Your browser does not support JavaScript!
 18 Feb 2021    13:00 WIB
Lima Penyebab Vagina Selalu Basah
Suka ngerasa vaginamu selalu basah? Padahal kondisimu bukan habis buang air kecil, enggak keputihan juga enggak lagi terangsang? Jangan khawatir dulu ya, Ladies. Terkadang hal ini normal, karena vagina memang butuh pelumasan agar tidak kering dan infeksi. Berikut ini lima penyebab yang bikin vaginamu basah. Simak yuk! Hormon Ketika hormon esterogen tinggi, biasanya produksi cairan pada vagina menjadi lebih banyak. Jadi enggak heran kalau kamu ngerasa vaginamu menjadi lebih basah. Untuk mengatasinya, kamu bisa makan-makanan yang rendah esterogen dulu ya, seperti sayuran brokoli, kol, kangkung, jamur dan buah anggur. Baca juga: Lima Fakta Tentang Vagina, Wanita Wajib Tahu Fistula Fistula adalah kondisi ketika saluran kandung kemih dan vagina menjadi terhubung. Saat kamu ingin pipis, airnya keluar dari vagina sehingga vagina menjadi terasa basah terus-menerus. Fistula sendiri bisa menutup sendirinya. Namun, fistula terkadang juga butuh penanganan dokter. Beberapa kasus harus dilakukan operasi agar bisa ditutup dengan sempurna. Pelvic Congestion Ini adalah kondisi yang mirip seperti varises pada kaki. Dengan kata lain, pembuluh vena dalam panggul kita membengkak, sehingga panggul menjadi lebar dan menekan daerah lain, seperti usus, ovarium, rahim, hingga kandung kemih. Karena kondisi itu, maka biasanya vagina akan lebih sering mengeluarkan cairan karena terstimulasi terus dari dalam tubuh. Pelvic Organ Prolapse Penyakit ini bisa terjadi karena otot yang menyokong organ di sekitar panggul melemah, sehingga organ-organ tersebut jadi menekan bagian rahim, kandung kemih, hingga dubur. Uterus Fibroids Ini adalah kondisi saat adanya tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Tumor ini bisa hanya kecil atau sebesar bola. Kondisi tumor yang menekan bagian usus dan kandung kemih inilah yang menyebabkan vagina menjadi selalu basah. Baca juga: Jaga Kesehatan Vagina dengan Tips Berikut Ini Sumber: Grid
 27 Jan 2021    19:00 WIB
Bau Tak Sedap pada Miss V? Ini Penyebabnya
Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami gangguan yang satu ini, yaitu bau tidak sedap pada daerah kemaluan. Bau tidak sedap pada daerah kemaluan ini dapat membuat seorang wanita merasa malu, frustasi, dan bahkan jijik pada dirinya sendiri. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal yang paling sering menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. 1.      Vaginosis Bakterial Walaupun terdengar menakutkan, akan tetapi vaginosis bacterial sebenarnya merupakan hal yang sangat sering terjadi. Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. Setiap vagina sebenarnya dipenuhi oleh flora alami (bakteri yang memang umum ditemukan pada vagina) dan vaginosis bakterial sebenarnya terjadi akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri. Menurut seorang dokter spesialis kandungan, sebagian besar wanita yang masih berada pada usia produktif biasanya pasti akan mengalami vaginosis bakterial ini setidaknya satu kali. Sampai saat ini, para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti dari vaginosis bakterial, akan tetapi seks yang tidak aman dan seringnya membersihkan daerah kewanitaan dengan berbagai pembersih vagina yang dijual secara bebas dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Selain bau tidak sedap, vaginosis bakterial biasanya juga menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan adanya cairan yang keluar dari dalam vagina. Beberapa kasus vaginosis bakterial dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk berobat ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotika. 2.      Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan penyebab paling sering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Gejalanya biasanya hampir sama dengan vaginosis bakterial, akan tetapi pada infeksi jamur gejala biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dan kental dari dalam vagina. Untuk mengatasi infeksi jamur, tidak diperlukan pemberian antibiotik. Infeksi jamur biasanya diatasi dengan pemberian obat anti jamur. 3.      Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan adalah klamidia dan gonorea. Keduanya dapat diobati dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius bila tidak diobati. Akan tetapi, keduanya seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kuning seperti nanah dari kemaluan, serta bau tidak sedap. 4.      Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul terjadi saat bakteri, biasanya yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual, masuk ke dalam vagina dan sampai ke rahim. Penyakit radang panggul seringkali merupakan tahap akhir dari penyakit menular seksual yang tidak terdiagnosa seperti klamidia. Penyakit radang panggul biasanya tidak terdiagnosa hingga Anda mengalami nyeri kronik atau sulit hamil karena seringkali tidak bergejala. Jika bergejala, penyakit radang panggul biasanya menyebabkan timbulnya nyeri panggul, bau tidak sedap pada daerah kemaluan, keluarnya cairan dari dalam vagina dalam jumlah banyak, demam, merasa sangat lelah, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri saat buang air kecil. Penyakit radang panggul dapat diatasi dengan pemberian antibiotika, akan tetapi dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut yang akan menimbulkan efek permanen seperti nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik. 5.      Kurangnya Kebersihan Pada Daerah Kemaluan Kurangnya kebersihan pada daerah kemaluan juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap harinya. Karena pada daerah kemaluan terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat, maka merupakan hal yang normal bila daerah tersebut berbau tidak sedap bila jarang dibersihkan. Bersihkanlah daerah kemaluan Anda dengan sabun ringan yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi pada daerah sensitif Anda tersebut dan menimbulkan terjadinya berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Pastikan Anda selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi seharian. Hindarilah penggunaan berbagai jenis pembersih daerah kewanitaan, spray, pakaian, dan krim yang berfungsi untuk membuat daerah kewanitaan menjadi super bersih karena mereka justru dapat menimbulkan berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Hal ini dikarenakan berbagai pembersih tersebut berfungsi untuk menyingkirkan berbagai bakteri, yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Berbagai pewangi yang terdapat di dalamnya juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kemaluan. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun untuk membuat daerah kewanitaan tetap kering sepanjang hari karena katun dapat menyerap keringat. Sumber: sheknows
 21 Jan 2021    15:00 WIB
Sensasi Terbakar di Area Vagina, Apa Penyebabnya?
Sensasi terbakar di sekitar area vagina merupakan keluhan yang relatif umum. Ada banyak penyebab luka bakar pada vagina, termasuk iritan, penyakit menular seksual, dan menopause. Setiap penyebab memiliki gejala dan bentuk pengobatannya sendiri. 1. Iritasi Hal-hal tertentu dapat mengiritasi kulit vagina jika bersentuhan langsung dengannya. Ini dikenal sebagai dermatitis kontak. Iritan yang dapat menyebabkan dermatitis kontak termasuk sabun, kain, dan parfum. Selain rasa terbakar, tanda dan gejala lain termasuk: gatal parah, kementahan, pedas, rasa sakit. Bentuk utama pengobatan iritasi adalah menghindari apa pun yang menyebabkan iritasi. Menghindari iritasi dan tidak gatal pada area memungkinkan kulit sembuh. Terkadang, seseorang mungkin memerlukan obat. 2. Bakteri vaginosis Bacterial vaginosis (BV) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika terdapat terlalu banyak jenis bakteri tertentu di dalam vagina, yang memengaruhi keseimbangan normal area tersebut. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), BV adalah infeksi vagina paling umum pada wanita berusia 15 hingga 44 tahun. Salah satu gejala BV adalah sensasi terbakar di vagina, yang juga bisa terjadi saat buang air kecil. BV tidak selalu menimbulkan gejala. Jika ya, gejalanya juga bisa meliputi: keputihan putih atau abu-abu, rasa sakit, gatal, bau seperti ikan yang kuat, terutama setelah berhubungan seks. Memiliki BV dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit menular seksual (PMS), jadi jika ada yang mengalami gejala BV, harus memeriksakan diri dan dirawat oleh dokter. Perawatan untuk kondisi ini sering kali melibatkan antibiotik. 3. Infeksi jamur Infeksi pada vagina yang disebabkan oleh jamur dapat menyebabkan sensasi terbakar. Istilah medis untuk ini adalah kandidiasis, dan ini juga dikenal sebagai sariawan. Gejala terkait meliputi: gatal, rasa sakit, sakit saat berhubungan seks, rasa sakit atau ketidaknyamanan saat buang air kecil, keluarnya cairan dari vagina. Banyak wanita terkena infeksi jamur, tetapi beberapa wanita lebih mungkin terkena infeksi jika mereka: sedang hamil, menggunakan kontrasepsi hormonal, menderita diabetes, memiliki sistem kekebalan yang terganggu, baru saja diminum, atau sedang minum antibiotik. Perawatan biasanya berupa obat antijamur, yang dapat dioleskan oleh wanita secara langsung dalam bentuk krim atau diminum sebagai kapsul. 4. Infeksi saluran kemih Bagian saluran kemih yang berbeda dapat terinfeksi, termasuk kandung kemih, uretra, dan ginjal. Seorang wanita dengan infeksi saluran kemih (ISK) kemungkinan akan merasa terbakar di vagina saat buang air kecil. Gejala lain dari ISK meliputi: ingin buang air kecil tiba-tiba atau lebih sering, nyeri saat buang air kecil, urin berbau atau keruh, darah dalam urin, nyeri di perut bagian bawah, merasa lelah atau tidak enak badan. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Secara umum, infeksi akan sembuh dalam waktu sekitar 5 hari setelah memulai pengobatan antibiotik. Resep ulang mungkin diperlukan jika infeksi kembali. 5. Trikomoniasis Juga dikenal sebagai trich, itu adalah PMS paling umum di Amerika Serikat. Trikomoniasis disebabkan oleh parasit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain selama hubungan seksual. Hanya sekitar 30 persen penderita trich yang menunjukkan gejala apa pun. Selain sensasi terbakar di vagina, gejala ini mungkin termasuk: gatal, kemerahan, atau nyeri, ketidaknyamanan saat buang air kecil, keputihan yang bisa bening, putih, kuning, atau hijau dan dengan bau amis. Trikomoniasis diobati menggunakan metronidazole atau tinidazole, yaitu pil yang diminum. Baca juga: Vaginitis, Infeksi pada Vagina Sumber: Medical News Today
 16 Jan 2021    13:00 WIB
5 Gejala Sifilis Pada Wanita
Sifilis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Penyakit ini menular melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi. Hubungan seksual yang dimaksud bisa berupa seks vaginal, anal dan juga oral. Penyakit ini juga bisa menular melalui darah. Sebagian penderita sifilis tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Agar Anda lebih waspada, berikut adalah beberapa gejala sifilis pada wanita: Luka, tapi tidak sakit Tahap permata sifilis berlangsung dalam waktu 3-6 minggu setelah terinfeksi, dimana biasanya terdapat luka di organ intim wanita tapi tidak terlihat dan juga tidak menimbulkan rasa sakit. Biasanya ada beberapa luka di satu area yang sama dan bentuknya terlihat seperti jerawat namun di dalamnya berisi cairan. Demam, kelenjar getah bening membengkak Demam merupakan suatu tanda tubuh Anda terinfeksi oleh bakteri atau virus. Gejala sifilis pada wanita juga ditandai dengan demam yang tidak terlalu tinggi. Selain demam yang terjadi selama beberapa hari, gejala lainnya adalah kelenjar getah bening di sekitar leher terasa membengkak. Rambut rontok Kerontokan rambut memang bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari perubahan hormon, konsumsi obat-obatan tertentu dan juga kondisi medis. Jika Anda sudah mengalami beberapa gejala sifilis dan Anda mengalami kerontokan rambut, hal itu dapat memperkuat dugaan Anda telah terinfeksi bakteri treponema pallidum. Penurunan berat badan Jangan terlalu senang dulu ketika mengetahi berat badan Anda turun. Pasalnya, gejala sifilis tahap kedua biasanya disertai penurunan berat badan. Walau penurunannya tidak signifikan, namuan penderita sifilis akan mengalami sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan hebat. Penglihatan kabur Infeksi sifilis tahap ketiga akan membuat bakteri mempengaruhi saraf optik pada otak. Gejala itu membuat penglihatan menjadi kabur dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.  Baca juga: Kebutuhan Nutrisi untuk Wanita Usia 20 hingga 40 Tahun
 12 Jan 2021    19:00 WIB
Vaginitis, Infeksi pada Vagina
Apa itu vaginitis ? Ini ialah infeksi yang terjadi pada vagina dalam wujud keputihan. Data menunjukan bahwa 7 dari 10 wanita pernah mengalami keputihan karena area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya, dan 5 % mengalami infeksi berulang. Apa dampaknya? Kondisi ini bisa membuat kamu tidak nyaman beraktivitas, tidak percaya diri sampai aktivitas seksual jadi terganggu. Seperti dikutip dari Herworld menurut Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, dr. Mery Sulastri, banyak wanita yang memiliki keluhan keputihan, hanya mengira keputihan itu hanya satu jenis saja. Padahal keputihan ada tiga jenisnya, yakni jamur, trikomonas, dan bakteri. Dan tiga jenis sumber keputihan memunculkan keluhan yang berbeda, dan berbeda pula cara mengatasinya. Berikut penjelasannya. Keputihan akibat bakteri Keputihan karena bakteri biasanya muncul bau amis dan muncul bau tak sedap. Jika di bawa ke aktivitas seksual akan memunculkan rasa nyeri. Keputihan akibat jamur Ini hal yang sudah umum dirasakan wanita. Ciri keputihan yang diakibatkan jamur ialah warna putih susu, kental, dan disertai dengan gatal yang dominan. Jenis keputihan ini biasanya muncul karena wanita kurang menjaga kebersihan Miss V-nya. Keputihan akibat trikomonas Trikomoniasis ialah penyakit menular seksual yang muncul karena paparan bernama Trichomonas vaginalis. 70 % penderita tidak muncul gejala apapun. Dan yang khas dari keputihan trikomonas itu warna keputihan kuning kehijauan. Keputihan apa yang paling banyak wanita alami? Keputihan akibat bakteri, kata dokter Merry. Hal itu bisa terjadi karena area kelembapan di area yang tinggi.  "Biasanya, saat sedang haid tuh. Kan gampang banget lembap area Miss V. Efeknya, bikin muncul bau yang tak sedap," jelasnya. Baca juga: Otot Vagina Kencang, Hati-hati Vaginismus
 12 Jan 2021    11:00 WIB
Lakukan Hal Ini Agar Kesehatan Vagina Terjaga
Pastikan pasangan mengganti kondom saat mengubah posisi bercinta dari oral ke vaginal sex (atau sebaliknya). Langkah ini dapat menghindari Anda dari bakteri yang akan masuk ke organ intim. Hindari pemakaian celana yang terlalu ketat. Pakaian jenis ini hanya akan membuat area intim jadi lebih lembab sehingga lebih rawan akan infeksi jamur. Cuci dengan hati-hati. Saat mandi, bersihkan vulva Anda menggunakan sabun yang lembut. Tak perlu khawatir, area vagina Anda bisa membersihkan bagiannya sendiri. Hindari juga menyemprotkan air atau cairan lain secara langsung ke dalam vagina. Hal ini bisa mengurangi level pH sehingga membuat Anda rentan akan infeksi jamur. Lakukan diet yang aman bagi vagina. Konsumsi lebih banyak makanan yang tinggi akan vitamin A seperti tahu, soya, dan flaxseed untuk menghindari vagina yang terlalu kering. Yoghurt juga bisa menjadi pilihan tepat karena memiliki lactobacillus yang mampu menunda infeksi kandung kemih. Buang air kecil setelah bercinta. Ini merupakan cara terbaik untuk menghindari UTI (infeksi di saluran kemih) karena mampu membuang bakteri yang ada. Lakukan check-up rutin ke dokter untuk pemeriksaan Pap smearsaat Anda berusia 21 tahun atau telah aktif secara seksual. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan satu kali setiap tiga tahun hingga menginjak usia 65 tahun. Hindari penggunaan panty liner. Meski fungsinya yang cukup membantu, menggunakan panty liner terlalu lama hanya akan mengunci keputihan Anda dalam satu tempat hingga melembapkan area vagina. Bukan tak mungkin Anda akan terkena infeksi jamur akibat hal ini. Baca juga: Lima Penyebab Vagina Selalu Basah Sumber: Herworld
 09 Jan 2021    13:00 WIB
Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
Banyak yang menganggap bahwa berhubungan seks saat menstruasi dapat mencegah kehamilan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Meski kemungkinannya kecil, Anda bisa saja hamil apabila hubungan seks dilakukan saat sedang haid. Risiko kehamilan akan lebih besar bila hubungan seks dilakukan selama ovulasi, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Namun durasi siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, dan dapat berubah setiap bulannya. Pertimbangkan pula bahwa sperma yang telah masuk ke rahim dapat bertahan hidup hingga sekitar lima hari.  Jika Anda memiliki siklus haid yang pendek (misalnya, 21-24 hari) dan mengalami ovulasi segera setelah selesai haid, kemungkinan hamil akan lebih tinggi. Apa alasannya? Pasalnya, ada kemungkinan sel telur akan keluar saat sperma masih bertahan dalam saluran reproduksi Anda. Lalu, pembuahan pun bisa berlangsung. Selain masih berpeluang hamil, berhubungan seks saat menstruasi juga dapat menimbulkan risiko, apa saja itu? TERTULAR PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Berhubungan seks saat haid membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit menular seksual. Infeksi menular seksual yang berkaitan dengan haid adalah jenis yang ditularkan melalui darah, seperti HIV dan hepastitis. Wanita berisiko terkena penyakit menular seksual apabila pasangannya positif mengidap infeksi menular seksual, kemudian mereka melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Pasalnya, leher rahim akan sedikit terbuka selama masa haid. Kondisi ini memungkinkan kuman lebih mudah untuk memasukinya. Baca juga: Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan! TERKENA INFEKSI JAMUR Vagina memiliki kadar pH (indikator tingkat asam atau basa) antara 3,8 hingga 4,5 setiap bulannya. Namun selama menstruasi, kadar pH dapat meningkat akibat pH darah menjadi lebih tinggi. Inilah yang dapat menyebabkan jamur atau ragi berkembang lebih cepat di vagina. Gejala infeksi jamur pada vagina cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi. Jadi, apabila hubungan seksual dilakukan selama waktu tersebut, gejala bisa saja bertambah parah. Meski begitu, infeksi jamur ketika bercinta saat haid masih memerlukan penelitian yang lebih luas agar hasilnya akurat. Berikut ini adalah tips aman berhubungan seks ketika sedang menstruasi: - Lakukan saat volume darah menstruasi berkurang - Bercinta di kamar mandi - Pastikan pasangan menggunakan kondom Meski begitu, Anda sebaiknya tetap berhati-hati agar penetrasi tidak terlalu dalam. Hal ini karena Penetrasi yang terlalu dalam dapat menyentuh leher rahim (serviks). Pasalnya, posisi serviks akan lebih rendah dan lebih sensitif saat wanita datang bulan sehingga rasa nyeri bisa saja muncul. Beri tahu pasangan Anda apabila seks mulai memicu rasa sakit atau tidak nyaman. Kemudian, Anda dan pasangan bisa melanjutkan bercinta dengan lebih perlahan-lahan. Baca juga: Selain Mencegah Kehamilan, Ini Manfaat Lain dari Pil KB
 06 Jan 2021    10:00 WIB
Lima Fakta Tentang Vagina, Wanita Wajib Tahu
Organ intim wanita atau vagina itu memiliki banyak keunikan lho. Apa saja? Yuk simak ulasannya berikut ini: 1. Vagina punya pembersih alami Vagina memiliki sistem kebersihan sendiri dari dalam. Di dalam vagina terdapat beberapa kelenjar yang memproduksi cairan pembersih. Cairan itulah yang akan membersihkan kuman dan bakteri di dalam vagina, sekaligus berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual. 2. Ada ribuan saraf di dalam klitoris Di bagian dalam lipatan vagina terdapat klitoris yang bersifat sensitif. Organ yang berbentuk seperti biji kacang ini berfungsi memberikan kenikmatan seksual. Hmm... Nah di dalam klitoris itu ternyata ada 8.000 sel saraf. Duh, pantes yaa organ ini sensitif banget! 3. Vagina bisa keriput lho! Selain kulit tubuh, vagina juga bisa keriput seiring bertambahnya usia wanita. Penyebabnya yaitu menurunnya kadar esterogen, yaitu hormon seksual wanita. Eits, tapi tak perlu khawatir, kalian bisa lakukan senam kegel untuk kembali mengencangkan otot vagina. Gerakan senamnya seperti menahan kencing. 4. Vagina punya banyak titik rangsangan Berbeda dengan pria, wanita punya banyak titik rangsangan seksual di vaginanya. Selain klitoris, beberapa bagian lain seperti lubang vagina dan labia juga bisa memberikan sensasi kenikmatan seksual. Oia, tidak semua wanita memiliki titik rangsang yang sama ya, maka tak perlu membanding-bandingkannya. 5. Masa subur bisa diketahui dari lendir vagina Ketika masa subur, lendir vagina berasal dari serviks, sementara jika lendir stimulasi seksual keluar dari kelenjar atau dinding vagina. Untuk membedakannya, larutkan lendir ke dalam segelas air. Lendir serviks akan menggumpal membentuk bola dan tenggelam sementara lendir vagina akan larut di dalam air. Nah, sudah tahu kan fakta-fakta soal vagina. Lindungi selalu vagina-mu ya dengan menjaga kebersihan serta menerapkan gaya hidup sehat. Baca juga: Lima Penyebab Vagina Selalu Basah
 13 Nov 2020    17:00 WIB
Penyebab Terjadinya Infeksi Jamur Miss V
Miss V atau vagina merupakan aset penting yang harus dipelihara oleh seorang wanita. Seringkali masalah yang dialami pada seorang wanita adalah terjadinya infeksi jamur. Agar terhindar dari masalah infeksi jamur. Sebaiknya Anda mengetahui penyebab infeksi jamur. Penyebab terjadinya infeksi jamur vagina: Antibiotik Penggunaan obat antibiotik adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi jamur vagina. Antibiotik dan beberapa obat lain mengubah tingkat bakteri dan organisme lain pada vagina - seperti bakteri acidophilus lactobacillus, yang biasanya membantu menjaga sel-sel ragi dalam jumlah yang seimbang.. Obat-obatan juga dapat mengubah keasaman vagina atau "keseimbangan pH" yang memungkinkan ragi untuk tumbuh terlalu cepat. Sehingga mudah terjadi keputihan, alergi, gatl-gatal dan infeksi. Kehamilan. Wanita hamil memiliki tingkat estrogen yang tinggi, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur selama kehamilan. Kadar hormon Menggunakan terapi penggantian hormon (HRT) atau pil KB dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh, terutama estrogen dan progesteron. Sehingga lebih mudah terjadi infeksi. Kencing manis Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat  menyebabkan infeksi jamur. Sistem kekebalan tubuh yang lemah. HIV atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dapat mencegah tubuh melawan infeksi jamur. Perawatan vagina yang tidak baik Terlalu sering menggunakan sabun yang terlalu banyak bahan deterjen. Juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur. Sumber: webmd
 29 Oct 2020    09:00 WIB
Jaga Kesehatan Vagina dengan Tips Berikut Ini
1. Gunakan Pakaian Dalam Berbahan Katun Katun dapat membantu menjaga kelembaban vagina Anda dan menyerap keringat berlebih. Keadaan vagina yang terlalu lembab dapat meningkatkan pertumbuhan jamur pada daerah kemaluan dan memicu terjadinya keputihan. 2. Olahraga Secara Teratur Katun dapat membantu menjaga kelembaban vagina Anda dan menyerap keringat berlebih. Keadaan vagina yang terlalu lembab dapat meningkatkan pertumbuhan jamur pada daerah kemaluan dan memicu terjadinya keputihan. 3. Hindari Berbagai Produk Pembersih Kewanitaan Anda mungkin mengira bahwa Anda membutuhkan bantuan berbagai produk pembersih kewanitaan untuk membersihkan vagina Anda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa vagina Anda tidak membutuhkan hal tersebut? Vagina dapat membersihkan dirinya sendiri.  Selain itu, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan berbagai produk pembersih kewanitaan justru dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai infeksi vagina, penyakit radang panggul, dan penyakit menular seksual. 4. Perhatikan Penggunaan Antibiotika Bahaya lainnya yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada vagina Anda adalah antibiotika. Antibiotika dapat membunuh sejumlah bakteri baik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda.  Jika Anda harus mengkonsumsi antibiotika karena menderita suatu infeksi tertentu, maka jangan lupa untuk mengkonsumsi yogurt untuk membantu meningkatkan jumlah bakteri baik pada vagina Anda. 5. Pilihlah Sabun Mandi Anda Dengan Hati-hati Sabun mandi yang wangi mungkin baik bagi tubuh Anda, akan tetapi tidak demikian halnya bagi kesehatan daerah kemaluan Anda. Sabun dapat membuat daerah vagina Anda menjadi kering. Anda hanya perlu membersihkan vagina Anda dengan air hangat untuk menjaga kebersihannya. Akan tetapi, jika Anda merasa tidak nyaman jika tidak menggunakan sabun, maka pilihlah sabun yang lembut dan tidak mengandung wewangian apapun. 6. Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seksual Kondom merupakan salah satu cara untuk mencegah Anda terjangkit penyakit menular seksual dan kehamilan. Akan tetapi, sebuah penelitian menemukan bahwa menggunakan kondom dapat membantu menjaga pH vagina Anda tetap seimbang sehingga bakteri baik seperti lactobacillus dapat tetap hidup di vagina. Hal ini penting karena bakteri baik inilah yang dapat mencegah terjadinya infeksi jamur pada kemaluan (keputihan), infeksi saluran kemih, dan infeksi bakteri pada vagina. 7. Periksakan Kesehatannya Setiap Tahun Walaupun tidak ada ketentuan yang mewajibkan Anda untuk memeriksakan kesehatan vagina Anda setiap tahunnya bila Anda tidak mengalami gangguan apapun dan sedang tidak hamil, akan tetapi tidak ada salahnya bila Anda mengunjungi dokter Anda untuk mengetahui bagaimana keadaan kesehatan vagina Anda sambil menanyakan berbagai hal seputar kesuburan dan pemilihan kondom. Selain itu, sangatlah penting melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit menular seksual, terutama bila Anda memiliki banyak pasangan seksual.