Your browser does not support JavaScript!
 24 Jun 2020    16:00 WIB
Sering Mengonsumsi Mie Instant Berdampak Buruk Pada Jantung
Hampir setiap orang pastinya pernah mencoba mie instan. Beberapa orang bahkan menjadikan mie instan sebagai makanan favoritnya karena harganya yang murah dan waktu persiapan yang singkat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa mie instan dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda? Mengapa demikian? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa hal ini dikarenakan mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya perubahan metabolisme di dalam tubuh yang berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para wanita di Korea Selatan yang lebih sering mengkonsumsi mie instan mentah lebih sering mengalami sindrom metabolik, tidak perduli apa makanan lain yang mereka makan atau seberapa sering mereka berolahraga.  Penderita sindrom metabolik biasanya memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah yang tinggi sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Mengapa mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi (semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, maka semakin besar pengaruh makanan tersebut terhadap kadar gula darah di dalam tubuh). Pada penelitian ini, para peneliti mengalami sekitar 11.000 orang dewasa di Korea Selatan yang berusia antara 19-64 tahun. Para peserta diminta untuk melaporkan apa saja yang mereka makan. Para peneliti kemudian mengelompokkan para peserta penelitian menjadi 2 kelompok berdasarkan jenis makanan apa yang paling sering mereka konsumsi, apakah makanan tradisional yang sehat atau makanan siap saji. Para peneliti juga mencatat seberapa sering para peserta penelitian mengkonsumsi mie instan setiap minggunya. Para wanita yang mengkonsumsi mie instan sebanyak 2 kali atau lebih setiap minggunya memiliki resiko menderita sindrom metabolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya yang lebih jarang mengkonsumsi mie instan atau bahkan tidak pernah sama sekali, tanpa mempertimbangkan apakah mereka lebih sering mengkonsumsi makanan tradisional atau makanan siap saji. Para peneliti juga menemukan adanya peningkatan resiko pada para wanita dengan berat badan ideal atau kurus dan yang berolahraga secara teratur. Mengapa pria tidak mengalami hal ini juga? Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis kelamin, yang menyebabkan perbedaan pada efek hormon reproduksi dan metabolisme tubuh. Mengapa mie instan dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung banyak lemak, garam, kalori, dan dibuat melalui berbagai proses yang memang berdampak buruk bagi kesehatan.  Mie instan sebenarnya termasuk dalam kategori makanan olahan yang memang diproses secara khusus agar dapat disimpan dalam waktu lama. Agar dapat disimpan dalam waktu lama, makanan olahan biasanya mengandung banyak gula dan garam. Salah satu trik bagi Anda yang tetap ingin mengkonsumsi mie instan tetapi tidak ingin kesehatan Anda terganggu adalah dengan cara membatasi seberapa sering Anda mengkonsumsi mie instan (jangan setiap hari) dan seberapa banyak mie instan yang Anda konsumsi setiap kali makan.   Sumber: foxnews
 16 Jun 2020    16:00 WIB
Mengenal Lebih Dalam Tentang Aritmia (Irama Jantung Abnormal)
Apakah aritmia itu?Ritme jantung abnormal (aritmia) adalah urutan dari detak jantung yang tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau dilakukan melalaui jalur listrik abnormal pada jantung. Gangguan jantung adalah penyebab paling umum dari irama jantung abnormal (aritmia). Kadang-kadang orang sadar irama jantungnya abnormal, tetapai kebanyakan mereka hanya merasakan konsekuensinya seperti lesu atau pingsan.Kecepatan normal jantung biasanya 60 sampai 100 detak per menit. Namun demikian, detak jantung normal lebih rendah untuk usia muda, khususnya yang mempunyai fisik fit. Kecepatan jantung yang bervariasi adalah normal. Kecepatan jantung tidak hanya merespon kegiatan olah raga dan tidak beraktivitas tetapi juga dipengaruhi oleh nyeri dan emosi. Hanya ketika kecepatan jantung tidak wajar cepatnya (takikardi) atau lambatnya (bradikardi) atau ketika impuls elektrik bergerak dalam aliran yang abnormal sehingga detak jantung diperkirakan mempunyai irama yang abnormal (aritmia). Irama abnormal mungkin teratur atau tidak teratur. Apa saja penyebab dari aritmia? Penyebab aritmia paling umum  adalah: •  Gangguan jantung, penyakit arteri koroner khususnya, gangguan katup jantung, dan gagal jantung. •  Obat resep atau OTC termasuk yang digunakan untuk mengobati gangguan jantung, dapat menyebabkan aritmia. •  Beberapa aritmia disebebakan oelh kelainan anatomi yang ada sejak lahir (cacat lahir bawaan). •  Umur berkaitan dengan perubahan dalam system listrik jantung menyebabkan aritmia lebih mudah terjadi. • Kelenjar tiroid ynag terlalu aktif (hipertiroidisme), menghasilkan kadar hormon tiroid yang tinggi, dapat menyebabkan aritmia cepat. Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid), menghasilkan hormone tiroid yang rendah dapat menyebabkan aritmia lambat. •  Terkadang tidak ada penyabab aritmia yang teridentifikasi.•  Aritmia cepat (takikardi) dapat disebabkan oleh olah raga, stress emosional, konsumsi alcohol berlebih, merokok, atau menggunakan obat yang mengandung stimulant, seperti obat flu dan demam. •  Aritmia lambat (bradikardi) dapat disebabkan oleh nyeri, lapar, capai, gangguan pencernaan (seperti diare dan muntah), atau kembung, yangd apat merangsang saraf vagus berlebihan (dengan stimulasi yang cukup, walau jarang terjadi, saraf vagus dapat menyebabkan jantung berhenti) dalam sebagian besar keadaan, aritmia dapat selesai dengan sendirinya. Apa saja gejala dari aritmia? Beberapa orang yang mengalami aritmia mungkin menyadarinya. Namun kesadaran detak jantung (palpitasi) bervariasi antara setiap orang. Beberapa orang dapat merasakan detak jantung yang normal, dan kebanyakan orang bisa merasakan detak jantung saat mereka berbaring di sisi kiri mereka. Bagaimana mendiagnosa aritmia?Seringkali, penjelasan pasien mengenai gejala membantu dokter membuat diagnosis awal dan menentukan keparahan aritmia. Electrocardiography (ECG) adalah prosedur pemeriksaan  utama untuk mendeteksi aritmia dan menentukan penyebabnya. Prosedur pemeriksaan lainnya termasuk tes tekanan latihan (ECG) dan pengukuran tekanan darah sewaktu olah raga dan tes alectrofisiologi. Apakah pengobatan untuk aritmia?Bagi pasien yang mengidap aritmia yang tidak berbahaya, untuk menjamin agar tidak berbahaya dengan pengobatan yang cukup. Kadangkala aritmia menjadi berkurang terjadinya atau bahkan berhenti ketika dokter mengganti obat pasien atau mengatur ulang dosisnya. Menghindari alkohol, kafein (dalam makanan dan minuman), atau merokok mungkin juga membantu. Menghindari olah raga keras dapat membantu jika debaran terjadi hanya sewaktu berolah raga. ObatObat antaritmia berguna untuk menekan aritmia cepat yang menyebabkan gejala yang tidak bisa ditolerir atau berisiko. Tidak ada satu obatpun yang mampu mengobati semua aritmia pada setiap pasien. Kadang kala beberapa obat harus dicoba sampai responnya memuaskan Alat pacu jantungAlat pacu jantung buatan adalah sebuah alat elektronik yang beraksi di tempat jantung sendiri. Alat ini diimplan melalui operasi di bawah kulit, biasanya di bawah tulang selangka.kanan atau kiri. Alat ini dkoneksikan ke jantung dengan kabel melalui pembuluh darah. Baca juga: Konsumsi Ganja Dapat Sebabkan Komplikasi Jantung dan Kematian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wemd
 05 Jun 2020    18:00 WIB
Hindari Kesalahan Gaya Hidup Pengundang Penyakit Mematikan ini
