Your browser does not support JavaScript!
 23 Apr 2020    13:00 WIB
Efek Samping Suntik Insulin Bagi Penderita Diabetes
Saat ini penyakit diabetes masih sangat sulit disembuhkan. Penyakit diabetes melibatkan peningkatan kadar gula darah dan penurunan produksi dari insulin. Banyak pasien diabetes baik diabetes tipe 1 maupun 2 melakukan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah didalam tubuh tetap stabil. Pasien diabetes memerlukan suntikan insulin karena produksi insulin yang terus menerus menurun. Oleh karena itu pasien diabetes memerlukan suntikan insulin untuk menstabilkan kadar gula darah dan tetap sehat. Tetapi terkadang suntikan insulin bisa juga memberikan efek, walaupun jarang terjadi. Berikut adalah beberapa efek dari pasien diabetes. Efek samping suntikan insulin: Penurunan kadar gula darah. Saat Anda mulai menyuntik insulin, maka kadar gula darah Anda akan langsung turun. Penurunan kadar gula darah dapat menimbulkan gejala berkeringat, mual atau nafas yang cepat. Jika kadar gula darah menurun dengan drastis maka bisa menyebabkan pasien pingsan Iritasi kulit atau inflamasi yang disebabkan oleh jarum suntik. Pada pasien yang harus meyuntikkan insulin sebagai pengobatan rutin maka tindakan ini bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Ketika kadar gula darah menurun, maka metabolisme juga ikut menurun. Hal ini juga bisa menyebabkan perubahan metabolik pada otak yang bisa menimbulkan gejala kejang. Kondisi ini memang jarang terjadi tetapi memerlukan penanganan dokter segera. Pusing yang disebabkan oleh penurunan kadar gula darah. Otak akan bekerja lebih lambat dan hal ini bisa menimbulkan racun ke tubuh Anda. Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) merupakan efek samping utama saat melakukan suntikan insulin. Terlalu banyak kadar insulin di dalam tubuh juga bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. Hal ini bisa menyebabkan kepala pusing, rasa melayang, kelemahan dan denyut jantung meningkat. Pada kasus yang ekstrim, suntikan insulin justru bisa menyebabkan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah). Kondisi tersebut bisa menimbulkan gejala rasa haus berlebihan, sering berkemih dan lemas Untuk beberapa pasien diabetes, suntikan insulin bisa menyebabkan alergi pada kulit dan menimbulkan gejala pembengkakan dan rasa gatal. Efek samping yang sangat jarang terjadi dari penyuntikan insulin adalah muntah, kemerahan di kulit pada daerah sekitar tempat penyuntikan, denyut jantung yang tidak stabil, penurunan konsentrasi. Kontrollah kadar gula darah Anda sealami mungkin dengan membatasi konsumsi makanan yang manis. Pemanis buatan sendiri sebenarnya bisa menimbulkan bahaya. Pastikan Anda menyuntikkan insulin 30 menit sebelum Anda makan. Anda bisa menyuntikkan insulin pada lengan, paha atau perut. Konsultasikan dengan dokter Anda bagaimana cara penyuntikan insulin dengan baik dan benar, juga bagaimana penanganan jika timbul efek samping dari pemberian insulin.  Baca juga: Tips Berolahraga Untuk Membantu Mengatasi Nyeri Saraf Akibat Diabetes Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 18 Dec 2019    08:00 WIB
Hubungan Antara Konsumsi Kopi dan Kadar Insulin
Sebuah penelitian menemukan bahwa kadar insulin tidak akan mengalami perubahan setelah Anda mengkonsumsi segelas espresso double atau single. Pada penelitian yang dilakukan di tahun 2012 ini, para peneliti melakukan pemeriksaan toleransi glukosa pada peserta penelitian, 1 jam setelah mereka mengkonsumsi espresso, baik yang mengandung kafein maupun yang tidak mengandung kafein.  Pada pemeriksaan toleransi glukosa, para peserta diminta untuk mengkonsumsi 75 gram glukosa dan diukur kadar gula darahnya dengan interval waktu tertentu selama 2 jam setelah konsumsi glukosa dilakukan.  