Your browser does not support JavaScript!
 26 Apr 2021    13:00 WIB
10 Alasan Mengapa Ponsel Berbahaya Bagi Kesehatan Anda!
  Telepon genggam atau ponsel telah menjadi suatu hal yang sangat penting di abad modern ini. Hampir setiap orang dewasa, bahkan remaja pun telah memiliki ponsel. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kecanduan bermain ponsel dapat merusak kesehatan Anda. Paparan jangka panjang terhadap radiasi elektromagnetik dari ponsel Anda dapat mengganggu kesehatan Anda dengan berbagai cara. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak negatif dari ponsel terhadap kesehatan Anda.   Mengganggu Tidur Menggunakan ponsel di malam hari dapat mengganggu tidur nyenyak Anda. Lampu yang dipancarkan dari telepon genggam dapat mempengaruhi irama sirkadian (jam tubuh) tubuh Anda dan memicu produksi hormon yang berfungsi untuk membuat Anda tetap terjaga. Selain itu, jika Anda meletakkan ponsel Anda di atas ranjang, maka ada kemungkinan Anda akan terbangun di malam hari karena suara atau getaran ponsel Anda tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa penggunaan ponsel yang tinggi telah diketahui berhubungan dengan terjadinya stress dan depresi. Kurang tidur dan gangguan tidur telah diketahui memiliki hubungan langsung dengan sindrom metabolik, suatu kumpulan gejala yang terdiri dari obesitas, diabetes, hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi, kadar trigliserida yang tinggi, dan lemak perut berlebih.   Menularkan Infeksi Jika Anda menggunakan ponsel Anda di dalam toilet, rumah sakit, pasar, atau area umum lainnya; maka kemungkinan besar ponsel Anda mengandung banyak sekali kuman. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan dari 400 ponsel yang diperiksa, sekitar 92% di antaranya mengandung bakteri. Penularan bakteri dari ponsel dapat dicegah dengan membersihkan tangan atau ponsel dengan menggunakan gel antimikroba.   Meningkatkan Resiko Gangguan Jantung Radiasi dari ponsel akan berdampak buruk bagi kesehatan jantung Anda. Energi elektromagnetik yang dipancarkan melalui ponsel dapat menyebabkan sel-sel membran mengalami oksidasi dan melemah. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa energi elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel sangat berbahaya bagi orang yang menderita gangguan jantung iskemik karena akan mengubah aktivitas elektrokardiografik di dalam jantung. Untuk mencegah dampak buruk ponsel pada jantung Anda, jangan letakkan ponsel Anda di dalam saku pakaian Anda, terutama bila Anda menggunakan alat pacu jantung.   Mempengaruhi Kesehatan Organ Reproduksi Radiasi ponsel juga dapat berdampak buruk pada organ reproduksi Anda lho, terutama bagi para pria. Paparan radiasi ponsel dapat menyebabkan sperma bergerak lebih lambat atau rusak dan menurunkan konsentrasi sperma. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan bahwa penggunaan ponsel yang tinggi memiliki hubungan langsung dan cukup signifikan dengan rendahnya jumlah sperma dan kesuburan seorang pria secara keseluruhan. Para ahli menemukan bahwa paparan radiasi ponsel dapat menurunkan kualitas sperma dengan menurunkan jumlah sperma secara keseluruhan, menurunkan jumlah sperma yang bergerak, hidup, dan memiliki bentuk normal.   Baca juga: Kurangi Efek Radiasi Ponsel Dengan Tips Berikut Ini!   Meningkatkan Stress Jika Anda memiliki kebiasaan untuk memeriksa ponsel Anda setiap beberapa menit, maka hal ini dapat meningkatkan kadar stress Anda. Selain itu, memiliki ponsel yang sering berdering dan bergetar juga dapat meningkatkan kadar stress Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan telah diketahui berhubungan dengan meningkatnya kadar stress seseorang. Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan juga telah diketahui dapat menyebabkan gangguan tidur dan memicu timbulnya gejala-gejala depresi. Selain stress, penggunaan ponsel secara berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan mental pada orang dewasa muda.   Mengganggu Pendengaran Radiasi ponsel ternyata juga dapat merusak jaringan rapuh di telinga bagian dalam lho. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pendengaran, terutama pada suara dengan frekuensi tinggi. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa para pengguna ponsel seringkali mengalami gangguan pendengaran atau ketulian pada telinga yang dominan (telinga yang sering digunakan untuk menelepon). Oleh karena itu, bila Anda menyadari telinga Anda terasa panas, penuh, dan berdengung saat menggunakan ponsel, maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan pendengaran.   Mengganggu Penglihatan Mata merupakan organ tubuh yang sangat rentan terhadap efek panas dari gelombang radio yang dipancarkan oleh ponsel. Selain itu, paparan sinar ponsel dalam jangka waktu lama juga dapat meningkatkan resiko terjadinya degenerasi makula, yang merupakan penyebab kebutaan. Dan karena layar ponsel berukuran lebih kecil dari layar komputer, maka mata Anda pun perlu lebih menyipit untuk melihat apa yang tertulis pada ponsel Anda, akibatnya mata Anda pun akan menjadi lebih lelah. Selain itu, manusia juga cenderung akan mendekatkan ponselnya ke arah mata dan tidak berkedip cukup sering saat menulis atau membaca pesan. Kebiasaan buruk ini dapat membuat mata Anda semakin lelah. Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya katarak dini. Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan juga dapat mempengaruhi retina, kornea, dan bagian mata lainnya. Untuk melindungi kesehatan mata dan ketajaman penglihatan Anda, pastikan Anda melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan jangan menatap ponsel Anda terlalu lama.   Menyebabkan Gangguan Bentuk Tulang Belakang Saat seseorang melihat ponselnya, maka ia akan cenderung mencondongkan kepalanya ke depan. Kebiasaan ini akan berakibat sangat buruk bagi tulang belakang dan postur tubuh Anda. Selain itu, bila Anda memiliki kebiasaan untuk meletakkan ponsel di antara leher dan bahu, sehingga Anda dapat melakukan berbagai pekerjaan lain, maka hal ini akan membuat otot leher dan punggung harus bekerja ekstra keras. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri leher dan nyeri punggung baik ringan atau berat, akut maupun kronik. Penggunaan ponsel secara berlebihan juga dapat menyebabkan peradangan jaringan ikat, terutama pada ibu jari tangan. Peradangan ini dapat menyebabkan ibu jari terasa nyeri dan kram. Nyeri yang dirasakan juga dapat cukup hebat. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan terjadinya radang sendi pada ibu jari.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Kecelakaan Banyak hal dapat mengganggu konsentrasi Anda saat mengemudi, termasuk penggunaan ponsel. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa menggunakan ponsel saat mengemudi dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga 70% dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan ponsel saat mengemudi. Gunakanlah earphone saat Anda menjawab telepon saat mengemudi.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Otak Menurut WHO, ponsel memang memancarkan suatu gelombang radio, yang mungkin bersifat karsinogenik. Hal ini dikarenakan radiasi ponsel akan memicu pemanasan jaringan otak, yang akan diserap oleh otak. Keadaan ini akan meningkatkan resiko terjadinya kanker otak. Resiko terjadinya kanker otak ini paling tinggi di antara orang-orang yang telah menggunakan ponsel selama lebih dari 20-25 tahun.   Untuk melindungi diri Anda dari bahaya radiasi ponsel, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan seperti: Gunakan speaker phone saat berbicara Jangan terlalu lama berbicara menggunakan ponsel Bila Anda harus mengirim atau membaca pesan, pastikan Anda duduk dengan tegak dan jangan letakkan ponsel terlalu dekat dengan mata Anda. Saat Anda berada di daerah pedalaman atau sedang berpergian, batasi penggunaan ponsel Anda Jangan gunakan ponsel di dalam lift Letakkan ponsel Anda cukup jauh saat tidur Matikan ponsel Anda setiap kali Anda bisa Jangan gunakan ponsel Anda saat sedang discharge     Sumber: top10homeremedies
 22 Apr 2021    13:00 WIB
Berbagai Fakta Mengejutkan Seputar Deodoran dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan
Deodoran, suatu cairan wangi yang wajib dipakai setiap hari untuk mencegah timbulnya bau badan. Akan tetapi, apakah Anda yakin bahwa Anda benar-benar membutuhkan deodoran untuk mengatasi bau tidak sedap dari badan Anda? Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa fakta mengenai deodoran dan hubungannya dengan kesehatan Anda.   TIDAK MEMBUNUH BAKTERI Deodoran ternyata tidak dapat membunuh bakteri, jadi sebenarnya tidak dapat membantu mengatasi penyebab bau badan Anda. Hal ini dikarenakan bau badan timbul akibat adanya percampuran antara keringat dan bakteri.   SEBABKAN KANKER Karena deodoran mengandung aluminium, maka deodoran sebenarnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Hal ini dikarenakan aluminium dapat mempengaruhi hormon estrogen, yang pada kondisi tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker.             KEBAL Tahukah Anda bahwa tubuh Anda tidak hanya dapat membentuk kekebalan terhadap suatu jenis bakteri atau virus tetapi juga terhadap deodoran? Hal ini akan membuat deodoran tampak tidak berefek, alias tidak berhasil menutupi bau badan Anda. Efek kebal ini biasanya akan timbul dalam waktu 6 bulan setelah Anda menggunakan deodoran dengan merk yang sama selama kurun waktu tersebut.   TIDAK MENCEGAH TERBENTUKNYA KERINGAT Walaupun deodoran dapat menyamarkan bau badan Anda karena aromanya yang kuat seperti parfum, akan tetapi deodoran sebenarnya tidak dapat mencegah timbulnya keringat pada daerah ketiak. Deodoran hanya mampu mencegah timbulnya keringat berlebih (jadi tetap berkeringat, tetapi tidak berlebihan) dengan cara menahan jumlah keringat yang keluar dari dalam tubuh.   TIDAK SEMUA ORANG PERLU DEODORAN Berbagai iklan mengenai deodoran mungkin telah membuat banyak orang percaya bahwa semua orang harus menggunakan deodoran untuk mencegah timbulnya bau badan.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya ada banyak orang yang tidak memiliki bau badan separah yang mereka kira? Beberapa orang yang cukup beruntung bahkan tidak memiliki bau badan sama sekali.   Anda dapat mengetahui seperti apa bau badan Anda dengan melihat bagaimana bentuk kotoran telinga Anda! Jika kotoran telinga Anda tampak seperti kulit yang mengelupas (kotoran telinga kering), maka Anda sebenarnya tidak memerlukan deodoran. Akan tetapi, bila kotoran telinga Anda tampak kecoklatan dan lengket, maka Anda mungkin memang membutuhkan deodoran untuk mencegah timbulnya bau badan yang tidak diinginkan.   Mengapa orang dengan kotoran telinga kering tidak memerlukan deodoran? Hal ini dikarenakan orang yang memiliki kotoran telinga kering biasanya tidak memiliki satu jenis zat kimia yang merupakan sumber makanan bakteri penyebab bau pada ketiaknya.     Sumber: huffingtonpost
 12 Apr 2021    13:00 WIB
Manfaat Kurma Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam KurmaSetiap 100 gram kurma mengandung sekitar 280 kalori. Kurma mengandung karbohidrat, protein, dan serat. Berbagai vitamin dan mineral yang terdapat di dalam kurma adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, boraks, kobalt, tembaga, fluorin, magnesium, kalium, zat besi, mangan, selenium, dan seng.1.  Membantu Kerja Saluran Pencernaan dan Mencegah SembelitKurma mengandung banyak serat sehingga dapat membantu mengatasi sembelit. Serat membantu membersihkan sistem pencernaan anda dan meningkatkan kerja usus besar anda. Kurma mengandung serat yang larut dan tidak dapat larut di dalam air sehingga dapat membantu mengatasi sembelit. Rendamlah kurma selama semalam di dalam air dan konsumsilah keesokkan harinya untuk memperoleh efek laksatif yang maksimal.Selain serat, kurma juga mengandung glukan beta D yang juga dapat membantu mengatasi sembelit. Kurma juga dapat membantu mencegah terjadinya diare karena mengandung banyak kalium.2.  Melindungi JantungKandungan natrium dan lemak yang sedikit dalam kurma membuatnya baik bagi kesehatan jantung anda. Serat di dalam kurma dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Kurma juga membatasi jumlah oksidasi lemak di dalam darah sehingga dapat mengurangi penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah. Selain itu, kalium di dalam kurma juga dapat membantu mengurangi resiko terjadinya serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah jantung.3.  Memberikan Energi Dalam Waktu SingkatKurma merupakan salah satu sumber karbohidrat yang mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Semua jenis karbohidrat ini mudah dicerna sehingga dapat membantu menyediakan energi dalam waktu singkat. Kurma juga mengandung fitonutrien yang dapat membantu meningkatkan tenaga dan stamina.4.  Mencegah KankerKurma menghambat metabolisme sel-sel kanker dan mencegah kerusakan sel akibat efek radikal bebas dan berbagai proses oksidasi di dalam tubuh. Kurma juga mengandung flavonoid seperti beta karoten, lutein, dan zea xanthin yang merupakan agen anti kanker. Kurma dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, kanker paru, dan kanker pankreas.5.  Mengurangi RadangFlavonoid polifenolik merupakan antioksidan yang dikenal dengan nama tannin dan terdapat di dalam kurma. Antioksidan ini dapat membantu mengurangi inflamasi (radang) sehingga menurunkan resiko terjadinya aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah) dan rematik sendi.Kandungan magnesium di dalam kurma juga dapat menurunkan kadar C-reaktif protein, interleukin 6, dan tumor nekrosis faktor alfa (TNF-α) yang merupakan penanda inflamasi.6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari kurma bagi kesehatan anda adalah:•  Menurunkan tekanan darah dan menyeimbangkan efek natrium di dalam tubuh (kalium)•  Mengatur jumlah cairan di dalam tubuh (kalium)•  Meningkatkan daya ingat dan fungsi otak (vitamin B)•  Menurunkan resiko terjadinya Alzheimer•  Meningkatkan ketajaman penglihatan dan menurunkan resiko terjadinya degenerasi makula pada orang tua dan mencegah terjadinya rabun senja atau kebutaan di malam hari (vitamin A)•  Meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah (zat besi)•  Mengurangi keasaman di dalam tubuh (bersifat basa)•  Menguatkan tulang dan gigi serta mencegah terjadinya osteoporosis pada wanita (kalsium) Baca juga: Tips Sehat Sehat Selama PuasaSumber: foodtofitness
 16 Feb 2021    11:00 WIB
Cegah Kanker Dengan Rutin Mengonsumsi Bayam
Harganya yang murah dan mudah didapatkan merupakan beberapa keunggulan dari bayam. Bayam juga memiliki berbagai kandungan nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh, mulai dari sumber vitamin A dan K, mangan, folat, magnesium, serat, kalsium dan protein. Berbagai kandungan nutrisi  tersebut menjadikan bayam sebagai salah satu makanan bernutrisi lengkap  Meskipun begitu, bayam juga memiliki beberapa khasiat yang mengejutkan bagi kesehatan tubuh lho. Bayam merupakan pencegah kanker yang efektif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan vitamin A dan C, serat, asam folat, serta 13 flavonoidnya dapat memerangi sel kanker (kanker Rahim, payudara, kulit, prostat, dan kanker perut) hingga 34%.Bayam merupakan nutrisi yang sempurna untuk Jantung. Kandungan vitamin A, C, folat serta magnesiumnya akan meningkatkan kemampuan memori otakmu untuk mengingat dengan lebih baik. Bayam juga merupakan sumber vitamin A dan lutein yang dapat menutrisi organ mata atau penglihatan dan mencegah penurunan kemampuan penglihatan sekaligus mencegah katarak.Kandungan serat yang tinggi dalam bayam sangat efektif menyehatkan organ pencernaan dan mencegah berbagai gangguan masalah pencernaan lainnya yang mungkin terjadi. Kandungan kalsium dan magnesium dalam bayam mampu menguatkan tulang. Sehingga pengeroposan atau osteoporosis dapat di cegah sedini mungkin.Membuat Tubuh Tidak Mudah Capek. Bayam merupakan salah satu sayuran yang memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Kandungan zat besi dalam bayam akan membuat tubuh memiliki energi lebih untuk pekerjaan dan aktivitas.Demikian manfaat bayam yang menakjubkan bagi kesehatan tubuh. Dengan mengkonsumsi bayam yang kaya akan kandungan mineral, vitamin A, magnesium tubuh jadi lebih sehat dan kuat.
 22 Jan 2021    11:00 WIB
Jahe Bisa Membunuh Sel Kanker Payudara, Benarkah?
Sebuah penelitian di Saudi Arabia menemukan bahwa jahe mungkin dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pengobatan kanker payudara. Walaupun sekarang ini telah tersedia terapi khusus untuk mengatasi kanker payudara (walaupun belum dapat menyembuhkannya) dan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara pada seorang wanita, kanker payudara tetap merupakan suatu gangguan kesehatan yang sulit ditangani dan seringkali menyebabkan kematian pada penderitanya. Pada umumnya, pengobatan kanker payudara biasanya berupa terapi hormonal dengan tamoxifen atau modulator reseptor estrogen selektif lainnya. Akan tetapi, hampir semua penderita kanker payudara yang telah menyebar dan sekitar 40% penderita kanker payudara yang telah menerima tamoxifen mengalami kekambuhan dan berakhir dengan kematian. Selain itu, penggunaan modulator reseptor estrogen selektif pun seringkali terbatas karena berbagai efek samping yang mungkin terjadi dan tidak dapat mengatasi kanker payudara yang bukan disebabkan oleh gangguan pada reseptor estrogen selektif ini. Lebih lanjut lagi, walaupun sel-sel kanker payudara mungkin berespon terhadap pemberian kemoterapi pada awal terapi, akan tetapi sel-sel kanker payudara ini pada akhirnya dapat tetap bertahan dan menjadi kebal (resisten) terhadap kemoterapi. Oleh karena itu, para ahli sekarang ini sedang mencari alternatif lainnya yang dapat membantu membunuh sel kanker payudara secara permanen dan tidak mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Para ahli kemudian mulai menunjukkan ketertarikan pada ekstrak jahe mentah. Hal ini dikarenakan jahe telah terbukti memiliki suatu efek anti kanker yang cukup kuat, walaupun bagaimana jahe dapat membunuh sel kanker payudara masih tidak diketahui. Berdasarkan berbagai data penelitian lainnya dan fakta bahwa pada beberapa kasus, ekstrak tanaman herbal telah terbukti lebih mampu melawan sel kanker dibandingkan dengan obat-obatan, maka penelitian ini pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai efek ekstrak jahe mentah ini terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Para ahli kemudian menemukan bahwa jahe ternyata memiliki beberapa efek menakjubkan seperti: • Menginduksi terjadinya proses apoptosis (suatu program bunuh diri pada sel) • Meningkatkan produksi Bax (suatu gen yang berperan dalam proses apoptosis) • Menurunkan kadar protein Bcl 2 (suatu protein yang berhubungan dengan kanker) • Menurunkan kadar protein yang berperanan dalam proses daur ulang sel kanker • Meningkatkan kadar inhibitor CDK dan p21 yang merupakan suatu anti kanker Penelitian di atas bukanlah penelitian pertama yang meneliti mengenai efek jahe terhadap sel kanker. Pada kenyataannya, suatu komponen di dalam jahe yaitu gingerol telah terbukti dapat memperlambat atau mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya (anti metastatik). Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa efek anti kanker di dalam jahe ternyata tidak hanya berperan pada kanker payudara, tetapi juga pada beberapa jenis kanker lainnya seperti: • Kanker usus besar dan rektum • Kanker hati • Kanker paru • Kanker kulit (melanoma) • Kanker pankreas • Kanker prostat • Kanker kulit lainnya Baca juga: Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita Sumber: themindunleashed
 16 Jan 2021    15:00 WIB
Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita
Kanker menjadi salah satu penyakit yang bisa menyerang siapapun. Beberapa diantaranya lebih mudah berkembang biak di tubuh wanita dari berbagai kalangan usia.  Kanker yang kerap kali muncul adalah kanker payudara dan kanker serviks. Selain itu ada berbagai jenis kanker lainnya yang patut diwaspadai dan dikenali gejalanya. Melansir dari berbagai sumber, berikut jenis-jenis kanker yang mudah menyerang wanita. Kanker Payudara Jenis kanker yang satu ini bukan tak bisa menyerang pria, hanya saja kanker payudara kerap kali menyerang para wanita. Bahkan angka penderita terus meningkat dari tahun ke tahun. Melansir laman Medical News Today kanker payudara biasanya dimulai dari lapisan dalam saluran susu atau disebut lobulus. Kemudian, dari sanalah sel-sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.  Kanker payudara kerap kali disadari ketika sudah memasuki stadium akhir. Sehingga mengatasinya juga menjadi lebih sulit. Untuk itu ketahui ciri-ciri kanker payudara: • Nyeri di ketiak atau payudara yang tidak berubah dengan siklus bulanan • Muncul kerutan dan kemerahan di sekitar puting dan payudara • Timbul ruam di sekitar puting • Bentuk yang tidak simetris atau muncul benjolan • Perubahan ukuran atau bentuk payudara Kanker Serviks Selain kanker payudara, kanker serviks juga banyak menyerang wanita. Melansir laman Webmd, sel-sel ini kerap tumbuh pada leher rahim yang terhubung dengan vagina. Kanker yang satu ini tumbuh perlahan akibat adanya infeksi Human Papollomavirus (HPV). Bahayanya, kanker ini dapat menyebar ke jaringan lainnya seperti, hati, kandung kemih, vagina, dan rektum. Kerap kali menyerang sejumlah wanita berusia 35 - 70 tahun, namun penting untuk mengetahui gejalanya agar cepat diatasi. • Sakit saat berhubungan seks • Perdarahan vagina yang tidak biasa, seperti setelah hubungan seks, saat menstruasi, setelah menopause, atau setelah pemeriksaan panggul  • Keputihan yang berlebih • Mudah lelah • Turunnya berat badan • Nyeri tulang, dan lain-lain. Baca juga: Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara Kanker Kolorektal Usus besar sebagai saluran pengeluaran sisa makanan atau feses sangat mudah untuk diserang oleh sel kanker. Bahkan, kanker usus besar kerap kali menyerang para usia tua, terutama wanita. Melansir laman Mayo Clinic, kanker usus besar sering disebut juga kanker kolorektal adalah sejenis kanker yang bermula dari usus kecil yang kemudian menjalar ke usus besar sebagai saluran akhir untuk membuang sisa makanan. Lalu seperti apa gejala dari kanker usus besar? • Sering buang air besar, dibarengi dengan diare, dan sembelit Kanker Ovarium Kerap kali menyerang wanita berusia lanjut, kanker ovarium bisa tumbuh serta berkembang biak dengan cepat. Diawali oleh tumbuhnya tumor, jika dibiarkan penyakit ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bahayanya, kanker ovarium juga bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Melansir laman Healthline, ovarium adalah dua kelenjar reproduksi wanita yang menghasilkan ovum, atau telur. Mereka juga memproduksi hormon estrogen perempuan dan progesteron. Untuk menjaganya, perlu diketahui ciri-cirinya ketika menyerang agar segera teratasi: • Perut kembung, tekanan, dan rasa sakit • Kenyang abnormal setelah makan • Hilangnya nafsu makan  • Buang air kecil berlebihan  Kanker Paru-paru Kanker paru juga jadi salah satu jenis kanker yang kerap menyerang wanita. Risikonya menyerang akan lebih tinggi bagi mereka yang merokok pasif dan aktif.  Tingkat kematian akibat penyakit ini juga sama tingginya dengan kanker payudara. Untuk mencegahnya penting untuk mengetahui gejalanya agar segera diatasi: - Batuk yang tak kunjung hilang - Batuk berdarah - Sesak napas - Nyeri dada - Suara serak - Turunnya berat badan - Nyeri tulang Baca juga: Cegah Kanker Payudara dengan 3 Makanan Ini Sumber: Herworld
 12 Oct 2020    13:00 WIB
Waspada! Ini 10 Penyakit yang Tidak Menunjukkan Gejala
Dengan memiliki gaya hidup sehat, banyak orang mengira bahwa mereka akan terbebas dari gangguan jantung, diabetes, dan bahkan beberapa jenis kanker. Akan tetapi tahukah Anda bahwa tidak semua penyakit memiliki gejala yang jelas sehingga mudah terdeteksi? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis penyakit yang sulit diketahui karena seringkali tidak bergejala hingga penyakit memasuki tahap akhir. Kanker Usus Besar Kanker usus besar bermula dari usus besar dan biasanya dimulai sebagai suatu benjolan kecil non kanker yang disebut dengan polip. Polip ini kemudian akan bertumbuh menjadi semakin besar dan berubah menjadi kanker walaupun tidak menunjukkan gejala apapun pada awalnya. Saat kanker sudah melewati tahap awalnya, penderita biasanya baru mulai mengalami gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, adanya darah di dalam tinja, kram perut, perut kembung, penurunan berat badan, dan rasa amat lelah. Karena kanker usus besar tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, maka pemeriksaan kesehatan secara teratur sangatlah penting. Dengan demikian, dokter dapat menemukan polip sedini mungkin, sebelum polip ini berubah menjadi kanker. Penyakit Huntington Penyakit Huntington merupakan suatu kelainan genetik, yang biasanya tidak diketahui hingga penderita dewasa. Yang paling menakutkan dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Penyakit Huntington memang jarang tetapi sangat fatal. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala biasanya mulai muncul saat penderita berusia antara 30-50 tahun. Gejalanya dikatakan mirip dengan seseorang yang menderita ALS, Parkinson, dan Alzheimer. Hal terpenting yang perlu Anda ketahui adalah bahwa penyakit ini diturunkan. Glaukoma Glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan di Amerika Serikat. Glaukoma biasanya tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya menunjukkan sedikit gejala. Glaukoma akan merusak saraf optikus yang berfungsi untuk membawa informasi dari mata ke otak. Penderita biasanya mengalami peningkatan tekanan di dalam mata. Saat penyakit sudah memasuki tahap lanjut, maka dapat terjadi gangguan penglihatan perifer atau kebutaan total. Jenis glaukoma yang paling sering ditemukan adalah glaukoma sudut terbuka. Jenis glaukoma yang satu ini biasanya akan menyebabkan penurunan penglihatan perifer secara bertahap. Klamidia Klamidia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang memiliki sedikit gejala. Infeksi ini biasanya akan menyebabkan kerusakan permanen pada saluran telur seorang wanita, yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan atau peningkatan resiko terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini dapat mengenai serviks, uretra, vagina, rektum, atau tenggorokan. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat proses persalinan. Dapat ditemukan beberapa gejala beberapa minggu setelah penderita terinfeksi. Akan tetapi, pada sebagian besar kasus penyakit ini tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala yang mungkin ditemukan adalah keputihan abnormal, nyeri pinggul, keinginan mendesak untuk buang air kecil, dan adanya darah di dalam air kemih. Penyakit ini terutama mengenai orang yang sudah aktif secara seksual. Thrombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) DVT merupakan bekuan darah yang terbentuk di pembuluh vena dalam tubuh dan mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Sebagian besar DVT terjadi pada kaki bagian bawah (betis) atau paha, yang kemudian menyebabkan pembengkakan pada vena dan berbagai gejala lain. Jika bekuan darah pecah, maka bekuan-bekuan darah kecil ini dapat mengikuti aliran darah dan masuk ke dalam paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam darah, kerusakan paru-paru berat, atau kematian. Duduk dalam waktu lama, mengkonsumsi obat tertentu, dan menderita penyakit tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya DVT. Gejala yang biasa ditemukan adalah kulit teraba hangat dan nyeri serta kulit tampak kemerahan dan membengkak. Akan tetapi, gejala ini biasanya hanya muncul pada sebagian penderita.   Baca juga: Ini Dia 5 Penyakit yang Sering Salah Didiagnosa   Gonorea Gonorea juga merupakan salah satu penyakit menular seksual, yang jarang menimbulkan gejala. Penyakit ini dapat mengenai pria dan wanita. Bila wanita hamil terinfeksi gonorea, maka ia dapat menularkannya pada bayi di dalam kandungannya. Seperti halnya semua penyakit menular seksual lainnya, penggunaan kondom biasanya dapat membantu menurunkan resiko. Beberapa gejala gonorea yang dapat ditemukan pada pria adalah rasa panas seperti terbakar saat buang air kecil, keluar cairan abnormal dari penis, dan buah zakar terasa nyeri serta membengkak. Pada wanita, gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri saat buang air kecil dan perdarahan di antara masa menstruasi. Diabetes Diabetes tipe 1 biasanya terjadi sejak penderita lahir karena pada diabetes tipe 1, tubuh penderita tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Sementara itu, diabetes tipe 2 biasanya terjadi saat penderita sudah dewasa. Hal ini biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang aktif dan berat badan berlebih sehingga tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin yang ada dengan baik. Jika anggota keluarga Anda ada yang menderita diabetes, maka Anda perlu menjaga pola hidup dan pola makan Anda dengan lebih baik karena resiko Anda untuk menderita diabetes akan meningkat. Beberapa gejala diabetes yang sering ditemukan adalah rasa haus terus-menerus, sering buang air kecil, selalu merasa lapar tetapi berat badan menurun, merasa lelah, dan pandangan kabur. Hepatitis C Virus hepatitis C akan menyerang hati dan gejala yang terjadi dapat ringan atau berat, tergantung pada seberapa lama penyakit dibiarkan tanpa pengobatan. Hepatitis C paling sering ditularkan melalui penggunaan alat suntik bersama pada orang yang menggunakan obat-obatan terlarang atau melalui kontak seksual. Infeksi kronik virus hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati. Osteoporosis Osteoporosis atau pengeroposan tulang akan membuat kepadatan tulang menurun, yang membuat tulang menjadi lebih lemah dan mudah patah. Beberapa penderita bahkan mengalami pemendekan tinggi badan dan perubahan postur tubuh (membungkuk) bila mengenai tulang belakangnya. Osteoporosis biasanya tidak menunjukkan gejala. Sebagian besar penderita baru mengetahui mereka mengalami osteoporosis setelah mengalami patah tulang atau mengalami perubahan postur tubuh. Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Penyakit Seliak Penyakit seliak merupakan suatu penyakit autoimun, di mana usus halus penderita akan mengalami kerusakan bila penderita mengkonsumsi gluten, suatu protein yang ditemukan di dalam gandum dan barley. Hingga saat ini belum ada pengobatan lain bagi penyakit seliak selain menghindari gluten. Gejala gangguan pencernaan lebih sering ditemukan pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Orang dewasa yang mengalami penyakit seliak biasanya akan mengalami berbagai gejala seperti kekurangan zat besi, merasa amat lelah, nyeri sendi, depresi, migrain, dan kekurangan berbagai vitamin. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cheatsheet
 01 Sep 2020    13:00 WIB
Tips Diet Seimbang Bagi Para Penderita Kanker
Mengkonsumsi diet seimbang sangatlah penting bagi seorang penderita kanker. Hal ini dikarenakan penderita kanker memerlukan makanan yang bergizi untuk membuat mereka tetap kuat dan bertenaga. Hal ini mungkin tidak mudah dicapai karena sebagian besar obat kanker akan membuat penderita merasa mual dan terapi radiasi akan membuat mulut menjadi banyak sariawan, mempengaruhi indra perasa, dan membuat penderita tidak nafsu makan. Para penderita kanker harus mengkonsumsi makanan bergizi sebelum, selama, dan setelah pengobatan. Diet yang bergizi dapat membantu penderita menjaga berat badannya tetap sehat dan membuatnya tetap berstamina, dapat mentoleransi efek samping obat dengan lebih baik, dan mempercepat penyembuhan.   Baca juga: Ini Dia Makanan Pencegah Kanker Payudara   Karena pengobatan kanker seringkali menyebabkan terjadinya berbagai efek samping seperti mual dan berubahnya indra perasa, yang membuat penderita seringkali tidak nafsu makan, maka sangat penting agar penderita tidak memiliki banyak pantangan makanan. Intinya adalah dianjurkan untuk menyediakan makanan favorit penderita dan tidak terus mendesaknya untuk mengkonsumsi makanan sehat. Akan tetapi, dianjurkan agar tetap menghindari konsumsi garam, gula, dan minyak yang berlebihan. Menu makanan yang tepat bagi seorang penderita kanker terdiri dari campuran berbagai jenis sayuran dan daging, serta hindari makanan yang terlalu manis dan terlalu berminyak. Dianjurkan agar memasak makanan dengan metode kukus, rebus, dan tumis daripada digoreng, dibakar, dan dipanggang. Diet yang seimbang juga harus terdiri dari protein (untuk membentuk jaringan, mencegah infeksi, menyembuhkan luka, dan menjaga kesehatan daya tahan tubuh), karbohidrat, lemak (sumber energi), vitamin dan mineral (untuk pertumbuhan dan fungsi tubuh). Hal penting lainnya adalah penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 12 Aug 2020    09:00 WIB
Perbedaan Antara Tahi Lalat dan Kanker Kulit
Satu lagi dampak berbahaya dari paparan sinar matahari berlebihan pada kulit anda, kanker kulit. Dapatkah pemakaian tabir surya mencegah terjadinya kanker kulit? Mungkin, akan tetapi para ahli menganjurkan selain menggunakan tabir surya, anda juga sebaiknya mengetahui apa jenis kulit anda. Sebagian besar orang memiliki lebih dari 100 tahi lalat pada tubuhnya. Sebagian besar tahi lalat dan tanda lainnya pada kulit anda bukanlah keganasan. Akan tetapi, bila tahi lalat baru timbul saat dewasa dan tampak berbeda dari tahi lalat lainnya pada tubuh anda, maka anda mungkin harus mulai waspada.  Tahi lalat yang berdarah, mengeluarkan suatu cairan, terasa gatal, tampak bersisik, atau menjadi lebih keras atau terasa nyeri harus segera diperiksa. Segera hubungi dokter kulit anda bila anda mengalami beberapa hal di atas. Periksalah kulit anda di depan kaca dan perhatikanlah daerah kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari, seperti tangan, dada, kepala, wajah, leher, dan kaki. Di bawah ini terdapat tanda-tanda kanker kulit yang mungkin menyerupai tahi lalat (ABCDE). Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Asimetri, yaitu bila setengah bagian tahi lalat anda berbeda dengan setengah bagian lain dari tahi lalat anda•  Border, yaitu bila tahi lalat anda memiliki batas yang tidak jelas•  Color, yaitu bila tahi lalat anda memiliki berbagai jenis warna atau bercorak kecoklatan, coklat, hitam, biru, putih, atau merah•  Diameter, yaitu bila diameter tahi lalat anda lebih besar daripada diameter penghapus pada ujung pensil kayu•  Evolving, yaitu bila tahi lalat tampak berbeda dengan tahi lalat lainnya dan atau bila terjadi perubahan pada ukuran, warna, atau bentuknyaFaktor ResikoBeberapa faktor resiko terjadinya kanker kulit yang perlu anda waspadai adalah:•  Mengalami luka bakar yang cukup berat pada kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan•  Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker kulit•  Memiliki kulit putih, memiliki banyak bintik-bintik hitam, atau rambut merah Baca juga: Perbedaan Antara Kanker Kulit dan Kutil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mysuncoast
 29 Jul 2020    16:00 WIB
Apa Penyebab Kanker Dubur (Anal)?
Hai sahabat! Kita berjumpa lagi dengan pembahasan tentang artikel kesehatan yang tidak kalah menarik dengan yang sebelumnya. Hari ini kita akan membahas perihal penyakit kanker dubur. Wah kalau mendengar kata penyakit kanker seram memang, tapi kanker dubur ini seperti apa sih? Biar gak penasaran langsung kita bahas yah. Kanal anal adalah tabung pendek di ujung rektum tempat tinja meninggalkan tubuh kita. Kanal anal dikelilingi oleh 2 otot sfingter yang menjaga anus tetap tertutup dan mencegah kebocoran tinja. Sedangkan Kanker dubur adalah jenis kanker yang tidak biasa yang terjadi di saluran anus. Kanker Anal adalah penyakit langka, yang menyerang sekitar 1.200 orang per tahun di Inggris (Cancer Research UK). Ini sedikit lebih umum pada wanita daripada pada pria, dengan rasio pria: wanita dari kasus 10:18. Prospek untuk kanker dubur seringkali lebih baik daripada kanker usus tipe lain, terutama ketika terserang kanker stadium dini. The American Cancer Society memperkirakan bahwa 7.210 kasus kanker dubur akan didiagnosis pada tahun 2014 dan sekitar 950 kematian akan terjadi pada tahun itu karena kanker dubur. Kanker dubur sering dibagi menjadi 2 kelompok, yang kadang-kadang diperlakukan berbeda: Kanker kanal anal (di atas ambang anal). Kanker margin anal (di bawah ambang anal). Terkadang kanker dubur meluas dari satu area ke area lain, jadi sulit untuk mengetahui dengan pasti di mana mereka mulai. Ada berbagai bentuk kanker dubur, masing-masing ditentukan oleh jenis tumor yang berkembang. Tumor adalah pertumbuhan abnormal dalam tubuh. Tumor bisa jinak atau ganas. Tumor ganas dapat menyebar ke bagian tubuh lain dari waktu ke waktu, jika tidak diobati. Contoh tumor termasuk: Tumor jinak. Tumor yang jinak adalah tumor yang bukan kanker. Dalam anus, ini dapat mencakup polip, tag kulit, tumor sel granular, dan kutil kelamin (kondiloma). Kondisi prakanker. Ini merujuk pada tumor jinak yang dapat menjadi ganas seiring berjalannya waktu, yang sering terjadi pada anal intraepithelial neoplasia (AIN) dan anal squamous intraepithelial neoplasia (ASIL). Karsinoma sel skuamosa. Kanker sel skuamosa adalah jenis kanker anal yang paling umum di Amerika Serikat. Menurut American Cancer Society, itu menyumbang 9 dari 10 kasus. Tumor ganas di anus ini disebabkan oleh sel skuamosa abnormal (sel yang melapisi sebagian besar saluran anus). Penyakit Bowen. Kondisi ini, juga dikenal sebagai karsinoma sel skuamosa in situ, ditandai oleh sel-sel abnormal pada jaringan permukaan anus yang belum menginvasi lapisan yang lebih dalam. Karsinoma sel basal. Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit yang umumnya mempengaruhi kulit yang terpapar sinar matahari. Karena itu, ini adalah bentuk kanker anal yang sangat langka. Adenokarsinoma. Ini adalah bentuk kanker langka yang muncul dari kelenjar di sekitar anus. Lalu apa sebenarnya penyebab kanker dubur (anal) ini. Kanker anal terbentuk ketika mutasi genetik mengubah sel-sel normal dan sehat menjadi sel-sel abnormal. Sel-sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditentukan, akhirnya mati pada waktu yang ditentukan. Sel abnormal tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, dan mereka tidak mati. Akumulasi sel abnormal membentuk massa (tumor). Sel-sel kanker menyerang jaringan di dekatnya dan dapat terpisah dari tumor awal untuk menyebar di tempat lain di tubuh (bermetastasis). Dan kanker dubur terkait erat dengan infeksi menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV). Bukti HPV terdeteksi pada sebagian besar kanker dubur. HPV dianggap sebagai penyebab paling umum dari kanker dubur. Berikut adalah gejala umum yang terkait dengan kanker dubur, yaitu: Pendarahan. Gatal dubur juga bisa menjadi gejala kanker, banyak orang awalnya mengaitkan perdarahan dan gatal-gatal dengan wasir. Ini dapat menunda diagnosis kanker dubur. Nyeri atau tekanan di daerah anus. Benjolan dekat anus. Perubahan dari dubur dan anus. Luka di sekitar anus yang tidak kunjung sembuh. Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker dubur. Tetapi ada caranya untuk mengurangi risiko kanker dubur: Lakukan hubungan seks yang lebih aman, gunakan kondom. Tidak melakukan hubungan seks atau melakukan hubungan seks yang aman dapat membantu mencegah HPV dan HIV, dua virus yang ditularkan secara seksual yang dapat meningkatkan risiko kanker dubur. Dapatkan vaksinasi terhadap HPV. Dua vaksin - Gardasil dan Cervarix - diberikan untuk melindungi dari infeksi HPV. Baik anak laki-laki dan perempuan dapat divaksinasi HPV. Berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker dubur. Jangan mulai merokok. Hentikan jika kita punya kebiasaan merokok. Dan jika kita curiga terkena penyakit ini, segera pergi ke rumah sakit atau dokter untuk diperiksa dan Kanker dapat dideteksi dengan prosedur yang lebih invasif seperti anoskopi, proktoskopi, atau USG endorektal. Jika diduga kanker, biopsi harus dilakukan dan spesimen diperiksa oleh ahli patologi. Pemeriksaan stadium dapat mencakup CT scan abdomen dan panggul, pemindaian MRI panggul untuk menilai kelenjar getah bening panggul, rontgen dada, dan studi fungsi hati. Pemindaian PET kadang dilakukan. Dan jika kita dinyatakan positif kanker dubur. Kanker dubur terutama diobati dengan kombinasi kemoterapi dan radiasi. Pembedahan biasanya dilakukan untuk pasien yang gagal dengan basis terapi. So guys, demikianlah artikel kesehatan kita tentang kanker dubur (anal) hari ini, informasinya sangat membantu sekali bukan. Nah untuk lebih detail bisa hubungi petugas kesehatan yah, sampai jumpa dan salam sehat!   Sumber : www.geni.com, www.healthcommunities.com, www.ncbi.nlm.nih.gov, www.cancer.org, www.mayoclinic.org, www.healthline.com