Your browser does not support JavaScript!
 19 May 2019    18:00 WIB
Mengonsumsi Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Pankreas
Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi alkohol sebanyak 3 gelas atau lebih setiap harinya dapat meningkatkan resiko anda menderita kanker pankreas. Selain alkohol, merokok, obesitas, usia, adanya anggota keluarga yang menderita kanker pankreas, dan diabetes juga dapat meningkatkan resiko kanker pankreas. Pankreas merupakan suatu kelenjar yang terletak di perut bagian belakang, tepat di belakang lambung. Pankreas berfungsi untuk memproduksi hormon insulin, glukagon, dan berbagai enzim pencernaan. Alkohol dimetabolisme sebagian di dalam pankreas dan metabolit awal alkohol ini bersifat racun bagi sel-sel pankreas. Metabolit alkohol ini dapat menyebabkan perubahan pada sel-sel pankreas seperti peradangan (inflamasi) yang dapat menyebabkan terjadinya kanker pankreas. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada pankreas dan menyebabkan terjadinya pankreatitis, yaitu inflamasi atau peradangan pada pankreas yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri perut hebat dan muntah. Pankreatitis kronik dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas. Selain kanker pankreas, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga telah terbukti berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara, kanker usus besar, kanker hati, kanker mulut, kanker kerongkongan atau kanker tenggorokan. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang atau secukupnya dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah pada orang lanjut usia atau paruh baya. Berdasarkan American Cancer Society, batas aman mengkonsumi alkohol adalah tidak lebih dari 1 gelas sehari bagi wanita dan 2 gelas sehari bagi pria untuk tetap menjaga kesehatan anda.  Baca juga: Berbagai Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Kanker Pankreas Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 21 Feb 2019    08:00 WIB
Kanker Pankreas (Penyebab, Gejala dan Terapi)
Pankreas merupakan suatu organ berbentuk seperti tabung dengan panjang sekitar 15 cm dan terletak di perut bagian belakang, tepat di belakang lambung. Dua tugas utama pankreas adalah membentuk enzim-enzim pencernaan yang berfungsi untuk mencerna makanan dan untuk memproduksi hormon-hormon, termasuk insulin, yaitu suatu hormone yang berfungsi untuk mengatur kadar gula di dalam darah. Kanker pankreas terjadi saat sel-sel kanker bertumbuh, membelah, dan menyebar di dalam jaringan pankreas.   Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Kanker Pankreas Penyebab pasti dari kanker pankreas tidak diketahui, akan tetapi merokok merupakan faktor resiko utama terjadinya kanker pankreas. Perokok memiliki resiko 2-3 kali lebih tinggi untuk menderita kanker pankreas daripada orang yang tidak merokok. Selain itu, usia juga berpengaruh. Kanker pankreas biasanya terjadi pada orang yang berusia lebih dari 45 tahun. Diabetes juga diduga berhubungan dengan terjadinya kanker pankreas, di mana sekitar 10-20% penderita kanker pankreas juga menderita diabetes. Beberapa hal lainnya yang juga meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas adalah pankreatitis kronik (peradangan pankreas yang terjadi dalam waktu lama) dan sirosis hati. Selain itu, adanya anggota keluarga yang menderia kanker pankreas, diet tinggi lemak, obesitas, dan kurangnya olahraga juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas.   Gejala Kanker pankreas biasanya tidak menimbulkan gejala apapun pada stadium awal penyakit. Gejala mulai timbul saat penyakit telah berkembang dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Gejala yang biasa ditemukan adalah: Nyeri pada perut bagian atas, yang kadang menyebar ke punggung. Rasa nyeri ini biasanya memburuk setelah makan atau berbaring Jaundice (kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan) Mual Hilangnya nafsu makan Penurunan berat badan Kelelahan Badan terasa lemah dan lemas Depresi   Apakah Saya Menderita Kanker Pankreas ? Kanker pankreas sulit terdeteksi pada stadium awal dan tidak dapat ditemukan melalui pemeriksaan fisik abdomen (perut). Diagnosa ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan CT scan abdomen. Selain itu, CT scan juga dapat menunjukkan sejauh mana penyakit telah berkembang. Pemeriksaan lainnya untuk menegakkan diagnosa kanker pankreas adalah biopsi jaringan pankreas. Biopsi dapat dilakukan melalui memasukkan jarum ke dalam perut dan mencapai pankreas atau melalui tindakan pembedahan.   Pilihan Terapi Pada Kanker Pankreas Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan dapat menyembuhkan kanker pankreas bila kanker belum menyebar ke organ tubuh lainnya. Pengangkatan tumor dilakukan dengan terus mempertahankan sebanyak mungkin jaringan pankreas normal. Efek samping tindakan pembedahan tergantung pada seberapa banyak jaringan pankreas yang diangkat. Akan tetapi, karena kanker pankreas biasanya baru terdiagnosa saat sel kanker telah menyebar jauh dari pankreas dan membuat tindakan pembedahan saja tidak dapat menyembuhkan kanker secara menyeluruh. Tindakan pembedahan tetap dapat dilakukan walaupun sel kanker telah menyebar ke organ lainnya untuk mengurangi gejala dan mencegah terjadinya berbagai komplikasi akibat besarnya ukuran kanker pankreas ini. Radiasi Terapi radiasi merupakan suatu langkah pengobatan kanker dengan menggunakan radiasi kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi biasanya dilakukan selama 5 hari dalam seminggu selama beberapa minggu atau bulan. Pembatasan ini bertujuan untuk melindungi jaringan atau sel normal dari radiasi ini. Terapi radiasi seringkali dikombinasikan dengan tindakan pembedahan untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah tindakan pembedahan. Selain itu, terapi radiasi juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri atau gangguan pencernaan akibat besarnya massa kanker. Kemoterapi Kemoterapi merupakan suatu pengobatan kanker dengan menggunakan obat untuk menghancurkan sel kanker dan menghentikan pertumbuhan serta perkembangan sel kanker. Kemoterapi dapat hanya menggunakan satu jenis obat atau kombinasi beberapa obat-obatan. Obat ini dapat diberikan secara per oral (melalui mulut) atau melalui suntikan (melalui pembuluh darah). Karena obat ini masuk ke dalam aliran darah dan mengalir ke seluruh tubuh, maka kemoterapi merupakan pengobatan pilihan pada kanker yang telah menyebar. Kemoterapi juga dapat dikombinasikan dengan tindakan pembedahan untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah tindakan pembedahan. Terapi Sel Target Terapi sel target dapat menyerang sel kanker secara spesifik. Terapi ini memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada kemoterapi dan lebih tidak berbahaya bagi sel normal. Terapi Paliatif Terapi paliatif merupakan terapi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderta dengan cara mengurangi gejala dan mengatasi nyeri yang terjadi akibat penyakit.   Pencegahan Karena penyebab pasti kanker pankreas belum diketahui, maka tidak ada hal khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Akan tetapi, menghindari berbagai faktor resiko terjadinya kanker pankreas dapat membantu anda, seperti: Berhenti merokok Kurangi konsumsi lemak anda dan mulailah mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah-buahan Berolahragalah secara teratur   Sumber: webmd  
 29 Oct 2015    20:00 WIB
Pengobatan Kanker Pankreas
Pengobatan kanker, termasuk kanker pankreas tergantung pada stadium atau penyebaran sel kanker. Stadium kanker merupakan suatu cara yang digunakan untuk menentukan penyebaran sel kanker dan pengobatan apa yang dapat dilakukan pada stadium tertentu tersebut.   Stadium 0 Pada stadium 0, sel kanker belum menyebar dan hanya terbatas pada satu lapisan sel di dalam pankreas. Pada stadium 0 kanker pankreas tidak dapat terlihat pada pemeriksaan penunjang apapun, termasuk CT scan.   Stadium I Pada stadium I, sel kanker masih belum menyebar dan hanya terdapat di dalam pankreas dan berukuran kurang dari 2 cm (stadium IA) atau lebih dari 2 cm (stadium IB).   Stadium II Pada stadium II, sel kanker telah menyebar ke jaringan sekitar pankreas atau ke pembuluh getah bening di dekat pankreas.   Stadium III Pada stadium III, sel kanker telah menyebar ke pembuluh darah atau saraf di dekat pankreas, tetapi belum menyebar ke organ tubuh lainnya yang berada jauh dari pankreas.   Stadium IV Pada stadium ini, sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lainnya yang jauh dari pankreas.   Untuk menentukan stadium kanker pankreas secara tepat diperlukan suatu tindakan pembedahan, selain pemeriksaan CT scan dan USG abdomen (perut). Karena tindakan pembedahan juga mempunyai resiko, maka sebelum melakukan tindakan pembedahan ini dokter harus memastikan apakah kanker pankreas tersebut masih dapat diangkat melalui tindakan pembedahan atau tidak. Pembagian kanker pankreas berdasarkan dapat tidaknya sel kanker diangkat melalui tindakan pembedahan adalah: Sel kanker dapat diangkat melalui tindakan pembedahan bila pada pemeriksaan penunjang, sel kanker masih belum menyebar jauh Sel kanker tidak dapat diangkat melalui tindakan pembedahan bila pada pemeriksaan penunjang, sel kanker telah menyebar ke pembuluh darah di dekat pankreas atau bila sel kanker telah menyebar ke organ lainnya Bila sel kanker masih dapat diangkat melalui tindakan pembedahan, maka setelah tindakan pembedahan, dokter akan melakukan kemoterapi atau radiasi atau keduanya untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tertinggal di dalam tubuh.   Pilihan Pengobatan Pada Kanker Pankreas Stadium I (Resectable) Kemoterapi dan Radiasi Kemoterapi atau radiasi atau keduanya seringkali digunakan sebagai suatu kombinasi terapi dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat kanker pankreas yang bertujuan untuk: Mengecilkan ukuran kanker pankreas sebelum tindakan pembedahan dilakukan dan dengan demikian dapat meningkatkan kemungkinan kanker pankreas diangkat melalui tindakan pembedahan Mencegah atau menghambat kekambuhan kanker pankreas setelah tindakan pembedahan dilakukan Kemoterapi Kemoterapi merupakan pemberian obat anti kanker yang dapat menyebar ke seluruh tubuh. Kemoterapi membunuh sel-sel kanker pankreas pada pankreas dan juga pada bagian tubuh lainnya. Terdapat 3 macam obat kemoterapi yang dapat digunakan pada kanker pankreas, yaitu 5-fluorouracil (5-FU), capecitabine, dan gemcitabine. 5-FU dan gemcitabine diberikan melalui pembuluh darah, sedangkan capecitabine diberikan melalui mulut dan merupakan pengganti 5-FU, terutama bila penderita juga melakukan tindakan radiasi. Radiasi Radiasi merupakan suatu tindakan yang menggunakan sinar X berenergi tinggi untuk membunih sel-sel kanker. Terapi radiasi biasanya dilakukan beberapa kali dalam waktu beberapa minggu. Baik radiasi dan kemoterapi juga dapat menghancurkan sel-sel tubuh normal bersamaan dengan sel-sel kanker. Efek samping kemoterapi dan radiasi yang dapat terjadi adalah: Mual Muntah Hilangnya nafsu makan Penurunan berat badan Merasa lelah Toksisitas pada sel-sel darah Berbagai efek samping di atas biasanya mereda dalam waktu beberapa minggu setelah tindakan radiasi dan kemoterapi dihentikan.   Pilihan Pengobatan Pada Kanker Pankreas Stadium II dan III (Unresectable) Pada stadium ini, dokter bedah tidak dapat mengangkat seluruh bagian kanker, oleh karena itu, tindakan pembedahan bukanlah pilihan terapi terbaik. Kemoterapi dengan atau tanpa terapi radiasi merupakan pilihan yang lebih baik bila sel kanker telah mulai menyebar.   Pilihan Pengobatan Pada Kanker Pankreas Stadium IV Pada kanker pankreas yang telah bermetastasis (menyebar ke organ tubuh lainnya atau menyebar jauh) maka tindakan pembedahan hanya dilakukan untuk mengurangi gejala, seperti nyeri, jaundice (kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan), atau adanya obstruksi saluran pencernaan. Terapi radiasi juga dapat dilakukan untuk mengurangi gejala. Gemcitabine merupakan satu-satunya pengobatan yang dapat mengobati kanker pankreas yang telah bermetastasis. Gemcitabine sering dikombinasikan dengan erlotinib, capecitabine, cisplatin, dan nab-paclitaxel.   Terapi Paliatif Pada Kanker Pankreas Terapi paliatif merupakan pengobatan yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup penderita dengan cara mengurangi berbagai gejala yang dialami penderita, seperti: Pemasangan stent pada saluran empedu untuk mengurangi jaundice, gatal, dan hilangnya nafsu makan akibat obstruksi saluran empedu Pemberian opioid untuk mengurangi nyeri Pemberian anti depresan dan konseling untuk mengatasi depresi yang sering terjadi pada penderita kanker pankreas   Sumber: webmd
 10 May 2014    10:30 WIB
Berbagai Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Kanker Pankreas
PenyebabSeperti halnya berbagai jenis kanker lainnya, penyebab pasti dari kanker pankreas masih tidak diketahui. Kanker pankreas terjadi apabila ada kerusakan DNA pada sebuah sel di dalam pankreas, yang membuat sel tersebut berperilaku dan berkembang biak secara tidak normal. Sebuah sel kanker kemudian akan berkembang dan membelah diri dengan cepat, membentuk sebuah tumor yang tidak memiliki batasan seperti sel-sel normal lainnya. Pada akhirnya sel kanker ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah atau aliran getah bening. Para ahli masih belum mengetahui bagaimana kerusakan DNA ini menyebabkan terjadinya kanker pankreas. Kerusakan yang menyebabkan perubahan pada sel pankreas ini menyebabkan mutasi DNA yang berbeda-beda pada setiap penderita. Mutasi DNA ini dapat terjadi secara mendadak tanpa penyebab yang jelas atau terjadi akibat beberapa hal tertentu, bahkan dapat diturunkan. Saat mutasi DNA ini telah mencapai jumlah yang cukup, maka sel kanker pun akan mulai bertumbuh.Faktor Resiko Genetika5-10% penderita kanker pankreas memiliki anggota keluarga lain yang juga menderita kanker pankreas. Para ahli telah berhasil menemukan beberapa jenis gen yang berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker pankreas, walaupun mereka belum menemukan gen penyebab kanker pankreas secara spesifik. DiabetesWalaupun diabetes tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas, akan tetapi para ahli menduga adanya hubungan antara diabetes dan kanker pankreas. Kebiasaan MerokokMerokok telah dikenal dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas. Semakin banyak rokok yang anda konsumsi, maka semakin tinggi resiko kanker pankreas yang anda miliki. Bila anda telah berhenti merokok selama 10 tahun, maka resiko kanker pankreas anda pun akan menurun menjadi sama seperti orang yang tidak pernah merokok. Obesitas dan Kurang BerolahragaPada sebuah penelitian pada 88.000 perawat yang menderita obesitas (indeks massa tubuh lebih dari 30), para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami obesitas memiliki resiko menderita kanker pankreas yang lebih tinggi. Selain itu, orang yang berolahraga secara teratur memiliki resiko kanker pankreas yang lebih rendah (setengah kali lebih rendah) dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berolahraga. MakananSeringnya mengkonsumisi makanan tinggi lemak dan daging (terutama daging asap atau daging yang telah diolah) telah ditemukan memiliki hubungan dengan terjadinya kanker pankreas (pada suatu penelitian yang dilakukan pada hewan). Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa mengkonsumsi banyak buah dan sayuran dapat menurunkan resiko terjadinya kanker pankreas. Likopene dan SeleniumBerbagai penelitian telah menemukan bahwa para penderita kanker pankreas mengalami kekurangan dua nutrisi ini. Akan tetapi, bukan berarti kekurangan kedua hal ini dapat menyebabkan terjadinya kanker pankreas. Daging tanpa lemak serta sayuran berwarna merah atau kuning merupakan sumber likopene dan seleniumMenghindari berbagai faktor resiko kanker pankreas di atas tidak dapat memastikan anda terbebas dari kanker pankreas, akan tetapi mengkonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan sehat, dan berolahraga secara teratur dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan anda.Sumber: webmd