Your browser does not support JavaScript!
 21 May 2021    12:00 WIB
Sejumlah Faktor yang Membuat Perempuan Sulit Keluar dari Hubungan Beracun
Hubungan asmara yang baik biasanya dilandasi dengan dasar saling sayang, saling menghormati dan memelihara satu sama lain. Namun, dalam mewujudkan hubungan asmara yang harmonis itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, terutama bagi perempuan. Seringkali sebagai perempuan dihadapkan dengan yang namanya hubungan beracun (Toxic relationship). Ahli komunikasi dan psikologi, Dr. Lillian Glass, dalam bukunya berjudul Toxic People (1995) menyebut hubungan beracun bersifat merusak karena konflik, tidak saling mendukung, muncul persaingan, sampai hilangnya rasa hormat dan kekompakan. Glass tidak memungkiri bahwa setiap hubungan niscaya mengalami pasang surut. Namun, pasang surutnya hubungan tersebut berbeda dari toxic relationship. Terkadang, untuk sejumlah perempuan, meski menyadari sedang berada dalam hubungan beracun, sering kali sulit meninggalkannya.   Ada beberapa faktor yang membuat perempuan sulit lepas dari hubungan beracun, seperti dilansir dari artikel Kompas.   Masih merasa bahwa pasangannya bisa berubah. Kurang percaya diri dan merasa tidak berharga. Akan merasa kesepian, tidak punya teman dekat, dan tidak dekat dengan keluarga. Sudah merasa cinta berat. Takut dinilai sebagai perempuan yang sering gonta-ganti pasangan (perempuan murahan). Sulit membedakan antara hubungan romantis dan hubungan yang posesif. Takut akan semakin dilukai atau disakiti apabila putus atau berpisah. Jika pernah berhubungan seksual dengan pasangan, takut dengan stigma tidak perawan.   Inez Kristanti, M.Psi, psikolog klinis, menyarankan ketika Anda terjebak dalam hubungan beracun, segera mengambil langkah untuk keluar. Anda bisa meminta pertolongan dari teman, keluarga, dan orang yang dipercaya.   Baca Juga: KOQ SUSAH MOVE ON DARI TOXIC RELATIONSHIP ? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.      
 16 Apr 2021    14:00 WIB
Posesif dalam Hubungan Boleh Gak Sih?
Setiap orang pasti memiliki cara masing-masing untuk mengungkapkan rasa sayang kepada pasangannya. Tetapi terkadang ada orang yang salah mengungkapkan rasa sayangnya.  Ada pasangan yang mengungkapkannya dengan cara mendominasi, contohnya karena rasa sayang mereka yang berlebihan sehingga tanpa disadari mereka mengekang pasangannya secara berlebihan. Nah ini dinamakan sifat posesif, sifat posesif bisa timbul dikarenakan rasa khawatir yang berlebihan atau rasa takut yang berlebihan. Jadi bagaimana cara kamu mengetahui bahwa pasanganmu memiliki sifat posesif dalam hubunganmu? 1.     Mengontrol pergaulan kamu Pasangan yang suka membatasi pergaulan dan selalu mengharuskan untuk selalu bersamanya ini merupakan ciri-ciri pasangan yang posesif. Jika pasangan kamu melarang kamu untuk bergaul dengan lawan jenis, hal ini masih wajar, tetapi jika dia melarang untuk bergaul dengan teman atau sesama jenis ini sudah tidak wajar. Hal ini bisa membuat kamu menjadi jauh dengan dunia luar.   2.     Menuntut terus-menerus Orang yang posesif akan terus menuntut banyak hal, karena mereka memiliki sifat yang mendominasi. Ketika kalian tidak menuruti permintaanya dia bisa emosi dan akan berlaku kasar kepada kalian. Jika dia berlaku kasar kepada kamu, kamu harus mencari bantuan dari orang lain dan bersikap tegas.   3.     Cemburuan berlebihan Memiliki rasa cemburu itu merupakan hal yang wajar dalam suatu hubungan, tetapi ketika rasa cemburu itu berlebihan itu dapat berdampak buruk terhadap hubungan. Biasanya rasa cemburu ini dapat terjadi karena rasa insecure. Orang yang posesif selalu mengubah rasa cemburunya menjadi hal yang negative. Pasangan posesif akan membuat semua hal yang terjadi adalah kesalahan kamu. Contohnya ketika kamu menyapa orang mereka bisa menuduh kamu bahwa kamu terlalu genit kepada orang.   4.     Mengatur apa yang boleh apa yang tidak boleh Pasangan yang posesif akan selalu mengatur dalam semua hal, apa yang boleh kamu lakukan dan apa yang tidak boleh kamu lakukan. Contohnya, cara berpakaian kamu, dia mengatur kamu apa yang boleh kamu pakai, dan tidak boleh kamu pakai. ketika dia tidak suka apa yang kamu pakai kamu harus mengubah pakaian kamu. Dan selalu mengomentari penampilan kamu.   5.     Melanggar privasi Ketika menjadi pasangan seseorang kita tidak wajib untuk mengetahui semuanya tentang dia. Kamu harus memberikan batasan dalam suatu hubungan, apa yang boleh diketahui dan apa yang tidak boleh diketaui. Pasangan yang posesif akan mencoba menanyakan semua hal yang privasi. Mengetahui hal privasi akan membuat dia lebih senang, ketika dia tidak mengetahui hal-hal privasi kamu dia tidak   Baca Juga:  Pacar Kamu Posesif? Tinggalin! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 30 Mar 2021    12:00 WIB
Insecure dengan Pasanganmu
       Sebagian orang masih banyak yang salah mengartikan arti kata insecure, jadi apa arti kata insecure yang sebenarnya? Insecure adalah perasaan cemas yang dialami seseorang, biasanya insecure disertai dengan perasaan tidak mampu dan tidak percaya diri, oleh karena perasaan itu membuat kamu merasa tidak aman dalam menjalani hubungan dengan pasanganmu. Nah sebenarnya perasaan itu sangat wajar dirasakan oleh seseorang, tetapi tidak wajar jika kamu selalu merasa insecure berlebihan sampai merugikan dan membuat pasangan merasa  tidak nyaman.   Nah jadi apa aja sih tanda-tanda bahwa seseorang merasa insecure yang sudah kelebihan batas? 1. Mudah Cemburu Rasa cemburu kepada pasangan wajar dirasakan oleh siapapun terhadap pasangannya,tetapi kamu juga harus pandai mengontrol rasa cemburu tersebut. Kita adalah makhluk sosial, ketika pasanganmu mempunyai banyak teman, itu adalah hal yang wajar. Nah jadi bagaimana agar pasanganmu tidak melebihi batas? Caranya adalah dengan membuat kesepakatan dengan pasangan.   2. Sering Mengecek Ponsel Didalam suatu hubungan yang paling penting adalah saling terbuka terhadap pasanganmu. Tetapi dalam suatu hubungan satu dengan yang lain berhak memiliki privasi untuk diri sendiri. Saat kamu mengecek isi chating, riwayat telepon sampai ke akun sosial media, itu merupakan suatu tanda bahwa kamu sudah merebut kebebasan pasanganmu. Nah hal tersebut bisa membuat pasangan menjadi tidak nyaman. Terkadang setiap orang pasti memiliki suatu privasi atau hal yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Contohnya tentang masalah pekerjaan, atau masalah keluarga.   3. Mengontrol Pasangan Selalu mengontrol pasangan adalah tanda bahwa kamu sedang merasa insecure. Dalam hubungan seharusnya dapat membuat satu dengan yang lain bahagia. Tetapi kalau kamu terus mengontrol semua aktifitas pasangamu, akan membuat pasanganmu merasa tidak nyaman dan merasa tertekan. Kamu melakukan hal tersebut karena takut kehilangannya. Kamu takut pasangan kamu akan melakukan hal yang akan membuat hubunganmu buruk, nyatanya kamu yang bisa menjadi perusak dari hubunganmu karena sudah membuat pasanganmu merasa tidak nyaman.   4. Sulit Percaya dengan Pasangan Ketika sesorang sulit percaya kepada pasangan artinya seseorang tidak mempercayai pasangannya. Tetapi kenapa masih menjalakan hubungan dengan pasangan yang tidak dapat dipercaya? Harusnya pasangan adalah pasangan hidup yang baik, pasangan bukan seorang musuh yang harus dicurigai terus. Hal ini akan membuat pasangan  kamu tidak nyaman karena dicurigai terus, jika seperti itu pasangan akan merasa tidak nyaman karena selalu mulai pertengkaran dengan topik yang begitu terus tanpa sebuah bukti.   5. Mencari Validasi Pasangan Kamu perlu mencoba melakukan hal yang positif untuk dirimu sendiri. Kamu perlu merubah penampilanmu menjadi cantik karena merawat tubuh merupakan aset. Kamu diet karena ingin merawat tubuhmu dan hidup sehat. Tetapi ketika kamu melakukannya hanya demi mendapatkan validasi dari pasangan, atau bahkan sampai membandingkan dirimu dengan orang lain. Nah sebenarnya kamu sedang merasa insecure.     Baca Juga: Merasa Minder? Ikuti Kiat Berikut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber:Beautynesia
 25 Mar 2021    10:00 WIB
Pasangan Memiliki Teman Wanita Justru Baik Bagi Anda, Mengapa Begitu???
