Your browser does not support JavaScript!
 17 May 2018    13:00 WIB
Tips Berpuasa Bagi Anda Yang Sedang Hamil
Bulan puasa adalah bulan yang dinantikan oleh semua umat muslim. Semua orang tentu sudah mempersiapkan diri mulai dari kesehatan fisik dan mental menjelang bulan puasa. Nah bagaimana untuk Anda yang sedang hamil. Apakah berpuasa aman untuk ibu hamil? Melakukan ibadah puasa untuk ibu hamil tergantung dengan kondisi ibu itu sendiri. Melakukan ibadah puasa meski sedang hamil ternyata tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi yang Anda kandung. Karena bayi di kandungan mendapatkan asupan makanannya dari plasenta melalui aliran darah. Jadi meski pola makan Anda berubah, asalkan Anda tetap mengonsumsi makanan sehat yang dibutuhkan selama kehamilan, maka bayi di kandungan akan tetap mendapatkan kecukupan zat gizi dan mineral penting untuk pertumbuhannya.   Jadi agar Anda tetap dapat berpuasa dengan aman saat hamil, berikut tips yang dapat Anda ikuti: Konsultasi dengan dokter Tentu sebelum Anda memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya Anda memeriksakan kesehatan dan kondisi kehamilan Anda apakah memungkinkan untuk berpuasa atau tidak. Secara umum kondisi ibu hamil paling "fit" untuk berpuasa setelah kehamilannya masuk minggu ke 16-28 atau usia kandungan 4-7 bulan. Minum yang banyak Minum sebanyak-banyaknya setelah waktu berbuka puasa dan sahur untuk mencegah dehidrasi. Makan makanan yang bergizi Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu imsak (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya). Penuhi kebutuhan asupan ibu hamil adalah 2.200 – 2.300 kalori perhari. Perhatikan kecukupan gizi dan mineral pada makanan yang Anda konsumsi, yaitu: 50% karbohidrat, 25% lemak baik, dan 10-15% protein dan mineral. Istirahat yang cukup Istirahat dengan cukup dan beraktivitas sesuai kondisi tubuh. Terutama Anda sedang hamil yang mungkin lebih mudah lelah.   Sekian tips yang dapat Anda ikuti. Selamat menjalankan ibadah puasa.     Sumber: parentsindonesia
 04 May 2018    16:00 WIB
15 Tips Cara Agar Cepat Hamil dan Punya Anak
Tips Cara Agar Cepat Hamil berikut,bisa dicoba bagi yang ingin supaya segera punya Anak, (Posisi, Waktu berhubungan, dll.), disertai dengan Doa juga ya… 1. Meningkatkan Kesuburan Suami IstriBeberapa makanan berikut mengandung nutrisi dan vitamin yang bagus untuk membantu suami istri agar cepat hamil. Untuk menjaga kesuburan rahim istri, misal: kecambah, alpukat, ayam, dan susu. Sementara untuk meningkatkan kualitas sperma suami, misal ikan, telur, daging, dsb. 2. Frekuensi BerhubunganSebaiknya berhubungan suami istri dilakukan dengan frekuensi sewajarnya, jika terlalu sering maka suami terlalu sering ejakulasi, sehingga mempengaruhi kualitas dan jumlah sperma yang dikeluarkan . 3. Posisi BerhubunganPosisi yang berpeluang besar agar istri cepat hamil, adalah posisi yang memungkinkan agar sperma dapat berenang cepat melintasi rongga rahim menuju sel telur yaitu posisi suami di atas, hindari posisi istri diatas karena gravitasi akan menghambat sperma bertemu sel telur 4. Berbaring Setelah BerhubunganIstri dianjurkan tetap berbaring beberapa saat setelah berhubungan, untuk memperbesar peluang cepat hamil. Sebaiknya istri kencing sebelum berhubungan agar setelahnya tidak tergesa-gesa bangkit n pergi ke kamar mandi. 5. Nikmati Hubungan Suami IstriMulailah menikmati hubungan seks tidak sebagai usaha untuk cepat hamil saja tapi juga karena Anda berdua menikmati dan nyaman melakukannya. Coba beberapa variasi posisi dan lokasi untuk meningkatkan mood Anda berdua. 6. Hindari pelicinAlat bantu pelicin mengandung komponen-komponen yang bisa merusak sperma sehingga tidak dianjurkan untuk pasangan yang ingin segera hamil. 