Your browser does not support JavaScript!
 17 Jan 2019    14:00 WIB
Penyebab dan Pencegahan Tangan Kram
Tangan lagi-lagi kram, pas tenang-tenangnya bekerja, wah merepotkan kita semua yah! Nah, sahabat setia Dokter.Id, kita semua tahu bahwa tangan merupakan bagian terpenting dalam hidup kita, karena itu ketika tangan kita sakit, otomatis semua aktifitas harian kita akan terganggu. Lalu apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi? kram tangan dapat disebabkan oleh banyak kondisi. Terlalu sering menggunakan tangan, jari, atau lengan bawah dapat menyebabkan kram dan nyeri. Dalam banyak kasus, kram tangan dapat diobati dengan pengobatan rumahan. Meskipun biasanya serangan kram tangan tidak lama , namun kram ini dapat menyebabkan nyeri otot yang hebat. Kram tangan bisa sangat tidak nyaman dan sporadis atau kronis. Ketika tangan kita kram, kita mungkin mengalami kesulitan membuat kepalan tangan atau menyatukan jari-jari kita. Kita mungkin mengalami kram di bagian lain dari tubuh kita juga. Walaupun kram tangan tidak berbahaya pada diri kita, tidak tutup kemungkinan menjadi pertanda masalah yang lebih besar ketika gejala lain hadir. Penyebab lain yang menyebabkan kram tangan juga seperti: Kekurangan magnesium. Magnesium membantu menjaga tulang yang kuat dan mengendurkan otot. Mineral ini dapat membantu mencegah kram otot, termasuk kram tangan, serta sindrom kaki gelisah dan mata berkedut. Dehidrasi. Jika kita tidak minum cukup air, kita mungkin mengalami dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan air, untuk berfungsi dengan benar. Dehidrasi mempengaruhi fungsi otot dan menyebabkan kita kram. Sirkulasi yang buruk. Ketika tubuh kita kekurangan aliran darah yang cukup. Sirkulasi mengirimkan darah, nutrisi, dan oksigen ke seluruh tubuh kita. Kita mungkin merasakan masalah sirkulasi di tangan, lengan, dan kaki kita. Sindrom Lorong Karpal (adalah penyakit di pergelangan tangan karena saraf yang tertekan dan menimbulkan gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar). Sindrom tangan kaku, juga dikenal sebagai sindrom tangan kaku diabetik dan diabetes cheiroarthropathy, adalah komplikasi diabetes di mana penebalan dan waxiness tangan mulai membatasi gerakan jari-jari. Rheumatoid arthritis (RA) dapat menyebabkan kram tangan, serta kram di bagian lain dari tubuh. Penyakit autoimun ini menyerang sendi, menyebabkan peradangan yang membuat jaringan sendi menebal. Pada waktunya, sendi dapat kehilangan mobilitasnya. Penyakit ginjal, atau yang berhubungan dengan ginjal. Terjadi ketika ginjal kita tidak dapat membuang kotoran dari tubuh kita dengan cukup baik atau menjaga cairan kita seimbang. Penyakit ginjal dapat menyebabkan kram, karena ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, masalah aliran darah atau kerusakan saraf. Kram - terutama kram kaki - sering terjadi pada kita yang menderita penyakit ginjal. Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, atau oleh kerusakan saraf atau masalah aliran darah. Serta beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan kram tangan atau cedera yang berlebihan termasuk hal-hal, seperti: menulis atau mengetik untuk waktu yang lama, bermain Instrumen musik, menggunakan cengkeraman yang berlebihan pada benda-benda, seperti pena, perkakas, sekop, alat, atau smartphone, fleksi pergelangan tangan yang berlebihan, elevasi siku, ekstensi jari. Setelah mengetahui gejala dan penyebabnya, kita tidak perlu kuatir sahabat, karena ada beberapa pencegahan atau langkah pengobatan yang bisa kita lakukan. Yaitu seperti: Pengobatan rumah umum untuk kram tangan meliputi peregangan, berenang, meningkatkan asupan cairan kita, dan mengonsumsi suplemen vitamin D. Mengkonsumsi lebih banyak sayuran hijau, polong-polongan, dan biji-bijian utuh. Minumlah suplemen magnesium (atau magnesium dan kalsium). Obat-obatan yang diresepkan dokter. Peregangan yang cukup. Menghindari dehidrasi. Berlatih latihan penguatan otot. Melakukan latihan dampak rendah, seperti bersepeda, berenang, atau berjalan. Menggunakan alat-alat tangan yang benar untuk menghindari mengerahkan kekuatan yang berlebihan. Jadi pada dasarnya kram tangan tidak berbahaya atau mengancam jiwa, tapi ketika kita sudah sering mengalaminya dalam jangka waktu yang panjang, sangat mengganggu dan menimbulkan sakit ke bagian yang lain, lebih baik segera datangi dokter kita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com, www.everydayhealth.com
 10 Oct 2017    08:00 WIB
Sebuah Penyakit Langka Membuat Seorang Anak Menjadi Kaku Saat Terkejut
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun di Inggris didiagnosa menderita suatu penyakit langka dan membahayakan jiwa, di mana ia benar-benar dapat mengalami kekakuan tubuh yang dapat menyebabkan kematian kapan pun ia merasa terkejut.  Saat masih berusia 8 bulan, Jacob Madgin, didiagnosa oleh dokter menderita suatu penyakit langka, yaitu hiperekpleksia, suatu penyakit yang membuat ia bereaksi dengan sangat ekstrim bila terkejut. Penyakit herediter ini biasanya ditemukan pada bayi, akan tetapi juga dapat mengenai anak-anak dan orang dewasa. Penderita hiperekpleksia biasanya mengalami ketegangan otot berlebihan dan reaksi terkejut berlebihan terhadap berbagai stimulus yang tidak terduga, seperti suara keras.  Saat reaksi terkejut ini terjadi, ketegangan otot yang terjadi dapat menghentikan berbagai pergerakan anggota tubuh lainnya, yang dapat membuat penderita mengalami kesulitan bernapas atau jatuh tanpa mengalami penurunan kesadaran. Menurut ibunya, Lesley Madgin, Jacob telah mengalami berbagai reaksi terkejut yang membuatnya berhenti bernapas, kejang, dan mengalami spasme otot.  Ibunya mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apa saja yang dapat memicu reaksi terkejut berlebihan pada Jacob. Pernah suatu kali ia sedang membuka sebuah boks blueberi dan ternyata suara kemasan plastik yang terbuka juga memicu serangan pada Jacob. Jacob mengalami serangan pertamanya saat ia masih berusia kurang dari 2 hari. Para dokter yang menangani Jacob harus menggunakan selang makan untuk memberinya susu karena sentuhan botol pada hidungnya memicu terjadinya spasme otot. Sekarang ini, keluarga Jacob berusaha untuk menghindarkan Jacob dari berbagai hal yang mungkin membuatnya terkejut. Hal ini memang sangat sulit dilakukan. Ibunya harus selalu mengawasi Jacob karena ia mungkin mengalami serangan karena berbagai hal. Sampai saat ini, para ahli masih belum menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit langka ini, akan tetapi kekakuan otot telah dapat diatasi dengan menggunakan berbagai obat-obatan.       Sumber: foxnews