Your browser does not support JavaScript!
 26 Jun 2018    13:00 WIB
Benarkah Asap Rokok Dapat Menurunkan IQ Anak-anak?
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar oleh asap rokok di dalam rumahnya mungkin memiliki IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak lain seumurannya yang tidak terpapar oleh asap rokok di rumahnya. Paparan asap rokok pada anak-anak sebenarnya telah terbukti berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti:•  Kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome/SIDS)•  Kolik•  Infeksi telinga tengah•  Memburuknya berbagai gejala asma•  Berbagai gangguan saluran pernapasan lainnya Selain berbagai gangguan kesehatan di atas, para peneliti juga menduga bahwa paparan rokok ini bersifat neurotoksik (berbahaya bagi sel-sel saraf) atau merusak sistem saraf, yang dapat mempengaruhi perkembangan intelektual dan kemampuan menganalisis pada anak-anak. Sebuah penelitian di Amerika menemukan sebuah bukti baru bahwa asap rokok memiliki dampak negatif terhadap perkembangan intelektual. Pada penelitian ini, para peneliti menggunakan suatu penanda biologis yaitu kotinin untuk mengukur berapa banyak paparan asap rokok yang dialami oleh setiap anak dan bukan hanya berdasarkan pada suatu data survei mengenai berapa paparan asap rokok di dalam suatu rumah. Penelitian ini melakukan pengamatan pada 4.399 anak-anak, yang berusia antara 6-16 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak yang memiliki kadar kotinin tertinggi menunjukkan adanya penurunan kemampuan untuk menyelesaikan soal matematika, membaca, dan kemampuan visual spasial; yang berhubungan dengan penurunan IQ mulai dari 2-5 poin. Penurunan IQ ini juga terjadi pada anak dengan paparan asap rokok terendah sekalipun. Walaupun penelitian ini masih memiliki kelemahan seperti waktu paruh kotinin yang singkat sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur kadar paparan asap rokok (nikotin) dalam jangka panjang, akan tetapi penelitian ini tetap berhasil menunjukkan bahwa paparan asap rokok dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan anak-anak. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa yang terpapar oleh asap rokok pun dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah peningkatan resiko terjadinya kanker paru sebanyak 24% dan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung koroner sebanyak 20%.Sumber: medicinenet
 04 Sep 2015    12:00 WIB
5 Bocah Jenius Paling Pintar di Dunia!
Apakah Anda pernah mendengar kisah mengenai seorang anak lelaki berusia 7 tahun di India yang bernama Kautilya Pandit? Ia dikenal sebagai google berjalan karena ia sanggup menghafal informasi dari 213 negara, yang terdiri dari jumlah penduduk, agama, mata uang, dan berbagai hal lainnya yang terkait dengan Negara tersebut. Akan tetapi, Pandit ternyata bukanlah satu-satunya anak jenius di dunia. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa anak jenius lainnya di dunia.   Gregory Smith Gregory Smith merupakan seorang anak yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 1990. Pada saat masih berusia 14 bulan, ia sudah lancar membaca. Saat duduk di bangku SMP pun ia telah berhasil mendapatkan nobel perdamaian. Selain itu, ia pun dapat mengingat semua isi buku yang pernah dibacanya. Bahkan, saat ia masih berusia 10 tahun, ia berhasil lulus ujian masuk perguruan tinggi.   Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Penurunan Kecerdasan   Priyansi Somani Priyansi Somani merupakan seorang remaja perempuan berusia 12 tahun yang lahir di India. Di India, Somani dikenal sebagai kalkulator dunia. Hal ini dikarenakan pada usianya yang begitu muda, Somani telah berhasil menjadi juara dunia lomba hitung berkali-kali. Bahkan rekor yang ada di dalam Guinness Book of Record pun dikalahkan olehnya.   Kim Ung Yong Sejak kecil, Kim Ung Yong telah menghebohkan para ilmuwan di dunia. Hal ini dikarenakan ia memiliki IQ 210 dan dapat mengingat semua buku yang pernah dibacanya saat ia masih berusia 3 tahun. Selain itu, ia pun menguasai beberapa bahasa dan dapat berbicara dengan lancar dalam berbagai bahasa tersebut sebelum ia masuk ke taman kanak-kanak. Beberapa bahasa yang berhasil dikuasainya adalah bahasa Korea, Jepang, Jerman, dan Inggris.   Selain itu, saat ia masih berada di sekolah dasar pun ia sudah mampu menjawab soal kalkulus rumit tingkat mahasiswa. Yong pun terpaksa langsung masuk ke universitas karena kecerdasannya yang berkembang dengan sangat pesat saat ia baru berusia 6 tahun. Ia pun berhasil meraih gelar doktor saat ia masih berusia 14 tahun.   Shewwyn Sarabi Saat baru saja genap berusia 1 tahun, Sarabi telah dapat mengucapkan berbagai kalimat sederhana dengan lancar. Tidak lama setelah itu, ia pun mampu menggunakan berbagai jenis gadget seperti iphone dan ipad.   Bocah lelaki yang berasal dari New York, Amerika Serikat ini bahkan dapat mengingat nama-nama 195 negara anggota PBB dan dapat menunjukkan lokasi berbagai Negara tersebut di dalam peta. Selain itu, ia juga dapat menjelaskan berbagai fungsi dari semua organ tubuh manusia dan bahkan dapat menjelaskan rasi bintang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: unikfact