Your browser does not support JavaScript!
 19 Jan 2021    19:00 WIB
Berapa Lama Sperma Dapat Bertahan Hidup?
Banyak orang tahu bahwa pembuahan terjadi saat sel sperma bertemu dengan sel telur matang di dalam saluran telur. Akan tetapi, tahukah Anda bagaimana sebenarnya proses pembentukan sperma, berapa lama sperma dapat hidup di dalam organ reproduksi pria, dan berapa lama sel sperma dapat bertahan hidup setelah masuk ke dalam tubuh wanita? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta tersebut dan mempelajari berapa lama sebenarnya lama hidup sebuah sel sperma. Lama Hidup Sperma di Dalam Organ Reproduksi Pria Sel sperma diproduksi melalui sebuah proses yang disebut dengan spermatogenesis di dalam buah zakar pria. Selama proses pembentukan ini, sel-sel spermatogenik yang terdapat di dalam tubulus seminiferus akan terus membelah diri hingga menghasilkan spermatid. Spermatid merupakan sel sperma yang belum matang, yang kemudian akan dipindahkan ke dalam epididimis untuk dimatangkan. Di dalam epididimis, sel sperma akan dimatangkan selama 2-3 minggu. Setelah matang, sel sperma akan tetap "tinggal" di dalam epididimis hingga diejakulasikan keluar ke dalam organ reproduksi wanita saat seorang pria mencapai orgasme. Di dalam organ reproduksi pria, sel sperma yang sudah matang dapat bertahan hidup selama 74 hari. Jika sel sperma matang ini tidak dikeluarkan melalui ejakulasi dalam kurun waktu ini, maka sel sperma akan mati dan diserap kembali oleh tubuh. Ada berbagai hal yang turut berperan dalam menentukan sehat tidaknya sel-sel sperma yang dihasilkan oleh seorang pria dan berapa lama sperma dapat bertahan hidup setelah diejakulasikan. Lama Hidup Sperma di Luar Tubuh Pria Saat seorang pria berejakulasi, maka sperma akan bercampur dengan berbagai nutrisi dan cairan yang terutama dihasilkan oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis, dan kemudian dikeluarkan dari dalam penis. Cairan mani seorang pria biasanya mengandung sekitar 100-400 juta sperma. Saat sperma diejakulasikan ke luar tubuh, misalnya saat masturbasi, maka sperma biasanya hanya dapat bertahan hidup selama beberapa menit. Segera setelah cairan mani mengering, maka sel sperma di dalamnya pun akan mati. Sperma biasanya juga tidak dapat bertahan hidup lebih dari 20-60 menit setelah terpapar oleh lingkungan sekitar. Berapa Lama Sperma Dapat Hidup di Dalam Tubuh Wanita Tujuan utama sperma adalah untuk membuahi sel telur matang dan menyebabkan terjadinya pembuahan. Bagi pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka mengetahui secara pasti berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita sangatlah penting. Karena keasaman cairan vagina, maka sel sperma biasanya tidak dapat bertahan hidup di dalam liang vagina seorang wanita selama lebih dari 6 jam. Sel sperma memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi saat mereka berhasiil masuk ke dalam tubuh wanita melalui lubang serviks. Berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita tergantung pada banyak hal. Kesehatan dan kekuatan sel sperma yang matang juga memiliki peran yang penting, salah satunya adalah kapasitas metabolisme internal sperma. Kualitas cairan serviks dan kemampuan sperma untuk keluar dari liang vagina dan masuk ke dalam rahim, kemudian menuju ke saluran telur juga menentukan seberapa besar kemungkinan terjadinya pembuahan. Bila sel sperma yang masuk ke dalam tubuh wanita berada dalam kondisi sehat, cairan serviks sedang ideal untuk pembuahan, dan lingkungan vagina serta rahim juga ideal; maka sebagian besar sel sperma dapat bertahan hidup selama 6-7 hari di dalam saluran telur wanita. Di saluran telur inilah peluang terjadinya pembuahan paling tinggi. Akan tetapi, karena tidak mungkin terjadi kondisi yang sangat ideal seperti di atas, maka rata-rata sel sperma dapat bertahan hidup selama 3-4 hari di dalam saluran telur. Pembuahan mungkin terjadi selama sel sperma hidup da nada di dalam organ reproduksi wanita. Pergerakan dan morfologi sperma akan menentukan apakah sperma dapat mencapai dan membuahi sebuah sel telur. Jika sperma yang dikeluarkan tidak dapat bergerak dengan cepat atau memiliki bentuk yang tidak sempurna, maka kemungkinan sel sperma tersebut untuk mati di dalam rahim tanpa membuahi sel telur akan meningkat. Jika pembuahan berhasil terjadi sekalipun, hanya akan ada 1 sel sperma yang dapat bertahan hidup cukup lama di dalam tubuh wanita, yaitu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur matang. Sel sperma lain pada akhirnya akan mati. Ingatlah bahwa sel sperma akan terus mati di dalam organ reproduksi wanita. Oleh karena itu, bila Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memiliki momongan, dianjurkan untuk berhubungan intim setiap 2-3 hari sekali sehingga selalu ada sel sperma hidup di dalam organ reproduksi wanita yang siap membuahi sel telur matang. Baca juga: Seperti Apa Rasa Sperma? Sumber: increasespermvolume
 06 Jan 2021    19:00 WIB
Manfaat Masturbasi Pada Wanita
Masturbasi sering dianggap sebagai topik tabu dan wanita yang melakukan masturbasi selalu dianggap melakukan hal tidak etis dan tidak bermoral. Namun, ternyata masturbasi pada wanita memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut adalah alasan mengapa keuntungan wanita melakukan masturbasi: Masturbasi akan meningkatkan percaya diri Masturbasi akan memberikan sensasi perasaan yang bebas dan membuat Anda merasa lebih baik. Masturbasi akan membuat Anda merasakan orgasme sehingga membantu Anda mengontrol tubuh Anda. Secara keseluruhan akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan seksual. Membantu Anda mengerti akan tubuh Anda dan titik-titik rangsangan di tubuh Anda Masturbasi akan membuat pikiran Anda ke alam fantasi Anda. Ini akan membantu Anda mengetahui tentang keinginan Anda. Hal ini membantu Anda untuk lebih mengerti tentang tubuh Anda dan titik-titik ditubuh Anda yang akan menimbulkan rangsangan yang hebat. Meningkatkan kesehatan mental Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi dapat membantu meredakan ketegangan dan stress. Bahan kimia yang dilepaskan selama aktivitas yang menyenangkan ini membantu meredakan depresi secara alami. Masturbasi juga memicu pelepasan hormon dopamin dan epinefrin yang membantu meningkatkan mood seseorang. Meningkatkan kesehatan seksual Selama melakukan masturbasi, tindakan ini akan membuat rahim berkontraksi. Kegiatan ini memperkuat otot vagina. Hal ini menyebabkan vagina mengeluarkan cairan lubrikasi yang membilas bakteri jahat penyebab infeksi, sehingga membantu menjaga kesehatan vagina. Membuat Anda tidur lebih nyenyak Masturbasi juga bertindak sebagai obat alami untuk dapat tidur lebih nyenyak. Ketika Anda masturbasi, ada sejumlah hormon yang dikeluarkan, hormon tersebut membantu menenangkan Anda dan membantu untuk mudah tertidur. Baca juga: Tips Masturbasi Terbaik untuk Wanita Sumber: healthmeup
 16 Dec 2020    15:00 WIB
Sudahkah Anda Pelukan Hari Ini?
Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh. Meski ungkapan tersebut belum didukung oleh fakta-fakta rinci yang jelas, namun tak perlu diragukan bahwa pelukan memang diperlukan manusia. Pelukan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress. Berikut adalah beberapa manfaat pelukan: Merangsang oxytocin Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung. Membuat lebih tenang dan sabar Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mencegah penyakit Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker. Merangsang kelenjar timus Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit. Produksi dopamine Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi. Merangsang serotonin Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia. Keseimbangan sistem saraf Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik. Meningkatkan kepercayaan diri Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang Anda sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah Anda memeluk seseorang hari ini? Baca juga: Pelukan, Obat Ajaib Yang Diperlukan Semua Orang
 15 Dec 2020    21:00 WIB
Bagaimana Cara Menurunkan Kadar Estrogen Pada Wanita?
Pada saat hormon estrogen meningkat pada seorang wanita dibandingkan kadar hormon lain seperti progesteron, akan terjadi gejala yang tidak diinginkan seperti ketidakteraturan menstruasi, peningkatan berat badan, dan bisa terjadi sakit kepala. Efek berbahaya lainnya dari dominasi estrogen termasuk peningkatan risiko penyakit fibrokistik dan kanker payudara. Berikut adalah beberapa cara bagaimana untuk mengurangi kadar estrogen pada wanita dan menjaga keseimbangan hormonal: Kurangi Konsumsi Alkohol Minum terlalu banyak alkohol dapat merusak fungsi hati. Karena estrogen dimetabolisme oleh hati, gagal hati akibat konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kadar estrogen meningkat. Makan Makanan Organik Pestisida dan bahan kimia lain yang digunakan dalam produksi pangan memiliki efek seperti estrogen ketika diserap oleh tubuh. Hindari paparan efek ini dengan makan produk makanan organik dan mengurangi konsumsi daging. Kurangi produk susu Susu sapi menyumbang hingga 80% dari estrogen yang dikonsumsi dari makanan. Hal ini karena sapi sering diperah ketika tingkat estrogen mereka tertinggi (selama kehamilan). Estrogen ini ditemukan dalam susu dan dapat meningkatkan pertumbuhan tumor pada rahim dan jaringan payudara jaringan. Untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara dari meningkatnya kadar estrogen, cobalah untuk konsumsi susu almond atau susu kacang sebagai pengganti susu sapi. Makan serat lebih banyak Diet kaya serat dapat membantu menurunkan kadar estrogen. Untuk membantu menurunkan estrogen dalam tubuh, makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian. Beberapa pilihan terbaik adalah apel, seledri, buah, oatmeal, kacang-kacangan. Olahraga Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga yang teratur dapat membantu mengurangi kadar estrogen yang tinggi. Olahraga tidak hanya akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan, tetapi juga mengurangi kadar estrogen Anda. Konsumsi makanan yang mengandung sulfur Makanan yang mengandung sulfur dapat membantu dalam detoksifikasi hati, karena dapat membuang racun seperti pestisida dan obat-obatan yang merusak hati, sehingga meningkatkan efisiensi organ dalam menyaring zat berbahaya dari darah. Makanan ini termasuk bawang, sayuran hijau, bawang putih, dan kuning telur, limau, lemon, bayam dan sayuran hijau. Hindari Beberapa Makanan Kafein, makanan berlemak tinggi, dan makanan manis dapat meningkatkan kadar estrogen. Baca juga: Hormon Tidak Stabil? Ini Dia Tandanya Sumber: newhealthguide
 28 Jun 2020    18:00 WIB
Mengapa Mr. P Selalu Ereksi Saat Bangun Tidur?
Bagi para pria, ereksi saat bangun tidur bukanlah suatu hal yang baru. Bila keadaan kesehatan mereka cukup baik, maka mereka pasti akan mengalami hal ini. Akan tetapi, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ereksi bisa terjadi walaupun tidak ada stimulasi seksual apapun? Ereksi di pagi hari atau yang juga dikenal dengan nama nocturnal penile tumescence (NPT) merupakan ereksi spontan yang terjadi saat seorang pria tidur atau terbangun. Keadaan ini akan dialami oleh setiap pria yang tidak mengalami disfungsi ereksi. NPT biasanya terjadi sebanyak 3-5 kali selama tidur. Yang unik adalah NPT ini sebenarnya sudah mulai terjadi saat seorang pria masih berada di dalam kandungan ibunya, yang akan terus berlangsung hingga seumur hidup. Seperti halnya pria, para wanita pun mengalami ereksi klitoris dan pembengkakan vagina saat mereka tidur. Bahkan, beberapa hewan mamalia juga mengalami NPT. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari terjadinya NPT. Walaupun demikian, mereka memiliki beberapa dugaan penyebab. Karena NPT dan ereksi klitoris berhubungan dengan fase tidur REM (rapid eye movement), maka para ahli menduga bahwa NPT dan ereksi klitoris terjadi akibat penurunan aktivitas sel-sel noradrenergik (sel saraf yang berfungsi untuk melepaskan noradrenalin). Karena sel-sel ini berfungsi untuk menghambat ereksi penis, maka penurunan aktivitasnya diduga dapat memicu terjadinya ereksi. Teori lainnya adalah bahwa terjadinya NPT dipicu oleh pelepasan nitrit oksida. Nitrit oksida dilepaskan oleh sel-sel yang berada di dalam dinding pembuluh darah, yang akan membuat otot-otot halus menjadi rileks dan pembuluh darah melebar. Karena pelebaran pembuluh darah ini, maka aliran darah yang masuk ke dalam penis pun akan meningkat, sehingga ereksi pun terjadi. Pelepasan nitrit oksida ini diduga berlangsung pada fase tidur REM karena meningkatnya aktivitas otak di daerah pons.   Baca juga: Para Pria Dengan Alat Kelamin Teraneh di Dunia   Akan tetapi, mengapa hal ini (ereksi saat tidur dan terbangun) perlu terjadi? Para ahli menduga hal ini justru berguna bagi kesehatan penis para pria. Ereksi akan membuat jaringan erektil (corpora cavernosa) membengkak, yang akan meningkatkan pasokan oksigen jaringan tersebut. Proses oksigenasi ini berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup jaringan erektil tersebut dan membantu mencegah terjadinya fibrosis cavernosa, suatu keadaan yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   Teori lainnya adalah bahwa ereksi spontan ini diperlukan untuk mencegah seorang pria mengompol saat tidur. Sebenarnya ada 2 jenis ereksi, yaitu ereksi psikogenik dan ereksi refleks. Ereksi psikogenik terjadi saat seorang pria mengalami stimulasi seksual, baik yang berasal dari pikirannya sendiri atau stimulasi dari luar.   Sementara itu, ereksi refleks merupakan proses yang tidak disadari, yang terjadi tanpa adanya pikiran tentang seks dan diduga dapat dipicu oleh penuhnya kandung kemih. Hal ini dikarenakan saraf yang berfungsi untuk mengatur ereksi juga dapat terstimulasi oleh penuhnya kandung kemih. Dan karena seorang pria akan sulit buang air kecil saat penisnya mengeras, maka banyak ahli menduga ereksi spontan ini bertujuan untuk mencegah seorang pria mengompol saat tidur. Walaupun demikian, banyak ahli yang meragukan teori yang satu ini karena tubuh memiliki banyak cara lainnya untuk mencegah seorang pria dari mengompol saat tidur daripada dengan berereksi, lagipula keinginan untuk buang air kecil di malam hari juga dialami oleh para wanita. Oleh karena itu, tampaknya NPT ini memang berfungsi untuk menjaga kesehatan penis para pria. Jadi, daripada merasa terganggu, bersyukurlah bahwa Anda mengalaminya. Hal ini merupakan pertanda bahwa penis Anda masih berada dalam kondisi prima. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: iflscience
 05 May 2020    11:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 09 Mar 2020    11:00 WIB
4 Cara Hormon Mempengaruhi Berat Badan Anda
Tahukah Anda bahwa hormon estrogen dapat merupakan penyebab dari melemahnya energi Anda di siang hari? Atau menyebabkan nafsu makan Anda meningkat? Hormon memiliki peranan yang sangat penting dalam berbagai fungsi tubuh Anda, termasuk mood, motivasi, dan nafsu makan. Hal ini berarti bahwa hormon Anda juga dapat mempengaruhi usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Saat kadar hormon Anda seimbang di dalam tubuh, maka fungsi dan keadaan tubuh Anda pun dapat berjalan dengan sangat baik. Akan tetapi, bila terjadi gangguan keseimbangan hormonal, maka fungsi dan keadaan tubuh Anda juga akan mengalami kekacauan, yang dapat mengganggu usaha Anda untuk menurunkan berat badan.   1.      Hormon Dapat Membuat Anda Makan Saat Marah (Hangry) Apakah Anda pernah merasa sangat lapar hingga membuat mood Anda memburuk? Kombinasi mematikan ini disebabkan oleh hipoglikemia yaitu kadar gula darah yang rendah, yang juga menyebabkan penurunan kadar serotonin, suatu hormon yang berfungsi untuk memperbaiki mood, yang biasanya dihasilkan saat seseorang mengkonsumsi karbohidrat. Untuk membantu menjaga mood Anda tetap stabil, konsumsilah makanan sehat dan seimbang, yang mengandung lemak sehat, banyak serat, dan karbohidrat. Setiap orang membutuhkan kombinasi lemak dan karbohidrat untuk membantu meningkatkan kadar gula darah, tetapi tidak terlalu tinggi. Hal ini akan membuat kadar gula darah Anda menjadi stabil dan membantu meningkatkan kadar serotonin, yang dapat membuat mood Anda membaik.   2.      Hormon Dapat Mengganggu Proses Pembakaran Lemak Apakah Anda sudah berolahraga secara teratur dan mengikuti diet ketat tetapi berat badan Anda tidak juga turun? Hal ini mungkin disebabkan oleh hormon kortisol. Hormon kortisol merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk memberitahu sel-sel lemak untuk melepaskan cadangan gula menjadi glukosa ke dalam aliran darah. Jadi, saat berat badan Anda berhenti berkurang, maka hal ini mungkin disebabkan hormon kortisol berhenti mengirimkan sinyal ke sel-sel lemak tubuh Anda, sehingga tubuh Anda pun membakar lebih sedikit lemak untuk menghasilkan energi yang diperlukannya. Untuk memperlancar proses pengiriman sinyal ini, maka konsumsilah banyak sayuran berdaun hijau. Berbagai sayuran mentah dapat membantu hati Anda untuk memproduksi glutation (sebuah mikronutrien) yang akan memicu proses metabolisme estrogen dan membuat kortisol tetap menjalankan fungsinya dengan baik.   3.      Hormon Membuat Nafsu Makan Meningkat Gherlin merupakan hormon yang diproduksi di dalam lambung, yang berfungsi untuk mengatur rasa lapar seseorang. Saat seseorang merasa lapar, maka hormon ini akan menyampaikan suatu sinyal ke dalam otak yang akan memicu timbulnya nafsu makan. Makan merupakan satu-satunya jalan bagi Anda untuk menghentikan proses pengiriman sinyal ini. Terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi rasa lapar ini dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan makanan lainnya. Kombinasi antara protein tanpa lemak dan karbohidrat kompleks merupakan yang terbaik untuk menurunkan kadar hormon ini, bahkan lebih baik daripada makanan berlemak. Hindarilah konsumsi makanan berlemak dan mengandung banyak gula seperti es krim, keripik kentang, atau donut.   4.      Hormon Membuat Tubuh Dapat Menjalankan Fungsinya Hormon leptin merupakan suatu hormon yang berfungsi untuk memberitahu tubuh bahwa seseorang telah merasa puas dan kenyang. Bila kadar hormon leptin tinggi, maka seseorang pun dapat menjadi lebih berkonsentrasi dalam melakukan segala sesuatu. Berolahraga selama 30 menit setiap harinya dapat membantu meningkatkan kadar hormon leptin. Selain itu, mengkonsumsi 1 porsi sayuran sebelum pukul 10 pagi juga dapat membantu meningkatkan kadar hormon ini. Hal ini dikarenakan sayuran mengandung banyak serat, vitamin, dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi proses peradangan di dalam tubuh, yang dapat mengganggu produksi hormon leptin ini.   Sumber: womenshealthmag
 13 Jul 2019    18:00 WIB
Perbedaan Orgasme Pada Pria Dan Wanita?
Pada pria Pada pria, lebih mudah terlihat saat mengalami orgasme biasanya akan diikuti dengan pengeluaran sperma. Saat mengalami orgasme pria akan mengalami rasa euforia dan kepuasan. Faktor lain yang membedakan orgasme seorang pria dari wanita adalah bahwa, laki-laki biasanya membutuhkan masa pemulihan yang signifikan antara dua kali orgasme. Hal ini dikarenakan ketika seorang pria mengalami orgasme satu tubuh melepaskan serangkaian hormon seperti oksitosin serotonin dan prolaktin yang memberikan sensasi relaksasi, yang membuat mereka merasa mengantuk. Pada wanita Untuk melihat orgasme pada wanita jauh lebih rumit. Meskipun wanita tidak ejakulasi seperti laki-laki, namun mereka mengalami sensasi. Ketika seorang wanita mengalami orgasme akan terjadi klitoris yang menegang seperti penis dan menjadi lebih sensitif. Wanita akan  merasakan perasaan seperti kesemutan yang kuat dan perasaan yang menyenangkan dalam tubuhnya Sensasi tersebut menimbulkan serangkaian kontraksi yang inten dalam vagina dan rahim mereka, membuat mereka sangat sensitif terhadap sentuhan. Akhirnya ketika mereka mengalami orgasme akan terjadi pengeluaran berbagai hormon yang meningkatkan rasa senang. Menariknya seorang wanita mampu mengalami orgasme berkali-kali dalam satu sesi seks. Baca juga: 7 Alasan Mengapa Wanita Berpura-pura Mencapai Orgasme Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thehealthsite
 10 Jul 2019    16:00 WIB
Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh ?
Pada sejumlah wanita, terjadinya menopause hanya ditandai oleh sesekali mengalami hot flush dan mudah lelah. Akan tetapi, pada sejumlah wanita lainnya, gejala menopause yang timbul bisa sangat banyak, baik gejala fisik maupun psikologis, yang membuat mereka sangat menderita. Namun, karena banyak gejala menopause seperti bau mulut, kulit gatal, dan bahkan irritable bowel syndrome tidak memiliki hubungan langsung dengan hormon; maka banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami gejala menopause. Kabar baiknya adalah perubahan gaya hidup sederhana sekalipun dapat membantu mengurangi sebagian besar gejala menopause, kecuali gejala yang paling berat. Di bawah ini Anda apa sebenarnya dampak menopause pada tubuh Anda dan gejala apa saja yang ditimbulkannya.   Otak Depresi, Gangguan Cemas, Perubahan Mood Estrogen berfungsi untuk membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang berfungsi untuk mengatur mood. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan mood seseorang menjadi buruk dan mempengaruhi kemampuannya untuk menghadapi situasi penuh tekanan, lebih mudah gelisah, mulut kering, napas cepat, denyut jantung cepat, dan sesak napas. Pusing Pusing mungkin disebabkan oleh serangan cemas atau panik (napas cepat dan denyut jantung cepat dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke dalam otak). Gangguan Tidur Gangguan tidur mungkin terjadi akibat berkeringat pada malam hari, tetapi juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen. Estrogen juga berfungsi untuk mengatur kadar magnesium di dalam tubuh. Magnesium berfungsi untuk membantu melemaskan otot yang akan membuat seseorang tertidur. Rendahnya kadar hormon estrogen akan membuat otot-otot leher menjadi kendur dan membuat wanita menjadi mendengkur. Brain Fog Sering lupa, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat dapat berhubungan dengan penurunan kadar hormon estrogen. Hal ini dikarenakan tidak hanya estrogen tidak hanya dapat membantu otak menjalankan fungsinya, tetapi juga turut mengatur aliran darah yang masuk ke dalam otak. Gejala ini biasanya hanya berlangsung sementara dan kemampuan berpikir biasanya akan kembali normal setelah menopause. Fatigue/Mudah Lelah Hormon membantu mengatur bagaimana sel-sel tubuh Anda menggunakan energi, jadi saat kadarnya turun, maka kadar energi Anda pun akan ikut turun. Banyak wanita yang baru memasuki masa menopause mengeluhkan badan terus terasa lemas, mudah lelah, dan apatis; walaupun sudah cukup tidur setiap harinya. Akan tetapi, karena gejala yang satu ini juga dapat merupakan gejala dari gangguan tiroid atau kekurangan zat besi, maka ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Rambut Penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan penurunan kolagen, protein alami di dalam rambut; sehingga rambut pun akan menjadi rapuh dan mudah rontok. Kecepatan rambut rontok pun akan meningkat, baik pada rambut di kepala maupun pada bagian tubuh lain. Hal ini dikarenakan folikel rambut membutuhkan estrogen untuk proses pertumbuhan rambut. Mulut Hormon estrogen juga penting untuk melumasi membran mukosa seperti mulut. Kadar estrogen yang rendah akan membuat mulut menjadi kering, sehingga bakteri pun lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan gigi serta gusi berdarah. Hal ini juga dapat merusak tonjolan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa, menyebabkan bau mulut, rasa seperti terbakar pada lidah, atau rasa tidak enak pada lidah. Jantung Kekurangan estrogen juga akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada saraf dan sistem sirkulasi, yang akan membuat jantung berdenyut lebih cepat dan tidak teratur. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan jantung. Paru-paru Karena hormon dan sistem kekebalan tubuh memiliki hubungan yang erat, maka penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat gejala alergi semakin memburuk atau Anda mungkin akan mulai mengalami alergi untuk pertama kalinya, terutama asma dan dermatitis. Payudara Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan hormon progesteron menjadi dominan untuk sesaat. Hal ini dapat memicu terjadinya retensi cairan, yang akan membuat payudara menjadi kencang. Suhu Tubuh Seiring dengan menurunnya kadar hormon estrogen, maka kelenjar hipotalamus (pengatur suhu di dalam tubuh) dapat "ditipu" dan menyangka bahwa tubuh Anda sedang kepanasan, sehingga ia pun akan memicu pembentukan keringat dan hot flushes untuk menurunkan suhu tubuh. Pada hot flushes, Anda mungkin akan merasa panas atau kulit tampak merah secara mendadak. Hot flushes biasanya dimulai pada wajah, leher, atau dada dan kemudian menyebar. Keringat pun akan mulai keluar. Denyut jantung Anda mungkin akan meningkat atau Anda mungkin akan merasa berdebar-debar.   Baca juga: Menopause Pada Pria   Perut/Pencernaan Peningkatan Berat Badan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menjaga berat badan tetap ideal karena tubuh Anda akan "berjuang" untuk menyimpan lebih lemak terutama di daerah perut karena lemak berfungsi untuk memproduksi estrogen. Selain itu, karena kadar hormon testosteron juga menurun, maka laju metabolisme tubuh Anda juga akan ikut menurun. Jadi, seorang wanita harus mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsinya bila mereka tidak ingin menjaga berat badannya tetap ideal saat memasuki masa menopause. Perut Kembung Estrogen sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan empedu di dalam tubuh Anda. Jadi, saat kadarnya menurun, tubuh Anda pun akan cenderung menyimpan lebih banyak air, yang akan membuat Anda merasa kembung. Selain itu, karena tubuh Anda akan memproduksi lebih sedikit empedu, maka Anda pun tidak dapat mencerna lemak dengan baik, yang akan menyebabkan Anda lebih sering buang gas. Berbagai perubahan yang terjadi di dalam usus akan membuat makanan lebih lama tinggal di dalam usus, yang mengakibatkan lebih banyak gas yang terbentuk. Perut kembung saat memasuki masa menopause lebih sering dialami oleh wanita yang juga mengalami hal ini saat mereka masih menstruasi dulu (menunjukkan bahwa usus Anda sensitif terhadap perubahan kadar hormonal). Irritable Bowel Syndrome Otot-otot usus memiliki reseptor estrogen, jadi penurunan kadar hormon estrogen dapat menurunkan tonus otot, melambatkan pergerakan usus, dan memicu terjadinya diare, mual, atau sembelit. Kram Perut Kadar hormon yang sangat fluktuatif dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut bawah seperti saat menstruasi.   Kulit/Kuku Tubuh membutuhkan estrogen untuk memproduksi kolagen (protein yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal) dan untuk lubrikasi. Jadi, penurunan kadar hormon estrogen akan membuat kulit menjadi kering, bersisik, dan gatal. Kulit kering dapat membuat Anda merasa seperti ada sesuatu yang berjalan di atas kulit Anda. Kulit juga akan menjadi lebih tipis. Kehilangan kolagen biasanya paling cepat pada awal masa menopause. Kurangnya lubrikasi alami juga akan membuat kuku lebih mudah pecah-pecah.   Otot/Sendi Nyeri dan Kelemahan Otot Estrogen memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Jadi penurunan kadar estrogen, akan membuat efek hormon kortisol, hormon stress, menjadi dominan, yang akan membuat otot menjadi kencang dan lelah. Karena semua otot memiliki reseptor estrogen, maka penurunan kadar hormon estrogen akan memicu terjadinya nyeri otot dan mempengaruhi tonus otot. Nyeri Sendi Estrogen juga akan mempengaruhi persendian Anda. Kadar hormon estrogen yang rendah saat menopause dapat menyebabkan rasa nyeri sendi semakin menjadi atau memicu terjadinya nyeri sendi untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan nama artritis menopause.   Rahim/Kandung Kemih Perdarahan Hebat Gangguan keseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan perubahan volume darah (darah menstruasi yang keluar dapat menjadi lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya dan mungkin akan ditemukan bekuan darah) dan frekuensi menstruasi (siklus menstruasi menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur). Pada keadaan normal, estrogen akan membuat dinding rahim menebal dan karena tidak ada sel telur yang dikeluarkan (sel telur akan melepaskan hormon progesterone yang berfungsi untuk mengurangi efek penebalan ini), maka dinding rahim yang menebal ini akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih banyak daripada biasanya. Inkontinensia Berkurangnya kolagen karena penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan jaringan di sekitar kandung kemih menjadi lebih tipis dan tidak terlalu elastis. Jaringan di sekitar otot-otot panggul juga akan melemah, yang akan menyebabkan air kemih "bocor" saat Anda batuk, tertawa, bersin, atau membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil, atau sering mengalami infeksi saluran kemih.   Seks Penurunan Gairah Seksual Penurunan kadar hormon estrogen akan membuat sensitivitas di daerah vagina berkurang dan juga akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk mencapai orgasme. Kadar hormon progesteron yang menurun juga akan menyebabkan gairah seksual menurun, karena progesteron berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon testosteron, yang merupakan hal penting bagi gairah seksual. Vagina Kering Membran mukosa pada dinding vagina akan menjadi kering; yang akan membuat vagina terasa gatal, panas, atau terasa seperti terbakar, dan mungkin terasa nyeri saat berhubungan intim.   Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mendeteksi Menopause? Walaupun tidak ada pemeriksaan yang dapat menentukan apakah Anda memang sudah memasuki masa menopause atau belum, akan tetapi ada beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda sudah menuju masa menopause atau belum. Pemeriksaan darah yang dimaksud adalah pemeriksaan kadar FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini diproduksi oleh tubuh untuk menstimulasi indung telur untuk memproduksi sel telur. Karena indung telur tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya saat seorang wanita mulai memasuki masa menopause, maka tubuh Anda meningkatkan produksi FSH di dalamnya untuk membuat indung telur kembali "bekerja" dengan baik. Karena kadar FSH sangat fluktuatif dari bulan ke satu ke bulan berikutnya, maka pemeriksaan kadar FSH biasanya dilakukan 2 kali dengan jarak 6 minggu. Bila dari 2 pemeriksaan yang dilakukan kadar FSH lebih dari 25 (kadar normal FSH adalah 4.7-21.5), maka hal ini menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Beberapa orang dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk memeriksa kadar hormon estrogen. Kadar hormon estrogen normal adalah antaa 30-400. Kadar hormon estrogen yang kurang dari 30 menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Pemeriksaan lainnya yang dapat membantu mendeteksi menopause adalah mengukur kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH), yang dapat memberikan perkiraan berapa jumlah sel telur yang masih tersisa. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid karena gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala yang mirip dengan gejala menopause seperti berdebar-debar, perubahan mood, dan badan lesu. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: dailymail
 06 Jul 2019    18:00 WIB
Kenapa Wanita Bisa Memiliki Bulu Seperti Pria?
Sama seperti pria, wanita juga memiliki rambut di daerah wajah. Biasanya wanita memiliki bulu yang lebih sedikit dan lebih halus dibandingkan dengan pria. Namun ada beberapa wanita yang memiliki bulu rambut gelap dan tebal. Mengapa hal ini bisa terjadi: Ada beberapa penyebab mengapa wanita memiliki bulu yang lebih banyak dan berwarna lebih gelap, seperti: Keturunan: Jika ibu Anda memiliki kelebihan rambut wajah maka Anda cenderung akan mengalami hal yang sama. Genetika memainkan peran penting. Stres: Stres menyebabkan perubahan hormonal di dalam tubuh. Perubahan hormonal memiliki dampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan dan juga dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan rambut berlebih. Perubahan hormonal: Perempuan memiliki perubahan hormon dalam tubuh mereka pada berbagai tahap kehidupan. Perubahan hormon terjadi selama masa remaja, kehamilan dan menopause. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan rambut pada daerah wajah. Pertumbuhan rambut juga bisa disebabkan oleh adanya tumor pada kelenjar yang mengontrol hormon. Seperti tumor di kelenjar adrenal dan ovarium dapat menyebabkan perubahan hormonal. Gangguan hormonal seperti jerawat dan berat badan berlebih juga bisa memicu pertumbuhan rambut wajah. Menopause: Hormon androgen atau hormon laki-laki dalam darah dapat meningkat setelah menopause menyebabkan rambut wajah menjadi banyak dan tebal. Krim steroid: Kadang-kadang krim steroid dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih. Biasanya krim pemutih mengandung bahan ini. Ras atau etnis: Wanita dari kelompok etnis tertentu memiliki risiko mengalami pertumbuhan rambut yang lebat pada wajah dan bagian lain dari tubuh. Perempuan dari Timur Tengah, Asia Selatan dan keturunan Mediterania rentan terhadap pertumbuhan rambut berlebih. Baca juga: Minyak Rambut Herbal Untuk Rambut Sehat Sumber: stylecraze