Your browser does not support JavaScript!
 10 Sep 2019    16:00 WIB
Kaki Bengkak Saat Hamil? Atasi Dengan Kiat Berikut
Saat hamil, seorang wanita biasanya akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya karena perubahan kadar hormon di dalam tubuhnya. Akan tetapi, selain berbagai perubahan normal yang dialami oleh sebagian besar wanita hamil, terdapat pula berbagai perubahan abnormal seperti menurunnya kondisi kesehatan, penurunan berat badan, dan pembengkakan beberapa bagian tubuh. Saat hamil, para wanita biasanya akan mengalami pembengkakan pada kakinya. Hal ini dikarenakan saat hamil, tubuh cenderung menahan cairan lebih banyak di dalam tubuh, yaitu sekitar 30% lebih banyak daripada wanita yang tidak hamil. Penumpukkan cairan pada daerah kaki ini biasanya akan semakin bertambah parah seiring dengan semakin membesarnya rahim seorang wanita. Hal ini dikarenakan rahim yang membesar akan menghambat aliran darah balik dari kaki ke jantung, sehingga cairan pun akan tetap menumpuk di daerah kaki.   Baca Juga: Berbagai Pengobatan Alami Untuk Mengatasi Kaki Bengkak   Sebenarnya terdapat beberapa cara yang dapat membantu mengatasi pembengkakan di daerah kaki ini, yaitu: Ketika duduk, usahakan agar posisi kaki lebih tinggi daripada jantung sehingga aliran darah pun menjadi lebih lancar Ketika tidur, gunakan bantal untuk mengganjal kedua kaki agar posisi kaki lebih tinggi daripada jantung dan kepala saat tidur Tidur dengan posisi miring ke kiri (karena pembuluh darah balik tersebut terletak pada tubuh bagian kanan) sehingga dapat mengurangi tekanan pada pembuluh darah tersebut dan memperlancar aliran darah Bila usia kehamilan telah memasuki trimester ketiga atau akhir trimester kedua, pastikan Anda tidak berdiri terlalu lama Jangan menggunakan sepatu tertutup atau sepatu yang berukuran kecil karena dapat menghambat aliran darah pada kaki Anda   Sumber: bumilupdate
 30 Jan 2019    08:00 WIB
Apa yang Membuat Kaki Anda Terasa Sakit, Panas, Atau Mati Rasa?
Nyeri betis, kaki terasa panas, dan telapak kaki mati rasa merupakan berbagai keluhan yang sering terjadi pada kaki. Berbagai hal ini mungkin tidak akan membuat Anda segera pergi ke dokter. Akan tetapi, bila nyeri pada daerah kaki Anda terjadi secara tiba-tiba, cukup hebat, dan tidak juga mereda dalam waktu beberapa menit; maka Anda mungkin harus segera memeriksakan keadaan Anda ke seorang dokter. Hal ini dikarenakan apa yang Anda alami dapat merupakan gejala dari suatu penyakit serius. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang seringkali menyebabkan nyeri pada kaki.   Gangguan Pembuluh Darah Nyeri yang terjadi saat berjalan atau berolahraga dapat disebabkan oleh klaudikasio atau menurunnya suplai darah ke daerah kaki. Hal ini seringkali merupakan gejala dari penyakit arteri perifer (PAD), yaitu suatu penyempitan pembuluh darah arteri yang berfungsi untuk mensuplai darah ke daerah kaki. Gangguan ini biasanya terjadi akibat penumpukkan lemak (plak) pada dinding pembuluh darah. Merokok, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, menderita tekanan darah tinggi, dan obesitas merupakan berbagai hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya PAD. Nyeri kaki yang disebabkan oleh PAD cenderung terjadi saat Anda sedang bergerak. Hal ini dikarenakan saat Anda bergerak, otot-otot membutuhkan lebih banyak darah. Kekurangan darah akan memicu terjadinya nyeri. Saat Anda berhenti bergerak, maka rasa nyeri pun biasanya akan menghilang. Deep vein thrombosis atau DVT merupakan suatu keadaan di mana terbentuk bekuan darah di vena dalam, yang terjadi akibat seseorang kurang aktif bergerak. DVT juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri kaki. Terlalu lama berada di dalam pesawat