7. Ketahui Masa Subur IstriMasa subur adalah waktu dimana sel telur siap dibuahi oleh sperma. Jika suami istri berhubungan saat istri sedang masa subur, akan memperbesar peluang cepat hamil. Bagi istri yang siklus haidnya teratur akan lebih mudah menghitung masa suburnya, karena bisa dihitung dengan rumus menurut haid pertama. 8. Ukur Suhu BadanCara lain untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur, ukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer yang diletakkan di vagina selama lima menit. Suhu tubuh yang normal berkisar antara 35,5 – 36 derajat celcius. Di masa subur, suhu tubuh akan sedikit naik menjadi 37 – 38 derajat celcius. 9. Lendir KesuburanCara lain mengetahui masa subur adalah mengecek lendir kesuburan vagina (cervical mucus). Cara melihatnya bisa dengan menggunakan tisu atau jari bersih. Jika terdapat lendir kesuburan di vagina Anda, itu pertanda Istriberada dalam puncak masa subur 10. Tes KesuburanCara praktis mengetahui kesuburan bisa dengan alat penghitung masa subur yang dijual di pasaran. Alat ini akan mengukur kadar hormon pada air kencing. Hasil tes bisa dilihat dengan tanda tertentu, yang menyatakan Anda sedang berada pada masa subur atau tidak. 11. Jaga Berat BadanBerat badan terlalu kurus juga akan mempengaruhi hormon kesuburan. Demikian juga jika terlalu gemuk. Hubungi bidan/dokter, untuk mengetahui berat badan tubuh yang ideal . 12. OlahragaTerlalu banyak olahraga juga kurang baik buat kesuburan, jadi sebaiknya dilakukan secukupnya saja. olahraga ringan tiga kali seminggu selama 30 menit biasanya sudah cukup. Jalan pagi merupakan salah satu contoh olahraga ringan yang dianjurkan. 13. Gaya hidup sehatCek kembali gaya hidup (pola makan, asap rokok, penggunaan obat sembarangan) Misalnya, jika perokok atau dekat dengan perokok, sebaiknya hindari. Gaya hidup lain yang juga sebaiknya kita hindari adalah pemakaian obat-obatan sembarangan serta minuman alkohol secara berlebihan. 14. Rileks dan JalaniKeinginan yang sangat kuat untuk segera hamil bisa membuat Anda stres. Padahal stress bisa membuat seseorang kehilangan selera untuk berhubungan seks dan membuat daya tahan tubuh juga menurun. Maka cobalah untuk mengurangi stres dengan mencoba berdoa, pasrah dan ikhlas. Percaya Anda dan pasangan sudah melakukan yang terbaik, selebihnya adalah di luar kekuasaan Anda. 15. Kapan perlu konsultasi ke dokterBila pasangan suami istri sudah menikah 1 tahun dengan frekuensi hubungan yang cukup, belum juga hamil, saatnya konsultasi ke dokter, agar bisa diketahui bagaimana jalan yang terbaik. Semoga Bermanfaat…   Baca juga: Prinsip Dalam Mendidik Anak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang    
 12 Mar 2018    08:00 WIB
7 Jenis Nyeri yang Umum Dialami Oleh Para Ibu Hamil
Apakah mengkonsumsi makanan pedas yang sangat Anda inginkan justru membuat perut Anda sangat perih? Apakah perut Anda yang semakin membesar membuat pinggang Anda semakin sakit? Hamil pada dasarnya memang bukanlah hal yang mudah dan pasti akan sangat membebani tubuh Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis nyeri yang biasa ditemukan pada ibu hamil.   Sakit Kepala Apakah Anda terus mengalami nyeri pada kedua sisi kepala Anda? Bila ya, maka Anda mungkin mengalami nyeri kepala tension, suatu jenis sakit kepala yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada trimester pertama.   Wasir Wasir atau hemoroid merupakan varises pada pembuluh darah di daerah anus. Wasir dapat hanya terasa gatal atau sangat nyeri dan kadangkala menyebabkan timbulnya perdarahan pada anus, terutama saat buang air besar. Beberapa orang wanita mengalami wasir pertama kali saat mereka hamil. Dan bila Anda sudah mengalami wasir sebelum hamil, maka Anda pasti akan kembali mengalaminya saat sedang hamil.   