Dengan alasan terlalu sibuk bekerja atau beraktivitas, kita lupa akan kesehatan diri sendiri. Parahnya, beberapa kesalahan kecil gaya hidup ini hampir dilakukan oleh semua orang. Berikut kesalahan kecil gaya hidup yang tidak kita sadari: POLA TIDUR TIDAK TERATUR Istirahat malam yang cukup dapat menurunkan tekanan darah tinggi saat melakukan aktivitas di pagi hingga sore hari dan mengurangi detak jantung yang tidak teratur. Orang yang memiliki waktu tidur tidak cukup cenderung lebih rentan terkena serangan jantung. KURANG SINAR MATAHARI Kekurangan vitamin D mengakibatkan timbunan plak-plak kotor dalam pembuluh darah. Dokter menyarankan, setidaknya butuh minimal 30 menit terpapar sinar matahari pada pukul 10:00-15:00 setiap hari untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D yang sangat baik bagi kesehatan. MINIM KONSUMSI SAYUR & BUAH Sebuah penelitian baru menemukan, orang yang cukup mendapatkan asupan gizi buah dan sayur dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 52%. Buah & sayur mengandung serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan kaya akan kalium. Kalium adalah elektrolit penting bagi fungsi jantung dan juga membantu menyeimbangkan kadar asam-basa dalam tubuh. KURANG JALAN KAKI Coba luangkan waktu untuk berjalan kaki sebelum bekerja. Berjalan 10.000 langkah setara dengan berolahraga selama 45 menit. LUPA AKAN KEBERSIHAN GIGI Ternyata kesehatan gigi dan jantung saling berhubungan. Bahkan penelitian menunjukan bahwa buruknya kesehatan gigi dan radang gusi dapat menyebabkan penyakit jantung. Peradangan kronis yang terjadi pada lapisan gusi bisa memengaruhi tubuh dan menyebarkan bakteri-bakteri kecil ke dalam aliran darah. KURANG SUSU Penelitian terbaru menunjukan bahwa wanita yang mendapatkan asupan susu tertinggi mengurangi 50% risiko mereka terhadap penyakit diabetes, dibandingkan dengan wanita yang kurang menerima asupan susu. TERLALU BANYAK MINUMAN BERENERGI Minuman berenergi adalah salah satu sumber gula nomor satu dan berkontribusi besar terhadap peningkatan kadar trigliserida dalam darah, penyebab panyakit kardiovaskular. Beralihlah ke air putih, lemon, atau jus buah lainnya untuk mengurangi dahaga. JARANG LIBURAN Seperti yang sudah diketahui bahwa pergi liburan dengan keluarga atau teman dapat mengurangi tingkat stres penyebab tekanan darah tinggi. Bahkan sebuah studi selama 20 tahun yang melibatkan 750 wanita mengungkapkan, bahwa mereka yang tidak berlibur sekali dalam 6 tahun berisiko 50-100% terkena serangan jantung. So, take a little time to go on vacation! Baca Juga: Lima Kategori Orang Gila Berdasarkan Penyebabnya   Nah, ayo koreksi kembali gaya hidupmu, ingat pola hidup sehari-hari sangat mempengaruhi kesehatan tubuh ;) Sumber: Future Cycle
 23 May 2020    11:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 16 Apr 2020    18:00 WIB
Keuntungan Makan Makanan Yang Rendah Kalori
Mengapa Anda disarankan untuk makan makanan yang rendah kalori. Karena cara ini memberikan manfaat untuk Anda. Berikut adalah keuntungan bila Anda makan makanan yang rendah kalori: Makan makanan rendah kalori, memungkinkan Anda untuk tetap mendapatkan bahan bakar dan mempunyai tenaga untuk menjalani kegiatan Anda hari ini. Anda dapat makan makanan yang mempunyai kalori rendah dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini akan membantu mengurangi rasa lapar Anda. Makan makanan yang memiliki kalori rendah biasanya merupakan makanan yang memiliki kandungan air yang tinggi. Makanan rendah kalori biasanya dapat memberikan vitamin dan mineral yang penting untuk meningkatkan aktivitas metabolisme Anda. Konsumsi makanan rendah kalori mengarah ke pengaturan berat badan yang baik. Selain itu juga mengurangi risiko nyeri sendi dan artritis (radang sendi), mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan gangguan pernafasan. Apa yang Anda makan akan terlihat pada kulit Anda. Makanan bergizi akan berdampak langsung pada kulit Anda. Oleh karena itu bila Anda mengkonsumsi buah-buahan segar dan daging tanpa lemak akan membuat kulit halus dan bercahaya. Anda dapat mencoba banyak variasi makanan yang Anda inginkan dan jumlah kalori yang tetap terjaga. Dalam hal ini yang dipantau adalah jumlah kalori bukan jenis makanan tertentu. Makanan rendah kalori membantu memperlambat proses penuaan, meningkatkan ketajaman mental dan meningkatkan energi, menstabilkan kadar gula darah dan mengurangi risiko terkena kencing manis. Sumber: stylecraze
 08 Mar 2020    08:00 WIB
Konsumsi Mie Instan Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya
Apabila Anda masih mempertimbangkan makan mie instan untuk makan siang, maka Anda harus mengetahui mengenai sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa seorang wanita yang mengkonsumsi mie instan secara berlebihan memiliki risiko lebih besar yang signifikan akan terkena sindrom metabolik dibanding mereka yang konsumsi mie instan lebih sedikit. Seorang wanita yang makan mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu sekitar 68 persen lebih mungkin mengalami sindrom metabolik – sekumpulan gejala seperti obesitas sentral (lemak berlebihan di daerah perut), tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah, trigliserida meningkat, dan rendahnya tingkat kolesterol HDL. Memiliki tiga atau lebih gejala diatas akan meningkatkan risiko terkena diabetes (kencing manis) dan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Penelitian terakhir juga menganalisis asupan gizi secara keseluruhan antara mereka yang konsumsi mie instan dan tidak konsumsi mie instan. Dan hasilnya seperti yang mungkin Anda duga, bahwa konsumsi mie instan memberikan kontribusi yang kecil untuk diet yang sehat. Mereka yang konsumsi mie instan memiliki asupan nutrisi penting yang lebih rendah seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, niasin, dan vitamin C dibandingkan dengan mereka yang tidak konsumsi mie instan. Mereka yang konsumi mie instan juga memiliki asupan energi, lemak tidak sehat dan natrium yang berlebihan (hanya satu bungkus mengandung 2.700 miligram sodium). Sumber: articlesmercola
 19 Feb 2020    08:00 WIB
Nyeri Lengan Biasa Atau Akibat Serangan Jantung?
Nyeri di lengan kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tertariknya otot hingga serangan jantung. Walaupun tidak dapat selalu membedakan apakah nyeri lengan kiri yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan ringan atau berat, akan tetapi di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda membedakannya.   Nyeri Dada Dengan Nyeri Lengan Kiri Walaupun tidak selalu merupakan suatu tanda bahaya, akan tetapi kombinasi antara rasa nyeri atau rasa berat di daerah dada dengan nyeri di lengan kiri merupakan suatu pertanda bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang Anda alami memang benar merupakan suatu pertanda bahaya atau bukan. Berbagai gejala gangguan jantung kadangkala tidak jelas dan beberapa orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan jantung berat justru tidak pernah merasa nyeri dada, bahkan mungkin tanpa atau sedikit gejala. Beberapa gejala gangguan jantung atau serangan jantung lainnya selain nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri adalah sesak napas, mual, gangguan pencernaan, pusing, berkeringat yang tidak biasanya, atau peningkatan denyut jantung. Jika nyeri lengan kiri menyertai berbagai gejala ini, maka gejala tersebut dapat merupakan gejala dari suatu gangguan jantung.   Nyeri Lengan Kiri Akibat Nyeri Otot Nyeri lengan kiri yang disebabkan oleh melakukan suatu gerakan atau tekanan pada daerah yang nyeri biasanya jarang disebabkan oleh gangguan jantung. Berbagai aktivitas sederhana seperti mengangkat barang atau memindahkan perabotan rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada otot lengan atau persendian lengan. Nyeri yang disebabkan oleh hal ini dapat kembali terasa saat Anda melakukan gerakan sederhana, misalnya dengan menekan daerah tersebut. Selain itu, nyeri lengan juga dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf di daerah leher dan menggerakkan leher atau memutar leher dapat menyebabkan lengan terasa nyeri. Jadi, nyeri lengan yang berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung biasanya tidak dipengaruhi oleh pergerakkan lengan.   Nyeri Menetap Pada Lengan Kiri Jika nyeri di lengan kiri Anda terus ada (menetap) dalam waktu yang lama, maka nyeri lengan Anda mungkin juga tidak berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Nyeri menetap pada lengan dapat disebabkan oleh radang persendian dan tendon yang dapat terjadi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Selain itu, nyeri tajam dan sangat singkat pada lengan juga biasanya tidak berhubungan dengan adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri ini timbul akibat gerakan pada lengan atau leher.   Hal yang Perlu Diperhatikan Bila nyeri di lengan kiri terus memburuk dengan aktivitas dan membaik saat Anda beristirahat, maka Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis segera, karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri terasa dalam dan lengan tidak teraba keras. Nyeri lengan kiri yang terjadi secara mendadak, misalnya saat Anda sedang menonton televisi, maka hal ini dapat disebabkan oleh suatu gangguan jantung. Segera hubungi dokter Anda jika nyeri lengan kiri yang Anda alami juga disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri dada, mual, muntah, pusing, pingsan, sesak napas, berkeringat yang tidak biasanya, perut kembung, batuk, atau mengi.  Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: livestrong
 08 Jan 2020    11:00 WIB
Manfaat Kentang Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam KentangKentang mengandung banyak karbohidrat dan pati. Setiap 100 gram kentang mengandung sekitar 80 kalori. Kentang juga mengandung air dan banyak serat. Selain itu, kentang juga mengandung vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, kalium (banyak), kalsium, zat besi, magnesium, mangan, dan seng.1.  Menutrisi KulitKentang mengandung banyak vitamin C dan vitamin B, serta seng dan magnesium. Vitamin C merupakan antioksidan alami yang dapat mencegah terjadinya kerusakan akibat radikal bebas dan menghambat proses oksidasi. Kulit kentang bersama dengan air mawar dan air perasan lemon untuk menghilangkan noda gelap dan bintik hitam akibat terbakar sinar matahari. Kentang mentah atau sarinya dapat digunakan langsung pada kulit untuk membantu penyembuhan jerawat dan menghilangkan bintik hitam. Kentang tumbuk bersama dengan madu dapat dioleskan pada kulit untuk membuat kulit tampak lebih bersinar, lembut, dan kenyal.2.  Meningkatkan Fungsi OtakKentang mengandung banyak vitamin B kompleks dan asam amino yang dapat membantu sistem saraf tetap aktif. Karena mengandung banyak karbohidrat kentang dapat menyediakan cukup banyak energi yang dibutuhkan otak untuk berfungsi secara efisien. Antosianin merupakan antioksidan kuat yang berfungsi untuk melindungi sel-sel saraf sehingga dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek dan menurunkan zat-zat penyebab inflamasi (radang).Vitamin B6 dapat membantu produksi serotonin dan dopamin, yang merupakan neurotransmiter yang diperlukan untuk mengatur mood. Selain itu, keduanya juga berfungsi untuk membantu produksi epinefrin, norepinefrin, dan GABA yang dapat membantu mengurangi stress dan membuat anda merasa lebih rileks.3.  Menurunkan Tekanan DarahKentang mengandung cukup banyak kalium yang dapat membantu menyeimbangkan efek natrium. Kentang juga mengandung kukoamin yang telah dikenal dapat membantu menurunkan tekanan darah.4.  Melindungi JantungKentang dapat memberikan manfaat positif bagi jantung bila dikonsumsi dalam jumlah sedang. Kentang mengandung banyak karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Vitamin B6 di dalam kentang dapat membantu menurunkan kadar homosistein yang merupakan suatu agen inflamasi dan merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung koroner karena membantu pembentukan plak pada dinding pembuluh darah.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari kentang bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu meningkatkan kadar hemoglobin (zat besi)•  Membantu proses pembentukan hemoglobin (vitamin B6)•  Membantu mencegah pembentukan batu ginjal (magnesium) dengan cara mencegah penumpukkan kalsium di dalam tubuh•  Meredakan mata bengkak (pati dan katekolase yang terdapat pada kombinasi sari kentang dan timun)•  Mencegah terjadinya gejala rematik (magnesium dan kalsium)•  Membantu meredakan inflamasi pada usus dan saluran pencernaan (vitamin C, vitamin B, dan kalium)Sumber: foodtofitness
 26 Nov 2019    11:00 WIB
Jantung Bocor, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Jantung bocor merupakan istilah yang sering digunakan oleh orang awam untuk kebocoran katup jantung. Kebocoran katup jantung dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala apapun, di mana penderitanya bahkan tidak menyadari dirinya menderita kelainan ini. Akan tetapi, kebocoran katup jantung juga dapat menimbulkan gangguan jantung berat yang dapat membahayakan jiwa penderitanya. Seberapa berat kebocoran katup jantung yang terjadi tergantung pada bagaimana kelainan ini mengganggu aliran darah normal di dalam jantung. Pengobatan yang dapat dilakukan dapat berupa pemberian obat-obatan dan perbaikan atau penggantian katup jantung melalui tindakan pembedahan. Akan tetapi, bila kebocoran katup jantung tidak berat, maka dokter biasanya tidak akan menganjurkan Anda untuk dioperasi, tetapi tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun untuk mengobservasi keadaan katup jantung yang mengalami kelainan. Jantung sendiri terbagi menjadi 4 ruangan, yaitu serambi (atrium) kanan, serambi kiri, bilik (ventrikel) kanan, dan bilik kiri. Katup jantung terletak di antara serambi dan bilik serta antara bilik dengan pembuluh darah besar (arteri pulmonalis dan aorta).   Apa Itu Kebocoran Katup Jantung? Jantung memiliki 4 katup yang berfungsi untuk mengatur aliran darah di dalamnya. Keempat katup jantung tersebut adalah: Katup trikuspidalis (terletak di antara serambi kanan dengan bilik kanan) Katup pulmonal (terletak di antara bilik kanan dengan arteri pulmonalis) Katup mitral (terletak di antara serambi kiri dengan bilik kiri) Katup aorta (terletak di antara bilik kiri dengan aorta) Katup jantung berfungsi untuk mengatur aliran darah di dalam jantung dengan mencegah aliran darah kembali ke dalam serambi atau bilik. Setiap katup jantung memiliki 3 punca, kecuali katup mitral yang hanya memiliki 2 punca. Setiap katup jantung dapat mengalami kebocoran. Kebocoran katup jantung sendiri berarti saat jantung memompa darah keluar dari ruangan yang satu ke ruangan berikutnya, ada darah yang mengalir balik ke ruangan tempatnya dikeluarkan. Dalam dunia kedokteran, aliran balik ini disebut dengan regurgitasi.   Apa Saja Gejala Kebocoran Katup Jantung? Seringkali, kebocoran katup jantung tidak menimbulkan gejala apapun. Banyak orang yang tampaknya sehat mengalami kebocoran katup jantung ringan. Jika kebocoran katup jantung cukup berat, maka hal ini dapat mengganggu aliran darah, yang dapat memicu terjadinya gagal jantung kongestif. Gejala gagal jantung kongestif yang dapat ditemukan adalah: Sesak napas, terutama saat menghembuskan napas atau berbaring terlentang Pembengkakan pada kaki atau bagian tubuh lainnya Gejala lain dari kebocoran katup jantung yang dapat ditemukan adalah: Kepala terasa ringan Denyut jantung cepat Berdebar-debar Merasa amat sangat lelah (fatigue) Akan tetapi, pada beberapa kasus, kebocoran katup jantung yang cukup signifikan pun dapat tidak menimbulkan gejala apapun.   Bagaimana Cara Memastikan Diagnosa Kebocoran Katup Jantung? Seorang dokter biasanya menentukan diagnosa kebocoran katup jantung melalui: Mendengarkan suara denyut jantung melalui stetoskop. Pada penderita kebocoran katup jantung biasanya akan ditemukan suara murmur Membaca hasil pemeriksaan USG jantung (echocardiogram) Gejala, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan echocardiogram dapat membantu dokter menentukan keparahan kebocoran katup jantung yang dialami oleh penderita.   Kebocoran dan Regurgitasi Katup Aorta Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kebocoran katup aorta adalah: Tekanan darah tinggi (hipertensi) Infeksi pada katup jantung atau yang dikenal dengan nama endocarditis Sindrom marfan Penyakit jantung rematik Banyak orang yang menderita regurgitasi aorta tidak memerlukan pengobatan apapun dan hanya diobservasi untuk mengetahui perkembangan penyakit. Sementara itu, orang-orang yang mengalami gejala karena regurgitasi katup aorta berat biasanya dianjurkan untuk mengkonsumsi obat anti hipertensi dan obat diuretika. Selain itu, untuk mengatasi regurgitasi aorta yang cukup berat, dokter kadangkala akan menganjurkan penderita untuk melakukan tindakan pembedahan untuk mengganti atau memperbaiki katup yang mengalami kelainan.   Baca juga: Bersauna Membuat Jantung Anda Lebih Sehat, Benarkah?   Kebocoran dan Regurgitasi Katup Mitral Beberapa penyebab kebocoran katup mitral yang sering ditemukan adalah: Prolapses katup mitral, yang membuat katup mitral tidak dapat menutup dengan sempurna Pembesaran jantung yang dikenal dengan nama kardiomiopati, yang biasanya terjadi karena hipertensi, penyakit jantung koroner, atau penyakit lainnya Endocarditis Penyakit jantung rematik Beberapa orang yang mengalami kebocoran katup mitral tidak memerlukan pengobatan dan hanya diobservasi saja. Dokter biasanya tidak akan memberikan obat-obatan pada penderita kecuali bila kelainan telah menyebabkan gagal jantung berat. Tindakan pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang mengalami kelainan biasanya hanya dilakukan bila terjadi kebocoran berat. Karena perkembangan regurgitasi mitral biasanya terjadi secara perlahan, maka memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan pembedahan dapat menjadi suatu hal yang sulit.   Kebocoran dan Regurgitasi Katup Trikuspidalis Banyak orang dewasa yang sehat mengalami sedikit kebocoran pada katup trikuspidalisnya. Keadaan ini mungkin ditemukan tanpa sengaja dan biasanya tidak menimbulkan gangguan apapun, sehingga tidak memerlukan pengobatan atau bahkan pemeriksaan lebih lanjut. Regurgitasi trikuspidalis yang cukup berat atau sedang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pulmonal. Hipertensi pulmonal merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah pada arteri pulmonalis meningkat. Tekanan darah tinggi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, akan tetapi penyebab utamanya adalah gagal jantung kongestif. Obat-obatan mungkin tidak cukup efektif untuk mengatasi regurgitasi trikuspidalis. Akan tetapi, obat diuretika dapat membantu mengurangi pembengkakan tubuh yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif. Akan tetapi, pembengkakan tubuh tidak selalu terjadi. Katup trikuspidalis yang mengalami kelainan dapat diperbaiki melalui tindakan pembedahan. Tindakan perbaikan ini jauh lebih baik daripada mengganti katup yang rusak. Oleh karena itu, penggantian katup biasanya sangat jarang dianjurkan.   Kebocoran dan Regurgitasi Katup Pulmonal Seperti halnya regurgitasi katup trikuspidalis, sejumlah kecil kasus regurgitasi katup pulmonal juga dapat ditemukan pada orang yang sehat. Pada kasus yang jarang, kebocoran katup jantung dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti: Peningkatan tekanan darah di dalam arteri pulmonalis (hipertensi pulmonal) Pernah melakukan tindakan pembedahan di masa kanak-kanak karena kelainan jantung berat Biasanya, tidak ada pengobatan yang diperlukan untuk mengatasi regurgitasi katup pulmonal.   Hidup Sehat Dengan Katup Jantung Bocor Setiap orang yang menderita kebocoran katup jantung akan memperoleh manfaat positif dari berolahraga secara teratur setiap hari, misalnya berjalan kaki. Akan tetapi, bagi Anda yang menderita kebocoran katup jantung yang cukup berat, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai berolahraga. Jangan merokok dan menjaga berat badan ideal sangat penting bagi orang yang menderita kebocoran katup jantung. Selain itu, pastikan Anda selalu memeriksakan keadaan kesehatan Anda setahun sekali, walaupun bila Anda tidak mengalami gejala apapun, untuk memastikan kebocoran katup jantung Anda tidak menimbulkan gangguan kesehatan lain.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd