Your browser does not support JavaScript!
 25 Nov 2020    11:00 WIB
10 Hal Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat
Olahraga serta diet sehat dan seimbang telah banyak diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung seseorang, tetapi sebenarnya masih banyak faktor lainnya yang dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda. 1.      Dark Coklat Dark coklat mengandung berbagai jenis polifenol, suatu zat yang berfungsi untuk menurunkan kadar radikal bebas di dalam tubuh, yang dapat membantu mengurangi kerusakan sel. Selain itu, polifenol juga dapat melindungi jantung. Sebuah penelitian yang dilakukan di The Harvard School of Public Health menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi coklat dan permen setidaknya 3 kali sebulan dapat hidup hingga setahun lebih lama dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi terlalu banyak coklat atau justru tidak pernah mengkonsumsi coklat. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 8.000 orang Amerika yang berusia sekitar 65 tahun selama 5 tahun. 2.      Teh Flavonoid yang terdapat di dalam teh hijau, teh hitam, dan teh putih dapat membantu meningkatkan kerja pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Para peneliti di Belanda menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 3-5 gelas teh setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan stroke hingga 44%. 3.      Jaga Kesehatan Gigi Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi Anda ternyata juga dapat mempengaruhi kesehatan jantung Anda? Hal ini dikarenakan bakteri yang menyebabkan terjadinya berbagai gangguan pada gusi dan mulut juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan yang dapat merusak pembuluh darah. Sebuah penelitian baru di University of California, Berkeley, Amerika, menemukan bahwa seorang wanita yang melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara teratur dapat menurunkan resiko terjadinya serangan jantung dan berbagai gangguan jantung serta pembuluh darah lainnya hingga 30% (sepertiga). 4.      Tertawalah Sesering Mungkin Sebuah penelitian yang dilakukan di University College di London menemukan bahwa tertawa terbahak-bahak ternyata dapat membantu membuat dinding pembuluh darah Anda menjadi lebih rileks, yang dapat memperlancar aliran darah hingga 45 menit. Oleh karena itu, tertawalah setidaknya 15 menit setiap harinya. 5.      Meditasi Berbagai penelitian yang dilakukan di the Medical College of Wisconsin menemukan bahwa melakukan meditasi selama 30 menit setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya serangan jantung hingga 50%. 6.      Berpikir Positif Sebuah penelitian yang dilakukan sekitar 10 tahun lalu dan yang mengamati lebih dari 1.700 orang dewasa di Eropa menemukan bahwa para orang dewasa yang memiliki pikiran dan cara berpikir positif memiliki resiko yang lebih rendah untuk mengalami serangan jantung. Hal ini juga berarti bahwa orang yang selalu bersyukur dalam kehidupannya dan mengekspresikan hal tersebut memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama dan lebih sehat daripada orang lain yang tidak melakukan hal tersebut. 7.      Tidur yang Cukup Tidur juga merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan jantung Anda, terutama bila Anda merupakan seorang wanita. Para peneliti di University of Chicago menemukan bahwa tidur 1 jam lebih lama dapat membantu menurunkan resiko terjadinya pengerasan pembuluh darah koroner hingga 33%. 8.      Hubungan Seks Lebih Sering Memiliki kehidupan cinta yang bahagia tampaknya memiliki dampak yang sangat baik bagi kesehatan seseorang. Tahukah Anda bahwa berhubungan seks ternyata dapat membantu menurunkan kadar stress di dalam diri Anda? Selain itu, berhubungan seks juga merupakan suatu olahraga yang akan membakar sekitar 85 kalori selama 30 menit. 9.      Fokuskan Pada Kenangan Indah Fokuskanlah pikiran Anda pada berbagai kenangan indah dan membahagiakan pada masa lalu Anda. Para peneliti telah menemukan bahwa mengingat berbagai kenangan indah di masa lalu Anda ternyata dapat membantu meningkatkan kekuatan daya than butuh dan menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. 10.  Batasi Waktu Menonton Televisi Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa keluarga yang membatasi waktu menonton televisi hingga kurang dari 2 jam setiap harinya dapat membantu menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung. Hal ini mungkin dikarenakan aktivitas fisik keluarga tersebut akan lebih baik bila tidak menonton televisi karena saat menonton televisi seseorang biasanya hanya akan duduk diam tidak bergerak dan bahkan sambil mengemil. Menurut the U.S. Department of Health and Human Services, hampir sebagian besar orang dewasa membutuhkan setidaknya 4-5 jam setiap minggunya untuk melakukan aktivitas fisik intens. Sumber: sheknows
 29 Sep 2020    17:00 WIB
Amankah Berhubungan Seksual Setelah Serangan Jantung?
Seringkali pasien yang pernah mengalami serangan jantung merasa bahwa pengalaman tersebut merupakan pengalaman yang sangat menakutkan dan mengubah kehidupnya. Kebanyakan orang yang selamat dari serangan jantung mengalami keterbatasan dalam melakukan akitivitas sehari-hari dan aktivitas hubungan seksualnya. Sehingga untuk pasien agar dapat kembali memulai aktivitas normalnya adalah dengan menghindari faktor resiko dan melakukan perubahan gaya hidup. Kebiasaan baru yang dilakukan oleh  pada pasien yang selamat dari serangan jantung seringkali menimbulkan kegugupan, depresi dan dapat memperlambat proses penyembuhan. Secara umum, apabila Anda naik tangga tanpa mengalami episode nyeri dada atau nafas pendek-pendek selama seminggu setelah serangan jantung, berarti Anda siap untuk memulai kembali melakukan hubungan seksual. Kebanyakan pasien dapat kembali melakukan hubungan seksual seminggu setelah terjadinya serangan jantung. Tetapi ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan saat akan mulai melakukan hubungan seksual. Untuk membantu pasien agar dapat kembali melakukan hubungan seksual kembali, beberapa pasien harus menjalani beberapa tipe prosedur untuk mengembalikan aliran darah mengalir kembali ke jantung. Tipe prosedur ini dilakukan untuk mengembalikan aliran darah kembali lancar ke arah jantung sehingga pasien tidak mengalami gangguan saat melakukan hubungan seksual. Apabila pasien menjalani prosedur kateter yaitu prosedur stent (dimana tabung metal kecil dimasukkan ke jantung melalui tusukan di paha atau lengan) maka aktivitas seksual dapat segera dilakukan setelah pasien tersebut pulih dari prosedur yang dijalani. Apabila pasien melakukan operasi jantung terbuka seperti by-pass maka pasien tersebut harus menunggu 6-8 minggu sampai luka di tulang dada pulih sepenuhnya. Beberapa pasien yang pulih dari serangan jantung mungkin akan menggunakan beberapa jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh seperti timbulnya keadaan disfungsi ereksi. Selain itu, banyak pria dengan penyakit jantung juga mengidap disfungsi ereksi. Untuk pria yang mengkonsumsi obat-obatan untuk disfungsi ereksi, maka sangat penting untuk mendiskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Jika Anda memang mengkonsumsi obat nitrat untuk kondisi nyeri dada, maka sangatlah tidak aman untuk mengkonsumsi obat disfungsi ereksi juga. Beberapa pasien khawatir tentang keamanan berhubungan seksual setelah mengalami serangan jantung, padahal kenyataanya hanya 1% dari semua serangan jantung yang terjadi disebabkan oleh hubungan seksual. Sebenarnya resiko mengalami serangan jantung saat berhubungan seksual sama besarnya untuk pria yang tidak mempunyai penyakit jantung sama sekali. Bahkan dengan melakukan hubungan seksual secara rutin ternyata dapat menurunkan resiko serangan jantung karena disebabkan peningkatan kapasitas latihan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh the American Heart Association, hanya sebanyak 0,6-1,7% serangan jantung yang berakibat kematian disebabkan oleh hubungan seksual. Baca juga: 10 Hal yang Baik Bagi Kesehatan Jantung Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang Sumber: foxnews
 29 Sep 2020    13:00 WIB
Waspada 11 Faktor Penyakit Jantung
Tips Kesehatan kali ini akan menyampaikan informasi tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Penyakit jantung atau jantung koroner adalah pembunuh terbesar di Inggris. Penyakit jantung disebabkan oleh tersumbatnya arteri untuk mensuplai darah ke jantung. Dengan mengetahui faktor penyakit jantung kita dapat melakukan pencegahan sejak dini, faktor yang menyebabkan penyakit jantung diantaranya adalah sebagai berikut;1. Darah tinggiPeningkatan tekanan darah tinggi mudah untuk diketahui dan dapat diatasi dengan diet dan gaya hidup sehat atau minum obat. Tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukan gejala oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan secara rutin. 2. KolestrolKolestrol tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung, ini dikarenakan penumpukan lemak pada arteri yang menyebabkan menyempitnya arteri dan membuat jantung sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Satu-satunya untuk mengetahui tingkat kolestrol adalah dengan memeriksakannya pada dokter ahli. Jika anda memiliki kolestrol diatas 5mm/L maka anda memiliki tingkat kolestrol tinggi, untuk mendapatkan perubahan diet dan gaya hidup sehat dapat membantu.3. MenopauseMenopause dapat menyebabkan penumpukan lemak yang menyebabkan kolestrol, hampir setengah wanita diatas 55 tahun mengalami ini.4. DiabetesDiabetes dapat mempengaruhi jantung dan dapat memperburuk tekanan darah tinggi. Akan tetapi dengan pengobatan yang tepat atau diet dan melakukan gaya hidup sehat dapat membantu perubahan menjadi lebih baik.5. Usia dan jenis kelaminUsia dan jenis kelamin mempunyai andil dalam serangan penyakit jantung, terutama usia dapat memberi perbedaan besar pada kesehatan jantung. Seiring bertambahnya usia resiko serangan jantung dapat meningkat.6. Berat badanBerat badan berlebih dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, dan juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolestrol tinggi. Ini disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh yang berlebih.7. EtnisEtnis juga dapat berpengaruh pada serangan penyakit jantung. Hanya etnisk tertentu yang mempunyai resiko penyakit jantung.8. StresSebenarnya stres tidak berpengaruh secara langsung terhadap penyait jantung, akan tetapi kebanyak orang khususnya perokok akan merokok ketika mengalami stres, atau juga makan junk food dan minum minuman beralkohol inilah yang bisa menyebabkan penyakit jantung.9. MerokokMerokok sebatang sehari dapat mempengaruhi kesehatan dan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner sebanyak 50% dibanding dengan orang yang tidak merokok sama sekali.10. Riwayat keluargaJika ayah, ibu, atau sanak saudara memiliki penyakit jantung, hal ini dapat menjadi faktor anda terserang penyakit jantung bahkan bisa lebih tinggi. Hal ini dapat terjadi jika sang ayah atau saudara terserang penyakit jantung sebelum usia 55 tahun dan ibu atau saudari sebelum usia 65 tahun.11. AlkoholMinum minuman beralkohol dapat meningkatkan resiko tekana darah tinggi dan menyebabkan irama jantung dan berat badan tidak normal.Inilah bebrapa faktor yang dapat menyebabkan terserangnya penyakit jantung, diantara faktor-faktor tersebut ada yang dapat dihindari dan juga tidak bisa atau sulit untuk dihindari, untuk itu kita harus sering berolah raga untuk menjaga kesehatan jantung, karena sehat itu mahal.
 23 Jul 2020    08:00 WIB
Merasa Berdebar-debar Setelah Minum Kopi? Mengapa Demikian?
Kopi merupakan suatu stimulan karena mengandung kafein yang dapat membuat Anda lebih bersemangat, tidak mengantuk, dan meningkatkan fungsi otak serta tubuh Anda di pagi hari. Seperti halnya semua stimulan, kafein dapat mempengaruhi jantung, otak, dan otot-otot tubuh Anda.  Mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau mengkonsumsi kopi pada waktu yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jantung terasa berdebar-debar akibat peningkatan denyut jantung. Kafein di dalam kopi dapat memicu sistem saraf simpatik yang merupakan pengendali respon "fight" atau "flight" tubuh, yang dapat bereaksi dengan cara melepaskan sejumlah energi pada otot, meningkatkan kewaspadaan mental, dan meningkatkan aliran darah yang menuju pada anggota gerak tubuh dengan cara meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.  Pada sebagian besar kasus, efek ini hanya menyebabkan suatu perubahan kecil, akan tetapi kadangkala dapat terjadi gangguan irama jantung yang membuat Anda merasa berdebar-debar karena adanya peningkatan denyut jantung. Pada keadaan normal, Anda mungkin tidak akan menyadari denyut jantung Anda, kecuali saat Anda sedang berolahraga. Merasa jantung Anda berdebar lebih cepat atau bahkan tidak teratur dapat membuat Anda merasa cemas dan khawatir. Walaupun sebagian besar kasus tidak berbahaya, akan tetapi bila hal ini terjadi berulang kali, maka Anda mungkin harus memeriksakan keadaan jantung Anda pada dokter. Peningkatan denyut jantung dapat disebabkan oleh berbagai stimulan. Mengkonsumsi kafein berlebihan merupakan salah satu hal yang sering menyebabkan jantung terasa berdebar-debar. Bahkan, beberapa orang merasakan peningkatan denyut jantung walau hanya mengkonsumsi sedikit kafein. Satu gelas kopi mengandung sekitar 100-200 mg kafein. Mengkonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap harinya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala, badan terasa gemetar, dan peningkatan denyut jantung. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada teh hitam, teh hijau, teh putih, minuman bersoda, minuman energi, coklat, dan beberapa jenis obat-obatan; terutama obat yang digunakan untuk mencegah rasa kantuk. Berbagai penyebab lain dari peningkatan denyut jantung adalah anemia, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, stress, dan demam.   Kapan Hubungi Dokter? Peningkatan denyut jantung yang tidak berbahaya biasanya hanya terjadi satu kali dan tidak berulang. Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau lebih dari biasanya dan merasa bahwa denyut jantung Anda meningkat, maka denyut jantung Anda biasanya akan kembali normal dalam waktu beberapa menit. Segera hubungi dokter Anda bila peningkatan denyut jantung berlangsung dalam waktu lama atau terjadi berulang kali. Hal ini dapat merupakan gejala adanya gangguan jantung. Selain itu, segera cari pertolongan medis bila Anda merasa nyeri atau mati rasa pada lengan, dada terasa seperti tertekan, nyeri ulu hati yang terjadi bersamaan dengan peningkatan denyut jantung.  Baca juga: Apakah Kopi Dapat Menyebabkan Sembelit? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthyeating.sfgate
 15 Jul 2020    11:00 WIB
Wow Ternyata Ini Manfaat Makan Buah Setiap Hari
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang makan buah setiap hari akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke hingga 40 %. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang makan lebih banyak buah, semakin menurunkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular dan tekanan darah yang menurun. Penelitian ini dilakukan pada 451.682 orang yang terdaftar dalam penelitian kesehatan di Cina dan dipresentasikan pada kongres European Society of Cardiology di Barcelona. Para peserta yang ikut dalam penellitian tersebut berasal dari beberapa daerah pedesaan dan perkotaan yang berbeda, dan tidak satu pun dari mereka memiliki riwayat penyakit jantung. Jumlah buah yang mereka makan dibagi dalam lima kategori: Tidak pernah Setiap bulan 1-3 hari per minggu 4-6 hari per minggu Setiap hari Sekitar 18% dari jumlah peserta makan buah setiap hari dan 6,3% tidak pernah makan buah. Jumlah rata-rata buah yang dimakan oleh orang-orang tersebut setiap hari sekitar 1,5 porsi. Selama 7 tahun, ditemukan ada 19.300 kasus penyakit jantung dan 19.689 kasus stroke. Tekanan Darah Para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang makan buah lebih sering memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Terlebih lagi, mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan orang yang tidak pernah makan buah, mereka yang makan buah setiap hari mengurangi risiko penyakit kardiovaskular antara 25% dan 40%. Rincian penurunan risiko yaitu: Sekitar 15% penurunan risiko penyakit jantung Sekitar 25% penurunan risiko stroke iskemik (kerusakan yang terjadi disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah di otak) Sekitar 40% penurunan risiko stroke hemoragik (kerusakan yang terjadi disebabkan oleh perdarahan dari pembuluh darah) Semakin banyak buah yang dimakan, semakin rendah risiko penyakit kardiovaskular, kata para peneliti tersebut yang diterbitkan dalam jurnal European Heart Sumber: webmd
 24 Jun 2020    16:00 WIB
Sering Mengonsumsi Mie Instant Berdampak Buruk Pada Jantung
Hampir setiap orang pastinya pernah mencoba mie instan. Beberapa orang bahkan menjadikan mie instan sebagai makanan favoritnya karena harganya yang murah dan waktu persiapan yang singkat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa mie instan dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda? Mengapa demikian? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa hal ini dikarenakan mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya perubahan metabolisme di dalam tubuh yang berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para wanita di Korea Selatan yang lebih sering mengkonsumsi mie instan mentah lebih sering mengalami sindrom metabolik, tidak perduli apa makanan lain yang mereka makan atau seberapa sering mereka berolahraga.  Penderita sindrom metabolik biasanya memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah yang tinggi sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Mengapa mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi (semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, maka semakin besar pengaruh makanan tersebut terhadap kadar gula darah di dalam tubuh). Pada penelitian ini, para peneliti mengalami sekitar 11.000 orang dewasa di Korea Selatan yang berusia antara 19-64 tahun. Para peserta diminta untuk melaporkan apa saja yang mereka makan. Para peneliti kemudian mengelompokkan para peserta penelitian menjadi 2 kelompok berdasarkan jenis makanan apa yang paling sering mereka konsumsi, apakah makanan tradisional yang sehat atau makanan siap saji. Para peneliti juga mencatat seberapa sering para peserta penelitian mengkonsumsi mie instan setiap minggunya. Para wanita yang mengkonsumsi mie instan sebanyak 2 kali atau lebih setiap minggunya memiliki resiko menderita sindrom metabolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya yang lebih jarang mengkonsumsi mie instan atau bahkan tidak pernah sama sekali, tanpa mempertimbangkan apakah mereka lebih sering mengkonsumsi makanan tradisional atau makanan siap saji. Para peneliti juga menemukan adanya peningkatan resiko pada para wanita dengan berat badan ideal atau kurus dan yang berolahraga secara teratur. Mengapa pria tidak mengalami hal ini juga? Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis kelamin, yang menyebabkan perbedaan pada efek hormon reproduksi dan metabolisme tubuh. Mengapa mie instan dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung banyak lemak, garam, kalori, dan dibuat melalui berbagai proses yang memang berdampak buruk bagi kesehatan.  Mie instan sebenarnya termasuk dalam kategori makanan olahan yang memang diproses secara khusus agar dapat disimpan dalam waktu lama. Agar dapat disimpan dalam waktu lama, makanan olahan biasanya mengandung banyak gula dan garam. Salah satu trik bagi Anda yang tetap ingin mengkonsumsi mie instan tetapi tidak ingin kesehatan Anda terganggu adalah dengan cara membatasi seberapa sering Anda mengkonsumsi mie instan (jangan setiap hari) dan seberapa banyak mie instan yang Anda konsumsi setiap kali makan.   Sumber: foxnews
 16 Jun 2020    16:00 WIB
Mengenal Lebih Dalam Tentang Aritmia (Irama Jantung Abnormal)
Apakah aritmia itu?Ritme jantung abnormal (aritmia) adalah urutan dari detak jantung yang tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau dilakukan melalaui jalur listrik abnormal pada jantung. Gangguan jantung adalah penyebab paling umum dari irama jantung abnormal (aritmia). Kadang-kadang orang sadar irama jantungnya abnormal, tetapai kebanyakan mereka hanya merasakan konsekuensinya seperti lesu atau pingsan.Kecepatan normal jantung biasanya 60 sampai 100 detak per menit. Namun demikian, detak jantung normal lebih rendah untuk usia muda, khususnya yang mempunyai fisik fit. Kecepatan jantung yang bervariasi adalah normal. Kecepatan jantung tidak hanya merespon kegiatan olah raga dan tidak beraktivitas tetapi juga dipengaruhi oleh nyeri dan emosi. Hanya ketika kecepatan jantung tidak wajar cepatnya (takikardi) atau lambatnya (bradikardi) atau ketika impuls elektrik bergerak dalam aliran yang abnormal sehingga detak jantung diperkirakan mempunyai irama yang abnormal (aritmia). Irama abnormal mungkin teratur atau tidak teratur. Apa saja penyebab dari aritmia? Penyebab aritmia paling umum  adalah: •  Gangguan jantung, penyakit arteri koroner khususnya, gangguan katup jantung, dan gagal jantung. •  Obat resep atau OTC termasuk yang digunakan untuk mengobati gangguan jantung, dapat menyebabkan aritmia. •  Beberapa aritmia disebebakan oelh kelainan anatomi yang ada sejak lahir (cacat lahir bawaan). •  Umur berkaitan dengan perubahan dalam system listrik jantung menyebabkan aritmia lebih mudah terjadi. • Kelenjar tiroid ynag terlalu aktif (hipertiroidisme), menghasilkan kadar hormon tiroid yang tinggi, dapat menyebabkan aritmia cepat. Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid), menghasilkan hormone tiroid yang rendah dapat menyebabkan aritmia lambat. •  Terkadang tidak ada penyabab aritmia yang teridentifikasi.•  Aritmia cepat (takikardi) dapat disebabkan oleh olah raga, stress emosional, konsumsi alcohol berlebih, merokok, atau menggunakan obat yang mengandung stimulant, seperti obat flu dan demam. •  Aritmia lambat (bradikardi) dapat disebabkan oleh nyeri, lapar, capai, gangguan pencernaan (seperti diare dan muntah), atau kembung, yangd apat merangsang saraf vagus berlebihan (dengan stimulasi yang cukup, walau jarang terjadi, saraf vagus dapat menyebabkan jantung berhenti) dalam sebagian besar keadaan, aritmia dapat selesai dengan sendirinya. Apa saja gejala dari aritmia? Beberapa orang yang mengalami aritmia mungkin menyadarinya. Namun kesadaran detak jantung (palpitasi) bervariasi antara setiap orang. Beberapa orang dapat merasakan detak jantung yang normal, dan kebanyakan orang bisa merasakan detak jantung saat mereka berbaring di sisi kiri mereka. Bagaimana mendiagnosa aritmia?Seringkali, penjelasan pasien mengenai gejala membantu dokter membuat diagnosis awal dan menentukan keparahan aritmia. Electrocardiography (ECG) adalah prosedur pemeriksaan  utama untuk mendeteksi aritmia dan menentukan penyebabnya. Prosedur pemeriksaan lainnya termasuk tes tekanan latihan (ECG) dan pengukuran tekanan darah sewaktu olah raga dan tes alectrofisiologi. Apakah pengobatan untuk aritmia?Bagi pasien yang mengidap aritmia yang tidak berbahaya, untuk menjamin agar tidak berbahaya dengan pengobatan yang cukup. Kadangkala aritmia menjadi berkurang terjadinya atau bahkan berhenti ketika dokter mengganti obat pasien atau mengatur ulang dosisnya. Menghindari alkohol, kafein (dalam makanan dan minuman), atau merokok mungkin juga membantu. Menghindari olah raga keras dapat membantu jika debaran terjadi hanya sewaktu berolah raga. ObatObat antaritmia berguna untuk menekan aritmia cepat yang menyebabkan gejala yang tidak bisa ditolerir atau berisiko. Tidak ada satu obatpun yang mampu mengobati semua aritmia pada setiap pasien. Kadang kala beberapa obat harus dicoba sampai responnya memuaskan Alat pacu jantungAlat pacu jantung buatan adalah sebuah alat elektronik yang beraksi di tempat jantung sendiri. Alat ini diimplan melalui operasi di bawah kulit, biasanya di bawah tulang selangka.kanan atau kiri. Alat ini dkoneksikan ke jantung dengan kabel melalui pembuluh darah. Baca juga: Konsumsi Ganja Dapat Sebabkan Komplikasi Jantung dan Kematian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wemd
 05 Jun 2020    18:00 WIB
Hindari Kesalahan Gaya Hidup Pengundang Penyakit Mematikan ini
Dengan alasan terlalu sibuk bekerja atau beraktivitas, kita lupa akan kesehatan diri sendiri. Parahnya, beberapa kesalahan kecil gaya hidup ini hampir dilakukan oleh semua orang. Berikut kesalahan kecil gaya hidup yang tidak kita sadari: POLA TIDUR TIDAK TERATUR Istirahat malam yang cukup dapat menurunkan tekanan darah tinggi saat melakukan aktivitas di pagi hingga sore hari dan mengurangi detak jantung yang tidak teratur. Orang yang memiliki waktu tidur tidak cukup cenderung lebih rentan terkena serangan jantung. KURANG SINAR MATAHARI Kekurangan vitamin D mengakibatkan timbunan plak-plak kotor dalam pembuluh darah. Dokter menyarankan, setidaknya butuh minimal 30 menit terpapar sinar matahari pada pukul 10:00-15:00 setiap hari untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D yang sangat baik bagi kesehatan. MINIM KONSUMSI SAYUR & BUAH Sebuah penelitian baru menemukan, orang yang cukup mendapatkan asupan gizi buah dan sayur dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 52%. Buah & sayur mengandung serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan kaya akan kalium. Kalium adalah elektrolit penting bagi fungsi jantung dan juga membantu menyeimbangkan kadar asam-basa dalam tubuh. KURANG JALAN KAKI Coba luangkan waktu untuk berjalan kaki sebelum bekerja. Berjalan 10.000 langkah setara dengan berolahraga selama 45 menit. LUPA AKAN KEBERSIHAN GIGI Ternyata kesehatan gigi dan jantung saling berhubungan. Bahkan penelitian menunjukan bahwa buruknya kesehatan gigi dan radang gusi dapat menyebabkan penyakit jantung. Peradangan kronis yang terjadi pada lapisan gusi bisa memengaruhi tubuh dan menyebarkan bakteri-bakteri kecil ke dalam aliran darah. KURANG SUSU Penelitian terbaru menunjukan bahwa wanita yang mendapatkan asupan susu tertinggi mengurangi 50% risiko mereka terhadap penyakit diabetes, dibandingkan dengan wanita yang kurang menerima asupan susu. TERLALU BANYAK MINUMAN BERENERGI Minuman berenergi adalah salah satu sumber gula nomor satu dan berkontribusi besar terhadap peningkatan kadar trigliserida dalam darah, penyebab panyakit kardiovaskular. Beralihlah ke air putih, lemon, atau jus buah lainnya untuk mengurangi dahaga. JARANG LIBURAN Seperti yang sudah diketahui bahwa pergi liburan dengan keluarga atau teman dapat mengurangi tingkat stres penyebab tekanan darah tinggi. Bahkan sebuah studi selama 20 tahun yang melibatkan 750 wanita mengungkapkan, bahwa mereka yang tidak berlibur sekali dalam 6 tahun berisiko 50-100% terkena serangan jantung. So, take a little time to go on vacation! Baca Juga: Lima Kategori Orang Gila Berdasarkan Penyebabnya   Nah, ayo koreksi kembali gaya hidupmu, ingat pola hidup sehari-hari sangat mempengaruhi kesehatan tubuh ;) Sumber: Future Cycle
 23 May 2020    11:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag