Your browser does not support JavaScript!
 30 Aug 2019    08:00 WIB
Teratur Donor Darah, Ternyata Banyak Manfaatnya
Sering Anda merasa kelelahan dan lemah setelah melakukan donor darah, tetapi hal tersebut hanyalah berlangsung sementara. Tetapi untuk jangka panjang, sangat banyak manfaat mendonorkan darah secara teratur dilihat dari segi kesehatan. Selain itu dengan mendonorkan darah secara tidak langsung kita membantu orang lain juga. Orang yang mendonorkan darah secara teratur ternyata memiliki angka harapan hidup yang lebih lama dan juga memiliki resiko terkena penyakit mematikan seperti kanker lebih kecil. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan dari donor darah: Mengurangi resiko penyakit jantung Salah satu manfaat mendonorkan darah secara teratur adalah menjaga jantung tetap sehat. sudah terbukti bahwa dengan mendonorkan darah akan meningkatkan fungsi dari jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan. Dengan donor darah akan meningkatkan kadar zat besi didalam darah dan juga menurunkan resiko penyakit jantung. Membakar kalori Dengan mendonorkan darah secara teratur akan membuat tubuh Anda lebih fit. Bagaimana bisa? Ternyata dengan mendonorkan darah sekitar 450ml membantu  menurunkan berat badan. Anda berhasil membakar sebanyak 650 kalori saat Anda mendonorkan darah sebanyak 450ml. Mencegah terjadinya kanker Donor darah akan menurunkan resiko terjadinya kanker, termasuk di hati, paru-paru, usus, perut dan tenggorokan. Meningkatkan produksi darah Keuntungan lain dari donor darah adalah membantu menstimulasi produksi dari sel darah baru. Proses pengambilan darah saat donor darah akan mendorong tubuh menjadi lebih sehat dan bekerja dengan lebih efisien Pikiran yang stabil Tahukan Anda dengan mendonorkan darah juga dapat membuat pikiran Anda lebih satabil? Donor darah bisa membuat pikiran Anda lebih senang, tenang hidup dengan tujuan dan juga harga diri. Terlalu banyak zat besi? Jika Anda adalah seseorang yang mengalami peningkatan zat besi didalam darah maka donor darah dapat membantu Anda melindungi jantung dari resiko penyakit yang mungkin terjadi. Ketika Anda mendonorkan darah dengan rutin maka akan semakin banyak zat besi yang keluar dalam bentuk darah. Pemeriksaan kesehatan Saat mendonorkan darah, darah yang Anda donorkan tersebut akan diperiksa dari kemungkinan adanya penyakit serius dan jika ada ditemukan penyakit serius maka pihak palang merah akan segera memberitahukan kepada Anda dengan tetap menjaga kerahasiaannya. Keuntungan untuk orang tua Banyak orang yang sudah lanjut usia dan dalam kondisi kesehatan yang baik dapat mendonorkan darahnya secara teratur. Setelah mendonorkan darah mereka akan merasa lebih bersemangat dan sehat. Menurunkan kadar kolesterol Manfaat lain dari donor darah adalah membantu Anda menurunkan kadar kolesterol didalam tubuh. Selain itu dengan donor darah juga dapat menurunkan tekanan darah jika Anda menderita hipertensi.  Baca juga: Kebijakan Larangan Donor Darah Bagi Kaum Gay Akan Dihapus, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 28 Jul 2019    11:00 WIB
Mengenal Jenis-Jenis Hipertensi
Mudah marah, suka teriak-teriak, gampang tersinggung, itu gejala hipertensi atau memang karakter. Biar lebih jelas, mari kita bahas bersama. Hipertensi adalah istilah medis untuk tekanan darah tinggi. Ini dapat menyebabkan komplikasi parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian. Wah…sebelum marah, pikir-pikir dulu yah dan belajar tenang. Dari pada terkena penyakit mematikan. Pedoman medis yang dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) pada bulan November 2017. Menentukan hipertensi sebagai tekanan darah tinggi, jika mencapai angka sistolik sebesar 130 lebih dan dengan diastolik sebesar 80 milimeter merkuri (mmHg). Sistolik dan Diastolik adalah dua macam tekanan darah. Tekanan darah Sistolik, adalah tekanan darah, dimana tekanan darah ini tercipta karena adanya kontraksi jantung, sehingga mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh kita, dengan mengacu pada jumlah tekanan darah yang ada dalam arteri. Sedangkan tekanan darah Diastolik adalah Tekanan darah bawah atau angka bawah yang memperlihatkan jumlah tekanan darah di dalam arteri ketika jantung kita sedang beristirahat (antara ketukan/ detak), seperti saat kita tidur. Singkatnya Sistolik Tekanan darah maksimum yang ada dalam arteri manusia dan Diastolik Tekanan darah minimum yang ada dalam arteri manusia. Lalu tanda-tanda apa yang dapat kita ketahui jika kita mengalami hipertensi atau tidak. Kita bisa mengetahui, apakah kita mempunyai tekanan darah tinggi atau tidak. Dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang bernama sphygmomanometer. Sphygmomanometer terbagi menjadi 3 jenis yaitu tensi meter air raksa, tensimeter aneroid dan tensimeter digital. Harga tensimeter setiap jenisnya berbeda-beda. Dan setiap jenisnya mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. 