Your browser does not support JavaScript!
 12 May 2016    11:00 WIB
Mengapa Dokter Mempercepat Proses Persalinan?
Mempercepat waktu persalinan atau induksi persalinan dapat dilakukan apabila dokter atau bidan anda mengetahui adanya berbagai hal yang dapat mengganggu kesehatan anda atau bayi anda pada trimester akhir kehamilan anda. Walaupun demikian, induksi persalinan pun memiliki resikonya sendiri. Oleh karena itu, para ahli tidak menyarankan anda melakukan induksi persalinan ini bila tidak ada alasan medis lainnya.   Mengapa Persalinan Harus Dipercepat? Sebagian besar induksi persalinan dilakukan karena adanya alasan medis tertentu. Salah satunya adalah apabila anda belum juga mengalami tanda-tanda akan bersalin walaupun usia kehamilan anda telah mencapai 41 minggu. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai komplikasi selama persalinan, yang dapat mengganggu kesehatan anda maupun bayi anda. Alasan lainnya adalah apabila air ketuban anda sudah pecah akan tetapi tidak ada tanda-tanda persalinan akan segera terjadi. Setelah air ketuban anda pecah, maka baik anda maupun bayi anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi. Alasan ketiga adalah bahwa anda memiliki gangguan kesehatan tertentu yang dapat membahayakan jiwa anda atau bayi anda. Dokter anda mungkin akan menyarankan untuk menginduksi persalinan anda bila anda memiliki diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), preeklampsia, atau eklampsia. Alasan keempat adalah apabila bayi anda diduga mengalami gangguan kesehatan tertentu yang diketahui melalui pemeriksaan penunjang, seperti USG atau pemeriksaan penunjang lainnya. Gangguan kesehatan yang mungkin terjadi adalah gangguan pertumbuhan (bayi anda tidak bertumbuh secara normal) atau bayi anda memiliki kelainan denyut jantung.   Kapan Induksi Persalinan Tidak perlu Dilakukan? Bila kehamilan anda baru saja melewati 40 minggu maka hal ini bukanlah alasan melakukan tindakan induksi persalinan. Induksi persalinan sebaiknya dilakukan bila kehamilan anda telah berusia 41 minggu atau lebih.   Bagaimana Cara Menginduksi Persalinan? Pemberian Hormon Dokter dapat memberikan hormon prostaglandin untuk merangsang pembukaan serviks dan memicu terjadinya kontraksi rahim. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit. Jika anda pernah melahirkan melalui tindakan caesar, maka anda tidak dapat melakukan tindakan ini, karena dapat meningkatkan resiko terjadinya ruptur rahim. Dilatasi Mekanik Pada tindakan ini, dokter akan memasukkan suatu kateter balon ke dalam serviks anda melalui vagina, dan kemudian mengembangkan balon tersebut sehingga terjadi pembukaan serviks. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit. Pemberian Obat-obatan Pemberian oksitosin dapat merangsang terjadi kontraksi rahim. Biasanya diberikan dari dosis kecil dan ditingkatkan secara perlahan hingga kontraksi menjadi cukup kuat dan sering sehingga persalinan dapat terjadi. Beberapa wanita dapat segera melahirkan dalam waktu beberapa jam setelah induksi dimulai, yang lainnya memerlukan waktu 1-2 hari setelahnya. Bila semua tindakan induksi persalinan di atas tidak dapat memulai proses persalinan, maka anda mungkin harus melahirkan melalui caesar, terutama bila ketuban anda telah pecah.   Resiko Induksi Persalinan Beberapa resiko tindakan induksi persalinan adalah: Bila induksi persalinan tidak berhasil merangsang terjadinya persalinan, maka anda mungkin harus melahirkan melalui tindakan caesar Anda mungkin memerlukan waktu rawat inap di rumah sakit yang lebih lama untuk memulai proses induksi, persalinan, dan mungkin tindakan caesar Induksi dapat menyebabkan kontraksi rahim menjadi lebih kuat dan sering daripada seharusnya, sehingga dapat terasa sangat menyakitkan dan mungkin  menyebabkan anda memerlukan penggunaan obat anti nyeri atau bius epidural untuk mengurangi rasa nyeri ini Meningkatkan resiko terjadinya infeksi, terutama bila ketuban telah pecah dan anda belum juga melahirkan dalam waktu 1-2 hari kemudian Bila induksi dilakukan saat kehamilan anda baru berusia 37-39 minggu maka hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan pada bayi anda, seperti gangguan pernapasan atau berbagai gangguan kesehatan lainnya Tindakan induksi persalinan terutama bila menggunakan obat-obatan dapat berbahaya bila anda pernah melahirkan melalui tindakan caesar atau pernah melalui tindakan pembedahan pada rahim. Induksi dapat meningkatkan resiko terjadinya ruptur (robekan) pada rahim. Selain itu, kontraksi kuat dapat menyebabkan plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya dan menyebabkan terjadinya perdarahan hebat   Dapatkah Melakukan Induksi Tanpa Bantuan Dokter? Terdapat beberapa hal yang juga dapat memicu terjadinya persalinan selain berbagai cara di atas, seperti: Melakukan hubungan seksual Menstimulasi puting susu anda dengan lembut Mengkonsumsi minyak jarak (castor oil) Berjalan Jangan pernah mencoba berbagai metode di atas sebelum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda.   Sumber: webmd