Your browser does not support JavaScript!
 27 Oct 2020    17:00 WIB
Fakta-fakta Tentang Keputihan
Seberapa Sering Seorang Wanita Mengalami Keputihan? Selama hidupnya, sekitar 75% wanita di dunia pernah menderita keputihan, setidaknya satu kali. Sedangkan hampir sekitar 45% wanita di dunia pernah mengalami keputihan sebanyak 2 kali atau lebih. Mengapa Keputihan Lebih Sering Terjadi Pada Wanita Hamil? Keputihan memang sering terjadi selama kehamilan. Hal ini dikarenakan adanya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh, yang juga mengubah keadaan daerah kemaluan, di mana cairan vagina mengandung lebih banyak gula, yang merupakan makanan jamur penyebab keputihan. Apakah Keputihan dapat Berulang? Sekitar 5% wanita di dunia mengalami keputihan berulang. Disebut keputihan berulang bila seorang wanita mengalami infeksi jamur pada daerah kemaluan sebanyak 4 kali atau lebih dalam waktu 1 tahun. sebagian besar wanita yang mengalami keputihan berulang sebenarnya tidak memiliki gangguan kesehatan lain yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi berulang. Bagaimana Membedakan Keputihan Dengan Cairan Vagina Normal? Cairan vagina yang normal biasanya berwarna jernih, mungkin sedikit keruh, tidak menimbulkan iritasi ataupun gatal, dan tidak berbau. Jumlah dan konsistensi cairan vagina normal dapat berbeda-beda setiap bulannya. Apakah Keputihan Dapat Sembuh Dengan Sendirinya? Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, walaupun sangat kecil, infeksi jamur pada daerah kemaluan yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi panggul yang serius. Apakah Pasangan Seksual Juga Perlu Menerima Pengobatan yang Sama? Pengobatan pada pasangan seksual seorang penderita keputihan biasanya tidak diperlukan. Para ahli masih tidak dapat memastikan apakah keputihan akibat infeksi jamur juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.  Akan tetapi, bila pasangan Anda menunjukkan tanda-tanda infeksi jamur pada kemaluan, seperti bagian ujung penis berwarna kemerahan, mengalami iritasi dan atau gatal, maka pasangan Anda mungkin juga membutuhkan pengobatan seperti Anda. Pengobatan biasanya dapat menyembuhkan infeksi jamur pada kemaluan (sekitar 80-90%) dalam waktu 2 minggu atau kurang, seringkali hanya dalam waktu beberapa hari. Kapan Saya Perlu Mengkonsumsi Antibiotika? Konsumsilah antibiotika hanya bila dokter Anda menganjurkannya dan jangan mengkonsumsi antibiotika lebih banyak atau lebih sedikit daripada yang dianjurkan oleh dokter Anda.  Selain mampu membunuh berbagai kuman penyebab penyakit, antibiotika juga dapat membunuh bakteri baik yang terdapat pada permukaan vagina Anda, yang dapat memicu pertumbuhan tak terkendali dari jamur pada daerah kemaluan dan menyebabkan terjadinya keputihan.  
 22 Oct 2020    09:00 WIB
Luka Bakar Tidak Boleh Dioles Pasta Gigi Lho!
Ketika seseorang terkena knalpot yang panas atau terciprat minyak panas, tidak jarang orang disekelilingnya langsung mengambil pasta gigi untuk dioleskan ke bagian kulit yang terbakar. Tahukah Anda bahwa tindakan tersebut salah dan berbahaya. Luka bakar adalah kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh suhu yang panas atau suhu sangat dingin, listrik, bahan kimia, gesekan dan radiasi. Luka bakar memiliki memiliki derajat yang bermacam-macam, juga memerlukan tindakan yang berbeda tergantung dari bagian yang terkena, tingkat keparahan dan komplikasi yang terjadi. Penanganan luka bakar pada prinsipnya sama seperti penanganan luka yang disebabkan oleh hal yang lain yaitu perlu penanganan segera dan ditangani secara steril atau suci hama. Jika luka bakar ditutupi  dengan pasta gigi, maka luka tersebut langsung bersentuhan dengan kuman yang terdapat pada pasta gigi tersebut. Belum lagi kandungan lain di pasta gigi, seperti pemutih, pewarna dan zat-zat lain yang justru bisa membahayakan dan menimbulkan infeksi baru pada luka bakar. Mengoles luka bakar dengan menggunakan pasta gigi juga akan menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh, yang akhirnya menghambat proses penyembuhan. Jika terjadi luka bakar hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengguyurnya dengan air atau meletakkannya dibawah air yang mengalir. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga suhu di sekitar luka tersebut supaya tidak semakin tinggi, sehingga jaringan yang rusak tidak semakin banyak. Luka bakar juga dapat diberikan es sehingga menghentikan panas dan mencegah luka bakar semakin parah. Luka bakar ringan (hanya kemerahan kulit tanpa lepuh) cukup diolesi salep khusus luka bakar (bisa dibeli bebas di apotik), dan tak perlu ditutup. Luka bakar lepuh bergelembung, jangan dipecahkan. Biarkan gelembung tersebut pecah sendiri. Setelah pecah, lindungi dari paparan air, sebab kulit di dalam masih kulit yang mudah ditembus kuman. Perawatan dengan antisepsis tetap perlu selain menambah salep khusus luka bakar. Luka lepuh bergelembung yang luas butuh perawatan rumah sakit. Demikian pula luka bakar berat yang mengelupasi kulit sampai dalam yang menyebabkan kulit mengitam, juga tak dapat dirawat sendiri di rumah.
 27 Jul 2020    16:00 WIB
Hati-Hati Terkena Infeksi Necrotizing fasciitis
Hai sahabat! Tahukah kalian di dunia ini ada salah satu penyakit mengerikan, akibat perbuatan si bakteri jahat pemakan daging. Nama penyakit ini adalah necrotizing fasciitis, yang disebabkan oleh bakteri yang disebut strep grup A, atau Streptococcus pyogenes. Infeksi strep pemakan daging atau necrotizing fasciitis ini adalah infeksi langka yang jarang terjadi. Necrotizing fasciitis adalah penyakit yang bisa diobati. Hanya strain bakteri langka tertentu yang dapat menyebabkan fasiitis nekrotikans, tetapi infeksi ini berkembang dengan cepat (agresif), sehingga harus cepat pula mencari perawatan medis, agar peluang untuk bertahan hidup semakin baik. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1783, di Negara Perancis. Dan terjadi dari waktu ke waktu, sepanjang abad ke 19 dan ke 20. Penyakit ini  bekerja dengan durasi cepat dan menyebar dengan cepat, hingga menimbulkan peradangan dan nekrosis mulai dari fasia (jaringan ikat berbentuk lembaran berupa selaput, yang menyelimuti otot), otot dan lemak subkutan, dengan nekrosis berikutnya pada kulit di atasnya. Mayoritas individu yang terinfeksi necrotizing fasciitis dimulai dengan infeksi yang ada (selulitis, abses, atau luka), paling sering pada ekstremitas atau di luka atau di lokasi bedah. Infeksi awal dapat berasal dari hampir semua penyebab (misalnya, luka pada kulit, luka tusuk, sayatan bedah, atau yang jarang terjadi seperti gigitan serangga (laba-laba, atau lalat menggigit). Dan gejala lainnya seperti: Eritema (kemerahan) dan pembengkakan. Sensitif terhadap rasa sakit, dan nyeri kulit dapat terjadi bahkan melewati area eritema. Kehadiran rasa sakit yang hebat. Demam dan menggigil. Kelelahan. Perubahan kulit yang progresif seperti ulserasi kulit dan pembentukan bula (lepuh berisi cairan berdinding tipis). Perubahan warna kulit. Bekas luka nekrotik (keropeng hitam). Pembentukan gas di jaringan (yang dapat menghasilkan sensasi berderak di bawah kulit). Pengeluaran cairan dan atau nanah dapat terjadi dengan cepat ketika infeksi berlanjut. Beberapa pasien dapat menjadi septik (artinya infeksi telah menyebar ke aliran darah dan ke seluruh tubuh) sebelum perubahan kulit dikenali, terutama ketika penyakit pemakan daging dimulai pada bidang wajah yang dalam. Syok septik (bakteremia, tekanan darah rendah, pernapasan cepat, status mental berubah).   