1. Tensimeter Air Raksa. Tensimeter jenis ini merupakan tensimeter konvensional, alat tensi ini sudah jarang digunakan karena alasan keamanan. Pada alat ini terdapat air raksa sebagai pengukur tekanan darah dan apabila pecah dan mengenai tubuh maka bisa berdampak buruk. Meskipun begitu, keakuratan tensimeter air raksa paling tinggi dibanding jenis tensimeter lainnya. Sistem kerjanya memakai dua alat, yaitu tensimeter dan stetoskop. Kedua alat tersebut dikombinasikan sehingga dapat menyimpulkan secara akurat normal atau tidaknya tekanan darah kita. 2. Tensimeter Aneroid. Tensimeter aneroid, lebih aman dibanding tensimeter air raksa. Tensimeter aneroid tidak menggunakan air raksa sebagai pengukur tekanan darah melainkan menggunakan jarum mekanik yang mana akan bekerja sewaktu kain sintetis melingkar di lengan. 3. Tensimeter Digital. Tensimeter digital akan menampilkan hasil ukur digital secara otomatis. Dibandingkan dengan jenis air raksa dan aneroid, alat tensi digital ini sangat mudah digunakan bahkan untuk orang non-medis sekalipun. Pengoperasiannya sangat sederhana, hanya menekan tombol start dan stop, maka alat ini akan bekerja secara otomatis melakukan pengukuran dan hasil pengukuran akan langsung ditampilkan pada layar. Harga alat tensi digital ini lebih mahal dibanding dengan 2 jenis tensimeter sebelumnya. Kelebihan lain dari alat tensi digital yaitu dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti informasi denyut jantung serta dilengkapi memori guna menyimpan hasil pengukuran. Berikut adalah pedoman AHA  2017 tentang rentang (angka) tekanan darah:                Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)   Tekanan darah normal   Kurang dari 120   Kurang dari 80   Tinggi Antara 120 dan 129   Kurang dari 80   Stadium 1 hipertensi   Antara 130 dan 139   Antara 80 dan 89   Stadium 2 hipertensi   Paling sedikit 140   Paling sedikit 90   Krisis hipertensi   Lebih dari 180   Lebih dari 120                                                      Jika pembacaan menunjukkan krisis hipertensi saat kita mengukur tekanan darah kita, tunggu 2 atau 3 menit dan kemudian ulangi tes untuk memastikan. Dan jika ternyata positif kita mengalami krisis hipertensi, segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mengatasi hal ini.   Baca juga : Diet Hipertensi: Yang Harus dan Tidak Boleh Dimakan. Sumber : www.webmd.com
 10 Jul 2019    11:00 WIB
Usia Muda Bukan Berarti Terbebas dari Stroke
Walaupun stroke lebih sering mengenai orang lanjut usia, akan tetapi bukan berarti stroke tidak dapat mengenai orang yang berusia lebih muda (18-50 tahun). Sekitar sepertiga orang yang mengalami stroke sebelum berusia 50 tahun masih harus terus berjuang untuk mengatasi ketidakmampuan dan gangguan fungsi bahkan hingga 9 tahun kemudian. Sebuah penelitian di Belanda yang mengamati bagaimana kehidupan orang-orang yang mengalami stroke di usia muda menemukan bahwa banyak penderita stroke yang tidak lagi dapat hidup mandiri atau membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari, termasuk dalam mengatur keuangannya atau kebersihan dirinya. Penelitian ini menemukan bahwa 1 dari 8 orang penderita tidak lagi dapat hidup mandiri. Para ahli seringkali memprediksi bahwa penderita stroke di usia muda dapat memperoleh kesembuhan sempurna karena usianya yang masih muda, akan tetapi data yang diperoleh dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesembuhan sempurna sangat sulit atau bahkan mustahil tercapai. Berbagai Hal yang Mempengaruhi Kesembuhan Paska Serangan Stroke Beratnya Serangan dan Usia PenderitaOrang yang mengalami serangan stroke yang lebih berat memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk memperoleh kembali berbagai fungsi anggota geraknya, seperti halnya orang yang mengalami stroke di usia tuanya. Jenis Serangan StrokeJenis serangan stroke yang terjadi pun mempengaruhi kesembuhan penderitanya. Orang yang mengalami serangan stroke ringan (transient ischemic attack/TIA), di mana gejala terjadi dan menghilang dalam waktu singkat memiliki kemungkinan penyembuhan yang terbaik. Walaupun sekitar 11% di antaranya mengalami gangguan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, termasuk mengendarai mobil, berbelanja, memasak, mengurus rumah, dan menggunakan telepon. Sementara itu, sekitar 15% penderita stroke iskemik yaitu jenis serangan stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah tidak lagi dapat mengurus dirinya sendiri.Sedangkan sekitar 18% penderita stroke hemoragik, yaitu serangan stroke yang terjadi akibat perdarahan di dalam otak mengalami kelumpuhan.Faktor Resiko StrokeWalaupun orang berusia muda (18-50 tahun) memiliki resiko stroke yang lebih rendah, akan lebih baik bila mereka dapat menghindari berbagai faktor resiko stroke di bawah ini untuk mencegah terjadinya stroke di usia muda, yaitu:•    Merokok•    Menderita tekanan darah tinggi•    Menderita diabetes•    Obesitas•    Tidak atau kurang berolahragaSumber: npr
 03 Feb 2019    11:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Jantung dan Pembuluh Darah
Tekanan darah tinggi sama halnya seperti diabetes, dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh sebelum menimbulkan gejala. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, terutama pada jantung dan pembuluh darah. KERUSAKAN PADA PEMBULUH DARAHPembuluh darah arteri merupakan suatu pembuluh darah kuat, fleksibel, dan bersifat elastis. Arteri berfungsi untuk menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen ke berbagai organ tubuh. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam arteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tersebut. 1.      Kerusakan dan Penyempitan ArteriTekanan darah tinggi dapat merusak sel penyusun dinding dalam pembuluh darah, yang pada akhirnya menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan keras (arteriosklerosis). Kerusakan pada dinding pembuluh darah ini menyebabkan kolesterol yang berada di dalam pembuluh darah anda menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak tersebut (aterosklerosis) dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke berbagai organ penting, seperti otak, ginjal, jantung, tangan, dan kaki. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi seperti nyeri dada (angina), serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, penyumbatan pembuluh darah tepi di tangan dan kaki, kerusakan mata dan aneurisma.2.      AneurismaAneurisma terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam dinding pembuluh darah dalam waktu lama yang pada akhirnya menyebabkan pelebaran dinding pembuluh darah yang memang sudah melemah.Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan perdarahan hebat. Aneurisma dapat terjadi di setiap pembuluh darah di dalam tubuh anda, tetapi biasanya paling sering terjadi pada pembuluh darah aorta (pembuluh darah terbesar di dalam tubuh anda). KERUSAKAN PADA JANTUNGSelain pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. Jantung merupakan organ penting yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada jantung anda.1.      Penyakit Jantung KoronerArteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai darah ke otot jantung. Penyempitan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan berbagai jantung seperti nyeri dada, serangan jantung, dan aritmia (gangguan irama jantung)2.      Pembesaran Jantung KiriTekanan darah tinggi menyebabkan jantung anda harus bekerja lebih keras untuk dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Bila berlangsung dalam waktu lama, maka hal ini dapat menyebabkan pembesaran ventrikel (serambi) kiri. Pembesaran ventrikel kiri ini membuat jantung semakin sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Bila tekanan darah terus tidak terkontrol maka dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan bahkan henti jantung.3.      Gagal JantungTekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras. Bila hal ini terus berlangsung untuk waktu yang lama, maka otot jantung akan melemah dan dapat terjadi penurunan fungsi jantung. Jadi, pada dasarnya jantung anda telah kelelahan bekerja dan mulai gagal berfungsi. Serangan jantung dapat memperberat keadaan ini.  Baca juga: 10 Hal Yang Anda Lakukan Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 18 Nov 2018    11:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Kehamilan
Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg, di mana tekanan sistolik dapat bervariasi dari 100-120 dan tekanan diastolik 60-80. Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi bila tekanan darahnya lebih tinggi daripada normal, baik sistolik ataupun diastolik, yang ditemukan pada lebih dari satu kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Peningkatan tekanan darah juga dapat terjadi saat anda kurang tidur, kelelahan, dan setelah beraktivitas. Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi pada saat kehamilan, yang disebut dengan hipertensi gestasional. Pada hipertensi gestasional, tekanan darah ibu mulai meningkat setaselah kehamilan berusia sekitar 20 minggu, yang akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Tekanan darah sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan biasanya normal.   Efek Tekanan Darah Tinggi Pada Anda dan Bayi Anda Efek Pada Ibu Mengalami hipertensi gestasional bukan berarti anda tidak dapat memiliki bayi yang sehat serta kehamilan normal seperti wanita lainnya, anda hanya perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan anda dan bayi anda. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada ginjal atau berbagai organ lainnya. Selain itu, hipertensi gestasional meningkatkan resiko anda menderita tekanan darah tinggi atau penyakit jantung atau stroke setelah anda melahirkan atau beberapa tahun kemudian. Efek Pada Bayi Tekanan darah tinggi menyebabkan penurunan aliran darah dari ibu ke plasenta, yang menyebabkan penurunan aliran oksigen dan nutrisi kepada bayi anda, yang mana kedua hal tersebut sangat dibutuhkan bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi anda. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada bayi anda dan menyebabkan bayi anda memiliki berat badan lahir rendah. Walaupun demikian, bayi anda tetap dapat bertumbuh dengan normal.   Efek Hipertensi Gestasional Pada Persalinan Hipertensi gestasional dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia, suatu komplikasi kehamilan yang membahayakan bagi ibu dan bayi. Bila anda mengalami hal ini, maka anda harus melakukan persalinan di rumah sakit untuk memperoleh penanganan dan pengawasan terbaik. Selain itu, bila dokter menilai keadaan kesehatan anda tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal melalui vagina atau bila terjadi eklampsia, maka dokter akan melakukan tindakan pembedahan Caesar.   Tanda Perburukan Hipertensi Gestasional Perburukan hipertensi gestasional terjadi bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia di bawah ini, yaitu: Perut semakin membesar, dengan atau tanpa pembengkakan pada pergelangan kaki atau wajah atau pembengkakan pada tubuh bagian atas saat bangun tidur Nyeri kepala Penglihatan kabur Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya Mengalami serangan kejang Nyeri hebat di bagian bawah tulang rusuk   Komplikasi Hipertensi gestasional dapat menyebabkan preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu keadaan di mana selain tekanan darah tinggi, juga terjadi gangguan pada ginjal, hati, atau berbagai organ lainnya. Pembengkakan pada wajah dan pergelangan kaki serta adanya protein pada pemeriksaan air kemih merupakan dua gejala yang sering ditemukan pada preeklampsia. Wanita dengan preeklampsia memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tindakan pembedahan Caesar serta kelahiran mati. Konsultasikan dengan dokter atau bidan anda mengenai berbagai gejala yang anda alami. Diperlukan pengawasan dan perhatian lebih pada hipertensi gestasional untuk mencegah terjadinya eklampsia atau berbagai komplikasi lainnya. Eklampsia merupakan suatu keadaan di mana wanita dengan preeklampsia mengalami serangan kejang sebelum atau setelah melahirkan. Eklampsia merupakan suatu komplikasi yang sangat membahayakan bagi keselamatan ibu dan bayi. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: webmd  
 01 Jul 2018    08:00 WIB
Makanan Untuk Menurunkan Tekanan Darah
Guys, kita pasti tahu memiliki tekanan darah tinggi sangat beresiko terhadap kesehatan kita. Tekanan darah tinggi menyebabkan seorang beresiko lebih besar mengidap penyakit seperti sakit jantung, stroke dan penyakit ginjal. Untuk mencegah dan mengatasi hal ini diperlukan pengobatan, perubahan pola makan dan juga pola hidup. Mengubah makanan kita akan membantu menurunkan tekanan darah kita secara signifikan. Riset yang telah dilakukan selama ini telah membuktikan bahwa makanan tertentu bisa menurunkan tekeanan darah tinggi baik yang hasilnya seketika maupun jangka waktu yang lama. So, guy check out daftar makanan di bawah ini yang bisa membantu kita menurunkan tekanan darah   1.         Berry             Baik bluberry maupun strawberry mengandung senyawa antioksidan yang disebut sebagai anthocyanin yang sejenis dengan flavonoid. Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap 34.000 penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, ditemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi lebih banyak anthocyanin bisa menurukan 8% resiko tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang sedikit mengkonsumi anthocyanin ini. Jadi kita perlu tambahkan buah ini dalam camilan, makanan atau minuman kita agar kita bisa menurunkan tekanan darah tinggi kita.   2.         Pisang             Buah yang satu ini tentu tidak asing bagi kita di Indonesia. Buah yang mudah untuk kita dapatkan. Nah, ternyata buah ini mengandung potassium, suatu mineral yang memiliki peranan penting dalam dalam mengatur hipertensi. Menurut the American Heart Association, potassium menurunkan efek natrium dan mengurangi ketegangan di dinding pembuluh darah. Untuk dewasa disarankan untuk mengkonsumsi 4.700 mg potassium dalam satu hari. Untuk mereka yang ada penyakit ginjal disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter karena terlalu banyak potassium bisa membahayakan.   3.         Beet/Bit             Buah yang berwarna merah satu ini ternyata bisa menurunkan tekanan darah dalam jangka waktu singkat dan lama melalui meminum jusnya. Pada tahun 2015, para peneliti melaporkan bahwa mereka yang mengidap tekanan darah tinggi setelah meminum jus buah bit selama 4 minggu sebanyak 250 ml atau sekitar 1 gelas, tekanan darahnya menjadi lebih rendah. Para meneliti menemukan hasil postif dari minum jus ini dalam waktu 24 jam.   4.         Dark coklat             Camilan yang manis ini ternyata dapat menurunkan tekanan darah juga. Berdasarkan 15 percobaan yang dilakukan terhadap penderita hipertensi dan prehipertensi ditemukan bahwa coklat yang kaya akan kandunga kakao ini bisa menurunkan tekan darah. Disarankan untuk memilih coklat yang kandungan kakaonya sekitar 70 persen dan cukup mengkonsumsinya satu potong saja atau sekitar 1 ons setiap harinya.   5.         Kiwi             Buah satu ini kaya akan kandungan vitamin C dan jika dikonsumsi setiap hari bisa mengurangi tekanan darah pada orang yang tingkat hiperensinya agak tinggi. Para peneliti membandingkan dengan buah apel dan ditemukan bahwa mereka yang makan tiga buah kiwi setiap hari selama 8 minggu menghasilkan penurunan darah mereka baik sistolik maupun diastolik dibandingkan dengan makan apel.   6.         Semangka             Buah yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Semangka mengandung asam amino yang disebut citrulline, yang dapat membantu mengatur tekanan darah tinggi. Citrulline membantu tubuh memproduksi oksida nitrat, gas yang melemaskan pembuluh darah dan mendorong fleksibilitas dalam arteri. Efek ini membantu aliran darah, yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.   7.         Oat             Guys, oat dan gandum ternyata berbeda sekalipun berasal dari satu famili yaitu serelia. Kalau oat bisa dimakan langsung sedangkan gandum tidak bisa. Keduanya terkenal akan kandungan seratnya. Lebih tepatnya lagi oat ini mengadung serat yang disebut beta-glukan, yang dapat mengurangi kadar kolesterol darah. Sehingga, menurut beberapa penelitian oat dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini didasarkan pada suatu tinjauan terhadap 28 percobaan yang didapati bahwa dengan mengonsumsi serat beta-glukan yang lebih tinggi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Selain oat yang lebih umum lagi buat kita di Indonesia. Makanan yang mengandung serat beta-glukan ini adalah jelai atau jali.   8.         Sayuran yang daunnya berwarna hijau             Sayuran hijau ini kaya akan kandungan nitrat yang berguna untuk mengatur tekanan darah. Beberapa penelitian sendiri menunjukan bahwa makan 1-2 porsi sayuran ini setiap hari dapat mengurangi hiperensi hingga 24 jam.   9.         Bawang putih             Untuk yang satu ini, mereka yang suka masak tentu tidak asing lagi karena bisa meningkatkan rasa gurih pada masakan atau makan kita. Ternyata berdasarkan penelitian bawang putih meningkatkan produksi nitrat oksida tubuh, yang membantu otot-otot halus untuk rileks dan pembuluh darah membesar. Sehingga hasilnya, ekstrak bawang putih mengurangi baik tekanan darah sistolik dan diastolik pada orang hipertensi.   10.       Makanan fermentasi             Makanan fermentasi kaya akan probiotik yaitu bakteri menguntungkan yang menjaga kesehatan usus kita yang diantaranya menurunkan juga tekanan darah. Makan fermentasi  ini diantaranya adalah: yogurt, kimchi, cuka apel, tempe. Untuk yogurt khusunya yang alami menurut The American Heart Association dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi pada wanita. So, ladies jangan lupakan menambah yogurt dalam camilan sehat kita.   11.       Delima             Buah yang satu ini menurut studi yang dilakukan pada tahun 2012 ternyata sanggup menurunkan tekanan darah dalam waktu yang singkat melalui meminum jusnya setiap hari selama 28 hari. Ini disebabkan karena kandungan antioksidan di dalamnya.   12.       Kayu Manis             Kayu manis juga bisa menurunkan tekanan darah setidaknya untuk sejangka waktu.   13.       Pistachios             Jenis kacang satu ini merupakan jenis kacang sehat yang mampu menurunkan hipertensi. Bahkan satu studi melaporkan bahwa memasukan kacang ini dalam daftar menu diet rendah lemak kita dapat mengurangi tekanan darah selama masa stress. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: medicalnewstoday , cnnindonesia.com
 17 Apr 2018    16:00 WIB
5 Langkah Mudah Mengatur Tekanan Darah
Ada berbagai cara menurunkan tekanan darah tinggi secara mudah dan efektif yang bisa anda temukan saat ini. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup umum ditemukan saat ini. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah mulai dari bekerja terlalu lama, kurangnya berolahraga, gaya hidup yang tidak sehat, serta pola makan yang kurang berimbang. Tekanan darah tinggi juga dianggap sebagai salah satu faktor penyebab gangguan kesehatan lainnya seperti stroke dan serangan jantung.   Untuk menurunkan tekanan darah anda, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan.  1.  Olahraga teraturSebenarnya anda cukup melakukan olahraga ringan saja seperti lari di pagi hari yang sudah terbukti dapat melancarkan peredaran darah Anda dan pastinya itu dapat mencegah darah tinggi. Akan tetapi Anda harus rajin dan juga harus teratur melakukan ini semua. Karena olahraga di sini berfungsi untuk menyeimbangkan antara makanan yang masuk dalam tubuh Anda dengan aktivitas yang Anda lakukan setiap hari. 2.  Perubahan dietSaat Anda terkena tekanan darah tinggi, tampaknya diet akan memainkan peranan penting ke depannya. Ubahlah kebiasaan makan Anda yang tidak sehat dengan kebiasaan makan yang sehat terutama untuk jantung. Makan makanan yang mengandung potasium dan asam lemak omega 3 yang sudah terbukti baik untuk jantung. Terlalu banyak gara akan sangat buruk untuk kesehatan Anda, oleh karena itu bacalah label makanan baik-baik dan jauhi makanan yang mengandung sodium tinggi. Jika Anda ingin menambahkan rasa pada makanan, Anda bisa menambahkan rempah atau bumbu lain daripada garam. 3.  Ubah gaya hidupSadar atau tidak, ternyata gaya hidup sehat akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa minuman yang seringa Anda konsumsi seperti minuman yang mengandung alkohol, minuman berkafein, kebiasaan makan makanan cepat sajidan juga kebiasaan menghisap rokok sering membawa dampak yang sangat buruk untuk kesehatan anda. Dan tentu saja, salahsatu dampaknya yaitu dapat menyebabkan penyakit darah tinggi dan penyakit lainnya. 4.  Monitor kesehatan AndaKarena tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga ia dapat menimbulkan gangguan serius bahkan sebelum didiagnosa. Dikenal sebagai "silent killer", banyak orang dapat melalui tahun-tahun tanpa mengetahui dirinya mengidap darah tinggi. Oleh karena itu periksakan diri Anda dengan teratur untuk mengidentifikasi dan menangani tekanan darah tinggi. 5.  Obat-obatanJika pendekatan alami tidak menolong Anda mengontrol tekanan darah dan tekanan darah Anda dalam level yang berbahaya, ada bermacam obat-obatan yang dibuat untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah Anda. Dokter Anda akan meresepkan obat sesuai dengan beratnya hipertensi yang Anda derita.   Baca juga: Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: foxnews
 17 Apr 2018    12:30 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Otak
Selain menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak dan ginjal akibat gangguan aliran darah yang menyebabkan sel otak dan ginjal kekurangan nutrisi dan oksigen yang penting bagi fungsi kedua organ tersebut.   1.      Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack) Serangan iskemik sesaat atau serangan stroke ringan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan aliran darah sementara ke otak. Serangan iskemik sesaat dapat disebabkan oleh aterosklerosis maupun bekuan darah pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak. Kedua hal ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. 2.      Stroke Stroke terjadi akibat adanya gangguan aliran darah dan nutrisi ke sel otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit, robek, atau bocor. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah otak anda dan menyebabkan terjadinya serangan stroke. 3.      Demensia Demensia merupakan suatu kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, berbicara, membuat keputusan, mengingat, penglihatan, dan pergerakan. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab demensia adalah gangguan pada pembuluh darah (demensia vaskular). Demensia jenis ini disebabkan oleh penyempitan dinding pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak. Penyebab demensia lainnya adalah suatu serangan stroke, yang juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Baik penyempitan dinding pembuluh darah maupun stroke, keduanya dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita demensia di kemudian hari daripada orang lain yang tidak menderita tekanan darah tinggi. 4.      Gangguan Kognitif Ringan Gangguan koginitif ringan merupakan suatu gangguan yang menyebabkan penurunan kemampuan seseorang dalam mengerti dan mengingat sesuatu, yang sering terjadi seiring dengan makin bertambahnya usia. Keadaan berat gangguan kognitif dapat ditemukan pada penderita Alzheimer. Gangguan ini juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.    Baca juga: Anak Muda Pun Bisa Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa Demikian?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     sumber: mayoclinic
 24 Nov 2016    18:00 WIB
Pemeriksaan Kesehatan Penting yang Harus Dilakukan Para Pria…
Melakukan pemeriksaan kesehatan yang sesuai pada waktu yang tepat merupakan salah satu hal terpenting yang harus dilakukan pria untuk menjaga kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan atau screening dapat membantu menemukan adanya penyakit sedini mungkin, bahkan sebelum Anda mengalami gejala apapun, sehingga pengobatan pun lebih mudah dilakukan. Saat ditemukan pada stadium dini, kanker usus besar dapat segera diatasi. Menemukan diabetes sedini mungkin juga dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi seperti kebutaan dan impotensi. Pemeriksaan kesehatan yang Anda perlukan tergantung pada usia dan faktor resiko yang Anda miliki.   Kanker Prostat Kanker prostat merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada pria di Amerika setelah kanker kulit. Perkembangan kanker prostat biasanya cukup lambat, akan tetapi ada pula tipe kanker prostat yang agresif dan cepat berkembang. Pemeriksaan kesehatan dapat menemukan penyakit ini pada tahap awal, kadangkala sebelum gejala muncul, di mana pengobatan paling efektif. Pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi kanker prostat adalah rectal touché (pemeriksaan colok dubur) dan pemeriksaan prostat specific antigen (PSA). Dianjurkan untuk mulai melakukan pemeriksaan PSA saat berusia 50 tahun bagi pria yang sehat, 45 tahun tahun bagi pria beresiko tinggi (termasuk pria keturunan Afrika-Amerika), dan 40 tahun bagi pria yang memiliki anggota keluarga yang menderita kanker prostat.   Kanker Buah Zakar Walaupun jarang, akan tetapi kanker buah zakar (kanker testis) dapat terjadi pada para pria. Sebagian besar kasus kanker buah zakar terjadi pada pria yang berusia antara 20-54 tahun. The American Cancer Society menganjurkan agar semua pria melakukan pemeriksaan buah zakar saat mereka melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pria yang beresiko tinggi, yaitu yang memiliki anggota keluarga yang menderita kanker buah zakar atau yang salah satu atau kedua buah zakarnya tidak turun; harus berkonsultasi dengan seorang dokter mengenai pemeriksaan apa saja yang diperlukannya.   Kanker Usus Besar Kanker usus besar merupakan penyebab kematian terbesar kedua akibat kanker. Pria memiliki resiko sedikit lebih tinggi daripada wanita. Sebagian besar kanker usus besar berkembang secara perlahan dari polip usus besar. Polip usus besar merupakan pertumbuhan jaringan pada dinding dalam usus besar. Saat sel kanker berkembang, sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Cara mencegah terjadinya kanker usus besar adalah dengan menemukan dan mengangkat polip sebelum ia berubah menjadi kanker. Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dimulai saat seorang pria berusia 50 tahun, bila ia sehat. Pemeriksaan kolonoskopi merupakan salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan untuk mendeteksi polip dan kanker usus besar. Pemeriksaan lainnya adalah sigmoidoskopi fleksibel yang dapat memeriksa usus besar bagian bawah.   Baca juga: Tes Medis Penting Untuk Sehat Sempurna   Kanker Kulit Kanker kulit paling berbahaya adalah melanoma. Pria berusia lanjut beresiko 2 kali lebih besar untuk menderita melanoma dibandingkan wanita yang berusia sama. Pria juga memiliki resiko 2-3 kali lebih tinggi untuk menderita kanker sel basal non melanoma dan kanker sel skuamosa dibandingkan wanita. Resiko terjadinya kanker kulit akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya paparan Anda terhadap sinar matahari dan atau tanning bed. The American Cancer Society dan the American Academy of Dermatology menganjurkan pemeriksaan kulit secara teratur untuk memeriksa adanya perubahan pada tahi lalat di kulit, misalnya pada bentuknya, warnanya, dan ukurannya. Periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kulit atau ke seorang dokter secara teratur. Pengobatan kanker kulit akan lebih efektif bila kanker ditemukan pada stadium dini.   Tekanan Darah Tinggi Resiko terjadinya tekanan darah tinggi akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda. Resiko ini juga berhubungan dengan berat badan dan gaya hidup. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi serius tanpa gejala apapun sebelumnya, seperti aneurisma (pelebaran pembuluh darah arteri yang sangat berbahaya). Tekanan darah tinggi dapat diobati. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Intinya adalah ketahui berapa tekanan darah Anda dan bila tekanan darah Anda tinggi, segera periksakan diri ke seorang dokter. Tekanan darah yang normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Seseorang didiagnosa menderita tekanan darah tinggi bila tekanan darahnya adalah 140/90 mmHg atau lebih. Tekanan darah di antara kedua batas tersebut disebut dengan prehipertensi. Seberapa sering tekanan darah Anda harus diperiksa tergantung pada seberapa tinggi tekanan darah Anda sebelumnya dan faktor resiko apa saja yang Anda miliki.   Kadar Kolesterol Kadar kolesterol LDL yang tinggi di dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya plak lemak di dinding dalam pembuluh darah arteri. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Aterosklerosis, pengerasan dan penyempitan pembuluh darah dapat terjadi tanpa menunjukkan gejala apapun selama bertahun-tahun. Bila tidak diobati, aterosklerosis dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke. Perubahan gaya hidup dan obat-obatan dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung. Bila seorang pria beresiko tinggi menderita gangguan jantung, dianjurkan untuk mulai melakukan pemeriksaan kadar kolesterol saat ia berusia 20 tahun. Setiap pria yang berusia 35 tahun, harus melakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah secara teratur.   Diabetes Tipe 2 Sekitar sepertiga penderita diabetes di Amerika tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Diabetes yang tidak terkendali dengan baik dapat menyebabkan terjadinya gangguan jantung, stroke, gangguan ginjal, kebutaan akibat kerusakan pembuluh darah retina, kerusakan saraf, dan impotensi. Bila ditemukan sejak dini, diabetes dapat dikendalikan dengan baik dan terjadinya berbagai komplikasi pun dapat dicegah dengan diet, olahraga, penurunan berat badan, dan obat-obatan. Pemeriksaan screening yang biasa dilakukan untuk mendeteksi diabetes adalah pemeriksaan kadar gula darah puasa, tes toleransi glukosa, dan HbA1C. setiap orang dewasa harus melakukan pemeriksaan ini setiap 3 tahun sekali, dimulai saat mereka berusia 45 tahun. Jika Anda beresiko tinggi, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, dan menderita tekanan darah tinggi; maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di atas lebih awal dan lebih sering.   HIV (Human Immunodeficiency Virus) HIV merupakan virus yang menyebabkan terjadinya AIDS. Virus ini dapat ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lain penderitanya, bahkan bila penderita belum mengalami gejala apapun. Virus ini dapat ditularkan dari penderita ke orang lain saat cairan tubuh ini berkontak dengan vagina, dubur, mulut, mata, atau kulit yang luka. Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan atau mencegah terjadinya HIV. Berbagai pengobatan yang tersedia hanya berfungsi untuk mencegah berkembangnya infeksi HIV menjadi AIDS. Berbagai obat HIV memiliki efek samping yang berat. Seseorang yang telah terinfeksi oleh HIV dapat tidak mengalami gejala apapun hingga bertahun-tahun. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang telah terinfeksi oleh HIV atau tidak adalah melalui berbagia pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah pertama yang dapat mendeteksi infeksi HIV adalah ELISA atau EIA. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari antibodi terhadap HIV di dalam darah. Akan tetapi, pemeriksaan ini dapat menunjukkan hasil positif palsu yaitu hasil pemeriksaan positif walaupun sebenarnya tidak ada antibodi terhadap HIV di dalam tubuh. Pemeriksaan darah yang kedua adalah Western blot assay. Pemeriksaan ini dilakukan untuk konfirmasi ulang. Jika Anda baru saja terinfeksi, maka hasil pemeriksaan ini mungkin negatif. Lakukan pemeriksaan ulang bila diperlukan. Bila Anda menduga bahwa Anda telah terpapar atau terinfeksi oleh HIV, segera minta dokter Anda untuk melakukan berbagai pemeriksaan yang diperlukan. Sebagian besar hasil pemeriksaan orang yang baru terinfeksi oleh HIV akan positif dalam waktu 2 bulan paska infeksi. Akan tetapi, sekitar 5% penderita menunjukkan hasil negatif hingga 6 bulan paska infeksi. Tidak berganti-ganti pasangan seksual atau selalu menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim dapat membantu mencegah Anda terinfeksi oleh HIV dan berbagai penyakit menular seksual lainnya. Bagi para pecandu narkoba, jangan gunakan jarum yang sama dengan orang lain.   Glaukoma Gangguan mata yang satu ini biasanya akan menyebabkan kerusakan saraf optikus secara perlahan dan dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Gangguan penglihatan yang tidak dapat diperbaiki dapat muncul sebelum penderita menyadari adanya gejala lain. Pemeriksaan tekanan bola mata merupakan pemeriksaan screening bagi glaukoma. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi glaukoma sedini mungkin sebelum terjadinya kerusakan pada saraf optikus. Pemeriksaan mata untuk mendeteksi glaukoma biasanya dilakukan berdasarkan pada usia dan resiko orang tersebut. Bila Anda berusia kurang dari 40 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 2-4 tahun. Bila Anda berusia 40-54 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 1-3 tahun. Bila Anda berusia 55-64 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 1-2 tahun. Bila Anda berusia 65 tahun atau lebih, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 6-12 bulan. Jika Anda memiliki resiko tinggi, misalnya karena merupakan keturunan Afrika-Amerika, memiliki anggota keluarga yang menderita glaukoma, pernah menderita cedera mata, atau menggunakan obat-obatan golongan steroid; maka pemeriksaan tekanan bola mata mungkin perlu dilakukan lebih sering.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 12 Sep 2016    15:00 WIB
Benarkah Amarah Dapat Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, ketidaksabaran dan kebencian dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi pada orang dewasa muda di masa yang akan datang. Para penelitian ini, para peneliti mengamati bagaimana perilaku (mudah marah, tidak sabar, rasa benci), gangguan depresi, dan gangguan cemas dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama dari terjadinya penyakit jantung, gangguan ginjal, gagal jantung kongestif, dan stroke. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Disebut tekanan darah tinggi bila tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih atau bila tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Pengukuran darah di antaranya disebut dengan pre hipertensi dan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Walapun tekanan darah tinggi jarang terjadi pada dewasa muda, akan tetapi dewasa muda dan awal paruh baya merupakan masa penting bagi perkembangan hipertensi dan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menggunakan sebuah data dari penelitian mengenai resiko terjadinya penyakit jantung koroner pada dewasa muda yang mengamati sekitar 3.308 pria dan wanita di Amerika. Para peserta berusia antara 18-30 tahun pada awal penelitian. Para peneliti mengukur keadaan kesehatan para peserta penelitian secara teratur, termasuk pengukuran tekanan darah. Para peserta juga diminta untuk menjawab berbagai pertanyaan psikososial, yang mencakup 5 hal, yaitu:•  Kesabaran peserta•  Keinginan untuk bersaing•  Rasa benci•  Gangguan depresi•  Gangguan cemas Para peneliti kemudian mengukur ketiga hal pertama di atas pada awal penelitian dan mengukur dua hal sisanya 5 tahun kemudian. Pengukuran dilakukan dengan sistem skor. Rasa tidak sabar atau mudah marah diukur dari angka 0-4. Setelah 15 tahun kemudian, para peserta yang memiliki angka tertinggi memiliki resiko hipertensi yang lebih tinggi yaitu sebesar 84%. Sementara itu, orang yang memiliki skor 2 juga mengalami peningkatan resiko hipertensi sebesar 47% bila dibandingkan dengan orang yang memiliki skor 0. Rasa benci juga diukur dalam bentuk skor, yaitu dari 0-50, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Para peneliti menemukan bahwa 15 tahun kemudian orang yang termasuk dalam kelompok yang memiliki skor yang tinggi mengalami peningkatan resiko terjadinya hipertensi hingga 84% dan orang yang berada dalam kelompok kedua tertinggi mengalami peningkatan resiko hipertensi sebanyak 38% dibandingkan dengan orang yang memiliki skor rendah. Akan tetapi, para ahli tidak menemukan adanya hubungan antara tekanan darah tinggi dengan ketiga hal lainnya. Penelitian ini kemudian menemukan bahwa sekitar 15% dari seluruh peserta penelitian mengalami hipertensi saat berusia 33-45 tahun. Hasil penelitian ini sama baik bagi orang kulit putih maupun orang kulit hitam dan tidak dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, atau tekanan darah saat penelitian dimulai. Selain itu, hasil ini juga berlaku bagi orang yang memiliki berbagai faktor resiko lain dari hipertensi seperti berat badan berlebih, obesitas, konsumsi alkohol, dan kurang aktif (jarang berolahraga). Walaupun penelitian ini telah berhasil menemukan adanya hubungan antara resiko terjadinya hipertensi dan faktor psikologis, akan tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Baca juga: Cara Ini Bisa Meredam Amarah Sang Suami Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd