Your browser does not support JavaScript!
 23 Sep 2020    13:00 WIB
Hindari Makanan Ini Saat Sedang Hamil
Asupan ibu hamil sangat penting untuk perkembangan janin. Untuk itu, perlu diketahui asupan apa saja yang harus dihindari oleh ibu hamil agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Berikut daftarnya: Telur setengah matang Pastikan telur yang Anda makan itu matang dengan benar. Telur mentah kemungkinan mengandung bakteri salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Keracunan makanan yang mengandung salmonella dapat menyebabkan perut kram, muntah, diare, demam dan pada kasus tertentu bisa terjadi keguguran. Makanan yang dikemas tidak benar Anda pernah mendengar bakteri bernama listeria? Listeria dapat menyebabkan penyakit disebut listeriosis. Untuk wanita hamil listeriosis dapat menyebabkan gejala seperti flu. Tetapi saat listeria ditularkan ke janin maka dapat menyebabkan keguguran. Makanan sisa atau makanan yang tidak dikemas dengan baik harus dihindari karena kemungkinan terkontaminasi listeria. Keju lunak Hindari keju lunak seperti brie, camembert dan keju bercorak biru atau blue-veined cheese seperti stilton. Keju-keju ini sangat mungkin mengandung listeria- dapat menyebabkan keguguran dan meninggalnya janin di dalam kandungan. Hindari juga keju yang berbahan dasar susu kambing atau domba yang tidak dipasteurisasi, seperti keju feta, karena bisa mengandung toksoplasmosis. Daging mentah atau setengah matang Saat makan di luar dan memesan steak, pastikan steak dimasak well done serta hindari daging ham, hati dan suplemen minyak ikan. Daging dapat membawa risiko toksoplasmosis, listeria dan salmonela jika belum dimasak dengan matang. Hati mengandung vitamin A dalam kadar yang cukup tinggi yang dapat membahayakan perkembangan janin Anda. Ikan jenis tertentu Ikan sering terkait dalam berbagai pola diet, termasuk diet pada wanita hamil. Tetapi ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari ibu hamil seperti ikan lele, ikan todak, ikan marlin, ikan hiu karena kemungkinan sudah terkontaminasi merkuri dengankadar yang tinggi. Merkuri dapa menyebabkan keterlambatan perkembangan janin. Sumber: magforwomen
 07 Sep 2020    17:00 WIB
Stretch Mark Akibat Kehamilan
Kehamilan dan persalinan mempengaruhi berbagai hal dalam hidup anda, mulai dari waktu tidur anda, kegiatan anda, pekerjaan anda, dan keadaan tubuh anda. Hal yang paling sering dikeluhkan oleh banyak ibu adalah timbulnya stretch mark. Stretch mark biasanya tetap ada setelah anda melahirkan.   Mengapa Stretch Mark Terjadi ? Stretch mark terjadi akibat bagian tubuh anda membesar melebihi kemampuan elastisitas kulit anda, yang menyebabkan serat elastik di bawah permukaan kulit anda robek dan menimbulkan stretch mark. Timbulnya stretch mark dipengaruhi oleh seberapa cepat berat badan anda bertambah dan seberapa banyak berat badan anda bertambah. Semakin cepat peningkatan berat badan anda terjadi, maka stretch mark semakin cepat terbentuk.   Di Mana Saja Stretch Mark Dapat Terbentuk ? Selain perut, stretch mark juga dapat terjadi pada daerah dada, paha, bokong, dan lengan atas. Stretch mark biasanya berwarna merah muda, merah, atau ungu selama kehamilan dan menjadi putih atau keabuan setelah melahirkan.   Kapan Stretch Mark Mulai Timbul ? Stretch mark biasanya mulai timbul pada bulan keenam atau ketujuh kehamilan anda. Pembentukan stretch mark juga dipengaruhi oleh faktor genetik, artinya bila ibu anda mempunyai stretch mark saat hamil, maka anda juga akan mengalaminya.   Adakah Cara Mencegah Timbulnya Stretch Mark ? Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya stretch mark saat kehamilan. Semua krim atau pengobatan anti stretch mark sama sekali tidak berpengaruh. Akan tetapi, bukan berarti tidak diperlukan pemakaian krim atau body lotion yang membuat kulit anda lembab dan elastis. Banyak minum air putih juga membantu menjaga kulit anda agar tidak kering. Menjaga kelembaban dan elastisitas kulit anda tetap penting. Kadang, penggunaan body lotion dapat mengurangi rasa gatal akibat timbulnya stretch mark pada kulit. Sebagian stretch mark dapat memudar seiring dengan berlalunya waktu, akan tetapi ada juga stretch mark yang tidak memudar. Penggunaan gel yang mengandung ekstrak bawang dan asam hialuronik dapat membantu memudarkan warna stretch mark setelah penggunaan selama 12 minggu. Menurut para ahli, saat terbaik perawatan stretch mark adalah saat stretch mark masih berwarna merah. Baca juga: Para Bumil, Ayo Cegah Stretch Mark Dari Sekarang!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 04 Sep 2020    09:00 WIB
Makanan yang Wajib Dikonsumsi saat Hamil
Saat hamil memperhatikan makanan yang dikonsumsi sangat penting, sebab apa yang dimakan oleh sang ibu akan memberikan nutrisi penting untuk pertumbuhan janinnya. Berikut makanan sehat yang perlu dikonsumsi oleh para wanita hamil: Salmon Saat dinyatakan hamil, jangan lupa untuk selalu mengonsumsi ikan salom. Ikan ini mengandung asam lemak omega-3 yang bisa memberikan nutrisi pada perkembangan otak dan janin. Telur Telur dianggap dapat memenuhi vitamin dan nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil. Kandungan penting dari telur ini adalah kolin. Kolin diperlukan untuk membantu perkembangan tubuh, otak dan kesehatan janin yang berada di dalam perutnya. Brokoli dan sayuran hijau gelap Selain dipercaya dapat membuat seseorang panjang umur, brokoli rupanya juga memiliki manfaat untuk ibu hamil. Brokoli dan teman-temannya para sayuran hijau seperti bayam kaya akan serat, vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, folat dan potasium. Susu Ketika hamil, wanita membutuhkan kalsium lebih banyak, dan susu bisa membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kabar baiknya, susu tak hanya mengandung kalsium, melainkan juga vitamin B, magnesium, dan seng. Minyak ikan Minyak hati ikan mengandung asam lemak omega-3 EPA dan DHA yang sangat penting untuk perkembangan otak dan mata janin. Sebelum mengonsumsi minyak ikan, pastikan pilih minyak hati ikan COD agar lebih banyak manfaatnya. Alpukat Alpukat mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang tidak menyebabkan kolesterol. Buah ini mengandung serat, folat dan potasium yang tinggi. Kandungan itu membuat alpukat semakin cocok menjadi makanan untuk ibu hamil.
 19 Aug 2020    09:00 WIB
Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan
Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut ibu, di mana dapat terjadi pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Selain itu, hormon yang diproduksi selama kehamilan juga dapat membuat gigi anda lebih mudah terserang plak. Perawatan Gigi Sebelum Hamil Periksakanlah kesehatan gigi anda sebelum kehamilan. Dengan demikian, anda dapat mengetahui keadaan kesehatan gigi anda dan berbagai gangguan kesehatan yang ada sehingga anda dapat mengatasi berbagai masalah tersebut sebelum kehamilan terjadi. Perawatan Gigi Selama Kehamilan Beberapa hal yang harus anda lakukan dalam merawat kesehatan gigi anda selama kehamilan adalah: Beritahukanlah pada dokter gigi anda bahwa anda sedang hamil dan jangan melakukan pemeriksaan gigi pada trimester pertama kehamilan dan pada saat kehamilan anda telah berusia 30 minggu karena saat-saat ini merupakan saat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan gigi rutin pada trimester kedua. Semua tindakan pencabutan atau penambalan atau tindakan lainnya yang tidak perlu dilakukan dengan segera dapat ditunda hingga anda telah melahirkan Beritahukan pada dokter gigi anda setiap obat yang anda konsumsi Hindari melakukan foto rontgen apapun selama kehamilan Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol Lakukanlah pemeriksaan gigi secara teratur selama trimester kedua kehamilan karena kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan pada gusi Perhatikan setiap perubahan pada gusi anda selama kehamilan Jagalah kebersihan mulut dan gigi anda untuk mencegah dan atau mengurangi berbagai gangguan kesehatan mulut Jika rasa mual dan muntah di pagi hari membuat anda sulit menyikat gigi anda, gantilah pasta gigi anda dengan pasta gigi yang tidak berasa selama kehamilan. Anda juga dapat mencoba membersihkan mulut anda dengan air dan tunggulah sekitar 1 jam sebelum mulai menyikat gigi Hal lainnya yang perlu anda perhatikan adalah agar anda menghindari berbagai makanan manis. Keinginan atau mengidam makanan manis sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, ingatlah bahwa semakin banyak anda memakan makanan tersebut maka semakin besar pula resiko kerusakan gigi anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi juga dapat ditularkan dari ibu pada anak. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang selama kehamilan. Gigi bayi anda akan mulai berkembang saat kehamilan anda telah memasuki usia 3 bulan. Konsumsilah berbagai makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu dan produknya, keju, dan yogurt bagi perkembangan gigi, gusi, dan tulang bayi anda.   Perawatan Gigi Setelah Melahirkan Bila anda mengalami gangguan kesehatan mulut apapun, baik pada gigi dan gusi, segera periksakan diri anda setelah melahirkan untuk memperoleh penanganan yang mungkin tidak dapat dilakukan selama kehamilan.    Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 06 Jul 2020    11:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 06 Jun 2020    08:00 WIB
Benarkah Telur Tidak Baik Bagi Ibu Hamil dan Janin?
Seorang ahli gizi bernama Elizabeth Ward berkata bahwa terdapat  banyak sekali manfaat pada satu telur dengan kalori yang hanya sekitar 90 kalori. Lebih dari 12 vitamin, mineral dan banyak protein penting untuk kehamilan terkandung dalam telur. Selain itu, Telur juga kaya akan kolin, yang secara keseluruhan mendorong pertumbuhan bayi dan kesehatan otak, sambil membantu mencegah cacat tabung saraf. Baca Juga: Seks Ketika Hamil, Cairan Sperma Tidak Berbahaya untuk Janin     Meski begitu, tidak jarang pula orang awam mengatakan bahwa telur mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Hal itu memang benar. Akan tetapi, masalah kesehatan bisa timbul akibat konsumsi lemak jenuh. Sedangkan telur sendiri terbilang memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat minim, hanya sekitar satu setengah gram setiap butirnya. Berikut beberapa tahap aman mengonsumsi telur bagi ibu hamil: 1. Pastikan telur benar-benar matang, untuk menghindari bakteri. Bila merebus telur sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel. 2. Jika takut akan kandungan kolesterol bisa dimakan pada putihnya saja, karena putih telur mengandung protein yang baik untuk tubuh. 3. Jangan mengonsumsi telur mentah atau setengah matang ketika masa kehamilan karena meningkatkan risiko infeksi salmonella. Infeksi ini dapat menyebabkan persalinan prematur, kontraksi rahim, dehidrasi, diare dan muntah. Imbangi konsumsi telur dengan nutrsi-nutrsi lainnya, jika mengalami alergi telur segera hentikan konsumsinya.   Sumber: Info Sehat
 06 May 2020    11:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 27 Apr 2020    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 24 Mar 2020    11:00 WIB
Selain Menjaga Daya Tahan Tubuh, Vit C Juga Bermanfaat Bagi Ibu Hamil
Saat hamil, sangat penting agar Anda mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral Anda untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang berkembang di dalam rahim Anda. Kekurangan berbagai vitamin dapat menyebabkan terjadinya gangguan perkembangan dan kelainan bawaan. Vitamin C, terutama sangat penting saat seorang wanita sedang hamil karena akan mempengaruhi ibu dan bayinya dalam banyak cara.   Baca juga: 10 Mitos Mengenai Kehamilan   Berdasarkan sebuah penelitian, para ahli tidak menemukan adanya komplikasi pada wanita hamil yang mengkonsumsi banyak vitamin C atau vitamin C dosis tinggi. Para ahli bahkan menemukan bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengkonsumsi banyak vitamin C justru merupakan bayi yang paling sehat di antara bayi lainnya.   Daya Tahan Tubuh Untuk tetap sehat, daya tahan tubuh sang ibu harus dijaga agar tetap kuat sehingga dapat melawan berbagai infeksi dan penyakit yang mungkin terjadi. Memiliki kadar vitamin C yang lebih tinggi dapat membantu menguatkan daya tahan tubuh ibu, yang tentu saja akan melindungi ibu dan bayinya dari infeksi bakteri dan virus.   Asma dan Vitamin C Sebuah penelitian yang dilakukan oleh the Departement of Environmental and Occupational Medicine di the University of Aberdeen menemukan bahwa kekurangan kadar vitamin C saat hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya asma pada bayi.   Perbaikan Sel dan Jaringan Vitamin C akan membantu produksi kolagen di dalam janin, yang berarti vitamin C dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan kulit, tulang, jaringan ikat, dan tulang rawan.   Perkembangan Mental Beberapa jenis antioksidan, termasuk vitamin C dapat mempengaruhi perkembangan mental janin. Jadi, jika Anda ingin melindungi bayi Anda dari berbagai gangguan mental, pastikan Anda mengkonsumsi cukup vitamin C saat hamil.   Keguguran Seperti halnya berbagai suplemen lainnya, sangat penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan berapa dosis vitamin C yang dikonsumsinya. Oleh karena itu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun, termasuk suplemen vitamin C. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi vitamin C dengan dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.   Sindrom Fetal Alkohol Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009, para ahli menemukan bahwa vitamin C dapat mencegah terjadinya kerusakan pada embrio yang terpapar oleh alkohol di dalam rahim.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthdiaries
 18 Feb 2020    16:00 WIB
Jenis-Jenis Aborsi dan Efek Samping Bagi Tubuh
Aborsi, wah! Ini salah satu praktek yang sebenarnya dilarang di Negara kita. Selain melanggar hukum, dan berdosa, hal ini juga dapat merusak kesehatan si ibu. Sebagian besar aborsi di Indonesia dilakukan secara tidak aman karena memang tidak ada pelayanan aborsi yang legal. Nah sekarang mari kita bahas masalah medisnya bersama. Pertama-tama kita harus mengerti definisi dari aborsi. Kata aborsi berasal dari bahasa Latin abortio, yang berarti menggugurkan, keguguran, melahirkan sebelum waktunya. Kata Latin abortus berarti "keguguran, prematur, kelahiran sebelum waktunya". Dalam kedokteran, aborsi berarti mengakhiri kehamilan sebelum waktunya. Aborsi dapat terjadi secara spontan sebagai akibat komplikasi selama kehamilan, atau dapat diinduksi. Abortus yang diinduksi dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu (gravida) adalah aborsi terapeutik. Aborsi yang dilakukan karena alasan lain disebut aborsi elektif. Untuk prosedur aborsi, seorang wanita dengan periode 10 minggu atau lebih ke kehamilannya, dia tidak lagi memenuhi syarat untuk aborsi medis. Wanita dengan periode 15 minggu kehamilan dapat melakukan aborsi aspirasi, sedangkan aborsi D&E biasanya dilakukan pada 15 minggu atau setelahnya. Detailnya inilah tipe-tipe aborsi: Aborsi aspirasi. Aborsi aspirasi, juga disebut aspirasi vakum, adalah jenis aborsi bedah yang paling umum. Selama prosedur ini, kita akan diberi obat penghilang rasa sakit, yang bisa termasuk obat mati rasa yang disuntikkan ke serviks. Kita juga dapat diberikan obat penenang, yang akan memungkinkan kita untuk tetap terjaga tetapi menjadi sangat santai. Dokter kita terlebih dahulu akan memasukkan spekulum dan memeriksa rahim kita. Leher rahim kita akan meregang terbuka dengan dilator baik sebelum atau selama prosedur. Dokter kita akan memasukkan tabung melalui serviks ke dalam rahim, yang melekat pada alat pengisap. Ini akan mengosongkan rahim. Banyak wanita akan merasakan kram ringan hingga sedang selama prosedur ini. Kram biasanya berkurang setelah tabung diangkat dari uterus. Segera setelah prosedur, dokter kita dapat memeriksa rahim kita untuk memastikan bahwa rahimnya benar-benar kosong. Kita akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Prosedur aspirasi yang sebenarnya membutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 menit, meskipun mungkin dibutuhkan lebih banyak waktu untuk pelebaran. D&E. Aborsi D&E biasanya digunakan setelah minggu ke-15 kehamilan. Prosedur ini memakan waktu antara 10 dan 20 menit, dengan lebih banyak waktu yang berpotensi diperlukan untuk pelebaran. Prosedur ini dimulai dengan cara yang sama seperti aborsi aspirasi, dokter memberikan obat penghilang rasa sakit, memeriksa rahim kita, dan melebarkan serviks kita. Seperti aborsi aspirasi, dokter memasukkan tabung yang melekat pada mesin isap ke rahim melalui serviks dan, dikombinasikan dengan alat medis lainnya, itu akan dengan lembut mengosongkan rahim. Setelah tabung diangkat, dokter akan menggunakan alat kecil berbentuk lingkaran logam yang disebut kuret untuk mengangkat jaringan yang tersisa yang melapisi rahim. Ini akan memastikan bahwa rahim benar-benar kosong. Pasti di benak kita ada pertanyaan, apakah Aborsi dapat meningkatkan risiko masalah pada kehamilan berikutnya. Berikut adalah pernyataan dari Yvonne Butler Tobah, M.D. Secara umum, aborsi elektif tidak dianggap menyebabkan masalah kesuburan atau komplikasi pada kehamilan berikutnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang mungkin, antara penghentian kehamilan dan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Risiko dapat tergantung pada jenis aborsi yang dilakukan sebelumnya. Segera setelah prosedur dan selama periode pemulihan, kita mungkin mengalami beberapa efek samping. Efek samping umum dari aborsi bedah meliputi: pendarahan, termasuk pembekuan darah kram mual dan muntah berkeringat merasa lemah Setelah penyedia layanan kesehatan Anda memastikan kesehatan Anda stabil, Anda akan dipulangkan ke rumah. Sebagian besar wanita mengalami pendarahan dan kram vagina mirip dengan siklus menstruasi selama dua hingga empat hari. Beberapa efek samping adalah gejala kondisi yang berpotensi muncul. kita harus menghubungi klinik kita atau mencari pertolongan medis segera jika kita mengalami gejala-gejala berikut: melewati gumpalan darah yang besar-besar selama lebih dari dua jam pendarahan yang cukup berat sehingga kita harus mengganti pembalut kita dua kali dalam satu jam selama dua jam berturut-turut keputihan berbau busuk demam rasa sakit atau kram yang semakin parah bukannya lebih baik, terutama setelah 48 jam Sementara aborsi biasanya sangat aman dan sebagian besar wanita tidak memiliki komplikasi di luar efek samping yang umum, kemungkinan komplikasi meningkat sedikit ketika periode kehamilan meningkat. Komplikasi potensial dari aborsi bedah meliputi: Infeksi: bisa serius dan mungkin memerlukan rawat inap. Gejalanya meliputi demam, sakit perut, dan keputihan yang tidak sedap. Kemungkinan infeksi meningkat jika kita memiliki infeksi menular seksual. Robekan atau laserasi serviks. Perforasi uterus: yang dapat terjadi ketika instrumen menusuk dinding rahim. Pendarahan: yang dapat menyebabkan perdarahan yang cukup sehingga diperlukan transfusi darah atau rawat inap. Reaksi alergi atau efek samping terhadap obat-obatan: termasuk obat penghilang rasa sakit, obat penenang, anestesi, antibiotik, dan / atau obat pelebaran. jadi intinya bagi para sahabat setia Dokter.ID jangen pernah melakukan aborsi yah. Karena sebenarnya secara medis selalu ada resiko tinggi untuk para wanita yang melakukannya. Kalaupun diantara kita ada yang mengalami gangguan medis karena pernah melakukan aborsi sebelumnya, bisa datang ke dokter untuk segera berkonsultasi. Salam sehat!!!   Sumber : www.webmd.com, www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com