Your browser does not support JavaScript!
 11 Feb 2019    11:00 WIB
5 Kemungkinan Bahaya Dari Sedot Lemak
Sedot lemak atau liposuction merupakan salah satu jenis bedah kosmetik yang dapat dilakukan oleh setiap wanita di dunia untuk mengurangi lemak di dalam tubuhnya. Jika Anda salah satu yang berfikir untuk melakukan prosedur ini, berikut adalah 5 kemungkinan efek samping yang terjadi atau bisa dikatakan sebagai bahaya dari sedot lemak yang harus Anda waspadai. Kerusakan organ dalam Walaupun hal ini sangat jarang terjadi, kemungkinan komplikasi ini setelah melakukan operasi sedot lemak dapat berakibat fatal. Sedot lemak dapat dilakukan dengan memindahkan sel lemak dengan menggunakan tabung yang disebut the canulla. Jika tabung ini dimasukkan terlalu dalam, maka tabung ini dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, terutama saat ingin mengeluarkan lemak di perut. Terbakar Prosedur sedot lemak dilakukan dengan menggunakan peralatan ultrasound, yang dapat menyebabkan kulit dan jaringan dalam  terbakar karena panas. Kerusakan keseimbangan cairan tubuh Seperti yang kita ketahui, lemak mengandung banyak cairan yang juga akan ikut keluar saat lemak dikeluarkan dari tubuh. Ketika melakukan sedot lemak, dokter bedah akan menginjeksikan cairan ke dalam tubuh. Tindakan-tindakan tersebut dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan yang bersifat sementara, tetapi ketidakseimbangan ini dapat mempengaruhi organ didalam tubuh, seperti jantung dan paru-paru. Jaringan parut Salah satu bahaya dari sedot lemak adalah dapat menyebabkan jaringan parut permanen atau menyebabkan kulit kasar dan bergelombang jika terjadi pemindahan lemak yang tidak teratur oleh dokter bedah. Komplikasi ini juga dapat meninggalkan kulit yang mengendur yang memerlukan terapi lebih lanjut. Alergi dan infeksi Seperti tindakan bedah lainnya, sedot lemak juga dapat menimbulkan komplikasi sendiri. Alergi dan infeksi merupakan komplikasi paling berbahaya dari sedot lemak ketika dokter bedah menusukkan dan memasukkan tabung ke dalam jaringan tubuh yang lebih dalam. Tindakan ini sebenarnya memerlukan beberapa tusukan dan pengobatan lain untuk menjaga tubuh tetap stabil dan bebas nyeri.   Baca juga : Membakar Lemak dengan Lemak Sumber: magforwomen
 08 Nov 2018    11:00 WIB
Ternyata Penyakit Bisa Dikenali Dari Warna Dahak
Dahak di dalam tenggorokan Anda dapat sangat mengganggu seperti halnya debu di dalam mata Anda. Akan tetapi, dahak ternyata memiliki banyak manfaat lho! Dahak yang kental ini sebenarnya terbuat dari air (sebagian besar), garam, dan antibodi, yang memang didesain untuk menangkap dan membunuh bakteri serta berbagai mikroorganisme yang tidak diinginkan dari dalam hidung dan tenggorokan Anda. Bahkan di saat Anda tidak sedang sakit pun, tubuh Anda akan memproduksi dahak setiap harinya. Hal ini dikarenakan tanpa dahak, kuman dan iritan di dalam udara dapat dengan mudah masuk ke dalam paru-paru Anda melalui saluran pernapasan. Dan saat Anda sakit atau sedang menderita alergi, maka tubuh Anda pun akan meningkatkan produksi dahaknya untuk membuang kuman yang ada di dalam saluran pernapasan Anda. Walaupun rasanya mungkin tidak enak, akan tetapi Anda sebenarnya boleh-boleh saja menelan dahak. Bahkan, mungkin hal inilah yang diinginkan oleh tubuh Anda karena dahak secara alami selalu berada di dalam tenggorokan Anda. Bila Anda menelan dahak Anda, maka asam lambung dan sistem pencernaan dapat menghancurkannya bersama dengan semua hal berbahaya di dalamnya.   Baca juga: 8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari   Bila Anda tidak mau menelannya, Anda juga dapat mengeluarkan dahak Anda. Perhatikanlah apa warna dahak yang Anda keluarkan bila Anda memilih untuk mengeluarkannya. Jika dahak Anda berwarna kuning atau hijau, maka Anda mungkin sedang mengalami infeksi virus. Warna ini disebabkan oleh enzim yang diproduksi oleh sel darah putih Anda untuk melawan infeksi. Jika dahak tetap Anda selama lebih dari 1 minggu, maka hal ini menunjukkan bahwa infeksi virus yang Anda alami telah berkembang menjadi infeksi bakteri. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya dan pengobatan apa yang paling tepat untuk mengatasinya. Jika dahak Anda berwarna jernih, maka Anda mungkin hanya mengalami suatu reaksi alergi. Alergi akan memicu membran mukosa di dalam tubuh Anda untuk memproduksi histamin, yang akan membuat sel-sel di dalam saluran pernapasan Anda memproduksi lebih banyak dahak. Mengkonsumsi obat anti histamin dapat membantu menghentikan produksi dahak yang berlebih. Jika dahak Anda berwarna merah (disertai dengan darah), maka hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh udara yang kering. Tingkatkan kelembaban saluran pernapasan Anda dengan menggunakan semprotan hidung atau gunakanlah humidifier di dalam kamar tidur Anda. Jika dahak Anda selalu berdarah, terutama bila Anda merupakan seorang perokok atau peminum berat, maka hal ini dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius, termasuk kanker. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 11 Oct 2018    18:00 WIB
7 Fakta Mengenai Keputihan yang Perlu Diketahui
Seberapa Sering Seorang Wanita Mengalami Keputihan? Selama hidupnya, sekitar 75% wanita di dunia pernah menderita keputihan, setidaknya satu kali. Sedangkan hampir sekitar 45% wanita di dunia pernah mengalami keputihan sebanyak 2 kali atau lebih.   Mengapa Keputihan Lebih Sering Terjadi Pada Wanita Hamil? Keputihan memang sering terjadi selama kehamilan. Hal ini dikarenakan adanya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh, yang juga mengubah keadaan daerah kemaluan, di mana cairan vagina mengandung lebih banyak gula, yang merupakan makanan jamur penyebab keputihan.   Apakah Kekambuhan Dapat Terjadi? Sekitar 5% wanita di dunia mengalami keputihan berulang. Disebut keputihan berulang bila seorang wanita mengalami infeksi jamur pada daerah kemaluan sebanyak 4 kali atau lebih dalam waktu 1 tahun. sebagian besar wanita yang mengalami keputihan berulang sebenarnya tidak memiliki gangguan kesehatan lain yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi berulang.   Bagaimana Membedakan Keputihan Dengan Cairan Vagina Normal? Cairan vagina yang normal biasanya berwarna jernih, mungkin sedikit keruh, tidak menimbulkan iritasi ataupun gatal, dan tidak berbau. Jumlah dan konsistensi cairan vagina normal dapat berbeda-beda setiap bulannya.   Apakah Keputihan Dapat Sembuh Dengan Sendirinya? Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, walaupun sangat kecil, infeksi jamur pada daerah kemaluan yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi panggul yang serius.   Apakah Pasangan Seksual Juga Perlu Menerima Pengobatan yang Sama? Pengobatan pada pasangan seksual seorang penderita keputihan biasanya tidak diperlukan. Para ahli masih tidak dapat memastikan apakah keputihan akibat infeksi jamur juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.  Akan tetapi, bila pasangan Anda menunjukkan tanda-tanda infeksi jamur pada kemaluan, seperti bagian ujung penis berwarna kemerahan, mengalami iritasi dan atau gatal, maka pasangan Anda mungkin juga membutuhkan pengobatan seperti Anda. Pengobatan biasanya dapat menyembuhkan infeksi jamur pada kemaluan (sekitar 80-90%) dalam waktu 2 minggu atau kurang, seringkali hanya dalam waktu beberapa hari.   Kapan Saya Perlu Mengkonsumsi Antibiotika? Konsumsilah antibiotika hanya bila dokter Anda menganjurkannya dan jangan mengkonsumsi antibiotika lebih banyak atau lebih sedikit daripada yang dianjurkan oleh dokter Anda.  Selain mampu membunuh berbagai kuman penyebab penyakit, antibiotika juga dapat membunuh bakteri baik yang terdapat pada permukaan vagina Anda, yang dapat memicu pertumbuhan tak terkendali dari jamur pada daerah kemaluan dan menyebabkan terjadinya keputihan.  
 04 Oct 2018    11:00 WIB
Mengenal Apa Itu Infeksi Tungau (Infeksi Skabies)
Apakah infeksi tungau itu?Skabies adalah suatu infestasi tungau yang menyebabkan beruntus-beruntus kecil kemerahan dan rasa gatal yang hebat. Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Infestasi tungau ini mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik dan sering menyerang seluruh penghuni dalam satu rumah. Tungau Sarcoptes scabiei ukurannya cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang dan sering menular diantara orang-orang yang tidur besama. Apa saja gejala dari infeksi tungau?Ciri khas dari skabies adalah gatal-gatal hebat, yang biasanya semakin memburuk pada malam hari. Lubang tungau tampak sebagai garis bergelombang dengan panjang sampai 2,5 cm, kadang pada ujungnya terdapat beruntusan kecil. Lubang/terowongan tungau dan gatal-gatal paling sering ditemukan dan dirasakan di sela-sela jari tangan, pada pergelangan tangan, sikut, ketiak, di sekitar puting payudara wanita, alat kelamin pria (penis dan kantung zakar), di sepanjang garis ikat pinggang dan bokong bagian bawah. Infeksi jarang mengenai wajah, kecuali pada anak-anak dimana lesinya muncul sebagai lepuhan berisi air. Lama-lama terowongan ini sulit untuk dilihat karena tertutup oleh peradangan yang terjadi akibat penggarukan. Apakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk infeksi tungau?Penyakit ini bisa diatasi dengan mengoleskan krim yang mengandung permethrin atau larutan lindane. Kedua obat tersebut efektif, tetapi lindane cenderung mengiritasi kulit, lebih toksik dan tidak boleh diberikan kepada anak-anak. Kadang digunakan krim yang mengandung corticosteroid (misalnya hydrocortisone) selama beberapa hari setelah pemberian permethrin atau lindane, untuk mengurangi gatal-gatal sampai semua tungau mati. Pengobatan juga harus dilakukan terhadap seluruh penghuni rumah. Pengobatan dengan antiparasit lainnya yang cukup efektif antara lain Permethrin, Crotamiton, Ivermectin, Sulfur Ingin mengetahui lebih lengkap tentang infeksi tungau? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 10 Sep 2018    16:00 WIB
Masukkin Jari Ke Miss V, Boleh Ga Sih???
Hampir setiap makhluk di dunia ingin merasakan kepuasan seksual. Seperti yang Kita ketahui salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan seksual selain dengan melakukan hubungan seks dengan pasangan maka seseorang akan melakukan masturbasi. Cara yang dilakukan oleh pria dan wanita tentu berbeda. Saat melakukan masturbasi terkadang seseorang merasa lebih mampu memuaskan diri sendiri. Melakukan masturbasi sebenarnya juga memberikan manfaat. Namun bila Anda melakukan dengan cara yang salah, hal ini juga bisa berbahaya bagi Anda. Baca juga: Manfaat Masturbasi Pada Wanita Salah satu cara yang dilakukan wanita saat melakukan masturbasi adalah dengan memasukkan jari ke dalam vagina. Hampir 90% tangan dijadikan sebagai media pemuas diri, baik itu pada pria maupun wanita. Namun siapa sangka, bahwa memasukan jari tangan ke dalam vagina dapat berbahaya? Berikut adalah efek samping akibat memasukkan jari ke dalam vagina: Merusak selaput dara Untuk wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, tindakan memasukkan jari ke dalam vagina dan melakukan gerakan maju mundur dapat merusak selaput dara. Meski arti kehilangan perawan adalah saat dilakukannya penetrasi oleh penis dan melakukan gerakan maju mundur. Selain itu selaput dara wanita memiliki tingkat elastisitas atau kelenturan yang berbeda-beda dan para wanita juga tidak pernah mengetahui bagaimana bentuk dan sekuat apa tingkat kelenturan atau elastisitas pada selaput dara yang dimilikinya. Ada yang mudah robek dan ada yang sangat lentur sehingga sulit untuk terjadinya robekan. Namun bukan berarti Anda boleh  seenaknya memasukkan jari ke dalam vagina. Tentu Anda tidak ingin kan selaput dara rusak dan dianggap seolah-olah sudah tidak perawan lagi, meski Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan pria. Risiko infeksi Saat memasukkan jari ke dalam vagina merupakan kegiatan yang menyenangkan. Banyak juga pria yang melakukan hal ini untuk membantu wanita mencapai klimaks. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah kebersihan jari Anda sendiri. Apabila tangan Anda terkontaminasi dengan bakteri jahat, seperti jari-jari kuku yang kotor dan belum mencuci tangan dengan bersih maka dapat memperluas perkembangbiakan bakteri jahat di dalam vagina sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri yang menyebabkan peradangan maupun infeksi pada organ kewanitaan tersebut. Oleh karena itu perhatikan selalu kebersihan tangan Anda, sebelum Anda melakukan kegiatan yang satu ini. Termasuk bila pasangan Anda yang ingin melakukannya. Daerah vagina merupakan daerah intim dan sangat sensitif maka perlakukanlah dengan lembut dan sewajarnya. Bila bukan Anda yang mempehatikan organ intim Anda, siapa lagi??? Baca juga: 5 Hal Tentang Masturbasi yang Perlu Anda Ketahui  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 10 Aug 2018    16:00 WIB
Menggigit Kuku Bisa Mengganggu Kesehatan!
Kebiasaan menggigiti kuku atau yang juga dikenal dengan nama onikofagia, merupakan kebiasaan yang diderita oleh banyak orang bahkan tanpa ia sadari. Kebiasaan ini biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga mereka menjadi orang dewasa. Tanpa disadari, seseorang dapat menggigiti kukunya saat mereka sedang melakukan aktivitas lainnya seperti membaca, menonton televisi, berbicara, atau menelepon. Kebiasaan ini akan semakin sering dilakukan saat ia mengalami stress atau sedang bahagia atau sedang merasa bosan. Kadangkala, kebiasaan menggigiti kuku juga dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain yang lebih berbahaya seperti gangguan obsesif-kompulsif atau gangguan depresi. Jika Anda merupakan salah satu orang yang sering menggigiti kukunya, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti karena selain efek kosmetik, kebiasaan menggigiti kuku ternyata juga berbahaya bagi kesehatan lho! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak berbahaya dari kebiasaan menggigiti kuku bagi kesehatan.   Menyebarkan Kuman ke Dalam Mulut Tangan dan kuku Anda dipenuhi oleh bakteri, jamur, dan berbagai kuman berbahaya lainnya. Saat Anda memasukkan tangan dan kuku yang belum dicuci ke dalam mulut Anda, maka resiko terjadinya infeksi pun akan meningkat. Kuku merupakan lokasi paling ideal bagi tempat tinggal bakteri seperti salmonella dan E.coli. Selain itu, kebiasaan menggigiti kuku juga meningkatkan resiko terjadinya kutil dan infeksi herpes. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku memiliki lebih banyak bakteri Enterobacteriaceae di dalam mulutnya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.   Memicu Terjadinya Gangguan Pencernaan Saat Anda menggigiti kuku, maka berbagai jenis kuman penyakit berbahaya pun akan berpindah dari kuku Anda ke dalam mulut Anda, yang kemudian akan masuk ke dalam usus Anda. Begitu sampai di dalam perut, berbagai kuman penyakit ini dapat menyebabkan berbagai jensi gangguan pencernaan yang dapat memicu terjadinya diare dan nyeri perut. Anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis gangguan pencernaan seperti cacingan karena daya tahan tubuhnya yang lebih lemah.   Menyebabkan Infeksi Kuku Menggigiti kuku juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada kuku. Saat Anda menggigiti kuku, maka robekan atau luka lecet kecil dapat terjadi pada daerah di sekitar kuku Anda. Bakteri berbahaya, jamur, dan berbagai kuman penyakit lainnya dapat masuk melalui luka kcil ini dan menyebabkan infeksi. Infeksi dapat menyebabkan daerah kulit di sekitar kuku membengkak, merah, dan bernanah; yang akan sulit diobati bila Anda masih saja menggigiti kuku.   Merusak Bantalan Kuku Selain membuat kuku Anda lebih rentan terhadap infeksi, menggigiti kuku juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan serius pada bantalan kuku, kutikel kuku, dan kulit di sekitar kuku. Menggigiti kuku dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya pemendekan kuku yang tidak dapat diperbaiki lagi.   Baca juga: Hubungan Antara Bentuk Kuku dan Kepribadian Anda   Menyebabkan Gangguan Gigi Menggigiti kuku juga tidak baik bagi kesehatan gigi Anda. Kebiasaan ini dapat mengganggu oklusi gigi dan membuat gigi Anda tergeser dari tempatnya semula. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat membuat gigi depan menjadi retak atau bahkan patah, apalagi bila Anda menggunakan kawat gigi. Selain berdampak buruk pada gigi, menggigiti kuku juga dapat merusakan jaringan gusi Anda.   Menyebabkan Terjadinya Bruxism Seseorang yang menggigiti kukunya saat merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki kebiasaan buruk ini dapat menggigiti pensil atau menggeretakkan gigi saat merasa stress atau cemas saat tangan mereka disibukkan oleh aktivitas lainnya. Menggeretakkan gigi dapat membuat seseorang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Bruxism dapat menyebabkan terjadinya nyeri wajah, nyeri rahang, otot tegang, nyeri kepala kronik, dan gigi sensitif.   Mengganggu Kualitas Hidup Kebiasaan menggigiti kuku sebenarnya berhubungan dengan keadaan emosional seseorang dan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan saat seseorang merasa stress, cemas, dan bosan.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan menggigiti kuku: Potonglah kuku jari tangan Anda secara teratur dan pastikan kuku Anda tetap pendek. Anda tidak akan merasa tergoda untuk menggigiti kuku yang pendek Gunakan pemulas kuku yang pahit untuk membuat Anda enggan menggigiti kuku Coba lakukan perawatan manicure Saat menonton televisi atau membaca buku, tutupi kuku Anda dengan selotip atau stiker atau gunakan sarung tangan Saat Anda merasa stress atau tegang, genggamlah bola kecil untuk membuat tangan Anda tetap sibuk dan jauh dari mulut Anda Konsumsi makanan sehat untuk membantu proses perbaikan dan pertumbuhan kuku Berkonsultasilah ke seorang dokter untuk membantu menghentikan kebiasaan Anda tersebut   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 27 Jun 2018    16:00 WIB
Mengapa luka bakar tidak boleh dioles pasta gigi ?
Ketika seseorang terkena knalpot yang panas atau terciprat minyak panas, tidak jarang orang disekelilingnya langsung mengambil pasta gigi untuk dioleskan ke bagian kulit yang terbakar. Tahukan anda bahwa tindakan tersebut salah dan berbahaya.Luka bakar adalah kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh suhu yang panas atau suhu sangat dingin, listrik, bahan kimia, gesekan dan radiasi. Luka bakar memiliki memiliki derajat yang bermacam-macam, uga memerlukan tindakan yang berbeda tergantung dari bagian yang terkena, tingkat keparahan dan komplikasi yang terjadi.Penanganan luka bakar pada prinsipnya sama seperti penanganan luka yang disebabkan oleh hal yang lain yaitu perlu penanganan segera dan ditangani secara steril atau suci hama. Jika luba bakar ditutupi  engan pasta gigi, maka luka tersebut langsung bersentuhan dengan kuman yang terdapat pada pasta gigi tersebut. Belum lagi kandungan lain di pasta gigi tersebut, seperti pemutih, pewarna dan zat-zat lain yang justru bisa membahayakan dan menimbulkan infeksi baru pada luka bakar tersebut. Mengoles luka bakar engan menggunakan pasta gigi juga akan menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh, yang akhirnya menghambat proses penyembuhan.Jika terjadi luka bakar hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengguyurnya dengan air atau meletakkannya dibawah air yang mengalir. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga suhu di sekitar luka tersebut supaya tidak semakin tinggi , sehingga jaringan yang rusak tidak semakin banyak. Luka bakar juga dapat diberikan es sehingga menghentikan panas dan mencegah luka bakar semakin parah.Luka bakar ringan (hanya kemerahan kulit tanpa lepuh) cukup diolesi salep khusus luka bakar (bisa dibeli bebas di apotik), dan tak perlu ditutup. Luka bakar lepuh bergelembung, jangan dipecahkan. Biarkan gelembung tersebut pecah sendiri. Setelah pecah, lindungi dari paparan air, sebab kulit di dalam masih kulit yang mudah ditembus kuman. Perawatan dengan antisepsis tetap perlu selain menambah salep khusus luka bakar. Luka lepuh bergelembung yang luas butuh perawatan rumah sakit. Demikian pula luka bakar berat yang mengelupasi kulit sampai dalam yang menyebabkan kulit mengitam, juga tak dapat dirawat sendiri di rumah.
 22 Jun 2018    16:00 WIB
6 Penyebab Bokong Terasa Gatal dan Merah
1.      Infeksi Herpes ZosterJika gangguan kulit yang terdapat di daerah bokong Anda berwarna merah, gatal, dan disertai dengan lepuhan kecil yang terasa nyeri, maka hal ini dapat disebabkan oleh infeksi herpes.Memang cukup mengejutkan bahwa herpes yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual ternyata juga dapat mengenai daerah bokong. Hal ini dikarenakan herpes biasanya hanya mengenai membran lendir di daerah kemaluan dan mulut.Akan tetapi, bukanlah hal yang aneh bila infeksi herpes juga mengenai kulit di daerah bokong dan gejalanya pun mungkin hampir menyerupai infeksi herpes di daerah mulut dan kemaluan, seperti adanya lepuhan seperti jerawat yang tampak berkelompok.Pemberian obat antivirus biasanya dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit untuk memperoleh pengobatan secepatnya. 2.      Infeksi JamurJika gangguan kulit yang timbul membuat kulit tampak merah, terasa gatal, dan bersisik; maka hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur dapat bertumbuh di area yang lembab dan gelap sehingga jamur lebih sering tumbuh di daerah tubuh yang saling bergesekkan. Pemberian salep anti jamur dapat mengatasi infeksi jamur pada daerah bokong, akan tetapi bila tidak, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan seorang dokter. 3.      BisulJika gangguan kulit yang terjadi tampak kemerahan dengan suatu benjolan yang tampak seperti jerawat, maka hal ini dapat merupakan suatu bisul.Bisul terbentuk jika sel-sel kulit mati dan bakteri menyumbat folikel rambut. Untuk mencegah terbentuknya bisul di daerah bokong, pastikan Anda segera mandi setelah selesai berolahraga dan gunakanlah pakaian yang membuat kulit bokong tetap memperoleh ventilasi yang baik. Baca juga: Cara Alami Redakan Gatal Pada Kulit 4.      PsoriasisJika gangguan kulit tampak kemerahan, bersisik, dan mengenai bagian atas belahan bokong Anda; maka gangguan kulit ini mungkin disebabkan oleh psoriasis.Psoriasis merupakan suatu gangguan kulit kronik yang tidak menular yang disebabkan oleh berlebihannya produksi sel-sel kulit, yang memang sering terjadi pada bagian atas bokong. Gejala lain dari psoriasis adalah bercak putih atau merah muda atau keperakkan pada kulit yang juga tampak mengelupas.Selain di daerah bokong, psoriasis juga sering terbentuk di daerah siku, kulit kepala, dan kuku. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami gangguan kulit ini untuk memperoleh pengobatan sedini mungkin. 5.      EksimJika gangguan kulit yang terjadi membuat kulit mudah mengelupas dan gatal dan kadang disertai dengan benjolan kecil berwarna merah, maka hal ini mungkin merupakan sebuah eksim.Penggunaan pelembab atau salep hidrokortison dapat membantu mengurangi gejala yang terjadi. Selain itu, gunakanlah pakaian berbahan katun atau serat alami sehingga lebih menyerap keringat dan membuat kulit dapat "bernapas". 6.      WasirJika gangguan kulit yang terjadi terasa sangat gatal dan terjadi di daerah anus, maka hal ini mungkin disebabkan oleh wasir.Penonjolan pembuluh darah ini dapat sangat mengganggu, terasa nyeri, dan gatal; yang disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan di daerah anus. Wasir merupakan gangguan yang sangat sering terjadi, yang biasanya disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam perut karena sembelit atau kehamilan. Baca juga: Jerawat Sering Tumbuh di Daerah Bokong, Ini Dia Solusinya! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 16 May 2018    08:00 WIB
Cara Tepat Untuk Membersihkan Pusar Anda
Tahukah Anda bahwa kotoran pada pusar Anda ternyata merupakan campuran antara bakteri, kotoran, keringat, sabun, lotion, dan serat pakaian? Hal ini berarti pusar Anda merupakan bagian tubuh yang juga perlu dibersihkan setiap harinya. Pusar Anda tidak tampak terlalu kotor jadi tidak perlu dibersihkan bukan? Menurut sebuah penelitian dari North Carolina State University, walaupun pusar Anda tidak tampak terlalu kotor, akan tetapi sebagian besar pusar "dipenuhi" dengan 67 jenis bakteri yang berbeda. Pusar yang jarang dibersihkan dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan bahkan dapat mengalami infeksi. Infeksi pada pusar biasanya akan membuat kulit di area pusar dan sekitarnya menjadi kemerahan, gatal, dan tampak bersisik. Proses pembersihan ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki anting tindik di daerah pusar. Selain itu, walaupun sangat jarang, terkadang dapat terjadi pertumbuhan suatu jaringan pada pusar yang berbentuk seperti batu. Jaringan ini disebut dengan omfalolit atau umbolit. Jaringan ini dapat tumbuh besar hingga menutupi seluruh pusar dan dapat mengalami infeksi, meradang, bahkan menjadi luka terbuka (ulkus).   Baca juga: Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga!   Jadi bagaimana cara tepat membersihkan pusar Anda setiap harinya agar terhindar dari infeksi dan bau tidak sedap? Bila pusar Anda tampak menonjol keluar, maka yang Anda perlukan hanyalah mandi secara teratur setiap harinya atau membersihkan pusar Anda dengan handuk bersih yang telah dibasahi dengan campuran air dan sabun. Akan tetapi, bila pusar Anda tampak masuk ke dalam, maka Anda mungkin perlu membersihkannya setidaknya 1 kali seminggu dengan menggunakan cotton bud yang telah dibahasi dengan campuran air dan sabun atau Anda juga dapat menggunakan alkohol. Bila cara di atas tidak juga berhasil membersihkan kotoran atau mengurangi bau tidak sedap pada pusar Anda, maka Anda mungkin perlu segera mencari pertolongan medis dengan mengunjungi seorang dokter terdekat, karena pusar Anda mungkin telah mengalami infeksi dan perlu pengobatan yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .     Sumber: womenshealthmag
 30 Dec 2017    13:00 WIB
6 Cara Melindungi Diri Anda Terhadap Infeksi di Rumah Sakit
Sebuah berita mengejutkan datang dari sebuah rumah sakit di Los Angeles, Amerika di mana telah terjadi wabah infeksi nosokomial (infeksi yang terjadi di dalam rumah sakit), yang menyebabkan tewasnya 2 orang pasien dari 7 orang pasien yang terkena. Wabah ini disebabkan oleh infeksi suatu jenis bakteri yang telah mengalami resistensi terhadap antibiotika, yang dikenal dengan nama CRE. CRE merupakan jenis bakteri yang dapat bertahan hidup pada berbagai jenis permukaan benda. Walaupun terdapat 2 jenis bakteri nosokomial lainnya yang juga cukup mematikan seperti MRSA dan C.diff, akan tetapi CRE merupakan jenis bakteri nosokomial yang paling mematikan, di mana sekitar sebagian penderita yang terinfeksi oleh CRE ini (50%) mengalami kematian. Pada kasus penyebaran CRE yang terjadi di UCLA Medical Center ini, penularan terjadi melalui alat endoskopi, yang banyak digunakan oleh dokter untuk melihat keadaan saluran pencernaan dan kandung empedu pasien. Alat endoskopi tersebut ditemukan telah terkontaminasi oleh CRE dan ternyata tidak dibersihkan dengan baik setelah penggunaan. Untuk mencegah Anda dan orang-orang tercinta terinfeksi oleh salah satu jenis bakteri mematikan di atas, seorang ahli memberikan 6 tips mengenai bagaimana melindungi diri Anda dan orang-orang tercinta Anda dari infeksi nosokomial di rumah sakit seperti yang akan dibahas di bawah ini.   1.      Cari Tahu Jika Anda tahu Anda akan pergi ke suatu rumah sakit, maka bertanyalah pada dokter Anda apakah rumah sakit tersebut pernah mengalami infeksi CRE. Walaupun informasi ini merupakan hal yang sulit untuk diketahui, akan tetapi para dokter biasanya mengetahui apakah rumah sakit tempatnya bekerja pernah mengalami wabah CRE atau bakteri nosokomial lainnya.   2.      Minta Petugas dan Keluarga Mencuci Tangan Saat Anda dirawat di rumah sakit, pastikan Anda meminta petugas kesehatan dan keluarga Anda untuk mencuci tangan di depan Anda sebelum menyentuh Anda atau ruangan kamar Anda. Jangan tertipu oleh sarung tangan, bila orang yang mengenakan sarung tangan tidak mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum mengenakan sarung tangan, maka sarung tangannya pun sudah terkontaminasi.   3.      Minta Dokter Membersihkan Stetoskopnya Sebelum dokter Anda menggunakan stetoskopnya pada Anda, mintalah ia untuk membersihkan permukaan stetoskopnya tersebut dengan alkohol. Stetoskop seringkali terkontaminasi oleh kuman karena jarang sekali dibersihkan setelah penggunaan.   4.      Gunakan Sabun Antibakteri Saat Mandi Jika Anda akan melakukan tindakan pembedahan, maka mulailah mandi dengan menggunakan sabun yang mengandung klorheksidin selama 3-5 hari sebelum tindakan pembedahan. Hal ini dapat membantu menyingkirkan berbagai bakteri berbahaya yang terdapat pada permukaan kulit Anda. Selain itu, bagi para pria, pastikan Anda tidak bercukur sebelum masuk rumah sakit karena luka kecil pada kulit juga dapat memudahkan bakteri untuk masuk ke dalam tubuh.   5.      Perhatikan Apa yang Anda Makan Selain CRE, terdapat bakteri lainnya, yaitu C. diff yang juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit. Infeksi bakteri ini seringkali terjadi melalui makanan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak meletakkan makanan Anda pada tempat lain selain daripada tempat makanan tersebut.   6.      Bersihkan Daerah Sekitar Anda Jika Anda akan dirawat di rumah sakit atau mengunjungi keluarga atau teman di rumah sakit, maka pastikan Anda membawa tisu basah antibakteri. Gunakanlah tisu basah tersebut untuk membersihkan berbagai permukaan benda di kamar inap Anda, termasuk tepi ranjang tidur, meja, remote televisi, gagang pintu, dan berbagai benda lainnya yang sering disentuh orang.   Sumber: newsmaxhealth