Your browser does not support JavaScript!
 15 Nov 2014    09:00 WIB
Memilih alat kontrasepsi
Anda masih mencari metode kontrasepsi yang sesuai ? Saat ini banyak sekali metode kontrasepsi, mulai dari kondom, pil, suntik, dan lain-lain. Dengan menemukan satu metode yang cocok dengan anda, akan membuat anda lebih berkomitmen dalam menggunakannya dan anda juga merasa lebih aman saat berhubungan. Kontrasepsi hormonal Untuk mendapatkan kontrasepsi hormonal, anda memerlukan resep dokter. Alat-alat ini bekerja mirip dengan cara hormon bekerja di dalam tubuh Anda untuk mencegah pelepasan sel telur sehingga tidak bisa dibuahi oleh sel sperma. Pilihan kontrasepsi hormonal ini meliputi pil KB, suntik KB, implant. Dengan penggunaan yang disiplin dan sesuai aturan, alat kontrasepsi hormonal terbukti efektif dan dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%. Alat kontrasepsi hormonal tidak melindungi anda dari Penyakit Menulas Seksual (PMS). Sebelum menggunakan alat kontrasepsi ini Anda harus berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk memilih alat kontasepsi yang paling sesuai dan bagaimana cara pemakaiannya. Kontrasepsi barrier Sesuai dengan namanya, lat kontrasepsi ini membuat suatu “penghalang” untuk mencegah sel sperma bertemu dengan sel telur. Anda dapat dengan mudah memperoleh alat kontrasepsi ini di apotik, tanpa menggunakan resep. Kondom untuk pria adalah salah satu cara yang efektif dan murah untuk mencegah kehamilan. Saat ini kondom lateks merupakan pilihan yang baik. Kondom dari lateks lebih efektif dalam mencegah penularan penyakit seksual (PMS) dibandingkan kondom yang terbuat dari karet alam. Dengan penggunaan yang benar, kondom dapat mencegah kehamilan 80%. Kondom wanita berbentuk tabug plastic yang sebagian akan dimasukkan ke dalam vagina anda, sehinnga menciptakan suatu penghalang cairan masuk ke dalam. Kondom wanita juga dapat membantu pencegahan penyakit menular seksual. Kondom wanita efektif sekitar 80% untuk mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi lain yang bekerja dengan baik sebagai alat pencegah kehamilan, tetapi tidak melindungi Anda dari penyebaran penyakit menular seksual, misalnya spons yang diberikan zat spermisida. Zat spermatisida adalah suatu zat yang dapat membunuh sel sperma. Spons ini diletakkan didalam vagina. Anda juga dapat menggunakan zat spermatisida ini sendiri, tanpa menggunakan spon. Zat ini dapat berupa gel, krim dan busa. Spermatisida ini efektif sekitar 70%. Pilihan lain seperti diafragma (penutup serviks dan perisai serviks) hanya tersediadengan resepdokter. Diafragma merupakan karet atau silikon yang anda letakkan didalam vagina. Alat ini efektis sekitar 90% dalam mencegah kehamilan. IUD (IntraUterine Device) IUD adalah suatu perangkat kecil yang dokter atau perawat masukkan ke dalam Rahim Anda. Prosedur memasukkan IUD ini termasuk sederhana dan cepat, walaupun dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman. IUD dapat bekerja sebagai alat kontrasepsi dalam waktu yang cukup lama. IUD yang menggunakan hormon dapt bekerja dengan baik dalam waktu 5 tahun. IUD-T adalah IUD uang menggunakan tembaga sebagai spermatisida alami. IUD-T bekerja dengan baik selama 10 tahun. IUD tidak melindungi anda dari penularan penyakit seksual. IUD efektif 99% dalam mencegah kehamilan. Kontrasepsi darurat Tips untuk kontrasepsi yang efektif Agar alat kontrasepsi dapat bekerja dengan baik, anda harus menggunakannya secara benar.  Berikut adalah tips menggunakan alat kontrasepsi : - Selalu siap Jika anda aktif secara seksual, pastikan anda selalu mempunyai alat kontrasepsi. Pastikan juga ketersediaannya. - Periksa tanggal kadaluarsa Kondom alat kontrasepsi lainnya yang terbuat dari lateks atau plastik dapat rusak jika melewati masa kadaluarsa. Pil juga tidak akan dapat bekerja efektif jika sudah lewat masa kadaluarsa. - Simpan alat kontrasepsi anda secara benar Cahaya dan panas dapat merusak kondom dan menyebabakan perubahan bentuk dari alat kontrasepsi yang lain. - Ikuti petunjuknya Sumber : www.webmd.com