Your browser does not support JavaScript!
 26 Dec 2018    18:00 WIB
Sauna Dapat Membantu Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
Teman-teman, siapa yang punya kebiasaan setelah fitness atau berenang kita pergi ke ruang sauna? Ruangan panas berasap ini ternyata ada manfaatnya loh. Tidak hanya membakar lemak dalam tubuh, dan membuat tubuh kita lebih relax namun ternyata ada manfaat lainnya, yaitu bisa membantu mengurangi resiko penyakit jantung. Ah masa sih? Mari kita pelajari bukti ilmiahnya. Sebuah studi baru dari para peneliti di University of Eastern Finland menemukan bahwa orang memperoleh manfaat kesehatan utama dari mandi sauna, tanpa memandang jenis kelamin. Studi sebelumnya telah banyak melihat manfaat hanya pada pria. "Kami telah menemukan pengurangan risiko untuk kejadian kardiovaskular baik pada pria maupun wanita," kata Tanjaniina Laukkanen, MSc, penulis pertama studi ini, "Kami tidak memiliki informasi ini sebelumnya." Laukkanen dan timnya menerbitkan hasil studi mereka di jurnal BMC Medicine. Apa yang ditemukan oleh studi ini, yaitu para peneliti menemukan bahwa mandi sauna sering dikaitkan dengan penurunan risiko kejadian penyakit kardiovaskular fatal (CVD) (seperti serangan jantung dan stroke) dan semua penyebab kematian. Para peneliti menggunakan studi penyakit jantung berbasis populasi sebelumnya di Finlandia, Studi Penyakit Jantung Kuopio Iskemik (KIHD) sebagai dasar untuk pekerjaan mereka. Dengan menggunakan studi KIHD, mereka melihat terjadinya insiden penyakit kardiovaskular di antara kohort 1.688 peserta, baik pria maupun wanita, antara usia 53 dan 74 tahun. Anggota kelompok awalnya diperiksa antara 1998 dan 2001, dengan kunjungan tindak lanjut reguler sejak saat itu. Peserta diminta untuk melaporkan kebiasaan mandi sauna mereka, termasuk seberapa sering (kali per minggu), durasi setiap sauna, dan suhu ruang sauna. Tergantung pada frekuensi sauna, peneliti membagi peserta menjadi satu dari tiga kelompok: satu kali per minggu, dua hingga tiga kali per minggu, dan empat hingga tujuh kali per minggu. Sebanyak 181 peristiwa CVD fatal terjadi selama kira-kira 15 tahun masa tindak lanjut - dan semakin sering orang menggunakan sauna, semakin kecil kemungkinan mereka untuk mati. Risiko terendah mortalitas terkait CVD adalah pada kelompok yang menggunakan sauna empat hingga tujuh kali per minggu. Kelompok orang yang hanya satu kali mandi sauna per minggu, memiliki sekitar empat kali lebih banyak kematian dibandingkan dengan kelompok orang yang lebih sering mandi sauna dalam seminggu. Mereka yang juga cenderung memakai sauna lebih lama (45 menit atau lebih lama per sesi, dibandingkan dengan 15 menit atau kurang) juga menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal mortal terkait CVD. "Kami tahu bahwa panas (dari bak air panas, uap, sauna atau bahkan iklim hangat) memiliki manfaat terapeutik berkaitan dengan menurunkan tekanan darah," kata Dr Cindy Grines, ketua kardiologi di Zucker School of Medicine di Hofstra / Northwell, New York. "Terapi panas diketahui bermanfaat bagi banyak sistem yang berbeda di dalam tubuh kita. Faktanya, alasan seseorang mengembangkan demam adalah bahwa panas memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi dengan lebih baik, "kata Grines. Selain itu, penelitian ini memang menawarkan beberapa tantangan bagi audiens Amerika. Di Finlandia, mandi sauna sudah merupakan aktifitas harian dan budaya mereka. Bangsa Eropa utara dikatakan memiliki sauna sebanyak televisi - sekitar 3,3 juta dengan penduduk hanya berjumlah 5,5 juta. Berikut adalah beberapa rekomendasi saat menggunakan sauna: Jangan minum alkohol sebelum atau saat digunakan. Pastikan untuk tetap terhidrasi dan bawa air minum. Panas dari sauna dapat menurunkan tekanan darah, menyebabkan pusing, terutama saat berdiri. Selalu berdiri perlahan dan sadar akan sekeliling kita. Tetap disarankan bagi setiap orang yang sudah memiliki masalah penyakit jantung, sebelum masuk ruang sauna, konsultasi dulu ke dokter yah, untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu terjadi.   Sumber : www.healthline.com
 18 Dec 2018    18:00 WIB
10 Hal Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba ?
Olahraga serta diet sehat dan seimbang telah banyak diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung seseorang, tetapi sebenarnya masih banyak faktor lainnya yang dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda.   1.      Dark Coklat Dark coklat mengandung berbagai jenis polifenol, suatu zat yang berfungsi untuk menurunkan kadar radikal bebas di dalam tubuh, yang dapat membantu mengurangi kerusakan sel. Selain itu, polifenol juga dapat melindungi jantung. Sebuah penelitian yang dilakukan di The Harvard School of Public Health menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi coklat dan permen setidaknya 3 kali sebulan dapat hidup hingga setahun lebih lama dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi terlalu banyak coklat atau justru tidak pernah mengkonsumsi coklat. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 8.000 orang Amerika yang berusia sekitar 65 tahun selama 5 tahun.   2.      Teh Flavonoid yang terdapat di dalam teh hijau, teh hitam, dan teh putih dapat membantu meningkatkan kerja pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Para peneliti di Belanda menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 3-5 gelas teh setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan stroke hingga 44%.   3.      Jaga Kesehatan Gigi Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi Anda ternyata juga dapat mempengaruhi kesehatan jantung Anda? Hal ini dikarenakan bakteri yang menyebabkan terjadinya berbagai gangguan pada gusi dan mulut juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan yang dapat merusak pembuluh darah. Sebuah penelitian baru di University of California, Berkeley, Amerika, menemukan bahwa seorang wanita yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara teratur dapat menurunkan resiko terjadinya serangan jantung dan berbagai gangguan jantung serta pembuluh darah lainnya hingga 30% (sepertiga).   4.      Tertawalah Sesering Mungkin Sebuah penelitian yang dilakukan di University College di London menemukan bahwa tertawa terbahak-bahak ternyata dapat membantu membuat dinding pembuluh darah Anda menjadi lebih rileks, yang dapat memperlancar aliran darah hingga 45 menit. Oleh karena itu, tertawalah setidaknya 15 menit setiap harinya.   5.      Meditasi Berbagai penelitian yang dilakukan di the Medical College of Wisconsin menemukan bahwa melakukan meditasi selama 30 menit setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya serangan jantung hingga 50%.   6.      Berpikir Positif Sebuah penelitian yang dilakukan sekitar 10 tahun lalu dan yang mengamati lebih dari 1.700 orang dewasa di Eropa menemukan bahwa para orang dewasa yang memiliki pikiran dan cara berpikir positif memiliki resiko yang lebih rendah untuk mengalami serangan jantung. Hal ini juga berarti bahwa orang yang selalu bersyukur dalam kehidupannya dan mengekspresikan hal tersebut memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama dan lebih sehat daripada orang lain yang tidak melakukan hal tersebut.   7.      Tidur yang Cukup Tidur juga merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan jantung Anda, terutama bila Anda merupakan seorang wanita. Para peneliti di University of Chicago menemukan bahwa tidur 1 jam lebih lama dapat membantu menurunkan resiko terjadinya pengerasan pembuluh darah koroner hingga 33%.   8.      Hubungan Seks Lebih Sering Memiliki kehidupan cinta yang bahagia tampaknya memiliki dampak yang sangat baik bagi kesehatan seseorang. Tahukah Anda bahwa berhubungan seks ternyata dapat membantu menurunkan kadar stress di dalam diri Anda? Selain itu, berhubungan seks juga merupakan suatu olahraga yang akan membakar sekitar 85 kalori selama 30 menit.   9.      Fokuskan Pada Kenangan Indah Fokuskanlah pikiran Anda pada berbagai kenangan indah dan membahagiakan pada masa lalu Anda. Para peneliti telah menemukan bahwa mengingat berbagai kenangan indah di masa lalu Anda ternyata dapat membantu meningkatkan kekuatan daya than butuh dan menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda.   10.  Batasi Waktu Menonton Televisi Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa keluarga yang membatasi waktu menonton televisi hingga kurang dari 2 jam setiap harinya dapat membantu menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung. Hal ini mungkin dikarenakan aktivitas fisik keluarga tersebut akan lebih baik bila tidak menonton televisi karena saat menonton televisi seseorang biasanya hanya akan duduk diam tidak bergerak dan bahkan sambil mengemil. Menurut the U.S. Department of Health and Human Services, hampir sebagian besar orang dewasa membutuhkan setidaknya 4-5 jam setiap minggunya untuk melakukan aktivitas fisik intens.  Baca juga: Buah Delima Untuk Mencegah Penyakit Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: sheknows
 06 Dec 2018    16:00 WIB
Wow Ternyata Ini Manfaat Makan Buah Setiap Hari
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang makan buah setiap hari akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke hingga 40 %. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang makan lebih banyak buah, semakin menurunkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular dan tekanan darah yang menurun. Penelitian ini dilakukan pada 451.682 orang yang terdaftar dalam penelitian kesehatan di Cina dan dipresentasikan pada kongres European Society of Cardiology di Barcelona. Para peserta yang ikut dalam penellitian tersebut berasal dari beberapa daerah pedesaan dan perkotaan yang berbeda, dan tidak satu pun dari mereka memiliki riwayat penyakit jantung. Jumlah buah yang mereka makan dibagi dalam lima kategori: Tidak pernah Setiap bulan 1-3 hari per minggu 4-6 hari per minggu Setiap hari Sekitar 18% dari jumlah peserta makan buah setiap hari dan 6,3% tidak pernah makan buah. Jumlah rata-rata buah yang dimakan oleh orang-orang tersebut setiap hari sekitar 1,5 porsi. Selama 7 tahun, ditemukan ada 19.300 kasus penyakit jantung dan 19.689 kasus stroke. Tekanan Darah Para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang makan buah lebih sering memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Terlebih lagi, mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan orang yang tidak pernah makan buah, mereka yang makan buah setiap hari mengurangi risiko penyakit kardiovaskular antara 25% dan 40%. Rincian penurunan risiko yaitu: Sekitar 15% penurunan risiko penyakit jantung Sekitar 25% penurunan risiko stroke iskemik (kerusakan yang terjadi disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah di otak) Sekitar 40% penurunan risiko stroke hemoragik (kerusakan yang terjadi disebabkan oleh perdarahan dari pembuluh darah) Semakin banyak buah yang dimakan, semakin rendah risiko penyakit kardiovaskular, kata para peneliti tersebut yang diterbitkan dalam jurnal European Heart Sumber: webmd
 19 Nov 2018    11:00 WIB
Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke
Anda tentu sudah pernah mendengar pepatah "an apple a day keeps the doctor away", sebuah apel sehari dapat membuat dokter pergi. Ternyata hal itu bukanlah sebuah pepatah kosong. Para peneliti di the University of Oxford, membandingkan efek memakan sebuah apel dengan mengkonsumsi obat statin (obat yang biasa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol) pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di Inggris. Para peserta dalam penelitian ini diminta untuk tidak mengubah pola diet dan gaya hidupnya, kemudian peneliti akan mencatata tingkat kematian yang terjadi yang disebakan oleh penyakit serangan jantung dan stroke. Hasil dari studi tersebut diterbitkan oleh BMJ. Para peneliti menemukan jika orang-orang yang memakan apel setiap hari dengan orang-orang yang mengkonsumsi statin memiliki penurunan angka kematian yang sama. Para ilmuwan juga memperkirakan jika 70% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris secara rutin memakan sebuah apel setiap harinya maka sebanyak 8500 kematian yang disebabkan oleh serangan jantung dan stroke dapat dihindari. Dan jika 90% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris rutin memakan apel, jumlah nyawa bisa diselamatkan akan naik menjadi 11.000 per tahun. Para ilmuwan juga menemukan bahwa dengan peresepan obat statin pada pasien berusia 50 tahun keatas akan menyebabkan 1.200 kasus myopathy tambahan, 2.000 kasus rhabdomyolysis tambahan dan 12.300  kasus diabetes baru setiap tahunnya. Sedangkan jika orang hanya memakan sebuah apel setiap harinya tanpa mengkonsumsi statin, mampu mencegah serangan jantung dan stroke tanpa disertai resiko terjadi penyakit serius lainnya.  Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: care2
 26 Sep 2018    08:00 WIB
Terlalu Banyak Duduk, Bisa Beresiko Jantung Loh !
Berdasarkan penelitian, pria lanjut usia yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk duduk memiliki resiko yang lebih tingi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung. Para ahli menemukan bahwa seorang pira yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah memiliki resiko 52% lebih tinggi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung daripada pria dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa seorang pria yang duduk selama 5 jam setiap harinya memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 34% lebih tinggi daripada pria yang duduk kurang dari 2 jam setiap harinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa seorang pria dengan aktivitas fisik yang rendah (banyak duduk dan jarang berolahraga) memiliki resiko mengalami gagal jantung dua kali lebih tinggi daripada pria yang aktif dan lebih jarang duduk. Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat ketidakmampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini dapat mengenai siapa saja, tetapi lebih sering mengenai orang lanjut usia. Salah satu faktor resikonya kemungkinan adalah kurangnya aktivitas fisik dan olahraga seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Berdasarkan penelitian, kurangnya "latihan" pada jantung dan paru-paru dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru. Cara terbaik bagi jantung dan paru-paru untuk "latihan" adalah dengan melakukan aktivitas fisik dan berolahraga. Selain dari banyaknya aktivitas fisik dan olahraga teratur setiap harinya, satu hal lainnya yang juga berperan dalam tinggi rendahnya resiko seseorang untuk menderita kegagalan fungsi jantung adalah faktor genetik. Para ahli berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai aktif kembali, bahkan setelah anda memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Tetap aktif dapat membuat anda terlindung dari terjadinya kegagalan fungsi jantung. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai olahraga dan aktivitas apa saja yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum memulai kegiatan anda. Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 16 Sep 2018    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 03 Sep 2018    16:00 WIB
Cara Membersihkan Plak Pada Pembuluh Nadi
Penyakit jantung tidak mengenal usia. Bahkan beberapa deretan artis papan atas Indonesia pun ada yang meninggal karena sakit jantung di usia muda seperti Mike Mohede di tahun 2016. Salah satu penyebab utama adalah adanya plak pada pembuluh nadi atau arteri. Ini dikarenakan arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung. So, kita semua perlu menjaga kesehatan jantung kita. Dalam hal ini lebih spesifik kita membahas bagaimana kita memiliki arteri yang sehat tanpa plak yang menghalangi aliran darah. Penyumbatan arteri Penyumbatan disebabkan karena adanya plak yang menempel pada dinding arteri. Plak terbentuk dari campuran lemak, kalsium, kolesterol dan limbah dari sel-sel tubuh kita. Penyumbatan yang menumpuk menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang disebut atherosclerosis. Jika ini terjadi maka darah segar tersumbat sehingga tidak bisa mencapai organ tubuh yang lain. Akibatnya orang tersebut akan beresiko terkena serangan jantung, gagal jantung, atau stroke. Tentu saja lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebenarnya ada dua perkara yaitu makanan dan olahraga. Hindari lemak jenuh Lemak jenuh dan lemak trans mengandung LDL yang tinggi yang merupakan bahan utama yang menyebabkan plak. Lemak trans terdapat pada makanan gorengan, makanan olahan, kue, biskuit, mentega, dsb. Sedangkan untuk makanan yang lemak jenuh kebanyakan ditemukan pada produk hewani seperti daging sapi, babi, dan susu, tetapi juga dalam minyak kelapa dan minyak sawit. Makanlah lebih banyak lemak tak jenuh Lemak ini adalah lemak yang baik karena mengadung HDL yang memiliki dapat membantu mengambil kolesterol jahat dari arteri sebelum berubah menjadi plak. Lemak tak jenuh terutama ditemukan pada tumbuhan dan ikan berlemak seperti alpukat, zaitun, walnut, minyak bunga matahari, ikan trout, salmon, dsb. Minumlah teh herbal Sebuah studi dari 2011 menemukan bahwa minum 6 cangkir teh rooibos per hari selama 6 minggu membantu menurunkan jumlah kolesterol LDL dalam darah. Juga ditemukan teh hijau dan ekstraknya dapat menurunkan kolesterol LDL dalam darah, meskipun ini tidak mempengaruhi kolesterol HDL. Sedangkan teh jahe juga bagus untuk kesehatan kardiovaskular sesuai dengan hasil studi tahun 2016. Berolahragalah secara teratur Obesitas merupakan faktor risiko penumpukan plak dan penyakit jantung. Selain makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur dapat membantu seseorang menurunkan berat badan dan mengurangi risiko masalah jantung. Sobat bisa melakukan latihan kardiovaskular yang sederhana seperti jogging, bersepeda, berlari, jalan cepat, renang, tenis, aerobik. Untuk hasil yang baik dan meningkatkan denyut jatung, lakukanlah latihan ini 30 hingga 60 menit. Pola hidup yang sehat lainnya Berhentilah merokok karena menurut AHA (asosiasi jantung amerika) merokok bisa merusak arteri secara langsung dan membuat lemak menimbun lebih cepat dan membesar. Kurangilah stress karena ini mempengaruhi reaksi tubuh. Gunakan teknik menenangkan diri untuk menguranginya seperti yoga, meditasi, atau latihan pernapasan dapat membantu beberapa orang bersantai selama hari yang sibuk. Apa yang telah dijabarkan di atas adalah tindakan yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyumbatan. Setidaknya jika kita menerapkannya akan ada pengurangan sehingga arteri kita bisa menjadi lebih bersih dan sehat. Jika sobat mengalami masalah atau kendala terutama berkenaan dengan pola hidup seperti makanan dan olahraga, sobat bisa menghubungi dokter yang berkompeten dan ahlinya sehingga sobat bisa mendapatkan hasil yang lebih efektif. Tetaplah sehat dan jangan patah semangat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 20 Aug 2018    08:00 WIB
Jenis Olahraga Untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung
Anda tidak perlu menjadi seorang atlit untuk memiliki jantung yang sehat. Berolahraga dengan intensitas sedang secara teratur dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan berbagai penyakit kronik lainnya dengan cukup signifikan, juga dapat membantu meningkatkan stamina, kekuatan, dan fleksibilitas. Apapun aktivitas fisik yang Anda lakukan selalu memberikan dampak positif pada kesehatan Anda secara keseluruhan. Akan tetapi, berapa lama Anda harus berolahraga untuk menjaga kesehatan jantung Anda? Para ahli menganjurkan Anda untuk melakukan berbagai jenis aktivitas fisik seperti aerobik dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit atau 75 menit setiap minggunya. Anda dapat melakukan berbagai jenis olahraga dalam 1 hari, jadi tidak harus melakukan olahraga yang sama pada waktu yang bersamaan. Kuncinya adalah Anda berolahraga secara teratur. Olahraga yang baik bagi kesehatan jantung adalah olahraga yang menyebabkan peningkatan laju pernapasan dan denyut jantung Anda, yang membuat jantung harus bekerja lebih keras sehingga jantung pun menjadi lebih kuat. Di bawah ini terdapat 5 jenis olahraga yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung Anda.   1.      Berjalan Cepat Tubuh manusia diciptakan untuk berjalan, jadi baik Anda berpergian dengan berjalan kaki atau berjalan kaki di atas treadmill, maka hal ini pun terhitung sebagai olahraga. Gunakanlah sepatu yang nyaman dan suportif sebelum berolahraga. Usahakanlah untuk berjalan cepat setiap kali Anda berjalan sehingga Anda pun dapat melakukan olahraga dengan intensitas sedang setiap kali Anda berjalan.   2.      Berlari Selain berjalan kaki atau berjalan cepat, tubuh manusia juga diciptakan untuk dapat berlari. Berlari juga merupakan salah satu olahraga yang sangat baik untuk membakar kelebihan kalori Anda. Seseorang dengan berat badan 75 kg dapat membakar 100 kalori per 1.6 km saat berlari. Bila Anda baru saja mulai melakukan olahraga lari, maka mulailah dengan berjalan cepat selama 5 menit kemudian lanjutkan dengan berlari selama 1-2 menit. Seiring dengan peningkatan stamina tubuh Anda, maka Anda pun dapat meningkatkan jumlah waktu yang Anda gunakan untuk berlari hingga nantinya Anda bahkan tidak perlu berjalan lagi.   3.      Berenang Berenang ternyata juga dapat membantu "melatih" otot jantung Anda yaitu dengan cara meningkatkan kekuatan dan tonus otot. Berenang merupakan pilihan olahraga yang aman bila Anda memiliki gangguan pada daerah persendian yang terasa nyeri saat berjalan atau berlari.   4.      Bersepeda Aktivitas fisik lainnya yang baik bagi jantung dan persendian selain berenang adalah bersepeda. Gunakanlah sepeda untuk berpergian bila Anda tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga. Pergi ke pasar atau ke kantor dengan menggunakan sepeda juga dapat melatih otot kaki dan otot perut Anda.   5.      Olahraga Campuran Jika hanya melakukan 1 jenis olahraga membuat Anda merasa bosan, maka lakukanlah berbagai jenis olahraga, misalnya setiap 3 menit berjalan kaki atau berjalan cepat berlarilah selama 1 menit atau melakukan olahraga angkat beban selama 1 menit. Intinya adalah pastikan Anda melakukan berbagai jenis olahraga tersebut secara bergantian tanpa berisitirahat sehingga denyut jantung Anda tetap tinggi. Melakukan berbagai jenis olahraga pada saat yang bersamaan tidak hanya dapat membantu mengusir rasa bosan Anda, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan stamina, dan meningkatkan kesehatan jantung.   Sumber: sheknows
 22 Jul 2018    16:00 WIB
Manfaat Kentang Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam KentangKentang mengandung banyak karbohidrat dan pati. Setiap 100 gram kentang mengandung sekitar 80 kalori. Kentang juga mengandung air dan banyak serat. Selain itu, kentang juga mengandung vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, kalium (banyak), kalsium, zat besi, magnesium, mangan, dan seng.1.  Menutrisi KulitKentang mengandung banyak vitamin C dan vitamin B, serta seng dan magnesium. Vitamin C merupakan antioksidan alami yang dapat mencegah terjadinya kerusakan akibat radikal bebas dan menghambat proses oksidasi. Kulit kentang bersama dengan air mawar dan air perasan lemon untuk menghilangkan noda gelap dan bintik hitam akibat terbakar sinar matahari. Kentang mentah atau sarinya dapat digunakan langsung pada kulit untuk membantu penyembuhan jerawat dan menghilangkan bintik hitam. Kentang tumbuk bersama dengan madu dapat dioleskan pada kulit untuk membuat kulit tampak lebih bersinar, lembut, dan kenyal.2.  Meningkatkan Fungsi OtakKentang mengandung banyak vitamin B kompleks dan asam amino yang dapat membantu sistem saraf tetap aktif. Karena mengandung banyak karbohidrat kentang dapat menyediakan cukup banyak energi yang dibutuhkan otak untuk berfungsi secara efisien. Antosianin merupakan antioksidan kuat yang berfungsi untuk melindungi sel-sel saraf sehingga dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek dan menurunkan zat-zat penyebab inflamasi (radang).Vitamin B6 dapat membantu produksi serotonin dan dopamin, yang merupakan neurotransmiter yang diperlukan untuk mengatur mood. Selain itu, keduanya juga berfungsi untuk membantu produksi epinefrin, norepinefrin, dan GABA yang dapat membantu mengurangi stress dan membuat anda merasa lebih rileks.3.  Menurunkan Tekanan DarahKentang mengandung cukup banyak kalium yang dapat membantu menyeimbangkan efek natrium. Kentang juga mengandung kukoamin yang telah dikenal dapat membantu menurunkan tekanan darah.4.  Melindungi JantungKentang dapat memberikan manfaat positif bagi jantung bila dikonsumsi dalam jumlah sedang. Kentang mengandung banyak karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Vitamin B6 di dalam kentang dapat membantu menurunkan kadar homosistein yang merupakan suatu agen inflamasi dan merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung koroner karena membantu pembentukan plak pada dinding pembuluh darah.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari kentang bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu meningkatkan kadar hemoglobin (zat besi)•  Membantu proses pembentukan hemoglobin (vitamin B6)•  Membantu mencegah pembentukan batu ginjal (magnesium) dengan cara mencegah penumpukkan kalsium di dalam tubuh•  Meredakan mata bengkak (pati dan katekolase yang terdapat pada kombinasi sari kentang dan timun)•  Mencegah terjadinya gejala rematik (magnesium dan kalsium)•  Membantu meredakan inflamasi pada usus dan saluran pencernaan (vitamin C, vitamin B, dan kalium)Sumber: foodtofitness