Apakah teman wanita pasangan Anda tampak lebih cantik, lebih pintar, lebih lucu, dan lebih mudah bergaul daripada Anda??? Tentu hal ini tidak mudah bagi Anda. Anda mungkin akan sering merasa cemburu dan memikirkan berbagai hal negatif lainnya. Akan tetapi, sebelum Anda melakukan semua hal tersebut, ada baiknya bila Anda mengetahui bahwa Anda merupakan seorang wanita yang beruntung. Mengapa demikian??? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan mengapa Anda cukup beruntung memiliki pasangan yang mempunyai banyak teman wanita.   Pria yang Memiliki Banyak Teman Wanita Biasanya Lebih Menghormati Wanita Seorang pria yang dapat menjaga hubungan pertemanan dengan seorang wanita dalam waktu yang cukup lama biasanya tidak akan membedakan kemampuan seseorang berdasarkan jenis kelaminnya. Dengan demikian, ia pun akan menjadi pasangan lebih mudah diajak berdiskusi dan lebih dapat berempati dengan perasaan Anda. Artinya si dia dapat menjadi pasangan yang lebih baik karena ia melihat Anda sebagai seorang manusia, bukan hanya seorang pemuas nafsunya saja.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   Teman Wanita Tersebut Dapat Membantu Memberikan Pengertian Pada Pasangan Anda Pertengkaran merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam sebuah hubungan asmara. Daripada menganggap teman wanita pasangan Anda sebagai musuh, Anda dapat menjadikannya "pengacara" Anda saat Anda dan pasangan bertengkar. Teman wanitanya tersebut dapat membantu memberikan pengertian dari sudut pandang wanita pada pasangan Anda. Dengan demikian, pasangan Anda pun dapat lebih mengerti mengapa Anda melakukan hal yang Anda lakukan dan membantu mengakhiri pertengkaran Anda dan pasangan.   Anda dan Teman Wanitanya Mungkin Memiliki Banyak Kesamaan Melihat betapa dekatnya pasangan Anda dengan teman wanitanya mungkin memang akan membuat Anda merasa sangat frustasi dan cemburu. Akan tetapi, fakta bahwa teman wanitanya tersebut dapat menjadi sangat dekat dengan pasangan Anda menunjukkan bahwa Anda dan teman wanitanya tersebut mungkin memiliki banyak kesamaan. Anda mungkin dapat memperoleh seorang sahabat wanita karena hal ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 24 Mar 2021    20:00 WIB
Pahami Keinginan Wanita di Atas Ranjang Melalui Tipe Libidonya
Bingung mencari tahu apa yang dapat membuat pasangan Anda mencapai kepuasan dan kenikmatan saat bercinta dengan Anda? Mengetahui jenis libidonya mungkin dapat membantu memberikan Anda jawaban yang selama ini Anda cari. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis libido yang dimiliki oleh seorang wanita dan bagaimana cara memuaskan mereka.   THE REACTIVE TYPE Wanita dengan tipe libido reaktif biasanya akan selalu berusaha untuk memuaskan pasangannya, karena bagi mereka yang terutama adalah pasangannya. Mereka bahkan rela mengorbankan kepuasan mereka sendiri untuk membuat pasangannya merasa puas. Mereka biasanya baru akan merasa bergairah ketika pasangannya lebih dulu bergairah. Wanita jenis ini juga tidak akan pernah mencoba merayu pasangannya dengan memberikan foreplay terlebih dahulu. Namun wanita reaktif akan cukup aktif dalam bercinta ketika pasangannya bisa mengontrol situasi. Bila pasangan Anda memiliki tipe libido reaktif, maka memberitahunya bahwa Anda juga ingin ia merasa puas mungkin dapat membantu. Beritahu si dia bahwa Anda pun ingin ia merasa puas dan dapat benar-benar menikmati hubungan seks yang ia lakukan bersama Anda.   Baca Juga: Mengapa Pria Lebih Bergairah Saat Cuaca Dingin?   THE ENTITLED TYPE Wanita dengan tipe libido berikut ini biasanya hanya memfokuskan seluruh perhatian pada dirinya sendiri serta bagaimana mereka dapat memperoleh apa yang mereka inginkan saat berhubungan seks. Kadangkala, mereka bahkan tidak dapat berkompromi dengan pasangannya dan merasa bahwa kepuasan mereka lebih penting daripada pasangannya. Mereka bahkan terkesan sedikit memaksa bila mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Wanita dengan tipe libido entitled tidak merasa bahwa ia juga bertanggung jawab untuk memuaskan pasangannya. Artinya, wanita dengan tipe libido satu ini merupakan seseorang yang sangat egois dalam hal kenikmatan seksual. Jika pasangan Anda merupakan wanita dengan tipe libido entitled, maka Anda dapat memberitahunya bahwa kehidupan seksual Anda juga penting bagi Anda dan bahwa Anda membutuhkan kerja samanya untuk membuat kehidupan seksual Anda dengannya terasa sama-sama memuaskan.   THE ADDICTIVE TYPE Wanita dengan tipe libido berikut ini sangat terobsesi pada seks. Baginya, seks merupakan suatu hal yang wajib ada dalam agenda aktivitas sehari-hari. Jika pasangannya tidak mampu memuaskan keinginannya tersebut, maka ia pun cenderung berselingkuh. Selain itu, mereka juga sangat sensitif terhadap penolakan. Jika pasangan Anda memiliki tipe libido addiktif dan mungkin pernah mengkhianati Anda, maka Anda pun harus memutuskan apakah Anda ingin tetap berada di dalam hubungan asmara yang demikian atau tidak.   THE SENSUAL TYPE Bagi wanita yang memiliki libido tipe ini, bercinta adalah ekspresi murni dari perasaan cinta mereka pada pasangan. Mereka akan menjadi pasangan seksual yang menyenangkan bila mereka tahu hati dan pikiran pasangannya ada bersama mereka, tetapi bila ia merasa tidak dicintai, maka jangan harap Anda dapat berhubungan intim dengannya. Saat berhubungan intim, ia suka dimanjakan dengan berbagai jenis foreplay seperti menaruh buah atau coklat di tubuhnya. Jika pasangan Anda memiliki tipe libido sensual, maka Anda merupakan orang yang cukup beruntung. Mereka bahkan tidak jarang bersedia untuk mencoba berbagai hal baru dalam berhubungan seks.   EROTIC TYPE Wanita dengan tipe libido berikut ini seringkali menuntut hal yang tidak biasa dari pasangannya saat bercinta. Ia suka melakukan berbagai hal-hal yang mendebarkan dan penuh petualangan. Wanita ini biasanya tidak akan menolak ketika pasangannya mengajaknya melakukan posisi bercinta yang tidak lazim. Akan tetapi, kadangkala sulit membuat mereka mengerti bahwa ada cara bercinta lain yang lebih sederhana. Wanita dengan tipe libido erotik memiliki gairah seksual yang tidak stabil. Mereka biasanya lebih memperhatikan kualitas daripada kuantitas saat berhubungan seksual. Mereka bahkan seringkali merasa bahwa bagian terpenting dari suatu hubungan asmara adalah seks. Jika pasangan Anda memiliki tipe libido ini, maka kehidupan seksual Anda dengannya mungkin terasa sangat dinamis. Akan tetapi, Anda juga perlu memberitahu pasangan Anda bahwa bercinta tidak selalu harus luar biasa dan berbeda. Mereka juga perlu diingatkan bahwa seks bukanlah satu-satunya hal yang penting dan indah dalam suatu hubungan asmara.   DEPENDENT TYPE Wanita dengan tipe libido berikut ini melihat seks sebagai cara mereka untuk melepaskan stres dan merasa rileks. Ia biasanya akan menjadi cepat marah atau frustasi ketika jarang bercinta. Tetapi sayangnya, ia juga enggan untuk memulai lebih dulu dalam urusan seks. Jika pasangan Anda memiliki libido dengan tipe dependent, maka mereka biasanya menginginkan hubungan seks yang teratur dan ingin agar Anda selalu nampak antusias. Untuk membantunya mengatasi stress, Anda mungkin dapat mengenalkannya pada berbagai hal lain yang juga dapat membantu menghilangkan stress, apalagi bila Anda telah merasa kewalahan atau bosan karena terus diajak berhubungan intim.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: lifehacker
 24 Mar 2021    14:00 WIB
KOQ SUSAH MOVE ON DARI TOXIC RELATIONSHIP ?
  Sebagian orang banyak yang mempertahankan seseorang yang merugikan bagi hidupnya sendiri. Hal tersebut bisa menjadi pertanyaan yang banyak muncul ketika kita sedang membicarakan suatu hubungan antar manusia. Orang yang toxic biasanya menyedikan memiliki sikap yang negatif,dan merugikan orang lain. Tetapi apa yang membuat orang tetap untuk mempertahankan toxic relationship tersebut? Keluar dari toxic relationship tentu bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Nah jadi berikut ini adalah alasan susah move on toxic relationship! 1. Toxic Relationship Dapat Berdampak pada Cara Pandang dan Intuisi Kita Toxic relationship dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang sehingga ketika move on akan terasa berat bagi kita. Menurut relationship expert Alessandra Conti dari Matchmakers In The City, setelah kita menjalani toxic relationship kita akan mempertanyakan intuisi dan mulai menyalahkan diri kita sendiri. Bagaimana bisa kita tidak merasakan kejanggalan selama ini? Bagaimana bisa kita tidak menanggapi tanda-tanda negatif. Kita akan merasa bahwa kita tidak mampu untuk menyelamatkan diri kita sendiri dari toxic relationship. Kita harus belajar untuk percaya terhadap diri sendiri. Dengan cara itu akan terjadi suatu proses untuk sembuh.   2. Mantan Selalu Memutar-balikkan Keadaan dan Membuat Semua Kesalahan Terjadi karena Kita Karena efek dari emosi dari hubungan sebelumnya mempengaruhi pikiran kita bahwa semua hal yang telah terjadi adalah karena kesalahan kita. Tetapi nyatanya mantan pasangan Anda selalu bertingkah bahwa merekalah yang menjadi penyelamat dalam hubungan yang sudah mendekati kehancuran. Kepercayaan yang sudah dibangun dihancurkan dengan mudahnya dan membuat kita sulit untuk menaruh kepercayaan lagi untuk orang lain. Oleh karena itu alasan kenapa toxic relationship sangat sulit untuk kita lupakan. Mungkin kita tidak mempunyai kemampuan untuk menghentikan seseorang menyakiti kita, tetapi pikiran bahwa kita bisa dengan mudah tersakiti akan terus menempel dipikiran kita jauh lebih lama dari waktu yang kita pikirkan. Nah,jadi jangan biarkan orang untuk menyakiti hati kita ya!.   3. Teman Dekat Akan Menjauh karena Hubungan Toxic yang Kita Jalani Tanda-tanda yang paling kelihatan dari hubungan toxic relationship adalah menghilang atau menjauhnya teman dekat kita secara perlahan. Kerugian yang kita alami dari toxic relationship adalah kehidupan sosial kita menjadi berubah, kehidupan sosial kita akan terasa lebih sepi dari sebelum-sebelumnya. Tetapi memperbaiki hubungan dengan teman-teman yang pernah menghilang dapat membantu kita untuk bangkit dari keterpurukan dari toxic relationship.   Keluar dari rutinitas lama dan bergaul di lingkungan yang positif  kembali akan memiliki dampak yang baik untuk diri kita yaitu dapat meningkatkan kepercayaan diri kita dan kembali ceria seperti sebelum terjebak dalam toxic relationship.   Baca juga: 7-cara-melupakan-berbagai-hal-buruk-di-masa-lalu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: Orami
 24 Mar 2021    12:00 WIB
Cara Menolak PDKT Tanpa Harus Menyakitinya
  Ketika Anda sedang dalam masa PDKT Anda pasti pernah merasa tidak cocok dengan gebetan Anda. Entah karena merasa tidak suka dengan sifatnya atau karena alasan lainnya. Menolak perasaan seseorang tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Apalagi untuk orang yang memiliki sifat tidak enakan kepada orang lain. Setelah menolak perasaan seseorang kita pasti bisa merasakan apakah kita sudah menyakiti perasaan orang tersebut atau membuat mereka marah dengan penolakan kita. Sehingga membuat kita untuk merasa tidak enak untuk menolak perasaan dari seseorang. Karena perasaan tidak enak tersebut membuat kita tepaksa untuk berbohong menolak perasan tersebut karena takut akan menyakiti hati orang tersebut. Sebenarnya menolak perasaan dari seseorang adalah hak kita. Ketika sedang dalam hubungan PDKT penolakan adalah hal yang sah-sah dilakukan oleh kita. Tetapi tidak semua orang berani untuk melakukan penolakan.   Kalau Anda masih takut dan bingung untuk menolak perasaan dari gebetanmu saat PDKT, silahkan baca tips-tips cara menolak PDKT tanpa harus menyakitinya. 1. Utarakan langsung to the point. Jika kamu ingin menolak gebetanmu pada saat sedang PDKT, cobalah untuk melakukannya dengan tegas dan tidak bertele-tele, tanpa berputar-putar dan langsung to the point. Kamu bisa menjelaskannya dengan satu kalimat yang tegas seperti contoh "Maaf, sebenarnya aku merasa kurang cocok denganmu" . Dengan sikap yang jelas dan tegas, dia juga akan lebih mudah memahami maksud dari kata-katamu. Kamu bisa langsung menolak secara langsung.   2. Kamu tidak harus menjelaskan. Terkadang orang yang ditolak perasannya akan merasa penasaran, dan ingin mengetahui alasan kenapa mereka di tolak. Tetapi kamu sebagai pihak yang menolak tidak harus menjelaskan alasan kenapa kamu menolak dia.   3. Bicara dengan kata-kata yang jelas. Jika kamu ingin menolak perasaan dari gebetanmu baik secara langsung atau tidak langsung. Kamu harus menggunakan kata-kata yang jelas. Dengan begitu dia akan mengerti maksud dari kata-katamu dengan jelas. Contohnya,kamu menjelaskan bahwa kamu tidak merasa ‘srek ’ dengannya.   4.Berani untuk mengatakan 'tidak'. Ketika kamu ingin menolak perasaan dari seseorang terkadang orang itu tidak langsung menyerah ketika sudah ditolak dan akan terus mencoba mendekatimu. Jika terjadi hal seperti ini, kamu harus berani untuk mengatakan tidak dengan tegas pada orang tersebut.   5. Tetap menghormati dia. Hal lain yang bisa kalian lakukan untuk menolak perasaannya tanpa harus menyakitinya adalah menolak perasaannya dengan tidak menjatuhkan harga dirinya. Kamu harus menolaknya dengan cara yang baik dan sopan. Kamu juga pasti tidak ingin jika nanti suatu saat kamu ditolak oleh orang dengan cara yang buruk.   6.Tidak menemukan chemistry dengan dia. Kamu juga bisa memberikan alasan bahwa kamu tidak menemukan chemistry dengan dia. Contohnya seperti ‘kamu sebenarnya memang orang yang baik tapi sayang ketika mengobrol bersamamu aku tidak menemukan chemistry antara kita".    7. Bersikap tegas ketika dia berperilaku kasar. Ketika kamu menolak perasaan dari seseorang, kamu tidak akan pernah bisa menebak bagaimana respon seseorang ketika ditolak perasaannya. Apakah orang tersebut akan melampiaskan emosinya dengan cara memaksa atau bersikap kasar kepada kamu. Nah, jika kamu memperoleh pemaksaan dari dia kamu harus bersikap tegas tanpa harus membalas perilaku kasar dari dia.   8. Jangan memberikan harapan palsu. Ketika menolak perasaan dari seseorang harus jujur dan tegas. Yang terpenting jangan lupa untuk mengatakan dengan tegas, jika tidak dia akan menanggap bahwa kamu tidak serius dan masih memberikan sedikit harapan kepadanya. Hindari untuk memberikan alasan seperti memberikan harapan kepadanya. Contohnya seperti ‘kamu terlalu baik untuk aku’. Alasan ini bisa dijadikan harapan untuk dia menunggu. Alasan seperti ini sama saja seperti memberikan harapan palsu.   9. Jangan menunda. Tidak ada waktu yang tepat untuk menolak perasaan seseorang. Lebih baik menolak perasaannya secepat mungkin, Ketika kamu sudah yakin tentang perasaanmu bahwa tidak ingin dengan dirinya. Jika kamu menunda dan terus menunda kamu hanya akan memperburuk keadaan dan hanya membuang-buang waktu.   10. Harus menerima kenyataan kalau kamu akan menyakiti perasaannya. Pada akhirnya suatu penolakan akan memberikan rasa sakit bagi seseorang yang ditolak. Selembut apa pun suatu penolakan pasti orang yang ditolak akan merasa tidak nyaman. Tetapi kamu juga perlu memikirkan perasaan dirimu sendiri. Kamu perlu mengingat bahwa suatu penolakan adalah hak yang kamu miliki, dan penolakan akan berdampak menyakiti perasaan orang yang ditolak. Akibat dari alasan tersebut akan semakin menyakitkan untuk menghancurkan harapan dari dia.   Nah jadi berikut adalah tips untuk menolak PDKT tanpa harus menyakiti perasaannya. Lebih cepat menolak akan lebih baik. Menunda waktu hanya akan memberikan harapan palsu dan makin membuat dirimu semakin merasa bersalah karena menolak perasaanya.   Baca Juga: berita/tips-menolak-pria-dengan-halus Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: Popbella
 03 Mar 2021    14:00 WIB
Alasan Mengapa Anda Selalu Gagal Dalam Berhubungan?
Setiap orang pasti berharap mempunyai hubungan yang langgeng. Namun ada beberapa pasangan yang sering kali menghadapi masalah perpisahan. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa seseorang sering mengalami kegagalan saat mempunyai hubungan: Terlalu Banyak Gangguan Dunia memang penuh gangguan. Bila Anda tidak dapat menahan godaan dari adanya pihak ketiga ini akan menimbulkan masalah untuk hubungan Anda. Ini adalah salah satu alasan mengapa akan terjadi kegagalan dalam sebuah hubungan.  Kurangnya waktu saat bersama Waktu yang berkualitas dengan pasangan akan berpengaruh dengan hubungan setiap pasangan. Sehingga perlunya menyediakan waktu untuk bersama. Perbedaan waktu jam kerja Di jaman sekarang, sekarang sering kali seseorang sibuk dengan pekerjaan dan bekerja secara berlebihan, sehingga waktu untuk bertemu pasangan akan berkurang. Terutama untuk pasangan yang memiliki waktu kerja yang berbeda. Tidak peduli bagaimana sibuknya pekerjaan Anda, luangkan selalu waktu kurang lebih sekitar 15 menit untuk pasangan Anda. Ini akan membuat hubungan Anda menjadi lebih kuat. Teman Seringkali hubungan dapat terganggu oleh kehadiran teman. Teman yang ada dan hadir diantara pasangan seringkali menuntut waktu 24 jam 7 hari dalam seminggu. Yang membuat waktu Anda dengan pasangan berkurang.  Kurang komitmen Untuk setiap pasangan agar dapat mepertahankan hubungan Anda agar tetap langgeng diperlukannya sebuah komitmen. Usahakan untuk selalu memegang komitmen Anda dengan pasangan. Karena hal ini adalah yang penting dan akan menguatkan hubungan Anda. Stress Di jaman yang serba sibuk, seringkali tuntutan pekerjaan yang berlebihan bisa membuat seseorang menjadi stress. Apabila seseorang yang mengalami stress akan menimbulkan kejenuhan, bahkan terhadap pasangan. Sehingga Anda memerlukan komunikasi yang baik dengan pasangan. Cobalah untuk mengerti keadaan pasangan dan berikan dukungan pada pasangan Anda. Lari dari masalah  Saat Anda memiliki permasalahan dalam suatu hubungan segera komunikasikan hal ini dengan pasangan. Agar tidak menimbulkan masalah yang berlarut-larut Tergantung mood Wanita yang sedang mengalami PMS seringkali mempunyai mood menjadi kurang baik, saat seperti ini bisa saja terjadi konflik dengan pasangan. Setelah Anda membaca beberapa alasan yang menyebabkan seseorang gagal dalam suatu hubungan. Hindarilah hal-hal tersebut untuk mempertahankan hubungan Anda. Sumber: boldsky
 01 Mar 2021    10:00 WIB
Sulit Orgasme? Coba Tips Ini!
Selain dapat memberikan kepuasan, orgasme ternyata juga dapat membantu menguatkan dan menjaga hubungan yang sehat di antara suami dan istri. Akan tetapi, apa jadinya bila Anda dan pasangan justru tidak dapat mencapai orgasme pada saat yang bersamaan? Di bawah ini terdapat beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda dan pasangan mencapai orgasme secara bersamaan dan membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih intim. ALIHKAN SENTUHAN KE ARAH LAIN Jangan terlalu buru-buru ingin menjalankan "tugas" Anda sebagai pasangan atau terlalu memanjakan pasangan. Sebab, cara ini justru bisa membuatnya lebih cepat mencapai klimaks. Lebih baik alihkanlah sentuhan Anda ke titik sensitif lainnya pada tubuh pasangan Anda seperti daerah dada, punggung, lengan, atau area sensitif lainnya. Lakukanlah foreplay yang lebih lama sehingga Anda maupun pasangan dapat sama-sama menikmati sentuhan yang diberikan satu sama lain. Selain itu, foreplay juga dapat membantu Anda dan pasangan menjadi lebih bergairah sehingga kepuasan yang diperoleh saat orgasme pun lebih maksimal. MULAI LEBIH DULU Karena seorang wanita membutuhkan waktu yang lebih lama dari seorang pria untuk dapat mencapai orgasme, maka mintalah pada pasangan Anda untuk melakukan foreplay terlebih dahulu sehingga Anda pun merasa bergairah. Setelah itu, Anda dapat mencoba posisi bercinta wanita di atas (woman on top) sehingga Anda pun dapat mengendalikan kecepatan gerakan dan kedalaman penetrasi penis. STIMULASI ORAL Singkirkan pikiran bahwa orgasme yang sempurna hanya bisa dicapai melalui penetrasi seksual. Bagi seorang wanita, orgasme dapat dicapai dengan berbagai cara, termasuk melalui sentuhan dan seks oral. SESUAIKAN RITME Kadangkala, penyebab mengapa sepasang suami istri tidak dapat mencapai orgasme pada waktu yang bersamaan adalah karena irama bercinta yang dilakukan tidak sejalan, misalnya pasangan terlalu cepat atau justru terlalu lambat. Oleh karena itu, belajarlah untuk menyeimbangkan irama Anda dan pasangan saat bercinta untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sumber: huffingtonpost
 01 Jan 2021    19:00 WIB
Kunci Hidup Bahagia Setelah Menikah
Apakah Anda sudah menikah? Bila belum maka Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai mitos mengenai apa itu sebenarnya pernikahan yang bahagia dan apa jadinya hubungan sepasang kekasih setelah mereka menikah dan menjadi suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa mitos yang salah mengenai pernikahan dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan pernikahan. 50% Pernikahan Berakhir Dengan Perceraian Anggapan salah ini dimulai pada tahun 1970an saat pengadilan memutuskan perceraian diperbolehkan dan banyak orang mulai melakukannya. Pada pertengahan tahun 80an, angka perceraian bahkan mencapai puncaknya hingga 66%. Akan tetapi, angka ini telah menurun sekarang. Menurut sebuah data dari lembaga sensus di Amerika pada tahun 2009, hanya sekitar 30.8% pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, hanya sekitar 3.6 orang yang bercerai di antara 1.000 orang yang telah menikah. Pasangan yang Bahagia Tidak Pernah Bertengkar Tahukah Anda bahwa jarang bertengkar justru merupakan pertanda bahwa Anda dan pasangan tidak pernah menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian? Menurut seorang ahli yang telah meneliti sekitar 350 orang pasangan selama 28 tahun, kebahagiaan selalu diiringi dengan pertengkaran. Menurutnya, apa yang membedakan pernikahan yang bahagia dan tidak adalah kemampuan kedua belah pihak untuk belajar menghadapi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang sehat dan produktif. Selain itu, sebuah penelitian dari the University of Tennessee menunjukkan bahwa pasangan yang mengakui bahwa mereka pun pernah bertengkar justru merasa lebih bahagia mengenai hubungan mereka dalam jangka panjang. Baca juga: Jatuh Cinta Kembali Pada Suami Pasangan yang Memiliki Anak Lebih Bahagia Daripada yang Tidak Memiliki Anak Sebuah penelitian dari United Kingdom’s Open University menemukan bahwa pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, rata-rata, justru merasa lebih bahagia dalam kehidupan asmara mereka dibandingkan dengan pasangan yang telah memiliki anak. Penurunan rasa bahagia ini bukan berarti bahwa rasa sayang yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang telah memiliki anak tersebut juga berkurang. Akan tetapi, hal ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak tanggung jawab dan peran yang harus mereka jalani (misalnya menjadi pasangan, orang tua, karyawan, pelajar, dan lain sebagainya) membuat mereka memiliki waktu dan energi yang lebih sedikit untuk pasangannya. Kehidupan Seks Orang yang Telah Menikah Buruk Sebuah penelitian yang dilakukan oleh the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University menunjukkan bahwa seorang wanita yang telah menikah justru melakukan hubungan seks lebih sering dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki pasangan tetapi belum menikah. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Penn State juga menunjukkan bahwa rasa cinta dan komitmen yang ada di dalam kehidupan pernikahan cenderung membuat hubungan seks terasa lebih memuaskan bagi seorang wanita. Jika Telah Tinggal Bersama Sebelum Menikah, Maka Resiko Perceraian Pun Lebih Tinggi Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa status pernikahan (sudah menikah atau belum) sepasang kekasih saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama tidak terlalu mempengaruhi kebahagiaan mereka dalam kehidupan pernikahan.Pada penelitian yang dilakukan pada lebih dari 7.000 orang pasangan, para peneliti dari the University of North Carolina di Greensboro justru menemukan bahwa berapa usia pasangan tersebut saat mulai tinggal bersamalah yang lebih menentukan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bila pasangan baru berusia 18 tahun saat memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun mencapai angka 60%. Sementara itu, bila sepasang kekasih telah berusia 23 tahun saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun hanya sekitar 30%. Jika Anda Sungguh-sungguh Mencintai Pasangan Anda, Maka Gairah Tidak Akan Pernah Pudar Gairah sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya hal baru dan misteri. Hal inilah yang seringkali membuat gairah di antara sepasang suami istri mulai memudar saat pernikahan telah berusia 12-16 bulan. Walaupun gairah memang akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi gairah ini biasanya akan digantikan oleh jenis rasa cinta lainnya yang membuat kehidupan pernikahan sepasang suami istri menjadi langgeng dan penuh kebahagiaan. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: womenshealthmag