Dan apa pencegahan dan pengobatan untuk necrotizing fasciitis? Tidak ada cara pasti untuk mencegah infeksi Necrotising Fasciitis. Namun, kita dapat mengurangi risiko dengan praktik kebersihan dasar. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan rawat luka apa pun, bahkan luka ringan dengan antiseptik. Jika kita sudah memiliki luka, rawatlah dengan baik. Ganti perban kita secara teratur atau ketika menjadi basah atau kotor. Jangan menempatkan diri kita dalam situasi di mana luka kita bisa terkontaminasi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendaftar bak air panas, pusaran air, dan kolam renang, ataupun air di permukaan pantai, sebagai contoh tempat yang harus kita hindari ketika kita memiliki luka. Perawatan dengan antibiotik yang tepat sesegera mungkin sangat penting untuk infeksi dini. Antibiotik akan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut ke jaringan sehat. Antibiotik terbatas karena kematian jaringan di tempat yang terinfeksi. Artinya adalah bahwa antibiotik tidak dapat dikirim ke lokasi yang terinfeksi karena jaringan yang mati menyebabkan kurangnya aliran darah, yang merupakan cara pemberian antibiotik. Dalam beberapa kasus, amputasi satu atau lebih anggota badan mungkin diperlukan untuk membantu menghentikan penyebaran infeksi. Proses pemulihan melibatkan terapi fisik yang diperpanjang, dan penyembuhan psikologis dan emosional jangka panjang. Luka terbuka yang besar biasanya membutuhkan pencangkokan kulit. Perawatan oksigen hiperbarik dapat menjadi terapi tambahan yang bermanfaat bagi orang-orang dengan luka besar dan terbuka. Jadi sahabat! Necrotising Fasciitis memang berpotensi fatal, tetapi dengan perhatian medis segera, pasien dapat diobati dengan sukses.   Sumber : emedicine.medscape.com, www.healthline.com, www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com, www.researchgate.net
 18 May 2020    18:00 WIB
Masukkin Jari Ke Miss V, Boleh Ga Sih ?
Hampir setiap makhluk di dunia ingin merasakan kepuasan seksual. Seperti yang Kita ketahui salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan seksual selain dengan melakukan hubungan seks dengan pasangan maka seseorang akan melakukan masturbasi. Cara yang dilakukan oleh pria dan wanita tentu berbeda. Saat melakukan masturbasi terkadang seseorang merasa lebih mampu memuaskan diri sendiri. Melakukan masturbasi sebenarnya juga memberikan manfaat. Namun bila Anda melakukan dengan cara yang salah, hal ini juga bisa berbahaya bagi Anda. Baca juga: Manfaat Masturbasi Pada Wanita Salah satu cara yang dilakukan wanita saat melakukan masturbasi adalah dengan memasukkan jari ke dalam vagina. Hampir 90% tangan dijadikan sebagai media pemuas diri, baik itu pada pria maupun wanita. Namun siapa sangka, bahwa memasukan jari tangan ke dalam vagina dapat berbahaya? Berikut adalah efek samping akibat memasukkan jari ke dalam vagina: Merusak selaput dara Untuk wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, tindakan memasukkan jari ke dalam vagina dan melakukan gerakan maju mundur dapat merusak selaput dara. Meski arti kehilangan perawan adalah saat dilakukannya penetrasi oleh penis dan melakukan gerakan maju mundur. Selain itu selaput dara wanita memiliki tingkat elastisitas atau kelenturan yang berbeda-beda dan para wanita juga tidak pernah mengetahui bagaimana bentuk dan sekuat apa tingkat kelenturan atau elastisitas pada selaput dara yang dimilikinya. Ada yang mudah robek dan ada yang sangat lentur sehingga sulit untuk terjadinya robekan. Namun bukan berarti Anda boleh  seenaknya memasukkan jari ke dalam vagina. Tentu Anda tidak ingin kan selaput dara rusak dan dianggap seolah-olah sudah tidak perawan lagi, meski Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan pria. Risiko infeksi Saat memasukkan jari ke dalam vagina merupakan kegiatan yang menyenangkan. Banyak juga pria yang melakukan hal ini untuk membantu wanita mencapai klimaks. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah kebersihan jari Anda sendiri. Apabila tangan Anda terkontaminasi dengan bakteri jahat, seperti jari-jari kuku yang kotor dan belum mencuci tangan dengan bersih maka dapat memperluas perkembangbiakan bakteri jahat di dalam vagina sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri yang menyebabkan peradangan maupun infeksi pada organ kewanitaan tersebut. Oleh karena itu perhatikan selalu kebersihan tangan Anda, sebelum Anda melakukan kegiatan yang satu ini. Termasuk bila pasangan Anda yang ingin melakukannya. Daerah vagina merupakan daerah intim dan sangat sensitif maka perlakukanlah dengan lembut dan sewajarnya. Bila bukan Anda yang mempehatikan organ intim Anda, siapa lagi??? Baca juga: 5 Hal Tentang Masturbasi yang Perlu Anda Ketahui  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 05 May 2020    11:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 19 Apr 2020    11:00 WIB
Menggigit Kuku Bisa Mengganggu Kesehatan
Kebiasaan menggigiti kuku atau yang juga dikenal dengan nama onikofagia, merupakan kebiasaan yang diderita oleh banyak orang bahkan tanpa ia sadari. Kebiasaan ini biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga mereka menjadi orang dewasa. Tanpa disadari, seseorang dapat menggigiti kukunya saat mereka sedang melakukan aktivitas lainnya seperti membaca, menonton televisi, berbicara, atau menelepon. Kebiasaan ini akan semakin sering dilakukan saat ia mengalami stress atau sedang bahagia atau sedang merasa bosan. Kadangkala, kebiasaan menggigiti kuku juga dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain yang lebih berbahaya seperti gangguan obsesif-kompulsif atau gangguan depresi. Jika Anda merupakan salah satu orang yang sering menggigiti kukunya, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti karena selain efek kosmetik, kebiasaan menggigiti kuku ternyata juga berbahaya bagi kesehatan lho! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak berbahaya dari kebiasaan menggigiti kuku bagi kesehatan.   Menyebarkan Kuman ke Dalam Mulut Tangan dan kuku Anda dipenuhi oleh bakteri, jamur, dan berbagai kuman berbahaya lainnya. Saat Anda memasukkan tangan dan kuku yang belum dicuci ke dalam mulut Anda, maka resiko terjadinya infeksi pun akan meningkat. Kuku merupakan lokasi paling ideal bagi tempat tinggal bakteri seperti salmonella dan E.coli. Selain itu, kebiasaan menggigiti kuku juga meningkatkan resiko terjadinya kutil dan infeksi herpes. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku memiliki lebih banyak bakteri Enterobacteriaceae di dalam mulutnya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.   Memicu Terjadinya Gangguan Pencernaan Saat Anda menggigiti kuku, maka berbagai jenis kuman penyakit berbahaya pun akan berpindah dari kuku Anda ke dalam mulut Anda, yang kemudian akan masuk ke dalam usus Anda. Begitu sampai di dalam perut, berbagai kuman penyakit ini dapat menyebabkan berbagai jensi gangguan pencernaan yang dapat memicu terjadinya diare dan nyeri perut. Anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis gangguan pencernaan seperti cacingan karena daya tahan tubuhnya yang lebih lemah.   Menyebabkan Infeksi Kuku Menggigiti kuku juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada kuku. Saat Anda menggigiti kuku, maka robekan atau luka lecet kecil dapat terjadi pada daerah di sekitar kuku Anda. Bakteri berbahaya, jamur, dan berbagai kuman penyakit lainnya dapat masuk melalui luka kcil ini dan menyebabkan infeksi. Infeksi dapat menyebabkan daerah kulit di sekitar kuku membengkak, merah, dan bernanah; yang akan sulit diobati bila Anda masih saja menggigiti kuku.   Merusak Bantalan Kuku Selain membuat kuku Anda lebih rentan terhadap infeksi, menggigiti kuku juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan serius pada bantalan kuku, kutikel kuku, dan kulit di sekitar kuku. Menggigiti kuku dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya pemendekan kuku yang tidak dapat diperbaiki lagi.   Baca juga: Hubungan Antara Bentuk Kuku dan Kepribadian Anda   Menyebabkan Gangguan Gigi Menggigiti kuku juga tidak baik bagi kesehatan gigi Anda. Kebiasaan ini dapat mengganggu oklusi gigi dan membuat gigi Anda tergeser dari tempatnya semula. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat membuat gigi depan menjadi retak atau bahkan patah, apalagi bila Anda menggunakan kawat gigi. Selain berdampak buruk pada gigi, menggigiti kuku juga dapat merusakan jaringan gusi Anda.   Menyebabkan Terjadinya Bruxism Seseorang yang menggigiti kukunya saat merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki kebiasaan buruk ini dapat menggigiti pensil atau menggeretakkan gigi saat merasa stress atau cemas saat tangan mereka disibukkan oleh aktivitas lainnya. Menggeretakkan gigi dapat membuat seseorang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Bruxism dapat menyebabkan terjadinya nyeri wajah, nyeri rahang, otot tegang, nyeri kepala kronik, dan gigi sensitif.   Mengganggu Kualitas Hidup Kebiasaan menggigiti kuku sebenarnya berhubungan dengan keadaan emosional seseorang dan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan saat seseorang merasa stress, cemas, dan bosan.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan menggigiti kuku: Potonglah kuku jari tangan Anda secara teratur dan pastikan kuku Anda tetap pendek. Anda tidak akan merasa tergoda untuk menggigiti kuku yang pendek Gunakan pemulas kuku yang pahit untuk membuat Anda enggan menggigiti kuku Coba lakukan perawatan manicure Saat menonton televisi atau membaca buku, tutupi kuku Anda dengan selotip atau stiker atau gunakan sarung tangan Saat Anda merasa stress atau tegang, genggamlah bola kecil untuk membuat tangan Anda tetap sibuk dan jauh dari mulut Anda Konsumsi makanan sehat untuk membantu proses perbaikan dan pertumbuhan kuku Berkonsultasilah ke seorang dokter untuk membantu menghentikan kebiasaan Anda tersebut   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 21 Mar 2020    18:00 WIB
Mengenal Apa Itu Infeksi Tungau (Infeksi Skabies)
Apakah infeksi tungau itu?Skabies adalah suatu infestasi tungau yang menyebabkan beruntus-beruntus kecil kemerahan dan rasa gatal yang hebat. Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Infestasi tungau ini mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik dan sering menyerang seluruh penghuni dalam satu rumah. Tungau Sarcoptes scabiei ukurannya cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang dan sering menular diantara orang-orang yang tidur besama. Apa saja gejala dari infeksi tungau?Ciri khas dari skabies adalah gatal-gatal hebat, yang biasanya semakin memburuk pada malam hari. Lubang tungau tampak sebagai garis bergelombang dengan panjang sampai 2,5 cm, kadang pada ujungnya terdapat beruntusan kecil. Lubang/terowongan tungau dan gatal-gatal paling sering ditemukan dan dirasakan di sela-sela jari tangan, pada pergelangan tangan, sikut, ketiak, di sekitar puting payudara wanita, alat kelamin pria (penis dan kantung zakar), di sepanjang garis ikat pinggang dan bokong bagian bawah. Infeksi jarang mengenai wajah, kecuali pada anak-anak dimana lesinya muncul sebagai lepuhan berisi air. Lama-lama terowongan ini sulit untuk dilihat karena tertutup oleh peradangan yang terjadi akibat penggarukan. Apakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk infeksi tungau?Penyakit ini bisa diatasi dengan mengoleskan krim yang mengandung permethrin atau larutan lindane. Kedua obat tersebut efektif, tetapi lindane cenderung mengiritasi kulit, lebih toksik dan tidak boleh diberikan kepada anak-anak. Kadang digunakan krim yang mengandung corticosteroid (misalnya hydrocortisone) selama beberapa hari setelah pemberian permethrin atau lindane, untuk mengurangi gatal-gatal sampai semua tungau mati. Pengobatan juga harus dilakukan terhadap seluruh penghuni rumah. Pengobatan dengan antiparasit lainnya yang cukup efektif antara lain Permethrin, Crotamiton, Ivermectin, Sulfur Ingin mengetahui lebih lengkap tentang infeksi tungau? Silahkan baca di siniSumber Gambar : https://www.perdoski.id/
 16 Mar 2020    11:00 WIB
Sering Memakai G String? Ternyata Ada Efek Samping loh!
Luangkan waktu Anda untuk membaca artikel ini. Apakah kamu senang menggunakan g string. G string merupakan salah satu aksesoris yang akan membuat kamu menjadi lebih seksi dan bisa menarik pasangan Anda.   Namun ternyata penggunaan G string terlalu sering juga menimbulkan risiko pada kesehatan, seperti:   Peradangan alat kelamin Dilaporkan bahwa penggunaan g string menyebabkan peningkatan jumlah pasien yang mengalami peradangan alat kelamin. Hal ini disebabkan tali g string yang terlalu ketat dapat melukai area genital yang sensitif.   Infeksi saluran kemih G string juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Dikatakan tali g string yang terlalu ketat menyebabkan ruang udara untuk daerah genital terganggu. Selain itu dapat menyebabkan robekan kecil atau luka yang dapat berkembang menjadi infeksi. Tali yang berhubungan langsung antara bagian belakang dan bagian depan dapat mengantarkan bakteri dari lubang dubur ke daerah genital.   Keputihan Tali yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan infeksi jamur. Reaksi Kulit Penggunaan g-string terlalu sering juga menyebabkan kulit lecet dan iritasi. Efek yang tidak terkait dengan medis Menggunakan g string dalam cuaca dingin tidak dapat melindungi bokong Anda.   Nah untuk Anda yang suka menggunakan g string sebaiknya perhatikan bahan g string yang Anda gunakan. Ganti secara teratur minimal dua kali dalam sehari. Hal ini untuk menghindarkan Anda terkena efek samping.   Baca juga: Apakah Infeksi Vagina Itu? Sumber: nairaland
 11 Dec 2019    16:00 WIB
Tips Atasi Komplikasi Alzheimer
Penyakit Alzheimer biasanya diawali dengan hilangnya kemampuan untuk mengingat sesuatu, yang dimulai dari sering lupa hingga melupakan berbagai kejadian yang baru terjadi atau berbagai nama benda-benda di sekitar anda. Akan tetapi, seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, anda pun dapat mengalami berbagai gangguan mental, emosional, dan fisik.   Gelisah dan Perilaku Agresif Penderita Alzheimer seringkali merasa cemas dan bingung. Saat perasaan ini muncul, maka penderita menjadi gelisah, tidak dapat duduk diam, berteriak, melempar barang, atau bahkan memukul orang di sekitarnya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu orang yang anda kasihi merasa lebih tenang, yaitu: Ciptakan suasana tenang, suara bising atau suara televisi dapat membuat penderita Alzheimer merasa terganggu dan bingung. Matikanlah televisi atau penyebab suara bising lainnya Perubahan pada lingkungan atau rutinitas, seperti berpergian ke suatu tempat atau datangnya orang tak dikenal di rumah  dapat membuat penderita merasa gelisah. Buatlah suatu rutinitas yang telah dikenal oleh penderita untuk menghindari komplikasi ini Rasa nyeri, lelah, atau bahkan keinginan untuk buang air kecil atau besar juga dapat membuat penderita mengamuk. Pastikan penderita merasa nyaman untuk menghindari terjadinya hal ini Hindarilah pertengkaran dengan penderita Alzheimer. Hal ini justru dapat membuat penderita semakin gelisah dan marah   Gangguan Pencernaan dan Saluran Kemih Penderita Alzheimer cenderung memiliki gangguan pengendalian buang air kecil dan besar. Hal ini terutama tampak saat penyakit telah berkembang menjadi semakin berat. Untuk mencegahnya, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Bawalah penderita ke toilet setiap beberapa jam Perhatikanlah adanya tanda-tanda ingin buang air kecil atau besar, seperti duduk dengan gelisah atau gerakan mencengkram baju Saat berpergian dengan penderita Alzheimer, pastikan agar anda mengetahui di mana letak toilet Hindari mengkonsumsi air terlalu banyak dekat dengan waktu tidur   Depresi Banyak penderita Alzheimer menjadi depresi, terutama setelah mereka mengetahui keadaan mereka. Pemberian obat anti depresi dapat membantu mengatasi depressi, akan tetapi terdapat beberapa hal yang dapat membantu mengurangi rasa depresi pada penderita, yaitu: Olahraga secara teratur Menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang lain Tetap aktif dengan melakukan kegiatan yang mereka sukai   Jatuh Penderita Alzheimer seringkali kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Hal ini dapat berbahaya bagi penderita. Beberapa hal yang dapat mencegah cedera dan jatuhnya penderita adalah: Doronglah penderita untuk berolahraga secara teratur, terutama pada awal terdiagnosa. Olahraga dapat membantu penderita menjaga keseimbangannya dan menjaga kekuatan ototnya Pindahkanlah benda-benda yang menghalangi jalan penderita Pastikan penderita selalu berpegangan pada saat menaiki tangga Letakkanlah karet atau alas anti selip lainnya pada kamar mandi dan lantai yang licin Nyalakanlah lampu di malam hari Tempelkanlah suatu penanda, seperti sticker yang mudah dilihat oleh penderita pada jendela dan pintu untuk memudahkan penderita mengetahui adanya jendela atau pintu   Infeksi Banyak penderita Alzheimer meninggal akibat adanya gangguan atau penyakit lainnya, seperti infeksi kandung kemih, flu, dan pneumonia. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi di atas adalah: Tanyakan pada dokter anda mengenai pemberian vaksinasi flu dan pneumonia pada penderita Jus buah cranberri atau suplemen yang mengandung ekstrak cranberry dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih Perhatikan adanya perubahan gejala atau perilaku penderita atau adanya demam. Hal ini dapat merupakan penanda adanya suatu infeksi   Gangguan Tidur Penderita Alzheimer biasanya merasa mengantuk pada siang hari, tetapi mengalami kesulitan tidur di malam hari. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengatasi gangguan tidur tersebut, yaitu: Pastikan penderita untuk tidur, bangun, dan makan pada waktu yang sama setiap harinya Hindari tidur siang karena hal ini dapat membuat penderita mengalami kesulitan tidur di malam hari Ajaklah penderita untuk beraktivitas di luar ruangan. Hal ini dapat membuat tidur penderita lebih baik di malam hari Hindari mengkonsumsi kafein, alkohol, dan rokok Tanyakan pada dokter anda mengenai obat-obatan yang mungkin dapat menyebabkan gangguan tidur pada penderita   Berpergian Tanpa Tujuan Penderita Alzheimer seringkali merasakan keinginan untuk berpergian ke suatu tempat. Untuk mencegah hal ini, anda dapat mencoba beberapa hal di bawah ini, yaitu: Buatlah pintu lebih sulit dibuka Pasanglah suatu alarm pada pintu rumah anda, sehingga alarm ini akan berbunyi setiap kali pintu terbuka Sembunyikanlah kunci kendaraan anda dari jangkauan penderita Pasanglah gelang yang bertuliskan nomor telepon dan alamat rumah anda untuk memudahkan penderita menemukan jalan pulang bila berpergian   Sumber: webmd
 01 Aug 2019    08:00 WIB
Ini Cara Membersihkan Pusar Yang Tepat
Tahukah Anda bahwa kotoran pada pusar Anda ternyata merupakan campuran antara bakteri, kotoran, keringat, sabun, lotion, dan serat pakaian? Hal ini berarti pusar Anda merupakan bagian tubuh yang juga perlu dibersihkan setiap harinya. Pusar Anda tidak tampak terlalu kotor jadi tidak perlu dibersihkan bukan? Menurut sebuah penelitian dari North Carolina State University, walaupun pusar Anda tidak tampak terlalu kotor, akan tetapi sebagian besar pusar "dipenuhi" dengan 67 jenis bakteri yang berbeda. Pusar yang jarang dibersihkan dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan bahkan dapat mengalami infeksi. Infeksi pada pusar biasanya akan membuat kulit di area pusar dan sekitarnya menjadi kemerahan, gatal, dan tampak bersisik. Proses pembersihan ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki anting tindik di daerah pusar. Selain itu, walaupun sangat jarang, terkadang dapat terjadi pertumbuhan suatu jaringan pada pusar yang berbentuk seperti batu. Jaringan ini disebut dengan omfalolit atau umbolit. Jaringan ini dapat tumbuh besar hingga menutupi seluruh pusar dan dapat mengalami infeksi, meradang, bahkan menjadi luka terbuka (ulkus).   Baca juga: Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga!   Jadi bagaimana cara tepat membersihkan pusar Anda setiap harinya agar terhindar dari infeksi dan bau tidak sedap? Bila pusar Anda tampak menonjol keluar, maka yang Anda perlukan hanyalah mandi secara teratur setiap harinya atau membersihkan pusar Anda dengan handuk bersih yang telah dibasahi dengan campuran air dan sabun. Akan tetapi, bila pusar Anda tampak masuk ke dalam, maka Anda mungkin perlu membersihkannya setidaknya 1 kali seminggu dengan menggunakan cotton bud yang telah dibahasi dengan campuran air dan sabun atau Anda juga dapat menggunakan alkohol. Bila cara di atas tidak juga berhasil membersihkan kotoran atau mengurangi bau tidak sedap pada pusar Anda, maka Anda mungkin perlu segera mencari pertolongan medis dengan mengunjungi seorang dokter terdekat, karena pusar Anda mungkin telah mengalami infeksi dan perlu pengobatan yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag