Your browser does not support JavaScript!
 15 Feb 2021    13:00 WIB
Ingin Kembali Mesra dengan Suami? Ini Tipsnya!
1.  Pergi Kencan Lagi Anda telah menikah dan mempunyai beberapa orang anak, lalu bagaimana hubungan anda dan suami anda? Tetap mesra seperti dulu saat masih berpacarankah?Saat pertama kali berkencan atau saat anda pertama kali jatuh cinta pada suami anda, anda merasakan berbagai perasaan yang berbeda; bahagia, cemas, penuh harapan, dan sebagainya. Akan tetapi, kadangkala semua perasaan ini tidak lagi dapat anda rasakan setelah menikah cukup lama. Jangan biarkan kemesraan anda dan pasangan menghilang. Mulailah berkencan kembali dengan suami anda.Kembali menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan pasangan anda dapat membantu menjaga kemesraan hubungan anda dan suami. Bila perlu, anda bahkan mungkin dapat bersiap-siap pergi kencan dari tempat yang berbeda dengan suami anda, seperti waktu masih berpacaran dulu.2.  Godalah Suami Anda Bukankah anda dulu seringkali memuji kecerdasan, kekuatan, dan kelucuan suami anda atau bahkan bagaimana ia dapat memuaskan anda saat berhubungan seks pertama kali setelah menikah? Apakah anda masih melakukannya sekarang?Memberitahunya bahwa ia dapat membuat anda sangat bergairah dapat membuat suami anda ingin kembali membuat anda merasakan hal tersebut. Pujilah pasangan anda, baik atas hal besar atau hal kecil yang dilakukannya.3.  Sapa Suami Anda Seperti Dulu Ingatlah kembali bagaimana cara anda menyapa suami anda saat pertama kali anda pergi berkencan dengannya. Tentunya ada rasa gembira saat menyapanya dan rasa rindu saat mengucapkan selamat tinggal usai berkencan. Walaupun sederhana, sapaan anda dapat membuat pasangan anda merasa bahagia sepanjang hari atau justru sebaliknya.Jangan lupa untuk memeluk dan mencium suami anda saat berpisah dan saat bertemu kembali di rumah. Pastikan anda menyapa pasangan anda terlebih dahulu.4.  Coba Hal Baru Pada saat pertama kali bertemu dan berkencan, segala sesuatunya adalah hal baru bagi anda dan suami anda, akan tetapi berbagai hal mungkin telah berubah menjadi suatu rutinitas setelah lama menikah.Lakukanlah berbagai hal baru dalam hubungan anda dan suami anda. Pergilah ke restoran yang berbeda saat pergi makan di luar atau gantilah seprai ranjang anda. Setiap hal kecil ini mungkin dapat menyegarkan kembali hubungan anda dan suami anda. Cobalah untuk melakukan suatu hal baru setidaknya satu kali sebulan.5.  Perbaiki Penampilan Anda Apakah anda tidak lagi memiliki waktu atau keinginan untuk menjaga penampilan anda di depan pasangan anda? Mungkin anda perlu berpikir ulang. Apakah anda akan pergi berkencan dengan suami anda dengan penampilan seperti itu saat pertama kali bertemu? Tentu saja tidak, bukan? Ubahlah penampilan anda, perhatikanlah diri anda juga seperti dulu.6.  Berolahraga Bersama Olahraga dapat meningkatkan kadar endorfin di dalam tubuh anda. Endorfin dapat membuat anda merasa senang dan tentunya menyegarkan kembali hubungan anda. Berolahragalah setidaknya 2 kali seminggu bersama pasangan anda. Berolahraga dapat membantu meningkatkan gairah seksual anda dan suami.7.  Berikan Kejutan Padanya Memberikan berbagai hadiah kecil yang tidak diduganya sesekali juga dapat membuat hubungan anda dan suami kembali mesra. Ingatlah berbagai kejutan yang anda berikan padanya saat masih berpacaran dulu.
 09 Feb 2021    17:00 WIB
Pacaran Beda Agama, Harus Bagaimana?
Kamu yakin sama dia yang beda kepercayaan? Kalau sudah beda keyakinan, rasanya enggak mungkin bisa disatukan -- begitu anggapan orang banyak. Dalam menjalani sebuah hubungan, akan selalu ada tantangan yang harus dilewati. Dalam hal ini adalah perbedaan agama antara kamu dan pasangan. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan berpisah karena perbedaan ini, namun ada juga yang berusaha bertahan. Saat ini kita bukan lagi mencari jawaban atas pertanyaan "Apakah pacaran beda agama itu salah?" BUKAN. Tapi kita akan membahas hal-hal yang mungkin akan kalian hadapi dan persiapkan ketika kalian memilih bertahan. Saat memutuskan pilihan untuk bertahan, kamu dan pasangan harus tahu bahwa perjalanan pacaran berbeda agama tak semudah menjalani hubungan dengan pasangan yang seagama denganmu. Berikut ini beberapa hal yang mungkin akan kalian hadapi kedepannya: Sulit Mendapat Restu Keluarga Apakah kamu siap menghadapi kemungkinan tersebut? Entah dengan cara halus ataupun keras, keluargamu mungkin akan menyuruhmu untuk memutuskan hubungan dengan pacarmu. Kalau sudah begitu, pilihanmu cuma dua: mengikuti perintah mereka dan memutuskan pacarmu atau berupaya sekuat tenaga agar keluargamu akhirnya bisa memberi restu. Ingat, tidak ada pilihan yang bebas dari konsekuensi, jadi kalian harus sama-sama siap menanggung akibat apapun yang muncul dari pilihan kalian. Tekanan Orang Sekitarmu Kamu mungkin berpikir, "Ya cuekin aja orang-orang kayak gitu!". Mengatakannya memang gampang, tapi melakukannya tidak semudah itu. Sebuah komentar negatif bisa sangat menyakitkan hati dan membuat stres. Kalaupun kamu kuat menghadapinya, apakah pacarmu sama kuatnya denganmu? Jangan egois, pikirkan juga perasaan pacarmu lalu putuskanlah apa yang terbaik bagi kamu dan dia. Keinginan yang Tak Bisa Terwujud, yaitu Beribadah Bersama Sekilas, hal itu kedengarannya bukan sebuah masalah besar. Tapi sewaktu-waktu dalam hatimu bisa muncul keinginan untuk beribadah bersama dengan pacar, yang sayangnya tidak bisa diwujudkan. Apakah kamu tahan menghadapi perasaan itu? Dan bagaimana dengan pacarmu? Renungkanlah baik-baik, supaya itu tidak menjadi beban pikiran bagi kalian. Dorongan untuk Berpindah Agama Pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tidak ada salahnya mempelajari sebuah keyakinan baru dan membandingkannya dengan keyakinanmu yang sekarang. Justru hal itu bagus, karena itu berarti kamu ingin memeluk agama yang benar-benar kamu yakini, bukan semata-mata karena orang tua dan keluargamu menganut agama tersebut. Tapi hati-hati, kamu harus bisa memisahkan antara rasa cintamu pada pacar dengan keinginan untuk mempelajari keyakinan baru. Jika kamu memilih pindah agama karena benar-benar yakin, itu bagus. Tapi jangan pindah agama hanya demi menyenangkan pacarmu karena hal itu tidak akan bermanfaat bagimu ataupun baginya. --- Atas dasar kemauan dan komitmen, kamu dan pasangan berusaha untuk menghadapinya berdua. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Hadapi pacaran beda agama dengan cara ini: Pahami perbedaan budaya yang akan dijalani Agama adalah prinsip atau pedoman hidup yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, rutinitas seseorang biasanya akan mengacu pada ajaran agama yang dianutnya. Dalam menjalani hubungan beda agama, kalian harus bisa memahami dan mengerti rutinitas masing-masing yang mengacu pada agama atau bagaimana kalian memaknai sebuah peristiwa hingga mengekspresikan emosi. Saling mendalami agama yang dianut Lakukan tanpa paksaan. Kalian bisa saling berbagi informasi soal agama masing-masing sehingga kamu dan si dia bisa lebih memahami pribadi masing-masing. Namun, sebaiknya kamu sudah mendalami agamamu lebih dulu sebelum membaginya dengan pasangan. Tidak mencoba mengubah keyakinan pasangan Jangan pernah berpikir untuk mengubah keyakinan pasangan demi membuat hubungan kalian lebih lancar, apalagi kalau si dia ternyata punya keyakinan yang cukup kuat. Bukan hanya hal ini hanya akan memicu konflik besar, kamu juga akan memberikan kesan tidak bisa menerima pasangan seutuhnya. Mendiskusikan masa depan Mungkin hubungan kalian sudah cukup serius. Ada baiknya untuk mendiskusikan soal masa depan, seperti bagaimana upacara pernikahan nanti? Mungkinkah upacara pernikahan dilakukan dalam dua agama? Bagaimana agama yang akan dianut oleh anak-anak kalian nanti? Pastikan kamu dan pasangan mendiskusikan hal ini agar tak ada "kejutan" di masa depan. Selain itu, kalian pun akan merasa lebih yakin dan aman saat menjalani hubungan berdua. Sumber: IDN Times & Herworld
 04 Feb 2021    19:00 WIB
Dampak Buruk Suka Pamer Kemesraan di Media Sosial
Sebenarnya membagikan momen bahagia dengan pasangan itu sah-sah aja asal kamu tidak berlebihan membagikannya, karena berikut ada beberapa dampak yang akan timbul jika kamu terlalu sering atau berlebihan dalam mengunggah momen mesramu. Simak yuk! Kehilangan Momen Berharga Kita itu hidup di dunia nyata, bukan dunia maya. Nah kalau kamu terlalu fokus dan sampai menghabiskan waktu terlalu banyak untuk memposting berbagai hal di medsos, kita bisa kehilangan momen berharga yang sebenarnya lebih penting dengan pasangan kamu. Privasimu dan Pacarmu Tidak Lagi Terjaga Media sosial menjadi tempat berbagi jutaan orang di seluruh dunia. Bila kesenangan dan kesedihanmu bersama pasangan kamu unggah di sana, maka privasi kalian tidak lagi terjaga. Padahal tak semua orang ingin tahu dan peduli terhadap apa yang terjadi pada dirimu. Jadi mulai sekarang coba dipilih-pilih lagi ya mana yang mestinya dibagikan. Dicibir Banyak Orang Saat sedang bahagia, pasti yang kamu bagikan di media sosialmu adalah momen bahagia bersamanya. Tapi, bila sedang ada masalah yang kamu umbar hanyalah kata dengan penuh amarah. Beberapa orang mungkin akan peduli dengan hubunganmu tapi ada juga yang pasti akan mencibirmu. Sikapmu yang mengumbar masalah dengan pasangan di media sosial dianggap terlalu kekanak-kanakan. Bila terlalu drama, hubungamu juga tidak akan bertahan lama.​ Memicu Munculnya Masalah Baru "Eh, ini siapa sih yang comment? Mantan kamu ya? Kok, nggak kamu block sih?" Hayo lho, gimana kalau pasanganmu cemburu gara-gara foto yang kamu posting di medsos dikomentari oleh mantanmu. Atau bisa jadi ada mantannya yang ikutan menulis komentar di foto itu. Bisa-bisa bakal memicu masalah baru dalam hubungan. Kalau Putus, MALU Nah, ini yang harus diperhatikan. Ketika masih menjalin hubungan, kamu pasti mem-posting dengan kalimat-kalimat yang menunjukkan bahwa kamu tidak bisa hidup tanpanya. Namun,ketika hubungan kandas yang kamu lakukan hanyalah menghapus semua foto yang pernah kamu bagikan. Sudah dihapus, sih tapi rasa malunya itu lho yang sulit hilang karena semua orang sudah terlanjur melihatnya.​ Sumber: Liputan6
 26 Jan 2021    17:00 WIB
5 Tips Cepat Move On Usai Dikhianati
Pengkhianatan tidak hanya dapat membuat Anda merasa sedih dan marah, tetapi juga dapat mempengaruhi rasa percaya diri Anda dan membuat Anda mengalami depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda sembuh dari luka akibat pengkhianatan tersebut. Tenangkan Diri Jangan menangis dan jangan menghindari komunikasi dengan orang lain. Tentu saja Anda mungkin membutuhkan waktu untuk menyendiri dan berduka sebelum kembali melanjutkan hidup Anda. Hal ini dapat membantu Anda menjernihkan pikiran Anda dan membantu menenangkan diri Anda. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Rasa percaya diri merupakan salah satu hal yang paling Anda butuhkan untuk kembali melanjutkan hidup setelah dikhianati. Terus ingatkan diri Anda mengenai betapa istimewanya diri Anda. Fokuskan pikiran dan perhatian Anda pada berbagai hal positif dan pencapaian yang telah Anda peroleh. Lakukanlah Berbagai Hal yang Anda Sukai Anda harus mencoba untuk menggantikan kesedihan Anda dengan berbagai perasaan positif. Ciptakanlah suasana positif di sekitar diri Anda untuk menghilangkan berbagai pikiran dan perasaan negatif dengan melakukan berbagai hal yang Anda sukai. Menonton film komedi atau berpergian bersama teman-teman atau keluarga Anda dapat membantu. Hal ini dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dari berbagai hal negatif. Kendalikan Amarah Anda Kemarahan merupakan salah satu pembunuh kesehatan fisik dan mental Anda. Rasa marah juga dapat mencuri rasa bahagia di dalam diri Anda dan membuat Anda terus berpikir negatif. Menyimpan dendam dan kemarahan hanya akan melukai diri Anda sendiri. Cobalah untuk mengendalikan amarah Anda dan urungkan niat Anda untuk membalas dendam. Hal ini dapat membantu Anda terhindar dari melakukan berbagai hal bodoh yang akan Anda sesali nantinya. Memaafkan Memaafkan merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan emosi. Langkah sulit ini dapat membantu Anda kembali melanjutkan hidup dan menjauhkan Anda dari rasa benci dan amarah. Memaafkan bukan berarti kalah. Baca juga: Dikhianati Pasangan, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?
 20 Jan 2021    11:00 WIB
Tanpa Anda Sadari Ini Hal yang Bisa Menghancurkan Hubungan
Anda merasa bahagia dengan pasangan yang sekarang namun seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja semua hal yang dilakukannya kerap membuat Anda kesal. Simak dulu hal-hal penghancur hubungan berikut sebelum Anda benar-benar melakukannya. Mengijinkan rasa sakit hati menghantui Kita semua pernah disakiti. Itu adalah suatu hal yang tak bisa dihindari, dan bukan inti dari permasalahan di sini. Intinya adalah bagaimana kita lupa mengakhiri rasa sakit hati. Aspek negatif yang dipendam ini hanya akan mengendap menjadi pemicu. Saat pasangan baru Anda melakukan atau mengucapkan hal yang mengingatkan Anda pada masa lalu yang buruk, Anda bisa saja langsung meledak tanpa disadari. Jika Anda tak bisa menyelesaikan rasa sakit hati itu, cari bantuan profesional. Tak mencintai diri sendiri Saat Anda masuk dalam sebuah hubungan dan berusaha untuk jadi orang lain (yang Anda anggap lebih baik), itu berarti Anda tak menghargai kualitas diri sendiri. Meski klise, ungkapan ini patut Anda telaah. Jika Anda tak bisa menghargai dan mencintai diri sendiri, bagaimana Anda bisa melakukannya pada orang lain? Tak ada orang yang sempurna, tapi cinta bukan untuk orang yang sempurna. Jangan berharap pada pasangan untuk memberikan rasa cinta dan penghargaan yang tidak Anda berikan pada diri sendiri. Itu adalah tanggung jawab Anda. Baca juga: Putus Cinta, Ini Reaksi Tubuh Mu Mengekang pasangan Jika Anda menciptakan hubungan baru dengan perasaan yang rapuh dan needy, lambat-laun Anda akan kerap menuntut. Coba pikir lagi, seberapa sering Anda bertanya, "Kenapa kamu pakai baju itu?", "Kamu mau pergi kemana?", dan "Tadi bicara dengan siapa?". Sah-sah saja jika Anda mempertanyakan hal-hal ini, namun saat pertanyaan ini keluar akibat dorongan rasa takut dan kegelisahan, Anda hanya akan menciptakan masalah baru. Pencemburu Merasa cemburu sangatlah normal dan bisa terjadi kapan saja. Namun saat hal ini mulai menguasai hubungan Anda, penting untuk menghentikannya sekarang. Ingat, rasa cemburu sebenarnya bukan soal "orang lain", namun lebih pada "diri sendiri". Buat keputusan positif yang dapat membuat Anda terlihat lebih tegar dan bahagia, dengan atau tanpa pria. Tak bisa mengatasi tekanan Setiap hubungan pasti akan diwarnai dengan tekanan. Masalahnya adalah kadang kita tidak tahu cara terbaik mengatasi momen bersitegang tersebut, yang akhirnya berujung pada pertengkaran. Sangat penting untuk mengatasi hal negatif dengan cara yang dewasa. Ini berarti berani bertanggung-jawab dengan memberikan kontribusi positif saat Anda bersitegang dengan pasangan, dan menganjurkan si dia untuk melakukan hal yang sama. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: Herworld
 16 Jan 2021    11:00 WIB
Jangan Baper! Ini Tanda Pria yang Cuma Ingin Berteman
Pernah enggak merasa digodain, diperhatiin, dan dibaik-baikin cowok, yang berujung bikin kita baper, tapi akhirnya dia malah jadian sama cewek lain? Pasti rasanya hati kita bercampur aduk, mulai dari malu, kesel, dan kecewa! Nah, buat kita yang enggak bisa bedakan cowok yang ngajak PDKT beneran atau memang cuma pengin berteman, lebih baik lihat tanda-tanda ini, ya! Percaya deh, bahasa tubuh enggak bakalan bisa bohong! Cowok yang benar-benar ingin PDKT sama kita biasanya punya kecenderungan untuk punya bahasa tubuh yang terasa lebih dekat dan intim sama kita, misalnya ingin selalu dekat sama kita, mencoba untuk memegang tangan kita, menatap mata kita. Ada pula bahasa tubuh yang lebih lembut, seperti tubuh yang selalu condong dan menghadap kita, kakinya yang selalu tertuju pada kita ketika dia lagi menyilangkan kaki, dan mata yang lebih melebar pas lagi melihat kita. Nah, kalau kita melihat dia punya bahasa tubuh yang sama ke orang lain, coba hati-hati, bisa jadi dia memang seorang playboy! Dia perhatian ke siapa aja? Jangan langsung baper kalau dia terlihat baik dan perhatian sama kita. Perhatikan dengan baik, selama ini dia juga baik, perhatian,dan menggoda cewek lain atau enggak ya? Kalau misalnya dia benar-benar hanya baik, perhatian, dan menggoda kita aja, itu tandanya dia benar-benar serius ingin mencoba PDKT-in kita, girls! Gimana jenis obrolan kalian? Selama ini, apa aja yang sudah kalian obrolkan? Kalau obrolan yang selama ini kalian lakukan adalah obrolan yang lebih personal dan terlihat dia seperti ingin mencari tahu diri kita yang sebenarnya, tandanya dia benar-benar ingin PDKT! Karena biasanya kalau cowok ingin berteman, kita hanya akan nemuin obrolan soal hal-hal yang biasa, bercanda, dan gosipin orang lain! Lihat juga gimana caranya dia ngasih pujian buat kita. Kalau niat dia cuma berteman, dia enggak bakalan malu-malu ngomong kalau kita menarik. Namun kalau niatnya buat PDKT, dia bakalan lebih malu dan pujian biasanya terlontar lewat chat, nih. Balas perhatian & godaannya Cara paling tepat dan cepat untuk memastikan dia cuma ingin berteman atau benar-benar ingin PDKT adalah dengan membalas perhatian dan godaan yang dia berikan pada kita. Kalau dia kelihatan awkward dan malah mencoba mengganti topik pembicaraan, tandanya dia memang cuma pengin berteman sama kita, girls. Sebaliknya, kalau dia makin membalas perhatian dan godaan kita, tandanya dia memang benar-benar ingin menjalin hubungan sama kita! Namun ingat, hanya lakukan cara ini kalau kita juga punya perasaan ke dia, ya! Baca juga: Dilarang Baper! Ini Tata Tertib Friends With Benefits Sumber: Cewek Banget
 13 Jan 2021    17:00 WIB
5 Sifat Wanita yang Disukai Pria
1. Selera humor yang baik Salah satu cara terbaik untuk merebut perhatian laki-laki adalah dengan menanggapi lelucon yang dilontarkan pria, bukan hanya sekadar menanggapinya. Jika Anda hanya tertawa saja di akhir setiap lelucon, apalagi jika kemudian Anda terdiam dan menunggu hingga mereka melontarkan lelucon lain, dapat membuat pria jadi tidak tertarik dengan Anda. Mereka membutuhkan teman untuk diajak bicara juga, bukan sekadar "penggemar". 2. Anda tak terobsesi dengan urusan penampilan Pria menyukai wanita yang peduli akan penampilannya, tapi bukan berarti Anda harus menjadi superficial, bukan? Pria menyukai saat Anda tahu bahwa kecantikan bukan hanya didapat dari penampilan, tapi juga kepercayaan diri tak peduli apa yang Anda kenakan. 3. Anda peduli kesehatan, tapi tak berlebihan Pastinya pria suka saat wanita yang disukainya memiliki tubuh yang bagus, tapi tidak demikian jika ia lebih banyak menghabiskan waktu di gym ketimbang dengan mereka. Mereka juga akan memaklumi jika Anda sesekali makan salad saat kencan, tapi bukan berarti Anda harus terus memesan salad di tiap kesempatan, bukan? 4. Anda passionate, tapi bukan fanatik Ketika seseorang amat passionate tentang sesuatu, hal itu sangat inspiratif bagi orang-orang di sekitarnya. Baik jika itu pekerjaan, hobi, atau lainnya, pria senang melihat seorang wanita passionate, bahkan berapi-api, saat membahas suatu hal yang penting baginya. Tentu saja, asalkan tidak berlebihan. 5. Anda memiliki hubungan pertemanan yang solid Bagi pria, mendekati seorang wanita yang dikelilingi teman-temannya memang terasa menakutkan, tapi mendekati a lone she-wolf bahkan lebih menakutkan lagi. Pria senang saat wanita yang disukainya memiliki support system yang solid saat Anda membutuhkannya, karena dari situ pula ia bisa "menentukan" karakter Anda saat berhubungan dengan orang lain. Baca juga: 4 Tanda Seorang Pria Telah Jatuh Cinta Pada Anda