Your browser does not support JavaScript!
 16 Jul 2017    18:00 WIB
Sinar Matahari Di Pagi Hari Dapat Menurunkan Berat Badan?
Ternyata berdasarkan sebuah penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Feinberg, Northwestern University yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE mengatakan bahwa Anda dapat menurunkan badan apabila Anda sering terpapar sinar matahari. Penelitian yang dilakukan kepada 54 orang, rata-rata berusia 30 tahun. Mereka akan diberikan monitor yang ditaruh di pergelangan tangan yang dapat melacak seberapa sering mereka terpapar sinar matahari pagi selama tujuh hari berturut-turut. Selain itu mereka juga memiliki buku harian yang mencatat asupan kalori yang mereka makan sehari-hari. Ternyata, orang-orang yang mendapat sinar matahari pagi lebih sering, memiliki IMT (Indeks Massa Tubuh, suatu cara untuk menghitung berat badan ideal, perbandingan antara tinggi dan berat badan) yang lebih rendah daripada mereka yang kurang mendapatkan sinar matahari pagi. Hal ini tidak berhubungan dengan usia mereka, seberapa aktif mereka dan apa yang mereka makan.  Jadi, mengapa seseorang yang sering terpapar sinar matahari pagi berat tubuhnya menjadi lebih ringan? Pertama. Apabila seseorang terpapar sinar matahari pagi, hal ini akan menyebabkan terjadinya perbaikan kembali jam biologis seseorang. Yang berarti mereka akan memiliki jadwal tidur yang alami dan lebih tepat. Jadwal tidur yang stabil akan membantu metabolisme tubuh berjalan lebih efisien, sehingga dapat membantu penurunan berat badan.  Kedua. Secara alami, sinar matahari di pagi hari lebih kuat dibanding sinar matahari di sore hari. Karena sinar matahari di pagi hari memiliki cahaya biru yang lebih kuat. Cahaya biru di pagi hari ini paling kuat mempengaruhi irama sirkadian tubuh Anda" kata para peneliti. Anda hanya perlu bermandi sinar matahari sekitar 20-30 menit diantara pukul 08.00-10.00. untuk mendapatkan manfaat dari sinar matahari. Sehingga mulai sekarang sebaiknya Anda mengusahakan untuk terpapar sinar matahari pagi. Silahkan mencoba!   Sumber: womenshealthmag
 04 Sep 2014    10:00 WIB
Fakta Mengenai Berat Badan Saat Hamil
Apakah Anda sedang hamil? Atau sedang berusaha ingin memiliki momongan. Berikut ini adalah fakta yang berhubungan dengan penambahan berat badan saat Anda hamil: Makan makanan biji-bijian, susu, ikan dan produk daging, buah-buahan, sayuran dan lemak sehat, minyak akan menambahkan kalori Anda.  Sebaiknya Anda membatasi makanan olahan, gula dan lemak ekstra lemak untuk dapat membantu Anda mencapai berat badan tujuan Anda agar Anda tetap sehat selama kehamilan. Kenaikan  berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 25-35 pon (11-16 Kg) untuk wanita yang memiliki berat badan normal sebelum hamil dengan BMI 18,5-24,9.  Kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 28-40 pon (12-19 Kg) bagi perempuan yang mempunyai berat badan kurang sebelum hamil dengan BMI kurang dari 18,5.  Kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 15-25 pon (6-12 Kg) untuk wanita yang memiliki berat badan berlebih sebelum hamil dengan BMI 25-29.  Kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 11-20 pon (4-10 Kg) bagi perempuan yang mengalami obesitas/ kegemukan sebelum hamil dengan BMI 30 atau lebih.  Selama kehamilan Anda akan mengalami penambahan berat badan yang berasal dari: Bayi Anda sekitar 4 Kg Plasenta sekitar 2 Kg Cairan ketuban sekitar 2 Kg Jaringan payudara yang membesar sekitar 2 Kg Pasokan darah sekitar 2 Kg Lemak sekitar 2-4 Kg Pertumbuhan uterus sekitar 2 Kg Cara menghitung BMI/ IMT (Indeks Massa Tubuh): Rumus IMT adalah rumus yang paling sering digunakan untuk pengukuran berat badan ideal Contoh: IMT = Berat Badan (kg)/Tinggi Badan (cm/100)2 IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53 Untuk orang Indonesia standard IMT menggunakan standard Asia bukan internasional sebab untuk ukuran tubuh orang Indonesia memiliki perbedaan dengan orang Barat seperti pada tinggi badannya. Berikut ini pembagian IMT berdasar standard Asia menurut IOTF, WHO (2000) : IMT Kategori =30 Obesitas tingkat 2   Dengan melihat kategori tersebut, seseorang yang memiliki tinggi badan 160 cm dan berat badan 50 kg termasuk normal. Sumber: medindia
 19 Jul 2014    08:15 WIB
Bagaimana Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anda?
Semua orang pasti menginginkan untuk mempunyai berat badan yang ideal. Selain menjadi lebih menarik dan membuat seseorang lebih percaya diri. Berat badan yang ideal juga akan mencegah seseorang mengalami penyakit seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, stroke Ada beberapa cara untuk mengukur berat badan ideal: IMT (Indeks Massa Tubuh) Rumus Broca Lingkar perut 1. Cara menghitung IMT dengan rumus: Rumus IMT adalah rumus yang paling sering digunakan untuk pengukuran berat badan ideal Contoh: IMT = Berat Badan (kg)/Tinggi Badan (cm/100)2 IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53 Untuk orang Indonesia standard IMT menggunakan standard Asia bukan internasional sebab untuk ukuran tubuh orang Indonesia memiliki perbedaan dengan orang Barat seperti pada tinggi badannya. Berikut ini pembagian IMT berdasar standard Asia menurut IOTF, WHO (2000) : IMT Kategori =30 Obesitas tingkat 2   Dengan melihat kategori tersebut, seseorang yang memiliki tinggi badan 160 cm dan berat badan 50 kg termasuk normal. 2. Cara menghitung dengan rumus broca: Berat badan ideal = (tinggi badan-100) – 10% Pria , 160 cm dan wanita < 150 cm, tidak dikurangi 10 % lagi Contoh: BB= 50 kg, TB 160 cm Berat badan ideal = (160-100)-10% = 54 kg BB Anda sekarang/ BB ideal x 100%  = 50/54 x 100% = 92% Kategori  Broca BB kurang< 90% BB ideal BB Normal 90-110% BB ideal BB lebih 110-120% BB ideal Gemuk > 120% BB ideal   Berdasarkan kategori tersebut apabila Anda memiliki tinggi 160 cm, berat 50 kg masih terhitung normal, namun untuk berat ideal adalah 54 kg. 3. Lingkar perut Seringkali orang tidak menyadari untuk hal yang satu ini, pada beberapa orang memiliki bentuk tubuh yang tidak gemuk tetapi ternyata memiliki perut yang buncit Batas lingkar perut normal: Wanita : < 80 cm Pria : < 90 cm Anda dapat menggunakan meteran kain yang dilingkarkan melewati pusar kemudian lihat berapa cm lingkar perut Anda Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara menghitung berat badan ideal Anda. Selamat mencoba! Sumber: medicalera