Your browser does not support JavaScript!
 09 Nov 2018    16:00 WIB
Kulit Menjadi Lebih Hitam Saat Hamil? Tenang, Ada Beberapa Cara Alami Untuk Mengatasinya
Hamil memberikan kebahagiaan pada setiap pasangan, terutama untuk para ibu. Setiap wanita hamil bisa mengalami beberapa keluhan. Salah satunya yaitu masalah pada kulit. Biasanya wanita hamil akan mengalami bibir pecah-pecah, lingkaran hitam, perubahan warna kulit dll Meskipun masalah kulit ini bersifat sementara dan akan hilang setelah melahirkan, namun bisa menyebabkan Anda merasa tidak nyaman. Pigmentasi adalah salah satu masalah kulit yang terjadi selama masa kehamilan, terlebih saat hamil Anda tidak bisa menggunakan produk perawatan kecantikan maka cara terbaik untuk berurusan dengan pigmentasi kulit selama kehamilan adalah dengan menggunakan cara alami. Berikut adalah cara alami yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kulit pada bagian tubuh tertentu yang menghitam: Gel lidah buaya Memiliki sifat magis yang membantu untuk meringankan bintik-bintik gelap. Oleskan pada daerah yang gelap selama 15-20 menit dan kemudian mencucinya menggunakan air hangat. Untuk hasil yang baik Anda dapat mengulanginya setiap hari Tomat atau mentimun dicampur dengan susu Bila dioleskan pada kulit yang gelap akan memberikan hasil yang baik. Bahan ini dapat dioleskan untuk semua jenis kulit dan juga membantu mencerahkan warna kulit yang gelap. Campuran beberapa biji almond dan madu Hancurkan beberapa biji almond dan campurkan dengan madu. Oleskan pada kulit dan mencucinya setelah 15-20 menit Vitamin E Vitamin E sangat penting untuk kulit, Anda bisa memijat daerah kulit yang gelap dengan menggunakan minyak berbahan dasar vitamin E. Pepaya Sangat bermanfaat untuk kulit. Menggunakan perawatan yang terbuat dari pepaya dapat  membantu mengurangi pigmentasi. Siapkan adonan yang berisi dengan 2 sendok makan pepaya, 1 sendok makan madu dan 1 sendok makan gel lidah buaya. Oleskan pada kulit yang gelap dan bersihkan setelah 30 menit. Pepaya membantu untuk memecah sel-sel mati dan mengatasi pigmentasi Masker pepaya dengan yogurt Masker ini membantu untuk meringankan bintik-bintik gelap. Membuat masker wajah dengan menambahkan ½ cangkir pepaya matang yang ditumbuk, 1 sendok teh air lemon, 1 sendok teh madu dan ¼ cangkir yogurt dan oleskan tebal pada kulit. Bilas setelah 30 menit dengan air hangat dan keringkan Kentang Kentang juga dapat melakukan keajaiban untuk kulit berpigmen Anda jika dioleskan setiap hari. Anda dapat memotong kentang menjadi dua bagian dan dengan lembut gosok pada kulit atau parut dan ambil airnya dan oleskan pada kulit yang gelap. Anda pasti akan melihat perbedaannya. Daun Mint Buatlah pasta dari daun mint dengan menggunakan air. Mengoleskannya pada kulit yang gelap dan bilas setelah 15 menit. Ulangi dua atau tiga kali dalam seminggu untuk hasil yang lebih baik Bubuk cendana + Bubuk Kunyit dan Susu Campurkan ketiga bahan diatas sampai membentuk adonan. Oleskan pada kulit yang gelap. Cuci bersih kulit Anda setelah 30 menit. Alpukat Tumbuk buah alpukat atau ambil sarinya jika kemudian oleskan pada kulit secara teratur, maka akan memberikan hasil yang nyata. Kulit jeruk Mengumpulkan beberapa kulit jeruk dan menghancurkannya Tambahkan susu bubuk mentah. Oleskan adonan ini pada kulit dan cuci bersih setelah 15-20 menit Lemon Anda dapat membelah dua buah lemon, dan langsung gosokkan pada kulit yang gelap. Cara ini juga akan membantu mengatasi kulit yang gelap. Anda bisa melakukan semua cara diatas, minimal seminggu sekali yang akan membantu mengelupas sel kulit mati. Selain itu perbanyak minum air putih, makan makanan yang sehat maka akan membuat kulit Anda bercahaya, bersinar dan menyingkirkan pigmentasi. Tapi perlu Anda ingat, karena ini adalah cara yang alami maka hasilnya pun biasanya secara bertahap dan tidak bisa instan. Baca juga: 6 Fakta Selulit Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: howtobeaware
 05 Sep 2018    16:00 WIB
Hati-hati Gejala dan Resiko Depresi Bisa Terjadi Paska Melahirkan
Melahirkan pasti memang merupakan kejadian paling penting dalam kehidupan wanita dan pada sebagian besar kasus, saat ini merupakan saat penuh kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup wanita. Akan tetapi, walaupun demikian, melahirkan juga dapat membuat seorang wanita mengalami stress emosional, fisik, dan psikologis yang cukup berat. Beberapa di antaranya bahkan mengalami gangguan cemas atau bahkan depresi, segera setelah mereka melahirkan. Keparahan depresi atau rasa cemas paska melahirkan ini dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Keadaan ini biasanya disebut dengan depresi paska melahirkan. Pengobatan segera sangat penting untuk mencegah terjadinya efek jangka panjang. Selain itu, depresi paska melahirkan juga berbeda dengan baby blues, yang merupakan gangguan yang lebih ringan dan lebih sering ditemukan pada wanita yang baru saja melahirkan.   Apa Saja Gejala Depresi Paska Melahirkan? Seperti halnya gangguan depresi pada umumnya, gejala-gejala depresi paska melahirkan dapat menjadi semakin berat dan dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun. Pada masa ini, ibu yang baru melahirkan mungkin merasa tidak berdaya dan mungkin akan kehilangan sebagian atau seluruh ketertarikannya terhadap bayinya. Pada kasus yang jarang, para wanita ini dapat memiliki keinginan untuk bunuh diri atau melukai bayinya. Oleh karena itu, mendapatkan pertolongan dan pengobatan secepat mungkin sangatlah penting. Tanda dan gejala depresi paska melahirkan biasanya mulai terlihat dalam setahun pertama paska melahirkan dan dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari perubahan kadar hormonal did alam tubuh hingga perubahan fisik dan emosional ibu setelah melahirkan. Stress merupakan pemicu utama dari terjadinya depresi paska melahirkan. Beberapa gejala depresi paska melahirkan yang paling sering ditemukan adalah: Kemarahan yang tidak terkendali dan terjadi secara mendadak Terus merasa sedih Merasa bersalah Merasa tidak memiliki harapan Kehilangan minat akan hobi atau bahkan bayinya Sering menangis Mudah marah Terus merasa lelah Insomnia Perubahan perilaku yang signifikan Mengalami gangguan makan Sangat penting untuk membedakan gejala depresi paska melahirkan dengan baby blues, yang biasanya hanya berlangsung selama 1-2 minggu. Secara umum, gejala baby blues yang sering ditemukan adalah mood yang berubah-ubah, sering menangis, dan selalu merasa cemas. Perbedaannya dengan depresi paska melahirkan adalah tingkat keparahan gejala. Gangguan kejiwaan lainnya yang lebih jarang tetapi lebih berat adalah psikosis paska melahirkan. Tanda dan gejala yang sering ditemukan adalah sikap paranoid, tampak bingung, tidak dapat membedakan waktu atau tempat, mengalami delusi, dan bahkan berhalusinasi. Segera hubungi dokter Anda, bila Anda mengalami berbagai gejala di atas atau gejala terus saja memburuk.   Apa Penyebab Utama Depresi Paska Melahirkan? Penyebab terjadinya depresi paska melahirkan dapat berbeda-beda. Penyebabnya mungkin hanya satu atau kombinasi dari berbagai hal. Perubahan emosional yang dialami oleh sang ibu segera setelah melahirkan seringkali merupakan penyebab utama terjadinya depresi paska melahirkan, di mana ibu selalu kurang tidur dan selalu merasa cemas saat merawat bayinya. Selain itu, perubahan kadar hormonal selama hamil dan melahirkan juga turut mempengaruhi terjadinya depresi paska melahirkan. Selain hormon seksual, perubahan kadar hormon tiroid juga dapat membuat ibu merasa sangat lelah, depresi, mood berubah-ubah, dan sebagainya.   Baca juga: Pengobatan dan Pencegahan Terjadinya Depresi Paska Melahirkan   Apa Saja yang Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan? Walaupun tidak ada cara untuk memprediksi apakah seorang wanita akan mengalami depresi paska melahirkan atau tidak, akan tetapi ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan. Jika Anda pernah mengalami gangguan depresi sebelumnya, maka Anda mungkin akan mengalami depresi paska melahirkan. Selain itu, jika Anda memiliki masalah dalam pernikahan Anda (baik masalah kepercayaan, emosional, atau keuangan), maka resiko terjadinya depresi paska melahirkan juga akan lebih tinggi. Sementara itu, wanita yang pernah mengalami gangguan bipolar sebelum hamil, memiliki resiko tinggi untuk mengalami psikosis paska melahirkan, yang jauh lebih berbahaya daripada depresi, baik bagi ibu maupun bayinya. Stress karena sebab apapun yang dikombinasikan dengan kurangnya dukungan emosional, moral, atau keuangan dan adanya anggota keluarga yang menderita psikosis atau depresi atau keduanya juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan. Satu hal lain yang perlu diingat adalah bahwa depresi paska melahirkan merupakan suatu gangguan psikologis berat yang dapat berkembang menjadi psikosis. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan berbagai gejala depresi di atas. Wanita yang dianggap beresiko tinggi menderita depresi paska melahirkan adalah: Wanita yang merupakan ibu tunggal Wanita yang memiliki status sosial ekonomi bawah Wanita yang tidak menginginkan kehamilannya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: lifespan
 02 Sep 2018    16:00 WIB
Kaki Terasa Kebas Saat Hamil, Normalkah?
Walaupun kehamilan memang dapat membuat seorang wanita mengalami berbagai gejala aneh dan tidak biasanya, akan tetapi salah satu hal paling aneh yang dapat Anda alami saat hamil justru terjadi saat Anda sedang berjalan, yaitu Anda tiba-tiba tidak dapat merasakan di mana kaki Anda.   Baca juga: Apakah Boleh Makan Kacang Saat Hamil?   Apakah hal aneh yang Anda alami ini memang normal terjadi pada ibu hamil? Para ahli mengatakan bahwa hal ini ternyata merupakan sesuatu hal yang normal terjadi. Sekitar seperempat ibu hamil mengalami rasa kebas alias mati rasa di daerah kaki, yang paling sering terjadi saat kehamilan memasuki trimester ketiga (7-9 bulan). Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perut Anda yang membesar, yang mengakibatkan saraf skiatika Anda tertekan. Saraf skiatika merupakan saraf yang berasal dari panggul, yang "berjalan" turun ke kedua kaki Anda. Untuk mengatasi rasa kebas di daerah kaki Anda, maka dianjurkan untuk berbaring dengan menghadap ke arah kiri selama beberapa menit saat rasa kebas ini muncul. Keadaan ini akan membuat tekanan di daerah saraf Anda berkurang, sehingga rasa kebas di daerah kaki Anda pun akan segera menghilang dan diharapkan tetap demikian saat Anda duduk maupun berjalan. Akan tetapi, bila rasa kebas tidak juga hilang, dianjurkan agar Anda berbaring kembali selama beberapa menit dengan posisi yang sedikit berbeda sehingga isi rongga perut Anda pun sedikit bergeser. Jika rasa kebas ini menjadi sesuatu hal yang terus-menerus mengganggu Anda selama hamil, maka Anda dapat mencoba menggunakan penyangga perut, yang dapat membantu "mengangkat" rahim yang berat sehingga tidak lagi menekan saraf skiatika. Rasa kebas yang dirasakan pada kedua kaki saat hamil merupakan hal yang normal terjadi dan biasanya hanya berlangsung sementara. Rasa kebas pada kaki ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Segera hubungi dokter Anda bila rasa kebas hanya mengenai salah satu kaki (kiri atau kanan) dan bila disertai dengan berbagai gejala lain seperti pembengkakan di daerah betis yang membuat ukuran kedua kaki Anda tampak berbeda. Hal ini dapat merupakan pertanda adanya bekuan darah yang menyumbat aliran darah di daerah betis Anda. Jika keadaan ini tidak segera diobati, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lain yang lebih serius seperti stroke.   Sumber: thestir.cafemom
 29 Aug 2018    18:00 WIB
Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Keguguran ?
Kehilangan jabang bayi yang ada dalam kandungan memang hal yang menyakitkan. Kondisi ini terkadang bisa membuat calon ibu menjadi tertekan. Tapi bila Anda mengalami hal ini jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut karena ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mempersiapkan kehamilan berikut. Saat seorang ibu hamil mengalami perdarahan yang keluar dari jalan lahir, kemudian melihat seperti ada jaringan tubuh, cairan, atau gumpalan darah keluar dari jalan lahir. Maka kemungkinan seorang ibu hamil mengalami keguguran. Hal ini bisa saja dialami siapa saja dan mungkin temasuk Anda. Pada saat seperti ini apa yang harus dilakukan? Segera memeriksakan diri ke dokter Dokter akan segera memeriksa diri Anda, yaitu melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat kondisi janin di dalam rahim Anda. Ada baiknya bila Anda menemukan jaringan yang keluar dari jalan lahir Anda ambil dan taruh dalam wadah. Saat bertemu dengan dokter berikan kepadanya. Dokter akan memeriksa untuk menentukan apakah itu memang benar merupakan jaringan tubuh janin Dokter juga akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon-hormon Anda. Ikuti petunjuk dokter Apakah memang mengalami keguguran atau tidak? Apabila tidak terjadi keguguran maka dokter akan menyuruh Anda untuk istirahat total dan diberikan beberapa macam obat untuk menguatkan kandungan Anda. Tapi bila terjadi keguguran maka dokter akan memeriksa apakah sudah bersih berarti tidak ada perlu dilakukan tindakan. Namun, apabila terjadi keguguran tapi masih ada sisa jaringan maka perlu dilakukan tindakan. Dalam kondisi ini biasanya dokter akan memberikan pilihan apakah: Anda mengonsumsi obat-obatan untuk membantu tubuh mendorong sisa jaringan keluar. Pengobatan ini bisa dengan minum obat atau langsung pada miss V Anda. Tapi bila ada kemungkinan infeksi maka dokter akan melakukan tindakan untuk mengeluarkan sisa jaringan dengan tindakan kuretase atau yang dikenal dengan kuret. Ketahui dan pahami penyebab keguguran yang sering terjadi Agar kejadian ini terjadi lagi saat Anda hamil maka Anda harus mengetahui apa penyebab keguguran seperti: Adanya kelainan genetik pada janin. Hal ini bisa karena faktor keturunan atau kelainan pada sel telur atau sperma yang membentuk si janin. Diabetes gestasional atau kencing manis pada saat hamil Terjadinya infeksi, seperti infeksi TORCH yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Risiko darah kental pada ibu hamil Hormon kehamilan yang tidak seimbang Gangguan kelenjar tiroid Gangguan pada rahim Turunkan risiko keguguran kandungan berikutnya Keguguran kandungan tidak dapat sepenuhnya dicegah, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko keguguran kandungan, seperti Merokok Mengonsumsi minuman beralkohol. Menggunakan narkoba Pola makan yang buruk Bila perlu Anda bisa melakukan beberapa pemeriksaan penting seperti Tes amniocentesis yaitu tes untuk mengetahui kelainan genetik pada janin dengan memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion Tes Chorionic Villus Sampling/CVS yaitu tes untuk mendeteksi ketidaknormalan kromosom pada janin Tes TORCH untuk mengetahui apakah ada infeksi TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Tes kekentalan darah yaitu pemeriksaan ANA dan ACA Semua pemeriksaan harus berdasarkan saran dari dokter Memulihkan kondisi Anda kembali Sangat dimengerti bahwa Anda pasti ingin segera memiliki momongan sehingga ingin segera hamil. Tapi Anda harus memulihkan kondisi tubuh Anda terlebih dahulu. Perlu Anda ketahui siklus menstruasi akan kembali normal, sehingga kemungkinan bisa hamil kembali. Jadi ada baiknya Anda menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Selain memulihkan fisik, Anda juga perlu memulihkan kondisi psikologis Anda. Apabila kondisi psikologis Anda sudah siap, maka Anda tidak akan mudah stres dan siap menanti kehamilan.  Keguguran memang menyakitkan tapi Anda harus melakukan semua cara diatas agar kehamilan yang berikut lebih sehat dan aman. Baca juga: Para Ibu Hamil Jangan Depresi, Karena Anak Yang Anda Kandung Akan...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 16 Aug 2018    16:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 15 Aug 2018    08:00 WIB
Olahraga Saat Hamil Banyak Manfaatnya Bagi Sang Ibu dan Bayi
Sayangnya, kebanyakan wanita hamil takut untuk berolahraga karena mereka berpikir hal ini dapat membahayakan janin. Berolahraga ketika Anda sedang hamil sebenarnya baik untuk Anda dan bayi Anda, tetapi Anda harus memperhatikan jenis latihan apa yang akan Anda lakukan. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes gestasional (kencing manis saat hamil), membantu mengendalikan hormon dan membantu Anda untuk mempersiapkan tenaga saat persalinan. Tapi, sebelum memulai program kebugaran Anda, Anda harus berbicara dengan dokter spesialis kandungan Anda tentang rencana untuk berolahraga selama masa kehamilan dan mengetahui semua informasi dan rekomendasi yang diperlukan. Berikut adalah daftar dari beberapa alasan yang baik mengapa Anda harus berolahraga saat hamil: 1.      Memperkuat tubuh dan pikiran Ketika Anda berolahraga, Anda memperkuat pikiran, tubuh dan mempersiapkan tubuh Anda untuk masa persalinan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga selama masa kehamilan dapat mengurangi waktu persalinan. Proses persalinan yang Anda alami bisa menjadi lebih cepat begitupula dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Jadi jika dokter sudah menganjurkan Anda untuk berolahraga, apa lagi yang Anda tunggu? 2.      Meningkatkan aktivitas otak bayi Anda Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Montreal pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 20 menit latihan ringan, 3 kali seminggu, dapat meningkatkan kekuatan otak bayi Anda. Sebelum penelitian ini, orang hanya tahu bahwa olahraga dapat meningkatkan aktivitas otak mereka, bukan otak bayi mereka. Maka ini adalah alasan penting untuk berolahraga selama kehamilan. 3.      Tidur yang lebih baik Jika Anda mengalami kesulitan untuk tidur selama masa kehamilan, terutama dalam tiga bulan terakhir kehamilan, olahraga dapat membantu Anda. Jangan khawatir kebanyakan wanita hamil memang memiliki masalah tidur dan tidak hanya Anda. Jika Anda menemukan diri Anda sulit tidur saat malam hari. Maka lakukan konsultasi dengan dokter Anda dan pertimbangkan untuk berolahraga. Dengan berolahraga akan membuat tubuh Anda menjadi lebih rileks dan lebih mudah terlelap. 4.      Meringankan nyeri punggung Nyeri punggung selama masa kehamilan sebenarnya merupakan keluhan umum dari hampir semua wanita hamil. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengobati rasa sakit ini dan olahraga adalah salah satu caranya, Dengan berolahraga selama masa kehamilan Anda, dapat membantu mengurangi nyeri punggung atau bahkan menghilangkannya Untuk memperkuat inti tubuh Anda, Anda cukup melakukan plank. Jangan berbaring telentang saat Anda berolahraga, karena ini menurunkan aliran darah ke bayi Anda. 5.      Mengurangi risiko diabetes gestasional Pada masa kehamilan ada beberapa ibu hamil yang bisa mengalami diabetes gestasional dimana terjadi peningkatan kadar gula darah selama masa kehamilan yang bisa berujung ke masalah kencing manis. Untuk membantu menghindari hal ini, pastikan Anda makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur. Tentu, tidak ada jaminan yang pasti karena diabetes gestasional dipengaruhi faktor genetik. Namun, Anda masih dapat menurunkan risiko Anda dengan menjaga berat badan Anda tetap normal untuk ibu hamil, berolahraga, dan mengonsumsi hanya makanan sehat. 6.      Lebih mudah kembali ke berat badan semula setelah melahirkan Saat hamil maka akan terjadi kenaikan berat badan yang cukup signifikan, bisa sekitar 15-20 kg atau bahkan lebih. Setelah melahirkan biasanya agak sulit untuk langsing kembali seperti semula. Tetapi bila Anda melakukan olahraga selama masa kehamilan, maka Anda mungkin mendapatkan kembali berat badan semula Anda seperti saat belum hamil. 7.      Seimbangkan hormon Anda Sejak hormon tubuh Anda berubah selama kehamilan Anda, jangan heran jika Anda merasa bahwa emosi Anda turun naik dan tidak menentu. Untuk mengurangi perubahan suasana hati Anda, cobalah berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu menyeimbangkan hormon Anda serta meningkatkan rasa percaya diri Anda. Seperti yang Anda lihat, olahraga tidak buruk bagi wanita hamil. Cukup ikuti panduan dokter Anda, mendengarkan tubuh Anda, dan menikmati olahraga ringan serta jangan lupa untuk minum cukup air untuk tetap terhidrasi. Baca juga: Tanda-Tanda Awal Kalau Anda Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womanitely
 19 Jul 2018    11:00 WIB
Masalah Yang Ditemui Para Ibu Menyusui Dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Hore! Anda sudah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan Anda. Sekarang bayi mungil dan lucu sudah hadir dalam pangkuan Anda. Pasti saat-saat ini adalah saat yang membahagiakan Anda. Anda yang telah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan berjanji untuk memberikan ASI. Seperti kita ketahui manfaat ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Namun perlu Anda ketahui menyusui juga memiliki tantangan tersendiri ada beberapa hal yang bisa Anda hadapi. Kebanyakan wanita mengalami beberapa rasa ketidaknyamanan saat menyusui. Berikut adalah kendala yang paling umum dirasakan saat menyusui: Pembengkakan payudara Masalah: Setelah melahirkan, payudara Anda akan menjadi seperti batu keras dimana pasokan air ASI meningkat yang begitu banyak sehingga Anda mungkin hampir tidak dapat mengangkat lengan Anda. Solusi: Untungnya rasa sakit yang terburuk akan mereda dalam beberapa hari dan akan hampir hilang dalam beberapa minggu menyusui. Sampai saat itu, untuk meringankan ketidaknyamanan karena menyusui yang sering, gunakan kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya,  pijat payudara Anda saat menyusui, beralih posisi kanan dan kiri, kemudian mengenakan bra menyusui yang nyaman. Keluar cairan Masalah: bocor, cairan keluar dari payudara pada saat hamil adalah hal yang wajar, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan sebagai pasokan dan permintaan ASI. Anda kemungkinan mengalami "bocor" ketika Anda mendengar atau bahkan berpikir tentang bayi Anda, yang dapat merangsang kelaurnya ASI. Solusi: Kenakan bantalan pada daerah puting dan areola sehingga Anda menjadi satu-satunya orang yang tahu bila Anda sedang "bocor" Setelah pasokan ASI Anda stabil setelah beberapa minggu pertama, Anda dapat mencoba menerapkan tekanan pada payudara Anda untuk membendung kebocoran tersebut. Mastitis Masalah: infeksi payudara ini sering terjadi ketika kuman, biasanya dari mulut bayi, masuk melalui celah di puting Anda atau melalui saluran susu Anda. Hal ini paling mungkin terjadi dalam enam minggu pertama, menimbulkan rasa sakit pada satu payudara dengan gejala seperti flu, termasuk demam dan kelelahan. Solusi: Dokter akan meresepkan antibiotik yang akan membuat Anda merasa lebih baik dengan cepat. Dan Anda tetap didorong untuk terus menyusui bahkan saat Anda sedang mengobati infeksi. ASI sedikit Masalah: Payudara Anda ASI sesuai permintaan, tapi akan sulit untuk tahu persis berapa banyak yang akan diproduksi. Bisa banyak bisa sedikit. Solusi: pasokan ASI cukup jika bayi memproduksi banyak popok kotor (8 sampai 10 popok basah dan setidaknya 5x buang air besar dalam sehari selama beberapa minggu pertama) dan biasanya bayi akan menunjukkan kenaikan berat badan. Jika pasokan susu Anda rendah, periksa apakah bayi Anda minum ASI dengan benar. Juga pastikan Anda cukup makan, beristirahat dan terhidrasi juga. Puting datar atau terbalik Masalah: Sebagian besar puting menonjol ke luar, bentuk ideal untuk mulut bayi. Namun puting beberapa perempuan ada yang datar atau masuk kedalam. Solusi: Memiliki puting datar atau terbalik tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk memasok susu, dan sering bayi bisa minum ASI tanpa hambatan. Jika bayi Anda mengalami kesulitan menempelkan mulutnya, kompres areola Anda dan menggunakan breast shell  atau pelindung payudara pada sesi menyusui. Puting sakit atau terbakar Masalah: Puting luka, terasa terbakar atau berkerak, itu mungkin karena infeksi jamur yang disebut thrush. Solusi: Periksa posisi menyusui Anda dan bayi Anda apakah menempel ke kedua areola dan puting dengan benar. Setelah menyusui biarkan payudara Anda terkena udara selama beberapa menit jika mungkin dan gosok krim lanolin. Membasmi sariawan dengan krim antijamur untuk Anda dan bayi yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Masalah pada saat menyusui memang membuat bingung para ibu, tetapi jangan pernah karena masalah ini kemudian Anda berhenti menyusui karena ASI adalah susu yang terbaik untuk bayi Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: whattoexpect
 01 Jul 2018    11:00 WIB
Stretch Mark Akibat Kehamilan
Kehamilan dan persalinan mempengaruhi berbagai hal dalam hidup anda, mulai dari waktu tidur anda, kegiatan anda, pekerjaan anda, dan keadaan tubuh anda. Hal yang paling sering dikeluhkan oleh banyak ibu adalah timbulnya stretch mark. Stretch mark biasanya tetap ada setelah anda melahirkan.   Mengapa Stretch Mark Terjadi ? Stretch mark terjadi akibat bagian tubuh anda membesar melebihi kemampuan elastisitas kulit anda, yang menyebabkan serat elastik di bawah permukaan kulit anda robek dan menimbulkan stretch mark. Timbulnya stretch mark dipengaruhi oleh seberapa cepat berat badan anda bertambah dan seberapa banyak berat badan anda bertambah. Semakin cepat peningkatan berat badan anda terjadi, maka stretch mark semakin cepat terbentuk.   Di Mana Saja Stretch Mark Dapat Terbentuk ? Selain perut, stretch mark juga dapat terjadi pada daerah dada, paha, bokong, dan lengan atas. Stretch mark biasanya berwarna merah muda, merah, atau ungu selama kehamilan dan menjadi putih atau keabuan setelah melahirkan.   Kapan Stretch Mark Mulai Timbul ? Stretch mark biasanya mulai timbul pada bulan keenam atau ketujuh kehamilan anda. Pembentukan stretch mark juga dipengaruhi oleh faktor genetik, artinya bila ibu anda mempunyai stretch mark saat hamil, maka anda juga akan mengalaminya.   Adakah Cara Mencegah Timbulnya Stretch Mark ? Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya stretch mark saat kehamilan. Semua krim atau pengobatan anti stretch mark sama sekali tidak berpengaruh. Akan tetapi, bukan berarti tidak diperlukan pemakaian krim atau body lotion yang membuat kulit anda lembab dan elastis. Banyak minum air putih juga membantu menjaga kulit anda agar tidak kering. Menjaga kelembaban dan elastisitas kulit anda tetap penting. Kadang, penggunaan body lotion dapat mengurangi rasa gatal akibat timbulnya stretch mark pada kulit. Sebagian stretch mark dapat memudar seiring dengan berlalunya waktu, akan tetapi ada juga stretch mark yang tidak memudar. Penggunaan gel yang mengandung ekstrak bawang dan asam hialuronik dapat membantu memudarkan warna stretch mark setelah penggunaan selama 12 minggu. Menurut para ahli, saat terbaik perawatan stretch mark adalah saat stretch mark masih berwarna merah. Baca juga: Para Bumil, Ayo Cegah Stretch Mark Dari Sekarang!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 05 Jun 2018    13:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 17 May 2018    13:00 WIB
Tips Berpuasa Bagi Anda Yang Sedang Hamil
Bulan puasa adalah bulan yang dinantikan oleh semua umat muslim. Semua orang tentu sudah mempersiapkan diri mulai dari kesehatan fisik dan mental menjelang bulan puasa. Nah bagaimana untuk Anda yang sedang hamil. Apakah berpuasa aman untuk ibu hamil? Melakukan ibadah puasa untuk ibu hamil tergantung dengan kondisi ibu itu sendiri. Melakukan ibadah puasa meski sedang hamil ternyata tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi yang Anda kandung. Karena bayi di kandungan mendapatkan asupan makanannya dari plasenta melalui aliran darah. Jadi meski pola makan Anda berubah, asalkan Anda tetap mengonsumsi makanan sehat yang dibutuhkan selama kehamilan, maka bayi di kandungan akan tetap mendapatkan kecukupan zat gizi dan mineral penting untuk pertumbuhannya.   Jadi agar Anda tetap dapat berpuasa dengan aman saat hamil, berikut tips yang dapat Anda ikuti: Konsultasi dengan dokter Tentu sebelum Anda memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya Anda memeriksakan kesehatan dan kondisi kehamilan Anda apakah memungkinkan untuk berpuasa atau tidak. Secara umum kondisi ibu hamil paling "fit" untuk berpuasa setelah kehamilannya masuk minggu ke 16-28 atau usia kandungan 4-7 bulan. Minum yang banyak Minum sebanyak-banyaknya setelah waktu berbuka puasa dan sahur untuk mencegah dehidrasi. Makan makanan yang bergizi Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu imsak (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya). Penuhi kebutuhan asupan ibu hamil adalah 2.200 – 2.300 kalori perhari. Perhatikan kecukupan gizi dan mineral pada makanan yang Anda konsumsi, yaitu: 50% karbohidrat, 25% lemak baik, dan 10-15% protein dan mineral. Istirahat yang cukup Istirahat dengan cukup dan beraktivitas sesuai kondisi tubuh. Terutama Anda sedang hamil yang mungkin lebih mudah lelah.   Sekian tips yang dapat Anda ikuti. Selamat menjalankan ibadah puasa.     Sumber: parentsindonesia