WIB
Apa Hubungan Antara Kedelai dan Kanker Payudara?
Apakah kedelai dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara atau justru melindungi Anda dari kanker payudara? Hingga saat ini, para peneliti masih saling berdebat mengenai hal ini. Hal ini dikarenakan berbagai penelitian memiliki hasil yang berbeda-beda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kedelai dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel tumor. Sementara itu, berbagai penelitian lainnya menemukan bahwa kedelai justru dapat melindungi seseorang dari kanker.  Akan tetapi, semua penelitian di atas hanya dilakukan berdasarkan suatu data populasi umum yang tidak dapat menemukan hubungan sebab akibat yang jelas antara kedelai dan kanker payudara. Pada penelitian ini, para peneliti membandingkan secara langsung wanita yang mengkonsumsi suplemen kedelai dengan wanita yang mengkonsumsi plasebo untuk menentukan apa efek kedelai pada gen yang berhubungan dengan kanker payudara. Para peneliti melakukan pengamatan pada sekitar 140 orang yang baru saja didiagnosa menderita kanker payudara invasif. Sekitar 2-3 minggu sebelum tindakan pembedahan dilakukan, misalnya mastektomi atau lumpektomi, para wanita ini diberikan suplemen kedelai (setara dengan 4 gelas susu kedelai berukuran 480 ml atau 4 porsi tahu besar) atau plasebo setiap harinya. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa konsumsi makanan berbahan kedelai yang diberikan selama sejangka waktu dapat mempengaruhi keadaan kanker payudara yang telah terjadi. Beberapa minggu kemudian, para peneliti menemukan bahwa beberapa orang wanita di dalam kelompok yang mengkonsumsi suplemen kedelai memiliki kadar genistein yang tinggi. Genistein merupakan bahan sisa metabolisme kedelai. Sedangkan wanita yang mengkonsumsi plasebo tidak mengalami kenaikan kadar genistein di dalam tubuhnya. Hal menarik lainnya yang ditemukan para peneliti adalah bahwa penderita dengan kadar genistein yang tinggi juga mengalami peningkatan jumlah gen yang berhubungan dengan pertumbuhan tumor. Akan tetapi, bukan berarti pertumbuhan tumor menjadi lebih agresif daripada sebelumnya. Jadi, penelitian ini menemukan bahwa mengkonsumsi banyak kedelai dalam jangka waktu singkat dapat menyebabkan perubahan proses proliferasi gen pada beberapa wanita yang menderita kanker payudara invasif, akan tetapi hal ini bukan berarti terjadi perubahan bentuk atau pertumbuhan tumor secara nyata di dalam tubuh para penderita ini. Walaupun para peneliti menemukan adanya perubahan pada ekspresi gen ini, akan tetapi para peneliti tidak mengetahui apakah perubahan ini dapat menyebabkan perubahan besar pada penderita yang mengkonsumsi suplemen kedelai dalam waktu yang lebih lama dari 2-3 minggu. Jadi apakah Anda harus membatasi konsumsi kedelai atau bahkan menghindari konsumsi kedelai secara menyeluruh jika Anda menderita kanker payudara? Hal ini mungkin tidak perlu dilakukan. Seperti banyaknya hal lain, konsumsi kedelai dalam jumlah sedang tampaknya aman bagi para penderita kanker payudara.  Selain itu, terdapat berbagai penelitian lainnya yang menunjukkan bawha konsumsi kedelai dapat membantu mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Jadi yang penting adalah berapa jumlah kedelai yang Anda konsumsi. Mengkonsumsi kedelai dalam jumlah sedang tampaknya cukup aman, tetapi dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi suplemen kedelai bila Anda telah menderita kanker payudara.       Sumber: womenshealthmag
 08 Dec 2019    16:00 WIB
Deteksi Kanker Payudara Dengan Mammografi
Seperti yang kita ketahui penyakit kanker payudara adalah pembunuh nomor satu di Indonesia pada wanita, menggantikan posisi kanker leher rahim yang dahulunya pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Ada beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara. Salah satunya adalah mammografi. Berikut adalah penjelasan mengenai mammografi untuk membantu Anda yang ingin melakukan pemeriksaan tersebut:   Apa yang dimaksud dengan mammografi? Mammografi adalah pemeriksaan sederhana dengan menggunakan mesin X-ray. Dengan menggunakan mesin mammografi tersebut, payudara ditempatkan di antara dua plat dari mesin x-ray dan akan dilakukan penekanan. Keadaan ini mungkin menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman, namun hal ini penting untuk mendapatkan hasil gambar yang baik. Penekanan tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Seluruh prosedur mammografi biasanya memakan waktu sekitar 20-30 menit untuk satu payudara.   Mammografi merupakan pemeriksaan paling utama untuk melakukan deteksi kanker payudara pada stadium awal. Meskipun hasil dari mammografi tidak 100% akurat, namun mammografi merupakan metode terbaik untuk mendeteksi kanker payudara   Kapankah seorang wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan pada wanita mulai usia 35 tahun atau yang sudah menyusui Seberapa sering harus melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan dua tahun sekali pada usia 35-50 tahun, dilakukan satu tahun sekali untuk usia diatas 50 tahun. Siapa sajakah yang sebaiknya melakukan pemeriksaan mammografi? Disarankan untuk semua wanita mulai usia 35 tahun, dengan atau tidak memiliki faktor risiko Apa yang dilakukan setelah melakukan pemeriksaan mammografi? Hasil dari mammografi adalah film (mammogram) yang akan dibacakan oleh dokter ahli radiologi Setelahnya Anda akan dikonsultasikan kepada dokter bedah atau dokter bedah onkologi   Sumber: medindia   
 10 Aug 2019    18:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 1
Kanker payudara stadium 1 merupakan kanker payudara stadium awal di mana sel-sel kanker belum menyebar keluar dari payudara (sel kanker hanya terdapat di dalam jaringan payudara) atau sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat tetapi hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. Dengan demikian, para penderita pun memiliki cukup banyak pilihan terapi dan angka ketahanan hidup selam 5 tahun mendatang pun cukup baik, yaitu sekitar 88%. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan oleh penderita kanker payudara stadium 1.   1.      Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan merupakan terapi standar bagi kanker payudara stadium 1. Karena ukuran tumor masih kecil, maka Anda mungkin hanya perlu melakukan lumpektomi dan bukannya mastektomi (pengangkatan seluruh jaringan payudara). Pada tindakan lumpektomi ini, dokter hanya akan mengangkat tumor dan sejumlah jaringan payudara di sekitarnya. Selain itu, dokter juga akan mengangkat 1 atau lebih kelenjar getah bening yang berada di dekat payudara. Terapi lainnya yang disebutkan di bawah ini biasanya merupakan terapi tambahan untuk mencegah kekambuhan kanker payudara di masa yang akan datang.   2.      Terapi Radiasi Terapi radiasi biasanya dilakukan setelah tindakan lumpektomi. Radiasi dapat membunuh sel-sel kanker yang terlewatkan saat tindakan pembedahan dilakukan.   3.      Kemoterapi Kemoterapi merupakan suatu pengobatan kanker dengan menggunakan berbagai jenis obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi seringkali dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk menurunkan resiko kekambuhan. Wanita yang memiliki tumor yang berukuran besar biasanya perlu melakukan kemoterapi.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon kadangkala diberikan pada para penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon (pertumbuhan tumor tampaknya tergantung pada hormon estrogen) setelah tindakan pembedahan dilakukan. Pemberian terapi ini bertujuan untuk mencegah tumor memperoleh hormon yang diperlukannya untuk bertumbuh. Bila para penderita belum mencapai masa menopause, maka dianjurkan agar dilakukan pengangkatan indung telur untuk menghentikan produksi hormon yang diperlukan oleh tumor untuk bertumbuh.   5.      Terapi Biologikal Terapi biologikal merupakan suatu terapi baru bagi kanker payudara. Terapi ini muncul dikarenakan para peneliti menemukan bahwa sekitar 25% wanita yang menderita kanker payudara ternyata memiliki kadar protein HER2 yang berlebihan. Protein ini membuat kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan sebuah obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengatasi kanker payudara metastatik dengan HER2 positif. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi protein sehingga membantu menghambat pertumbuhan kanker dan membuat obat kemoterapi lebih efektif. Terapi ini seringkali dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.   Sumber: webmd
 22 Jul 2019    11:00 WIB
Kemana Saja Sel Kanker Payudara Dapat Menyebar?
Jika dokter Anda memberitahu Anda bahwa kanker payudara ynag Anda derita telah menyebar ke bagian tubuh lain, hal ini berarti bahwa kanker Anda telah memasuki stadium lanjut, di mana sel-sel kanker tidak hanya ditemukan di dalam payudara Anda tetapi juga di bagian tubuh lainnya. Seberapa jauh penyebaran sel kanker tersebut merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan dokter saat menentukan stadium kanker Anda. Kanker payudara dianggap sudah mengalami metastasis bila sel kanker telah menyebar jauh dari payudara Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa bagian tubuh yang seringkali menjadi tempat "tujuan" lain dari sel-sel kanker payudara Anda.   Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening yang terdapat pada bagian ketiak, payudara, dan sekitar tulang selangka merupakan tempat pertama yang biasa "dikunjungi" oleh sel-sel kanker payudara. Jika sel kanker telah menyebar lebih jauh daripada kelenjar-kelenjar getah bening ini, maka kanker pun dianggap telah mengalami metastasis. Oleh karena itu, bila Anda didiagnosa menderita kanker payudara, maka dokter Anda biasanya akan memeriksa kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda untuk mencari tahu apakah sel-sel kanker telah menyebar ke dalamnya. Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apapun walaupun sel kanker Anda telah menyebar ke dalam kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda.   Tulang Bila sel kanker telah menyebar ke dalam tulang Anda, maka nyeri merupakan gejala awal yang biasanya ditemukan. Sel kanker dapat mengenai tulang mana pun di dalam tubuh Anda, termasuk tulang belakang, tulang lengan, dan tulang kaki. Kadangkala tulang akan menjadi rapuh sehingga mudah patah, tetapi pengobatan kanker biasanya dapat mencegah terjadinya hal ini. Jika sel kanker telah menyebar hingga ke medulla spinalis, maka Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menahan keinginan untuk buang air kecil atau besar (inkontinensia).   Baca juga: Tanda dan Gejala Kanker Payudara Pada Pria   Hati Jika sel kanker telah menyebar ke dalam hati Anda, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri perut yang menetap atau perut terasa kembung atau penuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami penurunan berat badan karena menghilangnya nafsu makan. Kulit dan bagian putih mata Anda mungkin akan menjadi kekuningan (jaundice). Hal ini terjadi karena hati Anda tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.   Paru-paru Sel kanker dapat menyebar ke dalam paru-paru atau ruangan di antara paru-paru dan tulang dada, yang akan menyebabkan air berkumpul di sekitar paru-paru Anda. Gejala yang biasa ditemukan adalah sesak napas, batuk yang tidak kunjung sembuh, dan nyeri dada. Beberapa penderita juga dapat mengalami penurunan nafsu makan dan berat badan.   Otak Walaupun terletak cukup jauh, sel kanker dari dalam payudara tetap dapat menyebar ke dalam otak. Hal ini akan membuat Anda mengalami nyeri kepala yang cukup hebat sehingga Anda pun sulit menjaga keseimbangan tubuh dan membuat Anda lebih mudah terjatuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh Anda. Anda mungkin akan mengalami perubahan perilaku atau merasa bingung atau mengalami kejang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 18 Jun 2019    18:00 WIB
Kenali Benjolan Di Tubuh yang Dapat Mematikan!
Apakah Anda menemukan adanya benjolan pada tubuh Anda? Khawatir bila benjolan tersebut merupakan tanda keganasan alias kanker? Sebenarnya, selain sebagai suatu tanda adanya keganasan, benjolan juga dapat merupakan suatu tumor jinak atau tanda adanya proses peradangan di dalam tubuh.   Seperti halnya tahi lalat, benjolan dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada payudara, leher, dan daerah kemaluan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis benjolan yang mungkin tumbuh pada tubuh manusia.   Getah Bening Benjolan yang terbentuk pada daerah ketiak dan leher; misalnya di bawah rahang, belakang telinga, dan dasar tengkorak, serta di selangkangan biasanya merupakan suatu pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus pada bagian tubuh di dekatnya.   Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu. Bila benjolan tetap ada selama lebih dari 3 minggu, maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Nodul Tiroid Benjolan kecil yang teraba keras di leher bagian depan bawah biasanya disebabkan oleh pembesaran kelenjar tiroid, yang merupakan suatu tumor jinak. Akan tetapi, untuk memastikannya dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.   Fibroadenoma Fibroadenoma atau tumor jinak di daerah payudara biasanya mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun. Benjolan biasanya berbentuk bulat, sangat mudah digerakkan, dan sebagian besar tidak berbahaya. Akan tetapi, jika benjolan terus membesar dan membuat Anda merasa khawatir, segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Kista Kista dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di daerah payudara dan daerah kemaluan. Kista dapat terasa sangat lembut dan berisi cairan. Kompres kista dengan air hangat dan oleskan krim antibiotik. Jika benjolan menetap selama lebih dari 1 bulan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Lipoma Benjolan yang terdiri dari jaringan lemak ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada kaki, tangan, dan batang tubuh. Bentuknya biasanya berupa benjolan bulat yang mudah digerakkan. Penyebabnya biasanya merupakan faktor genetika atau diturunkan dalam keluarga. Benjolan ini biasanya hanya berupa tumor jinak dan tidak berbahaya.   Baca Juga: Apakah Arti Benjolan Pada Payudara Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: penyakitkulit
 23 Apr 2019    18:00 WIB
Pentingnya Kembang Kol untuk Pencegahan Kanker
Kembang kol termasuk dalam sayuran dari jenis cruciferous. Dari berbagai hasil penelitian terbukti sayuran kembang kol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama sebagai bahan makanan pencegah berbagai penyakit atau protective food. Selain kaya dengan berbagai vitamin, mineral, antioksidan dan serat, kembang kol juga mengandung senyawa fitokimia yang mampu mencegah beberapa jenis penyakit seperti kanker dan serangan jantung. Berikut adalah manfaat dari kembang kol: Kanker ususKembang kol merupakan sumber serat yang sangat baik dan mampu memperbaiki proses pencernaan karena mengandung glucoraphin. Glucoraphin akan melindungi usus dan mengurangi resiko terkena kanker usus dan penyakit lain yang bermanifestasi di usus. Kanker prostatKembang kol mampu mengurangi terjadinya inflamasi dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh terutama area prostat. Kembang kol juga kaya akan antioksidan yang mempu memerangi radikal bebas dan menjadi penyebab utama terjadinya kanker. Kanker payudaraKembang kol mengandung senyawa fitokimia seperti sulforaphane, sterol yang penting dalam pencegahan pertumbuhan kanker. Kanker mulut rahimKembang kol mampu mencegah timbulnya kanker mulut rahim karena mengandung kombinasi senyawa fitokimia, plant sterol, antioksidan dan vitamin C. Kembang kol terbukti merupakan sayuran yang mampu menjaga kesehatan wanita terutama dalam pencegahan kanker. Kanker indung telurKanker indung telur memang tidak segera memunculkan gejala-gejala, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan mengkonsumsi kembang kol. Resiko kanker indung telur lebih tinggi terjadi pada wanita yang tidak memiliki anak, wanita yang menggunakan terapi hormon replacement, mengidap kanker payudara atau kanker usus dan secara teratur mengkonsumsi obat-obatan fertilitas.Sumber: healthmeup