Your browser does not support JavaScript!
 25 Aug 2019    16:00 WIB
Kenali 4 Jenis Hernia dan Penyebabnya
Hernia? Apa yah? Kalau dari nama asingnya memang tidak begitu terkenal, tapi kalau kita bilang turun berok, semua pasti tahu. Nah sahabat, pernahkah kalian alamin serangan hernia atau turun berok ini. Mari kita pelajari lebih dalam. Hernia, atau yang lebih dikenal dengan turun berok, adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Hernia terjadi ketika suatu organ terdorong keluar, melalui pembukaan di otot atau jaringan perut. Misalnya, usus bisa menembus area yang lemah pada dinding perut. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong seperti pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut. Kebanyakan hernia tidak mengancam jiwa, tetapi tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Kadang-kadang hernia memerlukan operasi untuk mencegah komplikasi yang berpotensi berbahaya. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak. Kebanyakan penderitanya akan merasakan nyeri, jika terjadi infeksi di dalamnya, misalnya, jika anak-anak yang menderita hernia terlalu aktif. Banyak melakukan gerakan seperti melompat-lompat. Kita perlu tahu tipe-tipe Hernia, yaitu: Hernia inguinalis. Hernia inguinalis adalah tipe hernia yang paling umum. Hernia jenis ini lebih sering terjadi sekitar 70 persen dari semua jenis hernia lainnya, menurut Pusat Hernia Inggris (BHC). Hernia ini terjadi ketika usus terdorong keluar melalui titik lemah atau bagian yang robek, pada dinding perut bagian bawah. Saluran inguinal berada di dalam selangkangan kita. Pada pria, ini adalah area di mana tali spermatika berpindah dari perut ke skrotum. Pada wanita, kanalis inguinal mengandung ligamen yang membantu menahan uterus di tempatnya. Hernia jenis ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Ini karena buah zakar seorang pria turun melalui terusan inguinal ketika mereka dilahirkan, dan terusan ini seharusnya tertutup dengan sempurna. Sayangnya terkadang, saluran tidak tertutup dengan benar dan meninggalkan area yang lemah dan rentan terhadap hernia. Hiatus hernia. Hernia hiatus terjadi ketika bagian perut kita menonjol ke atas melalui diafragma ke dalam rongga dada kita. Diafragma adalah selembar otot yang membantu kita bernapas dengan kontraksi dan menarik udara ke paru-paru. Hernia jenis ini paling sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Jika seorang anak mengalami kondisi tersebut, biasanya disebabkan oleh cacat lahir bawaan. Hiatal hernia hampir selalu menyebabkan gastroesophageal reflux, yaitu kondisi jangka panjang di mana isi perut naik ke kerongkongan, yang menyebabkan gejala atau komplikasi. Hernia umbilikalis. Hernia umbilical (Umbilikalis) dapat terjadi pada anak-anak dan bayi di bawah usia 6 bulan. Ini terjadi ketika usus mereka menonjol melalui dinding perut mereka, di daerah sekitar pusar. kita dapat melihat tonjolan ini dengan jelas, terutama ketika mereka menangis. Hernia umbilical adalah satu-satunya jenis yang sering hilang dengan sendirinya karena otot-otot dinding perut semakin kuat, biasanya pada saat anak berusia 1 tahun. Jika hernia belum hilang pada usia ini, operasi dapat dilakukan untuk memperbaikinya. Hernia insisional. Hernia insisional dapat terjadi setelah kita menjalani operasi perut. Usus kita mungkin terdorong keluar, melalui bekas luka sayatan atau di sekitar jaringan yang melemah. Apa saja sih yang menyebabkan hernia? Penyebab hernia bervariasi tergantung pada masing-masing individu. Penyebab mekanis yang meliputi: angkat beban berat dengan tidak tepat atau secara berlebihan, serangan batuk terus-menerus atau bersin, pukulan atau hantaman ke perut, mengejan saat buang air besar atau buang air kecil. Ada juga karena kondisi yang meningkatkan tekanan rongga perut, hal ini juga dapat menyebabkan hernia atau memperburuk penyakitnya. Seperti: kegemukan, (Diare atau sembelit, pembesaran prostat), penyakit paru-paru kronis, cairan di rongga perut (asites), sedang hamil juga memberi tekanan pada perut kita. Juga, ketika otot melemah karena nutrisi yang buruk, merokok, dan kelelahan, hernia lebih mungkin terjadi. Terjadinya kegagalan dinding perut untuk menutup dengan benar di dalam rahim, yang merupakan cacat bawaan, pengaruh usia, kerusakan akibat cedera atau operasi. Dan perlu diketahui bahwa Hernia dapat berkembang dengan cepat atau berkembang dalam jangka waktu yang lama. Sumber : www.webmd.com
 31 May 2019    16:00 WIB
Yuk Ketahui Berbagai Penyebab Dari Nyeri Perut
Setiap orang selama hidupnyan tentu pernah merasakan nyeri di perut. Kebanyakan penyebab dari nyeri perut tidaklah serius dan dapat segera didiagnosa dan diobati. Tetapi ada nyeri perut yang menjadi tanda terjadinya penyakit serius. Sangat penting untuk kita mampu mengenali gejala dari nyeri perut yang berat dan tahu kapan haru menghubungi dokter. Apa yang menjadi penyebab dari nyeri perut? Baik itu nyeri perut yang ringan, tajam, atau kram perut, nyeri perut memiliki berbagai kemungkinan penyebab. Berikut adalah beberapa penyebab dari nyeri perut: Gangguan pencernaan Konstipasi Infeksi virus di perut Kram karena menstruasi Keracunan makanan Alergi makanan Gas Intoleransi laktosa Luka di usus atau saluran cerna Hernia Batu empedu Endometriosis Penyakit crohn Infeksi saluran kemih Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung Usus buntu Bagaimana gejala dari nyeri perut yang harus mendapat perhatian lebih? Jika nyeri perut yang Anda rasakan berat atau diikuti gejala dibawah ini, segera hubungi penyedia kesehatan yang terdekat dengan Anda: Demam Ketidakmampuan menelan makanan selama beberapa hari Tidak mampu buang air besar, terutama jika diikuti dengan muntah Nyeri saat berkemih atau gangguan lain yang dirasakan saat berkemih Perut terasa sangat nyeri saat disentuh Nyeri yang disebabkan cedera perut Nyeri yang berlangsung beberapa hari Gejala-gejala diatas dapat mengindikasikan masalah di bagian dalam rongga perut yang memerlukan pengobatan sesegera mungkin. Segera mencari bantuan jika nyeri perut disertai tanda: Muntah darah BAB disertai darah yang banyak Kesulitan bernafas Nyeri perut yang dialami selama masa kehamilan Bagaimana  penyebab dari nyeri perut diketahui peyebabnya? Karena begitu banyak penyebab potensial yang mungkin menimbulkan gejala nyeri perut, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, menganamnesa gejala yang Anda alami dan menanyakan kepada Anda beberapa pertanyaan berkaitan dengan nyeri yang Anda rasakan. Pertanyaan dapat berupa: Apa tipe dari nyeri yang Anda rasakan? Apakah nyeri dirasakan diseluruh daerah perut atau hanya di daerah tertentu di perut? Didaerah perut bagian mana nyeri berlokasi? Apakah tipe nyeri yang Anda rasakan? Apakah seperti tertusuk atau berat? Apakah tajam atau tumpul? Kapan nyeri terjadi? Selalu? Lebih sering pagi atau malam? Apakah nyeri datang dan pergi atau terus menerus? Apakah nyeri dipicu setelah makan makanan tertentu, minum alkohol? Selama menstruasi? Berapa lama Anda mengalami nyeri ini Apakah nyeri menjalar ke bagian bawah, bahu, selangkangan atau bokong? Apakah Anda telah mengkonsumsi obat-obatan atau herbal? Apakah Anda hamil? Apakah aktivitas seperti berbaring pada salah satu sisi akan meringankan nyeri? Apakah Anda mengalami cedera baru-baru ini? Setelah evaluasi awal selesai dilakukan, dokter Anda akan meminta Anda melakukan beberapa tes untuk memeriksa penyebab dari nyeri Anda. Pemeriksaan dapat berupa pemeriksaan tinja dan urin, tes darah, menelan barium atau enema, endoskopi, x-ray, USG atau CT scan. Bagaimana nyeri perut diobati? Mengobati nyeri perut sangat bergantung pada penyebabnya. Pengobatan dapat berupa obat-obatan untuk inflamasi, GERD atau antibiotik untuk infeksi, sampai ke perubahan perilaku terhadap nyeri yang disebabkan oleh makanan dan minuman tertentu. Pada beberapa kasus seperti usus buntu dan hernia, mungkin akan memerlukan operasi.   Sumber: webmd