Heartburn Apakah dada Anda terasa panas seperti terbakar setelah Anda makan? Bila ya, maka Anda mungkin mengalami heartburn, yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan (refluks asam lambung). Heartburn disebabkan oleh perubahan kadar hormonal dan fisik yang terjadi saat Anda hamil.   Baca juga: Penelitian Yang Menunjukkan Manfaat Berjalan Kaki   Kram Kaki Hingga saat ini para ahli masih tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab dari terjadinya kram kaki pada wanita hamil. Namun mereka menduga peningkatan berat badan dan adanya tekanan dari rahim yang membesar mungkin merupakan penyebabnya.   Nyeri Pinggang Seiring dengan semakin membesarnya perut Anda dan berubahnya kadar hormon di dalam tubuh Anda, maka Anda pun akan mulai merasakan nyeri pada pinggang, pinggul, dan bahkan bokong Anda. Selain itu, Anda juga akan merasa amat sangat lelah.   Nyeri Perut Bawah Pada beberapa orang wanita, mereka dapat mengalami nyeri singkat seperti tertusuk-tusuk atau nyeri tumpul dalam waktu yang lebih lama pada perut bagian bawah atau kemaluan. Nyeri ini biasanya mulai terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua.   Sindrom Carpal Tunnel Apakah tangan Anda terasa kesemutan atau mati rasa? Hal ini dapat merupakan gejala dari sindrom carpal tunnel, suatu gangguan yang biasanya terjadi akibat tangan selalu mengulangi gerakan yang sama. Pada ibu hamil, tambahan cairan dan pembengkakan pada tangan dapat menyebabkan timbulnya gejala yang sama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 21 Jan 2018    08:00 WIB
5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil
Banyak wanita yang tidak berolahraga saat mereka hamil. Mereka makan lebih banyak atau juga mengalami mual muntah berlebihan sehingga mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur, tetapi bukan artinya seorang wanita hamil tidak boleh berolahraga. Banyak juga mitos mengenai wanita hamil tidak berolahraga. Padahal olahraga mempunyai banyak manfaat untuk wanita hamil. Berikut adalah beberapa jenis olahraga yang dapat Anda lakukan saat sedang hamil:    •    BerenangBerenang merupakan olahraga yang paling baik dilakukan saat Anda sedang hamil. Saat Anda sedang berenang tubuh Anda mengambang, dan seluruh beban tubuh yang ada dikaki dan punggung Anda menghilang seketika. Anda dapat melatih diri Anda tanpa harus membuat tubuh Anda kelelahan. Jika Anda merasa kelelahan, istirahatkan kaki Anda dan biarkan mengambang.    •    BerjalanAtur kecepatan Anda dan berjalanlah sebanyak yang Anda bisa ketika Anda sedang hamil. Tetapi ingat janganlah berjalan terlalu cepat dan membuat diri Anda lelah. Tujuannya adalah untuk melakukan olahraga, bukannya untuk menurunkan berat badan.    •    Tenis Permainan ini juga merupakan jenis olahraga yang sangat menyenangkan dilakukan saat Anda hamil. Tetapi jangan lakukan secara kompetitif dan ingatlah Anda sedang hamil sehingga bermainlah dengan aman.    •    YogaAnda memang tidak dapat melakukan semua gerakan dalam yoga, itulah mengapa Anda harus mengikuti prenatal yoga. Ikutilah petunjuk dari instruktur yoga Anda untuk menghindari terjadinya cedera atau gerakan yang dapat membuat janin tidak nyaman.    •    JoggingAnda dapat melakukan jogging ringan saat Anda hamil, hanya saja hindarilah perjogging di permukaan yang keras. Anda bisa melakukan jogging ringan di lapangan atau pantai. Sumber: magforwomen
 08 Jan 2018    13:00 WIB
Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?
Selama Anda dan bayi Anda sehat serta dokter mengijinkan, maka Anda cukup aman berpergian dengan pesawat terbang. Perbedaan tekanan di dalam kabin pesawat seharusnya tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda atua bayi Anda. Tekanan di dalam kabin pesawat komersial biasanya sudah disesuaikan agar para penumpangnya merasa nyaman. Akan tetapi, tekanan udara di dalam pesawat pasti akan lebih rendah daripada pada permukaan tanah, sehingga kadar oksigen memang akan menjadi lebih sedikit. Namun, perubahan kadar oksigen di dalam pesawat ini sangat kecil sehingga biasanya tidak akan mempengaruhi jaringan atau cairan yang mengelilingi bayi Anda. Akan tetapi, berkurangnya kadar oksigen ini pasti akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh Anda, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.   Baca juga: Naik Pesawat Saat Hamil, Aman Enggak Sih?   Jadi, secara keseluruhan berpergian dengan pesawat komersial selama hamil cukup aman selama tidak ada masalah pada kehamilan Anda. Akan tetapi, bila Anda menderita suatu kelainan darah seperti sickle cell anemia yang cukup berat atau mudah terbentuk bekuan darah atau mengalami insufisiensi plasenta, maka tidak dianjurkan untuk berpergian dengan pesawat terbang, baik komersial atau bukan, berapa pun usia kehamilan Anda. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum berpergian dengan pesawat terbang saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 19 Aug 2017    15:00 WIB
Kaki Terasa Kebas Saat Hamil, Normalkah?
Walaupun kehamilan memang dapat membuat seorang wanita mengalami berbagai gejala aneh dan tidak biasanya, akan tetapi salah satu hal paling aneh yang dapat Anda alami saat hamil justru terjadi saat Anda sedang berjalan, yaitu Anda tiba-tiba tidak dapat merasakan di mana kaki Anda.   Baca juga: Apakah Boleh Makan Kacang Saat Hamil?   Apakah hal aneh yang Anda alami ini memang normal terjadi pada ibu hamil? Para ahli mengatakan bahwa hal ini ternyata merupakan sesuatu hal yang normal terjadi. Sekitar seperempat ibu hamil mengalami rasa kebas alias mati rasa di daerah kaki, yang paling sering terjadi saat kehamilan memasuki trimester ketiga (7-9 bulan). Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perut Anda yang membesar, yang mengakibatkan saraf skiatika Anda tertekan. Saraf skiatika merupakan saraf yang berasal dari panggul, yang "berjalan" turun ke kedua kaki Anda. Untuk mengatasi rasa kebas di daerah kaki Anda, maka dianjurkan untuk berbaring dengan menghadap ke arah kiri selama beberapa menit saat rasa kebas ini muncul. Keadaan ini akan membuat tekanan di daerah saraf Anda berkurang, sehingga rasa kebas di daerah kaki Anda pun akan segera menghilang dan diharapkan tetap demikian saat Anda duduk maupun berjalan. Akan tetapi, bila rasa kebas tidak juga hilang, dianjurkan agar Anda berbaring kembali selama beberapa menit dengan posisi yang sedikit berbeda sehingga isi rongga perut Anda pun sedikit bergeser. Jika rasa kebas ini menjadi sesuatu hal yang terus-menerus mengganggu Anda selama hamil, maka Anda dapat mencoba menggunakan penyangga perut, yang dapat membantu "mengangkat" rahim yang berat sehingga tidak lagi menekan saraf skiatika. Rasa kebas yang dirasakan pada kedua kaki saat hamil merupakan hal yang normal terjadi dan biasanya hanya berlangsung sementara. Rasa kebas pada kaki ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Segera hubungi dokter Anda bila rasa kebas hanya mengenai salah satu kaki (kiri atau kanan) dan bila disertai dengan berbagai gejala lain seperti pembengkakan di daerah betis yang membuat ukuran kedua kaki Anda tampak berbeda. Hal ini dapat merupakan pertanda adanya bekuan darah yang menyumbat aliran darah di daerah betis Anda. Jika keadaan ini tidak segera diobati, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lain yang lebih serius seperti stroke.   Sumber: thestir.cafemom
 31 Oct 2016    18:00 WIB
Apa Saja Gejala Awal dari Kehamilan?
1.     Periksa Payudara Anda Untuk mengetahui apakah Anda memang benar hamil walaupun belum terlambat menstruasi, Anda dapat memulainya dari memeriksa keadaan payudara Anda. Jika payudara Anda terasa membengkak, keras, atau sedikit lebih besar daripada biasanya; maka Anda mungkin sedang hamil. Hal ini dikarenakan payudara Anda telah mulai memproduksi ASI sejak awal kehamilan. Selain itu, warna puting susu Anda juga dapat menjadi sedikit lebih gelap.   2.     Morning Sickness Gejala yang satu ini tentu saja telah diketahui oleh hampir sebagian besar wanita. Jika Anda merasa mual atau bahkan muntah di pagi hari atau sepanjang hari, maka Anda mungkin sedang berada pada tahap awal kehamilan Anda. Gejala morning sickness ini biasanya mulai terjadi saat kehamilan telah berusia 4 minggu. Beberapa orang wanita dapat mengalami gejala morning sickness ini saat kehamilan baru berusia 2 minggu. Walaupun lebih umum dikenal dengan nama morning sickness, akan tetapi gejala mual dan muntah ini dapat terjadi sepanjang hari, tidak hanya di pagi hari saja.   3.     Rasa Lelah yang Berlebihan Apakah Anda merasa sangat lelah yang tidak biasanya saat melakukan berbagai aktivitas harian Anda akhir-akhir ini atau Anda terus ingin tidur siang? Hal ini dapat menjadi salah satu penanda bahwa Anda sedang hamil. Rasa lelah berlebihan yang Anda alami ini terjadi akibat perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda.   4.     Peningkatan Indra Penciuman dan Pengecap Satu lagi gejala kehamilan yang sering terjadi adalah peningkatan kemampuan indra penciuman dan pengecap Anda. Jika Anda tidak lagi menyukai rasa atau bau makanan favorit Anda atau mulai mengalami gejala ngidam, maka Anda mungkin sedang hamil.   5.     Spotting Spotting merupakan suatu keadaan di mana menstruasi Anda hanya berupa bercak-bercak darah yang sedikit. Bercak-bercak darah yang keluar ini dapat merupakan suatu penanda bahwa janin (embrio) Anda sedang menempel pada dinding rahim Anda.   6.     Lebih Sering Buang Air Kecil Apakah Anda menjadi lebih sering buang air kecil? Frekuensi berkemih dapat meningkat pada awal masa kehamilan karena perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda.   Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk mengetahui secara pasti bahwa Anda benar-benar hamil? Lakukanlah pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan test pack dan jika hasil pemeriksaan ini positif, kunjungilah dokter spesialis obgyn dan ginekologi (kandungan) untuk memastikan kebenaran hasil pemeriksaan tersebut. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 31 Oct 2016    15:00 WIB
Dampak Kehamilan Pada Usia Remaja Bagi Ibu dan Bayi
Kehamilan pada usia remaja merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan seorang remaja. Selain mempengaruhi ibu, kehamilan pada usia remaja juga dapat mempengaruhi bayi yang dilahirkan oleh ibu yang masih berusia remaja.  Sebuah lembaga kesehatan di Amerika menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang masih berusia remaja dapat mengalami keterlambatan perkembangan intelektual, memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah, serta mengalami berbagai gangguan kesehatan dan gangguan perilaku.   Gangguan Kesehatan Komplikasi atau gangguan kesehatan sering terjadi pada remaja yang hamil. Hal ini dikarenakan para remaja seringkali tidak mencari pertolongan medis untuk merawat kehamilannya. Beberapa komplikasi atau gangguan kesehatan yang dapat ditemukan pada kehamilan remaja adalah anemia, toksemia, tekanan darah tinggi, plasenta previa, dan kelahiran prematur. Berbagai gangguan kesehatan ini tidak hanya membahayakan ibu tetapi juga bayi yang dikandungnya. Untuk mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan ini, para remaja yang hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan menjaga kesehatannya dengan baik.    Krisis Emosional Seorang remaja yang hamil mungkin dapat mengalami krisis emosional. Krisis emosional ini dapat menyebabkan remaja tersebut melakukan tindakan yang ceroboh dan berbahaya seperti berusaha untuk menggugurkan bayi di dalam kandungannya atau bahkan mencoba bunuh diri.   Khawatir Akan Masa Depan Rasa khawatir akan masa depan pastinya dialami oleh para remaja yang hamil. Para remaja ini mungkin merasa bahwa dirinya belum siap menjadi seorang ibu dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi seorang ibu. Selain itu, ia juga mungkin merasa bahwa memiliki anak dapat mempengaruhi kehidupannya dan juga cita-citanya.   Terganggunya Pendidikan Pendidikan seorang anak remaja mungkin akan terganggu bila ia hamil. Beberapa anak remaja bahkan memutuskan untuk berhenti sekolah setelah mengetahui bahwa dirinya hamil. Beberapa anak remaja lainnya harus menunda keinginannya untuk kuliah karena kehamilannya tersebut. Beberapa lainnya mungkin memutuskan untuk menikah dan tidak melanjutkan pendidikan.   Merokok dan Penyalahgunaan Obat-obatan Remaja yang memiliki kebiasaan merokok atau menyalahgunakan obat-obatan dapat membahayakan kesehatan bayi yang dikandungnya bila tidak segera menghentikan kebiasaannya tersebut.   Merasa Depresi Rasa depresi dapat terjadi bila seorang remaja menemukan bahwa dirinya hamil. Hal ini terutama dikarenakan berbagai hal negatif yang dirasakan akibat kehamilannya tersebut, baik dari dirinya sendiri maupun dari teman atau keluarga atau orang-orang lain di sekitarnya. Selain itu, kadar hormon yang berubah-ubah selama kehamilan berlangsung juga dapat memicu terjadinya depresi.   Penelantaran Bayi Saat bayinya telah lahir, seorang remaja mungkin tidak dapat atau tidak memiliki keinginan untuk merawat anaknya tersebut. Ia pun mungkin akan merasa terganggu oleh kehadiran sang bayi yang membuatnya sulit atau tidak dapat berpergian dengan bebas bersama dengan teman-teman seumurannya.  Baca juga: Kehamilan Beresiko Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: livestrong
 30 Oct 2016    18:00 WIB
Berbagai Jenis Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Pada Trimester I Kehamilan
Pemeriksaan Darah Pemeriksaan ini biasanya dilakukan agar petugas medis mengetahui golongan darah dan rhesus Anda. Selain itu, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi apakah Anda menderita anemia, memiliki imunitas terhadap rubella, memeriksa apakah Anda menderita hepatitis B, sifilis, HIV, atau penyakit menular seksual lainnya.  Dokter Anda mungkin juga dapat menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan toksoplasmosis dan varicella bila diperlukan. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan kadar hormon hCG.   Pemeriksaan Genetika Tergantung pada ras atau latar belakang keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan genetika untuk mendeteksi kemungkin terjadinya berbagai penyakit seperti Tay-Sachs, fibrosis kistik, atau sickle cell anemia.   Pemeriksaan Air Kemih Pada awal kehamilan Anda, dokter Anda biasanya akan  meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan air kemih untuk memastikan kehamilan dengan cara mendeteksi adanya hormon hCG atau untuk mendeteksi adanya tAnda penyakit ginjal.  Selain itu, pemeriksaan air kemih juga bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya glukosa (tAnda diabetes) dan albumin (suatu jenis protein yang merupakan penAnda terjadinya preeklampsia).   Pemeriksaan Plasenta (Chorionic Villus Sampling) Jika Anda berusia 35 tahun atau lebih atau memiliki suatu penyakit tertentu yang dapat diturunkan dalam keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini.  Pemeriksaan plasenta merupakan pemeriksaan invasif, yang biasanya dilakukan saat kehamilan berusia 10-12 minggu. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya berbagai kelainan genetika seperti sindrom Down, sickle cell anemia, fibrosis kistik, hemofilia, dan distrofi muscular.  Tindakan ini dapat menyebabkan keguguran, walaupun resiko ini sangat kecil (sekitar 1%), akan tetapi sangat akurat (98%) untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan akibat kelainan kromosom. Walaupun demikian, berbeda dengan amniosentesis (pemeriksaan cairan ketuban), pemeriksaan ini tidak dapat mendeteksi adanya kelainan sistem saraf seperti spina bifida dan anencephali atau kelainan dinding perut bawaan pada janin. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 30 Oct 2016    15:00 WIB
Kehamilan dan Vitamin
Apakah vitamin kehamilan itu? Memakan makanan sehat merupakan tindakan yang cukup bijaksana, terutama jika dilakukan pada masa kehamilan. Tetapi mengkonsumsi vitamin selama masa kehamilan juga bukanlah hal yang buruk. Vitamin ini akan melengkapi nutrisi dari diet yang dilakukan. Vitamin kehamilan biasanya berisi vitamin dan mineral. Yang terpenting pada vitamin ini adalah kandungan asam folat, zat besi dan kalsium. Asam folat, zat besi dan kalsium Asam folat akan membantu mencegah kelainan pada pembentukan tabung syaraf, yang akan mempengaruhi otak dan syaraf tulang belakang. Tabung syaraf berkembang pada 28 hari pertama setelah masa konsepsi, sebelum wanita mengetahui dirinya hamil. Karena sekitar separuh dari kehamilan tidak direncanakan maka sangat direkomendasikan untuk setiap wanita yang ingin hamil untuk mengkonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap harinya, mulai dari masa konsepsi sampai 12 minggu masa kehamilan. Wanita yang telah terdiagnosa memiliki janin dengan kelainan tabung syaraf harus membicarakan dengan dokternya apakah dia masih perlu mengkonsumsi asam folat kembali. Penelitian menunjukkan dengan mengkonsumsi asam folat dengan dosis lebih besar (lebih besar dari 400 mikrogram) paling tidak selama satu bulan pertama masa kehamilan dan selama trimester pertama masa kehamilan dapat memberi keuntungan untuk wanita hamil tersebut. Tetapi untuk itu Anda harus mengkonsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Makanan yang mengandung asam folat misalnya saja sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan citrus dan lain sebagainya. Tetapi menambahkan suplemen asam folat juga merupakan langkah yang baik.  Kalsium juga sangat penting untuk wanita hamil. Kalsium dapat membantu mencegah kehilangan kepadatan tulang, dan janin tersendiri membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya. Zat besi membantu darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, baik untuk ibu dan anak. Apa yang harus dilihat pada vitamin ibu hamil: 400 micrograms (mcg) asam folat 400 IU vitamin D 200-300 milligrams (mg) kalcium 70 mg vitamin C 3 mg thiamin 2 mg riboflavin 20 mg niasin 6 mcg vitamin B12 10 mg vitamin E 15 mg zink 17 mg zat besi Pada beberapa kasus dokter Anda akan memberikan resep tipe vitamin kehamilan tertentu, jika dirasa Anda memerlukannya. Jika vitamin Anda membuat Anda mual Beberapa jenis vitamin dapat menimbulkan rasa mual pada wanita hamil yang memang sudah merasakan mual sebelumnya. Jika hal ini terjadi bicarakan dengan dokter Anda. Dokter Anda akan meresepkan vitamin lain, misalnya dengan jenis yang bisa dikunyah atau cair dibandingkan dengan vitamin yang selama ini Anda konsumsi. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd