Your browser does not support JavaScript!
 23 Jun 2021    12:00 WIB
Makanan Ini Ternyata Bisa Cegah Kanker Payudara!
Kanker payudara merupakan penyakit yang paling sering dialami oleh wanita. Kanker payudara merupakan kanker yang paling mematikan untuk wanita. Kanker payudara bisa terjadi pada siapa saja dan gejalanya tidak bisa ditebak. Sampai saat ini para ahli juga tidak bisa memastikan penyebab dari kanker payudara. Tetapi payudara bisa dicegah loh, bisa dimulai dengan menjaga pola hidup dan pola makanan. Penasaran bagaimana cara mencegah kanker payudara dengan mengkonsumsi makan? Simak tips dibawah ini! Buah delima Buah delima merupakan buah yang memiliki rasa enak, selain delima juga menyegarkan dan juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buah delima diketahui bisa mencegah resiko kanker payudara. Kandungan polifenol dan antikosidan bisa mengurangi pertumbuhan sel kanker.   Kacang-kacangan Kacang yang varian hitam, dan navy bisa membantu memproduksi phytic acid, aponin dan juga protease inhibitor. Kandungan ini bisa mencegah atau menghambat pertumbuhan sel kanker.   Bawang putih Bawang putih bisa membuat tubuh menjadi sehat dan terhindar dari masalah kesehatan. Bawang putih berfungsi untuk menstabilkan tekanan darah dan juga menstabilkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah pertumbuhan sel kanker.   Teh Kandungan flavonoid yang ada dalam teh bisa mengurangi risiko kanker payudara. Oleh karena itu sangat disarankan untuk minum teh.   Brokoli Seperti yang kita ketahui brokoli memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Brokoli mengandung senyawa aktif yang bisa membunuh sel kanker yang ada pada tubuh. Selain itu kandungan antioksidannya bisa menekan pertumbuhan sel kanker.   Blueberry Blueberry mengandung antioksidan yang tinggi yang bisa menjaga kesehatan sel yang ada didalam tubuh. Selain itu blueberry juga bisa menangkal radikal bebas yang berbahaya untuk tubuh.   Baca juga: Muda Bukan Berarti Bebas dari Kanker Payudara Lho!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 01 Feb 2021    11:00 WIB
Muda Bukan Berarti Bebas dari Kanker Payudara Lho!
Tahukah Anda bahwa kanker payudara ternyata tidak hanya mengenai mereka yang telah berusia lebih dari 40 tahun? Sekitar 30% penderita kanker payudara di Indonesia berusia kurang dari 40 tahun. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila Anda rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) walaupun Anda masih muda. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita yang masih muda adalah: Pernah menderita kanker payudara atau memiliki tumor jinak pada payudara Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, terutama pada ibu, saudara perempuan,  atau anak perempuan Pernah melakukan radioterapi di daerah dada sebelum berusia 40 tahun Mengalami mutasi genetik, terutama gen BRCA1 dan BRCA2 Menstruasi pertama kali terjadi sebelum berusia 12 tahun Berapa usia Anda saat pertama kali memiliki anak Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan Mengkonsumsi terlalu banyak daging merah Mengalami obesitas Ras tertentu Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penggunaan pil KB dalam 10 tahun terakhir juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, melakukan terapi sulih hormon dengan hormon estrogen dan progestin juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara walaupun sedikit. Bila Anda menemukan adanya suatu benjolan atau sesuatu hal yang tidak normal yang tidak biasanya ada pada payudara Anda, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Dengan demikian, dokter dapat melakukan pemeriksaan secara dini sehingga diagnosa pun dapat ditegakkan lebih cepat dan Anda pun dapat segera memperoleh pengobatan yang sesuai bila ditemukan kelainan pada payudara Anda. Walaupun demikian, menegakkan diagnosa kanker payudara pada seorang wanita yang masih berusia kurang dari 40 tahun memang lebih sulit, karena umumnya jaringan payudara mereka masih lebih kencang daripada wanita yang berusia lebih tua. Hal ini membuat seorang wanita muda seringkali terlambat menyadari adanya sebuah benjolan pada payudaranya hingga kanker telah memasuki stadium lanjut. Selain itu, kanker payudara yang terjadi pada wanita yang masih muda biasanya juga lebih agresif dan lebih jarang memberikan respon positif terhadap pengobatan. Semakin muda usia seorang wanita saat ia didiagnosa menderita kanker payudara menunjukkan bahwa kanker payudaranya mungkin terjadi akibat adanya mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Tahukah Anda mengapa kasus kanker payudara banyak ditemukan pada wanita berusia muda sekarang ini? Hal ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, di mana banyak wanita muda yang memiliki tingkat stress yang tinggi dan juga merokok seperti halnya pria. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya kanker payudara pada usia muda adalah dengan menjaga pola hidup yang sehat seperti berhenti merokok dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran Anda. Dengan melakukan pola hidup sehat ini, resiko terjadinya kanker payudara Anda dapat menurun hingga 25% lho! Selain itu, dianjurkan agar seorang wanita yang telah memasuki usia 20 tahun untuk melakukan pemeriksaan payudaranya setidaknya setiap 3 tahun sekali. Bagi wanita yang telah memasuki usia 40 tahun, dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setidaknya 1 tahun sekali. Bagi wanita yang telah berusia 50-74 tahun dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setiap 2 tahun sekali dan tidak perlu melakukan pemeriksaan mamografi lagi bila telah memasuki usia lebih dari 74 tahun. Pengobatan kanker payudara pada wanita muda biasanya tergantung pada apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau belum dan pada keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan. Pilihan pengobatan kanker payudara yang telah tersedia saat ini adalah: Tindakan pembedahan, seperti lumpektomi (hanya mengangkat tumor dan sejumlah jaringan di sekitarnya) atau mastektomi (mengangkat seluruh jaringan payudara) Radiasi. Terapi ini biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Kemoterapi. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Terapi sulih hormon. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Satu hal yang perlu diingat adalah terapi kanker payudara akan mempengaruhi gairah seksual, kesuburan, dan kehamilan Anda. Jadi, bila Anda ingin memiliki anak nantinya, pastikan Anda memberitahu dokter Anda sebelum Anda memulai terapi apapun. Sumber: webmd
 22 Jan 2021    11:00 WIB
Jahe Bisa Membunuh Sel Kanker Payudara, Benarkah?
Sebuah penelitian di Saudi Arabia menemukan bahwa jahe mungkin dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pengobatan kanker payudara. Walaupun sekarang ini telah tersedia terapi khusus untuk mengatasi kanker payudara (walaupun belum dapat menyembuhkannya) dan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara pada seorang wanita, kanker payudara tetap merupakan suatu gangguan kesehatan yang sulit ditangani dan seringkali menyebabkan kematian pada penderitanya. Pada umumnya, pengobatan kanker payudara biasanya berupa terapi hormonal dengan tamoxifen atau modulator reseptor estrogen selektif lainnya. Akan tetapi, hampir semua penderita kanker payudara yang telah menyebar dan sekitar 40% penderita kanker payudara yang telah menerima tamoxifen mengalami kekambuhan dan berakhir dengan kematian. Selain itu, penggunaan modulator reseptor estrogen selektif pun seringkali terbatas karena berbagai efek samping yang mungkin terjadi dan tidak dapat mengatasi kanker payudara yang bukan disebabkan oleh gangguan pada reseptor estrogen selektif ini. Lebih lanjut lagi, walaupun sel-sel kanker payudara mungkin berespon terhadap pemberian kemoterapi pada awal terapi, akan tetapi sel-sel kanker payudara ini pada akhirnya dapat tetap bertahan dan menjadi kebal (resisten) terhadap kemoterapi. Oleh karena itu, para ahli sekarang ini sedang mencari alternatif lainnya yang dapat membantu membunuh sel kanker payudara secara permanen dan tidak mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Para ahli kemudian mulai menunjukkan ketertarikan pada ekstrak jahe mentah. Hal ini dikarenakan jahe telah terbukti memiliki suatu efek anti kanker yang cukup kuat, walaupun bagaimana jahe dapat membunuh sel kanker payudara masih tidak diketahui. Berdasarkan berbagai data penelitian lainnya dan fakta bahwa pada beberapa kasus, ekstrak tanaman herbal telah terbukti lebih mampu melawan sel kanker dibandingkan dengan obat-obatan, maka penelitian ini pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai efek ekstrak jahe mentah ini terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Para ahli kemudian menemukan bahwa jahe ternyata memiliki beberapa efek menakjubkan seperti: • Menginduksi terjadinya proses apoptosis (suatu program bunuh diri pada sel) • Meningkatkan produksi Bax (suatu gen yang berperan dalam proses apoptosis) • Menurunkan kadar protein Bcl 2 (suatu protein yang berhubungan dengan kanker) • Menurunkan kadar protein yang berperanan dalam proses daur ulang sel kanker • Meningkatkan kadar inhibitor CDK dan p21 yang merupakan suatu anti kanker Penelitian di atas bukanlah penelitian pertama yang meneliti mengenai efek jahe terhadap sel kanker. Pada kenyataannya, suatu komponen di dalam jahe yaitu gingerol telah terbukti dapat memperlambat atau mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya (anti metastatik). Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa efek anti kanker di dalam jahe ternyata tidak hanya berperan pada kanker payudara, tetapi juga pada beberapa jenis kanker lainnya seperti: • Kanker usus besar dan rektum • Kanker hati • Kanker paru • Kanker kulit (melanoma) • Kanker pankreas • Kanker prostat • Kanker kulit lainnya Baca juga: Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita Sumber: themindunleashed
 20 Jan 2021    19:00 WIB
Fakta Menarik Tentang Payudara
Seperti halnya rambut yang merupakan mahkota para wanita, payudara juga merupakan bagian tubuh yang sangat penting bagi seorang wanita. Di bawah ini terdapat beberapa fakta menarik mengenai payudara, simak yuk! Tidak Puas Tahukah Anda bahwa sebagian besar wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya? Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Sexual Health, sekitar 70% wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya. Titik Sensitif Tahukah Anda bahwa seorang wanita dapat mencapai orgasme dengan adanya stimulasi pada puting payudaranya? Orgasme yang dicapai karena adanya stimulasi pada puting payudara ini disebut dengan nipplegasme. Sekitar 80% wanita mengatakan bahwa stimulasi pada daerah payudara, baik berupa sentuhan atau pijatan pada payudara saat berhubungan intim dapat membuat mereka cepat merasa bergairah. Dapat Bergerak Hingga 20 cm Tahukah Anda bahwa saat Anda berolahraga payudara Anda ternyata dapat bergerak hingga sejauh 20 cm, baik ke arah atas, bawah, maupun samping? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menggunakan sport bra yang tepat saat berolahraga. Ukuran Payudara Kanan dan Kiri Tidak Sama Apakah Anda pernah memperhatikan ukuran payudara kanan dan kiri Anda? Apakah ukurannya tampak berbeda? Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara kanan dan kiri yang tidak sama, di mana salah satu payudara 1/5 kali lebih besar daripada payudara lainnya. Keadaan ini merupakan suatu hal yang normal. Baca juga: Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya! Sumber: womenshealthmag
 16 Jan 2021    15:00 WIB
Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita
Kanker menjadi salah satu penyakit yang bisa menyerang siapapun. Beberapa diantaranya lebih mudah berkembang biak di tubuh wanita dari berbagai kalangan usia.  Kanker yang kerap kali muncul adalah kanker payudara dan kanker serviks. Selain itu ada berbagai jenis kanker lainnya yang patut diwaspadai dan dikenali gejalanya. Melansir dari berbagai sumber, berikut jenis-jenis kanker yang mudah menyerang wanita. Kanker Payudara Jenis kanker yang satu ini bukan tak bisa menyerang pria, hanya saja kanker payudara kerap kali menyerang para wanita. Bahkan angka penderita terus meningkat dari tahun ke tahun. Melansir laman Medical News Today kanker payudara biasanya dimulai dari lapisan dalam saluran susu atau disebut lobulus. Kemudian, dari sanalah sel-sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.  Kanker payudara kerap kali disadari ketika sudah memasuki stadium akhir. Sehingga mengatasinya juga menjadi lebih sulit. Untuk itu ketahui ciri-ciri kanker payudara: • Nyeri di ketiak atau payudara yang tidak berubah dengan siklus bulanan • Muncul kerutan dan kemerahan di sekitar puting dan payudara • Timbul ruam di sekitar puting • Bentuk yang tidak simetris atau muncul benjolan • Perubahan ukuran atau bentuk payudara Kanker Serviks Selain kanker payudara, kanker serviks juga banyak menyerang wanita. Melansir laman Webmd, sel-sel ini kerap tumbuh pada leher rahim yang terhubung dengan vagina. Kanker yang satu ini tumbuh perlahan akibat adanya infeksi Human Papollomavirus (HPV). Bahayanya, kanker ini dapat menyebar ke jaringan lainnya seperti, hati, kandung kemih, vagina, dan rektum. Kerap kali menyerang sejumlah wanita berusia 35 - 70 tahun, namun penting untuk mengetahui gejalanya agar cepat diatasi. • Sakit saat berhubungan seks • Perdarahan vagina yang tidak biasa, seperti setelah hubungan seks, saat menstruasi, setelah menopause, atau setelah pemeriksaan panggul  • Keputihan yang berlebih • Mudah lelah • Turunnya berat badan • Nyeri tulang, dan lain-lain. Baca juga: Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara Kanker Kolorektal Usus besar sebagai saluran pengeluaran sisa makanan atau feses sangat mudah untuk diserang oleh sel kanker. Bahkan, kanker usus besar kerap kali menyerang para usia tua, terutama wanita. Melansir laman Mayo Clinic, kanker usus besar sering disebut juga kanker kolorektal adalah sejenis kanker yang bermula dari usus kecil yang kemudian menjalar ke usus besar sebagai saluran akhir untuk membuang sisa makanan. Lalu seperti apa gejala dari kanker usus besar? • Sering buang air besar, dibarengi dengan diare, dan sembelit Kanker Ovarium Kerap kali menyerang wanita berusia lanjut, kanker ovarium bisa tumbuh serta berkembang biak dengan cepat. Diawali oleh tumbuhnya tumor, jika dibiarkan penyakit ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bahayanya, kanker ovarium juga bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Melansir laman Healthline, ovarium adalah dua kelenjar reproduksi wanita yang menghasilkan ovum, atau telur. Mereka juga memproduksi hormon estrogen perempuan dan progesteron. Untuk menjaganya, perlu diketahui ciri-cirinya ketika menyerang agar segera teratasi: • Perut kembung, tekanan, dan rasa sakit • Kenyang abnormal setelah makan • Hilangnya nafsu makan  • Buang air kecil berlebihan  Kanker Paru-paru Kanker paru juga jadi salah satu jenis kanker yang kerap menyerang wanita. Risikonya menyerang akan lebih tinggi bagi mereka yang merokok pasif dan aktif.  Tingkat kematian akibat penyakit ini juga sama tingginya dengan kanker payudara. Untuk mencegahnya penting untuk mengetahui gejalanya agar segera diatasi: - Batuk yang tak kunjung hilang - Batuk berdarah - Sesak napas - Nyeri dada - Suara serak - Turunnya berat badan - Nyeri tulang Baca juga: Cegah Kanker Payudara dengan 3 Makanan Ini Sumber: Herworld
 05 Dec 2020    17:00 WIB
Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya!
"Puting payudaramu kok hitam? Sudah gak perawan yaaaaa?!" Gak usah didengerin, ya Ladies! Karena menghitamnya puting mu tidak ada kaitannya dengan perawan atau tidaknya kamu. Sebagian besar perempuan memang khawatir ketika puting payudaranya terlihat lebih gelap lantaran takut dianggap tidak menarik lagi. Padahal, payudara itu akan mengalami perubahan bentuk, ukuran, bahkan warna seiring jalannya waktu. Mengapa begitu? Yuk kita bahas! Ladies, sebenarnya bukan puting payudara mu yang berubah warna, melainkan areolanya (itu lho yang bulatan di sekeliling puting). Selain tergantung dari warna kulit masing-masing, kebanyakan faktor penyebab menghitamnya puting payudara adalah karena perubahan hormon. Berikut ini beberapa penyebab menghitamnya daerah puting payudaramu: PUBERTAS Saat puber, indung telur mulai menghasilkan hormon esterogen yang merangsang pertumbuhan dan perkembangan organ seksual wanita. Tingginya kadar hormon tersebut lah yang membuat payudara bertambah besar dan puting susu yang terangkat. Kulit areola pun berubah menjadi lebih gelap. JELANG MENSTRUASI Saat indung telur melepaskan sel-sel telur selama masa ovulasi, kadar esterogen dan progesteron dalam tubuh akan meningkat. Level hormon yang berubah ini membuat payudara menjadi lunak atau membengkak. Termasuk berubah warna menjadi lebih gelap saat siklus menstruasi berlangsung. PENGARUH DARI RAMBUT DI SEKITAR AREOLA Beberapa perempuan memiliki rambut halus di sekitar puting payudaranya, sehingga membuat daerah itu terlihat semakin gelap. KONTRASEPSI Pil KB memiliki kandungan sintesis dari hormon esterogen dan progesteron. Hal ini kemudian menyebabkan perubahan hormonal sehingga warna puting menjadi lebih gelap. MENYUSUI Saat wanita menyusui, warna puting akan menjadi lebih gelap karena adanya produksi ASI. Perubahan warna ini juga dipercaya bisa membantu bayi lebih mudah menemukan sumber makanan mereka. KANKER Penyebab terakhir ini merupakan hal yang harus diwaspadai. Penyakit paget merupakan kanker yang terjadi pada bagian puting. Salah satu gejala dari penyakit ini yaitu perubahan warna yang terjadi di sekitar puting. Jika perubahan warna puting terjadi tanpa gejala-gejala di atas, sebaiknya kamu berkonsultasi langsung ke dokter ya.
 13 Nov 2020    09:00 WIB
Yuk Tahu Lebih Banyak Tentang Puting Susu
Seperti halnya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda, setiap orang, baik pria maupun wanita, juga memiliki puting susu yang berbeda-beda. Selain dipengaruhi oleh faktor genetika: kadar hormonal tampaknya juga dapat mempengaruhi perbedaan bentuk dan warna puting susu setiap orang, khususnya wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik mengenai puting susu yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Puting Dapat Mengeras Tahukah Anda bahwa puting susu merupakan area payudara yang paling sensitif terhadap sentuhan? Putting susu yang mengeras juga dapat menjadi petunjuk bahwa seorang wanita atau pria sedang merasa bergairah, walaupun tidak selalu. Hal ini dikarenakan perubahan suhu, terutama suhu dingin, juga dapat menstimulasi puting susu sehingga mengeras. Bagaimana puting susu dapat mengeras? Berbeda dengan ereksi penis yang disebabkan oleh masuknya darah ke dalam pembuluh darah di area sekitar penis, mengerasnya puting susu terjadi karena kontraksi otot-otot di bawah kulit, seperti yang terjadi saat seseorang merinding, hanya saja dengan efek yang lebih kuat. Ukuran Berbeda Seperti halnya payudara kanan dan kiri yang berbeda ukuran, puting susu kanan dan kiri juga memiliki ukuran yang berbeda. Beberapa orang bahkan memiliki puting susu yang masuk ke arah dalam. Walaupun tidak membahayakan, hal ini dapat membuat Anda mengalami kesulitan saat akan menyusui anak Anda. Puting Tampak Masuk ke Dalam Pada beberapa orang, puting susu justru tampak masuk ke dalam kulit dan bukannya menonjol keluar. Keadaan ini biasanya tidak berbahaya, kecuali bila baru saja terjadi. Masuknya puting susu ke dalam kulit dapat merupakan tanda kanker payudara yang menarik puting susu masuk ke dalam kulit payudara. Oleh karena itu, bagi Anda yang sebelumnya memiliki puting susu yang menonjol, tetapi kemudian puting susu mengalami perubahan menjadi masuk ke dalam kulit, segera hubungi dokter Anda. Warna Berubah Selain ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, warna puting susu pun dapat berubah warna. Perubahan warna ini biasanya disebabkan oleh perubahan kadar hormonal saat seorang wanita sedang hamil atau menyusui. Pada beberapa keadaan, warna puting susu juga dapat berubah menjadi lebih gelap seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Keluar Cairan dari Puting Susu Kadangkala, Anda mungkin menyadari ada semacam cairan yang keluar dari puting susu Anda, bahkan di saat Anda tidak hamil atau menyusui. Hal ini normal terjadi bila payudara atau puting susu Anda ditekan dengan sangat kuat, misalnya saat Anda sedang menjalani pemeriksaan mamografi. Akan tetapi, keluarnya cairan dari dalam puting susu juga dapat merupakan suatu tanda bahaya bila terjadi tanpa adanya rangsangan apapun pada payudara atau puting susu Anda atau bila cairan yang keluar merupakan darah atau bila hanya terjadi pada salah satu puting susu Anda. Implan Buat Puting Susu Mati Rasa Sebuah penelitian menemukan bahwa semakin besar implan yang dimasukkan ke dalam payudara seseorang, maka semakin besar kemungkinan orang tersebut akan mengalami mati rasa di daerah puting susunya. Hal ini juga dapat terjadi saat seseorang melakukan operasi untuk mengecilkan ukuran payudaranya. Tindik Buat Puting Susu Semakin Besar Ternyata, menindik daerah puting susu Anda dapat membuat puting susu Anda menjadi lebih besar lho! Pembesaran ini juga bersifat permanen. Memiliki 3 Puting Susu Puting susu tambahan biasanya terbentuk di "garis susu" tubuh Anda, yaitu dari daerah ketiak yang melewati puting susu normal Anda dan turun hingga ke selangkangan. Puting susu tambahan yang tumbuh pada "garis susu" ini biasanya akan menghilang saat Anda masih berada di dalam kandungan ibu Anda, akan tetapi pada beberapa orang, puting susu tambahan ini tidak menghilang, sehingga orang tersebut pun memiliki puting susu yang lebih banyak daripada orang lain, yang seringkali dikira tahi lalat. Keadaan ini biasanya lebih sering ditemukan pada pria daripada pada wanita. Sumber: buzzfeed
 23 Oct 2020    17:00 WIB
Perlukah Menggunakan Sport Bra Saat Berolahraga?
Pentingnya penggunaan bra sport saat berolahraga memang sangat jarang dibicarakan. Saat berolahraga tentu yang berada di pikiran Anda adalah bagaimana melakukan olahraga yang baik dan menyehatkan, tanpa memberikan perhatian terhadap pakaian yang harus Anda pakai. Bagaimanapun, memakai bra sport sangat penting pada wanita saat melakukan olahraga, karena bra sport yang baik akan mampu menyangga payudara Anda secara maksimal saat Anda melakukan aktifitas fisik. Sekarang kita akan membicarakan pentingnya pemakaian bra sport saat Anda melakukan olahraga dan jenis-jenis bra sport yang saat ini beredar di pasaran. Pentingnya penggunaan bra sport yang bagus:•    Bra sport yang baik akan memastikan payudara Anda tetap pada tempatnya saat Anda sibuk berolahraga. Payudara pada dasarnya terbentuk dari jaringan lemak dan terlalu banyak goncangan akan menyebabkan ligamen-ligamen meregang.•    Bra sport juga dapat menyerap keringat sehingga menyebabkan Anda tetap nyaman dan kering saat berolahraga.•   Bra sport akan menjaga payudara Anda pada tempatnya tanpa membuatnya terikat atau membuat sesak. Tidak seperti bra biasa yang menggunakan kawat pada bagian bawahnya dan tali yang kencang akan menyebabkan kulit Anda iritasi dan merah, bra sport akan mengikuti lekuk tubuh dan nyaman di tubuh.•    Bra sport juga dapat mencegah nyeri punggung bagian bawah dan masalah di bahu.   Tipe bra sport Bra sport yang tersedia di pasaran saat ini terdiri dari berbagai ukuran, warna dan disain.Bra sport juga memiliki tehnik melindungi yang berbeda, berikut adalah jenis-jenisnya: Encapsulation braBra jenis ini memiliki cup yang terpisah sehingga akan menjaga bentuk payudara Anda. Jenis bra ini cocok digunakan untuk ukuran payudara cup D. Compression braBra jenis ini dapat membantu memberikan tekanan payudara terhadap dinding bra sehingga akan meminimalisir goncangan dan gerakan. Jenis bra ini cocok digunakan untuk ukuran payudara A dan B. Compression/encapsulation braLebih populer dengan nama "combination bra". Bra ini cocok digunakan untuk payudara berukuran cup C atau D. Bra sport sangat penting digunakan saat berolahraga karena dapat mencegah terjadinya kerusakan jaringan payudara saat berolahraga. Pilihlah bra sportyang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Jika Anda memilih payudara berukuran besar, pilihlah bra dengan tali yang cukup lebar dan tebal. Gunakan bra sport yang pas dengan tubuh Anda sehingga menungkinkan Anda untuk bergerak dengan bebas saat berolahraga dan jangan gunakan bra sport yang terlalu ketat karena akan menghalangi pernafasan Anda. Sumber: healthmeup
 14 Oct 2020    09:00 WIB
Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. "Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara", kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Sumber: webmd