Your browser does not support JavaScript!
 04 Sep 2016    15:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Tekanan Darah Tinggi?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kekurangan vitamin D mungkin dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan adanya hubungan yang kuat antara kekurangan vitamin D dan terjadinya tekanan darah tinggi, akan tetapi para peneliti tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.   Baca juga: Benarkah Vitamin D Dapat Membuat Proses Persalinan Tidak Terlalu Menyakitkan?   Selain dapat diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, vitamin D juga dapat diperoleh melalui berbagai jenis makanan seperti telur, susu, yogurt, tuna, salmon, sereal, dan jus jeruk. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data genetik lebih dari 146.500 orang keturunan Eropa di Eropa dan Amerika Utara. Untuk setiap 10% kenaikan kadar vitamin D, maka resiko terjadinya tekanan darah tinggi pun akan menurun sebanyak 8%. Akan tetapi, walaupun penelitian ini menemukan adanya hubungan sebab akibat, akan tetapi para peneliti masih tidak dapat memastikan adanya hubungan pasti. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa kekurangan vitamin D memang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi  dan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Baca juga: 4 Penyebab Ketidakstabilan Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmax
 03 Sep 2016    18:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Fungsi Seksual
Gangguan aktivitas seksual seringkali terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, terutama pada tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat membantu memperbaiki kehidupan seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Pria Walaupun gangguan ereksi sering terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan aliran darah yang menuju ke pembuluh darah di dalam penis. Gangguan aliran darah ini seringkali disebabkan oleh aterosklerosis akibat kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gejala yang paling sering ditemukan adalah ketidakmampuan membentuk atau mempertahankan ereksi akibat penyumbatan pada pembuluh darah pada penis. Bila anda pernah mengalami disfungsi ereksi, anda dapat merasa cemas dan takut setiap kali berhubungan seksual. Hal ini bahkan dapat membuat anda menghindari hubungan seksual dan pada akhirnya dapat mengganggu hubungan anda dan pasangan. Tekanan darah tinggi dan beberapa obat anti hipertensi juga dapat mempengaruhi kemampuan kemampuan ejakulasi dan mengurangi gairah seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Wanita Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual pada wanita. Gangguan aliran darah yang menuju vagina dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, vagina kering, dan kesulitan mencapai orgasme. Penggunaan pelumas vagina dapat membantu mengatasi kekeringan pada vagina.   Obat Anti Hipertensi yang Dapat Menyebabkan Gangguan Seksual Diuretik Diuretik dapat menurunkan aliran darah yang mengalir ke dalam penis, sehingga membuat ereksi sulit terbentuk. Obat ini juga dapat menurunkan seng, yang dibutuhkan bagi pembentukan hormon testosteron. Beta Blocker Obat ini dapat menghambat reaksi sistem saraf yang menyebabkan ereksi. Selain itu, beta blocker juga menghambat pembesaran pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis kurang dan ereksi sulit terbentuk. Untuk mengurangi efek samping di atas, gunakan obat sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter anda. Bila gangguan seksual terus berlangsung, segera hubungi dokter anda.   Obat Anti Hipertensi Lainnya Beberapa obat anti hipertensi lainnya yang tidak terlalu mengganggu fungsi seksual anda adalah: ACE inhibitor Penghambat kanal kalsium Angiotensin II reseptor blocker Alfa blocker Beritahukan pada dokter anda mengenai obat-obatan lainnya yang anda konsumsi selain obat anti hipertensi, baik obat herbal ataupun pengobatan lainnya, sehingga dokter dapat menentukan obat yang sesuai bagi anda.   Perubahan Gaya Hidup Selain pengobatan, mengubah gaya hidup anda, mulai dari diet, kebiasaan, olahraga, dan tidur yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah anda. Perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan adalah: Jangan merokok Diet sehat dan seimbang Kurangi konsumsi garam Turunkan berat badan anda bila berat badan anda berlebih Olahraga teratur Sumber: webmd  Baca juga: Diet Untuk Mengontrol Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 22 May 2014    14:00 WIB
Para Penyuka Garam Beresiko Menderita Tekanan Darah Tinggi
Mengkonsumsi banyak garam telah dikenal sebagai salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang-orang yang menderita tekanan darah tinggi biasanya merupakan orang yang lebih menyukai makanan asin. Untuk mengatasinya, para ahli menganjurkan agar mengganti garam dengan berbagai jenis rempah-rempah lainnya untuk membuat makanan Anda terasa lebih nikmat. Mengurangi konsumsi garam harian Anda tentunya dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda. Para ahli dari the American Society of Hypertension mengatakan bahwa tekanan darah tinggi merupakan salah satu “pembunuh tersembunyi” karena tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala apapun dan penderita biasanya tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan ini. Pada penelitian yang dilakukan di Brazil, para peneliti mengamati 118 orang yang dibagi menjadi 4 kelompok. Dua kelompok pertama terdiri dari pria dan wanita yang berusia 30 tahunan, dengan atau tanpa tekanan darah tinggi. Dua kelompok lainnya terdiri dari pria dan wanita yang berusia 70 tahunan, dengan atau tanpa tekanan darah tinggi. Semua peserta penelitian diminta untuk memilih 3 jenis roti perancis. Setiap roti mengandung jumlah garam yang berbeda, beberapa jenis roti jauh lebih asin daripada roti lainnya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa tidak ada seorang pun dari antara peserta yang sehat, yaitu yang tidak menderita tekanan darah tinggi menunjukkan ketertarikan pada roti yang sangat asin. Para peserta penelitian yang berusia 70 tahunan dan tidak menderita tekanan darah tinggi biasanya lebih memilih roti yang tidak terlalu asin (sedang), sedangkan peserta penelitian yang berusia 30 tahunan dan tidak menderita tekanan darah tinggi biasanya memilih roti yang mengandung paling sedikit garam.Sebaliknya, para peserta penelitian yang berusia 30 atau 70 tahunan dan menderita tekanan darah tinggi justru lebih menyukai roti yang mengandung paling banyak garam. Pada penelitian tahap kedua, yang dilakukan 2 minggu kemudian, semua peserta kembali diminta untuk memilih 3 jenis roti yang mengandung jumlah garam yang berbeda. Akan tetapi, kali ini ketiga jenis roti juga dibumbui oleh oregano, yang merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang tidak mengandung garam sama sekali. Hasilnya adalah semua orang pada 4 kelompok peserta penelitian menunjukkan perubahan pilihan roti, yaitu memilih roti yang lebih tidak asin daripada pilihan mereka yang sebelumnya. Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa para peserta yang menderita tekanan darah tinggi tampaknya lebih menyukai makanan yang asin. Akan tetapi, para peneliti percaya bahwa hal ini dapat diatasi dengan membumbui makanan dengan rempah-rempah yang tidak mengandung garam seperti oregano. Penelitian ini tidak meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat antara kesukaan akan makanan asin dengan kejadian tekanan darah tinggi. Para peneliti hanya menemukan adanya hubungan antara penyuka makanan asin dengan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan bukti kuat mengenai benar tidaknya para penderita tekanan darah tinggi biasanya lebih menyukai makanan asin.Sumber: newsmaxhealth
 11 Feb 2014    15:15 WIB
Perawatan Chiropractic dan Sistem Kardiovaskular
Perawatan Chiropractic dan Sistem KardiovaskularJantung yang sehat dapat memberikan gaya hidup yang produktif dan aktif bertahun-tahun. Diet, olahraga dan manajemen stress merupakan hal yang biasa dipikiran orang-orang untuk mendapatkan jantung sehat. Apakah Anda pernah mempertimbangkan perawatan chiropractic untuk jantung Anda? Bukankah hal yang sangat bagus membantu jantung dan tubuh Anda di saat bersamaan? Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa ketika adjustment chiropractic dilakukan pada tulang belakang, hal tersebut memberikan suatu respon khusus. Pada sistem kardiovaskular dapat terjadi respon somato-visceral , yang merupakan proses (ex: adjustment ) pada struktur somatic (ex:tulang belakang) yang mengakibatkan perubahan refleks pada organ visceral (ex:jantung). Hal ini terjadi karena system saraf mengirim jutaan perintah dari otak menuju saraf tulang belakang dan keluar di setiap organ dan jaringan. Jika Anda memiliki area stress pada tulang belakang yang menganggu saraf yang membantu mengendalikan system kardiovaskular secara spesifik; organ dan jaringan yang dipengaruhi oleh saraf-saraf tersebut dapat terganggu fungsinya.Sebagian besar saraf yang membantu menyuplai jantung berasal dari tulang belakang thoracic atas (T1-4) or “Area bahu-leher bawah”; sumber lain berasal dari area cervical atas (C1-3) pada leher Anda, yang membantu mengendalikan tekanan darah. Jadi, jika anda mempunyai masalah kesehatan kardiovaskular ada kemungkinan besar tulang belakang anda mengalami stress sistem saraf pada area-area tersebut – bahkan jika anda tidak mengalami gejala-gejala sakit di leher atau bahu. Chiropractor adalah ahli dalam menemukan dan menghilangkan titik-titik stres pada tulang belakang, yang menyalurkan aliran saraf secara tepat melalui seluruh tubuh pada tubuh yang lebih sehat bahkan jantung! Hipertensi: Studi Pada Berbagai Peningkatan Kondisi Jantung oleh Chiropractic Adjustments:Goodman, 1992; subyek dengan adjustment pada C1 selama 2 bulan memiliki pengurangan rata-rata pada BP dari 166/94 mmHg menjadi 137/84 mmHg. Dysrhythmias:Palmer, 1949; subyek telah diadjustment selama 1 bulan. Pra dan pasca EKG telah dilakukan. Hasil menunjukan peningkatan signifikan dengan pembacaan EKG. Angina:Rogers & Rogers, 1976; Chiropractic adjustments menurunkan koroner angiospasm dengan segera seperti ditegaskan oleh EKG dan giography. - Dr. Travis FisherUntuk informasi lebih lanjut mengenai bagaimana perawatan chiropractic dapat membantu anda, silahkan hubungi