terbang atau di dalam mobil dapat menyebabkan aliran darah di kaki sulit kembali ke dalam jantung. Jika aliran darah melambat atau berhenti, maka dapat terbentuk suatu bekuan darah di dalam vena. Jika bekuan darah ini pecah, maka bekuan darah yang terpecah dapat mengikuti aliran darah dan masuk ke dalam paru-paru. Hal ini dapat memicu terjadinya emboli paru, suatu keadaan gawat darurat yang menyebabkan penyumbatan aliran darah ke dalam paru-paru. DVT biasanya hanya terjadi pada salah satu kaki, yang akan membuat kaki tampak membengkak dan membiru. Rasa nyeri biasanya terjadi secara bertahap dan cenderung berulang setiap beberapa jam sekali.   Neuropati Perifer Pada beberapa orang, nyeri kaki (dan kadangkala tangan) dapat disebabkan oleh neuropati, suatu kelainan pada saraf motorik, sensorik, dan autonom perifer yang menghubungkan medulla spinalis dengan otot, kulit, dan organ dalam. Neuropati dapat menyebabkan bagian kaki yang terkena menjadi mati rasa, kesemutan, atau terasa berat. Keluhan biasanya bermula dari kaki bagian bawah dan kemudian menyebabkan rasa panas seperti terbakar pada seluruh kaki. Pada beberapa kasus, penderita bahkan mengalami mati rasa, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya luka dan infeksi. Ada banyak hal yang dapat memicu terjadinya neuropati, seperti infeksi, racun, alkohol, dan terutama diabetes. Keadaan ini dapat mengenai penderita pre-diabetes, yang mungkin tidak mengalami gejala diabetes lainnya.   Gangguan Keseimbangan Elektrolit Kinerja otot yang baik juga dipengaruhi oleh keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Berbagai jenis mineral seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium berfungsi sebagai impuls listrik yang turut berperan dalam kerja saraf, jantung, otot, dan juga dapat mempengaruhi jumlah air di dalam tubuh manusia. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh seperti beberapa jenis obat-obatan, dehidrasi, diare, dan gangguan ginjal. Saat kadar elektrolit di dalam tubuh terlalu rendah, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri kaki. Saat tubuh Anda kekurangan natrium, maka tubuh akan menahan lebih banyak cairan di dalam sel, yang dapat memicu terjadinya kram otot. Selain itu, obat diuretik, yang banyak digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi juga dapat mengganggu keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh. Kalium dan kalsium diperlukan untuk proses kontraksi otot. Jadi, kekurangan kedua mineral ini dapat memicu terjadinya kram otot. Dehidrasi dan minum terlalu banyak air juga akan dapat mengganggu keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh karena akan menyebabkan pengeluaran elektrolit yang berlebihan.   Baca juga: Tips Mengatasi Nyeri Pinggang Saat Hamil   Gangguan Punggang Berbagai gangguan yang mengenai punggang Anda seringkali juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri pada kaki. Stenosis spinal, suatu keadaan di mana kanal spinalis menyempit secara perlahan dan menekan saraf tulang belakang merupakan salah satunya. Gangguan ini biasanya mengenai orang yang berusia lebih dari 50 tahun dan dapat disebabkan oleh radang sendi, scoliosis, atau cedera tulang belakang. Tekanan pada saraf ini dapat mengenai akar saraf di percabangannya (saraf sciatic). Saraf yang teriritasi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang cukup signifikan. Sciatica, peradangan saraf sciatic yang sangat nyeri ini biasanya hanya mengenai salah satu sisi tubuh. Nyeri ini dapat menjalar dari pinggang hingga ke kaki atau bahkan ke jari kaki. Sciatica merupakan gangguan kesehatan yang cukup sulit didiagnosa dan kadangkala dapat menghilang dengan sendirinya. Sciatica dapat disebabkan oleh stenosis spinal. Peradangan saraf sciatic yang disebabkan oleh berbagai perubahan pada punggung Anda, seperti radang sendi, spasme otot, atau cedera otot dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang menjalar hingga ke bokong dan kaki. Jika rasa nyeri pada kaki disertai oleh kehilangan kemampuan untuk mengendalikan keinginan untuk buang air besar atau kecil atau menyebabkan mati rasa di daerah sekitar anus atau vagina; segera cari pertolongan medis. Anda mungkin mengalami sindrom cauda equine, suatu kelainan langka yang menyebabkan gangguan pada akar saraf di ujung bawah tulang belakang. Bila tidak segera diobati, dapat terjadi kerusakan saraf dan Anda akan mengalami kelumpuhan permanen.   Radang Sendi Ada banyak tipe radang sendi. Osteoartritis merupakan salah satu jenis radang sendi yang paling sering terjadi. Pada osteoartritis, terjadi penipisan tulang rawan pada daerah persendian, yang akan memicu terbentuknya tulang baru, peradangan, atau nyeri. Artritis reumatoid, suatu penyakit autoimun, juga dapat menyerang daerah persendian dan menyebabkan terjadinya radang dan nyeri. Walaupun radang sendi merupakan penyakit persendian, akan tetapi rasa nyeri dapat terasa hingga ke daerah sekitar persendian yang terkena, termasuk ke otot-otot di sekitar persendian tersebut.   Pengobatan nyeri kaki dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Neuropati diabetikum dapat dicegah dengan mengendalikan kadar gula darah, sedangkan radang sendi mungkin membutuhkan terapi obat-obatan atau tindakan pembedahan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: nextavenue
 01 Nov 2018    11:00 WIB
7 Masalah Kesehatan Yang Dapat Di Deteksi Dari Kaki
Kaki berada di bagian tubuh paling bawah, hal inilah yang membuat kaki terkadang jarang diperhatikan. Kebanyakan orang lebih banyak memberi perhatian pada bagian tubuh yang paling dekat dengan bagian kepala dan jarang memperhatikan yang jauh dari kepala seperti kaki. Untuk Anda jangan hanya memperhatikan bagian tubuh lain, perhatikan kaki Anda juga,. Bukan hanya memperhatikan kuku dan warna cat kuku yang digunakan namun hal-hal yang lain. Karena kaki Anda pun bisa mencerminkan Anda sehat atau tidak. Penasaran apa saja hal yang bisa dikatakan oleh kaki mengenai kesehatan Anda? berikut ulasannya: 1.      Luka pada kaki yang sulit sembuh Apabila Anda mengalami luka di daerah kaki dan ternyata luka tersebut sulit sembuh. Anda harus waspada akan penyakit kencing manis. Pada saat seseorang mengalami penyakit kencing manis dimana kadar gula darah berlebihan di dalam tubuh akan merusak sel dan pembuluh darah sehingga menyebabkan luka sulit sembuh. Mengapa di daerah kaki? Karena daerah ini paling mudah terluka seperti menginjak pecahan kaca dan saat terluka terkadang tidak disadari. Kondisi ini disebut dengan "kaki diabetik". Jadi bila Anda mengalami kondisi ini segeralah untuk melakukan pemeriksaan gula darah dan bila memang terdiagnosa penyakit kencing manis maka harus melakukan beberapa hal untuk menjaga agar kadar gula darah tetap normal. 2.      Kuku Kuning Apakah Anda melihat kuku kaki Anda dan merasa kuku kotor karena berwarna kekuningan dan memiliki bentuk yang tidak rapi? Bila Anda mengalami hal ini maka sebaiknya Anda segera periksa kesehatan kuku Anda ke dokter, karena kemungkinan Anda mengalami infeksi jamur pada daerah kuku. Kondisi ini disebut dengan Onikomikosis, biasanya bila Anda memiliki kebiasaan jarang menggunakan alas kaki maka akan mudah mengalami hal ini. 3.      Jempol kaki bengkak akibat asam urat Pada saat kadar asam urat dalam tubuh Anda berlebihan, maka sendi-sendi yang terletak di ujung anggota badan bisa mengalami serangan penyakit asam urat, terutama jempol kaki. Biasanya akan terjadi pembengkakan terutama pada jempol kaki. Rasanya sendi-sendi tubuh akan terasa sakit biasanya muncul sekitar 12-24 jam setelah makan makanan yang mengandung asam urat tinggi, kulit diatas sendi terlihat bengkak dan memerah. Apabila Anda sudah mengalami hal ini segera periksa kadar asam urat Anda dan bila memang tinggi maka Anda harus diet rendah purin dan minum obat untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh Anda. 4.      Tumit terasa sangat nyeri Jika Anda mengalami sakit luar biasa di tumit, bisa jadi Anda mengalami Plantar Fasciitis. yang berarti peradangan jaringan di sekitar daerah tumit yang menyebabkan rasa sakit. Saat Anda mengalami hal ini segera hindari menggunakan high heels terlalu tinggi dan gunakan sepatu atau alas kaki lain yang lembut untuk kaki Anda. 5.      Bulu kaki hilang Mungkin hal ini akan terdengar menyenangkan untuk para wanita, karena tidak perlu bersusah payah kembali untuk menghilangkan bulu kaki. Namun bila Anda mengalami bulu kaki yang tiba-tiba menipis dan hilang bisa jadi hal ini merupakan salah satu tanda pertama dari sirkulasi darah yang buruk. 6.      Kaki terasa nyeri dan kram Apabila Anda sering merasakan nyeri dan karam pada bagian kaki, Hal ini bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami kekurangan nutrisi terutama kalsium, kalium atau magnesium. Ada kemungkinan Anda juga mengalami kekurangan nutrisi yang lain, jadi lebih baik untuk mengunjungi dokter dan ahli gizi untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk membantu Anda. 7.      Kaki mengalami mati rasa Apabila Anda mengalami kaki yang terasa mati rasa bisa jadi ini merupakan tanda adanya masalah dengan aliran darah Anda dan gejala awal dari neuropati perifer, yang terpengaruh sistem saraf perifer Anda. Apabila Anda mengalami semua tanda-tanda diatas ada baiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Lebih baik mengetahui dari awal apa yang Anda alami sebenarnya sebelum penyakit berkembang semakin parah. Baca juga: Keuntungan Memakai Kaos Kaki Saat Tidur Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthline
 11 Jun 2018    18:00 WIB
Keuntungan Memakai Kaos Kaki Saat Tidur
Jika Anda adalah salah satu orang yang memakai kaos kaki saat tidur, berarti Anda telah melakukan perawatan yang dibutuhkan tubuh saat tidur. Terkejut? Berikut adalah beberapa manfaat memakai kaos kaki saat tidur. 1.  Memakai kaos kaki saat tidur dapat mencegah kaki keringKeuntungan pertama memakai kaos kaki saat tidur adalah mencegah kulit kaki pecah-pecah dan menjaganya tetap hangat dan terlindungi. Bukankah kita semua pernah terbangun dengan rasa nyeri pada kaki? Kami tidak tahu dengan Anda, tetapi yang jelas itu adalah hal yang tidak menyenangkan. 2.  Kaos kaki menjaga kaki tetap hangatBanyak orang mengeluhkan kaki yang dingin merupakan hal yang paling tidak nyaman saat tidur. Jika Anda salah satu yang terganggu dengan kaki yang dingin saat tidur, mulailah memasang kaos kaki. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengindari udara dingin saat musim hujan selain memakai kaos kaki. 3.  Mengurangi keringat berlebih pada kakiKondisi keringat berlebih pada kaki atau yang dikenal dengan hiperhidrosis dapat diatasi dengan kebiasaan ini. Kaus kaki akan menyerap keringat berlebih pada kaki sehingga kaki kaki pun dapat terhindar dari bau kaki. 4.  Membuat kaki menjadi halusSelain mencegah kaki dari kekeringan, kaus kaki juga dapat membuat kaki tetap lembut. Caranya adalah gunakan pelembap pada kaki kemudian bungkuslah kaki Anda dengan kaus kaki. 5.  Mencegah jamur dan infeksi lainnyaManfaat lain dari memakai kaus kaki saat tidur adalah dapat melindungi kaki dari debu dan bakteri penyebab pertumbuhan jamur dan infeksi lainnya pada kaki.   Baca juga: 6 Cara Menjaga Kulit Kaki Tetap Lembut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 25 Nov 2016    08:00 WIB
10 Kesalahan Berjalan yang Sering Terjadi…
Berjalan dengan cara yang benar dapat membuat Anda lebih sehat dan berjalan dengan lebih cepat. Akan tetapi, berjalan dengan cara yang salah justru akan membuat Anda mengalami cedera dan malu karena terjatuh. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 kesalahan berjalan yang sering terjadi yang perlu Anda hindari untuk memperoleh hidup yang lebih sehat.   Overstriding Saat seseorang mencoba untuk berjalan lebih cepat, maka hal yang paling sering dilakukan adalah dengan melangkahkan kaki lebih lebar. Hal ini dapat menyulitkan bagi kaki Anda. akibatnya, betis dan tulang kering Anda justru akan terasa nyeri dan Anda pun tidak berjalan dengan lebih cepat. Untuk mencegah Anda melakukan kesalahan di atas, cobalah melangkah lebih pendek tetapi dengan gerakan yang lebih cepat.   Salah Pilih Sepatu Ketahuilah bahwa tidak semua "walking shoes" cocok untuk berjalan. Jika beberapa hal di bawah ini sesuai dengan sepatu yang sering Anda gunakan untuk berjalan, maka Anda mungkin akan mengalami fasciitis plantaris, otot tertarik, dan gangguan lutut: Berat. Sepatu berjalan harus merupakan sepatu yang ringan tetapi tetap memiliki bantalan dan penyangga yang tepat Kaku. Jika alas sepatu Anda tidak dapat menekuk, bahkan setelah Anda memaksa menekuknya, maka hal ini menandakan bahwa sepatu Anda terlalu kaku untuk dijadikan sebagai sepatu olahraga. Sepatu berjalan harus fleksibel sehingga kaki Anda tidak perlu "bertengkar" dengannya saat Anda berjalan Berusia lebih dari 1 tahun. Bantalan dan penyangga pada sepatu Anda akan berkurang seiring dengan berlalunya waktu. Oleh karena itu, gantilah sepatu Anda bila Anda telah menggunakannya sejauh 800 km Terlalu kecil. Karena kaki Anda membengkak saat Anda terus berjalan, maka sepatu berjalan Anda seharusnya berukuran lebih besar daripada sepatu Anda yang lain, terutama bila Anda menggunakannya untuk berjalan selama 30 menit atau lebih   Walking Flat-Footed Bukannya bergerak memutar dengan menggunakan tumit dan jari kaki Anda, Anda justru berjalan dengan telapak kaki Anda. Hal ini dapat disebabkan oleh Anda terlalu kaku, menggunakan sepatu yang terlalu berat, atau karena otot betis Anda terlalu lemah. Gejala yang biasa ditemukan adalah: Terdengar suara keras saat Anda melangkah Mengalami nyeri betis, terutama di sekitar tulang kering Untuk mengatasinya, pilihlah sepatu yang fleksibel, dengan hak sepatu yang rendah.   Tidak Menggerakkan Tangan Saat Anda berjalan atau berlari, tidak menggerakan tangan atau menggerakkan tangan tanpa menekuknya merupakan suatu kesalahan. Menggerakkan tangan saat berjalan merupakan hal yang terjadi tanpa Anda sadari untuk mengimbangi gerakan kaki Anda. Akan tetapi, bila Anda memaksakan tangan Anda untuk tidak bergerak, maka hal ini justru akan memperlambat langkah kaki Anda. Anda dapat menambah kecepatan berjalan Anda dengan menggunakan lengan Anda dengan benar dan alami, yaitu dengan menekuknya dan membiarkan mereka berayun ke depan dan belakang secara alami saat Anda berjalan.   Terlalu Banyak Menggerakan Tangan Memang benar bahwa tidak menggerakan tangan saat berjalan merupakan suatu kesalahan, akan tetapi menggerakkan tangan terlalu banyak atau dengan cara yang salah juga merupakan suatu kesalahan. Ada 3 kesalahan pergerakan tangan yang mungkin terjadi saat seseorang berjalan seperti: Straight flapping atau paddling arms. Anda tidak menekuk siku Anda, lengan Anda bergerak lurus seperti halnya burung atau perenang atau tetap berada di sisi tubuh Anda seperti penguin saat berjalan Chicken winging. Anda memang menekuk siku Anda, tetapi Anda menggerakkannya ke kanan dan ke kiri, bukannya ke depan belakang High hands. Tinju Anda bergerak terlalu tinggi, melebihi dada Anda atau bahkan dagu Anda atau mengancam hidung Anda Untuk mengatasinya, pastikan siku Anda berada di dekat tubuh Anda dan gerakkanlah tangan Anda ke depan dan belakang. Dan saat tangan Anda bergerak ke depan, pastikan tangan Anda tidak melewati bagian tengah tubuh Anda dan tidak lebih tinggi daripada dada Anda. Dengan melakukan gerakan tangan yang benar, Anda pun dapat berjalan dengan lebih baik dan lebih cepat.   Berjalan Dengan Kepala Tertunduk ke Bawah Berjalan dengan kepala tertunduk ke bawah atau sambil melihat telepon genggam tidak hanya berbahaya karena Anda dapat menabrak sesuatu yang ada di hadapan Anda, tetapi juga dapat memicu terjadinya nyeri pinggang, bahu, dan leher. Oleh karena itu, pastikan Anda mengangkat kepala Anda saat berjalan. Fokuskan pandangan mata Anda ke depan saat berjalan.   Baca juga: Gaya Berjalan dan Kepribadian Anda   Leaning Condong ke depan lebih dari 5 derajat atau condong ke belakang saat berjalan dapat memicu terjadinya nyeri pinggang dan memperlambat langkah Anda.   Salah Pilih Baju Benar sekali! Pakaian juga perlu diperhatikan saat Anda berjalan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kesalahan pemilihan pakaian yang biasa dilakukan oleh seseorang saat berjalan kaki: Menggunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit baju Berjalan dengan pakaian berwarna gelap di malam hari Tidak menggunakan topi Menggunakan sepatu yang tidak nyaman dan pakaian kerja Untuk berjalan dengan nyaman, gunakanlah beberapa lapis pakaian. Lapis pertama adalah pakaian yang terbuat dari kain (polypropylene), yang dapat menyerap keringat dan menguapkannya, bukan katun (yang memang menyerap keringat tetapi menjaganya tetap ada di dalam kain). Lapisan kedua adalah kaos atau sweater yang mudah dilepas. Lapisan ketiga adalah jaket yang bersifat windproof dan waterproof.   Kurang Minum   Anda tidak minum cukup air putih sebelum, selama, dan setelah berjalan kaki. Minumlah segelas air putih setiap jam di sepanjang hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sepuluh menit sebelum mulai berjalan, minumlah segelas air putih. Saat Anda berjalan, minumlah segelas air putih atau lebih setiap 20 menit. Setelah Anda selesai berjalan kaki, minumlah 1-2 gelas air putih. Jangan mengkonsumsi minuman berkafein saat Anda berjalan karena justru akan membuat tubuh Anda kehilangan cairan, membuat Anda merasa lebih haus. Jika Anda berjalan selama lebih dari 2 jam atau berjalan jauh, konsumsilah minuman yang mengandung elektrolit dan minumlah saat haus. Jangan hanya mengkonsumsi air putih.   Overtraining dan Not Crosstraining Jika Anda merasa lelah, mudah marah, dan mengalami nyeri otot di beberapa bagian tubuh saat berjalan kaki, maka Anda mungkin melakukannya dengan cara yang salah atau berlebihan. Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti: Istirahatlah! Bila Anda mengalami berbagai keluhan di atas, berhentilah berolahraga setidaknya 1 kali seminggu. Waktu istirahat ini membuat tubuh Anda memiliki cukup waktu untuk memperbaiki dirinya, membentuk otot dan pembuluh darah, dan menyimpan cadangan energi bagi kegiatan olahraga di keesokan hari Tidur yang cukup Kombinasikan olahraga berjalan Anda dengan bersepeda, squat, atau lunges untuk membentuk tidak hanya otot belakang (betis, otot paha belakang, dan otot bokong) tetapi juga otot depan Jika Anda tidak dapat beristirahat dari olahraga, maka gantilah jenis olahraga Anda setidaknya sehari dalam seminggu, misalnya pilihlah olahraga yoga atau angkat beban yang melatih tubuh bagian atas   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: verywell