Your browser does not support JavaScript!
 04 Sep 2014    14:00 WIB
Gejala Dan Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu keadaan dimana ketika kadar air tubuh terlalu rendah. Cairan hilang melalui keringat, air mata, muntah, urin atau diare. Apa saja gejala dehidrasi?  Haus  Sakit kepala  Letargi  Perubahan mood dan respon yang melambat  Saluran hidung kering  Bibir kering atau pecah-pecah  Urin berwarna gelap  Kelemahan  Kelelahan  Kebingungan dan halusinasi.  Jika seseorang yang mengalami dehidrasi dan tidak diberikan cairan pengganti akan terjadi gangguan akhirnya buang air kecil, dapat berakibat pada gagal ginjal dan tubuh tidak dapat membuang produk limbah yang beracun. Dalam kasus ekstrim, dehidrasi bahkan dapat menyebabkan kematian.  Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan dehidrasi termasuk:  Tidak minum cukup air  Jumlah keringat yang meningkat karena cuaca panas, kelembaban, olahraga atau demam  Peningkatan pengeluaran urin karena kekurangan hormon, penyakit kencing manis, penyakit ginjal atau obat  Diare atau muntah  Pulih dari luka bakar.  Penyebab dehidrasi pada orang tua: Terjadi perubahan fungsi ginjal yang menurun seiring dengan usia  Perubahan hormonal  Gangguan mekanisme dalam tubuh, orang tua tidak merasa haus (karena mekanisme di dalam tubuh yang memicu rasa haus tidak bekerja dengan baik seperti pada usia dewasa muda)  Obat-obatan (misalnya, diuretik dan pencahar)  Penyakit kronis seperti penyakit kencing manis, penyakit ginjal Penyebab dehidrasi pada bayi dan anak-anak:  Anak-anak rentan terhadap dehidrasi, terutama jika mereka sakit.  Muntah, demam dan diare dapat dengan cepat mengalami dehidrasi bayi.  Dehidrasi bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa pada anak-anak. Jika Anda mencurigai dehidrasi, bawa anak segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.  Beberapa gejala dehidrasi pada anak antara lain:  Kulit dingin  Letargi/ lesu  Mulut kering  Mata cekung Fontanelle/ ubun-ubun cekung (tempat yang lembut di atas tengkorak bayi di mana tulang belum menutup)  Sumber: betterhealth