Your browser does not support JavaScript!
 09 Oct 2019    16:00 WIB
Mengapa luka bakar tidak boleh dioles pasta gigi ?
Ketika seseorang terkena knalpot yang panas atau terciprat minyak panas, tidak jarang orang disekelilingnya langsung mengambil pasta gigi untuk dioleskan ke bagian kulit yang terbakar. Tahukan anda bahwa tindakan tersebut salah dan berbahaya. Luka bakar adalah kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh suhu yang panas atau suhu sangat dingin, listrik, bahan kimia, gesekan dan radiasi. Luka bakar memiliki memiliki derajat yang bermacam-macam, uga memerlukan tindakan yang berbeda tergantung dari bagian yang terkena, tingkat keparahan dan komplikasi yang terjadi. Penanganan luka bakar pada prinsipnya sama seperti penanganan luka yang disebabkan oleh hal yang lain yaitu perlu penanganan segera dan ditangani secara steril atau suci hama. Jika luba bakar ditutupi  engan pasta gigi, maka luka tersebut langsung bersentuhan dengan kuman yang terdapat pada pasta gigi tersebut. Belum lagi kandungan lain di pasta gigi tersebut, seperti pemutih, pewarna dan zat-zat lain yang justru bisa membahayakan dan menimbulkan infeksi baru pada luka bakar tersebut. Mengoles luka bakar engan menggunakan pasta gigi juga akan menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh, yang akhirnya menghambat proses penyembuhan. Jika terjadi luka bakar hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengguyurnya dengan air atau meletakkannya dibawah air yang mengalir. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga suhu di sekitar luka tersebut supaya tidak semakin tinggi , sehingga jaringan yang rusak tidak semakin banyak. Luka bakar juga dapat diberikan es sehingga menghentikan panas dan mencegah luka bakar semakin parah. Luka bakar ringan (hanya kemerahan kulit tanpa lepuh) cukup diolesi salep khusus luka bakar (bisa dibeli bebas di apotik), dan tak perlu ditutup. Luka bakar lepuh bergelembung, jangan dipecahkan. Biarkan gelembung tersebut pecah sendiri. Setelah pecah, lindungi dari paparan air, sebab kulit di dalam masih kulit yang mudah ditembus kuman. Perawatan dengan antisepsis tetap perlu selain menambah salep khusus luka bakar. Luka lepuh bergelembung yang luas butuh perawatan rumah sakit. Demikian pula luka bakar berat yang mengelupasi kulit sampai dalam yang menyebabkan kulit mengitam, juga tak dapat dirawat sendiri di rumah.
 01 Aug 2019    08:00 WIB
Ini Cara Membersihkan Pusar Yang Tepat
Tahukah Anda bahwa kotoran pada pusar Anda ternyata merupakan campuran antara bakteri, kotoran, keringat, sabun, lotion, dan serat pakaian? Hal ini berarti pusar Anda merupakan bagian tubuh yang juga perlu dibersihkan setiap harinya. Pusar Anda tidak tampak terlalu kotor jadi tidak perlu dibersihkan bukan? Menurut sebuah penelitian dari North Carolina State University, walaupun pusar Anda tidak tampak terlalu kotor, akan tetapi sebagian besar pusar "dipenuhi" dengan 67 jenis bakteri yang berbeda. Pusar yang jarang dibersihkan dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan bahkan dapat mengalami infeksi. Infeksi pada pusar biasanya akan membuat kulit di area pusar dan sekitarnya menjadi kemerahan, gatal, dan tampak bersisik. Proses pembersihan ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki anting tindik di daerah pusar. Selain itu, walaupun sangat jarang, terkadang dapat terjadi pertumbuhan suatu jaringan pada pusar yang berbentuk seperti batu. Jaringan ini disebut dengan omfalolit atau umbolit. Jaringan ini dapat tumbuh besar hingga menutupi seluruh pusar dan dapat mengalami infeksi, meradang, bahkan menjadi luka terbuka (ulkus).   Baca juga: Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga!   