Your browser does not support JavaScript!
 21 Jan 2018    08:00 WIB
5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil
Banyak wanita yang tidak berolahraga saat mereka hamil. Mereka makan lebih banyak atau juga mengalami mual muntah berlebihan sehingga mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur, tetapi bukan artinya seorang wanita hamil tidak boleh berolahraga. Banyak juga mitos mengenai wanita hamil tidak berolahraga. Padahal olahraga mempunyai banyak manfaat untuk wanita hamil. Berikut adalah beberapa jenis olahraga yang dapat Anda lakukan saat sedang hamil:    •    BerenangBerenang merupakan olahraga yang paling baik dilakukan saat Anda sedang hamil. Saat Anda sedang berenang tubuh Anda mengambang, dan seluruh beban tubuh yang ada dikaki dan punggung Anda menghilang seketika. Anda dapat melatih diri Anda tanpa harus membuat tubuh Anda kelelahan. Jika Anda merasa kelelahan, istirahatkan kaki Anda dan biarkan mengambang.    •    BerjalanAtur kecepatan Anda dan berjalanlah sebanyak yang Anda bisa ketika Anda sedang hamil. Tetapi ingat janganlah berjalan terlalu cepat dan membuat diri Anda lelah. Tujuannya adalah untuk melakukan olahraga, bukannya untuk menurunkan berat badan.    •    Tenis Permainan ini juga merupakan jenis olahraga yang sangat menyenangkan dilakukan saat Anda hamil. Tetapi jangan lakukan secara kompetitif dan ingatlah Anda sedang hamil sehingga bermainlah dengan aman.    •    YogaAnda memang tidak dapat melakukan semua gerakan dalam yoga, itulah mengapa Anda harus mengikuti prenatal yoga. Ikutilah petunjuk dari instruktur yoga Anda untuk menghindari terjadinya cedera atau gerakan yang dapat membuat janin tidak nyaman.    •    JoggingAnda dapat melakukan jogging ringan saat Anda hamil, hanya saja hindarilah perjogging di permukaan yang keras. Anda bisa melakukan jogging ringan di lapangan atau pantai. Sumber: magforwomen
 08 Jan 2018    13:00 WIB
Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?
Selama Anda dan bayi Anda sehat serta dokter mengijinkan, maka Anda cukup aman berpergian dengan pesawat terbang. Perbedaan tekanan di dalam kabin pesawat seharusnya tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda atua bayi Anda. Tekanan di dalam kabin pesawat komersial biasanya sudah disesuaikan agar para penumpangnya merasa nyaman. Akan tetapi, tekanan udara di dalam pesawat pasti akan lebih rendah daripada pada permukaan tanah, sehingga kadar oksigen memang akan menjadi lebih sedikit. Namun, perubahan kadar oksigen di dalam pesawat ini sangat kecil sehingga biasanya tidak akan mempengaruhi jaringan atau cairan yang mengelilingi bayi Anda. Akan tetapi, berkurangnya kadar oksigen ini pasti akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh Anda, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.   Baca juga: Naik Pesawat Saat Hamil, Aman Enggak Sih?   Jadi, secara keseluruhan berpergian dengan pesawat komersial selama hamil cukup aman selama tidak ada masalah pada kehamilan Anda. Akan tetapi, bila Anda menderita suatu kelainan darah seperti sickle cell anemia yang cukup berat atau mudah terbentuk bekuan darah atau mengalami insufisiensi plasenta, maka tidak dianjurkan untuk berpergian dengan pesawat terbang, baik komersial atau bukan, berapa pun usia kehamilan Anda. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum berpergian dengan pesawat terbang saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 19 Aug 2017    15:00 WIB
Kaki Terasa Kebas Saat Hamil, Normalkah?
Walaupun kehamilan memang dapat membuat seorang wanita mengalami berbagai gejala aneh dan tidak biasanya, akan tetapi salah satu hal paling aneh yang dapat Anda alami saat hamil justru terjadi saat Anda sedang berjalan, yaitu Anda tiba-tiba tidak dapat merasakan di mana kaki Anda.   Baca juga: Apakah Boleh Makan Kacang Saat Hamil?   Apakah hal aneh yang Anda alami ini memang normal terjadi pada ibu hamil? Para ahli mengatakan bahwa hal ini ternyata merupakan sesuatu hal yang normal terjadi. Sekitar seperempat ibu hamil mengalami rasa kebas alias mati rasa di daerah kaki, yang paling sering terjadi saat kehamilan memasuki trimester ketiga (7-9 bulan). Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perut Anda yang membesar, yang mengakibatkan saraf skiatika Anda tertekan. Saraf skiatika merupakan saraf yang berasal dari panggul, yang "berjalan" turun ke kedua kaki Anda. Untuk mengatasi rasa kebas di daerah kaki Anda, maka dianjurkan untuk berbaring dengan menghadap ke arah kiri selama beberapa menit saat rasa kebas ini muncul. Keadaan ini akan membuat tekanan di daerah saraf Anda berkurang, sehingga rasa kebas di daerah kaki Anda pun akan segera menghilang dan diharapkan tetap demikian saat Anda duduk maupun berjalan. Akan tetapi, bila rasa kebas tidak juga hilang, dianjurkan agar Anda berbaring kembali selama beberapa menit dengan posisi yang sedikit berbeda sehingga isi rongga perut Anda pun sedikit bergeser. Jika rasa kebas ini menjadi sesuatu hal yang terus-menerus mengganggu Anda selama hamil, maka Anda dapat mencoba menggunakan penyangga perut, yang dapat membantu "mengangkat" rahim yang berat sehingga tidak lagi menekan saraf skiatika. Rasa kebas yang dirasakan pada kedua kaki saat hamil merupakan hal yang normal terjadi dan biasanya hanya berlangsung sementara. Rasa kebas pada kaki ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Segera hubungi dokter Anda bila rasa kebas hanya mengenai salah satu kaki (kiri atau kanan) dan bila disertai dengan berbagai gejala lain seperti pembengkakan di daerah betis yang membuat ukuran kedua kaki Anda tampak berbeda. Hal ini dapat merupakan pertanda adanya bekuan darah yang menyumbat aliran darah di daerah betis Anda. Jika keadaan ini tidak segera diobati, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lain yang lebih serius seperti stroke.   Sumber: thestir.cafemom
 31 Oct 2016    18:00 WIB
Apa Saja Gejala Awal dari Kehamilan?
1.     Periksa Payudara Anda Untuk mengetahui apakah Anda memang benar hamil walaupun belum terlambat menstruasi, Anda dapat memulainya dari memeriksa keadaan payudara Anda. Jika payudara Anda terasa membengkak, keras, atau sedikit lebih besar daripada biasanya; maka Anda mungkin sedang hamil. Hal ini dikarenakan payudara Anda telah mulai memproduksi ASI sejak awal kehamilan. Selain itu, warna puting susu Anda juga dapat menjadi sedikit lebih gelap.   2.     Morning Sickness Gejala yang satu ini tentu saja telah diketahui oleh hampir sebagian besar wanita. Jika Anda merasa mual atau bahkan muntah di pagi hari atau sepanjang hari, maka Anda mungkin sedang berada pada tahap awal kehamilan Anda. Gejala morning sickness ini biasanya mulai terjadi saat kehamilan telah berusia 4 minggu. Beberapa orang wanita dapat mengalami gejala morning sickness ini saat kehamilan baru berusia 2 minggu. Walaupun lebih umum dikenal dengan nama morning sickness, akan tetapi gejala mual dan muntah ini dapat terjadi sepanjang hari, tidak hanya di pagi hari saja.   3.     Rasa Lelah yang Berlebihan Apakah Anda merasa sangat lelah yang tidak biasanya saat melakukan berbagai aktivitas harian Anda akhir-akhir ini atau Anda terus ingin tidur siang? Hal ini dapat menjadi salah satu penanda bahwa Anda sedang hamil. Rasa lelah berlebihan yang Anda alami ini terjadi akibat perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda.   4.     Peningkatan Indra Penciuman dan Pengecap Satu lagi gejala kehamilan yang sering terjadi adalah peningkatan kemampuan indra penciuman dan pengecap Anda. Jika Anda tidak lagi menyukai rasa atau bau makanan favorit Anda atau mulai mengalami gejala ngidam, maka Anda mungkin sedang hamil.   5.     Spotting Spotting merupakan suatu keadaan di mana menstruasi Anda hanya berupa bercak-bercak darah yang sedikit. Bercak-bercak darah yang keluar ini dapat merupakan suatu penanda bahwa janin (embrio) Anda sedang menempel pada dinding rahim Anda.   6.     Lebih Sering Buang Air Kecil Apakah Anda menjadi lebih sering buang air kecil? Frekuensi berkemih dapat meningkat pada awal masa kehamilan karena perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda.   Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk mengetahui secara pasti bahwa Anda benar-benar hamil? Lakukanlah pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan test pack dan jika hasil pemeriksaan ini positif, kunjungilah dokter spesialis obgyn dan ginekologi (kandungan) untuk memastikan kebenaran hasil pemeriksaan tersebut. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 31 Oct 2016    15:00 WIB
Dampak Kehamilan Pada Usia Remaja Bagi Ibu dan Bayi
Kehamilan pada usia remaja merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan seorang remaja. Selain mempengaruhi ibu, kehamilan pada usia remaja juga dapat mempengaruhi bayi yang dilahirkan oleh ibu yang masih berusia remaja.  Sebuah lembaga kesehatan di Amerika menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang masih berusia remaja dapat mengalami keterlambatan perkembangan intelektual, memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah, serta mengalami berbagai gangguan kesehatan dan gangguan perilaku.   Gangguan Kesehatan Komplikasi atau gangguan kesehatan sering terjadi pada remaja yang hamil. Hal ini dikarenakan para remaja seringkali tidak mencari pertolongan medis untuk merawat kehamilannya. Beberapa komplikasi atau gangguan kesehatan yang dapat ditemukan pada kehamilan remaja adalah anemia, toksemia, tekanan darah tinggi, plasenta previa, dan kelahiran prematur. Berbagai gangguan kesehatan ini tidak hanya membahayakan ibu tetapi juga bayi yang dikandungnya. Untuk mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan ini, para remaja yang hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan menjaga kesehatannya dengan baik.    Krisis Emosional Seorang remaja yang hamil mungkin dapat mengalami krisis emosional. Krisis emosional ini dapat menyebabkan remaja tersebut melakukan tindakan yang ceroboh dan berbahaya seperti berusaha untuk menggugurkan bayi di dalam kandungannya atau bahkan mencoba bunuh diri.   Khawatir Akan Masa Depan Rasa khawatir akan masa depan pastinya dialami oleh para remaja yang hamil. Para remaja ini mungkin merasa bahwa dirinya belum siap menjadi seorang ibu dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi seorang ibu. Selain itu, ia juga mungkin merasa bahwa memiliki anak dapat mempengaruhi kehidupannya dan juga cita-citanya.   Terganggunya Pendidikan Pendidikan seorang anak remaja mungkin akan terganggu bila ia hamil. Beberapa anak remaja bahkan memutuskan untuk berhenti sekolah setelah mengetahui bahwa dirinya hamil. Beberapa anak remaja lainnya harus menunda keinginannya untuk kuliah karena kehamilannya tersebut. Beberapa lainnya mungkin memutuskan untuk menikah dan tidak melanjutkan pendidikan.   Merokok dan Penyalahgunaan Obat-obatan Remaja yang memiliki kebiasaan merokok atau menyalahgunakan obat-obatan dapat membahayakan kesehatan bayi yang dikandungnya bila tidak segera menghentikan kebiasaannya tersebut.   Merasa Depresi Rasa depresi dapat terjadi bila seorang remaja menemukan bahwa dirinya hamil. Hal ini terutama dikarenakan berbagai hal negatif yang dirasakan akibat kehamilannya tersebut, baik dari dirinya sendiri maupun dari teman atau keluarga atau orang-orang lain di sekitarnya. Selain itu, kadar hormon yang berubah-ubah selama kehamilan berlangsung juga dapat memicu terjadinya depresi.   Penelantaran Bayi Saat bayinya telah lahir, seorang remaja mungkin tidak dapat atau tidak memiliki keinginan untuk merawat anaknya tersebut. Ia pun mungkin akan merasa terganggu oleh kehadiran sang bayi yang membuatnya sulit atau tidak dapat berpergian dengan bebas bersama dengan teman-teman seumurannya.  Baca juga: Kehamilan Beresiko Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: livestrong
 30 Oct 2016    18:00 WIB
Berbagai Jenis Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Pada Trimester I Kehamilan
Pemeriksaan Darah Pemeriksaan ini biasanya dilakukan agar petugas medis mengetahui golongan darah dan rhesus Anda. Selain itu, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi apakah Anda menderita anemia, memiliki imunitas terhadap rubella, memeriksa apakah Anda menderita hepatitis B, sifilis, HIV, atau penyakit menular seksual lainnya.  Dokter Anda mungkin juga dapat menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan toksoplasmosis dan varicella bila diperlukan. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan kadar hormon hCG.   Pemeriksaan Genetika Tergantung pada ras atau latar belakang keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan genetika untuk mendeteksi kemungkin terjadinya berbagai penyakit seperti Tay-Sachs, fibrosis kistik, atau sickle cell anemia.   Pemeriksaan Air Kemih Pada awal kehamilan Anda, dokter Anda biasanya akan  meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan air kemih untuk memastikan kehamilan dengan cara mendeteksi adanya hormon hCG atau untuk mendeteksi adanya tAnda penyakit ginjal.  Selain itu, pemeriksaan air kemih juga bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya glukosa (tAnda diabetes) dan albumin (suatu jenis protein yang merupakan penAnda terjadinya preeklampsia).   Pemeriksaan Plasenta (Chorionic Villus Sampling) Jika Anda berusia 35 tahun atau lebih atau memiliki suatu penyakit tertentu yang dapat diturunkan dalam keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini.  Pemeriksaan plasenta merupakan pemeriksaan invasif, yang biasanya dilakukan saat kehamilan berusia 10-12 minggu. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya berbagai kelainan genetika seperti sindrom Down, sickle cell anemia, fibrosis kistik, hemofilia, dan distrofi muscular.  Tindakan ini dapat menyebabkan keguguran, walaupun resiko ini sangat kecil (sekitar 1%), akan tetapi sangat akurat (98%) untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan akibat kelainan kromosom. Walaupun demikian, berbeda dengan amniosentesis (pemeriksaan cairan ketuban), pemeriksaan ini tidak dapat mendeteksi adanya kelainan sistem saraf seperti spina bifida dan anencephali atau kelainan dinding perut bawaan pada janin. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 30 Oct 2016    15:00 WIB
Kehamilan dan Vitamin
Apakah vitamin kehamilan itu? Memakan makanan sehat merupakan tindakan yang cukup bijaksana, terutama jika dilakukan pada masa kehamilan. Tetapi mengkonsumsi vitamin selama masa kehamilan juga bukanlah hal yang buruk. Vitamin ini akan melengkapi nutrisi dari diet yang dilakukan. Vitamin kehamilan biasanya berisi vitamin dan mineral. Yang terpenting pada vitamin ini adalah kandungan asam folat, zat besi dan kalsium. Asam folat, zat besi dan kalsium Asam folat akan membantu mencegah kelainan pada pembentukan tabung syaraf, yang akan mempengaruhi otak dan syaraf tulang belakang. Tabung syaraf berkembang pada 28 hari pertama setelah masa konsepsi, sebelum wanita mengetahui dirinya hamil. Karena sekitar separuh dari kehamilan tidak direncanakan maka sangat direkomendasikan untuk setiap wanita yang ingin hamil untuk mengkonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap harinya, mulai dari masa konsepsi sampai 12 minggu masa kehamilan. Wanita yang telah terdiagnosa memiliki janin dengan kelainan tabung syaraf harus membicarakan dengan dokternya apakah dia masih perlu mengkonsumsi asam folat kembali. Penelitian menunjukkan dengan mengkonsumsi asam folat dengan dosis lebih besar (lebih besar dari 400 mikrogram) paling tidak selama satu bulan pertama masa kehamilan dan selama trimester pertama masa kehamilan dapat memberi keuntungan untuk wanita hamil tersebut. Tetapi untuk itu Anda harus mengkonsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Makanan yang mengandung asam folat misalnya saja sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan citrus dan lain sebagainya. Tetapi menambahkan suplemen asam folat juga merupakan langkah yang baik.  Kalsium juga sangat penting untuk wanita hamil. Kalsium dapat membantu mencegah kehilangan kepadatan tulang, dan janin tersendiri membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya. Zat besi membantu darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, baik untuk ibu dan anak. Apa yang harus dilihat pada vitamin ibu hamil: 400 micrograms (mcg) asam folat 400 IU vitamin D 200-300 milligrams (mg) kalcium 70 mg vitamin C 3 mg thiamin 2 mg riboflavin 20 mg niasin 6 mcg vitamin B12 10 mg vitamin E 15 mg zink 17 mg zat besi Pada beberapa kasus dokter Anda akan memberikan resep tipe vitamin kehamilan tertentu, jika dirasa Anda memerlukannya. Jika vitamin Anda membuat Anda mual Beberapa jenis vitamin dapat menimbulkan rasa mual pada wanita hamil yang memang sudah merasakan mual sebelumnya. Jika hal ini terjadi bicarakan dengan dokter Anda. Dokter Anda akan meresepkan vitamin lain, misalnya dengan jenis yang bisa dikunyah atau cair dibandingkan dengan vitamin yang selama ini Anda konsumsi. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 29 Oct 2016    15:00 WIB
Dampak Depresi Pada Kehamilan Anda
Depresi dapat terjadi pada siapa saja, baik pria dan wanita, serta dapat terjadi kapan saja, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, orang lanjut usia, bahkan wanita hamil. Sekitar 10-20% wanita mengalami gejala depresi selama kehamilan.Penyebab Terjadinya Depresi Selama KehamilanTerdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya depresi saat hamil, yaitu:•  Pernah mengalami depresi sebelumnya atau mengalami gangguan dismorfik premenstrual, yaitu bentuk berat dari sindrom premenstrual•  Usia saat kehamilan, semakin muda usia anda saat hamil, maka semakin tinggi resiko anda menderita depresi saat hamil•  Tidak memiliki anggota keluarga lainnya•  Kurangnya dukungan sosial•  Jumlah anak yang dimiliki. Semakin banyak jumlah anak yang anda miliki, maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya depresi pada kehamilan berikutnya•  Adanya permasalahan dalam pernikahan•  Merasa senang sekaligus sedih mengenai kehamilanDampak Depresi Pada Wanita HamilBeberapa hal yang dapat terjadi bila seorang wanita hamil mengalami depresi adalah:•  Depresi dapat menyebabkan wanita hamil kurang dapat mengurus dirinya sendiri, termasuk dalam hal kebiasaan tidur dan makan•  Depresi dapat meningkatkan kemungkinan penggunaan zat-zat berbahaya, yang dapat membahayakan anda dan bayi di dalam kandungan anda. Zat-zat berbahaya tersebut adalah rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang•  Depresi dapat mengganggu kemampuan anda untuk menjalin hubungan atau membentuk ikatan dengan bayi di dalam kandungan andaDampak Kehamilan Pada Penderita DepresiBeberapa hal yang dapat terjadi pada penderita depresi akibat kehamilan adalah:•  Stress akibat kehamilan dapat membuat gejala depresi semakin memburuk atau kambuh•  Meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkanApa yang Harus Dilakukan?Jadikan kesehatan anda sebagai prioritas utama dalam kehidupan anda saat anda hamil. Kurangilah berbagai pekerjaan rumah atau kantor untuk membuat anda merasa lebih rileks. Diskusikan semua hal yang membuat anda merasa khawatir pada teman atau pasangan atau keluarga anda. Dengan demikian, anda mungkin dapat memperoleh dukungan yang anda perlukan. Jika semua langkah di atas tidak dapat membuat anda merasa lebih baik, maka terapi baik konseling maupun obat anti depresi dapat membantu mengatasi gejala depresi yang anda alami. Telah tersedia berbagai obat anti depresi yang dapat dikonsumsi selama kehamilan (walau hanya dalam waktu singkat). Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek penggunaan obat anti depresi dalam jangka panjang pada bayi anda. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai manfaat dan resiko obat anti depresi yang anda konsumsi. Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 28 Oct 2016    18:00 WIB
Stimulasi Musik Selama Masa Kehamilan
Musik bisa menggerakkan seseorang dengan berbagai cara. Dan ternyata musik juga dapat menyebabkan reaksi pada wanita hamil. Hal ini dikatakan oleh sebuah penelitian terbaru.Menurut para peneliti di Max Planck, Jerman, seorang ibu hamil menunjukkan perubahan besar pada tekanan darahnya sebagai respon saat mendengar musik dibanding wanita yang tidak sedang hamil dan mempunyai perasaan yang kuat untuk membedakan mana musik yang bagus dan mana musik yang tidak bagus. Para peneliti memainkan serial dari klip musik selama 10-30 detik kepada wanita hamil dan tidak hamil. Pada beberapa kasus para peneliti mengubah musik untuk membuatnya kurang menyenangkan.Para ibu hamil membuat peringkat musik mengenai mana musik yang menyenangkan dan mana musik yang tidak menyenangkan lebih teliti dan lebih baik dibandingkan wanita yang tidak sedang hamil. Wanita hamil juga menunjukkan perubahan drastis pada tekanan darahnya sebagai respond dari musik tersebut.Menurut para peneliti stimulus musik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap wanta hamil.Memurut penulis peneliti Tom Frits setiap akustik yang ada di musik tersebut mempengaruhi tekanan darah pada wanita hamil lebih intens dibandingnya wanita yang tidak hamil. Belum jelas bagaimana musik bisa mempunyai pengaruh yang kuat dalam kehamilan, tetapi mungkin peningkatan estrogen yang tinggi pada wanita hamil memiliki peranan penting didalamnya. Hormon ini mempengaruhi otak dalam sistem menghargai, yang bertanggung jawab untuk memberikan sensasi menyenangkan ketika mendengarkan musik.Kehamilan juga bisa memicu perubahan tubuh lain yang dapat membuat seorang wanita berespon terhadap musik. Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 28 Oct 2016    15:00 WIB
Gangguan Tidur Selama Kehamilan
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd