Your browser does not support JavaScript!
 26 Oct 2019    11:00 WIB
Bagaimana Cara Mendiagnosa Kanker Mulut Rahim?
Anda dapat mencegah terjadinya kanker mulut rahim dengan melakukan tes skrening pap smear secara teratur dan mengikuti perawatan paska pemeriksaan. Sebuah tes sederhana dapat secara mengagumkan mendeteksi adanya kanker mulut rahim dan deteksi awal sangat diperlukan untuk mencegah dan mengobati kanker. Sebelum dokter dapat mendiagnosa adanya kanker, dokter tersebut akan meminta Anda melakukan tes pap smear. Tes ini bisa dilakukan oleh seorang dokter di klinik ataupun di rumah sakit. Kebanyakan kematian yang disebabkan oleh kanker mulut rahim dapat dicegah dengan melakukan tes ini secara rutin. Tes pap smear dapat menemukan jika ada perubahan abnormal dari sel sebelum berubah menjadi sel kanker. Tes pap smear juga dapat menemukan kanker mulut rahim secara dini , dan jika ditemukan secara dini maka akan dapat dengan mudah diobati. Kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang menyerang daerah paling bawah dari rahim. Mulut rahim merupakan penghubung antara vagina dan rahim. Sel abnormal di mulutrahim dapat berubah menjadi kanker dan jika tidak ditemukan sejak awal maka akan semakin sulit diobati. Kanker mulut rahim paling banyak ditemukan pada wanita berusia 30 tahun keatas. Tes pap smear dapat berlangsung dalam 2-5 menit. Mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman, tetapi tes ini tidak akan menimbulkan rasa sakit. Saat Anda berbaring di meja pemeriksaan, dokter atau perawat akan meletakkan peralatan pemeriksaan yang disebut inspekuli kedalam vagina Anda, membukanya untuk melihat kondisi sekitar mulut rahim. Dokter akan mengambil sikat khusus untuk mengambil sel dari mulut rahim. Kemudian sel ini akan dikirim ke lab untuk diperiksa oleh ahli patologi. Selanjutnya dokter juga akan melakukan pemeriksaan pelvis untuk memeriksa rahim, ovarium dan organ lainnya. Cobalah untuk menjadwalkan tes pap smear diluar masa menstruasi Anda. untuk 2 hari sebelum melakukan tes, dokter akan meminta Anda untuk tidak:•  Mengunakan pembalut•  Berhubungan seksual•  Menggunakan alat kontrasepsi•  Mencuci vagina dengan sabun Penyebab utama kanker mulut rahim adalah human papillomavirus (HPV). HPV merupakan jenis virus yang disebarkan dengan hubungan seksual. Beberapajenis HPV dapat menyebabkan kutil di kemaluan atau kanker di anus. HPV lain dapat menyebabkan kanker rahim.Anda mengalami resiko tinggi terkena HPV jika Anda:•  Berhubungan seksual sebelum berusia 18 tahun•  Berhubungan seksual tanpa pelindung•  Memiliki banyak pasangan seksSumber: healthmeup
 21 Jul 2018    16:00 WIB
Mengapa Terjadi Keputihan ?
Keluarnya cairan berwarna bening atau putih dari vagina dikenal dengan nama keputihan. Gejala ini merupakan fenomena yang umumnya terjadi pada kebanyakan wanita, terutama pada usia subur. Jumlah, konsistensi, warna dan bau dari keputihan ini bisa bervariasi pada setiap wanita. Kelanjar pada leher rahim memproduksi mukus atau lendir. Lendir yang dihasilkan ini biasanya berubah warna menjadi putih atau kekuningan saat terpapar udara. Jumlah dari lendir yang diproduksi juga bisa berubah sesuai siklus menstruasi. Keputihan akan lebih banyak terjadi pada saat ovulasi, menyusui atau mengalami gairah seksual. Dinding dari vagina juga bisa memproduksi lendir dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Keputihan sering terjadi pada kondisi: Stress emosional Ovulasi: ovulasi adalah peristiwa pelepasan sel telur dari indung telur atau ovarium yang terjadi ditengah-tengah siklus menstruasi, biasanya pada hari ke 14 pada siklus menstruasi 28 hari Kehamilan Gairah seksual Tetapi tidak semua keputihan bersifat normal. Perubahan tiba-tiba terhadap warna, konsistensi, bau dan adanya peningkatan atau penurunan dari jumlah keputihan bisa saja bersifat abnormal. Dokter yang memeriksa Anda biasanya akan memeriksa riwayat dari gejala Anda. Dia akan menanyakan: kapan gejala dimulai? Apa warna dari lendir yang keluar? Apakah memiliki bau yang tidak normal? Apakah Anda sedang menjalani program pengobatan tertentu? Apakah Anda memiliki pasangan seksual lebih dari satu? Biasanya akan diambil contoh dari keputihan untuk pemeriksaan lenih lanjut. Jika keputihan disebabkan oleh adanya infeksi bakteri maka diperlukan pemberian antibiotika. Obat seperti metronidazole atau tinidazole biasanya diberikan untuk mengobati infeksi trikomonas. Pengobatan anti jamur tersedia dalam bentuk pil, krim atau gel. Penyebab munculnya keputihan yang tidak normal   Penyebab dari keputihan yang abnormal adalah: Infeksi vagina dan leher rahim Infeksi bakteri vagina: infeksi bakteri vagina merupakan salah satu penyebab utama dari keputihan pada wanita usia produktif. Mencuci vagina, memiliki pasangan seks yang baru atau memiliki pasangan seksual lebih dari satu merupakan faktor resiko terjadinya keputihan. Keputihan yang terjadi biasanya tipis, berbau dan tidak berhubungan denga gatal. Penyakit menular seksual: penyakit menular seksual misalnya Clamidia, Gonore dan Trikomoniasis vaginalis merupakan jenis bakteri yang berhubungan erat dengan keputihan. Keputihan biasanya berwarna kekuningan dan biasanya diikuti dengan sensasi terbakar dan gatal didaerah vagina. Pasien juga mungkin akan mengalami infeksi di saluran kemih. Infeksi jamur: infeksi jamur pada vagina biasanya menghasilkan keputihan yang tebal, putih dan terkadang tidak berbau. Pasien bisa mengeluhkan rasa gatal dan nyeri saat berhubungan seksual. Wanita dengan diabetes atau yang mengkonsumsi antibiotika bisa mengalami infeksi jamur ini. Kanker mulut rahim Kanker mulut rahim merupakan kanker yang terjadi di mulut rahim yang bisa menghasilkan keputihan yang berwarna kecoklatan atau seperti bercampur darah. Setelah mengkonsumsi pengobatan Konsumsi obat-obatan seperti pil kontrasepsi atau antibiotik sering dihubungkan dengan keputihan yang abnormal. Sebagai tambahan, penggunaan pembersih vagina, sabun yang mengandung pewangi, bisa juga berperan menimbulkan keputihan. Riwayat penggunaan alat-alat tersebut harus disingkirkan untuk mengobati keputihan yang terjadi. Benda asing Adanya benda asing didalam vagina dapat membuat terjadinya perubahan pada keputihan. Keputihan bisa menjadi berwarna kecoklatan dan berbau. Kondisi ini bisa ditegakkan dengan pemeriksaan fisik.   Sumber: medindia