Jadi bagaimana cara tepat membersihkan pusar Anda setiap harinya agar terhindar dari infeksi dan bau tidak sedap? Bila pusar Anda tampak menonjol keluar, maka yang Anda perlukan hanyalah mandi secara teratur setiap harinya atau membersihkan pusar Anda dengan handuk bersih yang telah dibasahi dengan campuran air dan sabun. Akan tetapi, bila pusar Anda tampak masuk ke dalam, maka Anda mungkin perlu membersihkannya setidaknya 1 kali seminggu dengan menggunakan cotton bud yang telah dibahasi dengan campuran air dan sabun atau Anda juga dapat menggunakan alkohol. Bila cara di atas tidak juga berhasil membersihkan kotoran atau mengurangi bau tidak sedap pada pusar Anda, maka Anda mungkin perlu segera mencari pertolongan medis dengan mengunjungi seorang dokter terdekat, karena pusar Anda mungkin telah mengalami infeksi dan perlu pengobatan yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 27 Jul 2019    08:00 WIB
6 Penyebab Bokong Terasa Gatal dan Merah
1.      Infeksi Herpes ZosterJika gangguan kulit yang terdapat di daerah bokong Anda berwarna merah, gatal, dan disertai dengan lepuhan kecil yang terasa nyeri, maka hal ini dapat disebabkan oleh infeksi herpes.Memang cukup mengejutkan bahwa herpes yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual ternyata juga dapat mengenai daerah bokong. Hal ini dikarenakan herpes biasanya hanya mengenai membran lendir di daerah kemaluan dan mulut.Akan tetapi, bukanlah hal yang aneh bila infeksi herpes juga mengenai kulit di daerah bokong dan gejalanya pun mungkin hampir menyerupai infeksi herpes di daerah mulut dan kemaluan, seperti adanya lepuhan seperti jerawat yang tampak berkelompok.Pemberian obat antivirus biasanya dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit untuk memperoleh pengobatan secepatnya. 2.      Infeksi JamurJika gangguan kulit yang timbul membuat kulit tampak merah, terasa gatal, dan bersisik; maka hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur dapat bertumbuh di area yang lembab dan gelap sehingga jamur lebih sering tumbuh di daerah tubuh yang saling bergesekkan. Pemberian salep anti jamur dapat mengatasi infeksi jamur pada daerah bokong, akan tetapi bila tidak, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan seorang dokter. 3.      BisulJika gangguan kulit yang terjadi tampak kemerahan dengan suatu benjolan yang tampak seperti jerawat, maka hal ini dapat merupakan suatu bisul.Bisul terbentuk jika sel-sel kulit mati dan bakteri menyumbat folikel rambut. Untuk mencegah terbentuknya bisul di daerah bokong, pastikan Anda segera mandi setelah selesai berolahraga dan gunakanlah pakaian yang membuat kulit bokong tetap memperoleh ventilasi yang baik. Baca juga: Cara Alami Redakan Gatal Pada Kulit 4.      PsoriasisJika gangguan kulit tampak kemerahan, bersisik, dan mengenai bagian atas belahan bokong Anda; maka gangguan kulit ini mungkin disebabkan oleh psoriasis.Psoriasis merupakan suatu gangguan kulit kronik yang tidak menular yang disebabkan oleh berlebihannya produksi sel-sel kulit, yang memang sering terjadi pada bagian atas bokong. Gejala lain dari psoriasis adalah bercak putih atau merah muda atau keperakkan pada kulit yang juga tampak mengelupas.Selain di daerah bokong, psoriasis juga sering terbentuk di daerah siku, kulit kepala, dan kuku. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami gangguan kulit ini untuk memperoleh pengobatan sedini mungkin. 5.      EksimJika gangguan kulit yang terjadi membuat kulit mudah mengelupas dan gatal dan kadang disertai dengan benjolan kecil berwarna merah, maka hal ini mungkin merupakan sebuah eksim.Penggunaan pelembab atau salep hidrokortison dapat membantu mengurangi gejala yang terjadi. Selain itu, gunakanlah pakaian berbahan katun atau serat alami sehingga lebih menyerap keringat dan membuat kulit dapat "bernapas". 6.      WasirJika gangguan kulit yang terjadi terasa sangat gatal dan terjadi di daerah anus, maka hal ini mungkin disebabkan oleh wasir.Penonjolan pembuluh darah ini dapat sangat mengganggu, terasa nyeri, dan gatal; yang disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan di daerah anus. Wasir merupakan gangguan yang sangat sering terjadi, yang biasanya disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam perut karena sembelit atau kehamilan. Baca juga: Jerawat Sering Tumbuh di Daerah Bokong, Ini Dia Solusinya! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 19 Jul 2019    18:00 WIB
Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina
Ribuan wanita mengalami permasalahan pada daerah vagina seperti infeksi vagina. Infeksi vagina menimbulkan gejala seperti gatal, rasa terbakar, cairan yang keluar berwarna dan bau. Hal ini tentu akan mengganggu dan membuat keadaan menjadi tidak nyaman. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya infeksi pada vagina: Konsumsi yogurt Dengan mengkonsumsi yogurt yang berisi lactobacillus acidophilus hidup, bakteri probiotik yang baik. Probiotik mempertahankan flora normal di daerah vagina Bawang putih Makan satu siung bawang putih setiap hari. Anda dapat memotong dan menambahkan bawang putih ke dalam sup, salad ataupun makanan lainnya. Bawang putih mempunyai sifat antijamur dan berfungsi untuk menyembuhkan dan mencegah infeksi vagina. Konsumsi vitamin C dan E Dengan mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E. Kedua vitamin tersebut akan membantu reaksi peradangan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Konsumsi suplemen kalsium dan magnesium. Sebuah penelitian mengatakan wanita yang mengalami infeksi pada vagina dapat disebabkan karena kekurangan kadar kalsium dan magnesium dalam tubuh. Kurangi jumlah lemak hewani Kurang konsumsi jumlah lemak hewani dan tingkatkan konsumsi asam lemak esensial yang banyak ditemukan pada ikan dan kacang-kacangan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan jaringan. Gunakan pakaian dalam yang tepat Selalu perhatikan kebersihan daerah vagina agar bersih dan tidak lembab. Gunakan pakaian dalam yang berasal dari kain katun. Setelah buang air kecil usahakan agar mengeringkan daerah vagina Anda gunakan tissue yang bersih dengan cara usap dari bagian depan baru bagian belakang.Minimalkan terjadinya infeksi pada vagina dengan menghindari terjadinya iritasi, seperti: Gesekan. Bisa disebakan karena celana atau pakaian dalam yang tidak sesuai dan terlalu ketat. Aktivitas seksual yang agresif dan terlalu berlebihan.Naik sepeda terlalu lama. Hindari penggunaan tampon, pembalut, kertas toilet dan produk lain yang memiliki pewarna buatan dan mengandung parfum Hindari melakukan hubungan seksual Hindari melakukan hubungan seksual saat Anda memiliki infeksi vagina. Beberapa infeksi pada vagina dapat menular. Gunakan kondom saat akan berhubungan. Sumber: wikihow Baca juga: Keram Vagina, Ganggu Kehidupan Seks Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 04 Jul 2019    11:00 WIB
Petani, Buruh dan Penggembala Rentan Terkena Infeksi Mycetoma
Halo para follower setia Dokter.ID! Kita berjumpa kembali dengan pembahasan penyakit yang tidak kalah menarik dengan yang sebelumnya. Yaitu penyakit bernama Mycetoma. Dan seperti biasanya kita perlu mengetahui terlebih dahulu definisi dari penyakit ini. Mari kita perdalam! Mycetoma adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri dan jamur yang ditemukan di tanah dan air. Bakteri dan jamur ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit, sering pada kaki orang tersebut. Infeksi yang dihasilkan menyebabkan massa yang kuat, biasanya tidak sakit tetapi melemahkan di bawah kulit yang akhirnya dapat mempengaruhi tulang yang mendasarinya. Mycetoma dapat disebabkan oleh bakteri (actinomycetoma) atau jamur (eumycetoma). Jumlah orang dengan mycetoma di seluruh dunia tidak diketahui, tetapi ada 8.763 kasus yang dilaporkan dalam tinjauan artikel ilmiah tahun 2013 antara tahun 1950 dan 2013. Jumlah kasus aktual kemungkinan jauh lebih tinggi. Mycetoma umumnya menyerang orang dewasa muda, khususnya pria berusia antara 20 dan 40 tahun, sebagian besar di negara berkembang. Orang-orang dengan status sosial ekonomi rendah dan pekerja manual seperti petani, buruh dan penggembala adalah yang paling parah terkena dampaknya. Mycetoma mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Penyakit ini terutama menyerang orang-orang miskin di daerah pedesaan Afrika, Amerika Latin, dan Asia yang terletak di dekat khatulistiwa Bumi dan memiliki iklim kering. Mycetoma jarang dilaporkan di Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir. Sebuah tinjauan literatur dari tahun 1890 hingga 2014 menunjukkan kurang dari 80 kasus terjadi di AS. Wisatawan dari Amerika Serikat ke daerah di mana mycetoma dilaporkan berisiko rendah terkena mycetoma. Ini karena pengembangan mycetoma memerlukan berulang kali mengekspos kulit yang rusak ke tanah dan air yang mengandung mikroba yang menyebabkan mycetoma, dalam jangka waktu yang lama. Lesi awal mycetoma mungkin berupa papula, nodul subkutan terfiksasi, vesikel dengan basis indurated, atau abses subkutan yang pecah membentuk fistula pada permukaan kulit. Fibrosis sering terjadi pada dan di sekitar lesi awal. Kelembutan minimal atau tidak ada kecuali terdapat superinfeksi bakteri supuratif akut. Infeksi berkembang perlahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, secara bertahap meluas ke dan menghancurkan otot, tendon, fasia, dan tulang yang berdekatan. Tidak ada penyebaran sistemik maupun gejala dan tanda yang menunjukkan infeksi menyeluruh. Akhirnya, pengecilan otot, deformitas, dan penghancuran jaringan mencegah penggunaan anggota tubuh yang terkena. Pada infeksi lanjut, ekstremitas yang terlibat tampak sangat bengkak, membentuk massa daerah kistik berbentuk klub. Saluran sinus dan fistula multipel yang menguras dan berkomunikasi di area ini mengeluarkan eksudat yang tebal atau serosanguineous yang mengandung butiran karakteristik, yang mungkin berwarna putih atau hitam. Dalam pengobatan mycetoma, terapi antibiotik atau antijamur harus dicoba terlebih dahulu dan mungkin perlu dikombinasikan dengan pembedahan, terutama untuk lesi eumycetoma di ekstremitas. Radioterapi sinar eksternal dalam dosis mulai dari 3,5-14 Gy telah dianggap berhasil dalam beberapa kasus tertentu. Organisme penyebab dapat dideteksi dengan memeriksa biopsi jaringan bedah serta keluarnya lesi sinus. Baik drainase spontan dan material yang diekspresikan secara manual dari sinus harus diperiksa dengan cermat secara makro dan mikroskopis untuk memvisualisasikan butir, dengan menggunakan alat diagnostik. Dan Identifikasi dengan reaksi berantai Polymerase (PCR) adalah metode yang paling dapat diandalkan. Belum ada program pencegahan atau kontrol untuk mycetoma. Mencegah infeksi sulit dilakukan, tetapi orang yang tinggal di atau bepergian ke daerah endemis disarankan untuk tidak berjalan kaki tanpa alas kaki. Demikianlah pembahasan kita pada hari ini tentang penyakit Mycetoma, jika ada diantara kita, kerabat atau kenalan kita yang terserang Mycetoma, segera pergi ke perawat kesehatan atau dokter untuk mendapatkan bantuan medis. Salam sehat!   Sumber : emedicine.medscape.com, www.who.int, www.cdc.gov, www.msdmanuals.com, www.dovepress.com, www.ncbi.nlm.nih.gov, www.dndi.org
 07 Jun 2019    16:00 WIB
Cara Atasi Iritasi Daerah Miss V
Daerah miss V merupakan daerah yang sangat sensitif, bila Anda tidak merawat dengan baik daerah vagina akan mudah mengalami iritasi. Hampir semua wanita pernah mengalami iritasi pada daerah vaginanya. Iritasi pada daerah vagina bisa sangat mengganggu, rasanya yang mungkin perih namun mau periksa ke dokter merasa enggan. Ada beberapa hal penyebab dari iritasi pada vagina seperti kurang menjaga kebersihan daerah vagina, sering menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung deterjen, tidak mengganti pakaian dalam, tidak sering mengganti pembalut, menggunakan pakaian dalam yang bahannya kasar. Nah agar organ intim Anda tidak lagi mengalami iritasi, berikut ini cara yang dapat Anda ikuti: Ganti pakaian dalam Anda Vagina sangat sensitif bila dalam keadaan basah, usahakan selalu agar daerah sana kering dan tidak lembab. Menurut WH penasihat Shari Brasner, MD, asisten profesor ginekologi klinis di Mount Sinai School of Medicine untuk itu gantilah pakaian dalam Anda, gunakan yang berbahan katun, mudah menyerap keringat dan tidak mudah lembab. Hindari penggunaan bahan kimia Sebaiknya Anda menghindari menggunakan produk yang mengandung bahan kimia seperti pembalut, celana dalam dari bahan sintetis yang ketat, kondom, sabun mandi, sabun pembersih kewanitaan dan tisu toilet wangi yang digunakan untuk membersihkan daerah kewanitaan, semua itu bisa menyebabkan iritasi dan gatal-gatal di vagina. Sebaiknya Anda mencari produk yang sesuai dengan kulit vagina Anda, perhatikan penggunaan produk tersebut apakah membuat iritasi atau tidak, bila iya hentikan penggunaan. Oleskan salep Terlalu keras saat membersihkan daerah vagina dan hubungan seks yang dilakukan dengan cepat juga bisa membuat iritasi daerah sekitar vagina. Anda bisa menggunakan salep yang mengandung petroleum jelly yang dapat membantu melindungi dan menyembuhkan daerah vagina yang mengalami iritasi. Menyembuhkan infeksi Vagina yang gatal adalah ciri dari terjadinya infeksi jamur. Untuk mengatasinya menggunakan krim antijamur atau supositoria yang dimasukkan kedalam vagina. Hubungi dokter Anda. Bila Anda merasakan rasa sangat tidak nyaman didaerah vagina, seperti timbul rasa nyeri, rasa terbakar. Kemungkinan terjadi infeksi yang harus diberikan antibiotik dibawah pengawasan dokter. Biasanya dokter akan memeriksa apakah Anda terinfeksi penyakit menular seksual atau tidak. Beberapa penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, trikomoniasis, dan gonore dapat menyebabkan iritasi vagina. Secara keseluruhan, iritasi pada vagina umumnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan organ intim. Jaga selalu kesehatan organ intim Anda, karena organ intim ini merupakan aset yang harus dijaga selalu kesehatannya. Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 03 Apr 2019    18:00 WIB
Hati-Hati Terkena Infeksi Necrotizing fasciitis
Hai sahabat! Tahukah kalian di dunia ini ada salah satu penyakit mengerikan, akibat perbuatan si bakteri jahat pemakan daging. Nama penyakit ini adalah necrotizing fasciitis, yang disebabkan oleh bakteri yang disebut strep grup A, atau Streptococcus pyogenes. Infeksi strep pemakan daging atau necrotizing fasciitis ini adalah infeksi langka yang jarang terjadi. Necrotizing fasciitis adalah penyakit yang bisa diobati. Hanya strain bakteri langka tertentu yang dapat menyebabkan fasiitis nekrotikans, tetapi infeksi ini berkembang dengan cepat (agresif), sehingga harus cepat pula mencari perawatan medis, agar peluang untuk bertahan hidup semakin baik. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1783, di Negara Perancis. Dan terjadi dari waktu ke waktu, sepanjang abad ke 19 dan ke 20. Penyakit ini  bekerja dengan durasi cepat dan menyebar dengan cepat, hingga menimbulkan peradangan dan nekrosis mulai dari fasia (jaringan ikat berbentuk lembaran berupa selaput, yang menyelimuti otot), otot dan lemak subkutan, dengan nekrosis berikutnya pada kulit di atasnya. Mayoritas individu yang terinfeksi necrotizing fasciitis dimulai dengan infeksi yang ada (selulitis, abses, atau luka), paling sering pada ekstremitas atau di luka atau di lokasi bedah. Infeksi awal dapat berasal dari hampir semua penyebab (misalnya, luka pada kulit, luka tusuk, sayatan bedah, atau yang jarang terjadi seperti gigitan serangga (laba-laba, atau lalat menggigit). Dan gejala lainnya seperti: Eritema (kemerahan) dan pembengkakan. Sensitif terhadap rasa sakit, dan nyeri kulit dapat terjadi bahkan melewati area eritema. Kehadiran rasa sakit yang hebat. Demam dan menggigil. Kelelahan. Perubahan kulit yang progresif seperti ulserasi kulit dan pembentukan bula (lepuh berisi cairan berdinding tipis). Perubahan warna kulit. Bekas luka nekrotik (keropeng hitam). Pembentukan gas di jaringan (yang dapat menghasilkan sensasi berderak di bawah kulit). Pengeluaran cairan dan atau nanah dapat terjadi dengan cepat ketika infeksi berlanjut. Beberapa pasien dapat menjadi septik (artinya infeksi telah menyebar ke aliran darah dan ke seluruh tubuh) sebelum perubahan kulit dikenali, terutama ketika penyakit pemakan daging dimulai pada bidang wajah yang dalam. Syok septik (bakteremia, tekanan darah rendah, pernapasan cepat, status mental berubah).   Dan apa pencegahan dan pengobatan untuk necrotizing fasciitis? Tidak ada cara pasti untuk mencegah infeksi Necrotising Fasciitis. Namun, kita dapat mengurangi risiko dengan praktik kebersihan dasar. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan rawat luka apa pun, bahkan luka ringan dengan antiseptik. Jika kita sudah memiliki luka, rawatlah dengan baik. Ganti perban kita secara teratur atau ketika menjadi basah atau kotor. Jangan menempatkan diri kita dalam situasi di mana luka kita bisa terkontaminasi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendaftar bak air panas, pusaran air, dan kolam renang, ataupun air di permukaan pantai, sebagai contoh tempat yang harus kita hindari ketika kita memiliki luka. Perawatan dengan antibiotik yang tepat sesegera mungkin sangat penting untuk infeksi dini. Antibiotik akan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut ke jaringan sehat. Antibiotik terbatas karena kematian jaringan di tempat yang terinfeksi. Artinya adalah bahwa antibiotik tidak dapat dikirim ke lokasi yang terinfeksi karena jaringan yang mati menyebabkan kurangnya aliran darah, yang merupakan cara pemberian antibiotik. Dalam beberapa kasus, amputasi satu atau lebih anggota badan mungkin diperlukan untuk membantu menghentikan penyebaran infeksi. Proses pemulihan melibatkan terapi fisik yang diperpanjang, dan penyembuhan psikologis dan emosional jangka panjang. Luka terbuka yang besar biasanya membutuhkan pencangkokan kulit. Perawatan oksigen hiperbarik dapat menjadi terapi tambahan yang bermanfaat bagi orang-orang dengan luka besar dan terbuka. Jadi sahabat! Necrotising Fasciitis memang berpotensi fatal, tetapi dengan perhatian medis segera, pasien dapat diobati dengan sukses.   Sumber : emedicine.medscape.com, www.healthline.com, www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com, www.researchgate.net
 29 Mar 2019    16:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 11 Feb 2019    11:00 WIB
5 Kemungkinan Bahaya Dari Sedot Lemak
Sedot lemak atau liposuction merupakan salah satu jenis bedah kosmetik yang dapat dilakukan oleh setiap wanita di dunia untuk mengurangi lemak di dalam tubuhnya. Jika Anda salah satu yang berfikir untuk melakukan prosedur ini, berikut adalah 5 kemungkinan efek samping yang terjadi atau bisa dikatakan sebagai bahaya dari sedot lemak yang harus Anda waspadai. Kerusakan organ dalam Walaupun hal ini sangat jarang terjadi, kemungkinan komplikasi ini setelah melakukan operasi sedot lemak dapat berakibat fatal. Sedot lemak dapat dilakukan dengan memindahkan sel lemak dengan menggunakan tabung yang disebut the canulla. Jika tabung ini dimasukkan terlalu dalam, maka tabung ini dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, terutama saat ingin mengeluarkan lemak di perut. Terbakar Prosedur sedot lemak dilakukan dengan menggunakan peralatan ultrasound, yang dapat menyebabkan kulit dan jaringan dalam  terbakar karena panas. Kerusakan keseimbangan cairan tubuh Seperti yang kita ketahui, lemak mengandung banyak cairan yang juga akan ikut keluar saat lemak dikeluarkan dari tubuh. Ketika melakukan sedot lemak, dokter bedah akan menginjeksikan cairan ke dalam tubuh. Tindakan-tindakan tersebut dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan yang bersifat sementara, tetapi ketidakseimbangan ini dapat mempengaruhi organ didalam tubuh, seperti jantung dan paru-paru. Jaringan parut Salah satu bahaya dari sedot lemak adalah dapat menyebabkan jaringan parut permanen atau menyebabkan kulit kasar dan bergelombang jika terjadi pemindahan lemak yang tidak teratur oleh dokter bedah. Komplikasi ini juga dapat meninggalkan kulit yang mengendur yang memerlukan terapi lebih lanjut. Alergi dan infeksi Seperti tindakan bedah lainnya, sedot lemak juga dapat menimbulkan komplikasi sendiri. Alergi dan infeksi merupakan komplikasi paling berbahaya dari sedot lemak ketika dokter bedah menusukkan dan memasukkan tabung ke dalam jaringan tubuh yang lebih dalam. Tindakan ini sebenarnya memerlukan beberapa tusukan dan pengobatan lain untuk menjaga tubuh tetap stabil dan bebas nyeri.   Baca juga : Membakar Lemak dengan Lemak Sumber: magforwomen
 08 Nov 2018    11:00 WIB
Ternyata Penyakit Bisa Dikenali Dari Warna Dahak
Dahak di dalam tenggorokan Anda dapat sangat mengganggu seperti halnya debu di dalam mata Anda. Akan tetapi, dahak ternyata memiliki banyak manfaat lho! Dahak yang kental ini sebenarnya terbuat dari air (sebagian besar), garam, dan antibodi, yang memang didesain untuk menangkap dan membunuh bakteri serta berbagai mikroorganisme yang tidak diinginkan dari dalam hidung dan tenggorokan Anda. Bahkan di saat Anda tidak sedang sakit pun, tubuh Anda akan memproduksi dahak setiap harinya. Hal ini dikarenakan tanpa dahak, kuman dan iritan di dalam udara dapat dengan mudah masuk ke dalam paru-paru Anda melalui saluran pernapasan. Dan saat Anda sakit atau sedang menderita alergi, maka tubuh Anda pun akan meningkatkan produksi dahaknya untuk membuang kuman yang ada di dalam saluran pernapasan Anda. Walaupun rasanya mungkin tidak enak, akan tetapi Anda sebenarnya boleh-boleh saja menelan dahak. Bahkan, mungkin hal inilah yang diinginkan oleh tubuh Anda karena dahak secara alami selalu berada di dalam tenggorokan Anda. Bila Anda menelan dahak Anda, maka asam lambung dan sistem pencernaan dapat menghancurkannya bersama dengan semua hal berbahaya di dalamnya.   Baca juga: 8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari   Bila Anda tidak mau menelannya, Anda juga dapat mengeluarkan dahak Anda. Perhatikanlah apa warna dahak yang Anda keluarkan bila Anda memilih untuk mengeluarkannya. Jika dahak Anda berwarna kuning atau hijau, maka Anda mungkin sedang mengalami infeksi virus. Warna ini disebabkan oleh enzim yang diproduksi oleh sel darah putih Anda untuk melawan infeksi. Jika dahak tetap Anda selama lebih dari 1 minggu, maka hal ini menunjukkan bahwa infeksi virus yang Anda alami telah berkembang menjadi infeksi bakteri. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya dan pengobatan apa yang paling tepat untuk mengatasinya. Jika dahak Anda berwarna jernih, maka Anda mungkin hanya mengalami suatu reaksi alergi. Alergi akan memicu membran mukosa di dalam tubuh Anda untuk memproduksi histamin, yang akan membuat sel-sel di dalam saluran pernapasan Anda memproduksi lebih banyak dahak. Mengkonsumsi obat anti histamin dapat membantu menghentikan produksi dahak yang berlebih. Jika dahak Anda berwarna merah (disertai dengan darah), maka hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh udara yang kering. Tingkatkan kelembaban saluran pernapasan Anda dengan menggunakan semprotan hidung atau gunakanlah humidifier di dalam kamar tidur Anda. Jika dahak Anda selalu berdarah, terutama bila Anda merupakan seorang perokok atau peminum berat, maka hal ini dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius, termasuk kanker. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth