Your browser does not support JavaScript!
 30 Sep 2016    15:00 WIB
Obat Anti Nyeri Dapat Menimbulkan Gangguan Irama Jantung
Obat anti nyeri yang sangat populer penggunaannya saat ini terjadi dapat meningkatkan resiko timbulnya gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi. Studi terbaru yang diterbitkan di BMJ Open, Belanda, telah melakukan penelitian yang melibatkan 8.432 orang dengan usia rata-rata 69 tahun, mempunyai irama jantung yang normal pada awal dimulainya penelitian. Penelitian berlangsung selama 13 tahun dan sebanyak 87 orang mengalami atrial fibrilasi.Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi obat Anti nyeri dari golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) mengalami peningkatan resiko terkena atrial fibrilasi sebanyak 80%. Apa yang menjadi penyebab dari atrial fibrilasi memang belum jelas, tetapi teori dari peneliti adalah obat anti nyeri menyebabkan peningkatan tekanan darah dan retensi cairan. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi fungsi dari jantung. Obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) seperti ibuprofen dan aspirin juga telah lama diasosiasikan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Dr. Bruno H. Stricker, seorang profesor pharmaco-epidemiology di Erasmus University Medical Center in Rotterdam mengatakan agar orang-orang yang sudah berusia lanjut agar lebih berhati-hati saat memilih dan menggunakan obat anti nyeri. "Sebaiknya mereka tidak melakukan apa-apa untuk meredakan nyeri. Nyeri memang mengganggu, tetapi menjadi sekarat akan lebih mengganggu." Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: foxnews