Your browser does not support JavaScript!
 06 Mar 2020    08:00 WIB
Kadar Gula Darah Selalu Tinggi? Apa Saja Resikonya?
Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh Anda terlalu tinggi. Gula yang terdapat di dalam darah diperoleh dari makanan yang Anda makan dan merupakan sumber energi utama bagi tubuh Anda. Hiperglikemia merupakan keadaan yang biasa ditemukan pada seorang penderita diabetes yang mengalami gangguan produksi hormon insulin, yang berperan penting dalam proses penggunaan gula oleh berbagai organ tubuh. Memiliki kadar gula yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Beberapa gejala hiperglikemia yang dapat ditemukan adalah penurunan berat badan, sering merasa haus, nyeri kepala, gangguan penglihatan, kesulitan berkonsentrasi, merasa sangat lelah, dan sering buang air kecil. Selain itu, kadar gula darah sewaktu yang lebih tinggi dari 200 mg/dL juga merupakan gejala hiperglikemia. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya hiperglikemia. Penyebab tersering dari hiperglikemia adalah ketidakpatuhan pengobatan insulin atau obat anti diabetika oral. Penyebab lainnya adalah stress, penurunan aktivitas fisik, sakit, melakukan aktivitas fisik berat, infeksi, mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat atau kalori. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat terjadi bila kadar gula darah Anda terus tinggi dalam waktu yang lama.    Hiperglikemia Berkepanjangan Orang yang mengalami gangguan hiperglikemia berkepanjangan beresiko mengalami gangguan proses penyembuhan luka, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit kronik. Selain itu, seorang wanita yang mengalami hiperglikemia dalam waktu lama juga beresiko untuk menderita infeksi vagina, sedangkan para pria, hiperglikemia berkepanjangan dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.  Beberapa gangguan lain yang mungkin terjadi akibat hiperglikemia berkepanjangan adalah kerusakan saraf, perubahan status mental, gelisah, kelumpuhan, penurunan ketajaman penglihatan, gangguan sirkulasi darah pada kaki, dan rambut rontok.   Sindrom Hiperosmolar Diabetikum Sindrom hyperosmolar diabetikum dapat terjadi pada seorang penderita diabetes tipe 2 saat kadar gula darah mereka mencapai lebih dari 600 mg/dL dalam waktu yang lama. Tingginya kadar gula darah membuat darah menjadi kental seperti sirup dan menyebabkan peningkatan kadar gula yang ditemukan pada air kemih. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah air kemih yang dikeluarkan yang dapat berakibat pada terjadinya dehidrasi dan penurunan kesadaran.   Koma Diabetikum Resiko lainnya dari hiperglikemia adalah terjadinya koma diabetikum. Keadaan ini terjadi bila hiperglikemia telah berlangsung dalam waktu lama tanpa pengobatan apapun atau bila kadar gula darah terlalu tinggi hingga dapat membahayakan jiwa. Akan tetapi, koma diabetikum juga dapat terjadi pada orang yang mengalami hipoglikemia, suatu keadaan di mana kadar gula darah terlalu rendah. Beberapa gejala koma diabetikum adalah sesak napas, peningkatan rasa haus, mulut kering, sering buang air kecil, dan mual. Koma diabetikum dapat berakibat fatal.       Sumber: ehow
 10 Jan 2020    16:00 WIB
Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah
Pisang merupakan buah yang memiliki berbagai manfaat positif bagi kesehatan Anda, mulai dari membantu mengurangi stress, mengurangi gejala premenstrual, membantu menurunkan tekanan darah, dan bahkan mampu mengatasi kutil (kulit pisang). Selain mengandung berbagai mineral dan vitamin penting di dalamnya, pisang juga mengandung cukup banyak gula yang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah Anda.  Indeks glikemik merupakan suatu ukuran untuk mengetahui apa dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah seseorang. Indeks glikemik yang rendah adalah makanan dengan indeks glikemik kurang dari 55, sedangkan indeks glikemik yang sedang adalah makanan dengan indeks glikemik antara 56-69, makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan dengan indeks glikemik lebih dari 70.  Pisang merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah yaitu sekitar 51. Oleh karena itu, mengkonsumsi pisang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah secara bertahap.   Pisang dan Kadar Gula Darah Pisang dapat meningkatkan dan menjaga kadar gula darah dalam waktu cukup lama karena mengandung cukup banyak karbohidrat. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengurangi gejala morning sickness. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengatasi nyeri kepala akibat mabuk. Haluskan pisang dan campurkan dengan madu dan buatlah menjadi milkshake. Mengkonsumsi 2 buah pisang sebelum berolahraga selama 90 menit akan membantu Anda memiliki cukup banyak energi untuk mensuplai kebutuhan tubuh Anda selama berolahraga.  Pisang mengandung 3 macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Ketiga jenis gula ini dapat membantu menjaga kadar gula darah. Menjadikan pisang sebagai cemilan saat bekerja juga dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga membuat Anda tetap dapat berkonsentrasi dan menjaga mood Anda.   Kandungan Nutrisi di Dalam Pisang Pisang mengandung cukup banyak vitamin B kompleks sehingga membuatnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejala premenstrual dengan cara mengatur kadar gula darah yang dapat mempengaruhi mood.  Pisang juga dapat membantu Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, karena mengandung banyak vitamin C, vitamin A1, vitamin B6, vitamin B12, kalium, dan magnesium yang dapat membantu tubuh Anda menyembuhkan diri dari ketergantungan nikotin. Selain itu, bila Anda sedang gugup, vitamin B kompleks yang terdapat di dalam pisang juga dapat membantu menenangkan Anda.   Pisang dan Mood Pisang mengandung triptofan, suatu jenis asam amino yang akan diubah di dalam tubuh menjadi serotonin, yang dapat membuat Anda merasa lebih tenang. Mengkonsumsi pisang secara teratur setiap harinya dapat membantu seorang penderita depresi.  Beberapa gejala kekurangan kalium adalah rasa lelah berlebihan, mudah marah, dan bingung. Mengkonsumsi pisang dapat membantu mengatasi hal ini karena pisang mengandung banyak kalium, yang dapat membuat Anda kembali berkonsentrasi dengan tugas Anda. Selain itu, kalium juga dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke.  Karena mengandung cukup banyak zat besi, maka pisang juga dapat membantu mengatasi gejala anemia.  Baca juga: Pengobatan Tekanan Darah Rendah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 10 Jan 2020    16:00 WIB
Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah
Pisang merupakan buah yang memiliki berbagai manfaat positif bagi kesehatan Anda, mulai dari membantu mengurangi stress, mengurangi gejala premenstrual, membantu menurunkan tekanan darah, dan bahkan mampu mengatasi kutil (kulit pisang). Selain mengandung berbagai mineral dan vitamin penting di dalamnya, pisang juga mengandung cukup banyak gula yang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah Anda.  Indeks glikemik merupakan suatu ukuran untuk mengetahui apa dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah seseorang. Indeks glikemik yang rendah adalah makanan dengan indeks glikemik kurang dari 55, sedangkan indeks glikemik yang sedang adalah makanan dengan indeks glikemik antara 56-69, makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan dengan indeks glikemik lebih dari 70.  Pisang merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah yaitu sekitar 51. Oleh karena itu, mengkonsumsi pisang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah secara bertahap.   Pisang dan Kadar Gula Darah Pisang dapat meningkatkan dan menjaga kadar gula darah dalam waktu cukup lama karena mengandung cukup banyak karbohidrat. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengurangi gejala morning sickness. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengatasi nyeri kepala akibat mabuk. Haluskan pisang dan campurkan dengan madu dan buatlah menjadi milkshake. Mengkonsumsi 2 buah pisang sebelum berolahraga selama 90 menit akan membantu Anda memiliki cukup banyak energi untuk mensuplai kebutuhan tubuh Anda selama berolahraga.  Pisang mengandung 3 macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Ketiga jenis gula ini dapat membantu menjaga kadar gula darah. Menjadikan pisang sebagai cemilan saat bekerja juga dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga membuat Anda tetap dapat berkonsentrasi dan menjaga mood Anda.   Kandungan Nutrisi di Dalam Pisang Pisang mengandung cukup banyak vitamin B kompleks sehingga membuatnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejala premenstrual dengan cara mengatur kadar gula darah yang dapat mempengaruhi mood.  Pisang juga dapat membantu Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, karena mengandung banyak vitamin C, vitamin A1, vitamin B6, vitamin B12, kalium, dan magnesium yang dapat membantu tubuh Anda menyembuhkan diri dari ketergantungan nikotin. Selain itu, bila Anda sedang gugup, vitamin B kompleks yang terdapat di dalam pisang juga dapat membantu menenangkan Anda.   Pisang dan Mood Pisang mengandung triptofan, suatu jenis asam amino yang akan diubah di dalam tubuh menjadi serotonin, yang dapat membuat Anda merasa lebih tenang. Mengkonsumsi pisang secara teratur setiap harinya dapat membantu seorang penderita depresi.  Beberapa gejala kekurangan kalium adalah rasa lelah berlebihan, mudah marah, dan bingung. Mengkonsumsi pisang dapat membantu mengatasi hal ini karena pisang mengandung banyak kalium, yang dapat membuat Anda kembali berkonsentrasi dengan tugas Anda. Selain itu, kalium juga dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke.  Karena mengandung cukup banyak zat besi, maka pisang juga dapat membantu mengatasi gejala anemia.  Baca juga: Pengobatan Tekanan Darah Rendah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 07 Jan 2020    11:00 WIB
Waspada 5 Makanan di Sekitar Anda Yang Mengandung Gula Tinggi!
Kebanyakan orang merasa takut apabila banyak makan lemak, karena mereka sadar bahwa terlalu banyak lemak dapat berakibat buruk bagi tubuh. Namun sebaiknya Anda jangan hanya khawatir dengan makanan berlemak namun Anda juga harus memperhatikan makanan yang banyak mengandung gula. Karena ternyata berdasarkan berbagai penelitian telah mengatakan bahwa kadar gula tinggi dapat meningkatkan faktor risiko terkena penyakit, mulai dari obesitas, kencing manis hingga kanker. Namun yang menjadi masalah adalah Kita sudah terbiasa makan gula sejak kecil, sehingga sulit untuk dipisahkan. Selain itu, banyak produsen makanan dan minuman memproduksi produk berkadar gula tinggi. Agar Anda terhindar dari berbagai penyakit akibat terlalu banyak konsumsi gula kenali beragam jenis makanan dengan kadar gula tinggi di sekitar Anda. Seperti di bawah ini! 1.      Gula pasir, cair, maupun pemanis lain Gula pasir atau gula cair sudah tentu merupakan makanan manis. Namun jangan hanya memperhatikan gula biasa saja. Pemanis buatan pun juga mengandung gula yang tinggi seperti brown sugar memiliki kandungan 97 % gula. Madu memiliki kandungan gula sebanyak 82 %, sirup sebesar 75 %.  Jika harus memilih pemanis alami, maka pilihlah gula tebu yang memiliki 55 % kadar gula. 2.      Minuman sachet dan minuman soda Minuman sachet biasanya mengandung kadar gula tinggi yang bahkan bisa mencapai 94 %. Minuman bersoda biasanya mengandung sekitar 38 gram gula dalam setiap 0,3 liter.  3.      Permen dan nougat Nougat mengandung gula sekitar 83 %. Permen buah bisa memiliki kadar hingga 81 %, sementara permen karet dan permen keras memiliki kadar gula sekitar 63 %. 4.      Kue, biskuit, dan pie Gula adalah bahan baku penting dalam pembuatan kue. Di antara makanan sejenis, macaroon mengandung 71 % gula, yang membuatnya salah satu makanan dengan kadar gula tertinggi di kelasnya. Rata-rata kue memiliki kadar gula hingga 63 %. 5.      Es krim dan milk shakes Es krim makanan enak ini juga mengandung banyak gula, yaitu sekitar 26%, di mana dalam setengah scoop es krim terkandung  14 gram gula di dalamnya. Sementara, milk shakes mengandung 23% gula, di mana dalam setiap 0,5 liter milkshake terkandung 84 gram gula. Selain makanan yang telah disebutkan diatas sebenarnya masih ada banyak makana lain yang mengandung gula oleh karena itu usahakan untuk selalu cek label kemasan untuk mengetahui kandungan gula didalam minuman atau makanan yang Anda konsumsi. Ingat semakin banyak makanan yang mengandung gula yang Anda makan maka kadar gula dalam tubuh pun akan semakin meningkat. Baca juga: Kadar Gula Darah dan Efeknya Pada Tubuh Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: readersdigest
 02 Jan 2020    18:00 WIB
Apa yang Harus Dilakukan Bila Kadar Gula Darah Anda Terlalu Rendah ?
Keadaan gawat darurat dapat terjadi bila seorang penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Hal ini dapat terjadi akibat penderita mengkonsumsi dosis obat yang salah atau tidak makan dengan cukup. Saat hal ini terjadi, penderita dapat mengalami penurunan kesadaran, koma, dan bahkan kematian bila tidak segera ditangani. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menolong seorang penderita diabetes yang sedang mengalami keadaan gawat darurat.   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes   Kenali Gejala Gawat Darurat Diabetes Gejala gawat darurat diabetes dapat berbeda-beda dan mungkin agak sulit untuk membedakan apakah gejala disebabkan oleh kadar gula darah yang terlalu rendah atau justru terlalu tinggi. Jika penderita mengkonsumsi terlalu banyak insulin atau obat anti diabetes, maka penderita mungkin mengalami hipoglikemia akibat kadar gula darah yang terlalu rendah. Gejala yang dapat ditemukan adalah napas cepat, denyut jantung meningkat, tangan tampak berkeringat, dan mati rasa. Jika penderita tidak mengkonsumsi cukup insulin atau obat anti diabetes, maka penderita mungkin sedang mengalami koma diabetikum akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah penderita tampak mengantuk, bingung, dan merasa sangat haus. Kedua kondisi di atas, baik kelebihan atau kekurangan gula darah dapat menyebabkan penderita mengalami penurunan kesadaran, koma, dan akhirnya kematian bila tidak segera diobati.   Panggil Bantuan Bila Penderita Mengalami Penurunan Kesadaran Saat Anda menunggu bantuan tiba, mintalah penderita untuk duduk (untuk berjaga-jaga bila penderita menjadi semakin lemah dan akhirnya pingsan). Jika penderita masih dapat berbicara, tanyakan padanya apakah ia telah mengkonsumsi obat diabetesnya dan apakah ia telah makan.   Periksa Penderita Secara Cepat Jika penderita tampak tidak sadar, segera periksa apakah ia masih bernapas atau tidak. Caranya adalah dengan meletakkan tangan Anda pada dadanya untuk merasakan apakah dadanya bergerak naik-turun atau tidak sambil mendekatkan telinga Anda ke mulutnya untuk mendengar apakah penderita bernapas. Bila memungkinkan, periksalah juga nadinya untuk menentukan apakah jantung penderita masih bekerja.   Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) Bila Penderita Tidak Bernapas Segera lakukan RJP jika penderita tidak bernapas. Pada beberapa kasus gawat darurat diabetes, penderita dapat berhenti bernapas dan bahkan jantung mereka berhenti bekerja. Lakukanlah RJP hingga bantuan medis datang atau hingga penderita kembali sadar.   Berikan Cairan dan Obat-obatan yang Diperlukan Pemberian obat dan cairan biasanya akan dilakukan di rumah sakit. Tergantung pada jenis keadaan gawat darurat yang terjadi (kadar gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi), dokter mungkin akan memberikan insulin, atau kalium, atau natrium. Obat-obatan biasanya diberikan melalui infus atau dimasukkan langsung ke dalam pembuluh darah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: ehow
 20 Nov 2019    18:00 WIB
Kadar Gula Darah Terlalu Rendah? Perhatikan Apa yang Anda Makan!
Hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah dapat membahayakan jiwa dan kesehatan Anda. Serangan hipoglikemia dapat diatasi dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang tepat.  Mengkonsumsi makanan yang tepat merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Beberapa gejala hipoglikemia yang dapat ditemukan adalah: Nyeri kepala Gangguan proses berpikir Mudah marah hingga perilaku agresif Pusing Keinginan yang kuat untuk mengkonsumsi makanan manis Bila tidak segera ditangani karena miripnya gejala dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya, hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya koma, bahkan kematian. Saat hipoglikemia berlangsung, maka tubuh akan berusaha untuk mencegah penurunan kadar gula darah dengan menghasilkan hormon stress dan adrenalin. Bila Anda pernah mengalami hipoglikemia, maka pastikan Anda mengkonsumsi makanan secara teratur sepanjang hari, terutama makanan yang mengandung banyak protein dan serat untuk menjaga kestabilan kadar gula darah di sepanjang hari. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak serat adalah alpukat, pisang, kacang-kacangan, oat, brokoli, bayam, beras coklat, apel, lemon, dan jeruk bali. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak protein adalah ikan, gandum, keju mentah, yogurt rendah lemak, daging tanpa lemak. Hindarilah mengkonsumsi kafein, anggur (termasuk jus buah), makanan yang terbuat dari tepung, dan permen dalam jumlah berlebihan. Karena walaupun makanan dan minuman ini dapat membantu meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat saat Anda mengalami serangan hipoglikemia, akan tetapi berbagai jenis makanan dan minuman ini juga dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat. Saat seseorang mengalami hipoglikemia, maka ia mungkin akan sangat ingin mengkonsumsi makanan manis. Hal ini merupakan salah satu cara tubuh untuk meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Akan lebih baik bila Anda tidak mengkonsumsi permen, minuman bersoda atau berbagai makanan dan minuman manis lainnya saat mengalami serangan hipoglikemia, tetapi pilihlah makanan yang mengandung protein dan atau serat. Berolahraga secara teratur dan mengurangi stress juga dapat membantu menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil. Sumber: ehow
 07 Nov 2019    18:00 WIB
Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?
Selain memiliki beberapa dampak negatif bagi tubuh, seperti menyebabkan terjadinya obesitas dan diabetes, gula juga diperlukan tubuh sebagai salah satu sumber tenaga penting bagi tubuh.  Akan tetapi, untuk itu diperlukan pengaturan kadar gula darah di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti terlalu tingginya kadar gula darah di dalam tubuh, hiperglikemia, atau terlalu rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh, hipoglikemia.   Hiperglikemia  Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seseorang terlalu tinggi di dalam tubuhnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti: Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak gula Tidak memiliki cukup insulin di dalam tubuh Menderita cedera atau infeksi tertentu Stress  Jika tidak ditangani segera, hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan di dalam tubuh, termasuk pada mata, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan jantung.   Hipoglikemia Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh terlalu rendah. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti: Terlalu banyak berolahraga Mengkonsumsi terlalu banyak hormon insulin Kekurangan asupan nutrisi Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya syok hipoglikemia, dan bahkan kematian.   Kapan Hiper atau Hipoglikemia Terjadi? Terjadinya hiper atau hipoglikemia dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika hiperglikemia disebabkan oleh terlalu banyak makan, maka diperlukan waktu 3-5 jam hingga gejala muncul. Jika hipoglikemia terjadi karena kurangnya asupan makanan, maka diperlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari hingga gejala muncul, tergantung pada berapa lama kekurangan gizi tersebut berlangsung. Jika disebabkan oleh insulin, maka gejala hiper atau hipoglikemia dapat terjadi dalam waktu singkat, tergantung pada seberapa banyak insulin yang dikonsumsi. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Gejala Hiperglikemia Beberapa gejala hiperglikemia adalah: Peningkatan nafsu makan Rasa lelah berlebihan Sering buang air kecil Penurunan berat badan Sering haus Mulut terasa kering Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau bila gejala terus memburuk, segera hubungi dokter Anda.   Gejala Hipoglikemia Beberapa gejala hipoglikemia adalah: Berkeringat terus-menerus Badan terasa lemas Merasa cemas Peningkatan denyut jantung Mudah marah Nyeri kepala Perut terasa nyeri karena lapar Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau terus memburuk, maka segera hubungi dokter Anda.   Gejala Darurat yang Membutuhkan Pertolongan Medis Segera Beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi pada keadaan hiper maupun hipoglikemia dan membutuhkan pertolongan medis segera. Beberapa gejala tersebut adalah: Penurunan berat badan dalam waktu singkat Pusing saat mencoba untuk berdiri Pingsan Kesulitan bernapas Mengalami penurunan kesadaran Merasa bingung akan lingkungan sekitar Berbagai gejala di atas dapat merupakan gejala syok akibat hiper atau hipoglikemia yang Anda alami. Segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan segera.  Baca juga: Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 31 Oct 2019    18:00 WIB
Tips Untuk Mengatasi Kadar Gula Darah yang Terlalu Rendah
Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia dapat membahayakan jiwa seseorang bila kadar gula di dalam darah kurang dari 50 mg/dL. Mengkonsumsi terlalu banyak insulin dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia. Oleh karena itu, jika Anda merupakan seorang penderita diabetes, pastikan Anda menanyakan pada dokter Anda apa yang harus dilakukan bila Anda mengalami serangan hipoglikemia. Di bawah ini terdapat beberapa tips untuk mencegah dan mengatasi hipoglikemia.   Ubah Pola Makan Anda Konsumsilah makanan tinggi serat, buah, sayuran, dan protein tanpa lemak. hindarilah berbagai jenis makanan dan minuman manis yang terbuat dari gula sederhana.   Hindari Stress Saat Anda stress, tubuh Anda akan melepaskan berbagai jenis zat kimia, yang saat dimetabolisme akan meningkatkan resiko terjadinya hipoglikemia.   Berbaring Sejenak Jika Anda merasa tidak enak badan atau badan terasa lemas, maka berbaringlah selama setidaknya 20 menit di ranjang Anda. Saat Anda akan bangun, bangunlah secara perlahan, angkat kepala Anda dengan perlahan dan duduklah selama beberapa menit di ranjang Anda sebelum berdiri.   Ukur Kadar Gula Darah Anda Secara Teratur Jika Anda mengalami hipoglikemia kronik atau harus menggunakan insulin untuk mengatasi kadar gula darah Anda yang tinggi, maka pastikan Anda selalu mengukur kadar gula darah Anda secara teratur sebelum makan.   Konsumsi Minuman Manis Jika Anda mengalami reaksi hipoglikemia berat, maka konsumsilah setengah kaleng minuman bersoda atau jus buah atau konsumsilah gula atau permen atau gula penghias kue tart untuk meningkatkan kadar gula darah Anda dalam waktu singkat.     Sumber: ehow
 13 Aug 2019    16:00 WIB
Cara Mencegah Nyeri Kepala Diabetes
Fluktuasi kadar gula darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala pada penderita diabetes. Jadi satu-satunya cara mengontrol hal tersebut supaya tidak terjadi adalah dengan menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tajam atau turun secara tiba-tiba. Nyeri kepala karena kadar gula darah yang rendah sering dihubungkan dengan pembuluh darah di otak. Otak membutuhkan suplay gukosa yang siap pakai supaya bisa berfungsi dengan baik. Jika suplay yang ada tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka akan menimbulkan nyeri kepala. Saat kadar gula darah turun, hormon stress juga dilepaskan dan dapat menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah sehingga menyebabkan munculnya nyeri kepala. Beberapa orang dengan diabetes sering mengalami nyeri kepala karena kadar gul darah yang rendah dan kemudian diikuti dengan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini terjadi karena pelepasan hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah sebagai alat pengaturnya. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan nyeri kepala juga. Jika kadar gula darah terlalu tinggi untuk waktu yang lama, tubuh akan mengeluarkan urin dalam jumlah lebih banyak dari normal, sehingga dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit didalam cairan tubuh dan juga nyeri kepala. Cara untuk mencegah munculnya nyeri kepala diabetes: Cegah terjadinya peningkatan atau penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba Minum air putih yang cukup Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein karena dapat menyebabkan nyeri kepala Hindari stress Olahraga yang teratur   Sumber: healthmeup
 30 Jul 2019    08:00 WIB
Gula, Racun Manis yang Dapat Membunuh Anda!
Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk makanan. Walaupun diperlukan oleh tubuh sebagai sumber tenaga, mengkonsumsi gula secara berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Selain dapat mempercepat proses penuaan, konsumsi gula secara berlebihan ternyata juga memiliki berbagai dampak buruk lainnya bagi kesehatan seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Baca juga: Kadar Gula Darah Selalu Tinggi, Apa Saja Resikonya?   Menurunkan Daya Tahan Tubuh Konsumsi gula secara berlebihan tentu saja akan membuat Anda mengalami peningkatan berat badan, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh yang seharusnya digunakan untuk melawan berbagai jenis penyakit terpaksa harus digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat obesitas.   Menurunkan Daya Ingat Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan gula dapat mempercepat proses penuaan sel, termasuk sel otak.   Perubahan Kadar Hormonal Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan juga akan menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda? Salah satu hormon yang paling terpengaruh adalah hormon ghrelin. Kadar hormon ini akan menurun bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak gula.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung Kenaikan berat badan yang Anda alami seiring dengan semakin banyaknya gula yang Anda konsumsi juga akan membuat kadar kolesterol Anda meningkat. Hal ini tentu saja akan berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda.   Selain itu, suatu molekul yang terdapat di dalam gula, glucose 6 phosphate (G6P), dapat menyebabkan terjadinya perubahan di dalam protein otot jantung, yang dapat memicu terjadinya gagal jantung.   Mendukung Pertumbuhan Sel Kanker Tahukah Anda bahwa gula merupakan sumber makanan utama bagi para sel kanker seperti halnya sel-sel tubuh? Oleh karena itu, kurangi dan batasi konsumsi gula Anda untuk membantu mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.   Selain itu, adanya gula di dalam usus juga akan menstimulasi suatu protein yang disebut dengan beta katenin. Adanya protein ini akan membuat sel-sel tubuh menjadi lebih rentan terhadap sel-sel kanker.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Diabetes Saat Anda mengkonsumsi gula secara berlebihan, maka tubuh pun harus memproduksi lebih banyak hormon insulin untuk menurunkan kadar gula darah Anda. Bila hal ini terus berlangsung dalam waktu yang lama, maka keadaan ini dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2.   Meningkatkan Berat Badan Tahukah Anda bahwa kelebihan karbohidrat yang Anda konsumsi akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh? Jadi, saat Anda mengkonsumsi karbohidrat atau gula secara berlebihan, maka kelebihan gula di dalam tubuh pun akan diubah menjadi lemak. Selain itu, berbeda dengan serat, lemak, dan protein yang dapat membuat Anda merasa kenyang; gula hanya akan membuat Anda mengkonsumsi banyak kalori tetapi tidak terlalu mengenyangkan.   Gula Adalah Silent Killer Selain daripada garam yang dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, gula juga dapat membunuh seseorang! Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi fruktosa (gula) secara berlebihan dapat meningkatkan resistensi leptin (suatu jenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu tubuh bahwa ia telah merasa kenyang). Akibatnya adalah Anda tidak akan pernah merasa kenyang sehingga Anda pun akan makan secara berlebihan dan mengalami obesitas.   Kecanduan Gula Dapat Diturunkan Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mutasi genetik pada hormon ghrelin (hormon yang berfungsi untuk memberitahu Anda bahwa Anda sedang lapar)akan membuat seseorang menjadi lebih ingin mengkonsumsi gula dan minuman beralkohol dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami mutasi genetik tersebut.   Gula Sama Beracunnya Seperti Minuman Beralkohol Sebuah penelitian baru menemukan bahwa ternyata gula sama berbahayanya seperti minuman beralkohol bagi hati manusia. Bila dikonsumsi secara berlebihan, maka tubuh akan memetabolisme gula dengan menggunakan cara yang sama seperti saat tubuh sedang memetabolisme etanol (bahan aktif di dalam minuman beralkohol).   Gula Bikin Umur Anda Lebih Pendek Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa banyak sekali kematian yang berhubungan dengan berbagai jenis minuman manis. Hal ini dikarenakan berbagai minuman manis tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis penyakit kronik seperti diabetes, gangguan jantung, dan kanker.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: huffingtonpost