Para peneliti juga menemukan bahwa juga tidak ditemukana danya perubahan sensitivitas insulin sebagai reaksi karena mengkonsumsi segelas espresso single atau double. Berdasarkan sebuah penelitian lainnya di tahun 2012, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi kopi (kopi hitam tanpa gula atau krim) secara teratur setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.  Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi 4-6 gelas kopi setiap harinya memiliki resiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah dibandingkan dengan peserta lain yang mengkonsumsi kurang dari 2 gelas kopi setiap harinya. Kopi yang telah melalui proses filtrasi dan tidak mengandung kafein memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan kopi yang tidak difiltrasi dan mengandung kafein. Pada sebuah penelitian lainnya di tahun 2005, para peneliti menemukan bahwa konsumsi kopi, baik yang mengandung kafein maupun yang tidak mengandung kafein tidak mempengaruhi kadar insulin seseroang.  Akan tetapi, setiap orang memiliki metabolisme insulin yang berbeda-beda. Hal inilah yang mungkin menyebabkan para peneliti sulit menentukan apakah ada suatu hubungan antara konsumsi kopi dan kadar insulin seseorang. Mengkonsumsi 5 gelas kopi, baik berkafein maupun tidak setiap harinya dapat membuat kadar gula darah 2 jam setelah makan menjadi lebih rendah. Para peneliti menduga bahwa asam klorogenik yang terdapat di dalam kopilah yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah ini. Akan tetapi, mengkonsumsi kopi sebelum makan dapat mengganggu hasil pemeriksaan toleransi glukosa. Sebuah penelitian lainnya di tahun 2008 menemukan bahwa mengkonsumsi kopi berkafein bersamaan dengan makanan mungkin dapat meningkatkan sekresi insulin, tetapi dapat menurunkan sensitivitas insulin. Pada penelitian ini, para peserta diminta untuk mengkonsumsi kopi berkafein sebanyak 5 mg/kgBB dalam waktu 1 jam sebelum makan, terlepas dari indeks glikemik makanan yang akan dikonsumsi (indeks glikemik tinggi maupun rendah).  Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi kopi berkafein sebelum mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan sekresi insulin sebanyak 40% dibandingkan dengan mengkonsumsi kopi tanpa kafein sebelum mengkonsumsi makanan yang sama.  Mengkonsumsi kopi berkafein sebelum mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah menyebabkan peningkatan sekresi insulin sebanyak 36% dibandingkan dengan saat mengkonsumsi kopi tanpa kafein sebelum mengkonsumsi makanan yang sama. Oleh karena itu, para peneliti pun berkesimpulan bahwa kopi berkafein mungkin dapat memicu terjadinya resistensi insulin.   Sumber: healthyeating.sfgate
 17 Dec 2019    08:00 WIB
Pengobatan Diabetes Tipe 1
Diagnosa diabetes, baik tipe 1 maupun 2 dapat ditentukan melalui pemeriksaan kadar gula darah. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah yang abnormal (tinggi) baik kadar gula darah puasa maupun sewaktu dan mengalami berbagai gejala diabetes, maka diagnosa diabetes pun mulai dipertimbangkan. Pemeriksaan darah lainnya untuk membantu menentukan diagnosa diabetes adalah pemeriksaan kadar HbA1C, yang merupakan suatu nilai rata-rata kadar gula darah anda selama 2-3 bulan terakhir.InsulinSetiap penderita diabetes tipe 1 harus menerima suntikan insulin untuk membantu tubuh memproses gula di dalam darah. Sebagian besar penderita diabetes tipe 1 memakai pompa insulin yang harus disuntikkan beberapa kali sehari. Dokter anda dapat membantu menentukan berapa banyak insulin yang harus disuntikkan setiap kalinya berdasarkan pada hasil pemeriksaan kadar gula darah. Tujuan pengobatan ini adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam rentang normal sesering mungkin Tanda-tanda Adanya Reaksi InsulinWalaupun insulin dapat sangat membantu penderita diabetes, akan tetapi penggunaannya pun membutuhkan perhatian ekstra. Jika seseorang menyuntikkan terlalu banyak insulin, maka kadar gula darah dapat sangat rendah yang dapat membahayakan jiwa orang tersebut. Keadaan ini disebut dengan reaksi insulin (rendahnya kadar gula darah akibat penggunaan insulin yang berlebihan). Gejala reaksi insulin ini bervariasi, mulai dari ringan, sedang, dan berat; tergantung pada seberapa rendah  kadar gula darah anda dan berapa lama kadar gula darah yang rendah ini telah berlangsung.Beberapa gejala rendahnya kadar gula darah yang dapat ditemukan adalah:•  Merasa sangat lelah•  Terlalu sering menguap•  Penurunan kesadaran ringan (merasa bingung sedang berada di mana)•  Penurunan koordinasi•  Berkeringat•  Kedutan otot•  Kulit pucatBerbagai gejala di atas dapat bertambah berat dan menyebabkan terjadinya kejang, penurunan kesadaran, dan bahkan kematian. Cara Mengatasi Reaksi InsulinUntuk mengatasi reaksi insulin, penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1 disarankan untuk selalu membawa sekitar 15 gram karbohidrat kerja cepat. Karbohidrat kerja cepat adalah makanan atau minuman yang mengandung gula yang dapat diserap oleh tubuh dengan cepat, seperti jus buah, minuman bersoda non diet, permen, kismis (2 sendok teh), satu gelas susu, atau 3 tablet glukosa. Berbagai jenis karbohidrat di atas mungkin dapat mengatasi reaksi insulin ringan hingga sedang. Untuk mengatasi reaksi insulin berat diperlukan pemberian suntikan glukagon pada kulit sebagai pertolongan pertama dan harus segera mencari pertolongan medis.Transplantasi Sel Islet PankreasTransplantasi sel islet pankreas diindikasikan pada beberapa penderita diabetes yang tidak membaik dengan pemberian insulin atau memiliki suatu reaksi alergi terhadap insulin yang disuntikkan. Akan tetapi, transplantasi sel islet pankreas ini masih dalam tahap percobaan. Tindakan ini meliputi transplantasi sel penghasil insulin yang sehat dari donor ke dalam pankreas penderita diabetes tipe 1. Walaupun memiliki manfaat yang baik, tindakan ini juga memiliki efek samping berupa efek samping berat berbagai jenis obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan terhadap sel-sel donor. Selain itu, sel-sel penghasil insulin yang ditransplantasikan ini mungkin hanya dapat berfungsi selama beberapa tahun.Apakah Pengobatan Anda Berhasil?Untuk menentukan keberhasilan pengobatan diabetes anda, maka dapat dilakukan pemeriksaan kadar HbA1C, yang dapat melihat apakah kadar gula darah anda cukup terkendali selama sekitar 2-3 bulan terakhir. Jika kadar HbA1C tinggi, maka hal ini berarti bahwa kadar gula darah anda belum terkendali dengan baik, sehingga diperlukan penyesuaian dosis insulin, perubahan pola makan, dan atau aktivitas fisik untuk menurunkan kadar gula darah anda.Sumber: medicinenet
 08 Jan 2019    11:00 WIB
Suplemen Zinc Baik Untuk Kencing Manis
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zinc merupakan elemen yang penting untuk penderita kencing manis. Zinc biasanya terikat dengan insulin dan membantu meningkatkan kontrol gula darah pada penyakit kencing manis tipe I (tergantung insulin) dan penyakit kencing manis tipe II (tidak tergantung insulin). Zinc terlibat dalam metabolisme gula dan merangsang produksi insulin. Sehingga Zinc dapat membantu untuk penderita kencing manis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jayawardena mengenai efek Zinc untuk penderita kencing manis yang diterbitkan dalam Jurnal "Diabetology and Metabolic Syndrome". Para ahli menyatakan bahwa zinc memberikan efek penurunan yang signifikan kepada tekanan darah sistolik dan diastolik. Suplemen zinc efektif dalam mengendalikan kadar gula dalam darah dan meningkatkan kolesterol HDL.   Kebutuhan tubuh akan zinc meningkat sesuai dengan pertambahan usia. Dengan meningkatkan asupan vitamin dan zinc, Anda dapat meningkatkan produksi insulin Anda dan mempertahankan kadar normal gula darah Anda. Sumber zinc adalah ikan, ayam, kuning telur, keju, biji-bijian, dll Para peneliti menyarankan apabila Anda menderita kencing manis, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum konsumsi suplemen zinc. Karena suplemen ini tidak berfungsi untuk menggantikan obat kencing manis yang biasa diresepkan dokter namun sebagai pendamping untuk membantu dalam pengobatan kencing manis Sumber: medindia
 15 Apr 2018    16:00 WIB
Fakta Mengenai Diabetes Tipe 1
Ada dua tipe dari diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Walaupun keduanya dapat diterapi dengan obat-obatan dan insulin, diabetes tipe 1 bisa lebih berbahaya dibandingkan diabetes tipe 2.   Berikut adalah beberapa fakta mengenai diabetes tipe 1 yang harus Anda ketahui: Diabetes tipe 1 merupakan jenis penyakit autoimunPada kasus diabetes tipe 1, pankreas berhenti memproduksi insulin, yaitu hormon yang membantu Anda mendapatkan energi dari makanan yang Anda konsumsi. Pankreas mempunyai sel yang memproduksi insulin yang disebut sel beta dan ketika sistem imunitas tubuh menyerang sel ini, maka Anda akan terkena dibetes tipe 1. Tidak ada penyebab pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi dan sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat mengobati dengan tuntas. Faktor genetik dan lingkungan mempunyai peranan penting dalam menyebabkan penyakit ini. Tidak seperti diabetes tipe 2, diabetes tipe 1 tidak disebabkan oleh pola makan ataupun gaya hidup Anda.   Bisa menyerang siapa sajaKarena diet dan gaya hidup tidak memiliki pengaruh apapun terhadap penyakit ini, siapa saja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa dapat terkena penyakit ini. Seseorang yang terdiagnosa diabetes tipe 1 harus bergantung pada insulin seumur hidupnya. Setiap keterlambatan pemberian insulin akan mendatangkan konsekuensi yang mematikan.   Merupakan penyakit yang sangat sulit untuk ditanganikarena ketergantungan seorang penderita diabetes tipe 1 terhadap insulin, dosis pemberian insulin bisa menjadi sangat tinggi. Terkadang pemberian insulin harus melalui jalur infus atau dengan melakukan suntikan berkali-kali. Setiap hari membutuhkan perjuangan yang konstan dan perhatian yang penuh. Kekurangan insulin dapat menyebabkan kadar gula darah menurun drastis atau naik sangat tinggi dan menimbulkan reaksi fatal.   Tanda dan gejala banyak menyerupai diabetes tipe 2Selalu merasa kehausan, buang air kecil sering, pusing, rasa melayang, peningkatan nafsu makan, penurunan berat badan yang tiba-tiba, bau aseton, sering tidak sadar, adalah beberapa gejala dari diabetes tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 tidak dapat disembuhkan oleh insulin dan perawatannya juga dapat sangat menyulitkan bagi keluarga karena akan sering berhubungan dengan unit gawat darurat dan perawatan intensif. Dengan obat-obatan dan perawatan yang sesuai, penderita diabetes tipe 1 dapat hidup secara normal walaupun memang akan membutuhkan banyak kerja keras dan usaha.   Sumber: magforwomen
 14 Nov 2017    12:30 WIB
6 Mitos yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes
Diabetes adalah kondisi kesehatan dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah cukup untuk mengabsorpsi glukosa dari makanan yang dikonsumsi. Ada dua tipe diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin sama sekali dan diabetes tipe 2 terjadi ketika produksi insulin tidak mencukupi kebutuhan. Saat ini jumlah penderita diabetes semakin meningkat di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama dari kematian. Jumlah orang yang meninggal karena disebabkan oleh diabetes lebih banyak dibandingkan angka kematian yang disebabkan HIV dan serangan jantung jika digabungkan. Walaupun sudah banyak orang menderita diabetes, masih banyak mitos yang beredar mengenai penyakit ini.   Berikut adalah beberapa mitos yang beredar mengenai diabetes: 1.  Diabetes bukanlah penyakit yang seriusBanyak orang salah karena percaya bahwa diabetes bukanlah penyakit yang serius. Hal ini menyebabkan orang-orang tersebut tidak peduli untuk mengontrol kadar gula darahnya. Kondisi diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kondisi serius seperti penyakit jantung dan bagian tubuh yang lainnya. Diabetes merupakan penyakit yang kronik yang membutuhkan pemeriksaan yang teratur. 2.  Diabetes dapat mengakhiri hidup AndaBanyak orang yang terlalu takut jika berbicara mengenai diabetes dan berpikir jika diabetes dapat menyebabkan kematian. Dengan obat-obatan yang baik, alat pemeriksaan gula darah yang mudah digunakan, dan juga tersedia alat suntik insulin yang mudah digunakan jika memang diperlukan, dengan alat-alat tersebut diabetes akan dengan mudah dikendalikan. 3.  Berat badan berlebih menjadi penyebab utama diabetesHal ini tidak selalu benar. Walaupun obesitas dapat menyebabkan diabetes tetapi tidak semua orang obesitas menderita diabetes. Diabetes lebih bersifat diturunkan. Berat badan berkurang atau berlebih tidak menentukan apakah orang tersebut akan menderita diabetes atau tidak dikemudian hari, bahkan banyak orang kurus menderita diabetes. 4.  Diet yang tidak baik dapat menyebabkan diabetesDiet tinggi gula memang dapat meningkatkan resiko terkena diabetes, tetapi jika Anda memang tidak memiliki faktor penyebab lain dari penyakit diabetes maka diet sendiri tidak dapat menyebabkan diabetes. 5.  Untuk semua penderita diabetes, jika Anda tidak memperbaiki kadar gula darah maka akan membutuhkan terapi insulinTidak semua penderita diabetes membutuhkan suntikan insulin. Perlu tidaknya insulin bergantung pada penyakit yang dederita. Diabetes tipe2 dapat dengan mudah dikontrol dengan obat-obatan, diet dan olahraga. 6.  Saat Anda menderita diabetes maka Anda tidak dapat melakukan olahraga Hal ini sangat tidak benar. Sebaliknya saat Anda menderita diabetes Anda justru memerlukan banyak olahraga. Saat kadar gula darah dan insulin tidak seimbang, tubuh Anda akan lemah dan bisa menyebabkan pingsan dan hal ini sering membuat Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat melakukan olahraga. Sumber: magforwomen
 04 Dec 2016    18:00 WIB
Sekilas Info Seputar Insulin Inhaler
BPOM Amerika baru saja menyetujui suatu jenis terapi insulin baru yaitu insulin inhaler bagi para penderita diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. BPOM Amerika menyatakan bahwa obat ini aman dan efektif digunakan setelah melakukan pengamatan pada sekitar 3.000 orang penderita diabetes, yang terdiri dari 1.000 orang penderita diabetes tipe 1 dan 2.000 orang penderita diabetes tipe 2. Insulin inhaler yang lebih dikenal sebagai afrezza ini merupakan suatu jenis insulin kerja cepat, yang dapat dikonsumsi sebelum makan atau segera setelah mulai makan. Akan tetapi, insulin inhaler ini tidak dapat menggantikan insulin kerja lambat (insulin yang disuntikkan).   Apa Perbedaannya Dengan Insulin Lainnya? Karena dihirup, maka insulin inhaler ini dapat diserap lebih cepat daripada jenis insulin lainnya. Insulin jenis ini hanya membutuhkan waktu selama 15-20 menit untuk mencapai kadar puncaknya pada aliran darah. Insulin yang disuntikkan sebelum makan biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai kadar puncaknya di dalam darah. Insulin inhaler ini pun lebih cepat dikeluarkan dari dalam tubuh dibandingkan dengan insulin suntik. Akan tetapi, karena cepat diserap dan cepat mencapai kadar puncaknya, obat ini pun akan habis dikeluarkan dari dalam tubuh dalam waktu 2-3 jam. Pada sebuah penelitian singkat (6 bulan), para ahli membandingkan kerja insulin inhaler ini dengan insulin suntik kerja cepat pada lebih dari 500 pasien diabetes tipe 1. Kedua jenis insulin ini dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, akan tetapi para ahli menemukan bahwa insulin inhaler lebih jarang menyebabkan terjadinya penurunan kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia) yang merupakan komplikasi penggunaan insulin. Selain itu, penggunaan insulin inhaler ini juga membuat berat badan penderita naik lebih sedikit dibandingkan insulin jenis lainnya. Hal ini diduga karena singkatnya lama obat tinggal di dalam tubuh. Pada sebuah penelitian lainnya, para peneliti menemukan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang kadar gula darahnya masih tidak dapat dikendalikan dengan baik dengan hanya menggunakan obat-obatan oral menjadi lebih baik bila juga menggunakan insulin inhaler ini sebelum makan.   Apa Efek Sampingnya? Pada saat percobaan, efek samping tersering dari insulin inhaler ini adalah kadar gula darah rendah (hipoglikemia), batuk, dan nyeri atau iritasi tenggorokan. Selain itu, ada peringatan bahwa obat ini dapat menyebabkan sesak napas mendadak (bronkospasme akut). Obat ini sebaiknya tidak digunakan oleh orang yang menderita asma atau penyakit paru obstruktif kronik atau perokok. Obat ini juga tidak dapat digunakan untuk mengatasi ketoasidosis diabetikum (suatu komplikasi berat dari diabetes akibat tingginya kadar keton di dalam darah). BPOM Amerika masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi apakah obat ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru.   Sumber: webmd
 12 Sep 2016    18:00 WIB
Bahaya Dari Kadar Gula Darah Yang Rendah
Kadar gula darah yang rendah atau dikenal sebagai hipoglikemia dapat menjadi kondisi yang berbahaya. Kadar gula darah yang rendah dapat terjadi pada seseorang dengan diabetes dan mengkonsumsi obat yang dapat meningkatkan kadar insulin didalam tubuh. Terlalu banyak mengkonsumsi obat tersebut, melewatkan waktu makan, makan lebih sedikit daripada biasa atau berolahraga lebih keras dibandingkan biasanya dapat menyebabkan penurunan dari kadar gula darah.  Gula darah dikenal dengan nama glukosa. Tanpa glukosa yang cukup, tubuh Anda tidak akan berfungsi dengan normal. Kadar gula darah Anda dianggap rendah jika lebih rendah dari 70mg/dl. Sangat penting untuk melakukan tindakan untuk mengatasi kadar gula darah yang rendah. Gejala dari kadar gula darah rendah Gejala dari hipoglikemia dapat terjadi tiba-tiba, misalnya: Pandangan kabur Denyut jantung cepat Perubahan mood yang tiba-tiba Gugup Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan Kulit pucat Nyeri kepala Kelaparan Gemetar Berkeringat Kesulitan untuk tidur Kesemutan Sulit untuk berpikir jernih atau untuk berkonsentrasi Kehilangan kesadaran Jika Anda tidak memiliki kewaspadaan terhadap hipoglikemia, kondisi diatas dapat menjadi pengingat Anda jika kadar gula darah Anda turun. Jika kadar gula darah Anda turun dengan cepat, mungkin Anda tidak akan mengelami gejala diatas, Anda bisa akan langsung pingsan, mengalami kejang dan bahkan jatuh koma. Jika kadar gula darah Anda sangat rendah, maka ini adalah kondisi yang sangat serius. Jika Anda mengetahui seseorang dalam keadaan diabetes dan dia mengalami gejala diatas, Anda bisa menolong dia dengan memberikan 15 gram karbohidrat, misalnya seperti: Setengah cangkir jus atau soda Satu sendok teh madu 4-5 keping crackers  3-4 buah permen atau tablet glukosa Satu sendok teh gula  Baca juga: Kadar Gula Darah Rendah? Hindari Makanan Berikut Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthline